10 BAB III
PELAKSANAAN DAN HASIL KEGIATAN 1.1 Program Kerja Indonesia Melayani
3.1.1 Pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) Keterbukaan Informasi Publik
a. Waktu Pelaksanaan Senin, 22 Agustus 2016 b. Lokasi
Kantor Desa Buahan c. Kelompok Sasaran
Masyarakat umum d. Pihak Terlibat
1. Mahasiswa KKN PPM Tematik Revolusi Mental Periode XIII Desa Buahan
2. Perangkat Desa di Kantor Desa Buahan e. Pelaksanaan
KKN Revolusi Mental Periode XIII Universitas Udayana Desa Buahan juga tentunya atas konsultasi bersama otoritas desa, dibuatkanlah pamflet serta standing banner yang berisikan SOP pengajuan KTP dan pembuatan akta kelahiran. Penyerahan dilakukan secara simbolis terhadap Kepala Desa Buahan, diserahkan langsung oleh Koordinator Desa KKN PPM Tematik Revolusi Mental Periode XIII Desa Buahan.
Hasil yang diharapkan adalah sarana-sarana yang diberikan mampu memberikan SOP yang informatif sehingga memberikan efisiensi pelayanan di Kantor Desa Buahan.
f. Hasil
Dari pelaksanaan diatas, dapat ketahui masyarakat menjadi lebih mengerti cara mengajukan dan mencari KTP serta cara membuat Akta kelahiran.
g. Permasalahan
Kelengkapan printing yang kurang lengkap di Desa Buahan.
h. Solusi
Kegiatan printing dilakukan di luar Desa Buahan
11 Gambar X-Banner SOP Keterbukaan Informasi Publik (KTP dan Akta)
1.1.2. Sosialisasi Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar a. Waktu Pelaksanaan
Kamis, 18 Agustus 2016 s/d Senin, 22 Agustus b. Lokasi
Desa Buahan c. Kelompok Sasaran
Keluarga tergolong miskin di Desa Buahan d. Pihak Terkait
1. Mahasiswa KKN PPM Tematik Revolusi Mental Periode XIII Desa Buahan
2. Kepala Dusun Buahan Kaja, Kepala Dusun Buahan Tengah dan Kepala Dusun Buahan Kelod.
3. Keluarga Dampingan masing-masing mahasiswa KKN PPM Tematik Revolusi Mental Periode XIII Desa Buahan
e. Pelaksanaan
KKN Revolusi Mental Periode XIII Universitas Udayana Desa Buahan mencoba menawarkan solusi berupa melakukan sosialisasi KIS dan KIP tersebut terhadap waga Desa Buahan khususnya warga yang tergolong miskin. Mahasiswa KKN tentunya berkolaborasi pula dengan perangkat Desa menyelenggarakan sosialisasi KIS dan KIP. Konsep sosialisasi yang digunakan adalah sosialisasi pintu ke pintu terhadap kepala keluarga serta pembuatan media sosialisasi berupa X-banner yang ditempatkan di kantor Prebekel Desa Buahan. Dipilihnya sosialisasi melalui cara pintu ke pintu adalah dikarenakan selarasnya program tambahan arahan dari otoritas KKN Unud yakni LPPM untuk
12 melakukan program Kepala Keluarga Dampingan dan validasi data warga miskin. Maka dari itu teknik pintu ke pintu tidak mencakup keseluruhan masyarakat. Maka cara pintu ke pintu dilakukan untuk efektifitas dan tepat sasaran. Kemudian ditambah dengan menempel media sosialisasi berupa pamflet di 10 banjar dinas yang ada di Buahan untuk menjangkau setiap dusun yang ada di Desa Buahan.
f. Hasil
Dari sosialisasi KIS dan KIP tersebut dapat diketahui bahwa beberapa warga telah memiliki KIS dan KIP serta ada juga yang telah menggunakan kartu tersebut untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dan kebutuhan prasarana sekolah bagi anak-anak mereka
g. Permasalahan
Teknik yang dilakukan adalah penyuluhan dari puntu ke pintu yang menjadikan hanya beberapa warga yang mengerti dan memahami cara kerja KIS dan KIP
h. Solusi
Dari masalah diatas kami juga memberikan solusi agar semua warga dapat mengetahui cara menggunakan KIS dan KIP dengan menempelkan beberapa media sosial berupa leaflet di setiap banjar.
Gambar Penyerahan X-Banner KIS dan KIP
1.1.3. Pembuatan Database Administrasi Desa a. Waktu Pelaksanaan
28 juli, 10, 11, 15, 19 Agustus 2016 b. Lokasi
Kantor Desa Buahan c. Kelompok Sasaran
1. Kepala desa
13 2. Sekretaris Desa
3. Para Kepala Kantor Urusan (KAUR) 4. Kelian Banjar
d. PihakTerlibat
1. Mahasiswa KKN PPM Tematik Revolusi Mental Periode XIII Desa Buahan
2. Perangkat Desa di Kantor Desa Buahan e. Pelaksanaan
KKN Revolusi Mental Periode XIII Universitas Udayana Desa Buahan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan aparat Desa untuk mencaritahu keperluan administrasi desa yang harus segera mengalami perbaikan dan pembaharuan. Koordinasi tersebut menghasilkan bahwa Kantor Desa Buahan belum memperbaharui data mengenai Kartu Keluarga (KK). Permasalahan itu seterusnya diserahkan kepada Mahasiswa KKN untuk melakukan penginputan data KK.
f. Hasil
Penginputan berbasis IT telah di lakukan dan data KK yang telah ada sudah berhasil di input dan dirapikan di dalam sistem yang membuat data administrasi desa semakin rapi.
g. Permasalahan
Permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan adalah koneksi internet, karena saat melakukan input data membutuhkan koneksi internet dalam pelaksanaannya.
h. Solusi
Menggunakan fasilitas umum seperti internet di Kantor Desa Buahan.
Gambar. Menginput Kartu Keluarga
1.1.4. Sosialisasi Administrasi Desa Berbasis IT a. Waktu Pelaksanaan
1- 2 Agustus 2016
14 b. Lokasi
Kantor Desa Buahan c. Kelompok Sasaran
1. Kepala desa 2. Sekretaris desa
3. Para Kepala Kantor Urusan (KAUR) d. Pihak Terlibat
1. Mahasiswa KKN PPM Tematik Revolusi Mental Periode XIII Desa Buahan
2. Perangkat Desa di Kantor Desa Buahan 3. Tim dari Pemerintahan Daerah
e. Pelaksanaan
Mahasiswa KKN Revolusi Mental Periode XIII Universitas Udayana Desa Buahan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan aparat Desa. Aparat desa memiliki sebuah program untuk memanajemen keuangngan mereka dengan software SISKEUDES (Sistem Keuangan Desa). Mahasiswa diminta untuk membantu dalam pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan penggunaan program SISKEUDES (Sistem Keuangan Desa). Isi kegiatan adalah sosialisasi dan mencoba program SISKEUDES (Sistem Keuangan Desa) yang bertujuan membantu aparat desa dalam merancang anggaran biaya desa.
f. Hasil
Dari kegiatan yang dilakukan dapat dilihat saat ini sistem keuangan yang ada pada Desa Buahan telah tertata lebih rapi dan lebih gampang untuk di pahami.
g. Permasalahan
Waktu praktek untuk pegawai terlalu singkat, jadi pegawai belum terlalu memahami penggunaan SISKEUDES (Sistem Keuangan Desa).
h. Solusi
Memperpajang durasi dari acara sosialisati dan praktek.
Gambar. Sosialisasi Administrasi Desa Berbasis IT
15 1.2 Program Kerja Indonesia Bersih
1.2.1 Sosialisasi Pengelolaan Sampah a. Waktu Pelaksanaan
Waktu : Sabtu, 22 Agustus 2016 b. Lokasi Pelaksanaan
Lokasi : Kantor Desa Buahan c. Kelompok Sasaran
1. Staff Desa
2. Masyarakat Desa Buahan d. Pihak Terlibat
1. Mahasiswa KKN PPM Tematik Revolusi Mental Periode XIII Desa Buahan
2. Perangkat Desa di Kantor Desa Buahan 3. Tim dari Pemerintahan Daerah
e. Pelaksanaan
Tabel. Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah
Kegiatan Metode Waktu tempat
Tahap Persiapan
Survey Sistem Pengelolaan Bank Sampah kunjungan 29 Juli 2016 Bank Sampah Cahaya Berlian
Rapat Koordinasi Rapat 29 Juli 2016 Posko KKN
Penyusunan Proposal Sistem Pengelolaan Bank Smpah Rapat 16 Agustus 2016 Posko KKN Penyusunan Proposal Sistem Pengelolaan Bank Smpah Rapat 17 Agustus 2016 Posko KKN Penyusunan Proposal Sistem Pengelolaan Bank Smpah Rapat 18 Agustus 2016 Posko KKN
Rapat Koordinasi Dengan Kepala Desa Rapat 19 Agustus 2016 Ruang rapat Kantor desa Pembuatan Surat dan Pengiriman Surat Untuk Narasumber, Peserta Rapat 19 Agustus 2016 Posko KKN
Survey Konsumsi dan Alat Perlengkapan kunjungan 16 Agustus 2016 Pasar
Periapan Alat dan Kebersihan persiapan 20 Agustus 2016 Ruang rapat Kantor desa
Briefing untuk Hari H persiapan 20 Agustus 2016 Posko KKN
Pembelian Konsumsi kunjungan 20 Agustus 2016 pasar
Tahap Pelaksanaa
Acara Sosialisasi dan Pembentukan Organisasi Bank Sampah persentasi 20 Agustus 2016 Ruang rapat Kantor desa Tahap Evaluasi
Evaluasi dan Kebersihan diskusi 20 Agustus 2016 Ruang rapat Kantor desa
Pembuatan Laporan rapat 21 Agustus 2016 Posko KKN
16 f. Hasil
Sistem Pengelolaan Sampah yang Terintegrasi
System pengelolan sampah di Desa Buahan direncanakan melalui sebuah diagram.Diagram tersebut dapat dilihat di gambar 1 di atas.Pertama system pengelolan sampah ini memerlukan suatu sosialisasi kepada masyarakta di Desa Buahan, agar nantinya masyarakt dapat membantu dan turut turun langsung dalam mengelola sampah sampah individunya. Selama sosialisasi tersebut, masyarakat akan diberikan 4 buah karung sampah yang dimana 2 karung tersebut digunakan selang seling dan merupakan tempat sampah organic dan non organik. Tujuan pemisahan ini adalah untuk mempermudah dalam hal pemilahan sampah nantinya.
Sampah-sampah yang dihasilkan oleh keluarga atau masyarakat di Desa Buahan akan dikumpulkan oleh petugas pungut sampah setiap 2x seminggu. Jadwal pemungutan disesuaikan dengan kondisi di Desa Buahan dan sebelum dipungut oleh petugas pungut, sampah masyarakat sebelumnya sudah ditaruh di depan pintu masuk rumah dengan batas waktu yang ditentukan. Sampah masyarakat yang dipungut nantinya akan dikumpulkan dan disimpan terlebih dahulu di ruang penyimpanan sampah, yang tempatnya disesuaikan oleh aparat desa yang berwenang. Setelah 2x pemungutan sampah, sampah tersebut kemudian dipilah oleh petugas pemilah sebanyak empat orang.Sampah yang pemilahaannya dilakukan satu kali seminggu. Sampah organic dan nonorganic tersebut akan kembali di pilah. Sampah organic akan dipilah menjadi sampah yang bisa dijadikan kompos dan sampah yang tidak bisa dijadikan kompos. Sedangkan sampah non organic tersebut akan dipilah menjadi sampah yang memiliki nilai jual di bank sampah dan sampah yang tidak memiliki nilai jual di bank sampah dan selanjutnya sampah tersebut akan di bakar atau diolah menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai seni dan nilai jual. Sampah yang bisa di tabung di bank
17 sampah akan ditabung di bank sampah untuk mendapatkan penghasilan. Penghasilan dari tabungan di bank sampah tersebut akan dikumpulkan untuk membiayai program kerja yang ada di Desa Buahan.
Sampah organic yang bisa dijadikan kompos akan diolah menjadi kompos selama kurang lebih 2 minggu setelah pengkomposan. Penggunaan sampah kompos tersebut bisa digunakan oleh masyarakat dalam bercocok tanam ataupun dijual dalam jangka panjangnya. Sehingga dalam jangka panjang Desa Buahan akan memperoleh tambahan penghasilan dari penjualan pupuk kompos tersebut. Penghasilan dari pengelolaan sampah di Desa Buahan akan digunakan untuk mendukung program kerja Desa Buahan ataupun untuk menambah kas organisasi system pengelolaan sampah di Desa Buahan.
g. Permasalahan
Permasalahan yang didapat saat sosialisasi ini adalah kesulitan saat mengumpulkan peserta sosialisasi di karenakan banyaknya warga yang bekerja di luar Desa Buahan.
h. Solusi
Dari masalah di atas solusi yang dapat di berikan adalah menginformasikan kegiatan penyuluhan beberapa hari sebelum penyuluhan dimulai
Gambar. Penimbangan berbagai macam sampah yang akan di olah
18 1.2.2 Pembentukan Organisasi dan Pembinaan Pengelolaan Bank Sampah
a. Waktu Pelaksanaan
Waktu : Sabtu, 22 Agustus 2016 b. Lokasi:
Kegiatan pembinaan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 22 Agustus 2016 di ruang rapat kantor desa, Desa Buahan, Tabanan.
c. Kelompok Sasaran
1. Perangkat Desa Buahan 2. Masyarakat Desa Buahan d. Pihak Terlibat
1. Mahasiswa KKN PPM Tematik Revolusi Mental Periode XIII Desa Buahan
2. Perangkat Desa di Kantor Desa Buahan 3. Tim dari Pemerintahan Daerah
e. Pelaksanaan
Tabel. Pelaksanaan Kegiatan Pembentukan dan Pembinaan Bank Sampah
Kegiatan Metode Waktu tempat
Tahap Persiapan
Survey Sistem Pengelolaan Bank Sampah kunjungan 29 Juli 2016 Bank Sampah Cahaya Berlian
Rapat Koordinasi Rapat 29 Juli 2016 Posko KKN
Penyusunan Proposal Sistem Pengelolaan Bank Smpah Rapat 16 Agustus 2016 Posko KKN Penyusunan Proposal Sistem Pengelolaan Bank Smpah Rapat 17 Agustus 2016 Posko KKN Penyusunan Proposal Sistem Pengelolaan Bank Smpah Rapat 18 Agustus 2016 Posko KKN
Rapat Koordinasi Dengan Kepala Desa Rapat 19 Agustus 2016 Ruang rapat Kantor desa Pembuatan Surat dan Pengiriman Surat Untuk Narasumber, Peserta Rapat 19 Agustus 2016 Posko KKN
Survey Konsumsi dan Alat Perlengkapan kunjungan 16 Agustus 2016 Pasar
Periapan Alat dan Kebersihan persiapan 20 Agustus 2016 Ruang rapat Kantor desa
Briefing untuk Hari H persiapan 20 Agustus 2016 Posko KKN
Pembelian Konsumsi kunjungan 20 Agustus 2016 pasar
Tahap Pelaksanaa
Acara Sosialisasi dan Pembentukan Organisasi Bank Sampah persentasi 20 Agustus 2016 Ruang rapat Kantor desa Tahap Evaluasi
Evaluasi dan Kebersihan diskusi 20 Agustus 2016 Ruang rapat Kantor desa
Pembuatan Laporan rapat 21 Agustus 2016 Posko KKN
19 f. Hasil
Pembina (Kepala Desa)
Peninjau (BPD)
KETUA SURIAWAN
SEKRETARIS PARNITAYOGA
BENDAHARA BUANA
PETUGAS ANGKUT 1 SURIAWAN PETUGAS ANGKUT 2
PARNITAYOGA PETUGAS ANGKUT 3
BUANA
PETUGAS PEMILAH 1 SUKADANA
Garis Komando Garis Koordinasi
Gambar. Struktur Pengurus Organisasi Sistem Pengelolaan Sampah Susunan Nama pengurus Sistem Pengelolaan Sampah Desa Buahan Inti Pengurus
Ketua : I Komang Gede Suriawan Sekretaris : I Wayan Parnitayoga Bendahara : I Gede Nyoman Buana
Karyawan Pemilah dan Pengangkut 1. I Komang Gede Suriawan
2. I Wayan Parnitayoga 3. I Gede Nyoman Buana 4. I Ketut Sukadana
Struktur Organisasi Sistem Pengelolaan Sampah ( Lingkup desa ) ini terdiri dari 6 orang petugas, 1 pembina dan 1 peninjau. BPD sebagai penasehat sekaligus peninjau dari system organisasi ini.Selanjutnya terdapat Pembina yaitu kepala desa yang memiliki koordinasi dengan BPD.Setelah itu dibentuklah Ketua dari Sistem Pengelolaan Sampah di Desa Buahan yang terdiri dari Ketua, Sekretari, dan Bendahara yang masing-masing memiliki garis komando dan garis koordinasi. Ketua, Sekretaris, dan Bendahara nantinya dipilih sesuai dengan kesepakatan bersama sehingga Sistem Pengelolaan Sampah tersebut dapat berjalan dengan baik. Ketua dapat bertanggungjawab atas Sistem
20 ini, yang nantinya Ketua dapat memiliki tanggungjawab terhadap kepala desa atas berjalannya system pengelolaan sampah ini.Sekretaris dan Bendahara memiliki fungsi masing-masing. Dimana Sekretaris akan mencatat mengenai administrasi dan Bendahara memiliki tanggungjawab terhadap keuangan dari Sistem Pengelolaan Sampah tersebut. Sekretaris dan Bendahara memiliki tanggungjawab terhadap Ketua yang dapat dilihat dari garis komando dan garis koordinasi. Setelah terbentuk pengurus inti lalu dibentuklah Petugas Angkut dan Petugas Pemilah.
Petugas Angkut dan Petugas Pemilah memiliki garis koordinasi terhadap Sekretaris dan Bendahara yang nantinya dapat berkoordinasi mengenai berlangsungnya kegiatan di lapangan.Namun Petugas Pemilah dan Petugas Angkut memiliki tanggungjawab terhadap Ketua yang dapat ditunjukkan dengan adanya garis komando dan garis koordinasi yang berarti nantinya koordinasi sangat penting dilakukan kepada Ketua.Petugas Angkut terdiri dari 2 orang dan Petugas Pemilah terdiri dari 1 orang.Petugas Angkut dan Petugas Pemilah tidak memiliki garis komando, namun memiliki garis koordinasi yang nantinya Petugas Angkut dan Petugas Pemilah dapat saling berkoordinasi dalam menjalankan tugasnya di lapangan.Petugas Angkut nantinya memiliki tugas untuk mengangkut sampah-sampah organic dan non organic yang sudah dikumpulkan oleh warga.Seterusnya sampah tersebut dilanjutnya dibawa ke tempat Pengelolaan Sampah.Dilanjutkan oleh Petugas Pemilah yang nantinya sampah organic dan non organic tersebut dapat dipilah sehingga kompos dapat di buat.Struktur organisasi sangat penting guna kelancaran dari Sistem Pengelolaan Sampah tersebut.
g. Permasalahan :
Sulitnya mencari tenaga kerja yang mau memilah sampah rumah tangga dan belum tersedianya sarana pengangkutan sampah.
h. Solusi :
Mensosialisasikan kepada masyarakat Desa Buahan agar mereka mau dan mampu untuk menjadi tenaga kerja pemilah sampah dan pengangkutan sampah.
Gambar. Pembentukan Struktur Pengurus Sistem Pengelolaan Sampah serta sosialisasi system pengelolaan sampah bersama calom pengurus system pengelolaan sampah di Desa Buahan
21 3.2.3. Pengadaan Bak Sampah
a. Waktu :
Kamis, 12 Agustus 2016 s/d Minggu, 22 Agustus 2016.
b. Lokasi
1. SD N 1 Buahan 2. SD N 2 Buahan 3. Kantor Desa Buahan 4. Pura
c. Kelompok Sasaran:
Masyarakat Desa Buahan d. Pihak Terkait
1. Mahasiswa KKN PPM Tematik Revolusi Mental Periode XIII Desa Buahan
e. Pelaksanaan Kegiatan
Tabel. Pelaksanaan Kegiatan Pengadaan Bak Sampah
Kegiatan Waktu Tempat
Tahap Persiapan
a. Koordinasi dengan Kepala Desa b. Koordinasi dengan mahasiswa
KKN PPM XIII UNUD c. Survei bak sampah
d. Survei Lokasi Peletakan Bak Sampah
Jumat 12/8/2016 Jumat 12/8/2016 Sabtu 13/8/2016 Sabtu 13/8/2016
Kantor Kepala Desa
Posko KKN
Penjual bak sampah di Kapal-Mengwi Desa Buahan
Tahap Pelaksanaan
a. Pemesanan bak sampah
b. Pengambilan bak sampah yang sudah dipesan ke penjual bak sampah
c. Pemasangan dan peletakkan bak sampah
Senin 15/8/2016 Minggu 21/8/2016
Minggu 21/8/2016
Penjual bak sampah di Kapal-Mengwi Penjual bak sampah di Kapal-Mengwi
Kantor desa, , puskesmas pembantu, Pura Desa, Pura Puseh, Pura Dalem, Pura Prajapati, Pura Bedugul, Pura taman Sari, SDN 1 Buahan, dan SDN2 Buahan
Tahap Evaluasi
a. Pemantauan warga yang membuang sampah di beberapa titik di Desa Buahan
Kantor desa, , puskesmas pembantu, Pura Desa, Pura Puseh, Pura Dalem, Pura Prajapati, Pura Bedugul, Pura taman Sari, SDN 1 Buahan, dan SDN2 Buahan
22 f. Hasil Kegiatan
Hasil program atau kegiatan tersebut berupa terciptanya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah di tempat yang telah disediakan sehingga terciptanya kebersihan di lingkungan Desa Buahan.Selain itu, masyarakat Desa Buahan dapat memilah sampah sesuai dengan jenis-jenis sampah yang terdiri sampah organik, anorganik, dan B3.
g. Permasalahan
Terjadi kesalahan teknis dalam pemberian nama identitas bak sampah h. Solusi
Membuat sendiri identitas yang kurang pada tempat sampah.
Gambar. Penyerahan Tempat Sampah
3.2.4. Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
a. Waktu : senin 25 juli sampai dengan Senin 1 Agustus 2016 b. Lokasi:
1. SD N 1 Buahan 2. SD N 2 Buahan c. Kelompok Sasaran:
1. Siswa siswi SD N 1 Buahan 2. Siswa siswi SD N 2 Buahan d. Pihak Terlibat :
1. Mahasiswa KKN PPM Tematik Revolusi Mental Periode XIII Desa Buahan
2. Siswa siswi SD N 1 Buahan 3. Siswa siswi SD N 2 Buahan
23 e. Pelaksanaan Kegiatan
Tabel. Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan PHBS
f. Hasil
Siswa siswi SDN 1 dan 2 Buahan mendengarkan penyuluhan dan menjadi lebih paham mengenai perilaku hidup besih dan sehat.
g. Permasalahan:
Sulitnya menertibkan siswa siswai di SD saat kegiatan berlangsung.
h. Solusi
Memberikan arahan untuk tertib kepada siswa siswi agar mereka dapat lebih tertib saat menjalani kegiatan.
Kegiatan Waktu Tempat
Tahap Persiapan
a) Rapat Persiapan Pelaksanaan dan penentuan tanggal
b) Pembuatan Surat Ke Puskesmas, SD N 1 dan SD N 2 Buahan
c) Membawa Surata Ke SD N 1 dan Koordinasi dengan Sekolah
d) Membawa Surata Ke SD N 2 dan Koordinasi dengan Sekolah
e) Membawa Surat Ke Puskesmas II Tabanan dan Koordinasi
f) Kordinasi penyuluhan PHBS di sd 1 dan 2 desa buahan
g) Rapat Persiapan Teknis Acara dan Penyusunan Rundown Acara h) Pembelian Konsumsi
i) Persiapan dan Pembersihan di SD N 1 dan 2
j) Briefing sebelum kegiatan dimulai k) Persiapan Alat di SD N 1 dan 2
sebelum acara dimulai
Senin 25/7/2016 Selasa 26/7/2016 Kamis 28/7/2016 kamis 28/7/2016 Kamis 28/7/2016 Sabtu 30/72016 Sabtu 30/72016 Minggu 31/7/2016 Minggu 31/7/2016 Senin 1/8/2016
Posko Posko
SDN 1 Desa Buahan Tabanan SDN 2 Desa Buahan Tabanan Puskesmas 2 Tabanan
SDN 1 dan 2 Desa Buahan Tabanan
Posko
Pasar Tabanan
SDN 1 dan 2 Desa Buahan Tabanan
SDN 1 dan 2 Desa Buahan Tabanan
SDN 1 dan 2 Desa Buahan Tabanan
Tahap Pelaksanaan
d. Penyuluhan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat din SDN 1 dan 2 Desa Tabanan
Senin 1/8/2016
SDN 1 dan 2 Desa Buahan Tabanan
Tahap Evaluasi b. Tanya Jawab
Senin 1/8/2016
SDN 1 dan 2 Desa Buahan Tabanan
24 Gambar. Penyuluhan PHBS di SD
3.2.5. Pengadaan Tanaman Obat/Bergizi dan Tanaman Pot
a. Waktu : Minggu, 16 Agustus 2016 sampai 20 Agustus 2016 b. Lokasi :
1. Di seputaran Kantor Desa dan Gedung serbaguna 2. Di Sepanjang jalan sekita Pura Dalem
c. Kelompok Sasaran : Masyarakat Desa Buahan d. Pihak Terlibat :
1. Mahasiswa KKN PPM Tematik Revolusi Mental Periode XIII Desa Buahan
2. Masyarakat Desa Buahan e. Pelaksanaan Kegiatan
Tabel. Pelaksanaan Kegiatan Pengadaan Tanaman Obat/ Bergizi dan Tanaman Pot
No Waktu Kegiatan Nama Kegiatan
1.
Selasa , 16 Agustus 2016 Rapat Intern untuk menentukan proses pelaksanaan sekaligus penentuan tanaman obat/bergizi dan tanaman pot yang dibutuhkan
2.
Selasa, 16 agustus 2016 Survey tempat penjualan tanaman obat/bergizi dan tanaman pot
3.
Selasa , 16 Agustus 2016 Rapat koordinasi bersama kepala desa mengenai pelaksanaan pengadaan tanaman obat/bergizi dan tanaman pot 4.
Jumat, 19 Agustus 2016 Pembelian Tanaman Obat/Bergizi dan Tanaman Pot
25 5.
Jumat, 19 Agustus 2016 Persiapan dan penyerahan tanaman kepada Kepala Desa Buahan
6.
Sabtu , 20 Agustus 2016 Penanaman tanaman obat/bergizi dan tanaman pot
7.
Sabtu, 20 Agustus 2016 Proses Evaluasi kegiatan penanaman tanaman obat/bergizi dan tanaman pot 8.
Sabtu ,20 Agustus 2016 Pembuatan Laporan program Pengadaan Tanaman Obat/Bergizi dan Tanaman Pot
f. Hasil Kegiatan
Hasil dari kegiatan tersebut berupa pengadaan sekaligus penanaman tanaman obat/bergizi dan tanaman pot dimana kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan diharapkan agar masyarakat dapat memanfaatkan hasil dari kegiatan tersebut.
g. Permasalahan
Kurangnya tanah untuk melakukan penanaman tanaman toga di sekitar kantor desa.
h. Solusi
Pembelian tanah untuk penanaman tanaman toga.
Gambar. Tanaman Toga/ Gizi dan tanaman pot
26 3.2.6. Pelaksanaan Kegiatan Gotong Royong
a. Waktu :
Minggu, 24 – 25 Juli 2016 (lapangan bola Desa Buahan)
Jumat, 29 Juli 2016 ( lingkungan wantilan dan kantor desa buahan)
Selasa, 9 ,17, dan 18 Agustus 2016 (sekitaran desa dan seputaran kantor desa buahan persiapan rangkaian 17’an)
Senin, 22 Agustus 2016 ( pembersihan di bagian utara desa buahan dan di wantilan gedung serbaguna )
b. Lokasi :
1. Lapangan Bola Desa Buahan
2. Lingkungan Wantilan dan Kantor Desa Buahan 3. Baguan Utara Desa Buahan dan Gedung Serbaguna c. Kelompok Sasaran
Masyarakat Desa Buahan d. Pihat Terlibat
1. Mahasiswa KKN PPM Tematik Revolusi Mental Periode XIII Desa Buahan
2. Masyarakat Desa Buahan e. Pelaksanaan Kegiatan
Tabel. Pelaksanaan Kegiatan Gotong Royong
Kegiatan Tanggal Tempat
Tahap pelaksanaan I
e. Persiapan dan pembelian alat- alat untuk kegiatan gotong royong
f. Koordinasi dengan kepala Desa Buahan
g. Pelaksanaan gotong royong dilapangan bola
h. Pelaksanaan gotong royong (lanjutan)
Sabtu, 23 juli 2016
Sabtu,23 juli 2016
Minggu,24 Juli 2016
Senin, 25 Juli 2016
Dilapangan bola buahan utara desa Buahan Dilapangan bola buahan utara desa Buahan
Tahap Pelaksanaan II
e. Kordinasi dengan kepala desa mengenai tempat yang akan dilakukan gotong royong f. Pelaksaan gotong royong
disekitaran kantor prebekel dan wantilan serbaguna
Rabu, 27 Juli 2016
Jumat,29 Juli 2016
Kantor prebekel
Seputaran kantor prebekel desa buahan
27 f. Hasil Kegiatan
Hasil kegiatan dari program gotong royong ini adalah tercipanya lingkungan Desa Buahan yang bersih dan indah. Karena dengan lingkungan desa yang indah dan bersih mencerminkan warga desanya bersih dan peduli akan lingkungan, dan memberikan motivasi agar lebih peduli lingkungan dan menumbuhkan lagi solidaritas antar warga dengan kkegitan gotong royong yang bersifat interaksi antar warga.
g. Permasalahan
Kurangnya alat kebersihan yang memadai h. Solusi
Pembelian alat-alat kebersihan
Gambar. Pelaksanaan Kegiatan Gotong Royong Tahap pelaksaaan III
c. Kordinasi dan pelaksanaan gotong royong
d. Gotong royong lanjutan rangkaian 17’an
e. Gotong royong (lanjutan)
Selasa,9 agustus 2016
Rabu,17 agustus 2016
Kamis,18 Agustus 2016
Seputaran kantor prebekel dan sekitaran wantilan persiapan 17’an
Lingkungan sekitar desa buahan dan kantor prebekel
Sekitaran kantor prebekel dan wantilan serbaguna
Tahap Pelaksaan IV
a. Kordinasi dan pelaksanaan gotong royong
Senin, 22 agustus 2016
Disekitaran banjar buahan utara dan dilingkungan gedung serbaguna
28 Gambar. Pelaksanaan Kegiatan Gotong Royong
3.3. Program Kerja Indonesia Tertib
3.3.1. Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Pencegahan HIV/AIDS a. Waktu : Minggu, 14 Agustus 2016
b. Lokasi :
Gedung Serbaguna Desa Buahan c. Kelompok sasaran:
1. Karang Taruna 2. STT
3. Masyarakat Desa Buahan d. Pihak Terlibat :
1. Mahasiswa KKN PPM Tematik Revolusi Mental Periode XIII Desa Buahan
2. Karang Taruna 3. STT
4. Masyarakat Desa Buahan
29 e. Pelaksanaan Kegiatan
Tabel. Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Pencegahan HIV/AIDS
f. Hasil Kegiatan
Evaluasi Proses (Output) : Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Pencegahan HIV/AIDS ini dilakukan di Gedung Serbaguna Desa Buahan. Peserta yang hadir dalam penyuluhan ini sebanyak 56 orang yang terdiri dari 3 STT yang terdapat di Desa Buahan, Karang Taruna, dan staff dari Kantor Kepala Desa.
Evaluasi Hasil (Outcome) : penilaian berasal dari jumlah peserta dan partisipasi peserta khususnya pada pemuda-pemudi di Desa Buahan.
Sulitnya untuk meningkatkan partisipasi dari peserta itu sendiri.
Kegiatan Metode Waktu Tempat
Tahap Persiapan
i. Rapat intern persiapan Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Pencegahan HIV/AIDS.
j. Pengiriman surat peminjaman alat ke SDN 2 Buahan.
k. Rapat pembagian tugas dan pembuatan rundown kegiatan.
l. Survey konsumsi kegiatan penyuluhan.
m. Pengambilan LCD untuk kegiatan penyuluhan.
n. Gladi Bersih di Gedung Serbaguna
Kunjungan
Kunjungan
Persiapan Acara Persiapan Acara Persiapan Acara Persiapan Acara
Selasa, 9 Agustus 2016
Rabu, 10 Agustus 2016
Kamis, 11 Agustus 2016
Jumat, 12 Agustus 2016
Jumat, 12 Agustus 2016
Sabtu, 13 Agustus 2016
Kantor Kepala Desa
SDN 2 Buahan
Posko KKN
Kota Tabanan
SDN 2 Buahan
Gedung Serbaguna Buahan
Tahap Pelaksanaan
g. Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Pencegahan HIV/AIDS
Penyuluhan,
Diskusi 3 jam
Gedung Serbaguna Desa Buahan
Tahap Evaluasi i. Tanya Jawab
Diskusi 1 jam Gedung Buahan
Desa Buahan
30 g. Permasalahan
1. Sulitnya mengumpulkan peserta khususnya dari Sekaa Teruna-teruni dan Karang Taruna.
2. Sulitnya berkoordinasi dalam menentukan waktu karena acara dilaksanakan pada saat rangkaian 17 agustus di Desa Buahan.
h. Solusi
1. Melakukan pendekatan yang lebih baik kepada STT dan Karang Taruna guna partisipasinya dalam acara Penyuluhan Narkoba dan Pencegahan HIV/AIDS.
2. Koordinasi yang lebih ditingkatkan kepada panitia rangkaian HUT RI Ke-71 agar persiapannya dapat dilakukan lebih baik lagi.
Gambar. Penyuluhan Bahaya HIV/AIDS
3.3.2 Poster Ajakan Tertib Lingkungan
a. Waktu : Kamis, 4 Agustus 2016 s/d Minggu, 7 Agustus 2016.
b. Lokasi :
1. Kantor Desaa Buahan 2. SD N 1 Buahan 3. SD N 2 Buahan c. Kelompok Sasaran
Masyarakat Desa Buahan d. Pihak Terlibat
i. Mahasiswa KKN PPM Tematik Revolusi Mental Periode XIII Desa Buahan
ii. Masyarakat Desa Buahan
31 e. Pelaksanaan Kegiatan
Tabel. Pelaksanaan Kegiatan Poster Ajakan Tertib Lingkungan
Kegiatan Waktu Tempat
Tahap Persiapan
Koordinasi dengan Kepala Desa.
Koordinasi dengan mahasiswa KKN PPM XIII UNUD.
Survei bahan dan ke percetakan.
Rapat perencanaan dan pembagian tugas.
Kamis, 4 Agustus 2016 Kamis, 4 Agustus 2016 Kamis, 4 Agustus 2016 Kamis, 4 Agustus 2016
Kantor Kepala Desa
Posko KKN
Percetakan-
percetakan di Denpasar
Posko KKN Tahap Pelaksanaan
Pembuatan desain.
Pemesanan dan pencetakan poster.
Pembelian bahan bingkai poster.
Pengambilan poster yang sudah dipesan ke percetakan.
Pemasangan bingkai poster.
i. Survey titik sekaligus pemasangan poster di lokasi.
Kamis, 4 Agustus 2016 Jumat, 5 Agustus 2016 Sabtu, 6 Agustus 2016 Sabtu, 6 Agustus 2016 Sabtu, 6 Agustus 2016 dan Minggu, 7 Agustus 2016 Minggu, 7 Agustus 2016
Posko KKN
Aditya Printing Denpasar
Toko bangunan
Aditya Printing Denpasar
Posko KKN
Kantor desa, pemandian
umum, puskesmas, Tahap Evaluasi
Pemantauan warga yang datang ke tempat yang telah dipasangi poster tertib
Minggu, 7 Agustus 2016
Kantor desa, pemandian
umum, puskesmas,
32 f. Hasil Kegiatan
Hasil program atau kegiatan tersebut berupa terciptanya kesadaran masyarakat dengan adanya poster yang berisi slogan dan ajakan unuk tidak merokok dan membudayakan mengantri di tempat umum. Diharapkan masyarakat untuk selalu menerapkan budaya tertib itu sendiri dan mengajarkan anak-anak sebagai generasi penerus untuk tertib
g. Permasalahan
Sulitnya mencetak poster sesuai dengan anggaran yang telah di tetapkan h. Solusi
Mencari percetakan yang sesuai dengan anggaran
Gambar. Poster yang di pasang di kantor Desa Buahan
3.3.3 Program Mewujudkan Lingkungan Desa yang Tertib a. Waktu :
1. Selasa, 9 Agustus 2016 (Rapat intern pembuatan plang nama gang, survey nama gang di desa buahan, survey tempat pembuatan plang nama gang, rapat kordinasi dengan kepala desa dan pembuatan desain plang nama gang)
2. Kamis, 11 Agustus 2016 (Pembuatan / pemesanan plang nama gang) 3. Senin, 15 Agustus 2016 (Pengambilan plang nama gang, pembelian alat
pemasangan plang nama gang, pemberitahuan pemasangan plang nama gang kepada kades sekaligus pelaksanaan pemasangan plang nama gang, evaluasi dan pembuatan laporan.
b. Lokasi : Desa Buahan
c. Kelompok Sasaran : Masyarakat Desa Buahan d. Pihak Terlibat :
1. Mahasiswa KKN PPM Tematik Revolusi Mental Periode XIII Desa Buahan
2. Masyarakat Desa Buahan
33 e. Pelaksanaan Kegiatan
Tabel. Pelaksanaan Kegiatan P rogram Mewujudkan Lingkungan Desa yang Tertib
f. Hasil Kegiatan
Hasil yang diperoleh yaitu pembuatan plang nama gang dapat sebagai petunjuk dan informasi nama gang ataupun alamat, sehingga dapat mempermudah aktivitas warga masyarakat dan dapat mewujudkan lingkungan Desa Buahan yang tertib.
Kegiatan Metode Waktu Tempat
Tahap Persiapan
a. Rapat intern pembuatan plang nama gang.
b. Survey nama gang di desa buahan.
c. Survey tempat pembuatan plang nama gang.
d. Rapat kordinasi dengan kepala desa.
e. Pembuatan desain plang nama gang.
Musyawarah
Kunjungan Kunjungan
Musyawarah
Desain
Selasa, 9 Agustus 2016 Selasa, 9 Agustus 2016 Selasa, 9 Agustus 2016 Selasa, 9 Agustus 2016 Selasa, 9 Agustus 2016 Selasa, 9 Agustus 2016
Posko KKN
Lingkungan Desa Buahan Kota Tabanan dan Denpasar Kantor Kepala Desa
Posko KKN Tahap Pelaksanaan
a. Pembuatan / pemesanan plang nama gang.
b. Pengambilan plang nama gang.
c. Pembelian alat pemasangan plang nama gang.
d. Pemberitahuan pemasangan plang nama gang kepada kades sekaligus pelaksanaan pemasangan plang nama gang.
Kunjungan
Kunjungan Kunjungan
Pemasangan
Kamis, 11 Agustus 2016 Senin 15 Agustus 2016 Senin 15 Agustus 2016 Senin 15 Agustus 2016
Kota Denpasar
Kota Denpasar Kota Tabanan
Kantor Desa
dan di
Lingkungan Desa Buahan Tahap Evaluasi
i. Respon dari warga Buahan dan masyarakat umum
Pendapat, kritik dan saran
Setelah plang nama gang terpasang
Lingkungan Desa Buahan
34 g. Permasalahan
Kendala dan hambatan yang diperoleh yaitu ijin pemasangan plang nama gang di depan gang di lingkungan Desa Buahan, dimana di depan gang, tembok pagar maupun tembok lainnya merupakan milik pribadi sehingga dalam pemasangan plang nama gang yang dipasang dengan paku, perlu ijin dari pemilik tembok dimana kepala desa sebagai fasilitator, yaitu koordinasi mahasiswa dengan pemilik tembok yang didampingi kepala desa pada saat proses pemasangan sampai selesai, sehingga pemasangan plang nama gang berjalan dengan lancar.
h. Solusi
Meminta ijin ke Kepala Desa dan Pihak terkait untuk pemasangan plang nama gang.
Gambar. Pemasangan nama Gang