14
BAB III
PELAKSANAAN, HASIL DAN KEGIATAN KKN PPM
3.1 Program Pokok
3.1.1 Program Pokok Tema
3.1.1.1Perencanaan Sumber Daya Air 1. Latar Belakang Kegiatan
Kegiatan ini dilakukan oleh Mahasiswa KKN PPM UNUD Periode XIII yang berada di desa Yehembang dikarenakan lokasi KKN Desa Yehembang termasuk dalam program KKN Tematik. Penduduk desa Yehembang berjumlah 7.545 jiwa. Oleh karena itu, demi memenuhi konsumsi air di desa Yehembang diperlukan sumber air yang mengalir secara kontinyu sehingga debit air yang dihasilkan cukup untuk memenuhi konsumsi air sehari-hari. Pihak yang mengambil alih dalam memenuhi konsumsi air di desa Yehembang adalah PDAM.
2. Deskripsi Kegiatan
Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan survei:
a. Survei ke setiap pengguna air PDAM di desa Yehembang untuk mengetahui hasil pelayanan PDAM.
b. Survei langsung ke sumber air yang berasal dari aliran sungai yang terletak di hutan negara bagian utara desa Yehembang untuk mengetahui kondisi sumber air yang sebenarnya.
c. Survei ke reservoir (2.5m x 2.5m) yang berada di Banjar Bungbungan untuk melakukan perhitungan debit air.
Data yang didapatkan dari hasil survei digunakan untuk mengetahui: a. Input dan Output debit air.
3. Data dan Hasil Lapangan
Adapun data yang didapatkan dari hasil Survei diatas adalah sebagai berikut.
a. Setelah melakukan survei ke sumber air, kami mendapatkan hasil bahwa sebagian besar pelayanan air dari pihak PDAM kurang memuaskan pelanggan atau warga. Karena warga telah melakukan pembayaran iuran setiap bulannya namun air yang didapatkan pelanggan atau warga tidak sesuai dengan harapan.
b. Perhitungan debit air dilakukan dengan menggunakan alat sederhana yaitu sebagai berikut.
Panci dengan volume 1,8 liter.
Stopwatch
Tabel 3.1 merupakan tabel hasil percobaan yang dimana percobaan dilakukan sebanyak 5 kali percobaan.
Tabel 3. 1 Hasil Percobaan 5 kali pengujian
Percobaan Volume (Liter) Waktu (detik)
1 1.8 7.31
2 1.8 8.13
3 1.8 8.20
4 1.8 7.45
5 1.8 7.06
Dari data hasil diatas diperoleh waktu rata-rata 7.63 detik untuk mencapai volume 1.8 liter.
Adapun rumus untuk mencari debit air adalah sebagai berikut.
𝑄 =V t Dimana : Q = Debit (L/s) V = Volume (Liter) t = Waktu (sekon/)
Dengan menggunakan persamaan 1 dapat diperoleh debit air :
𝑄 = 1.8 L
7.63 s
𝑄 = 4.24 𝐿 𝑠⁄
Hasil perhitungan debit air ini dapat berubah-ubah setiap waktu tergantung dari keadaan dari sumber air. Kami mendapat data dari pihak PDAM bahwa debit air ketika musim hujan dapat mencapai 5 𝐿⁄𝑠 dan ketika musim kemarau bisa mencapai 1𝐿⁄𝑠.
c. Output Pengguna Air PDAM
Dari data PDAM terdapat 3 jenis sambungan yaitu sebagai berikut. SR =Sambungan Rumah
KU = Kran Umum
NK = Niaga Kecil
Untuk Desa Yehembang kebutuhan air pelanggan PDAM dalam debit sebagai berikut.
SR = 5.07 𝐿⁄𝑠 KU = 1.46 𝐿⁄𝑠 NK = 0.04 𝐿⁄𝑠
Total debit yang dibutuhkan untuk seluruh sambungan di desa Yehembang adalah 6.57 𝐿⁄𝑠
d. Perbandingan Debit Input dan Output
Dari hasil Survei diperoleh debit input adalah 4.224 𝐿⁄𝑠 sedangkan debit output 6.57 𝐿⁄𝑠. Jadi dapat disimpulkan bahwa debit output lebih besar dibandingkan dengan debit input. Dengan hasil diatas bahwa kebutuhan air di desa Yehembang tidak seimbang antara input dan output. Sehingga hal inilah yang menyebabkan kebutuhan air di desa Yehembang tidak tercukupi dengan baik.
4. Permasalahan
Dari hasil dan data yang didapatkan terdapat beberapa permasalahan yang kami temukan di lapangan yaitu sebagai berikut.
a. Tidak adanya saringan yang bisa digunakan untuk mengontrol air yang masuk agar sampah/kotoran tidak ikut masuk dalam pipa yang menuju reservoir dan akan sangat berbahaya untuk kesehatan warga yang mengkonsumsi air tersebut.
Gambar 3.1 Pipa yang terdapat di Sumber Air
b. Tidak adanya bak penampungan di sumber air untuk melindungi pipa dan juga yang berfungsi untuk tempat penyaringan air agar menjamin kualitas kebersihan air tetap bersih/sehat.
Gambar 3. 2 Pipa yang Terdapat di Sumber Air
c. Akses menuju sumber air yang sangat bebas karena berada di tengah Hutan yang memungkinkan masuknya binatang ke sumber air dan bisa mencemari air serta merusak pipa yang ada di sumber tersebut.
d. Kondisi sumber air yang mengandalkan aliran sungai kurang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air untuk warga desa Yehembang yang berpenduduk 7.545 jiwa. Inilah penyebab kurang baiknya pelayan dari PDAM dikarenakan sumber air yang tidak menjamin mengalir secara kontinyu.
e. Kondisi reservoir yang kurang terawat jelas terlihat dari banyaknya rumput liar yang tumbuh bebas di sekitar reservoir.
Gambar 3. 4 Kondisi Reservoir
f. Akses menuju reservoir sangat bebas, tidak ada pagar pembatas sehingga orang yang tidak bertanggungjawab bisa masuk ke reservoir. g. Kami tidak menemukan stop kran di reservoir yang berfungsi untuk
akses output membersihkan reservoir ketika melakukan perawatan. h. Ada banyak kebocoran di sepanjang jalur pipa menuju reservoir yang
berdampak berkurangnya debit air.
2. Saran
Dari permasalahan di atas kami memiliki beberapa saran sebagai berikut. a. Karena tidak menentunya sumber air dalam sistem penyediaan sumber
air minum desa sehingga perlu adanya alternatif sumber air lain yang sifatnya berkelanjutan. Dari permasalahan tersebut kami bersama perangkat desa menyarankan pembuatan sumber air baru yaitu sumur bor. Dengan pembuatan sumber air baru ini bisa membantu warga yang belum mendapat air bersih dan rencana kawasan yang akan dibuatkan sumur bor yaitu di Banjar Wali.
b. Kami menyarankan agar ada petugas untuk merawat reservoir dan daerah sekitarnya agar kebersihan air yang ada di reservoir tetap terjaga.
c. Kami menyarankan agar dilakukan perbaikan pagar pembatas disekitar reservoir supaya tidak sembarang orang bisa masuk ke reservoir.
d. Kami menyarankan membuat stop kran di reservoir yang berfungsi untuk akses output membersihkan reservoir ketika melakukan perawatan.
Gambar 3. 6 Survei Sumber Air
3.1.1.2Pembaharuan Peta Desa, IMAP (Identifikasi Masalah dan Potensi) 1. Deskripsi Kegiatan
Kurangnya gambaran mengenai hal tentang potensi dan masalah yang ada di Desa Yehembang, membuat masyarakat kurang mengetahui apa potensi dan masalah yang ada di desa tersebut. Maka kami ingin memberikan gambaran informasi melalui pemetaan wilayah disekitar Desa Yehembang. Diawali dengan meminta data-data yang diperlukan di Desa Yehembang untuk mengetahui potensi dan masalah di sekitar desa.
2. Pelaksanaan
No. Waktu Pelaksanaan Kegiatan
1. 1 Agustus - 3 Agustus 2016 Meminta data-data Desa 2. 5 Agustus - 20 Agustus 2016 Pembuatan Peta
3. Kelompok Sasaran
Kelompok sasaran dari kegiatan ini adalah pemerintahan dan masyarakat Desa Yehembang.
4. Pihak Terlibat
Kepala desa, kelian masing-masing banjar, masyarakat dan mahasiswa KKN-PPM UNUD
5. Masalah
Kurangnya informasi tentang gambaran potensi, nama-nama jalan yang berada pada Desa Yehembang dan masalah Desa Yehembang.
6. Solusi
Membuat peta dengan menggambarkan masalah dan potensi Desa Yehembang.
7. Dampak
Dengan membuat peta diharapkan dapat memberikan informasi berupa potensi dan masalah yang ada di Desa Yehembang.
8. Hasil
Informasi tentang masalah, dapat mengetahui nama-nama tiap jalan sekitar Yehembang dan potensi desa dalam bentuk visual. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak aparatur desa dalam menjalankan pemerintahan yang adil dan merata.
3.1.1.3Konservasi Sumber Daya Air 1. Deskripsi Kegiatan
Kerusakan lingkungan akan semakin bertambah seiring dengan berjalannya waktu, contoh nyata yang sering dijumpai belakangan ini yaitu abrasi pantai. Abrasi merupakan peristiwa terkikisnya alur-alur pantai akibat gerusan air laut. Penyebabnya yaitu naiknya permukaan air laut di seluruh dunia karena mencairnya lapisan es di daerah kutub bumi. Abrasi juga melanda pantai di Desa Yehembang sehingga kami dari mahasiswa KKN UNUD bersama aparat desa berinisiatif melakukan kegiatan penanaman bibit mangrove di pesisir pantai.
2. Pelaksanaan
Tabel 3. 2 Waktu dan Lokasi Kegiatan Konservasi Sumber Daya Air
No. Tanggal Waktu Lokasi Kegiatan
1. 19 Agustus 2016 08.00 – 10.00 WITA Seakom Pengambilan Bibit ke Kantor Dinas Kehutanan, Kabupaten Jembrana 2. 20 Agustus 2016 07.00 – 09.00 WITA Sekitar Pantai Yehembang Pelaksanaan Penanaman Bibit 3. Kelompok Sasaran
Kelompok sasaran dari program konservasi sumber daya air adalah masyarakat Desa Yehembang.
4. Pihak Terlibat
Pihak yang terlibat dalam program konservasi sumber daya air adalah kepala desa dan kelian masing-masing banjar.
5. Manfaat Program
Adapun manfaat dari program konservasi sumber daya air adalah meminimalisir abrasi yang telah terjadi.
6. Keberhasilan Program
Dapat ikut serta dalam menjaga stabilitas garis pantai dan mengurangi akibat bencana alam tsunami di pantai Desa Yehembang.
7. Masalah
Kondisi pesisir pantai Yehembang yang semakin terkikis akibat gerusan air laut sehingga harus dilakukan penindakan.
9. Solusi
Dilakukannya kegiatan penanaman bibit mangrove di pesisir pantai Desa Yehembang.
10. Dokumentasi Konservasi Sumberdaya Air
Dokumentasi dari masing – masing kegiatan ditampilkan pada foto dibawah ini
Gambar 3. 7 Kegiatan Konservasi Sumber Daya Air
3.1.1.4Penyuluhan tentang HIV/AIDS 1. Kelompok Sasaran
Kelompok sasaran dari program penyuluhan mengenai HIV/AIDS adalah STT Kerta Semadi Banjar Kaleran Kaja dan Perangkat Desa Yehembang
2. Waktu dan Lokasi Kegiatan
Adapun waktu dan lokasi kegiatan untuk program penyuluhan mengenai HIV/AIDS adalah sebagai berikut.
Tabel 3. 3 Waktu dan Lokasi Kegiatan Penyuluhan HIV/AIDS
No Tanggal Waktu Lokasi Nama Kegiatan
1 07 Agustus 2016 09.00 – 11.00 WITA Kantor Desa Yehembang Penyuluhan HIV/AIDS 3. Pelaksanaan Program
Pelaksanaan program penyuluhan mengenai HIV/AIDS diawali dengan kegiatan gotong royong di setra Desa Yehembang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan penyuluhan yang bertempat di ruang rapat kantor Desa Yehembang.
Penyuluhan ini diawali dengan sambutan oleh bapak Perbekel Desa Yehembang untuk membuka acara secara resmi. Penyuluhan ini disampaikan oleh perwakilan mahasiswa KKN PPM UNUD dengan menggunakan media poster. Setelah pemberian materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab seputar materi penyuluhan yang telah diberikan kepada pemuda pemudi yang hadir. Pada akhir acara penyuluhan, dilakukan pembagian leaflet dengan harapan dapat digunakan sebagai media penyebaran informasi mengenai HIV/AIDS.
4. Manfaat Program
Adapun manfaat dari program penyuluhan mengenai HIV/AIDS adalah masyarakat khususnya pemuda pemudi memiliki pengetahuan tentang pengertian, penyebab, cara penularan, dan cara pencegahan HIV/AIDS.
5. Keberhasilan Program
Keberhasilan program penyuluhan mengenai HIV/AIDS dapat dilihat dari antusiasme pemuda pemudi yang datang. Penyuluhan ini juga menghasilkan interaksi yang baik antara peserta dan pembawa materi yang dapat dilihat dari sesi tanya jawab, dimana peserta aktif dalam menjawab pertanyaan yang diberikan.
6. Kendala Program
Kendala dari program penyuluhan mengenai HIV/AIDS adalah sulitnya penyesuaian waktu pelaksanaan kegiatan dikarenakan kesibukan yang dimiliki oleh pemuda pemudi dan perangkat desa.
7. Solusi
Saran yang dapat diberikan untuk penyuluhan mengenai HIV/AIDS adalah melakukan koordinasi terlebih dahulu kepada staf desa dan ketua Sekaa Teruna Teruni mengenai waktu pelaksanaan kegiatan sehingga dapat menginformasikan pelaksanaan penyuluhan HIV/AIDS kepada seluruh anggotanya.
8. Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Kegiatan Penyuluhan HIV/AIDS (Terlampir)
9. Dokumentasi Kegiatan
Dokumentasi dari kegiatan penyuluhan HIV/AIDS adalah sebagai berikut.
3.1.1.5Penyuluhan DBD dan PSN 1. Kelompok Sasaran
Kelompok sasaran dari program penyuluhan mengenai DBD dan PSN adalah Ibu-Ibu PKK Desa Yehembang.
2. Waktu dan Lokasi Kegiatan
Adapun waktu dan lokasi kegiatan untuk program penyuluhan mengenai DBD dan PSN adalah sebagai berikut.
Tabel 3. 4 Waktu dan Lokasi Kegiatan Penyuluhan DBD dan PSN
No. Tanggal Waktu Lokasi Nama Kegiatan
1 14 Agustus 2016 09.00 – 12.00 WITA Kantor Desa Yehembang Penyuluhan DBD dan PSN 3. Pelaksanaan Program
Pelaksanaan program penyuluhan mengenai DBD dan PSN diawali dengan kegiatan pengumpulan Ibu-ibu PKK Desa Yehembang yang bertempat di ruang rapat Kantor Desa Yehembang yang bertepatan dengan acara arisan Ibu-ibu PKK Desa . Penyuluhan ini diawali dengan sambutan oleh bapak Perbekel Desa Yehembang untuk membuka acara secara resmi. Penyuluhan ini disampaikan oleh perwakilan mahasiswa KKN PPM UNUD dengan menggunakan media poster. Setelah pemberian materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab seputar materi penyuluhan yang telah diberikan kepada Ibu-ibu PKK. Pada akhir acara penyuluhan, dilakukan pembagian leaflet dengan harapan dapat digunakan sebagai media penyebaran informasi mengenai DBD dan PSN.
4. Manfaat Program
Adapun manfaat dari program penyuluhan mengenai DBD dan PSN adalah masyarakat khususnya Ibu-ibu PKK memiliki pengetahuan tentang pengertian, penyebab, cara penularan, dan cara pencegahan DBD serta cara melakukan PSN, sehingga nantinya diharapkan ibu-ibu akan menerapkan
perilaku PSN di rumah tangganya masing-masing dan dalam cakupan yang lebih luas dapat menggerakan masyarakan untuk melakukan perilaku PSN sebagai bentuk pencegahan terhadap penyakit DBD.
5. Keberhasilan Program
Keberhasilan program penyuluhan mengenai DBD dan PSN dapat dilihat dari antusiasme Ibu-ibu PKK yang datang. Penyuluhan ini juga menghasilkan interaksi yang baik antara peserta dan pembawa materi yang dapat dilihat dari sesi tanya jawab, dimana peserta aktif dalam menjawab pertanyaan yang diberikan.
6. Kendala Program
Kendala dari program penyuluhan mengenai DBD dan PSN adalah sulitnya penyesuaian waktu pelaksanaan kegiatan dikarenakan kesibukan yang dimiliki oleh ibu-ibu PKK. Peserta kegiatan yang hadir kurang banyak karena bertepatan dengan acara desa dalam peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.
7. Saran-saran
Saran yang dapat diberikan untuk penyuluhan mengenai DBD dan PSN adalah melakukan koordinasi terlebih dahulu kepada staf desa dan ketua PKK desa mengenai waktu pelaksanaan kegiatan sehingga dapat menginformasikan pelaksanaan penyuluhan DBD dan PSN kepada seluruh anggotanya.
8. Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Penyuluhan DBD dan PSN (Terlampir)
Gambar 3. 9 Kegiatan Penyuluhan DBD dan PSN
3.1.1.6Sosialisasi Pupuk Organik bersama Anggota Subak Desa Yehembang 1. Kelompok Sasaran
Kelompok sasaran dari program sosialisasi pupuk organik adalah anggota Sekaa Subak Banjar Bungbungan.
2. Waktu dan Lokasi Kegiatan
Adapun waktu dan lokasi kegiatan untuk program mengenai sosialisasi pupuk organik adalah sebagai berikut.
Tabel 3. 5 Waktu dan Lokasi Kegiatan Sosialisasi Pupuk Organik
No Tanggal Waktu Lokasi Nama Kegiatan
1 01 Agustus 2016 11.00 – 13.00 WITA Banjar Bungbungan Sosialisasi Pupuk Organik 3. Pelaksanaan Program
Kegiatan ini dilaksanakan 1 hari dalam rangka untuk sosialisasi pentingnya beralih ke pupuk organik beserta dampak dan bahaya yang ditimbulkan apabila meneruskan penggunaan pupuk kimia.
4. Manfaat Program
Penyelenggaraan sosialisasi ini, diharapkan mampu meningkatkan pemahaman tentang dampak penggunaan pupuk kimia yang berlebih dan beralih untuk menggunakan pupuk organik secara 100 persen.
5. Kendala Program
Beberapa kendala dari program sosialisasi pupuk organik adalah sebagai berikut.
b. Sulit untuk mengumpulkan para anggota sekaa subak karena pada saat itu sedang berlangsung musim panen.
c. Sarana dan prasarana belum sepenuhnya mendukung.
d. Kurang kondusifnya suasana yang tercipta saat berlangsungnya sosialisasi.
e. Tanggal pelaksanaan sosialisasi sedikit berbeda dari rencana awal dikarenakan kurangnya kordinasi dengan pihak banjar.
6. Solusi
Kegiatan sosialisasi berlangsung baik apabila didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai mengingat jumlah anggota subak yang hadir cukup banyak. Selain itu, koordinasi yang baik akan membuat kegiatan yang akan dilaksanakan dapat memberikan hasil yang lebih baik lagi.
7. Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Kegiatan Sosialisasi Pupuk Organik (Terlampir)
Gambar 3. 10 Kegiatan Sosialisasi Pupuk Organik
3.1.1.7Sosialisasi Pengemasan Hasil Produk Makanan Desa Yehembang 1. Kelompok Sasaran
Sasaran dalam kegiatan sosialisasi pengemasan hasil produk makanan desa adalah para ibu-ibu PKK beserta para penanggung jawab dari kelompok ini. Kelompok ini berasal dari 7 banjar yang berada di Desa Yehembang.
2. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Waktu pelaksanaan program sosialisasi pada hari Minggu, 14 Agustus 2016 pada pukul 10.00-12.00 WITA yang berlokasi di kantor kepala desa Yehembang.
3. Pelaksanaan Program
Program peningkatan produksi ini dengan pengemasan hasil produk makanan desa dilaksanakan bekerja sama dengan ibu-ibu PKK.
Pelaksanaannya dilakukan dengan menampilkan gambar sebuah alat sealer, alat yang digunakan untuk merekatkan plastik produk secara otomatis dan lebih rekat. Perekatan sempurna berfungsi untuk menjaga produk makanan yang kita kemas lebih tahan lama dan tidak terkontaminasi dari benda-benda asing. Teknik pelabelan yang dianjurkan agar label dari makanan di tempel di luar plastik agar makanan yang dikemas tidak terpengaruh oleh tinta warna kertas dari label yang berada di dalam bungkus makanan. Dan juga tidak lupa menampilkan tulisan seputar informasi dari produk makanan tersebut, berupa nilai gizi, komposisi, kode produksi, data produsen, dan diberi logo halal.
4. Manfaat Program
Dengan mengadakan sosialisasi pengemasan hasil produk makanan desa diharapkan para ibu-ibu pelaksana usaha dan PKK desa Yehembang dapat mengembangkan lebih jauh daya pemasaran dari produk mereka, tidak hanya sebatas pasar desa lagi namun juga di jual di desa lain bahkan di kota. Jika hal tersebut terlaksana dengan baik, maka melalui teknik pengemasan yang benar akan membuat olahan makanan dari desa Yehembang dapat memberikan hasil lebih dan membantu bidang perekonomian dari desa ini.
5. Keberhasilan Program
Kegiatan sosialisasi berjalan lancar dan sukses yang dilihat dari antusiasme ibu-ibu yang mengahadiri dan juga adanya beberapa pertanyaan kepada mahasiswa KKN UNUD.
6. Kendala Program
Program sosialisasi mengalami sedikit kendala dikarenakan tidak adanya contoh alat sealer secara nyata, dan tidak ditemukannya alat tersebut di daerah sekitar desa Yehembang.
Kegiatan ini diharapkan dapat dipraktekkan dan dapat berjalan secara berkelanjutan.
8. Dokumentasi Kegiatan Sosialisasi Pengemasan Produk Desa Yehembang
Gambar 3.11 Sosialisasi Pengemasan Produk Desa Yehembang
3.1.1.8Penyuluhan Bahaya Narkoba 1. Kelompok Sasaran
Kelompok sasaran dari program penyuluhan bahaya narkoba adalah siswa SMP Negeri 3 Mendoyo.
2. Waktu dan Lokasi Kegiatan
Adapun waktu dan lokasi kegiatan untuk program mengenai penyuluhan bahaya narkoba adalah sebagai berikut.
Tabel 3.6 Waktu dan Lokasi Penyuluhan Bahaya Narkoba
No Tanggal Waktu Lokasi Nama Kegiatan
1 05 Agustus 2016 07.00 – 10.30WITA SMP N 3 Mendoyo Penyuluhan Bahaya Narkoba 3. Pelaksanaan Program
Kegiatan ini dilaksanakan 1 hari dalam rangka untuk memperkenalkan jenis-jenis narkoba beserta dampak dan bahaya yang ditimbulkan apabila mengonsumsi narkoba.
4. Manfaat Program
Dengan diselenggarakannya penyuluhan ini, diharapkan para siswa-siswi mampu mengenal dan memahami tentang narkoba, jenis-jenisnya dan bahaya menggunakan narkoba. Sehingga para siswa-siswi tidak menggunakan narkoba ataupun mencoba-cobanya.
5. Kendala Program
Tempat sosialisasi yang digunakan kurang memadai, sehingga saat pelaksanaan sosialisasi kurang kondusif. Selain itu, penentuan tanggal pelaksanaan penyuluhan sedikit berbeda dari rencana awal dikarenakan pihak sekolah memiliki kesibukan pada tanggal tersebut.
6. Solusi
Sosialisasi tetap dilaksanakan di lapangan dengan menggunakan proyektor. Tanggal penyuluhan diubah sesuai dengan kesepakatan dan penandatanganan MOU oleh pihak mahasiswa dan pihak SMP Negeri 3 Mendoyo.
7. Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba (Terlampir)
Gambar 3. 12 Sosialisasi Bahaya Narkoba
3.1.2 Program Pokok Non Tema
3.1.2.1 Program KK Dampingan
KKN PPM Universitas Udayana merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa di tiap-tiap desa yang telah ditentukan. Tujuan dari program ini secara khusus adalah untuk mensinergikan pemberdayaan masyarakat dalam mengangkat potensi yang dimilikinya. Salah satu kegiatan KKN PPM ini adalah program pendampingan keluarga (KK Dampingan). Kegiatan KK dampingan dilaksanakan pada beberapa keluarga yang terdapat di setiap banjar di Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.
Pada KKN PPM periode XIII ini kami mendapatkan KK Dampingan terdapat di Desa Yehembang yang terdiri dari Rumah Tangga Miskin yaitu sebagai berikut.
Tabel 3. 7 Tabel KK Dampingan Masing – Masing Mahasiswa
No Nama KK Dampingan Nama Mahasiswa
1 I Putu Jaka Arianta Aisyah Nur Annisa R
2 I Nengah Rebo Ni Made Yuli Kusuma Dewi 3 Ni Nyoman Suarti Ni Made Suarmini
4 I Ketut Sima Ni Putu Sri Widhi Andayani
6 I Made Gria Andreas Surya Dinata 7 I Nyoman Suena Wayan Eka Yuliana
8 I Wayan Buda Anand Mendra Daniel Bangun 9 Desak Putu Raka Debora Tiencicia Napitu 10 Nengah Sudarma I Gusti Ngurah Adi Setyawan 11 I Ketut Sriana I Putu Eka Binawa
12 I Komang Suwi Yasa Ni Luh Made Dwi Indri Mutia M 13 I Nengah Wentra Ni Putu Gita Bonita Dewi
14 I Dewa Komang Pariana Made Dinda Pradnya Pramita 15 Ni Wayan Merni Enita Berena Br Karo
16 I wayan Medra Putu Merry Sukma Sasmitha
Identifikasi permasalahan yang dihadapi oleh keluarga dampingan dilakukan melalui pendekatan secara langsung dengan keluarga dampingan. Setelah beberapa kali mengadakan kunjungan ke rumah keluarga dampingan ditemukan beberapa masalah yang dihadapi keluarga ini sesuai dengan hasil wawancara dan pengamatan dengan KK dampingan yaitu sebagai berikut.
a. Masalah Kesehatan
Dalam hal kesehatan, KK Dampingan lebih sering menggunakan obat-obatan tradisional yang dipercayai dapat menyembuhkan penyakit-penyakit yang mereka derita ataupun berobat ke pengobatan tradisional. Terkadang jika ada warga yang sakit mereka hanya kontrol sekali ke puskesmas terdekat namun jika keluhan sudah tidak dirasakan maka mereka akan berhenti untuk kontrol sehingga penyakitnya bertambah parah dan lebih sulit tertangani.
b. Masalah Perekonomian
Perekonomian dari KK Dampingan dapat dikatakan kurang mencukupi jika dilihat sepintas dari besarnya pendapatan keluarga dibandingkan dengan pengeluaran kebutuhan sehari-hari. Apabila ada hal-hal yang tidak terduga, keluarga, kerabat ataupun tetangga siap membantu.
c. Masalah Pendidikan
Rata-rata pendidikan dari KK Dampingan hanya tamatan Sekolah Dasar (SD) sedangkan anggota keluarga yang lain paling tinggi rata-rata tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Setelah pendampingan keluarga ini, diharapkan KK Dampingan dapat meningkatkan kebersihan, pendidikan terutama anak-anak mereka serta pendapatan keluarga atau paling tidak dapat meningkatkan pemahaman tentang pentingnya kebersihan, kesehatan, keterampilan serta pendidikan sehingga dapat mengubah prilaku yang mengarah pada kebaikan dalam taraf hidup keluarga.
3.2 Program Pokok Tambahan
3.2.1 Sosialisasi dan Pengajaran Bahasa Inggris 1. Kelompok Sasaran
Kelompok sasaran dari program sosialisasi dan pengajaran bahasa Inggris adalah siswa siswi SD dari kelas 3 sampai kelas 6.
2. Waktu dan Lokasi Kegiatan
Adapun waktu dan lokasi kegiatan untuk program sosialisasi dan pengajaran bahasa Inggris adalah sebagai berikut.
Tabel 3. 8 Waktu dan Lokasi Sosialisasi dan Pengajaran Bahasa Inggris
No Tanggal Waktu Lokasi
1 Kamis, 28 Juli 2016 15.00 – 17.00 WITA Posko KKN Yehembang 2 Kamis, 4 Agustus 2016 14.00 – 16.00 WITA Posko KKN Yehembang 3 Kamis, 11 Agustus 2016 15.00 – 17.00 WITA Posko KKN Yehembang 4 Kamis, 18 Agustus 2016 15.00 – 17.00 WITA Posko KKN Yehembang
3. Pelaksanaan Program
Di era globalisasi seperti sekarang ini, bahasa Inggris menjadi hal penting dalam mencari pekerjaan. Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya berbahasa Inggris di daerah Yehembang akan menyebabkan ketertingalan di desa itu sendiri dalam menghadapi perkembangan dunia. Hal ini disebabkan karena pengetahuan yang kurang akan pentingnya belajar bahasa Inggris terutama untuk anak sekolah dasar. Maka dari itu, kami mengadakan pengajaran kepada anak-anak SD Negeri Yehembang. Dengan memberikan pengajaran tersebut diharapkan siswa-siswi SD Negeri 3 Yehembang mampu menguasai dasar dari bahasa Inggris, sehingga di jenjang pendidikan berikutnya siswa-siswi SD Negeri 3 di Yehembang mampu mengikuti dan memahami pelajaran bahasa Inggris dengan baik.
4. Manfaat Program
Beberapa manfaat dari pengajaran bahasa Inggris adalah sebagai berikut.
a. Agar siswa-siswi SD Negeri 3 Yehembang mengetahui manfaat tentang pentingnya belajar dan memahami bahasa Inggris sehingga mampu dan siap menghadapi perkembangan dunia yang memasuki Era Global. b. Anak tumbuh pintar dan cerdas di bidang bahasa Inggris.
c. Mempersiapkan siswa-siswi SD Negeri 3 Yehembang dalam menghadapi ulangan maupun ujian akhir.
5. Keberhasilan Program
Hasil dari kegiatan penyuluhan bahasa Inggris memberikan pemahaman dan wawasan kepada seluruh generasi muda sedini mungkin agar mampu menghadapi perkembangan dunia yang memasuki era global. Sehingga siswa-siswi SD Negeri 3 tidak menjadi siswa-siswi yang tertinggal dari siswa-siswi sekolah lainnya, dan mampu menghadapai ulangan dan ujian bahasa Inggris dengan baik.
6. Kendala Program
Siswa-siswi SD Negeri 3 Yehembang belum pernah mendapatkan mata pelajaran bahasa Inggris di sekolah, namun pada saat ujian akhir semester terdapat ujian untuk mata pelajaran bahasa Inggris.
9. Solusi
Mengajarkan bahasa Inggris dari awal seperti: Spelling, Writing, Listening, Speaking dan lain sebagainya.
10. Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Kegiatan Sosialisasi Pengajaran Bahasa Inggris (Terlampir)
11. Dokumentasi Kegiatan Sosialisasi Pengajaran Bahasa Inggris
Gambar 3. 13 Kegiatan Sosialisasi dan Pengajaran Bahasa Inggris
3.2.2 Pelatihan Keterampilan dengan Memanfaatkan Barang Bekas 1. Kelompok Sasaran
Kelompok sasaran dari pelatihan keterampilan dengan memanfaatkan barang bekas adalah siswa-siswi SD Negeri 3 Yehembang.
2. Waktu dan Lokasi Kegiatan
Adapun waktu dan lokasi kegiatan untuk program pelatihan keterampilan dengan memanfaatkan barang bekas adalah sebagai berikut.
Tabel 3. 9 Waktu dan Lokasi Pelatihan Keterampilan dengan Memanfaatkan Barang Bekas
No Tanggal Waktu Lokasi
1 Minggu, 31 Juli 2016 10.00 – 12.00 WITA Posko KKN Yehembang 2 Sabtu, 6 Agustus 2016 13.00 – 15.00 WITA Posko KKN Yehembang 3 Sabtu, 14 Agustus 2016 14.00 – 16.00 WITA Posko KKN Yehembang 3. Pelaksanaan Program
Program pelatihan keterampilan dengan memanfaatkan barang bekas dilaksanakan sebanyak tiga kali pertemuan.
4. Manfaat Program
Dengan adanya kegiatan keterampilan dengan memanfaatkan barang bekas di sekitar, jadi kita mengajarkan mereka sejak usia dini untuk bisa mempergunakan atau memanfaatkan barang yang sebelumnya tidak berfungsi atau sudah menjadi sampah, bisa kembali kita daur ulang menjadi barang yang yang berguna bahkan memiliki nilai ekonomis.
5. Kendala Program
Kendala dalam program ini adalah sulitnya mengatur serta lebih bersabar menghadapi tingkah laku mereka karena sasaran kegiatan ini
adalah siswa SD. Tempat yang digunakan masih kurang dikarenakan antusias anak-anak yang ingin belajar keterampilan cukup banyak.
6. Solusi
Sebelum melaksanakan kegiatan seharusnya memastikan berapa jumlah siswa-siswi yang ingin ikut melaksanakan kegiatan keterampilan atau bisa juga bersosialisasi dengan pihak sekolah mengenai tempat untuk izin menggunakan selama kegiatan berlangsung.
7. Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Kegiatan Pelatihan Keterampilan dengan Memanfaatkan Barang Bekas (Terlampir)
8. Dokumentasi Kegiatan Pelatihan Keterampilan dari Barang Bekas
Gambar 3. 14 Pelatihan Keterampilan dari Barang Bekas
3.2.3 Pelatihan Tari Trdisional Bali 1. Kelompok Sasaran
Kelompok sasaran dari pelatihan tari tradisional adalah siswi kelas IV, V, VI SD Negeri 3 Yehembang
2. Waktu dan Lokasi Kegiatan
Adapun waktu dan lokasi kegiatan untuk program pelatihan keterampilan dengan memanfaatkan barang bekas adalah sebagai berikut.
Tabel 3.10 Waktu dan Lokasi Tari Tradisional Bali
No Tanggal Waktu Lokasi
1 Sabtu, 30 Juli 2016 15.00 – 17.00 WITA Posko KKN Yehembang 2 Sabtu, 6 Agustus 2016 15.00 – 17.00 WITA Posko KKN Yehembang 3 Sabtu, 14 Agustus 2016 16.00 – 18.00 WITA Posko KKN Yehembang 3. Pelaksanaan Program
Kegiatan pelatihan tari tradisional Bali dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan, selama 2 jam di setiap pertemuannya.
4. Manfaat Program
Dengan adanya kegiatan pelatihan tari Bali tersebut dapat sebagai sarana pengembangan diri dan berdampak positif dalam menumbuhkan rasa percaya diri siswi-siswi tersebut serta dapat sebagai sarana refreshing setelah seminggu belajar secara formal di sekolah. Selain itu, dengan keahlian yang dimiliki siswi-siswi tersebut dapat dipergunakan dalam kegiatan upacara adat dan menghibur masyarakat. Kegiatan pelatihan tari tersebut termasuk dalam upaya melestarikan budaya Bali.
5. Kendala Program
Masalah pertama yang dihadapi dalam pelaksanakan pelatihan tari ialah tempat yang tersedia di posko tidak begitu luas untuk menampung siswi-siswi berlatih menari. Selain itu permasalahan yang dihadapai lainnya ialah adanya perbedaan tingkat keahlian siswi-siswi dalam menguasi gerak dasar tari dan tidak semua siswi dapat menyerap gerakan tari degan cepat,
sehingga memerlukan perhatian lebih untuk melatih siswi-siswi tersebut. Dari segi pelaksanaan pelatihan juga terdapat masalah yakni kekurangan tenaga pelatih dikarenakan tidak semua mahasiswi bidang Sosial Budaya dapat menguasai tari Bali.
6. Solusi
Agar pelatihan tari tetap dapat berjalan maksimal, pelatihan tari dilakukan secara bergiliran dan dibentuk beberapa kelompok. Tahap pertama siswi yang berlatih adalah kelopok pertama yang biasanya berjulmah setengah dari jumlah siswi yang hadir pada hari pelatihan. Setelah kelompok pertama berlatih, selanjutnya akan digantikan dengan kelompok yang kedua. Untuk membantu mengatasi masalah kekurangan tenaga pelatih dalam pelaksanaan kegiatan, kordinator pelatihan tari Bali meminta bantuan mahasiswi KKN Desa Yehembang yang bertugas diluar bidang Sosial budaya yang bisa menari tradisonal Bali untuk membantu pelaksanaan kegiatan pelatihan tari Bali
7. Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Pelatihan Tari Bali (Terlampir) 8. Dokumentasi Kegiatan Pelatihan Tari Tradisional Bali
Gambar 3. 15 Pelatihan Tari Tradisional
3.2.4 Menonton Bersama Film Kebangsaan 1. Kelompok Sasaran
Kelompok sasaran dari program menonton bersama film kebangsaan adalah siswa siswi SD Negeri 3 Yehembang.
2. Waktu dan Lokasi Kegiatan
Adapun waktu dan lokasi kegiatan untuk program menonton bersama film kebangsaan adalah sebagai berikut.
Tabel 3.11 Waktu dan Lokasi Menonton Bersama Film Kebangsaan
No Tanggal Waktu Lokasi Nama Kegiatan
1 18 Agustus 2016 09.00 – 11.00 WITA SD N 3 Yehembang Menonton Bersama Film Kebangsaan 3. Pelaksanaan Program
Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 hari dimulai pukul 09.00 WITA hingga 11.00 WITA dalam rangka untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan kebangsaan siswa – siswi di SD Negeri 3 Yehembang melalui menonton bersama Film Dokumenter Pahlawan Bali I Gusti Ngurah Rai
4. Manfaat Program
Penyelenggaraan nonton bersama film kebangsaan diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan siswa siswi di SD Negeri 3 Yehembang mengenai wawasan kebangsaan, mengenai kebangsaan NKRI, sejarah kemerdekaan, serta makna kemerdekaan Indonesia.
5. Kendala Program
Siswa – siswi di SD Negeri 3 Yehembang masih kurang memiliki wawasan mengenai kebangsaan NKRI, sejarah kemerdekaan, serta makna kemerdekaan Indonesia.
6. Solusi
Kegiatan nonton bersama film kebangsaan merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kurangnya pengetahuan siswa – siswi mengenai wawasan kebangsaan, mengenai kebangsaan NKRI, sejarah kemerdekaan, serta makna kemerdekaan Indonesia.
7. Laporan Pertanggungjawaban Kegiatan Menonton Film Bersama (Terlampir)
8. Dokumentasi Kegiatan Menonton Film Bersama
Gambar 3. 16 Menonton Film Bersama
1.2.5 Pengadaan Tempat Sampah Desa 1. Deskripsi Kegiatan
Sampah merupakan permasalahan lingkungan yang tidak pernah usai. Semakin modern kehidupan manusia, maka kuantitas sampah yang
dihasilkan pun semakin meningkat. Berdasarkan permasalahan tersebut maka kami memberikan bantuan berupa tempat sampah yang direncanakan akan diletakkan di tempat-tempat umum seperti Pura Puseh, Pura Dalem, dan Lapangan Desa Yehembang.
2. Waktu Kegiatan
Adapun waktu kegiatan untuk program pengadaan tempat sampah adalah sebagai berikut.
Tabel 3.12 Waktu Pengadaan Tempat Sampah
No Tanggal Nama Kegiatan
1 29 Juli – 30 Juli 2016 Survei Harga & Pembelian Tempat Sampah
2 5-7 Agustus 2016 Pengecetan Tempat Sampah
3 23 Agustus 2016 Penyerahan tempat sampah ke Pura Puseh
3. Kelompok Sasaran
Kelompok sasaran dari program pengadaan tempat sampah adalah masyarakat Desa Yehembang.
4. Pelaksanaan Program
Tersedianya tempat sampah bagi masyarakat di beberapa tempat umum sehingga membuat lingkungan menjadi lebih terjaga kebersihannya.
5. Manfaat Program
Dengan diberikannya beberapa tempat sampah di beberapa tempat umum diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya membuang sampah pada tempatnya.
6. Pihak Terlibat
Pihak terlibat dalam kegiatan pengadaan tempat sampah adalah kepala desa dan kelian masing-masing banjar.
7. Masalah
Masalah yang ditemui dari kegiatan pengadaan tempat sampah adalah kurangnya rasa peduli dalam menjaga lingkungan sekitar terutama di tempat-tempat umum.
8. Solusi
Solusi dari kegiatan pengadaan tempat sampah adalah memberikan bantuan tempat sampah di beberapa tempat umum.
9. Laporan Pertanggungjawaban Kegiatan Pengadaan Tempat Sampah (Terlampir)
10. Dokumentasi Kegiatan Pengadaan Tempat Sampah
Gambar 3. 17 Pengadaan Tempat Sampah
3.2.6 Pembuatan Profil Desa (Penginputan Data Dasar Keluarga/DDK) 1. Waktu Pelaksanaan
Waktu pelaksanaan dari penginputan data dasar keluarga adalah tanggal 8 Agustus 2016 sampai dengan 21 Agustus 2016 (dilaksanakan setiap tidak ada kegiatan).
2. Lokasi Kegiatan
Lokasi penginputan data dasar keluarga adalah posko KKN-PPM UNUD Periode XIII 2016 Desa Yehembang.
3. Pihak Terlibat
Pihak yang terlibat dalam penginputan data dasar keluarga adalah mahasiswa KKN PPM UNUD Periode XIII 2016 dan Aparat Desa Yehembang.
4. Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan ini dilaksanakan saat tidak ada kegiatan yang dilakukan di Posko KKN-PPM UNUD Periode XIII 2016 Banjar Pasar Desa Yehembang.
5. Masalah
Jumlah DDK yang diinput cukup banyak dan tidak diimbangi dengan fasilitas akses internet memadai yang dimiliki di Kantor Perbekel Desa Yehembang. Selain itu, user name yang digunakan untuk menginput DDK hanya dapat digunakan oleh 3 pengguna sehingga mengakibatkan waktu yang diperlukan cukup lama.
6. Solusi
Pelaksanaan kegiatannya mengandalkan akses internet yang dimiliki oleh mahasiswa karena di kantor Perbekel Desa Yehembang tidak tersedia akses internet. Selain itu, keterbatasan jumlah pengguna yang mampu masuk ke sistem prodeskel menyebabkan mahasiswa harus bergiliran dalam melakukan penginputan data.
3.3 Program Bantu
3.3.1 Program Bantu Non Tema
3.3.1.1 Memberikan Pendampingan Sosialisasi tentang Pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) oleh Puskesmas II Mendoyo 1. Kelompok Sasaran
Kelompok sasaran dari program pendampingan sosialisasi tentang pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah warga Banjar Kaleran yang berperilaku BABS (Buang Air Besar Sembarangan).
2. Waktu dan Lokasi Kegiatan
Adapun waktu dan lokasi pendampingan sosialisasi tentang pemicuan STBM adalah sebagai berikut.
Tabel 3. 13 Waktu dan Lokasi Pendampingan Sosialisasi tentang Pemicuan STBM
No Tanggal Waktu Lokasi Nama Kegiatan
1 27 Juli 2016 09.00 – 12.00 WITA Balai Banjar Kaleran Pendampingan Sosialisasi Pemicuan STBM 3. Pihak Terlibat
Perbekel Desa Yeh Embang, Puskesmas II Mendoyo, Kelian Banjar Kaleran, warga banjar Kaleran yang berperilaku BABS (Buang Air Besar Sembarangan) dan mahasiswa KKN PPM Tematik UNUD Periode XIII.
4. Pelaksanaan Program
Kegiatan ini dilaksanakan dengan melakukan pemicuan kepada masyarakat melalui simulasi tempat yang biasanya digunakan untuk BAB (Buang Air Besar). Selain itu, dalam sosialisasi ini juga dapat dilihat persepsi masyarakat terhadap tinja yang dibuang sembarangan melalui tanya jawab. Kemudian dilakukan dengan pendataan terhadap masyarakat yang tidak memiliki jamban.
5. Manfaat Program
Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan terjadi perubahan perilaku masyarakat dari berperilaku BABS (Buang Air Besar Sembarangan) menjadi BAB (Buang Air Besar) pada jamban. Hal ini tentunya akan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mampu menurunkan angka kejadian penyakit diare.
Beberapa kendala yang dihadapi dalam program pendampingan sosialisasi tentang pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah sebagai berikut.
a. Sulit untuk mengumpulkan masyarakat yang melakukan tindakan BABS dikarenakan banyak masyarakat yang bekerja pada waktu tersebut.
b. Sulit mengubah persepsi masyarakat untuk membuang air besar pada jamban dikarenakan adanya kepercayaan terhadap jamban yang berada di dalam bangunan rumah akan menyebabkan warga sakit.
c. Sulit memberdayakan masyarakat untuk membangun jamban dikarenakan permasalahan ekonomi dan kurangnya air bersih akibat kondisi lingkungan yang kering.
7. Solusi
Beberapa solusi yang dapat diberikan berdasakan permasalahan diatas adalah sebagai berikut.
a. Mengubah persepsi masyarakat tentang BABS (Buang Air Besar Sembarangan) melalui pemicuan yang tidak hanya dilakukan sekali melainkan secara berkelanjutan.
b. Memberdayakan masyarakat untuk membuat kelompok arisan sebagai langkah awal untuk mengumpulkan dana untuk membuat jamban.
Gambar 3. 18 Pendampingan Sosialisasi Pemicuan STBM
3.3.1.2Pendampingan Posbindu & Posyandu 1. Kelompok Sasaran
Kelompok sasaran dari kegiatan Posbindu dan Posyandu adalah sebagai berikut.
a. Kelompok sasaran dari program Posbindu adalah lansia secara khusus dan masyarakat desa Yehembang secara umum.
b. Kelompok sasaran Posyandu adalah bayi, balita, dan ibu balita.
2. Waktu dan Lokasi Kegiatan
Adapun waktu dan lokasi kegiatan untuk pendampingan Posbindu & Posyandu adalah sebagai berikut.
Tabel 3. 14 Waktu dan Lokasi Kegiatan Pendampingan Posbindu dan Posyandu
No. Tanggal Waktu Lokasi Nama Kegiatan
1. 06 Agustus 2016 08.00 – 11.00 WITA Banjar Bungbungan Desa Yehembang POSYANDU 2. 07 Agustus 2016 06.00 – 08.00 WITA Lapangan Yehembang POSBINDU 3. 09 Agustus 2016 08.00 – 11.00 WITA Banjar Kaleran Kauh Desa POSYANDU
Yehembang 4. 11 Agustus 2016 08.30 – 11.00 WITA Banjar Kaleran Kaja Desa Yehembang POSYANDU 5. 13 Agustus 2016 08.30 – 11.00 WITA Banjar Kaleran Desa Yehembang POSYANDU 6. 15 Agustus 2016 08.30 – 11.00 WITA Banjar Wali Desa Yehembang POSYANDU 7. 16 Agustus 2016 08.30 – 11.00 WITA Banjar Pasar Desa Yehembang POSYANDU 8. 19 Agustus 2016 08.30 – 11.00 WITA Banjar Bale Agung Desa Yehembang POSYANDU 9. 21 Agustus 2016 06.30 – 08.00 WITA Lapangan Yehembang POSBINDU 3. Pelaksanaan Program
Pelaksanaan program Posbindu diawali dengan kegiatan senam lansia dan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Posbindu yang bertempat di lapangan Yehembang. Posbindu ini dilaksanakan oleh pihak puskesmas yang diawali dengan pencatatan nama, alamat dan umur bagi masyarakat yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan. Kemudian dilanjutkan dengan menimbang berat badan, mengukur tinggi badan dan mengukur lingkar perut dengan dibantu oleh mahasiswa KKN Unud. Setelah itu baru menuju ke meja-meja untuk melakukan pengukuran tekanan darah,
pengecekan gula darah, pengecekan kolesterol dan pemberian informasi kesehatan yang dilakukan oleh pihak puskesmas dengan harapan masyarakat memperoleh informasi agar dapat hidup sehat.
Pelaksanaan program Posyandu dilakukan dengan sistem 5 meja. Pelaksanaanya diawali di meja I yaitu ibu mendaftarkan balitanya kepada petugas disana. Di meja ke II dilakukan penimbangan berat badan bayi dan balita kemudian dicatat dengan dibantu oleh mahasiswa KKN Unud. Di meja III dilakukan pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS) oleh petugas kesehatan. Di meja IV petugas kesehatan memberikan penyuluhan perorangan mengenai kesehatan bayi dan balitanya. Dan di meja V dilakukan pelayanan kesehatan oleh pihak puskesmas seperti imunisasi dan pengobatan, serta pelayanan lain sesuai dengan kebutuhan.
4. Manfaat Program
Adapun manfaat dari kegiatan Posbindu dan Posyandu ini adala hmasyarakat dapat memperoleh kemudahan untuk mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, lansia, bayi, balita dan ibu balita serta memperoleh penyuluhan kesehatan agar derajat kesehatan masyarakat dapat lebih baik.
5. Keberhasilan Program
Keberhasilan kegiatan Posbindu dan Posyandu dapat dilihat dari antusiasme masyarakat yang datang untuk melakukan pelayanan kesehatan.
6. Kendala Program
Kendala dari kegiatan Posbindu dan Posyandu ini adalah masih ada masyarakat yang tidak datang pada pelaksanaan kegiatan dikarenakan kesibukan yang dimiliki.
7. Saran-saran
Saran yang dapat diberikan dalam kegiatan Posbindu dan Posyandu adalah lebih meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan karena pelayanan kesehatan ini sangat bermanfaat.
8. Dokumentasi Pendampingan Kegiatan Posyandu dan Posbindu
Gambar 3. 19 Mendampingi Kegiatan Posyandu
Gambar 3. 20 Mendampingi Kegiatan Posbindu
3.3.1.3Gotong-royong di Lingkungan Desa Yehembang 1. Kelompok Sasaran
Kelompok sasaran dari program gotong-royong adalah perangkat desa, sekaa teruna teruni, masyarakat Desa Yehembang.
Adapun waktu dan lokasi kegiatan gotong-royongdi lingkungan Desa Yehembang adalah sebagai berikut.
Tabel 3. 15 Waktu dan Lokasi Gotong Royong
No. Tanggal Waktu Lokasi Keterangan
1. 01 Agustus 2016
16.00 – 18.00 WITA
Pura Puseh dan Pura Desa Yehembang Gotong-royong 2. 03 Agustus 2016 08.00 – 10.00 WITA Balai Banjar Kaleran Gotong-royong persiapan kunjungan posyandu dari walikota Balikpapan 3. 05 Agustus 2016 10.30 – 12.00 WITA Kantor Perbekel Desa Yehembang Gotong-royong persiapan acara 17 Agustus 4. 07 Agustus 2016 08.00 – 09.00 WITA
Setra dan Pinggir Pantai Yehembang Gotong-royong membersihkan pantai bersama STT Kaleran Kaja dan Perangkat Desa 5. 23 Agustus 2016 16.00 – 22.00 WITA Pura Puseh Yehembang Ngayah untuk piodalan di Pura Puseh 6. 24 Agustus 2016 08.00 – 10.00 WITA Pura Puseh Yehembang Ngayah pembersihan di Pura Puseh 7. 26 Agustus 07.00 – 09.00 Kantor Perbekel Gotong-royong
2016 WITA Desa Yehembang
membersihkan kantor Perbekel
3. Pelaksanaan Program
Pelaksanaan kegiatan gotong-royong membersihkan lingkungan di Desa Yehembang dilaksanakan pada waktu sudah ditentukan. Kegiatan ini merupakan salah satu pembinaan hubungan rasa kebersamaan, kepedulian dan kerjasama antar mahasiswa KKN - PPM UNUD dengan masyarakat Desa Yehembang tentang bagaimana cara kita bersama dalam memelihara lingkungan yang sehat dan bersih yang telah diatur didalam UU No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
4. Manfaat Program
Sebagaimana yang telah kita ketahui, saat ini masyarakat sering mengabaikan akan pentingnya kebersihan lingkungan, sehingga diharapkan dengan adanya program gotong-royong ini masyarakat lebih peduli dengan kebersihan lingkungan di sekitar.
5. Keberhasilan Program
Setelah mahasiswa KKN-PPM UNUD menjalani program gotong-royong yang melibatkan masyarakat desa Yehembang, STT banjar dan perangkat desa yang bersangkutan, program gotong-royong ini berjalan dengan lancar tanpa adanya sedikitpun permasalahan-permasalahan yang ditimbulkan.
6. Kendala Program
Permasalahan yang dihadapi banyaknya sampah dan rerumputan liar yang kurang diperhatikan, dan kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan di area pura-pura yang ada di lingkungan desa.
7. Saran-saran
Lingkungan hidup merupakan tempat dimana mahluk hidup untuk tinggal dan melangsungkan kehidupannya. Dengan adanya kegiatan gotong-royong ini, diharapkan masyarakat sadar akan pentingnya kebersihan dan
kesehatan. Kesehatan tidak hanya pada diri kita sendiri saja, namun kesehatan juga ada pada lingkungan kita tinggal. Dari lingkunganlah kita dapat menilai bagaimana cara masyarakat sekitar menjaga serta melestarikan lingkungannya.
8. Dokumentasi Kegiatan Gotong Royong
Gambar 3. 21 Gotong Royong di Desa Yehembang
3.3.1.3 Sosialisasi Bali Merah Putih 1. Kelompok Sasaran
Sasaran dalam kegiatan sosialisasi Bali Merah Putih adalah para siswa SMP dan SD di desa Yehembang yang terdiri dari 1 SMP dan 7 Sekolah Dasar.
2. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Waktu pelaksanaan program sosialisasi Bali Merah Putih di SMP pada hari Selasa, 9 Agustus 2016 dari jam 07.00 wita sampai dengan 08.30 wita dengan lokasi kegiatan di SMPN 3 Mendoyo dan sosialisasi di SD dilaksanakan dari tanggal 15-20 Agustus 2016.
3. Pelaksanaan Program
Program tambahan dengan sosialisasi Bali Merah Putih dilaksanakan bekerja sama dengan Babinsa dan Koramil Mendoyo dengan menghadirkan pembicara dari Babinsa dan Mahasiswa KKN UNUD. Sosialisasi ini diawali dengan sambutan oleh bapak Kepala Sekolah dan dilanjutkan oleh perwakilan dari Babinsa dan mahasiswa untuk membuka acara secara resmi. Kegiatan berlangsung tertib dan lancar serta peserta sosialisasi sangat antusias.
4. Manfaat Program
Dengan mengadakan sosialisasi Bali Merah Putih diharapkan dari pihak Babinsa dan para Mahasiswa KKN UNUD mampu memberikan pemahaman kepada siswa SMP dan SD mengenai pentingnya rasa nasionalisme dan memahami empat pilar kebangsaan Indonesia. Dengan pemahaman tersebut diharapkan mampu menanamkan sikap cinta tanah air sejak dini dalam generasi muda yang nantinya akan menjadi penerus bangsa.
5. Keberhasilan Program
Kegiatan sosialisasi berjalan lancar dan sukses dilihat dari banyaknya antusias para siswa.
6. Kendala Program
Program sosialisasi mengalami sedikit kendala karena di beberapa SD para siswa kurang tertib dan kurang antusias dalam menyimak informasi yang disampaikan.
7. Saran-Saran
Perlunya kemampuan pembicara dalam penyampaian informasi agar lebih menarik sehingga para siswa menyimak informasi yang diberikan dengan baik.
8. Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Kegiatan Bali Merah Putih(Terlampir)
9. Dokumentasi Kegiatan Bali Merah Putih