• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. KAJIAN LITERATUR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II. KAJIAN LITERATUR"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

8

BAB II.

KAJIAN LITERATUR

2.1 Pengertian Judul

Pengertian judul “ Desain Interior Pusat Mainan Jakarta "dengan perencanaan dan perancangan di Jakarta, adalah sebagai berikut :

1. Desain

Rancangan, rencana suatu bentuk dan sebagainya. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1993 : 138)

2. Interior

 Bagian dalam gedung (ruang, dsb), tatanan perabot (hiasan, dsb) di ruang dalam gedung. (Kamus Besar Bahasa Indonesia,1993 : 483).

Jadi, desain interior adalah karya seni yang mengungkapkan dengan jelas dan tepat tata kehidupan manusia dari suatu masa melelui media ruang. ( J. pamudji subtandar, 1998 , Hal. 11 )

3. Pusat

Pokok pangkal atau yang menjadi pimpinan berbagai bagai urusan, hal, dsb. (http://kamusbahasaindonesia.org/pusat)

4. Mainan

Alat untuk bermain, atau barang untuk dipermainkan. (http://kamusbahasaindonesia.org/mainan)

5. Jakarta

Jakarta adalah ibu kota negara Indonesia. Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi dan terletak di bagian barat laut Pulau Jawa. Sebagaimananya sebuah ibukota negara Indonesia, penduduk Jakarta mayoritas berada dari luar provinsi, bahkan mungkin berbagai suku Indonesia terdapat pada provinsi ini.

Jadi, “Desain Interior Pusat Mainan Jakarta ” adalah sebuah tempat terencana yang tidak hanya sekedar untuk melihat dan membeli mainan. Namun, tempat ini juga mempunyai berbagai fasilitas rekreasi dan informasi tentang perkembangan mainan baru yang dinamis, juga untuk relaksasi dan informasi menarik seputar mainan

(2)

9 dengan nuansa dan tema interior yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat tentang hiburan dari sebuah mainan.

2.2 Tinjauan tentang Fasilitas dan Besaran Ruang

Ruangan-ruangan yang akan dipakai pada perencanaan ini adalah : 2.2.1 Shop

Shop adalah suatu tempat jual beli suatu barang dimana menjual barang-barang khusus untuk mendukung suatu bangunan dengan luas area yang tidak terlalu besar. Oleh karena itu dengan keterbatasan lahan biasanya retail shop memilki desain interior yang ergonomis supaya para pengunjung lebih nyaman dan dapat melakukan aktifitas belanja dengan mudah.

Gambar 2.1 Besaran ruang sesuai ergonomi retail shop (Sumber : Human dimention hal 205)

Sistem Display

Display Interior

Delbert J. Duncan dan Stanley D. Hollander mengelompokkan display interior menjadi :

a. Merchandise Display, meliputi : i) Open Display

Merupakan bentuk display yang memberikan kemungkinan pada pembeli untuk mengamati barang dagangan tanpa bantuan pelayan toko.

ii) Closed Display

Berisi barang dagangan yang diperlihatkan dalam almari dinding (wall case). Keuntungan utamnya adalah terjaganya

(3)

10 barang dagangan dari pencurian dan menjaga kondidi siap jual.

iii) Architectural Display

Display ini memerlukan ketepatan penyusunan guna menunjukkan bermacam-macam barang dagangan sesuai dengan bangunan, seperti model bangunan perumahan, dapur, kamar mandi secara menyeluruh. Keuntungan utamanya adalah dapat memberikan gambaran yang utuh dan nyata lewat peragaan dalam display ini.

b. Vendor Display

Terkenal sebagai bentuk display untuk pengiklanan tempat penjualan. Terdiri dari tulisan, spanduk dan rak pajang.

c. Store Sign and Decorations

Istilah Store Sign meliputi tanda pembayaran, kartu hadiah/harga, hiasan tergantung, poster, bendera, spanduk dan alat serupa. ( Delbert J. Duncan & Stanley D Hollander, 1977 : 468 ).

2.2.2 Gallery

Gallery atau galeri berasal dari kata latin galeria. Yang berarti sebagai ruang beratap dengan satu sisi terbuka. (Ensiklopedi Nasional Indonesia 1989).

Menurut John F Pile, 2003, gallery yang bersifat milik pribadi untuk menjual barang seni, sebagian besar memiliki skala ruang yang lebih kecil dari museum dan tidak disiapkan untuk menerima pengunjung dalam jumlah besar. Dalam gallery yang harus diperhatikan adalah perencanaan ruang, pencahayaan, dan warna harus baik sehingga mendukung obyek yang dipamerkan.

2.2.3 Café

Kata “café” secara etimologi berasal dari kata “khave” dalam bahasa Turki, yang sama halnya “coffe” dalam bahasa Inggris atau “kopi” dalam bahasa Indonesia. Café dalam Kamus Besar Indonesia diartikan sebagai tempat minum

(4)

11 kopi yang pengunjungnya dihibur dengan sajian musik dan juga diartikan sebagai tempat makan dan minum (Jakarta-Jakarta 11 Mei 1996).

Sedangkan menurut Marsum. W. A dalam bukunya Restoran dan Pemahamannya, Café yaitu suatu restoran kecil yang mengutamakan penjualan cakes (kue-kue), sandwich (roti isi), kopi, dan teh. Pilihan makan yang terbatas dan tidak menjual minuman beralkohol.

Café adalah usaha di bidang makanan yang dikelola secara komersial yang menawarkan makanan/makanan kecil serta minuman kepada para tamu dengan pelayanan dalam suasana yang tidak formal, tanpa diikuti aturan service yang berlaku ( Sugiarta, 1996: 93).

Jenis Café Menu menurut waktu penyajian 1. Ala Carter Menu

Daftar hidangan terdiridari berbagai pilihan makanan dengan harga masing-masing. Makanan yang dipilih disajikan ke meja sesuai dengan urutan penyajian.

2. Table D’hote menu/Set Menu

Daftar hidangan yang terdiri dari satu paket makanan dengan harga keseluruhan, disajikan satu demi satu.

3. Blue Plate Menu

Daftar hidangan terdiri dari satu paket makanan dengan pilihan soft drink. Harga keseluruhan, semua disajikan di atas meja tamu.

4. Buffet Menu

Daftar beberapa paket untuk dipilih. Makanan disajikan di atas meja panjang yang didesain semenarik mungkin, pengunjung tinggal memilih sendiri hidangan yang akan dinikmati sesuai dengan selera masing-masing.

(Soekrisno, 1996:70-71)

2.3 Sistem Organisasi Ruang

Penyusunan ruang-ruang dapat menjelaskan tingkat kepentingan relatif dan fungsi serta peran simbolis ruang-ruang tersebut di dalam suatu organisasi bangunan. Keputusan mengenai jenis organisasi yang harus digunakan dalam situasi khusus akan

(5)

12 tergantung pada: kebutuhan atas program bangunan, seperti pendekatan fungsional persyaratan ukuran, klasifikasi hirarki ruang-ruang dan syarat-syarat pencapaian, pencahayaan atau pemandangan. Kondisi-kondisi eksterior dari tapak yang mungkin akan membatasi bentuk atau pertumbuhan organisasi atau yang mungkin merangsang organisasi tersebut untuk mendapatkan gambaran-gambaran tertentu tentang tapaknya dan terpisah dari bentuk-bentuk lainnya. (Ching, 2000, 188).

2.4 Sistem Sirkulasi

Sirkulasi menurut Francis.D.K. Ching dalam bukunya “Bentuk Ruang dan Susunannya”, adalah :

a. Linear

Gambar 2.2 Sirkulasi Linier Sumber : Ching, 2000, hal 221

Semua jalan adalah linier, jalan-jalan yang lurus dapat menjadi unsur pengorganisir yang utama untuk satu deretan ruang. Sebagai tambahan, jalan dapat melengkung atau terdiri atas segmen-segmen, memotong jalan lain, bercabang-cabang, membentuk kisaran.

b. Radial

Gambar 2.3 Sirkulasi Radial Sumber : Ching, 2000, hal 221

Bentuk Radial memiliki jalan yang berkembang dari atau berhenti sebuah pusat, titik bersama.

(6)

13 Gambar 2.4 Sirkulasi Spiral

Sumber : Ching, 2000, hal 221

Sebuah bentuk Spiral adalah sesuatu jalan yang menerus yang berasal dari titik pusat, berputar mengelilinginya dengan jarak yang berubah.

d. Grid

Gambar 2.5 Sirkulasi Grid Sumber : Ching, 2000, hal 221

Bentuk Grid terdiri dari dua set jalan-jalan sejajar yang saling berpotongan pada jarak yang sama dan menciptakan bujur sangkar atau kawasan-kawasan ruang segi empat.

e. Network

Gambar 2.6 Sirkulasi Network

Sumber : Ching, 2000, hal 221

Satu bentuk jaringan terdiri dari beberapa jalan yang menggabungkan titik-titik tertentu didalam ruang.

(7)

14 2.5 Unsur Pembentuk Ruang

Adapun yang dimaksud ruang adalah.

”Suatu wadah dari objek-objek yang adanya dirasakan secara subjektf dapat dibatasi oleh elemen-elemen buatan sepeti garis, bidang, dan lain-lain maupun elemen alam” ( Pamudji Suptandar, 1982, hal. 34 )

2.6.1 Lantai

Lantai merupakan bagian dasar dari duatu bangunan, menurut Y. B. Mangunwijaya lantai berfungsi selaku dinding atau penutup ruangan bagian bawah. Oleh karena itu, dilihat dari pertimbangan – pertimbangan akustik misalnya atau isolasi / pelindung terhadap panas dan dingin luar, lantai dapat digarap menurut hukum – hukum fisika biasanay berlaku untuk dinding – dinding. Sedangkan menurut Francis D. K. Ching (1996:162) lantai adalah bidang ruang interior yang datar dan mempunyai dasar yang rata.

2.7.2 Dinding

Dinding merupakan unsur penting dalam pembentukan ruang, baik sebagai unsur penyekat/ pembagi ruang maupun sebagai unsur dekoratif. Dalam proses perancangan suatu ”ruang dalam” dinding mempunyai peranan yang cukup dominan dan memerlukan perhatian khusus, di samping unsur-unsur lain seperti tata letak, desain furniture serta peralatan-peralatan lain yang akan disusun bersama dalam suatu kesatuan dengan dinding.

2.7.3 Langit-Langit (Ceiling)

Pengertian istilah ceiling/langit-langit/plafond, berasal dari kata ”ceiling”, yang berarti melindungi dengan suatu bidang penyekat sehingga terbentuk suatu ruang. Secara umum dapat dikatakan : ceiling adalah sebuah bidang (permukaan) yang terletak di atas garis pandangan normal manusia, berfungsi sebagai pelindung (penutup) lantai atau atap dan sekaligus sebagai pembentuk ruang dengan bidang yang ada di bawahnya. Dengan jarak ketinggian tertentu dalam bangunan, ceiling sebagai elemen penutup utama pada bidang atas sebagai pembentuk atap bangunan. (Pamudji Suptandar, 1999 : 161)

Gambar

Gambar 2.1 Besaran ruang sesuai ergonomi retail shop  (Sumber : Human dimention hal 205)

Referensi

Dokumen terkait

Hotel adalah suatu perusahaan yang dikelola oleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makanan, minuman dan fasilitas kamar untuk tidur kepada orang-orang yang sedang

Restaurant adalah suatu outlet yang menjual makanan dan minuman untuk tamu hotel.. yang dikelola

Pelayanan makanan dan minuman dengan metode pelayanan sendiri (self service) dapat diartikan sebagai suatu jenis pelayanan makanan dan minuman dimana para waiter/ess

Anak perusahaan ini ditujukan untuk menjalankan usaha komersial pada bidang pembangkitan tenaga listrik dan usaha- menjalankan usaha komersial pada bidang pembangkitan tenaga

Pengertian hotel menurut Sulastiyono (2011:5), Hotel adalah suatu perusahaan yang dikelola oleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makanan, minuman dan

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa hotel merupakan suatu perusahaan yang dikelola oleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makanan, minuman dan fasilitas

Sedangkan menurut pendapat Sulastiyono 2007 hotel adalah: Suatu perusahaan yang dikelola oleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makanan, minuman dan fasilitas kamar untuk tidur

Sedangkan pengertian hotel menurut Sulastiyono 1999 adalah suatu perusahaan yang dikelola oleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makanan, minuman dan fasilitas kamar untuk tidur