PELATIHAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI
OLEH MAHASISWA IBM BEKASI DI MASA PANDEMI DALAM PERSPEKTIF TEORI ACTION ASSEMBLY
(Studi Fenomenologi Pada Karang Taruna)
RENI NOVIA [email protected]
Program Studi Ilmu Komunikasi Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi
ABSTRACT
This research has a problem formulation about, How is the communication skills training by IBM Bekasi students in the Covid 19 period, in the perspective of the Action Assembly theory (Phenomenology Study on Youth Organization). In the perspective of assembly action theory. This research uses a qualitative approach.
Likewise, the research methods are both qualitative in nature. Data collection is obtained through observation and in-depth interviews with key informants, while informant data is obtained through literature study from sources such as photo documentation, printed media, journals, and others. The results of the study, in factual conditions, phenomenology regarding training designed by IBM Bekasi students, has been processing assertion messages, by (1) students describing the existing conditions as they are, (2) expressing the intent and purpose of working together with youth organizations to empower youth with communication skills training. (3) expressed a desire for an appropriate and beneficial training time for Karang Taruna, IBM Bekasi Students, and the local community.
Keywords: Communication skills training, assertive communication, action assembly theory, youth organization, covid 19
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pandemi covid 19, sudah dialami masyarakat Indonesia, dalam kurun waktu yang cukup lama, lebih dari 1 tahun. Semua Regulasi pembatasan-pembatasan berskala besar yang ditetapkan pemerintah, bertujuan untuk menekan angka penyebaran yang semakin tinggi. Ini membuat perekonomian, kegiatan belajar-mengajar, sosial, budaya, dan seluruh bentuk kegiatan masyarakat yang berinteraksi, mengalami perubahan signifikan.
55
Mimikri sosial ini menjadikan suatu hal yang membuat masyarakat harus memilih.
“Mimikri sosial”. Jika merujuk pada KBBI, mimikri merupakan penyesuaian diri dengan situasi dan kondisi lingkungan sekitar untuk bertahan (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, 2020).Kondisi memenjarakan diri,karena faktor kondisi lingkungan in, membuat kegiatan yang berkerumun dibatasi, bahkan ditiadakan.
Berdasarkan informasi dari Dinas Tenaga Kerja (Kemnaker) per 7 April 2020, akibat maraknya Covid-19, terdapat 39.977 perusahaan di segmen formal yang memilih merumahkan dan memberhentikan ahlinya. Ditambah lagi 1.010.579 tenaga kerja yang terkena dampaknya. Rinciannya, 873.090 tenaga ahli dari 17.224 perusahaan di-PHK, sedangkan 137.489 buruh di-PHK dari 22.753 perusahaan.
(https://www.kompas./pandemi-covid-19-apa-saja-dampak-pada-sektorketenaga kerjaanindonesia akses 15 April 2021).
Dari data tersebut, maka terlihat bahwa dampak pandemi ini terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama usia produktif akan menjadi suatu masalah, terutama dalam kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat.
Pada tanggal 11-25 Januari 2021 kebijakan mulai dilonggarkan. Pertimbangan pemerintah mengeluarkan kebijakan tersebut pada pemulihan sisi ekonomi, tanpa menyampingkan dampak kesehatan masyarakat. Pilihan pemerintah sehubungan dengan penegakan kembali kurungan pada latihan komunitas, khususnya latihan yang berpotensi menyebabkan penularan dan penyebaran COVID-19, mencakup:
(1) Membatasi lingkungan kerja kantor dengan mewujudkan Work From Domestic (WFH) hingga 75 % (tujuh puluh lima) persen, dengan melaksanakan konvensi kesejahteraan secara lebih menyeluruh; (2) melaksanakan latihan mengajar dan belajar online / on line; (3) Pembagian Pokok yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat, tetap dapat berfungsi 100% (seratus persen), dengan mengarahkan jam operasional dan kapasitasnya, serta menyelenggarakan konvensi.
kesejahteraan lebih kaku; (4) beban kurungan atas: (1) makan / minum di tempat makan (makan / minum di tempat) sebesar 25% (dua puluh lima persen) dan untuk administrasi makanan melalui take away / take away tetap diperbolehkan bersamaan dengan jam kerja rumah makan; dan (2) membatasi jam kerja pusat perbelanjaan / mal sampai dengan pukul 19.00 WIB; (5) memungkinkan latihan pembangunan berfungsi ditelusuri.
Pengolahan pesan yang baik merupakan salah satu hal yang sangat penting. Pesan tidak muncul dengan tiba-tiba, namun memerlukan proses produksi. Pesan menjadi salah satu elemen komunikasi yang menjadi objek dalam proses komunikasi.
56
Komunikasi memiliki beberapa komponen penting, yaitu sumber spesifik, penyampai pesan, pesan, saluran, pengkodean, penafsiran, impedansi, kritik, dan pengaturan, Joseph A. DeVito (2013: 8-16). De Vito memasukkan bahwa pesan adalah sinyal yang dilihat sebagai pendorong bagi penerima pesan dan diterima oleh salah satu seorang manusia atau kelompok dari beberapa individu manusia.
Dengan kata lain, dalam komunikasi tatap muka, kita mengirim dan menerima pesan melalui lima bagian kita. Kami mengatur makna yang kami tentukan dari komunikasi interpersonal melalui pengiriman dan penerimaan pesan verbal dan nonverbal.
Relawan muda, sebutan bagi anggota karang taruna RW 13, berperan aktif dalam penanganan covid 19 di wilayah tersebut. Perannya antara lain, merancang pesan guna mensosialisasikan protokol kesehatan via media sosial, film (youtube), dan kegiatan lainnya. Tujuannya adalah meningkatkan awareness terkait pematuhan protokol kesehatan via media poster. Berkolaborasi dengan tim satgas covid 19 dalam pengecekan suhu warga, pengecekan kesehatan. Proses penyampaian pesan yang dilakukan relawan muda, atau karang taruna RW 13, ini bertujuan menekan angka penyebaran covid 19.
Gambar 1 : Data Persebaran COVID 19 di RW 13
Sumber : Data Sekretariat RW 13
Kemampuan mengolah pesan menjadi pesan asersi sangat membantu proses komunikasi. Dale carnegie (2018:17) ,menyatakan bahwa pesan asersi terbagi tiga bagian : (1) Ringkas fakta mengenai situasi yang ada, (2) Ungkap pikiran dan perasaan,(3) Secara jelas menyatakan keinginan dan kebutuhan, termasuk manfaat pesan bagi orang lain) Dalam melakukan komunikasi dengan isi pesan mengenai kegiatan pelatihan secara tatap muka di era pandemi ini juga diperlukan pengetahuan yang cukup sehingga, hasil sesuai yang diharapkan.
57
Hal tersebut seperti penelitian terdahulu Bambang Sukma Wijaya, (2011:346), Greene memperhatikan dua komponen informasi, yaitu informasi substansi spesifik dan pengetahuan prosedural. (Littlejohn, 2005: 115). Dalam Teori Pengumpulan Aktivitas, informasi prosedural adalah yang paling utama. Greene menggambarkan bagaimana informasi prosedural bekerja sebagai fokus (node) yang terkait satu sama lain seperti situs web di web. Pusat informasi ini terutama berkaitan dengan perilaku, hasil, dan situasi.
Gambar 2 : Alur Teori action assembly
Sumber : https://komunikasiana.wordpress.com diakses 15 April 2021
Dalam action assembly theory,procedural knowledge merupakan hal yang utama.
Inge Hutagalung (2015:59), menyatakan bahwa kapanpun individu akan bertindak, maka yang bersangkutan akan menyusun suatu prosedur atau perilaku yang tepat untuk situasi tertentu untuk mendapatkan respon yang diharapkan. Ketika pemilihan rangkaian tindakan dilakukan tercermin betapa rumitnya pesan kognitif yang ada dalam alam pikiran manusia. Bahkan ketika individu mengenalkan dirinya pada orang lain, yang bersangkutan mengkoordinasikan rangkaian tindakan dengan melibatkan mental diri.Proses ini disebut output representation.
Berdasarkan fenomena yang ada diatas, maka peneliti tertarik meneliti penelitian ini dengan rumusan masalah, bagaimana pelatihan kemampuan komunikasi oleh mahasiswa IBM Bekasi di Masa Covid 19, dalam Perspektif Teori Action Assembly (Studi Fenomenologi Pada Karang Taruna)? Tujuannya adalah untuk mengetahui pelatihan Kemampuan Komunikasi oleh mahasiswa IBM Bekasi di masa covid 19, dalam perspektif teori action assembly.
58
TINJAUAN PUSTAKA
Organisasi Karang Taruna
Menurut peraturan menteri sosial RI Nomor 83/HUK/2005 (Pasal 1 Ketentuan Umum), Karang Taruna adalah perkumpulan, wadah untuk kemajuan generasi muda yang banyak berkembang berdasarkan kesadaran dan kewajiban sosial dari, oleh, untuk Masyarakat, terutama yang berusia lebih muda, dalam wilayah kota / kelurahan atau lingkungan setempat yang setara, sibuk dengan usaha bantuan sosial pemerintah. Karang Taruna adalah sebuah perkumpulan pemuda Indonesia, sebuah wadah diskusi untuk mempersiapkan, berkreasi, dan membentengi upaya- upaya menciptakan latihan finansial yang menguntungkan dengan menggunakan seluruh kapasitas latinnya, baik SDM maupun aset-aset berkarakteristik yang ada.
Perkumpulan Pemuda terdiri dari orang-orang di Advertising / Craftsmanship, partisipan berisikan dari masing individu berusia 11 - 45 tahun dan untuk pengurusnya adalah antara 17 sampai 35 tahun.
Tugas dan Tanggung Jawab Karang Taruna
Berdasarkan pada peraturan menteri sosial RI No 83/HUK/2005, BAB 3, pasal 2, mengenai penugasan perkumpulan remaja bersama dengan otoritas publik dan berbagai lapisan masyarakat, untuk mengatasi masalah-masalah bantuan sosial pemerintah, khususnya masalah-masalah yang dipandang oleh usia yang lebih muda, baik preventif, rehabilitatif, dan membangun kemampuan yang lebih usia muda.(Informasi Karang Taruna 2021)
Fungsi Karang Taruna
Unsur-Unsur pembentukan Karang Taruna meliputi:
1. Mencegah masalah- masalah sosial pemerintah, terutama pada usia yang lebih muda;
2. Memberikan bantuan sosial pemerintah termasuk pemulihan, jaminan sosial, membantu memberdayakan masyarakat, penguatan sosial dan persiapan untuk setiap warga negara, terutama usia yang lebih muda;
3. Menciptakan dan memperluas upaya keuangan yang menguntungkan;
4. Mengembangkan, membentengi dan menjaga kerukunan bertetangga; dan 5. Menjaga dan memperteguh Jiwa Jati diri, Solidaritas dalam Ragam dan
Landasan Negara Kesatuan Republik Indonesia
59
Anggota Karang Taruna
1. Individu Tidak Aktif - Partisipasi yang jauh atau anggota terprogram, khususnya semua remaja dan remaja yang berusia 11 sampai 45 tahun.
2. Individu Dinamis – Anggota n yang merupakan kader, berumur 11 sampai 5 tahun dan dalam setiap kasus secara efektif mengikuti kegiatan Karang Taruna
Untuk menjadi individu dari Pengarah Karang Taruna harus memenuhi berbagai aturan sebagai berikut:
1. Memiliki keyakinan pada Tuhan Yang Maha Kuasa;
2. Mematuhi dan mengamalkan Pancasila dan UUD 1945;
3. Berdomisili di lingkungan lingkungan yang ditunjukkan oleh domisili;
4. Memiliki fisik yang kokoh lahiriah dan spiritual;
5. Memiliki perhatian, karakter yang hebat dan siap bekerja sama dalam kelompok dan dengan pihak manapun yang berbeda;
6. Berusia paling sedikit 17 tahun dan paling besar 45 tahun;
7. Mengetahui dan memahami sudut hierarki seperti halnya Karang Taruna;
Peduli terhadap kondisi daerah setempat;
8. Pendidikan sekolah menengah paling rendah / identik untuk para pelaksana di tingkat Rezim / Kota dengan tingkat publik, seperti SLTP / sebanding untuk administrasi tingkat sub-wilayah, dan dalam hal apapun berpindah dari SD / sebanding untuk Kota / Tingkat kelurahan atau wilayah sosial lokal yang identik. (Informasi dari Karang Taruna 2021)
Komunikasi Asertif
Komunikasi Asertif, menurut Mitra Oktavia Al Ain, (2013 : 2), adalah keterampilan komunikasi interpersonal seseorang yang dapat dipersiapkan sehingga mereka lebih berbakat dan berpengalaman dalam menyampaikan pemikiran - pemikiran dan komunikasi serta sentimen tanpa berpikir dua kali.
Salah satu cara yang harus dimungkinkan adalah mempersiapkan dan membangun kapasitas untuk bertindak secara tegas.
Teori Action Assembly
Greene menetapkan dua bagian informasi, khususnya informasi substansi dan informasi prosedural. (Littlejohn, 2005: 115). Dalam kehidupan nyata kumpulan Hipotesis, informasi prosedural berubah menjadi pusat prinsip. Greene menggambarkan bagaimana informasi prosedural berfungsi sebagai fokus (hub) yang terkait satu sama lain seperti situs di web. Pusat informasi ini terutama mengkhawatirkan praktikum, hasil, dan keadaan.
60
Dalam action assembly theory,procedural knowledge merupakan hal yang utama.
Inge Hutagalung (2015:59), menyatakan bahwa kapanpun individu akan bertindak, maka yang bersangkutan akan menyusun suatu prosedur atau perilaku yang tepat untuk situasi tertentu untuk mendapatkan respon yang diharapkan.
Ketika pemilihan rangkaian tindakan dilakukan tercermin betapa rumitnya pesan kognitif yang ada dalam alam pikiran manusia. Bahkan ketika individu mengenalkan dirinya pada orang lain, yang bersangkutan mengkoordinasikan rangkaian tindakan dengan melibatkan mental diri.Proses ini disebut output representation.
Konsep Pelatihan
“Training is defined as any attempt to improve employee performance on a currently held job or one related to it. This usually means changes in specific knowledge, skills, attitudes, or behaviors. To be effective, training should involve a learning experience, be a planned organizational activity, and be designed in response to identified needs.”(Raymon Noe, 2003: 251)
METODOLOGI PENELITIAN
Pendekatan penelitian yang digunakan, dalam penelitian ini adalah kualitatif, penelitian kualitatif diartikan sebagai metodologi yang memberikan alat untuk memahami makna secara mendalam terkait dengan fenomena kompleks dan prosesnya dalam praktik kehidupan sosial (Denzin dan Lincoln, dikutip oleh Brady: 2015). Metode kualitatif juga diartikan sebagai metode penelitian dalam mendeskripsikan fenomena berdasarkan sudut pandang informan, menemukan berbagai realitas dan mengembangkan pemahaman holistik terhadap suatu fenomena dalam konteks tertentu (Hilal dan Alabri: 2013).
Pada penelitian ini peneliti hanya memiliki sedikit peluang untuk mengontrol peristiwa-peristiwa yang akan diselidiki, dan fokus penelitian terletak pada fenomena kontemporer (masa kini) di dalam konteks kehidupan nyata.Berdasarkan pada penelitian sebelumnya, penelitian mengenai fenomenologi merumuskan pertanyaan dengan pertanyaan how. Sehingga penulis melakukan teknik pengumpulan data melalui pengumpulan dengan wawancara kepada narasumber, dan dokumentasi kegiatan. Studi pada penelitian yang digunakan adalah fenomenologi, dimana peneliti terlibat dan berada dalam kegiatan tersebut.
Peneliti memilih objek penelitian pada Karang Taruna RW 13 di kelurahan Pengasinan,kecamatan Rawalumbu, Bekasi, yang beralamat di Jalan Narogong Elok XVIII RT02/13 Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Bekasi.
61
Penelitian ini menggunakan Triangulasi sumber, dengan membandingkan dan melakukan pengecekan terhadap hasil wawancara dari berbagai narasumber dengan hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan pada objek penelitian selama satu bulan.Selain itu, data yang diperoleh didukung dengan dokumentasi, data-data dari Sekretariat RW dan organisasi karang taruna RW 13.
Peneliti menetapkan narasumber,menjadi key informan dan informan, berdasarkan studi fenomenologi yang ada di lapangan.
Gambar 3 : Profil Objek Penelitian
Sumber : Data Karang Taruna RW 13 PEMBAHASAN
Tugas dan Fungsi Karang Taruna
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada narasumber , pada struktur karang taruna, yaitu Ketua Karang Taruna, Sandi Kurniawan, seperti yang tertulis pada regulasi aturan menteri sosial RI Nomor 83/HUK/2005, BAB 3, pasal 2, yang menyatakan bahwa,adapun fungsi karang taruna adalah:
1. Mencegah masalah- masalah sosial pemerintah, terutama pada usia yang lebih muda;
2. Memberikan bantuan sosial pemerintah termasuk pemulihan, jaminan sosial, membantu memberdayakan masyarakat, penguatan sosial dan persiapan untuk setiap warga negara, terutama usia yang lebih muda;
3. Menciptakan dan memperluas upaya keuangan yang menguntungkan;
4. Mengembangkan, membentengi dan menjaga kerukunan bertetangga; dan 5. Menjaga dan memperteguh Jiwa Jati diri, Solidaritas dalam Ragam dan
Landasan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
62
6. Menurut Sandi Kurniawan, key informan dan ketua karang taruna ,dalam hal kegiatan dimasa covid 19, yang sudah berlangsung, di awal maret 2020 lalu tersebut, karang taruna beraktifitas yang tidak leluasa. Saat ini hanya kegiatan ketahanan pangan, melalui penguatan UMKM Kasuari, dan aktif membantu satgas covid 19.
Berdasarkan fungsi karang taruna, (wawancara tanggal 28 Maret 2021, pukul 13.00) seperti pada penelitian terdahulu Bryan Givan, (2020:74),yaitu kegiatan melatih merupakan pendidikan untuk pengembangan sumber daya manusia dalam bidang pengetahuan kemampuan keahlian agar dapat bermanfaat secara keseluruhan. Dari penelitian terdahulu tersebut, jelas bahwa fungsi karang taruna untuk membantu pemberdayaan kaum muda.
Menurut Fiqih, sebagai ketua pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat, mahasiswa tertarik dengan karang taruna RW 13 ini, karena memiliki masalah mengenai keaktifan karang taruna dalam masyarakat, maka menjadi tugas karang taruna untuk bisa bergerak dan menjadi gebrakan pertama di masyarakat dalam kegiatan positif.(wawancara tanggal 31 Maret 2021, pukul 20.00).
7. Menurut Eddy Kosasih yang dijadikan key informan, dan juga merupakan ketua RW 13, fungsi karang taruna masih belum terlihat nyata, karena pandemi, mengharuskan berhati-hati dalam berkegiatan sesuai protokol kesehatan. Alasan tidak dilakukannya pelatihan secara daring (dalam jaringan), terbentur pada penyediaan kuota internet yang belum bisa disiapkan dari organisasi karang taruna atau RW.(Wawancara tanggal 28 Maret 2021, pukul 13.00)
Komunikasi Asertif
Komunikasi Asertif, menurut Mitra Oktavia Al Ain, (2013: 2), adalah keterampilan komunikasi interpersonal seseorang yang dapat dipersiapkan sehingga mereka lebih berbakat dan berpengalaman dalam menyampaikan pemikiran - pemikiran dan komunikasi serta sentimen tanpa berpikir dua kali. Salah satu cara yang harus dimungkinkan adalah mempersiapkan dan membangun kapasitas untuk bertindak secara tegas. Mahasiswa IBM Bekasi, sebagai komunikator kepada karang taruna RW 13, melakukan komunikasi secara asertif, seperti yang disampaikan oleh Sandi, sebagai Ketua Karang taruna dan salah satu key informan, bahwa sebelum memulai kegiatan pelatihan, mahasiswa IBM menghubungi melalui whatsapp, untuk bertemu dan berdiskusi. Tanpa ragu karang taruna RW 13, menerima kelompok kuliah kerja nyata Mahasiswa IBM program studi komunikasi, sebanyak 10 orang. (Wawancara tanggal 29 Maret 2021, pukul 09.00)
63
Dalam melakukan komunikasi dengan isi pesan mengenai kegiatan pelatihan secara tatap muka di era pandemi ini juga diperlukan pengetahuan yang cukup sehingga, hasil sesuai yang diharapkan. Hal tersebut seperti penelitian terdahulu Bambang Sukma Wijaya, (2011:346). Pesan yang akan disampaikan diolah terlebih dahulu (Dirancang), sehingga khalayak bisa menerima dengan respon positif.Menurut Fiqih,key informan, yang merupakan mahasiswa IBM, sebelum melakukan koordinasi dengan karang taruna, kelompok mahasiswa merancang pesan yang akan disampaikan melalui media whatsapp.Sehingga, mereka menerima pesan dengan terbuka dan menyambut baik maksud dan tujuan kegiatan pelatihan kemampuan komunikasi, yang dilaksanakan tanggal 28 Maret 2021.(wawancara tanggal 31 Maret pukul 20.00)
Hal ini juga sesuai dengan pendapat dale carnegie, (2018:17) bahwa kemampuan mengolah pesan menjadi pesan asersi sangat membantu proses komunikasi .Pesan asersi terbagi tiga bagian : (1) Ringkas fakta mengenai situasi yang ada, (2) Ungkap pikiran dan perasaan,(3) Secara jelas menyatakan keinginan dan kebutuhan, termasuk manfaat pesan bagi orang lain). Jika peneliti melihat pada kondisi faktual, fenomenologi mengenai pelatihan yang dirancang oleh mahasiswa IBM Bekasi, telah dilakukan pengolahan pesan asersi, dengan (1) Mahasiswa memaparkan kondisi yang ada apa adanya, (2) mengungkapkan maksud dan tujuan untuk saling bekerja sama dengan karang taruna memberdayakan pemuda dengan pelatihan kemampuan komunikasi. (3) menyatakan keinginan untuk waktu pelaksanaan kegiatan pelatihan yang sesuai dan memberikan manfaat pada Karang taruna, Mahasiswa IBM Bekasi, dan komunitas setempat.
Gambar 4
Pengolahan pesan, mulai dari koordinasi dan pembuatan spanduk pelatihan
Sumber : Dokumentasi Pribadi, 28/03/2021
64
Teori Action Assembly
Greene menetapkan dua bagian informasi, khususnya informasi substansi dan informasi prosedural. (Littlejohn, 2005: 115). Dalam kehidupan nyata kumpulan Hipotesis, informasi prosedural berubah menjadi pusat prinsip. Greene menggambarkan bagaimana informasi prosedural berfungsi sebagai fokus (hub) yang terkait satu sama lain seperti situs di web. Pusat informasi ini terutama mengkhawatirkan praktikum, hasil, dan keadaan.
Seperti yang disampaikan oleh Eddy Kosasih, selaku Ketua RW 13, yang menjadi salah satu key informan bahwa, Mahasiswa IBM Bekasi semester akhir, memiliki pengetahuan keterampilan komunikasi yang cukup untuk berbagi ilmu kepada karang taruna, dan mengikuti prosedur pelatihan sesuai protokol kesehatan saat ini (Wawancara tanggal 28 Maret 2021, pukul 13.00 WIB).Hal ini seperti penelitian terdahulu Bambang Sukma Wijaya, (2011:346) yang menyatakan informasi prosedural berfungsi sebagai fokus (hub) yang terkait satu sama lain baik dari segi materi pelatihan, waktu, lokasi, dan lainnya.
Dalam action assembly theory,procedural knowledge merupakan hal yang utama.
Inge Hutagalung (2015:59), menyatakan bahwa kapanpun individu akan bertindak, maka yang bersangkutan akan menyusun suatu prosedur atau perilaku yang tepat untuk situasi tertentu untuk mendapatkan respon yang diharapkan. Ketika pemilihan rangkaian tindakan dilakukan tercermin betapa rumitnya pesan kognitif yang ada dalam alam pikiran manusia. Bahkan ketika individu mengenalkan dirinya pada orang lain, yang bersangkutan mengkoordinasikan rangkaian tindakan dengan melibatkan mental diri.Proses ini disebut output representation. Seperti yang disampaikan Fiqih, informan 2, bahwa prosedur pengajuan kegiatan dalam masa pandemi covid 19, ditaati, semua anggota kelompok mahasiswa, agar mendapatkan output yang sesuai dengan visi-misi kegiatan pengabdian masyarakat ini. (Wawancara tanggal 31 Maret 2021, pukul 20.00)
Dari perspektif teori Action Assembly ini, yang menyebut dua bagian informasi, khususnya informasi substansi dan informasi prosedural. (Littlejohn, 2005: 115).
Dalam kehidupan nyata kumpulan Hipotesis, informasi prosedural berubah menjadi pusat prinsip, peneliti menguraikan bahwa, sebelum melakukan pelatihan, maka penting individu atau kelompok memiliki kemampuan yang cukup, seperti apa itu komunikasi?, Bagaimana berkomunikasi yang baik?, Mengapa perlu memiliki kemampuan komunikasi, dan lainnya. Hal ini dikarenakan sebagai sumber pesan yang memproduksi pesan dengan pengetahuan-pengetahuan. Setelah itu, yang kedua mengikuti prosedur secara fakta. Fakta saat ini adalah kondisi covid 19, maka menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dengan bersih, harus dipenuhi, sebelum maupun saat pelaksanaan pelatihan kemampuan komunikasi karang taruna RW 13.
65
Setiap individu secara psikologi akan memiliki kepercayaan diri untuk mengolah atau memproduksi pesan yang akan disampaikan, dengan memiliki pengetahuan, dan melakukan sesuatu proses yang menghasilkan output representation
Pelatihan
Dessler dalam Dermawan & Aseanty (2015), menyebutkan bahwa pelatihan digunakan sebagai sarana untuk mendapatkan ilmu pengetahuan serta mengimplementasikan keterampilan. Pelatihan juga berfungsi sebagai pelatih, pembina,mendidik, dan atau bekal oleh Sumber Daya Manusia. Penting nya pelatihan , meskipun di masa pandemi, seperti yang dibahas penelitian terdahulu, (Welly Analia, 2020 : 184), bahwa pelatihan adalah cara untuk menjawab tantangan kerja di masa covid-19 yaitu dengan menambahkan ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk kebutuhan individu dalam menjaga keberlangsungan dalam suatu organisasi.
Menurut Daru, sebagai peserta pelatihan kemampuan komunikasi, dilemanya peserta dalam mengikuti pelatihan secara offline atau tatap muka di masa pandemi covid 19 ini, menjadi tantangan tersendiri.(wawancara tanggal 28 Maret 2021, Pukul 14.00).
Mahasiswa IBM Bekasi dalam tim yang terdiri dari 10 Mahasiswa tingkat akhir, mencoba mematahkan tantangan tersebut. Menurut Ainul salah satu anggota tim mahasiswa dan, sebagai informan , komunikasi asertif dilakukan dalam memproduksi pesan “bujukan” untuk para pemuda mau mengikuti pelatihan.
(wawancara tanggal 28 Maret 2021, pukul 14.30)
Peneliti melihat bahwa Mahasiswa IBM Bekasi melakukan komunikasi asertif kepada karang taruna RW 13. Hal ini juga ditegaskan oleh Sandi Kurniawan, selaku ketua karang taruna, bahwa adanya kondisi covid 19 seperti saat ini, menyulitkan pengurus untuk leluasa membuat kegiatan, namun disisi lain, untuk menghidupkan karang taruna sesuai dengan fungsinya bagi masyarakat, juga menjadi keharusan yang diperhatikan. Karang taruna, mendapatkan motivasi dari mahasiswa IBM, dengan pendekatan pengetahuan dan prosedural pelatihan yang baik, melalui diskusi pertemuan awal, kemudian komunikasi dilanjutkan secara intens melalui media whatsapp.(wawancara tanggal 28 Maret pukul 20.00)
Pernyataan ini diperkuat, oleh Tsamarah, sebagai informan dan salah satu mahasiswa IBM Bekasi, komunikasi secara berkelanjutan membuat karang taruna terbuka pikirannya untuk bersedia mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh mahasiswa IBM bekerja sama dengan pengurus RW 13, Rawalumbu. Materi yang dipilih untuk disampaikan pada tanggal 28 Maret 2021, adalah mengenai, keterampilan komunikasi, menemukan potensi diri.
66
Hal ini ditambahkan Eddy Kosasih, selaku key informan, bahwa pelatihan sangat membantu meningkatkan kepercayaan diri para anggota karang taruna RW 13, dalam memberdayakan UMKM setempat. (wawancara tanggal 28 Maret 2021, pukul 13.00).
Berdasarkan uraian, diatas dapat diartikan bahwa, Mahasiswa IBM bekasi , melaksanakan pelatihan kemampuan komunikasi kepada karang taruna RW 13 sesuai perspektif teori action assembly. Karena peserta pelatihan dengan senang hati mengikut pelatihan kemampuan komunikasi tersebut, karena merasa bahwa pelatihan tersebut memberikan dampak bagi kepercayaan diri peserta, dan menambah keterampilan dalam komunikasi, dengan tetap mentaati aturan protokol kesehatan yang dicanangkan pemerintah, untuk menghindari penyebaran covid 19.
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan dari pembahasan yang telah diuraikan diatas, peneliti menarik suatu kesimpulan yaitu:
1. Tugas karang taruna untuk bisa bergerak dan menjadi gebrakan pertama di masyarakat dalam kegiatan positif dengan pengolahan atau produksi pesan yang dilakukan Mahasiswa IBM Bekasi mampu menggerakan para anak muda karang taruna
2. Mahasiswa IBM menghubungi melalui whatsapp, untuk bertemu dan berdiskusi. Tanpa ragu karang taruna RW 13, menerima kelompok kuliah kerja nyata Mahasiswa IBM program studi komunikasi, sebanyak 10 orang
3. Dalam melakukan komunikasi dengan isi pesan mengenai kegiatan pelatihan secara tatap muka di era pandemi ini juga diperlukan pengetahuan yang cukup sehingga, hasil sesuai yang diharapkan
4. Pada kondisi faktual, fenomenologi mengenai pelatihan yang dirancang oleh mahasiswa IBM Bekasi, telah dilakukan pengolahan pesan asersi, dengan (1) Mahasiswa memaparkan kondisi yang ada apa adanya, (2) mengungkapkan maksud dan tujuan untuk saling bekerja sama dengan karang taruna memberdayakan pemuda dengan pelatihan kemampuan komunikasi. (3) menyatakan keinginan untuk waktu pelaksanaan kegiatan pelatihan yang sesuai dan memberikan manfaat pada Karang taruna, Mahasiswa IBM Bekasi, dan komunitas setempat.
5. Mahasiswa IBM Bekasi semester akhir, memiliki pengetahuan keterampilan komunikasi yang cukup untuk berbagi ilmu kepada karang taruna, dan mengikuti prosedur pelatihan sesuai protokol kesehatan saat ini.
67
6. Prosedur pengajuan kegiatan dalam masa pandemi covid 19, ditaati, semua anggota kelompok mahasiswa, agar mendapatkan output yang sesuai dengan visi-misi kegiatan
7. Setiap individu secara psikologi akan memiliki kepercayaan diri untuk mengolah atau memproduksi pesan yang akan disampaikan, dengan memiliki pengetahuan, dan melakukan sesuatu proses yang menghasilkan output representation.
8. Karang taruna, mendapatkan motivasi dari mahasiswa IBM, dengan pendekatan pengetahuan dan prosedural pelatihan yang baik, melalui diskusi pertemuan awal, kemudian komunikasi dilanjutkan secara intens melalui media whatsapp.
68
DAFTAR PUSTAKA
Bungin, M. Burhan. 2014. Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi _______________.di Masyarakat. Kencana. Jakarta
Carnegie Dale. 2018.The 5 Essential People Skills. Edisi 2. Jilid 1. Gramedia.
Jakarta
Devito, A Joseph.2011. Human Communication.Professional Books.Jakarta
Fiske, John. 2014. Pengantar Ilmu Komunikasi. Edisi 3. Raja Grafindo Persada.
Jakarta
Haris, Herdiansyah. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-ilmu Sosial. Salemba Humanika. Jakarta
Inge, Hutagalung.2015. Teori-Teori Komunikasi Dalam Pengaruh Psikologi.
Indeks.Jakarta
Littlejohn, Stephen W. Karen A. Foss. 2014.Teori Komunikasi. Edisi 9. Salemba Humanika. Jakarta
Wellie Annalia. 2020. Peran Pelatihan dalam Meningkatkan Kinerja Sumber Daya Manusia _______________.di Masa Covid 19 . Jurnal Pendidikan Akuntansi. Vol. 3 No 3,e-ISSN 2620-5866
Yin, Robert K. 2014. Studi Kasus: Desain dan Metode. RajaGrafindo Persada.
Jakarta
Wijaya Sukma Bambang, 2011. Kajian Produksi Pesan Ambient Media.Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 9, Nomor 3, September-Desember 2011 Data Karang Taruna RW 13, Kelurahan Pengasinan,Kec Rawalumbu Data Sekretariat RW 13, Kelurahan Pengasinan,Kec Rawalumbu