DINAS PETERNAKAN
KABUPATEN JOMBANG
2014-2018
DINAS PETERNAKAN KABUPATEN JOMBANG
09 JANUARI 2017
KATA PENGANTAR i
KATA PENGANTAR
Rencana Strategis (Renstra) Dinas Peternakan Kabupaten Jombang Tahun 2014-2018 merupakan pengaplikasian Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah serta Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, bahwa setiap instansi pemerintah harus memiliki rencana strategis dalam jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan dalam masa kepemimpinan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih.
Perlu diketahui bahwa penyusunan Perubahan Renstra ini sudah disesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya pada Dinas Peternakan Kabupaten Jombang yang merupakan pemisahan dari satu SKPD sebelumnya yakni Dinas Peternakan dan Perikanan, mendasarkan pada analisis berkaitan dengan kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan ke depan.
Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penyusunan Renstra ini, dan kami menyadari bahwa dalam Perubahan Renstra Dinas Peternakan ini masih terdapat berbagai kekurangan yang memerlukan masukan sebagai upaya perbaikan. Akhirnya dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang ada, kami berharap bahwa Perubahan Renstra ini dapat dipergunakan untuk mendukung langkah-langkah mewujudkan visi Kabupaten Jombang 2014-2018 yaitu “Jombang Sejahtera Untuk Semua” .. Aamiin.
| DAFTAR ISI ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... BAB I PENDAHULUAN... 1.1. Latar Belakang... 1.2. Landasan Hukum... 1.3. Maksud dan Tujuan... 1.4. Sistematika Penyusunan...
BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PETERNAKAN ...
2.1. Tugas Pokok Fungsi, dan Struktur Organisasi... 2.2. Sumberdaya... 2.3. Kinerja Pelayanan Dinas Peternakan... 2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Dinas
Peternakan...
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI...
3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas Pokok dan Fungsi Pelayanan... 3.2. Telaah Visi, Misi dan Program Bupati dan Wakil Bupati Terpilih.... 3.3. Telaah Renstra Kementerian/Lembaga... 3.4. Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan KLHS... 3.5. Penentuan Isu-Isu Strategis...
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN
KEBIJAKAN...
4.1. Visi dan Misi... 4.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah... 4.3. Strategi dan Kebijakan...
BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA,
KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF...
BAB VI INDIKATOR KINERJA OPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN
SASARAN RPJMD... BAB VII PENUTUP...
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1. Data Pegawai Menurut Pendidikan... Tabel 2.2. Data Pegawai Menurut Golongan Kepangkatan... Tabel 2.3. Data Pegawai Menurut Eselon... Tabel 2.4. Aset/Barang... Tabel 2.5. Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Peternakan Tahun 2016 ... Tabel 2.6. Realisasi Anggaran Program dan Kegiatan Dinas Peternakan
Kabupaten Jombang Tahun 2016... Tabel 2.7. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Peternakan Kabupaten
Jombang Tahun 2016... Tabel 3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi... 42 Tabel 3.2. Identifikasi Isu-Isu Strategis (Lingkungan Eksternal)... 45 Tabel 3.3. Keterkaitan Program Renstra Dinas Peternakan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun2014 – 2018…….. 50 Tabel 3.4. Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan Dinas Peternakan
Terhadap Pencapaian Visi, Misi dan Program Bupati dan Wakil Bupati Terpilih... 53 Tabel 3..
Permasalahan Pelayanan Dinas Peternakan berdasarkan
Sasaran RenstraK/L beserta Faktor Penghambat dan
Pendorong...
56
Tabel 4.1. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Dinas
Peternakan Kabupaten Jombang 2014-2018... Tabel 4.2. Sasaran, Arah Kebijakan dan Strategi Dinas Peternakan
Kabupaten Jombang 2014-2018... Tabel 5.1. Sasaran, Program dan Indikator Program Dinas Peternakan
Kabupaten Jombang 2014-2018... Tabel 5.2. Matrik Rencana Strategis Dinas Peternakan Kabupaten Jombang
2014-2018... Tabel 6.1. Indikator Kinerja Dinas Peternakan Kabupaten Jombang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD Kabupaten Jombang 2014-2018 Tabel 6.2. Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Peternakan Kabupaten
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1. Bagan Struktur Organisasi Dinas Peternakan Kabupaten Jombang………..
Gambar 2.2. Bagan Struktur Organisasi Dinas Peternakan Kabupaten Jombang………..
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Rencana Strategis merupakan dokumen perencanaan Perangkat Daerah lima tahunan yang disusun berdasarkan pemahaman terhadap lingkungan strategik baik dalam skala nasional, regional maupun lokal dengan memperhitungkan potensi, peluang dan tantangan yang ada atau timbul untuk mencapai sasaran atau tujuan pembangunan bidang Peternakan selama kurun waktu tahun 2014 sampai dengan tahun 2018 dalam bentuk kerangka regulasi dan kerangka anggaran.
Revisi Rencana Strategis Dinas Peternakan Tahun 2014-2018 pada tahun keempat ini merupakan revisi dari dokumen Renstra sebelumnya yang telah disusun, dengan mempertimbangkan beberapa faktor, diantaranya adanya revisi penyusunan RPJMD sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 15 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jombang Tahun 2014-2018, adanya perubahan kelembagaan sehingga perlu dilaksanakan perubahan atau penyesuaian indikator kinerja, sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Bupati Jombang Nomor 67 Tahun 2016 tentang Penyesuaian Ukuran Kinerja Utama Pemerintah Kabupaten Jombang Tahun 2014-2018.
Dinas Peternakan yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Peternakan menjadi unsur penunjang ketahanan ekonomi dan pangan masyarakat sehingga memerlukan suatu perencanaan yang strategis dan komprehensif guna mewujudkan keberhasilan pembangunan masyarakat Kabupaten Jombang yang sejahtera.
Sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, maka Revisi Rencana Strategis Dinas Peternakan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jombang Tahun 2014-2018, yakni dokumen perencanaan strategis pembangunan daerah dengan periode lima tahun yang berisikan penjabaran dari visi, misi, dan program Bupati Jombang.
Renstra Dinas Peternakan disusun dengan memuat visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, indikasi program dan kegiatan, serta pagu dana indikatif berikut sumber-sumber pembiayaan selama kurun waktu 5 (lima) tahun pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsi. Bersifat indikatif karena informasi keperluan sumberdaya, keluaran dan dampak yang tercantum dalam dokumen merupakan indikasi keinginan pencapaian dan masih memungkinkan untuk dilakukan penyesuaian sesuai kebutuhan.
Proses penyusunan Renstra Dinas Peternakan dilaksanakan dalam 4 tahapan, yaitu: 1) persiapan penyusunan Renstra 2) penyusunan rancangan Renstra 3) penyusunan rancangan akhir Renstra, dan 4) penetapan Renstra.
Pada tahap pertama diawali dengan membentuk Tim Penyusun Renstra, merencanakan mekanisme, penyiapan data dan informasi yang berkaitan dengan hasil dari pelaksanaan proses pembangunan sebelumnya. Pada tahap selanjutnya dilaksanakan pengolahan data dan informasi, menyusun gambaran pelayanan SKPD, review Renstra Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Kementerian Pertanian, Renstra Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, penelaahan dokumen Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW), menyusun analisis terhadap dokumen hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) sesuai dengan tugas dan fungsi Dinas Peternakan, isu-isu strategis, visi misi Bupati, tujuan, sasaran dan strategi serta kebijakan dalam proses pembangunan daerah, khususnya yang berkaitan dengan sub sektor pembangunan Peternakan. Pada tahap ini juga dilaksanakan pembahasan dan diskusi antar bidang, dilanjutkan dengan penyusunan rancangan akhir Renstra, proses verifikasi dan konsultasi, sampai dengan tahap terakhir yakni penetapan oleh Kepala Dinas Peternakan. Selanjutnya Dokumen Renstra ini menjadi dasar penyusunan Rencana Kerja (Renja) setiap tahunnya.
Dalam hal keterkaitan antara dokumen Renstra Dinas Peternakan, RPJMD Pemerintah Kabupaten Jombang, Renstra Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Renstra Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Kementerian Pertanian dan Renja Dinas Peternakan, sebagaimana pada Gambar 1 berikut
Gambar 1
Bagan diatas merupakan gambaran pola keterkaitan dokumen perencanaan daerah, diantaranya bahwa RPJPD Kabupaten Jombang Tahun 2005-2025 merupakan dokumen perencanaan jangka panjang daerah yang menjadi dasar penyusunan dokumen RPJMD. Tahapan dan skala prioritas yang ditetapkan mencerminkan urgensi permasalahan yang akan diselesaikan tanpa mengabaikan permasalahan lainnya. Oleh karena itu tekanan skala prioritas dalam setiap tahapan berbeda-beda tetapi semua harus berkesinambungan dalam rangka mewujudkan sasaran pokok pembangunan jangka panjang. Sedangkan RPJMD Kabupaten Jombang 2014-2018 merupakan penjabaran dari sasaran pembangunan jangka panjang yang selanjutnya dijabarkan dalam dokumen RKPD sebagai pedoman dalam penyusunan APBD.
Pada tataran Perangkat Daerah maka tergambar jelas keterkaitan dokumen Renstra Dinas Peternakan tahun 2014-2018 dengan berbagai dokumen perencanaan lainnya, baik tingkat daerah maupun secara nasional.
Pada akhirnya Revisi Renstra pada tahun keempat ini akan dijabarkan didalam Rencana Kerja (Renja) Dinas Peternakan setiap tahun mulai tahun 2017 sampai dengan tahun 2018. Selanjutnya Renja menjadi acuan untuk penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA).
1.2. Landasan Hukum
Landasan hukum penyusunan Revisi Rencana Strategis (Renstra) Dinas Peternakan Tahun 2014-2018 mengacu pada: 1) landasan idiil Pancasila; 2) landasan konstitusional Undang-Undang Dasar 1945; serta 3) landasan operasional sebagai berikut :
1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025;
3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2016;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah
7. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
8. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Mengengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019;
9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana diubah kedua kalinya dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011;
10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan; 11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 31 Tahun 2016 tentang Pedoman
Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2017; 12. Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2006 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan
Keuangan Daerah;
13. Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 7 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Jombang Tahun 2005-2025; 14. Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 10 Tahun 2014 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jombang Tahun 2014-2018 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 15 Tahun 2016;
15. Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Jombang;
16. Peraturan Bupati Jombang Nomor 31 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Peternakan Kabupaten Jombang;
17. Peraturan Bupati Jombang Nomor 67 Tahun 2016 tentang Penyesuaian Ukuran Kinerja Utama Pemerintah Kabupaten Jombang Tahun 2014-2018;
18. Keputusan Bupati Jombang Nomor 188.4.45/65/415.10.3.4/2017 tentang Pengesahan Perubahan Rencana Strategis Perangkat Daerah Tahun 2014-2018.
1.3. Maksud dan Tujuan
Penyusunan Revisi Rencana Strategis Dinas Peternakan Kabupaten Jombang tahun 2014-2018 dimaksudkan untuk tersedianya dokumen perencanaan penyelenggaraan urusan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat dalam bidang peternakan sebagai acuan resmi bagi seluruh jajaran Dinas Peternakan dan stakeholder terkait dalam menentukan prioritas program lima tahunan baik pelaksanaan pembangunan urusan peternakan antar wilayah, antar sektor serta antar lembaga pemerintah baik Pusat maupun Provinsi maupun dengan pihak legislatif.
Adapun tujuan disusunnya Revisi Renstra ini adalah :
1. Mewujudkan sinkronisasi pembangunan di daerah khususnya antara target
kinerja dalam RKPD dengan Renja Dinas Peternakan.
2. Menyediakan tolak ukur untuk mengukur dan melakukan evaluasi kinerja Dinas
Peternakan selama lima tahun dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang Peternakan, dalam rangka kelanjutan pembangunan jangka menengah, sehingga secara bertahap dapat mencapai tujuan dan sasaran program pembangunan peternakan secara terpadu dan terarah guna mewujudkan cita-cita masyarakat Kabupaten Jombang.
1.4. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan Revisi Renstra Dinas Peternakan Kabupaten Jombang Tahun 2014-2018, terdiri atas:
BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Mengemukakan secara ringkas pengertian tentang Renstra Perangkat Daerah, urgensi Revisi Renstra Dinas Peternakan 2014-2018, fungsi Renstra dalam penyelenggaraan pembangunan daerah, proses penyusunan Renstra, adanya keterkaitan Renstra Dinas Peternakan dengan RPJMD, Renstra Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, dan Renstra Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, dan dengan Renja Dinas Peternakan.
1.2. Landasan Hukum
Memuat dasar penyusunan Renstra baik berupa Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Daerah dan ketentuan peraturan lainnya yang mengatur tentang struktur organisasi, tugas dan fungsi,
kewenangan Dinas Peternakan, serta pedoman yang dijadikan acuan dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran.
1.3. Maksud dan Tujuan
Memuat penjelasan tentang maksud dan tujuan penyusunan Renstra 1.4. Sistematika Penulisan
Menguraikan pokok bahasan dalam penulisan Renstra serta susunan garis besar isi dokumen.
BAB II. GAMBARAN PELAYANAN DINAS PETERNAKAN
Memuat informasi tentang peran (tugas dan fungsi) Dinas Peternakan dalam penyelenggaraan urusan pemerintah daerah, mengulas secara ringkas apa saja sumber daya yang dimiliki dalam penyelenggaran tugas dan fungsinya, mengemukakan capaian-capaian penting yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan Renstra Dinas Peternakan periode sebelumnya, mengemukakan capaian program prioritas Dinas yang telah dihasilkan melalui pelaksananaan RPJMD periode sebelumnya, dan mengulas hambatan-hambatan utama yang masih dihadapi dan dinilai perlu direncanakan penyelesaiannya pada periode Renstra saat ini.
2.1. Tugas Pokok, Fungsi, dan Struktur Organisasi Dinas Peternakan
Memuat penjelasan umum tentang dasar hukum pembentukan kelembagaan perangkat daerah, struktur organisasi, serta uraian tugas dan fungsi sampai dengan satu eselon dibawah Kepala Dinas. Dalam uraian struktur organisasi diharapkan dapat secara jelas menggambarkan jumlah personil serta tata laksana dan prosedur kerja.
2.2. Sumber Daya Dinas Peternakan
Memuat penjelasan ringkas tentang seluruh sumber daya yang dimiliki Dinas Peternakan dalam menjalankan tugas dan fungsinya, mencakup sumber daya manusia, aset, dan unit pelaksana teknis dinas.
2.3. Kinerja Pelayanan Dinas Peternakan
Memuat tingkat capaian kinerja Dinas Peternakan berdasarkan sasaran/target Renstra periode sebelumnya, menurut Standar pelayanan Minimal (SPM) untuk urusan wajib, dan/atau indikator kinerja pelayanan SKPD dan/atau indikator lainnya seperti Millenium Development Goals (MDGs) atau indikator yang telah diratifikasi oleh pemerintah.
Berisi analisis terhadap Renstra Kementrian Pertanian dan Renstra Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timue, hasil telaahan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), dan hasil analisis terhadap Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) sebagai tantangan dan peluang bagi pengembangan pelayanan Dinas Peternakan pada lima tahun mendatang. Terdapat penjelasan terkait jenis-jenis pelayanan, perkiraan besaran kebutuhan pelayanan, dan arahan lokasi pengembangan pelayanan yang dibutuhkan.
BAB III. ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan
Memuat permasalahan-permasalahan pelayanan yang dihadapi beserta faktor yang mempengaruhinya.
3.2. Telaahan Visi, Misi, dan Program Bupati/Wakil Bupati Jombang
Terdapat penjelasan tentang tugas dan fungsi Dinas Peternakan yang terkait dengan visi, misi serta program Bupati dan Wakil Bupati Jombang. Selanjutnya berdasarkan identifikasi permasalahan pelayanan yang dihadapi, disusun faktor-faktor penghambat dan pendorong pelayanan yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati tersebut. Faktor-faktor inilah yang kemudian digunakan sebagai bahan perumusan isu strategis pelayanan Dinas Peternakan.
3.3. Telaahan Renstra Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Renstra Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur
Memuat faktor-faktor penghambat ataupun faktor-faktor pendorong dari pelayanan Dinas Peternakan yang mempengaruhi permasalahan pelayanan ditinjau dari sasaran jangka menengah Renstra Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Renstra Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.
3.4. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)
Telaahan rencana tata ruang wilayah ditujukan untuk mengidentifikasi implikasi rencana struktur dan pola ruang terhadap kebutuhan pelayanan Dinas Peternakan. Dibandingkan dengan struktur dan pola ruang eksisting maka Dinas Peternakan dapat mengidentifikasi arah (geografis) pengembangan pelayanan, perkiraan kebutuhan pelayanan, dan prioritas wilayah pelayanan Dinas Peternakan dalam lima tahun mendatang. Dikaitkan dengan
indikasi program pemanfaatan ruang jangka menengah dalam RTRW, diharapkan Dinas Peternakan dapat menyusun rancangan program beserta targetnya yang sesuai dengan RTRW tersebut. Sedangkan Analisis KLHS ditujukan untuk mengidentifikasi apakah ada program dan kegiatan pelayanan SKPD yang berimplikasi negative terhadap lingkungan hidup, maka program dan kegiatan tersebut perlu direvisi agar sesuai dengan rekomendasi KLHS
3.5. Penentuan Isu-isu strategis
Terdapat ulasan terhadap faktor-faktor dari pelayanan Dinas Peternakan yang mempengaruhi permasalahan pelayanan, metode penentuan isu-isu strategis dan hasil penentuan isu-isu strategis tersebut.
BAB IV. VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1. Visi dan Misi
Memuat rumusan pernyataan visi dan misi Dinas Peternakan
4.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Peternakan
Terdapat rumusan pernyataan tujuan dan sasaran jangka menengah Dinas Peternakan yang disajikan dalam tabel.
4.3. Strategi dan Kebijakan Dinas Peternakan
Memuat rumusan pernyataan strategi dan kebijakan Dinas Peternakan dalam lima tahun mendatang.
BAB V. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INIDIKATIF
Dituangkan rencana program dan kegiatan, indicator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatif yang disajikan dalam tabel.
BAB VI. INDIKATOR KINERJA DINAS PETERNAKAN YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD
Pada bab ini dikemukakan indikator kinerja Dinas Peternakan yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai Dinas Peternakan dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD yang disajikan dalam tabel.
BAB VII. PENUTUP LAMPIRAN
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN DINAS PETERNAKAN
2.1. Tugas Pokok, Fungsi, Dan Struktur Organisasi Dinas Peternakan 2.1.1. Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Peternakan
Mendasarkan pada Peraturan Bupati Jombang Nomor 36 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Pokok Dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, maka kedudukan Dinas Peternakan Kabupaten Jombang adalah sebagai unsur pelaksana urusan pemerintah yang menjadi kewenangan daerah.
Secara organisasi Dinas Peternakan Kabupaten Jombang dipimpin oleh Kepala Dinas yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.
Tugas Dinas Peternakan Kabupaten Jombang adalah membantu
Bupati melaksanakan fungsi pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah di bidang peternakan.
Fungsi Dinas Peternakan Kabupaten Jombang adalah :
1. Penyusunan dan pengkoordinasian program kerja pelaksanaan tugas peternakan;
2. Pelaksanaan pembinaan teknis dan penyuluhan dalam rangka peningkatan produksi peternakan;
3. Pelaksanaan pembinaan teknis, identifikasi masalah penyakit hewan dan pelayanan kesehatan hewan serta kesehatan masyarakat veteriner;
4. Perumusan kebijakan teknis operasional, program dan pembinaan penyebaran dan pengembangan usaha peternakan;
5. Pelaksanaan identifikasi masalah, penyiapan dan penataan redistribusi peternakan;
6. Pelaksanaan bimbingan teknis, pembinaan usaha dan pemberian rekomendasi izin usaha peternakan;
7. Penyusunan pusat informasi agribisnis, penyebaran informasi pasar dan promosi hasil peternakan;
8. Perumusan kebijakan pengembangbiakan dan penyebaran ternak, fasilitasi produksi bibit, dan peningkatan mutu genetik ternak serta pelestarian plasma nutfah;
9. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
2.1.2. Struktur Organisasi Dinas Peternakan
Dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, ditindaklanjuti dengan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Jombang, maka terdapat perubahan mendasar pada kelembagaan Perangkat Daerah, termasuk semula Dinas Peternakan dan Perikanan, masing-masing menjadi Dinas yang mandiri yakni Dinas Peternakan dan Dinas Perikanan.
Struktur Organisasi Dinas Peternakan dengan mendasarkan
Peraturan Bupati Jombang Nomor 36 tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, sebagai berikut :
1. Kepala Dinas.
2. Sekretariat, membawahi:
a. Sub Bagian Umum, Kepegawaian, Keuangan dan Aset; b. Sub Bagian Penyusunan program, Pelaporan dan Evaluasi. 3. Bidang Budidaya, membawahi:
a. Seksi Perbibitan dan Sarana Prasarana; b. Seksi Pakan dan Penyebaran Ternak. 4. Bidang Kesehatan Hewan, membawahi:
b. Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan. 5. Bidang Agribisnis
a. Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan; b. Seksi Bina Usaha, Kelembagaan dan Penyuluhan. 6. UPTD
7. Kelompok Jabatan Fungsional
Gambar 2.
BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DINAS PETERNAKAN KABUPATEN JOMBANG
KEPALA DINAS
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
Sub Bagian Umum, Kepegawaian, Keuangan
dan Aset
SEKRETARIAT
Seksi Perbibitan dan Sarana Prasarana BIDANG BUDIDAYA
Seksi Penyebaran Ternak dan Pengawasan Mutu
Pakan
Seksi Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Hewan BIDANG KESEHATAN HEWAN Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan
Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil
Peternakan BIDANG AGRIBISNIS
Seksi Bina Usaha, Kelembagaan dan Penyuluhan Sub Bagian Penyusunan
Program dan Evaluasi
UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS
Sedangkan uraian tugas pokok dan funsgi Jabatan di Dinas Peternakan Kabupaten Jombang dapat dijabarkan sebagai berikut :
1. Sekretariat
(1) Sekretariat mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Dinas Peternakan dalam merencanakan, melaksanakan, mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan administrasi umum, kepegawaian, keuangan, aset, penyusunan program dan evaluasi.
(2) Fungsi Sekretariat :
a. Pengelolaan dan pelayanan administrasi umum; b. Pengelolaan administrasi kepegawaian;
c. Pengelolaan administrasi keuangan; d. Pengelolaan administrasi perlengkapan; e. Pengelolan urusan rumah tangga;
f. Pelaksanaan koordinasi penyusunan program, anggaran dan per undang-undangan;
g. Pelaksanaan koordinasi penyelenggaraan tugas-tugas bidang; h. Pengelolaan kearsipan dinas;
j. Pelaksanaan koordinasi pembinaan dan penyelenggaraan peternakan; k. Pelaksanaan ketertiban aset dan barang pemerintah;
l. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.
1.1. Sub Bagian Umum Kepegawaian, Keuangan dan Aset mempunyai tugas :
a. Mempunyai program kerja pelaksanaan tugas umu dan kepegawaian : b. Melaksanakan urusan surat-menyurat, pengetikan, penggandaan,
pendistribusian dan tata kearsipan;
c. Memelihara peralatan, perlengkapan, keamanan dan kebersihan kantor serta melaksanakan kegiatan keprotokolan dan menyiapkan administrasi perjalanan dinas
d. Menyiapkan, menyusun dan melaksanakan tata usaha kepegawaian yang meliputi : pengembangan, peningkatan karir pegawai, kesejahteraan dan pemberhentian pegawai di lingkungan Dinas Peternakan
e. Menyusun program kerja pelaksanaan tugas keuangan;
f. Menghimpun data dan menyusun rencana anggaran, serta melaksanakan tata usaha keuangan
g. Menyusun laporan pertanggung jawaban pengelolaan keuangan dan meneliti serta mengkoreksi kebenaran dokumen keuangan
h. Memelihara dan mengamankan dokumen administrasi keuangan i. Menghimpun data aset dan melaksanakan ketatausahaan barang j. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris.
1.2. Sub Bagian Penyusunan Program, Pelaporan dan Evaluasi mempunyai tugas :
a. Melaksanakan penyusunan perencanaan program dan kegiatan peternakan
b. Mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menyajikan data statistik peternakan
c. Menyiapkan bahan untuk analisis dan evaluasi penyusunan laporan pelaksanaan program dan perencanaan;
d. Menghimpun dan menproses kedudukan hukum program dan kegiatan; e. Menyusun laporan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan
peternakan;
f. Melaksanakan analisis dan evaluasi pelaksanaan program kerja dinas g. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris;
(1) Bidang Budidaya mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan dan mengkoordinasi urusan perbibitan, pakan dan teknologi peternakan serta penyebaran dan pengembangan kawasan peternakan;
(2) Fungsi Bidang Budidaya :
a. Penyusunan dan pengkoordinasian program kerja pelaksanaan tugas budidaya dan pengembangan ternak;
b. Pelaksanaan pembinaan dalam usaha peningkatan produksi ternak terutama dalam peningkatan mutu bibit;
c. Pelaksanaan pembinaan dan pengembangan dalam rangka peningkatan mutu makanan ternak;
d. Pelaksanaan pembiakan dan pengembangan dalam rangka peningkatan pengelolaan budidaya ternak;
e. Pelaksanaan perencanaan, penngadaan, penyebaran dan bimbingan pengembangan peternakan dan teknologi peternakan;
f. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Peternakan.
2.1. Seksi Perbibitan dan Sarana Prasarana mempunyai tugas :
a. Menyusun program kerja pelaksanaan tugas perbibitan dan penerapan teknologi peternakan tepat guna;
b. Mengumpulkan data produksi bibit /benih ternak;
c. Melaksanakan fasilitas penerapan standarisasi dan sertifikasi mutu bibit/benh ternak;
d. Mengatur sistem perbibitan (breeding sistem)
e. Melaksanakan fasilitasi produksi bibit/ benih dan peningkatan mutu genetik ternak
f. Melaksanakan pengawasan mutu bibit ternak, mutu benih dan peredaran bibit dan benih
g. Melaksanakan analisis potensi wilayah pengembangan sumber bibit/benih h. Melaksanakan bimbingan teknis kegiatan perbibitan ternak
i. Melaksanakan bimbingan penerapan teknologi peternakan, melaksanakan kajian, pengenalan dan pengembangan teknologi tepat guna peternakan;
j. Melaksanakan uji lapangan dan rekayasa pengembangan teknologi terapan peternakan
k. Menyiapkan bahan pembinaan dan pengawasan penerapan standar dukungan rekayasa teknologi
l. Memfasilitasi penyediaan sarana produksi peternakan
m. Melaksanakan evaluasi dan pelaporan kegiatan perbibitan dan teknologi peternakan tepat guna
n. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Budidaya.
2.2. Seksi Pakan dan Penyebaran Ternak
Mempunyai tugas:
a. Menyusun program kerja pelaksanaan tugas pakan, penyebaran dan pengembangan kawasan peternakan;
b. Merencanakan dan melaksanakan penyebaran dan pengembangan kawasan peternakan;
c. Menyiapkan bahan penyebaran dan pengembangan kawasan peternakan;
d. Melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan penyebaran dan pengembangan kawasan peternakan;
e. Melaksanakan fasilitasi kegiatan pengembangan kawasan peternakan; f. Melaksanakan fasilitasi perumusan pola pengembangan;
g. Melaksanakan bimbingan teknis kegiatan budidaya peternakan; h. melaksanakan pembinaan mutu pakan;
i. Melaksanakan pemantauan / pengawasan dan menyiapkan evaluasi produksi, pengadaan, peredaran dan penggunaan pakan ternak dari produsen sampai konsumen;
j. Melaksanakan kajian dan pengujian kualitas bahan dan pakan;
k. Menginventarisir dan mengkompulir data potensi bahan pakan / pakan; l. Melaksanakan fasilitasi penerapan standarisasi dan penerbitan ijin edar
produk bahan / pakan ternak;
m. Melaksanakan pelaporan kegiatan pakan, penyebaran dan pengembangan kawasan;
n. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Budidaya.
3. Bidang Kesehatan Hewan
(1) Bidang Kesehatan Hewan mempunyai tugas melaksanakan urusan pengamatan dan penyidikan penyakit hewan, pencegahan dan pemberantasan penyakit hewan serta kesehatan masyarakat veteriner. (2) Fungsi Bidang Kesehatan Hewan :
a. Penyusunan dan koordinasi program kerja pelaksanaan tugas kesehatan hewan;
b. Pelaksanaan fasilitasi pengamatan penyakit hewan dan pelayanan medik veteriner;
c. Pelaksanaan pengamatan dan penyidikan serta pemetaan epidemiologi penyakit hewan;
e. Pelaksanaan pencegahan, pemberantasan dan pengendalian penyakit hewan;
f. Pelaksanaan bimbingan teknis penerapan norma dan standar pelayanan kesehatan hewan;
g. Pelaksanaan pengawasan dan pengujian kesehatan hewan, bahan asal hewan dan hasil bahan asal hewan;
h. Pelaksanaan, pengawasan dan pembinaan peredaran dan penggunaan obat hewan, vaksin dan sera;
i. Pelaksanaan bimbingan teknis dan pengawasan rumah potong hewan, tempat- tempat pemotongan hewan serta prosedur dan tata cara pemotongan ternak;
j. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Kepala Dinas;
3.1. Seksi Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Hewan
Mempunyai tugas:
a. Menyusun program kerja pelaksanaan tugas pengamatan penyakit hewan dan Pelayanan Medik Veteriner;
b. Melaksanakan pengamatan, penyidikan dan pemetaan penyakit hewan; c. Melaksanakan perizinan dan pengawasan pelayanan medik veteriner; d. Melaksanakan pemeriksaan dan pengujian terhadap pembuatan dan
pemakaian ransum makanan ternak yang menggunakan bahan baku obat hewan sebagai campurannya;
e. Menetapkan standar teknis satuan pelayanan kesehatan hewan terpadu; f. Melaksanakan tindak pencegahan dan pemberantasan penyakit hewan
menular;
g. Melaksanakan pengawasan dan pengendalian penyakit hewan menular; h. Melaksanakan pengendalian dan penanggulangan wabah penyakit
hewan menular;
i. Melaksanakan pelaporan kejadian penyakit hewan;
j. Melaksanakan tugas lain yang diberikan kepada bidang kesehatan hewan.
3.2. Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan
Mempunyai tugas:
a. Menyusun program kerja pelaksanaan tugas kesehatan masyarakat veteriner;
b. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan bahan asal hewan dan hasil bahan asal hewan;
c. Melaksanakan pengendalian dan pengawasan terhadap kejadian penyakit zoonosis;
d. Melaksanakan pemeriksaan dan pengawasan obat hewan tingkat depo, toko dan kios obat hewan;
e. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap sanitasi peternakan, tempat pembuatan produk asal hewan dan produk non pangan asal hewan;
f. Melaksanakan pengawasan, peredaran dan pengujian obat hewan vaksin dan obat biologis;
g. Melaksanakan pengawasan peredaran dan sertifikasi bahan asal hewan dan hasil bahan asal hewan;
h. Melaksanakan pengawasan terhadap peredaran produk hewan yang mengandung residu terhadap semua produk hewan yang beredar yang akan dikonsumsi masyarakat;
i. Melaksanakan tugas lain yang diberikan kepada bidang kesehatan hewan.
4. Bidang Agribisnis
(1) Bidang Agribisnis mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Dinas Peternakan dalam merencanakan, melaksanakan dan mengkoordinasi urusan kelembagaan, SDM dan penyuluhan, urusan bina usaha dan rekomendasi perizinan peternakan serta bina usaha pengolahan dan pemasaran hasil peternakan.
(2) Fungsi Bidang Agribisnis :
a. Penyusunan program kerja pelaksanaan tugas agribisnis;
b. Pelaksanaan identifikasi dan potensi serta perencanaan pengembangan permodalan, kelembagaan usaha dan jasa serta sistim agribisnis;
c. Pelaksanaan pembinaan manajemen agribisnis dan kerjasama dengan instansi dan lembaga perbankan;
d. Pelaksanaan pembinaan pengolahan data usaha peternakan, promosi pengolahan dan pemasaran hasil usaha peternakan dan jasa agribisnis untuk pengembangan informasi pasar;
e. Pemanfaatan teknologi informasi dan peningkatan aksebilitas terhadap perkembangan pasar agribisnis untuk pemantapan pengelolaan data agribisnis dan untuk statistik usaha peternakan;
f. Pelaksanaan koordinasi, analisa penyajian data statistik usaha peternakan serta perijinan bidang usaha dan jasa peternakan;
g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Peternakan.
4.1. Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan
a. Menyusun program kerja pelaksanaan tugas bina usaha pengolahan dan pemasaran hasil peternakan;
b. Melaksanakan pengelolaan dan kerja sama usaha pengolahan hasil peternakan;
c. Melaksanakan analisis rekayasa teknologi pertanian untuk usaha pengolahan hasil peternakan;
d. Melakukan inventarisasi, identifikasi dan aplikasi tehadap rekayasa, teknologi peternakan untuk usaha pengolahan hasil peternakan;
e. Melakukan bimbingan dan pelatihan teknis terhadap pengusaha hasil peternakan;
f. Melaksanakan pengembangan pusat informasi agribisnis, penyebaran informasi pasar dan promosi hasil-hasil peternakan;
g. Memfasilitasi pemanfaatan teknologi informasi dan peningkatan aksesibilitas terhadap perkembangan pasar agribisnis untuk pemantapan pengolaan data agribisnis;
h. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan pengelolaan data dan agribisnis;
i. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Agribsinis.
4.2. Seksi Bina Usaha, Kelembagaan dan Penyuluhan
Mempunyai Tugas:
a. Menyusun program kerja seksi bina usaha, kelembagaan dan penyuluhan; b. Menyusun pelatihan teknis dan pertemuan-pertemuan dalam rangka
peningkatan sumber daya manusia peternakan serta menyusun program penyuluhan tingkat daerah, Balai Penyuluh Peternakan (BPP) dan rencana kerja penyuluh;
c. Melaksanakan peningkatan kompetensi penyuluh peternakan dan penilaian angka kredit penyuluh serta menyusun pedoman penyelenggaraan penyuluhan, sistem penyuluhan dan pengadaan, penyebaran informasi penyuluhan peternakan;
d. Melaksanakan bimbingan dan penerapan teknologi anjuran spesifik lokasi serta supervisi, monitoring dan evaluasi terhadap penyelenggaraan penyuluhan serta hasil sistem kerja laku penyuluh;
e. Menyiapkan bahan kebijakan teknis dan standarisasi pembinaan dan bimbingan pemberdayaan kelembagaan, penataan dan pengembangan kelembagaan peternakan;
f. Menyiapkan bahan bimbingan dan pelatihan teknis sumber daya manusia dalam rangka peningkatan kapasitas kelembagaan;
h. Melaksanakan analisa dan permodalan usaha peternakan pengawasan perizinan dan pemberian rekomendasi izin usaha peternakan;
i. Melaksanakan monitoring dan pengawasan sistem kemitraan usaha peternakan yang berkesinambungan;
j. Menyusun pedoman teknis Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) rekayasa teknologi peternakan; k. Melaksanakan Melaksanakan identifikasi potensi, perencanaan dan
pengembangan permodalan serta investasi, sosialisasi, dan fasilitasi kredit program
l. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Agribisnis.
4. UPTD Rumah potong Hewan ( RPH)
(1) Mendasarkan pada Peraturan Bupati Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kabupaten Jombang maka Dinas Peternakan Kabupaten Jombang mempunyai UPTD Rumah Potong Hewan. (2) UPTD Rumah Potong Hewan mempunyai tugas pokok melaksanakan
sebagian tugas Dinas Peternakan di bidang pemotongan hewan. (3) Fungsi UPTD Rumah Potong Hewan mempunyai fungsi :
a. Penyusunan rencana program, kegiatan dalam rangka pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pemotongan hewan;
b. Pelaksanaan kegiatan bimbingan jagal hewan;
c. Pelayanan penyuluhan pemotongan hewan oleh masyarakat; d. Pelaksanaan larangan pemotongan ternak betina produktif;
e. Pelaksanaan informasi teknis baku pemotongan hewan yang sehat; f. Pemberian pelayanan jasa pemotongan hewan; dan
g. Pelaksanaan dan mengelola tugas ketatausahaan UPTD Rumah Potong Hewan; dan
h. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Peternakan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
2.2. Sumberdaya Dinas Peternakan
2.2.1. Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia merupakan unsur dinamisator yang terpenting dalam suatu organisasi. Sebagai upaya dalam menunjang pembangunan bidang Peternakan maka diperlukan sumber daya manusia yang mencukupi secara kuantitas maupun kualitas. Berikut personil pejabat struktural Dinas Peternakan Dan Perikanan Kabupaten Jombang:
Tabel 1.
Pegawai Jabatan Struktural Eselon II dan III
No. Nama/NIP Jabatan Eselon
1. Ir. Jufri, M.Si
19621127 199203 1 006
Kepala Eselon IIa
2. Sri Surjati, SS.M.Si 19700113 199703 2 003
Sekretaris Eselon IIIa
3. M. Nurdin Purwoko, SPt 19791024 200501 1 007 Kabid Budidaya Eselon IIIb 4. Totok Taryuono, SP 19590610 198202 1003
Kabid Agribisnis Eselon IIIb
5. drh. Wihdatul Aisyah 19750218 200501 2 009 Kabid Kesehatan Hewan Eselon IIIb Tabel 2.
Pegawai Kelompok Jabatan Fungsional Khusus
No. Nama/NIP Jabatan Keterangan
1 Hardi Subroto,SP, M.MA 19580404 198003 1 021 Koordinator Penyuluh Peternakan Fungsional Tabel 3.
Pegawai Jabatan Struktural Eselon IV
No. Nama NIP Jabatan
1. Drs. Bambang W 196411 199203 1 004 Kasubbag
Umum,Kepegawaian, Keuangan dan Aset 2. Susi Ermawati, SP 19680417 199103 2 005 Kasubbag Penyusunan
Program, Pelaporan dan Evaluasi
3. Ir. Tatik Setiawati, M.Si
19670105 199703 2 003 Kasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan 4. Sri Indrawati,S.Sos,
M.M
19620608 198509 2 001 Kasi Bina Usaha Kelembagaan dan Penyuluhan
5. Sunjoto,SP 19591115 198411 1 002 Kasi Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Hewan 6. Ir. Joko Rahsetiadi 19590918 199103 1 002 Kasi Kesehatan Masya
rakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan Sedangkan gambaran komposisi seluruh pegawai pada Dinas Peternakan bila ditinjau dari tingkat Golongan, Jabatan dan Pendidikan adalah sebagai berikut :
Tabel 5.
Komposisi Menurut Golongan/Kepangkatan
No. Golongan Jumlah Pegawai
1. Golongan IV 9 orang 2. Golongan III 38 orang 3. Golongan II 20 orang 4. Golongan I 0 orang
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa tingkat golongan dari personil Dinas Peternakan Kabupaten Jombang yang terbanyak pada golongan III, sebanyak 60% dari seluruh pegawai. Komposisi pegawai tentunya akan lebih komprehensif bila dapat dilihat dari kompilasi jabatan sebagaimana tabel berikut :
Tabel 6
Komposisi Menurut Jabatan
No. Jabatan Jumlah Pegawai
1. Eselon II 1 orang
2. Eselon III 3 orang
3. Eselon IV 6 orang
4. Fungsional Khusus* 16 orang 5. Fungsional Umum 41 orang
Jumlah 67 orang
*) fungsional khusus terdiri atas Petugas Penyuluh Lapangan (PPL)
Komposisi sumber daya aparatur Dinas Peternakan bila dilihat dari tingkat pendidikan adalah sebagai berikut :
Tabel 7
Komposisi Menurut Pendidikan
No. Pendidikan Jumlah Pegawai
1. Magister 5 Orang 2. Sarjana 31 Orang 3. Diploma (D3) 2 Orang 4. Diploma (D4) 1 Orang 5. SLTA 24 Orang 6. SLTP - Orang 7. SD 1 Orang Jumlah 64 Orang
Berdasarkan tabel diatas tingkat pendidikan dapat menggambarkan bahwa tingkat pendidikan dari personil Dinas Peternakan Kabupaten Jombang yang terbanyak berpendidikan Sarjana (S1), yang rata-rata memegang jabatan struktural eselon IV. Jabatan struktural eselon IV pada
suatu instansi merupakan supervisor atau baris pelaksana dari suatu kegiatan. Oleh sebab itu dibutuhkan adanya tingkat pemahaman terhadap suatu perintah atau bentuk pendelegasian dan juga penguasaan teknis, baik pada tingkat konsep maupun aplikasi di lapangan.
Sedangkan bila dilihat dari komposisi personil Dinas Peternakan Kabupaten Jombang berdasarkan pendidikan non formal sebagai berikut :
Tabel 8
Komposisi Menurut Pendidikan Non Formal
No. Jabatan Jenis Diklat Struktural / Kepemimpinan Fungsional Teknis 1. Struktural 10 - - 2. Fungsional Khusus 16 - 15 3. Fungsional Umum - - -
Berkaitan dengan Tata Kerja, mendasarkan pada Peraturan Bupati Jombang Nomor 36 tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, maka masing-masing aparatur wajib :
(1)
Dalam melaksanakan tugas setiap pemangku jabatan struktural dan fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi, simplifikasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar Perangkat Daerah serta dengan instansi lain di luar Pemerintah Daerah sesuai dengan tugas dan rentang koordinasi Asisten Sekretaris Daerah masing-masing.(2)
Setiap pemangku jabatan struktural wajib mengawasi bawahan masing-masing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.(3)
Setiap pemangku jabatan struktural bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahan masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya.(4)
Setiap pemangku jabatan struktural wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan langsung masing-masing dan menyiapkan laporan berkala tepat pada waktunya.(5)
Setiap laporan yang diterima oleh pemangku jabatan struktural dari bawahannya wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untukpenyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan.
(6)
Dalam menyampaikan laporan masing-masing kepada atasan langsung, tembusan laporan wajib disampaikan kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.(7)
Dalam melaksanakan tugas setiap pemangku jabatan struktural dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan masing-masing, wajib mengadakan rapat berkala.2.2.2. Sumberdaya Aset
Sesuai Buku Inventaris maka barang milik daerah yang tercatat di Dinas Peternakan adalah sebagai berikut :
No. Nama / Jenis Barang Keadaan Barang (B/KB/RB)
JUMLAH
Keterangan Barang Harga
1 4 12 13 14 15
1 Tanah Bang.Ged.Perdagangan Lain Baik 1 1.395.000.000,00 tanah RPH 2 Tanah Bang.Ged.Perdagangan Lain Baik 1 20.000.000,00 tanah RPH 3 Tanah Bang.Ged.Perdagangan Lain Baik 1 214.250.000,00 tanah RPH 4 Tanah Bang.Ged.Perdagangan Lain Baik 1 3.890.900.000,00 Surat Pernyataan 5 Tanah Bang. Kantor Pemerintah Baik 1 624.750.000,00 Kantor Dinas 6 Tanah Peternakan Baik 1 1.672.000.000,00 BPP Ngrimbi 7 Tanah Peternakan Baik 1 193.350.000,00 tanah rph
8 Tanah Peternakan Baik 1 330.000.000,00 Chicken Development 9 Transportable Generating Baik 1 12.300.000,00 RPH JOMBANG 10 Transportable Generating Baik 2 9.200.000,00
11 Pompa Air Baik 1 4.900.000,00 RPH Mojoagung 12 Pompa Air Baik 1 4.150.000,00
13 Pompa Air Baik 1 2.000.000,00 PENGADAAN POMPA 14 Pompa Air Baik 1 1.460.000,00
15 Station Wagon Baik 1 239.750.000,00 BAST dari Bupati ( 16 Station Wagon Baik 1 165.210.000,00 BAST dari Bupati ( 17 Sepeda Motor Baik 1 7.000.000,00
18 Sepeda Motor Baik 1 7.000.000,00 19 Sepeda Motor Baik 1 8.000.000,00 20 Sepeda Motor Baik 1 8.000.000,00 21 Sepeda Motor Baik 1 8.000.000,00 22 Sepeda Motor Baik 1 8.000.000,00 23 Sepeda Motor Baik 1 8.000.000,00 24 Sepeda Motor Baik 1 8.000.000,00 25 Sepeda Motor Baik 1 8.000.000,00 26 Sepeda Motor Baik 1 8.000.000,00 27 Sepeda Motor Baik 1 8.000.000,00 28 Sepeda Motor Baik 1 9.262.000,00 29 Sepeda Motor Baik 1 12.171.000,00 30 Sepeda Motor Baik 1 12.171.000,00 31 Sepeda Motor Baik 1 11.664.000,00 32 Sepeda Motor Baik 1 11.664.000,00 33 Sepeda Motor Baik 1 14.207.500,00 34 Sepeda Motor Baik 1 17.900.000,00 35 Sepeda Motor Baik 1 16.266.000,00 36 Sepeda Motor Baik 1 15.618.000,00 37 Gerobak Dorong Baik 2 17.800.000,00 38 Lain-Lain Baik 2 10.800.000,00 39 Alat Timbangan Lainnya Baik 1 29.500.000,00 40 Alat Timbangan Lainnya Baik 1 20.500.000,00 41 Bajak Kayu Baik 1 1.590.000,00 42 Container Baik 1 25.000.000,00 43 Container Baik 1 10.000.000,00 44 Container Baik 1 64.300.000,00 45 Termos A.I. Baik 21 1.890.000,00 46 Mesin Penetas Telur Baik 1 4.400.000,00 47 Mesin Penetas Telur Baik 1 900.000,00 48 Alat Peternakan Lainnya Baik 25 23.750.000,00 49 Alat Peternakan Lainnya Baik 2 8.000.000,00 50 Alat Peternakan Lainnya Baik 2 3.500.000,00
51 Alat Peternakan Lainnya Baik 13 189.150.000,00 52 Alat Peternakan Lainnya Baik 2 3.920.000,00 53 Alat Peternakan Lainnya Baik 1 650.000,00 54 Alat Peternakan Lainnya Baik 1 363.746.900,00 55 Rak-Rak Penyimpanan Baik 1 900.000,00 56 Alat laboratorium lainya Baik 1 19.100.000,00 57 Mesin Tik Man (11-13) Baik 9 4.500.000,00 58 Mesin Tik Elecktronik Baik 1 2.500.000,00 59 Mesin Hitung Elecktronik Baik 2 200.000,00 60 Mesin Hitung Lainnya Baik 2 195.000,00 61 Almari Besi/Metal Baik 5 6.000.000,00 62 Almari Besi/Metal Baik 1 3.500.000,00 63 Rak Besi / Metal Baik 10 3.500.000,00 64 Rak Kayu Baik 11 7.000.000,00 65 Filling Besi/Metal Baik 17 13.600.000,00 66 Filling Besi/Metal Baik 2 2.700.000,00 67 Filling Besi/Metal Baik 2 2.400.000,00 68 Filling Besi/Metal Baik 1 1.200.000,00 69 Filling Besi/Metal Baik 1 1.200.000,00 70 Filling Besi/Metal Baik 2 3.100.000,00 71 Brandkas Baik 3 11.250.000,00 72 Lemari Kaca Baik 1 1.000.000,00 73 Papan Visual Baik 1 4.950.000,00 74 Papan Visual Baik 1 4.970.000,00 75 Papan Visual Baik 1 4.800.000,00 76 Papan Nama Instansi Baik 1 4.800.000,00 77 White Board Baik 1 1.500.000,00 78 White Board Baik 1 500.000,00 79 White Board Baik 1 550.000,00 80 Lemari Kayu Baik 9 9.000.000,00 81 Lemari Kayu Baik 3 4.110.000,00 82 Lemari Kayu Baik 2 3.500.000,00 83 Lemari Kayu Baik 1 3.450.000,00 84 Lemari Kayu Baik 3 7.500.000,00 85 Lemari Kayu Baik 1 4.500.000,00 86 Lemari Kayu Baik 1 4.500.000,00 87 Lemari Kayu Baik 2 7.500.000,00 88 Lemari Kayu Baik 2 2.850.000,00 89 Lemari Kayu Baik 2 7.200.000,00 90 Kursi Kayu / Rotan Baik 12 11.050.000,00
91 Zice Baik 3 4.500.000,00
92 Zice Baik 1 1.900.000,00
93 Meja Rapat Baik 6 3.000.000,00 94 Meja Rapat Baik 6 11.860.200,00 95 Meja Tulis Baik 62 17.600.000,00 96 Meja Tulis Baik 1 975.000,00 97 Meja Tulis Baik 5 4.875.000,00 98 Meja Tulis Baik 7 7.805.000,00 99 Meja Periksa Pasien Baik 1 950.000,00 100 Kursi Rapat Baik 109 26.705.000,00 101 Kursi Rapat Baik 1 980.000,00 102 Kursi Rapat Baik 1 7.200.000,00 103 Kursi Rapat Baik 50 10.000.000,00 104 Kursi Tamu Baik 1 7.900.000,00 105 Kursi Putar Baik 1 70.000,00 106 Kursi Putar Baik 2 1.150.000,00 107 Kursi Putar Baik 7 5.600.000,00 108 Kursi Biasa Baik 30 7.350.000,00 109 Kursi Biasa Baik 8 1.800.000,00 110 Lemari Pakaian Baik 5 8.625.000,00 111 Korden Baik 2 21.072.000,00 112 Korden Baik 1 240.000,00 113 Korden Baik 1 15.120.000,00 114 Korden Baik 95 13.875.000,00 115 Rel Korden Baik 19 2.590.000,00 116 Jam Elecktronik Kurang Baik 2 50.000,00 117 M.Potong Rumput Baik 1 2.700.000,00 118 M.Potong Rumput Baik 1 8.500.000,00 119 Lemari Es Baik 1 1.650.000,00 120 Lemari Es Baik 1 1.500.000,00 121 Lemari Es Baik 1 2.530.000,00 122 Lemari Es Baik 1 3.250.000,00 123 Ac Unit Baik 1 4.000.000,00 124 Ac Unit Baik 1 3.200.000,00 125 Ac Unit Baik 2 17.650.000,00 126 Ac. Split Baik 2 7.700.000,00 127 Ac. Split Baik 1 2.500.000,00 128 Ac. Split Baik 4 12.918.200,00 129 Ac. Split Baik 2 7.900.000,00 130 Ac. Split Baik 1 7.000.000,00 131 Kipas Angin Kurang Baik 1 150.000,00
132 Kipas Angin Baik 1 150.000,00 133 Kipas Angin Baik 1 150.000,00 134 Kipas Angin Baik 2 800.000,00 135 Kipas Angin Baik 2 1.700.000,00 136 Kompor Gas Baik 2 400.000,00 137 Tabung Gas Baik 2 250.000,00 138 Tabung Gas Baik 1 1.300.000,00 139 Tabung Gas Baik 1 750.000,00 140 Alat Dapur Lainnya Baik 1 1.000.000,00 141 Alat Dapur Lainnya Baik 5 3.000.000,00 142 Alat Dapur Lainnya Baik 5 3.000.000,00 143 Alat Dapur Lainnya Baik 15 1.200.000,00 144 Televisi Baik 1 1.600.000,00 145 Televisi Baik 1 2.450.000,00 146 Televisi Baik 1 5.675.000,00 147 Televisi Baik 1 6.000.000,00 148 Sound System Baik 1 9.115.000,00 149 Ware Less Kurang Baik 1 3.000.000,00 150 Ware Less Baik 1 10.000.000,00 151 Unit Power Supply Baik 1 1.850.000,00 152 Unit Power Supply Baik 2 3.000.000,00 153 Camera Film Baik 1 4.860.000,00 154 Timbangan Barang Baik 1 50.000,00 155 Lambang Garuda Pancasila Baik 1 50.000,00 156 G.Presiden/Wk.Presiden Baik 2 10.000,00 157 Dispencer Baik 1 500.000,00 158 Dispencer Baik 4 1.690.000,00 159 Dispencer Baik 4 1.690.000,00 160 Dispencer Baik 1 3.370.000,00 161 Gucci Baik 4 400.000,00
162 Handy Cam Baik 1 4.700.000,00 163 Local Area Network (Lan) Baik 1 12.989.500,00 164 P.C. Unit Baik 2 26.000.000,00 165 P.C. Unit Baik 1 13.650.000,00 166 P.C. Unit Baik 2 10.854.600,00 167 P.C. Unit Baik 1 6.450.000,00 168 P.C. Unit Baik 1 4.900.000,00 169 P.C. Unit Baik 1 5.909.400,00 170 P.C. Unit Baik 1 4.975.000,00 171 P.C. Unit Baik 1 13.800.000,00 172 P.C. Unit Baik 1 4.975.000,00 173 Lap Top Baik 1 9.900.000,00 174 Lap Top Baik 3 22.500.000,00 175 Note Book Kurang Baik 1 15.960.000,00 176 Note Book Baik 2 20.925.000,00 177 Note Book Baik 1 7.000.000,00 178 Note Book Baik 1 14.600.000,00 179 Note Book Baik 1 15.000.000,00 180 Note Book Baik 1 16.885.000,00 181 Note Book Baik 1 8.800.000,00 182 Note Book Baik 2 15.840.000,00 183 Note Book Baik 2 23.700.000,00 184 Note Book Baik 2 29.550.000,00 185 Note Book Baik 4 48.490.625,00 186 Note Book Baik 1 16.766.250,00 187 Printer Baik 2 1.950.000,00 188 Printer Baik 1 975.000,00 189 Printer Baik 2 1.950.000,00 190 Printer Baik 4 3.900.000,00 191 Monitor Baik 1 997.000,00 192 Monitor Baik 2 4.800.000,00 193 Printer Kurang Baik 1 2.110.000,00 194 Printer Baik 3 2.912.700,00 195 Printer Baik 3 2.250.000,00 196 Printer Baik 1 2.000.000,00 197 Printer Baik 1 6.000.000,00 198 Printer Baik 1 1.750.000,00 199 Printer Baik 4 3.582.800,00 200 Printer Baik 1 855.700,00 201 Printer Baik 1 815.000,00 202 Printer Baik 4 4.675.000,00 203 Printer Baik 1 8.360.000,00 204 Printer Baik 2 1.500.000,00 205 Printer Baik 1 2.430.000,00 206 Printer Baik 1 5.917.500,00 207 Printer Baik 3 7.960.000,00 208 Printer Baik 1 2.057.975,00 209 Printer Baik 3 3.900.000,00 210 Scanner Baik 1 949.100,00 211 Peralatan Personal Komp. Lainnya Baik 4 500.000,00 212 Server Baik 5 49.225.000,00
213 Server Baik 1 34.650.000,00 214 Server Baik 1 7.370.000,00 215 Modem Baik 1 2.500.000,00 216 Peralatan Jaringan Lainnya Baik 1 750.000,00 217 Meja Kerja Pejabat Eselon Ii Baik 1 2.728.500,00 218 Meja Kerja Pejabat Eselon Iii Baik 1 2.500.000,00 219 Meja Kerja Pejabat Eselon Iii Baik 1 7.350.000,00 220 Meja Kerja Pejabat Eselon Iv Baik 1 1.500.000,00 221 Kursi Kerja Pejabat Eselon Iii Baik 1 1.250.000,00 222 Kursi Kerja Pejabat Eselon Iv Baik 1 750.000,00 223 Lemari Arsip untuk Arsip Dinamis Baik 1 1.600.000,00 224 Camera+Attachment Baik 2 2.807.850,00 225 Camera+Attachment Baik 1 2.800.000,00 226 Camera+Attachment Baik 1 10.418.000,00 227 Camera+Attachment Baik 1 2.990.000,00 228 Camera+Attachment Baik 1 9.350.000,00 229 Proyektor+Attachment Baik 1 24.860.000,00 230 Proyektor+Attachment Baik 1 19.000.000,00 231 Proyektor+Attachment Baik 1 12.825.000,00 232 Proyektor+Attachment Baik 1 6.096.000,00 233 Camera Electric Baik 2 4.000.000,00 234 Sound System Baik 1 4.950.000,00 235 Facsimile Baik 1 3.600.000,00 236 Facsimile Baik 1 3.943.500,00 237 Alat Komunikasi Telp Lainnya Baik 10 146.500.000,00 238 Stestocope Baik 2 2.250.000,00 239 Alat Kedokteran Bedah Lainnya Baik 1 2.000.000,00 240 Alat Periksa Hewan Baik 1 2.500.000,00 241 Alat Periksa Hewan Baik 1 28.250.000,00 242 Alat Periksa Hewan Baik 1 2.100.000,00 243 Alat Periksa Hewan Baik 5 37.462.500,00 244 Alat Periksa Hewan Baik 2 164.227.500,00 245 Alat Periksa Hewan Baik 5 26.250.000,00 246 Alat Periksa Hewan Baik 5 2.625.000,00 247 Alat Periksa Hewan Baik 1 7.000.000,00 248 Alat Periksa Hewan Baik 2 4.700.000,00 249 Alat Periksa Hewan Baik 3 28.350.000,00 250 Alat Periksa Hewan Baik 8 2.400.000,00 251 Alat Periksa Hewan Baik 8 584.000,00 252 Alat Periksa Hewan Baik 1 85.850.000,00 253 Alat Periksa Hewan Baik 1 8.000.000,00 254 Alat Lab. Logam, Mesin Listrik A Baik 1 4.175.000,00 255 Alat Lab. Kedokteran Baik 1 7.600.000,00 256 Alat Lab. Imonulogi Baik 2 1.500.000,00 257 Alat Lab. Imonulogi Baik 1 3.500.000,00 258 Personal Computer Baik 4 27.983.200,00 259 Alat Lab. Pertanian B Baik 5 1.000.000,00 260 Alat Laboratorium Lainnya Baik 1 5.500.000,00 261 Alat Laboratorium Lainnya Baik 1 600.500,00 262 Alat Laboratorium Lainnya Baik 1 705.500,00 263 Alat Laboratorium Lainnya Baik 1 745.600,00 264 Alat Laboratorium Lainnya Baik 1 800.000,00 265 Alat Laboratorium Lainnya Baik 1 1.400.000,00 266 Alat Laboratorium Lainnya Baik 1 475.000,00 267 Alat Laboratorium Lainnya Baik 1 350.000,00 268 Meja Kerja Baik 8 18.600.000,00 269 Katrol Baik 1 5.200.000,00 270 Katrol Baik 2 21.800.000,00 271 Kolintang Baik 1 2.500.000,00 272 Gedung Kantor Permanen Baik 1 41.400.000,00 RPH Ploso 273 Gedung Kantor Permanen Baik 1 24.480.333,34 GEdung Kantor RPH 274 Gedung Kantor Permanen Baik 1 415.840,00 RPH Ngoro 275 Gedung Kantor Permanen Baik 1 1.101.597.500,00 gedung utama 276 Gedung Kantor Permanen Baik 1 38.640.000,00 Gedung Kantor BPP 277 Gedung Kantor Permanen Baik 1 50.126.500,00 Gedung Kantor CDC 278 Gedung Kantor Permanen Baik 1 71.775.000,00 Puskeswan Ploso 279 Gedung Kantor Permanen Baik 1 230.351.200,00 Gedung Perkantoran 280 Bangunan Gedung Kantor Lainnya Baik 1 25.862.500,00 Tandon Air CDC Keras 281 Bangunan Gedung Kantor Lainnya Baik 1 22.190.000,00 Pembuatan Tandon 282 Pagar Baik 1 1.394.985.415,00
283 Gudang Terbuka Permanen Baik 1 43.578.833,34 Gudang RPH 284 Pos Kesehatan Hewan Baik 1 49.857.408,00 Puskeswan Ngoro 285 Ged.Pos Jaga Permanen Baik 1 76.717.056,00 Gedung Pos RPH 286 Gedung Lain-Lain Baik 1 831.680,00 Sanggar Kel Keras, 287 Ged.Pemotongan Hwn Perm Baik 1 664.248.333,33 Gedung RPH Jombang 288 Ged.Pemotongan Hwn Perm Baik 1 44.160.000,00 RPH Peterongan 289 Ged.Pemotongan Hwn Perm Baik 1 60.568.000,00
290 Ged.Pemotongan Hwn Perm Baik 1 573.965.121,95 Gedung Pemotongan 291 Ged.Pemotongan Hwn Perm Baik 1 882.040.000,00 Perencanaan RPH 292 Ged.Pemotongan Hwn Perm Baik 1 24.500.000,00 Perencanaan RPH 293 Bangunan Gedung Bangunan Baik 1 274.493.000,00 Pembangunan IPAL 294 Bangunan Gedung Bangunan Baik 1 271.368.000,00 Pembangunan IPAL
295 Kdg.Ternak Permanen Baik 1 254.100.000,00 Kandang CDC Keras, 296 Bangunan Kandang Hewan/ Ternak Baik 1 297.611.544,72 Kandang Isolasi dan 297 Bangunan Kandang Hewan/ Ternak Baik 1 115.513.700,00 Pembangunan 298 Bangunan Gedung Tempat Kerja Baik 1 156.630.000,00
299 Rtt Gol.I Perm.Kelas Ia Baik 1 24.344.173,33 Rumah Dinas RPH 300 Rtt Gol.I Perm.Kelas Ia Baik 1 23.148.000,00 Rumah Dinas BPP 301 Rtt Gol.I Perm.Kelas Ia Baik 1 50.126.500,00 Rumah Dinas CDC 302 Rtt.Gol.I Perm.Kelas Iii Baik 1 4.068.000,00 Rumah Dinas 303 Bangunan Pelengkap Air Kotor Baik 1 15.110.800,00 Sanitasi CDC Keras, 304 Jaringan Air Kolam Baik 1 4.972.500,00
305 Penampungan Airhujan(Pah) Baik 1 2.000.000,00 306 Instalasi Air Bersih/ Air Baku
Lainnya Baik 1 1.945.000,00 307 Jaringan Pembawa Kap.Kcl Baik 1 1.600.000,00 308 Jrn.Induk.Distr.Kap.Kecil Baik 2 6.910.500,00 309 Jrn.Samb.Kerumah Kap.Sdng Baik 1 3.750.000,00 310 Jaringan Distribusi Lainnya Baik 1 1.024.000,00
2.3. Kinerja Pelayanan Dinas Peternakan
Kinerja pelayanan Dinas Peternakan Kabupaten Jombang yang didasarkan pada target Renstra tahun 2014-2018, untuk mencapai target tersebut dialokasikan anggaran yang ditetapkan dalam dokumen pelaksanaan anggaran SKPD sebagaimana tabel berikut:
Tabel 10
Capaian Berdasarkan Indikator Sasaran RENSTRA Dinas Peternakan 2014-2018
09 10 11 12 13 09 10 11 12 13 09 10 11 12 13
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20)
Indikator IKK
Jumlah Produksi ikan (ton) 100% 8765 8767,5 8770 8772,5 8775 9060 9159 15747 15747 103,37% 104,47% 179,56% 179,50% Jumlah ekspor hasil perikanan ….. 1820/ton/th - -
-Jumlah rata-rata konsumsi ikan 100%
Indikator SPM
Ketersediaan Protein (gram) 90% 50 51 53 #DIV/0! #DIV/0! 0,00% 0,00%
Indikator RPJMD
45,73 45,2 45,3 45,47 45,6 45,73 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
7661205 7701514 7742476 7784114 7826458 8127426 8420726 8146504 8404307 106,09% 109,34% 105,22% 107,97% 27238 27610 27951 28297 28651 30451 28242 18190,69 30330 111,80% 102,29% 65,08% 107,18% Jumlah produksi susu (liter) 4219 4468 4731 5009 5305 5104,46 5988 5591,61 5105 120,99% 134,02% 118,19% 101,92% Jumlah populasi hewan ternak
(ekor)
Jumlah produksi daging dan telur (ton)
Pemenuhan kecukupan protein hewani sebesar 45,73 g/kap/hari NO
Target Indikator
Lainnya
Target Renstra SKPD Tahun Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke-Indikator Kinerja sesuai Tugas
dan Fungsi SKPD
Target SPM
Target IKK
No.
Uraian Kewenangan
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5 Anggaran Realisasi
1 Program Peningkatan Kesejahteraan Petani
5.055.284.667,00
2 Program pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak
119.018.250
291.353.500
103.753.000
2.351.671.000
374.758.000,00
115.214.950
274.367.750
101.151.800
654.846.055
97%
94%
97%
28%
541%
207%
3 Program peningkatan produksi hasil peternakan
443.925.400
642.875.100
6.287.948.700
6.075.323.000
3.860.246.767,00
423.184.775
622.554.550
5.708.346.305
5.224.999.810
95%
97%
91%
86%
221%
285%
4 Program peningkatan pemasaran hasil produksi hasil peternakan
162.669.000
25.354.500
9.000.000
225.000.000
0,00 152.164.000
25.140.500
7.314.250
203.363.400
94%
99%
81%
90%
538%
842%
5 Program peningkatan penerapan teknologi peternakan
239.049.500
363.758.300
263.795.050
880.400.000
462.179.900,00
234.940.000
259.663.750
205.316.250
727.840.500
98%
71%
78%
83%
53%
81%
6 Program Pemberdayaan Penyuluh Peternakan/Perikanan Lapangan
79.437.500
27.360.000
39.060.000
60.660.000
69.100.000,00
79.412.500
27.360.000
29.300.000
59.710.000
100% 100%
75%
98%
12%
15%
7 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
409.816.250
415.590.650
399.323.650
533.580.000
554.125.000
392.311.391
400.581.964
348.103.615
480.426.071
96%
96%
87%
90%
9%
9%
8 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
177.962.500
218.770.000
177.165.000
777.388.000
709.002.110,00
170.220.400
215.372.000
165.285.500
652.191.900
96%
98%
93%
84%
83%
99%
9 Program peningkatan disiplin aparatur
21.375.000
20.125.000
20.125.000
24.600.000
25.350.000
20.947.500
20.125.000
20.092.800
20.295.000
98% 100% 100%
83%
5%
-1%
10 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan
6.910.000
4.555.000
3.650.000
5.000.000
5.000.000
6.899.750
4.532.000
3.618.500
4.931.700
100%
99%
99%
99%
-4%
-6%
11 Program pengembangan budidaya perikanan
308.381.500
1.014.484.700
1.922.196.500
1.251.436.000
2.529.147.356
296.173.200
945.191.649
1.624.348.100
1.046.369.150
96%
93%
85%
84%
96%
85%
12 Program Optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan
9.492.500
98.000.000
88.700.000
9.430.700
85.425.000
99%
87%
231%
269%
13 PProgram Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya
1.382.451.840
1.013.207.300
73%
-25%
0%
Anggaran pada Tahun ke-
Realisasi Anggaran pada Tahun ke-
Rasio antara Realisasi dan Anggaran Tahun
ke-
Rata-rata Pertumbuhan
Tabel 11