• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI."

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB II

LANDASAN TEORI

.

2.1 Konsep Dasar Sistem

Menurut Jerry dalam Puspitawati (2011:1) “Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu”.

2.1.1 Pengertian Sistem

Menurut Davis (2012:5) mendefenisikan bahwa “sistem sebagai seperangkat unsur-unsur yang terdiri dari manusia, alat, konsep dan prosedur yang dihimpun menjadi satu untuk maksud dan tujuan bersama.”

Menurut Leod (2013:4) sistem adalah “Sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan, sistem di definisikan berbeda-beda menurut beberapa ahli, tetapi secara umum definisi ini memiliki kesamaan dimana suatu sistem terdiri dari beberapa bagian yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama.”

Menurut Mustakini (2013:4) terdapat dua kelompok pendekatan sistem di dalam mendefenisikan sistem, yaitu pendekatan pada prosedur dan pendekatan pada komponen-komponen, serta elemen-elemen.

(2)

A. Karakteristik Sistem

Menurut Zakiyudin (2012:6) menyatakan bahwa “suatu sistem memiliki karakter atau sifat-sifat tertentu yang mencirikan sebagai suatu sistem”. Adapun yang termasuk kedalam karakteristik sistem adalah sebagai berikut:

1. Komponen-komponen Sistem (Components System)

Komponen sitem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem.

Dimana setiap sistem memiliki sifat-sifat dari sistem dan menjalankan fungsi tertentu dari sistem. Subsistem yang menjalankan fungsi tersebut dapat mempengaruhi prose sistem secara keseluruhan.

2. Batasan Sistem (Boundary System)

Batasan sistem merupakan daerah yang di batasi antara suatu sistem dengan sistem lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.

3. Lingkungan Luar Sistem (Environment System)

Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun yang berada diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat berupa sesuatu yang menguntungkan dan dapat juga merugikan sistem tersebut.

4. Penghubung Sistem (Interface System)

Penghubung atau jalinan system merupakan media penghubung antara satu subsistem lainya.

5. Masukan Sistem (Input System)

Masukan merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa perawatan (maintenance input) dan masukkan signal (signal input).

(3)

6. Keluaran Sistem (Output Sistem)

Keluaran adalah hasil dari energi yang telah diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.

7. Pengolahan Sistem (System Process)

Suatu system harus memiliki suatu perangkat yang bertugas mengolah ini yang akan mengubah masukan menjadi keluaraan.

8. Sasaran dan Tujuan Sistem (Object and Goal System)

Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Jika suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.

2.1.2.Klarifikasi Sistem

Menurut Sutabri (2012:15) menyimpulkan bahwa “Sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lain karna sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi didalam sistem tersebut”. Oleh karna itu sistem dapat dikasifikasikan dari bebrapa sudut pandangan, seperti contoh sistem yang bersifat abstrak, sistem alamiah, sistem yang bersifat deterministic, dan sistem yang bersifat terbuka dan tertutup.

1. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik (Abstrac System dan Phisical System)

Sistem Abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik, sedangkan Sistem Fisik merupakan sistem yang ada secara fisik.

2. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia (Natural Systen dan Human Made System) Sistem Alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia, sedangkan Sistem Buatan Manusia merupakan sistem

(4)

yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin, atau yang disebut dengan

“human machine system”.

3. Sistem Deterministik dan Sistem Probabilistik

Sistem yang beroprasi pada tingkah laku yang dapat diprediksi disebut sistem deterministic sedangkan sistem yang bersifat probabilistik adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi dengan manusia.

4. Sistem Terbuka dan Sistem Tertutup (Closed Syestem dan Open system)

Sistem Terbuka adalah sistem yang berhubungan dan dipengaruhi oleh lingkungan luarnya, sedangkan sistem Tertutup adalah sistem yang tidak terpengaruh oleh lingkungan luarnya.

2.1.3 Pengertian Informasi

Menurut Fadden dalam Zakiyudin (2012:10) mengemukakan bahwa

“informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut”.

Sedangkan menurut Shannon dan Weaver dalam Zakiyudin (2012:10)

“informasi adalah jumlah ketidak pastian yang dikurangi ketika sebuah pesan diterima. Artinya, dengan adanya informasi tingkat kepastian menjadi meningkat ”.

Menurut Davis dalam Zakiyudin (2012:10) “data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang”.

Informasi merupakan salah satu sumber daya yang sangat diperlukan dalam suatu organisasi. Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.

(5)

2.1.4 Pengertian Sistem Informasi

Menurut Azhar Susanto dalam Puspitawati (2011:14) “sistem informasi merupakan komponen-komponen dari subsistem yang saling berhubungan dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan yaitu mengolah data menjadi informasi”.

Menurut Robert A. Leitch dan Davis dalam Puspitawati (2011:14) “Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung kegiatan operasi sehari-hari, bersifat manajerial dan kegiatan suatu organisasi dan menyediakan pihak-pihak tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan”.

Menurut Zakiyudin (2012:13) suatu sistem yang ada di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi yang bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan pihak luar tertentu dengan laporan yang diperlukan.

2.1.5. Pengertian Perancangan Sistem

Menurut Verzello (2013:227) tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem : pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan untuk rancang bangun implementasi: “menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk.”

Menurut John burch dan Gary Grudnitski (2013: 227) Disain sistem dapat didefinisikan sebagai penggambaran, perrencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.

(6)

2.1.6. Pengertian Sistem penjualan

Menurut Raymond (2008:202) mengemukakan “penjualan adalah kenaikan aktiva yang berasal dari penjualan barang dagangan atau produksi selama periode tertentu yang merupakan kegiatan rutin perusahaan”.

2.1.7 MYSQL

Menurut Simarmata (2010:29) MySQL adalah suatu Database populer dengan pengembangan web developers. Kecepatan dan ukuran yang kecil membuatnya ideal untuk website. Ditambah lagi dengan fakta bahwa MySQL adalah open source yang artinya gratis.

Pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa mysql adalah sebuah program pembuat database yang bersifat open source. Suatu database populer dengan pengembangan web developers. Kecepatan dan ukuran yang kecil membuatnya ideal untuk website. Ditambah lagi dengan fakta bahwa MySQL adalah open source yang artinya gratis. Databaseini bisa berupa daftar belanja sederhana sampai informasi yang sangat besar dari suatu perusahaan internasional. Untuk menambahkan, mengakses dan memproses data disimpan di komputer. Kecepatan dan ukuran yang kecil membuatnya ideal untuk website. Ditambah lagi dengan fakta bahwa MySQL adalah open source.

2.1.8. Metode Pengembangan Perangkat Lunak

Menurut Sukamto dalam Puspitawati (2011:28) metode yang digunakan pada pengembangan perangkat lunak ini menggunkan model waterfall (sequential liniar) atau alur hidup klasik (classic life cycle).

(7)

Model air terjun menyediakaan pendekataan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisis, desain, pengujian.

1. Analisa kebutuhan perangkat lunak

Pada proses ini pengumpulan data kebutuhan perangkat lunak dan lebih mengutamakan mengenai proses pembuataan data-data pembeli dan laporan penjualan dengan terprogram.

2. Desain

Proses yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur, perangkat lunak, respresentatif antar muka dan proses pengkodean.

3. Implementasi dan Pengujian Unit

Pada tahap ini, pengujian fokus pada perangkat lunak untuk direalisasikan sebagai serangkaian program atau unit program. Kemudian pengujian unit memastikan bahwa semua bagian sudah di uji.

2.2 Peralatan Pendukung (Tool System)

Peralatan pendukung (Tools System) merupakan alat yang dapat digunakan untuk menggambarkan bentuk logika dari suatu sistem. Adapun Tools System yang digunakan penulis untuk merancang model sistem adalah:

2.2.1 Diagram Alir Data (DAD) atau Data Flow Diagram (DFD)

Menurut Leod (2008:214) menyatakan “Diagram Alir Data (DAD) atau Data Flow Diagram (DFD) adalah diagram yang menggunakan notasi-notasi (simbol- simbol) yang digunakan untuk menggambarkan arus data dari data sistem dan untuk membantu di dalam komunikasi dengan pemakai sistem secara logika”.

(8)

Menurut Andri Kristanto dalam Sutabri (2012:46), menjelaskan “Data Flow Diagram adalah suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan dari mana assal data dan kemana tujuan data yang keluar dari system, di mana data tersimpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut dan interaksi antara data tersimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebut”.

A. Simbol-simbol DAD (Diagram Alir Data)

Menurut sumber dari Gane dan Sarson dalam Fauzi (2013:120) ada 4 simbol yang digunakan, simbol-simbol yang digunakan pada Diagram Alir Data adalah sebagai berikut:

Sumber Gane dan Sarson (2013:120) 1. Lingkaran Luar (External Entity)

Adalah simbol yang berbentuk segi empat panjang yang digunakan untuk menggambarkan asal atau tujuan data. External Entity ini dapat berupa orang atau organisasi atau sistem lainnya yang memberikan input atau output dari sistem.

(9)

Sumber Gane dan Sarson (2013:120) 2. Proses (Process)

Adalah simbol yang berbentuk segi empat yang digunakan untuk memproses pengolahan data atau transportasi data yang dilakukan oleh orang, mesin, atau computer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses.

Sumber Gane dan Sarson (2013:120) 3. Alir Data (Data Flow)

Digambarkan dengan anak panah yang digunakan untuk arah dari proses sistem. Data flow ini digunakan untuk menerangkan perpindahan data atau informasi dari suatu bagian ke bagian lainnya. Data flow ini mengalir diantara proses (process), simpanan data ( data store ) dan kesatuan luar ( external entity ). Selain menunjukkan arah alir data, data flow ini perlu diberikan nama sesuai dengan data atau informasi yang dimaksud.

(10)

Sumber Gane dan Sarson (2013:120) 4. Simpanan Data (Data Store)

Adalah simbol yang berbentuk persegi panjang tidak sempurna, yang digunakan untuk pengarsipan atau penyimpanan data. Data Store ini biasanya berkaitan dengan penyimpanan serta komputerisasi, contohnya pita magnetic, file disket, dan file harddisk. Data Store ini juga berkaitan dengan penyimpanan folder.

B. Tahapan Pembuatan DAD (Diagram Alir Data)

Urutan pembuatan Diagram Alir Data menurut sumber dari Sutabri adalah sebagai berikut:

1. Diagram Konteks (diagram level 0 )

Diagram ini dibuat untuk menggambarkan sumber serta tujuan data yang akan diproses atau dengan kata lain diagram tersebut untuk menggambarkan sistem secara umum atau global dari keseluruhan sistem yang ada.

2. Diagram Zero (diagram level 1)

Diagram ini dibuat untuk menggambarkan tahapan proses lebih terperinci dari diagram kontek.

3. Diagram Detail

Diagram ini dibuat untuk menggambarkan arus data secara lebih mendetail lagi dari tahapan proses yang ada di dalam diagram nol.

(11)

C. Aturan Main DAD (Diagram Alir Data)

Bentuk rambu-rambu atau aturan main yang baku dan berlaku dalam penggunaan data flow diagram untuk membuat model system menurut sumber dari Kendall (2006:263) adalah sebagai berikut:

a. Didalam data flow diagram tidak boleh menghubungkan antara external entity dengan external entity lainnya secara langsung.

b. Didalam data flow diagram tidak boleh menghubungkan data store yang satu dengan data store yang lainnya secara langsung.

c. Didalam data flow diagram tidak boleh atau tidak diperkenankan menghubungkan data store dengan external entity secara langsung.

d. Setiap proses harus ada data flow yang masuk dan ada juga data flow yang keluar.

2.2.2 Kamus Data

Menurut Kendall (2008:333) mendefinisikan “kamus data adalah suatu aplikasi khusus dari jenis kamus-kamus yang digunakan sebagai referensi kehidupan setiap hari”. Kamus data merupakan hasil referensi data mengenai data (maksudnya, metodata), suatu data yang di susun oleh penganalisis sistem untuk membingbing mereka selama melakukan analisis dan desain, sebagai suatu dokumen, kamus data mengumpulkan dan mengkoordinasi istilah-istilah data tertentu, dan menjelaskan apa arti setiap istilah yang ada.

Isi kamus data harus mencerminkan keterangan yang jelas tentang data yang dicatat. Maka data harus memuat hal-hal sebagai berikut :

(12)

a. Nama Arus Data

Karena kamus data dibuat berdasarkan arus data yang mengalir di DAD, makanama dari arus data juga harus di catat di kamus data, sehingga mereka yang membaca DAD dan memerlukan penjelasan lebih lanjut tentang suatu arus data tertentu di DAD dapat langsung mencarinya dengan mudah di kamus data.

b. Alias

Alias atau nama lain dari data dapat dituliskan bila nama lain ini ada. Alias perlu di tulis karena data yang sama mempunyai nama yang berbeda untuk orang atau departemen satu dengan yang lain.

c. Bentuk Data

Bentuk dari data ini perlu dicatat di kamus data, karena dapat digunakan untuk mengelompokan kamus data ke dalam kegunaannya sewaktu perancangan sistem, kamus data yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk dokumen dasr atau formulir akan digunakan untuk merancang bentuk input sistem.

d. Arus Data

Arus data menunjukan diri dari mana data mengalir dan kemana data akan menuju.

Keterangan arus data ini perlu dicatat dikamus data supaya memudahkan mencari arus data di dalam data flow diagram (DFD).

e. Penjelasan

Penjelasan dapat diisi dengan keterangan-keterangan tentang arus data tersebut.

Sebagai misalnya nama dari arus data adalah tembusan dari faktur penjualan untuk meminta dari gudang.

(13)

f. Periode

Periode ini menunjukan kapan terjadinya arus data ini. Periode perlu dicatat di kamus data karena dapat digunkan untuk mengidentifikasikan kapan input data harus dimasukan kesistem, kapan proses dari program harus dilakukan dan kapan laporan-laporan harus dihasilkan.

g. Volume

Volume yang perlu dicatat di kamus data adalah tentang volume rata-rata dan volume puncak dari arus data.

h. Struktur Data

Struktur data menunjukan arus data yang dicatat di kamus data terdiri dari item- item atau elemen-elemen data apa saja.

A. Notasi Struktur data

Yang digunakan untuk membuat spesifikasi elemen data. Notasi yang umum digunakan antara lain:

Tabel 2.1 Notasi Sruktur Data

Notasi Keterangan

= Terdiri dari + And (dan)

( ) Pilihan (boleh ada atau tidak) { } Iterasi atau pengulangan

[ ] Pilih salah satu pilihn

1 Pemisal pilihan didalam tanda[]

* Keterangan/catatan

@ Petunjuk (Key Field)

(14)

B. Notasi Tipe data

Tabel 2.2 Notasi Tipe Data

Notasi Keterangan

X Setiap karakter 9 Angka numeric A Karakter alphabet

Z Angka nol ditampilkan sebagai spasi kosong . Titik, sebagai pemisah pecahan

, Koma, sebagai pemisah ribuan

- Tanda penghubung (contoh: 021-6625825) / Tanda pembagi (contoh: 31/01/2012)

2.2.3 Key

Menurut Sutabri (2012:139) menyatakan bahwa ada beberapa macam kunci (key fungtion) yang digunakan untuk proses pencarian menyaring dan lainya, yaitu sebagai berikut:

a. Superkey

Superkey merupakan satu atau lebih atribut (kumpulan atiribut) dari suatu table yang digunakan untuk mengidentifikasi entity/record dari table tersebut secara unik (tidak semua atribut jadi superkey).

(15)

b. Candidate Key

Candidate Key tidak boleh berisi atribut dari tabel yang lain sehingga candidate key sudah pasti superkey namun belum tentu sebaliknya.

c. Primary Key

Salah satu atribut candidate key dapat dipilih menjadi primary key dengan tiga kriteria, yaitu: key tersebut lebih natural untuk digunakan sebagai acuan, lebih sederhana, terjamin keunikannya.

d. Alternate Key

Setiap atribut candidate key yang tidak terpilih menjadi primary key, maka atribut-atribut tersebut dinamakan alternate key.

2.2.4 ERD (Entity Relationship Diagram)

Sukamto dan M. Shalahuddin (2014:289), “Entitiy Relationship Diagram (ERD) adalah pemodelan awal basis data yang akan dikembangkan berdasarkan teori himpunan dalam bidang matematika untuk pemodelan basis data relasional”.

Sukamto dan Shalahuddin (2014:50), ERD memiliki beberapa aliran notasi seperti notasi Chen (dikembangkan oleh Peter Chen). Barker (dikembangkan oleh Richard Barker, Ian Palmer, Harry Ellis), notasi Crow’s Foot, dan beberapa notasi lain. Namun yang banyak digunakan adalah notasi dari Chen.

(16)

Nama_entitas

Berikut adalah simbol-simbol yang digunakan pada ERD dengan notasi Chen:

1. Entitas atau Entity

Merupakan data inti yang akan disimpan, bakal tabel pada basis data, benda yang memiliki data dan harus disimpan datanya gara dapat diakses oleh aplikasi komputer, penanaman entitas biasanya lebih ke kata benda dan belum merupkan nama tabel.

Sumber : Sukamto (2014:50)

Gambar II.1 Entitas 2. Atribut

Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas.

Sumber : Sukamto (2014:50)

Gambar II.2 Atribut 3. Atribut Kunci Primer

Field atau kolom data yang butuh di simpan dalam entitas dan digunakan sebagai kunci akses record yang diinginkan, biasanya berupa id, kunci primer dapat lebih dari satu kolom, asalkan kombinasi dari beberapakolom tersebut dapat bersifat unik (berbeda tanpa ada yang sama).

Nama_atribut

(17)

Sumber : Sukamto (2014:50)

Gambar II.3 Atribut Kunci Primer 4. Relasi

Relasi yang menghubungkan antar entitas, biasanya diawali dengan kata kerja.

Sumber : Sukamto (2014:50)

Gambar II.4 Relasi 5. Asosiasi atau Association

Penghubung antara relasi dan entitas dimana di kedua ujungnya memiliki multiplicity kemungkinan jumlah pemakaian kemungkinan jumlah maksimum keterhubungan antara entitas satu dengan entitas yang lain disebut dengan kardinalitas. Misalkan ada kardinalitas 1 ke N atau sering disebut dengan one to many manghubungkan entitas A dan entitas B.

N

Sumber : Sukamto (2014:50)

Gambar II.5 Asosiasi atau Association

Nama_kunci_primare e

Nama_relasi

(18)

Kemungkinan jumlah maksimun keterhubungan antara entitas satu dengan entitas lain disebut dengan kardinalitas. Misalkan ada kardinalitas 1 ke N atau sering disebut dengan one to many menghubungkan entitas A dan entitas B naka ERD biasanya memilikihubungan binary (satu relasi menghubungkan dua entitas).

Beberapa metode perancangan ERD menoleransi hubungan relasi ternary (satu relasi menghubungkan tiga buah relasi) atau N-ary (satu relasi menghubungkan banyak entitas), tapi banyak metode perancangan ERD yang tidak mengijinkan hubungan ternary atau N-ary.

A. Kardinalitas/Derajat Relasi

Kardinalitas Relasi yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misalnya A dan B) dapat berupa :

1. Satu ke satu

Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B, dan begitu juga sebaliknya.

2. Satu ke banyak

Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas A.

3. Banyak ke satu

Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak

(19)

sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B.

4. Banyak kebanyak

Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, dan demikian juga sebaliknya.

Berikut adalah contoh penggambaran relasi antar himpunan entitas lengkap dengan kardinalitas relasi dan atribut-atributnya:

1. Relasi satu-ke-satu (one-to-one)

Contoh, adanya relasi antara himpunan entitas Dosen dengan himpunan entitas Jurusan. Himpunan relasinya diberinama “mengepalai”. Pada relasi ini, setiap Dosen paling banyak mengepalai satu jurusan (walaupun memang tidak semua Dosen yang menjadi ketua Jurusan). Dan setiap Jurusan pasti dikepalai oleh paling banyak satu orang Dosen. Maka penggambarannya adalah :

Gambar II.6

Relasi satu-ke-satu (one-to-one)

2. Relasi satu-ke-banyak (one-to-many)

Contoh, adanya relasi antara himpunan entitas Dosen dengan himpunan entitas Kuliah. Himpunan relasinya diberinama “mengajar”. Para relasi ini, setiap Dosen dapat mengajar lebih dari satu mata Kuliah, sedang setiap Dosen dapat mengajar

(20)

lebih dari satu mata Kuliah, sedang setiap mata Kuliah diajar hanya oleh paling banyak satuorang Dosen. Maka penggambarannya adalah :

Gambar II.7

Relasi satu-ke-banyak (one-to-many)

3. Relasi banyak-ke-banyak (many-to-many)

Contoh, adanya relasi antara himpunan entitas Mahasiswa dengan himpunan entitas Kuliah. Himpunan relasinya diberinama “mempelajari”. Pada relasi ini, setiap Mahasiswa dapat mempelajari lebih dari satu mata Kuliah, demikian juga sebaliknya, setiap matakuliah dapat dipelajari oleh lebih dari satu orang mahasiswa.

Maka penggambarannya adalah :

Gambar II.8

Relasi banyak-ke-banyak (many-to-many)

(21)

2.2.5. LRS ( Logical Record Structure )

Menurut Suwarna (2008:23) “Logical Record Structure” adalah “reseprentasi dari struktur record pada tabel-tabel yang terbentuk dari hasil antara himpunan entitas”. Menetukan kardinalitas, jumlah tabel dan foregin key (FK).

Menurut Kroenke (2006:76) mengemukakan bahwa “Logical Record Structure” adalah representasi dari struktur record-record pada tabel-tabel yang berbentuk dari hasil relasi antar himpunan entitas. Dibentuk dengan nomor dan tipe record digambarkan oleh kotak empat persegi panjang dan dengan nama yang unik.

Perbedaan LRS dan ERD adalah nama dan tipe record berada diluar filed tipe record di tempatkan. LRS terdiri dari link-link diantara tipe record. Link ini menunjukkan arah dari satu tipe record lainya. Banyak link dari LRS yang diberi tanda filed –filed yang kelihatan pada kedua link tipe record. Penggambaran LRS dimulai dengan menggunakan model yang dimengerti.

Dua metode yang digunkan, dimulai dengan hubungan kedua model yang dapat dikonversikan ke LRS. Metode lain yang dimulai dengan ERD dan langsung dikonversikan ke LRS. Beda dengan diagram E-R nama tipe record berada diluar kotak filed tipe record ditempatkan. Logical Record Strukture terdiri dari link-link diantara tipe record. Link ini menunjukan arah dari sartu tipe record lainya. Banyak link dari LRS yang diberi tanda filed –filed yang kelihatan pada kedua link tipe record. Penggambaran LRS dimulai denagn menggunkan model yang dimengerti.

Dua metode yang dapat digunkan, dimulai dengan hubungan kedua model yang dapt dikonversikan ke LRS. Metode yang lain dimulai dengan ER-diagram dan langsung dikonversikan ke LRS.

(22)

2.2.6 HIPO (Hieracy plus input-proces-output)

Menurut Jogiyanto (2010:787) mendefinisikan HIPO (Hieracy plus input- proces-output) merupakan metodologi yang dikembangkan dan didukung oleh IBM, yang baik diantara personal pelaku sistem permasalahan tersebut dapat diatasi.

2.2.7 Pengkodean

Menurut Mustakini (2010:384) mendefinisikan “kode digunakan untuk tujuan mengklarifikasikan data, masukan data kedalam computer dan untuk mengambil bermacam-macam informasi yang berhubungan dengannya”. Kode dapat dibentuk dari kumpulan angka, huruf, dan karakter-karakter khusus (misalnya

%, /, -, $, #, &, : ). Angka merupakan symbol yang banyak digunkan pada system kode. Akan tetapi kode yang berbentuk angka lebih dari enam digit akan sangat sulit untuk diingat. Kode numeric (numeric code) menggunakan 10 macam kombinasi angka di dalam kode. Kode alphabetic (alphabetic code) menggunakan 26 kombinasi huruf untuk kodenya. Kode alphanumeric (alphanumeric code) merupakan kode yang menggunkan gabungan angka, huruf dan karakter-karakter khusus.

1. Manfaat pengkodean

a. Mempercepat atau mempersingkat proses penulisan baik dari elemen data proses penyajian.

b. Menghemat media penyimpanan data seperti harddisk, dan lain-lain.

c. Untuk mempermudah dan mempercepat proses pemasukan, pencarian serta pengelolaan data guna memperoleh informasi yang akurat.

(23)

2. Syarat-syarat yang harus diperhatikan dalam pembuatan kode a. Harus mudah diingat

b. Harus fleksibel, jika ada perubahan tidak akan merubah semuanya c. Harus efesien (singkat), karena kode yang pendek akan mudah diingat d. Harus unik (beda), berarti tidak ada kode yang kembar

e. Harus standarisasi, karena kode yang tidak standar akan mengakibatkan kebingungan, salah pengertian dan cenderung terjadi kesalahan pemakai bagi yang menggunkan kode tersebut.

f. Hindari penggunaan karakter yang mirip.

g. Hindari penggunaan spasi.

h. Panjang kode harus sama.

2.2.8 Macromedia Dreamweaver MX

Macromedia Dreamweaver adalah sebuah HTML editor profesional untuk mendesain secara visual dan mengelola situs web maupun halaman web. Bilamana kita menyukai untuk berurusan dengan kode-kode HTML secara manual atau lebih menyukai bekerja dengan lingkungan secara visual dalam melakukan editing, Dreamweaver mambuatnya menjadi lebih mudah dengan menyediakan tool-tool yang sangat berguna dalam peningkatan kemampuan dan pengalaman kita dalam mendesain web. Berikut gambar tampilan aplikasi program Macromedia Dreamweaver.

(24)

II.9 Gambar tampilan kotak dialog new project Macromedia Dreamweaver

II.10 Gambar tampilan utama Macromedia Dreamweaver

(25)

Referensi

Dokumen terkait

Seluruh dosen beserta staf karyawan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Antasari Banjarmasin yang telah memberikan ilmu pengetahuan, pelajaran dan pelayanan yang baik

Karakter- isasi dengan XRD dilakukan dengan mempelajari fase bahan dasar kaolin dan metakaolin, mineral γ-Al 2 O 3 yang diperoleh. dari hasil ekstraksi, serta

(pushbutton, edit text, axes, radiobutton , dll). Drag and drop axes , dua buah pushbutton , dua buah edit text dan dua buah static text. Sesuaikan ukurannya hingga

Hasil analisis statistik menunjukkan bah- wa pada MH perlakuan 7 dan 11 mempu- nyai jumlah malai rumpun -1 paling tinggi sebanyak 19 batang tapi tidak berbeda

Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Asri (2009) terletak pada variabel yang pernah diteliti yaitu Corporate Social Responsibility sebagai variabel

Efektivitas Ekstrak Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.) sebagai Antioksidan terhadap Laju Kemunduran Beberapa Varietas Benih Kedelai (Glycine max

Konten media komik ini juga didukung dari hasil survey terhadap 100 orang responden yang dilakukan penulis, bahwa mayoritas responden mengetahui pencak silat dari jurus -

Pada makalah kali ini, kami akan membahas mengenai perencanaan bisnis lintas budaya dimana produk bisnis budaya asing dipadukan dengan budaya Indonesia yang menjadikan bisnis