38
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Sejarah Singkat Lembaga Amil Zakat Dhuafa Tersenyum
Lembaga Amil Zakat (LAZ) Dhuafa Tersenyum merupakan salah satu lembaga amil zakat Indonesia yang berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Lembaga Amil Zakat Dhuafa Tersenyum adalah lembaga pusat pengembangan potensi zakat, infak, dan sedekah. LAZ Dhuafa Tersenyum didirikan pada tanggal 21 Agustus tahun 2000. Pada saat ini LAZ Dhuafa Tersenyum beralamat di Jl. Sultan Adam RT 14 RW 02 Ruko Kav No. 3 Kelurahan Sungai Miai Kota Banjarmasin. Visi LAZ Dhuafa Tersenyum adalah menjadi lembaga pemberdayaan dan pembangunan umat dan amil zakat unggulan, aman, amanah dan profesional serta terdepan dalam memajukan masyarakat dan dalam mengoptimalkan peran zakat, infak, Sedekah, dan wakaf. Adapun misinya adalah mewujudkan konsep pemberdayaan masyarakat yang islami dan sehat melalui pengelolaan dan pemanfaatan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang terencana, lembaga dan berkesinambungan.
LAZ Dhuafa Tersenyum merupakan lembaga nirlaba yang berkhidmat dalam menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah untuk membantu anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang membutuhkan lainnya di bidang kesehatan dan bidang pendidikan. LAZ Dhuafa Tersenyum dilatarbelakangi oleh sikap kepekaan dan kepedulian pada sesama dengan menyisihkan sebagian karunia yang diberikan Allah kepada kita dilandasi oleh sikap keikhlasan untuk berbagi pada sesama. LAZ Dhuafa Tersenyum didirikan oleh Abd. Rochim Al Audah, M.Ag atau yang sering dipanggil Abi Audah. Bapak Abd. Rochim Al Audah atau Abi Audah dulunya adalah Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) pada saat beliau berkuliah di Fakultas Syariah IAIN Antasari Banjarmasin.
Bapak Abd. Rochim Al Audah senantiasa memiliki ide dan gagasan- gagasan yang bergerak pada dakwah dan sosial. Pada saat beliau masih seorang mahasiswa, beliau sering mengikuti program dakwah sosial Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Kemudian beliau memiliki pemikiran untuk mendirikan LAZ Dhuafa Tersenyum pada saat memasuki tahun 2000 dimana pada saat itu terjadi krisis moneter yang melanda Indonesia. Beliau berpikir bahwa harus ada gerakan yang mengajak orang untuk membayar zakat, infak, dan sedekah.
LAZ Dhuafa Tersenyum pada awalnya dilaksanakan di Masjid Arrahman Jl. Kampung Melayu Darat RT 8 Banjarmasin. Pada waktu itu, Pak Abd. Rochim Al Audah atau Abi Audah adalah salah seorang pengurus kemakmuran Masjid Arrahman Banjarmasin. Awal berdirinya LAZ Dhuafa Tersenyum mengalami banyak kesulitan dan mendapat beragam kritikan dari beberapa orang pengurus masjid Arrahman Banjarmasin pada saat itu.
Namun, kritikan-kritikan tersebut menjadikan beliau lebih fokus dan berkonsentrasi secara penuh untuk menjalankan LAZ Dhuafa tersenyum.
LAZ Dhuafa Tersenyum awalnya berfokus untuk membantu dan meringankan kehidupan sosial ekonomi kehidupan orang-orang miskin, yatim dan para janda yang ekonominya sangat terpuruk untuk menghidupi keluarganya sehari-hari. Masalah kehidupan mereka yang memprihatinkan itu kurang diperhatikan oleh orang lain dari berbagai kalangan, terutama mereka yang berada di daerah pemukiman yang kurang tersentuh oleh banyak orang sekitar di lingkungan tersebut. Kemudian seiring berkembangnya LAZ Dhuafa Tersenyum, kini LAZ Dhuafa Tersenyum tidak hanya memfokuskan pada orang-orang dhuafa, orang miskin, anak yatim, dan para janda saja, namun LAZ Dhuafa Tersenyum justru mengembangkan jangkauannya pada bidang lain, diantaranya adanya Klinik Kesehatan Gratis, Markas Tahfidz, Markas Dakwah, Beasiswa Pendidikan, Konsultasi Wakaf dan Waris, serta kedepannya juga mengembangkan bidang garap ekonomi kerakyatan.
2. Struktur Organisasi Dhuafa Tersenyum
Untuk membangun Dhuafa Tersenyum yang amanah, transparan, dan profesional salah satunya adalah membentuk struktur organisasi. Adapun struktur organisasi Dhuafa Tersenyum dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Gambar 4.1 Bagan Struktur Organisasi Yayasan Dhuafa Tersenyum Sumber: Yayasan Dhuafa Tersenyum Tahun 2021
KETUA DEWAN PENGAWAS KH. Husain Naparin, Lc., MA
SEKRETARIS Dr. dr. H. Ardik Lahdimawan
KETUA
DR. H. Abd. Rochim Al Audah, M.Ag
BENDAHARA H. Anwar Hadimi
LAZ Dhuafa Tersenyum
Konsultasi Zakat
dan Wakaf Klinik
Pratama Dhuafa Tersenyum
KETUA DEWAN PEMBINA Prof. Dr. KH. Kamrani Buseri, MA
KH. Karyono Ibnu Ahmad
Markas Hadits
Markas Dakwah
Markas Lughah Markas
Tahfidz
Pada Yayasan Dhuafa Tersenyum, Klinik Pratama Dhuafa Tersenyum merupakan program unggulan yang baru-baru saja dibentuk. Klinik tersebut gratis untuk membantu fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan.
Dana yang digunakan sebagian besar dari dana zakat. Berikut struktur organisasi Klinik Pratama Dhuafa Tersenyum.
Gambar 4.2 Bagan Struktur Organisasi Klinik Pratama Dhuafa Tersenyum Sumber: Klinik Pratama Dhuafa Tersenyum Tahun 2021
KETUA DEWAN PENGAWAS KH. Husain Naparin, Lc., MA
SEKRETARIS Dr. dr. H. Ardik Lahdimawan
KETUA DEWAN PEMBINA Prof. Dr. KH. Kamrani Buseri, MA
KH. Karyono Ibnu Ahmad
KETUA
DR. H. Abd. Rochim Al Audah, M.Ag
BENDAHARA H. Anwar Hadimi
SEKRETARIS dr. H. M. Syawkani
DIREKTUR
Dr. dr. H. M. Rudiansyah, M.Kes, Sp.PD, K-GH
BENDAHARA dr. Hj. Lily Runtuwene, Sp.S
PERAWAT Budi Rachman, AMK
DOKTER PENANGGUNG JAWAB dr. Irma Yanti Puspa Sari
BIDAN PELAKSANA Mariyamah, A.M.Keb
Customer Service (CS) Ella
KEAMANAN DAN DRIVER Syamsul Bahri
BIDAN HARIAN Nurhamidah, A.M.Keb
Job Description atau uraian tugas dari struktur organisasi Klinik Pratama Dhuafa Tersenyum sebagai berikut:
a. Ketua Dewan Pembina memiliki tugas berdedikasi tinggi untuk mencapai maksud dan tujuan Dhuafa Tersenyum.
b. Ketua Dewan Pengawas memiliki tugas dalam pengawasan terhadap pelaksanaan dan pengelolaan Dhuafa Tersenyum atas kesesuaian atau tidaknya dengan hal yang semestinya.
c. Ketua memiliki tugas memimpin pelaksanaan Dhuafa Tersenyum.
d. Sekretaris memiliki tugas membantu ketua dalam mengatur administrasi.
e. Bendahara memiliki tugas melaksanakan pengelolaan keuangan Dhuafa Tersenyum.
f. Direktur memiliki tugas untuk memimpin pelaksanaan Klinik kesehatan milik Dhuafa Tersenyum.
g. Dokter Penanggung Jawab memiliki tugas untuk memeriksa, merawat, dan bertanggung jawab terhadap pasien di Klinik.
h. Perawat memiliki tugas merawat pasien-pasien di Klinik.
i. Bidan Pelaksana memiliki tugas untuk melaksanakan kegiatan khitan, bersalin, dan KB.
j. Bidan Harian memiliki tugas untuk membantu pelaksanaan layanan kesehatan.
k. Keamanan dan Driver memiliki tugas untuk mengoperasikan Ambulance.
l. CS atau Customer Service memiliki tugas bertanggung jawab terhadap kebersihan dan kerapian Dhuafa Tersenyum dan Klinik.
Berdasarkan Surat Keputusan Yayasan Dhuafa Tersenyum Nomor 001/B/SK/YDT/BJM/1/2020 pada 1 januari 2020 tentang pengangkatan pegawai/amil LAZ Yayasan Dhuafa Tersenyum Kalimantan Selatan 2020.
Manager LAZ : M. Irpan, S. Ag
Administrasi Umum : Norfitriana
Administrasi Keuangan : Widya Permata
Bidang Pengumpulan : Muhammad Naim
Bidang Distribusi dan Pendayagunaan : Maya Sahrida
Driver : Syamsul Bahri
Gambar 4.3 Bagan Struktur Organisasi LAZ Dhuafa Tersenyum Sumber: Lembaga Amil Zakat Dhuafa Tersenyum Tahun 2021
KETUA DEWAN PENGAWAS KH. Husain Naparin, Lc., MA
SEKRETARIS Dr. dr. H. Ardik Lahdimawan
KETUA DEWAN PEMBINA Prof. Dr. KH. Kamrani Buseri, MA
KH. Karyono Ibnu Ahmad
KETUA
DR. H. Abd. Rochim Al Audah, M.Ag
BENDAHARA H. Anwar Hadimi
MANAGER LAZ M. Irpan, S. Ag
ADMINISTRASI UMUM Norfitriana
ADMINISTRASI KEUANGAN Widya Permata
dr. Irma Yanti Puspa Sari
Bidang Distribusi dan Pendayagunaan Maya Sahrida
BIDANG PENGUMPUL Muhammad Naim
DRIVER Syamsul Bahri
Job Description atau uraian tugas dari struktur organisasi LAZ Dhuafa Tersenyum sebagai berikut:
a. Ketua Dewan Pembina memiliki tugas berdedikasi tinggi untuk mencapai maksud dan tujuan Dhuafa Tersenyum.
b. Ketua Dewan Pengawas memiliki tugas dalam pengawasan terhadap pelaksanaan dan pengelolaan semua bidang program Dhuafa Tersenyum termasuk LAZ Dhuafa Tersenyum atas kesesuaian atau tidaknya dengan hal yang semestinya.
c. Ketua memiliki tugas memimpin pelaksanaan program Yayasan Dhuafa Tersenyum termasuk LAZ Dhuafa Tersenyum.
d. Sekretaris memiliki tugas membantu ketua dalam mengatur administrasi Dhuafa Tersenyum.
e. Bendahara memiliki tugas melaksanakan pengelolaan keuangan Dhuafa Tersenyum.
f. Manager LAZ memiliki tugas untuk memimpin serta bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan-kegiatan LAZ Dhuafa Tersenyum.
g. Administrasi Umum memiliki tugas memastikan seluruh kegiatan yang bersifat administratif atau ketatausahaan LAZ Dhuafa Tersenyum berjalan dengan baik dan lancar.
h. Administrasi Keuangan memiliki tugas membuat pembukuan dan laporan keuangan, melakukan transaksi keuangan LAZ Dhuafa Tersenyum dan mencatat setiap transaksi dengan akurat.
i. Bidang Pengumpul memiliki tugas untuk melakukan dan bertanggung jawab dalam pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah di LAZ Dhuafa Tersenyum
j. Bidang Distribusi dan Pendayagunaan memiliki tugas untuk melakukan dan bertanggung jawab dalam pendistribusian dan pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah di LAZ Dhuafa Tersenyum
k. Driver memiliki tugas untuk mengoperasikan Ambulance dan mobil operasional.
3. Kegiatan Amal Usaha Dhuafa Tersenyum
Dhuafa Tersenyum seiring dengan perkembangannya selama 21 tahun, bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan mengumpulkan dana melalui kotak amal sosial. Namun, masyarakat yang ingin berzakat melalui LAZ Dhuafa Tersenyum memiliki jumlah yang tidak sedikit, sehingga amal usaha Dhuafa Tersenyum pun terus berkembang. Pada saat ini amal usaha Dhuafa Tersenyum yang dijalankan diantaranya yaitu:
a. Layanan kesehatan gratis di Klinik Dhuafa Tersenyum b. Ambulance Gratis dan Layanan Kesehatan Keliling c. Khitanan anak gratis
d. Persalinan ibu hamil gratis e. Santunan untuk anak yatim piatu f. Santunan janda tua atau miskin
g. Bantuan untuk imam dan kaum masjid h. Penyaluran zakat fitrah setiap tahun
i. Pembagian daging qurban pada Hari Raya Idul Adha setiap tahun j. Kegiatan Dhuafa Tersenyum lainnya di bidang Pendidikan,
kesejahtraan dan Ekonomi Kreatif k. Markas Tahfidz
l. Konsultasi Zakat, Wakaf dan Waris
Disamping amal usaha tersebut, Dhuafa Tersenyum memiliki kegiatan amal usaha yang akan dikembangkan kedepannya, yaitu markas Lughah (Bahasa) yang bertujuan untuk memberikan bekal bagi calon tenaga kerja yang berkeinginan bekerja diluar negeri baik bahasa Arab ataupun bahasa Inggris.
4. Program-program Dhuafa Tersenyum a. Program LAZ Dhuafa Tersenyum
Program ini adalah program untuk mengedukasi masyarakat mengenai zakat dan menerima zakat dari para muzaki untuk kemudian disalurkan kepada mustahik atau orang-orang dari golongan tujuh asnaf yang berhak menerima zakat. Sebelum LAZ Dhuafa Tersenyum, program yang dikembangkan oleh Yayasan Dhuafa Tersenyum adalah Markas Zakat. LAZ Dhuafa Tersenyum ini adalah pengembangan dari Markas Zakat yang fungsinya lebih dimaksimalkan dari sebelumnya.
b. Program kerja kesehatan
Program kerja kesehatan ini adalah program Yayasan Dhuafa Tersenyum untuk membantu para dhuafa dan fakir miskin dengan mendirikan Klinik Pratama Dhuafa Tersenyum untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, persalinan, dan khitan secara gratis.
Disamping itu juga melaksanakan layanan ambulance gratis. Pada program Klinik Pratama Dhuafa Tersenyum ini secara operasional dilaksanakan oleh seorang dokter selaku penanggung jawab, dan dibantu oleh dokter dan bidan harian, dengan waktu kerja selama enam hari dari jam 08.00-17.00 wita. Adapun program kerja Klinik Pratama Gratis Dhuafa Tersenyum Banjarmasin, antara lain:
1) Meningkatkan pelayanan kesehatan dasar gratis 2) Layanan khitan gratis
3) Pemeriksaan kehamilan gratis 4) Pelayanan Suntik KB gratis
5) Pelayanan persalinan gratis 24 jam (on call) c. Program kerja Konsultasi Zakat dan Waris
Program kerja Konsultasi Zakat dan Waris adalah program unggulan Dhuafa Tersenyum. Hal itu dikarenakan masih banyaknya masyarakat yang belum mengerti dan memahami tentang hukum zakat dan waris, sehingga sangat diperlukan konsultasi tentang hal tersebut.
Selain itu, di Banjarmasin juga belum banyak yang menyelenggarakan konsultasi tersebut.
d. Program kerja Markas Tahfidz
Markas Tahfidz adalah salah satu program andalan dari Dhuafa Tersenyum yang memiliki tujuan untuk mencerdaskan masyarakat dalam menghafal Al-Qur’an. Syarat khusus untuk mengikuti program Markas Tahfidz adalah harus lancar membaca Al-Qur’an. Namun, bagi yang belum lancar pun tetap difasilitasi untuk belajar terlebih dahulu sampai ia lancar. Selain itu, dalam Markas Tahfizh ini juga diajarkan kelas tartil dan tilawah kepada peserta kegiatan tersebut agar mereka dapat membaca Al-Qur’an dengan indah dengan seni baca Al-Qur’an.
e. Program kerja Markas Hadits
Markas Hadits adalah program dari Dhuafa Tersenyum dalam pemahaman ilmu Hadits atau musthalahal hadits dengan intensif.
Peserta kegiatan di Markas Hadits ini harus memenuhi syarat yang ketat terlebih dahulu sebelum mengikuti kegiatan, seperti harus lancar membaca Al-Qur’an, bersungguh-sungguh, dan punya wawasan tentang ilmu keislaman.
f. Program kerja Markas Dakwah
Adapun program kerja Markas Dakwah Dhuafa Tersenyum, diantaranya yaitu:
1) Menjalin mitra depan dengan media massa, media audio, dan media audio visual, berupa dialog dakwah.
2) Menyelenggarakan Pelaksanaan Ibadah Qurban.
3) Berbagi pada anak panti asuhan.
g. Program kerja Lughah
Program Kerja Lughah, adalah program baru yang akan dibuat Dhuafa Tersenyum sebagai pembekalan untuk berbahasa asing, baik bahasa Arab maupun bahasa Inggris, yang sasarannya adalah calon tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri.
B. Pembahasan Hasil Penelitian
1. Gambaran Formulir, Catatan Akuntansi, dan Laporan Keuangan LAZ Dhuafa Tersenyum
Laporan keuangan sangat diperlukan dalam pengambilan keputusan manajemen suatu entitas dan laporan keuangan merupakan hasil akhir dari sebuah siklus akuntansi. Oleh karena itu, laporan keuangan harus memiliki informasi yang benar dan mencerminkan kondisi yang sesungguhnya. Pada LAZ Dhuafa Tersenyum terdapat laporan perubahan dana, laporan untuk DINSOS (Dinas Sosial) Kalimantan Selatan, laporan untuk BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) Kalimantan Selatan, laporan kas masuk dan keluar, dan laporan kas muzaki. Laporan-laporan LAZ Dhuafa Tersenyum dilaporkan setiap enam bulan sekali yaitu bulan januari-juni dan juli- desember.
a. Formulir-formulir yang digunakan LAZ Dhuafa Tersenyum Penelitian ini mengemukakan data transaksi yang terjadi pada tahun 2020, yaitu terdiri dari beberapa data termasuk formulir atau dokumen-dokumen yang digunakan oleh LAZ Dhuafa Tersenyum dalam transaksi-transaksinya. Berikut formulir atau dokumen- dokumen tersebut.
1) Kuitansi tanda terima zakat
Kuitansi tanda terima zakat digunakan saat seseorang membayar zakat melalui LAZ Dhuafa Tersenyum. Saat seseorang datang langsung ke kantor LAZ Dhuafa Tersenyum untuk membayar zakat, dia terlebih dahulu mencatat nama dan besaran dana yang dibayarkannya di buku rekap donasi yang disebut buku emas, lalu kemudian bagian administrasi keuangan mencatatnya di kuitansi tanda terima zakat sebanyak dua lembar dan memberikan lembar kedua kepada muzaki. Apabila muzaki membayar melalui transfer bank, kuitansi tanda terima zakat hanya dicatat sebanyak satu lembar dan kemudian difoto untuk dikirimkan kepada muzaki.
Adapun gambar kuitansi tanda terima zakat adalah sebagai berikut.
Gambar 4.4 Kuitansi Tanda Terima Zakat Sumber: LAZ Dhuafa Tersenyum
2) Kuitansi tanda terima infak/sedekah
Kuitansi tanda terima infak/sedekah digunakan saat seseorang membayar infak/sedekah melalui LAZ Dhuafa Tersenyum. Pada penggunaan kuitansi tanda terima infak/sedekah tidak jauh berbeda dengan kuitansi tanda terima zakat, kuitansi tanda terima infak/sedekah dicatat oleh administrasi keuangan sebanyak dua lembar yang satu lembarnya diberikan kepada munfiq atau donator.
Namun apabila munfiq atau donator membayarkannya melalui via transfer bank, administrasi keuangan hanya mencatat pada kuitansi tanda terima infak/sedekah sebanyak satu lembar dan kemudian bukti fotonya dikirimkan kepada munfiq atau donator.
Adapun gambar kuitansi tanda terima infak/sedekah dapat dilihat di bawah ini.
Gambar 4.5 Kuitansi Tanda Terima Infak/sedekah Sumber: LAZ Dhuafa Tersenyum
3) Kuitansi tanda terima kas keluar
Kuitansi tanda terima kas keluar digunakan oleh administrasi keuangan untuk mencatat jumah uang yang dikeluarkan oleh LAZ Dhuafa Tersenyum untuk keperluan-keperluan tertentu dalam operasional LAZ Dhuafa Tersenyum.
Kuitansi tanda terima kas keluar dapat dilihat pada gambar 4.6
Gambar 4.6 Kuitansi Tanda Terima Kas Keluar Sumber: LAZ Dhuafa Tersenyum
4) Formulir rincian donasi kotak amal
Rincian donasi kotak amal digunakan saat uang kotak amal diambil dan jumlah uang yang telah dihitung dicatat dalam formulir tersebut.
Formulir rincian donasi kotak amal dapat dilihat di bawah ini.
Gambar 4.7 Formulir Rincian Donasi Kotak Amal Sumber: LAZ Dhuafa Tersenyum
b. Catatan Akuntansi
1) Laporan kas masuk dan keluar
Laporan kas dicatat setiap ada transaksi mengenai kas masuk dan kas keluar dan dilaporkan setiap enam bulan.
Berikut laporan kas masuk dan keluar LAZ Dhuafa Tersenyum.
Gambar 4.8 Laporan Kas Masuk Dan Keluar Sumber: LAZ Dhuafa Tersenyum
2) Laporan kas muzaki
Laporan kas muzaki adalah laporan yang berisikan informasi kas masuk dari muzaki dan donator beserta kas keluar yang menggunakan kas muzaki.
Gambar 4.9 Laporan Kas Muzaki Sumber: LAZ Dhuafa Tersenyum
c. Laporan untuk DINSOS (Dinas Sosial) Kalimantan Selatan
Laporan untuk DINSOS (Dinas Sosial) Kalimantan Selatan dibuat setiap enam bulan sekali. Adapun format dalam laporan tersebut sesuai dengan format laporan yang dibuatkan oleh DINSOS. Dalam Laporan ini, terdapat beberapa informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran dana zakat dan dana infak/sedekah. Selain itu, laporan ini juga memuat informasi mengenai kendala yang dihadapi pada dan solusi untuk masalah tersebut.
Laporan untuk DINSOS dari LAZ Dhuafa Tersenyum tahun 2020 yang dimaksud dapat dilihat pada gambar 4.9 dan gambar 4.10 berikut.
Gambar 4.10 Laporan Untuk DINSOS LAZ Dhuafa Tersenyum Jan-Juni 2020 Sumber: LAZ Dhuafa Tersenyum
Gambar 4.11 Laporan Untuk DINSOS LAZ Dhuafa Tersenyum Juli-Des 2020 Sumber: LAZ Dhuafa Tersenyum
d. Laporan untuk BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) Kalimantan Selatan
Laporan untuk BAZNAS Kalimantan Selatan dibuat setiap enam bulan sekali dan format dalam laporan tersebut telah dibuatkan oleh BAZNAS. Dalam laporan untuk BAZNAS, terdapat beberapa laporan yaitu profil LAZ Dhuafa Tersenyum, ikhtisar program, rencana dan realisasi penerimaan, rencana dan realisasi penyaluran berdasarkan asnaf, rencana dan realisasi penyaluran berdasarkan program, rencana dan realisasi penggalangan muzaki dan penerima manfaat, rencana dan realisasi penerimaan dan penggunaan hak amil.
1) Profil LAZ Dhuafa Tersenyum
Pada halaman pertama terdapat profil singkat LAZ Dhuafa Tersenyum, seperti alamat, nomor telepon, email, alamat website, nomor izin LAZ, visi dan misi, serta nama pimpinan LAZ.
Berikut profil LAZ Dhuafa Tersenyum dalam Laporan Untuk BAZNAS.
Gambar 4.12 Profil LAZ Dhuafa Tersenyum Sumber: LAZ Dhuafa Tersenyum
2) Ikhtisar program Dhuafa Tersenyum
Ikhtisar program Dhuafa Tersenyum setiap enam bulan yang memuat informasi mengenai jumlah penerima manfaat dan jumlah dana yang disalurkan pada setiap program. Adapun program- programnya adalah layanan kesehatan, beasiswa dhuafa, berbagi dengan anak panti, dan berbagi dengan fakir miskin.
Adapun Ikhtisar Program Dhuafa Tersenyum yang disajikan dalam Laporan Untuk BAZNAS adalah sebagai berikut.
Gambar 4.13 Ikhtisar Program Dhuafa Tersenyum Sumber: LAZ Dhuafa Tersenyum
3) Rencana dan realisasi penerimaan
Rencana dan realisasi penerimaan memuat informasi mengenai jumlah penerimaan dana zakat, dana infak/sedekah, dana corporate social responsibility, dan penerimaan dana sosial keagamaan lainnya yang dilaporkan setiap enam bulan.
Rencana dan realisasi penerimaan dalam laporan untuk BAZNAS dapat dilihat pada gambar 4.14 berikut ini.
Gambar 4.14 Rencana dan Realisasi Penerimaan Sumber: LAZ Dhuafa Tersenyum
4) Rencana dan realisasi penyaluran berdasarkan asnaf
Rencana dan realisasi penyaluran berdasarkan asnaf yang dilaporkan setiap enam bulan memuat informasi mengenai jumlah penyaluran dana zakat, dana infak/sedekah, dana corporate social responsibility, dan dana sosial keagamaan lainnya yang dibagi dalam setiap golongan atau asnaf yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil.
Rencana dan realisasi penyaluran berdasarkan asnaf dalam laporan untuk BAZNAS dapat dilihat pada gambar 4.15
Gambar 4.15 Rencana dan Realisasi Penyaluran Berdasarkan Asnaf Sumber: LAZ Dhuafa Tersenyum
5) Rencana dan realisasi penyaluran berdasarkan program
Laporan ini memuat informasi mengenai jumlah penyaluran dana zakat, dana infak/sedekah, dana corporate social responsibility, dan dana sosial keagamaan lainnya yang dibagi dalam setiap program yaitu program di bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, ekonomi, dan dakwah-advokasi.
Gambar 4.16 Rencana dan Realisasi Penyaluran Berdasarkan Program Sumber: LAZ Dhuafa Tersenyum
6) Rencana dan realisasi penggalangan muzaki dan penerima manfaat Laporan ini memuat informasi mengenai jumlah muzaki, munfiq, donator CSR (corporate social responsibility), dan donator DSKL (dana sosial keagamaan lainnya) yang menyalurkan donasinya ke LAZ Dhuafa Tersenyum baik individu maupun badan. Selain itu, terdapat pula informasi mengenai jumlah penerima manfaat berdasarkan bidang program, dan jumlah pengentasan kemiskinan.
Gambar 4.17 Rencana dan Realisasi Penggalangan Muzaki dan Penerima Manfaat Sumber: LAZ Dhuafa Tersenyum
7) Rencana dan realisasi penerimaan dan penggunaan hak amil Laporan ini memuat informasi jumlah dana penerimaan hak amil dari dana zakat, infak/sedekah, dan dana lainnya. Laporan ini juga berisikan informasi tentang penggunaan hak amil dan jumlah dana amil yang digunakan.
Adapun Rencana dan realisasi penerimaan dan penggunaan hak amil dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar 4.18 Rencana dan Realisasi Penerimaan dan Penggunaan Hak Amil Sumber: LAZ Dhuafa Tersenyum
e. Laporan perubahan dana
Laporan perubahan dana baru-baru saja dimiliki oleh LAZ Dhuafa Tersenyum. Laporan dana LAZ Dhuafa Tersenyum memuat dana zakat dan dana infak/sedekah.
Berikut laporan perubahan dana LAZ Dhuafa Tersenyum 2020.
Gambar 4.19 Laporan Perubahan Dana LAZ Dhuafa Tersenyum 2020 Sumber: LAZ Dhuafa Tersenyum
2. Analisis Praktik Pelaporan Aktivitas dan Data Keuangan LAZ Dhuafa Tersenyum
a. Analisis Laporan Dana Zakat, Infak, dan Sedekah 1) Catatan Akuntansi
(a) Laporan kas masuk dan keluar
Laporan kas Dhuafa Tersenyum dilaporkan setiap enam bulan dengan menyajikan informasi mengenai kas masuk dan keluar setiap bulannya pada periode tertentu. Laporan kas ini cukup rinci dengan melampirkan nota-nota bukti transaksinya. Pada laporan kas ini berisikan juga informasi mengenai saldo awal dan saldo akhir.
(b) Laporan kas muzaki
Laporan kas muzaki berisikan informasi mengenai penerimaan zakat dan infak/sedekah. Dhuafa Tersenyum mencatat setiap zakat dan infak/sedekah diterima dan pada setiap muzaki atau munfiq yang melakukan pembayaran secara langsung maupun via transfer bank. Selain mencatat penerimaan, laporan kas muzaki ini juga mencatat setiap pengeluaran yang menggunakan dana zakat dan infak/sedekah. Laporan ini juga dicatat setiap bulan dan dilaporkan setiap enam bulan. Laporan kas muzaki juga didampingi dengan nota-nota bukti transaksinya.
2) Laporan untuk DINSOS
Laporan ini hanya menyajikan informasi mengenai dana zakat dan infak/sedekah mulai dari penerimaan, pengeluaran, dan saldo akhir. Namun tidak ada informasi mengenai saldo awal, dan saldo awal langsung digabungkan dengan saldo penerimaan. Pada laporan ini tidak ada mencatat mengenai dana zakat dan infak/sedekah yang dialokasikan ke dana amil.
3) Laporan untuk BAZNAS
Laporan ini memiliki beberapa laporan didalamnya, seperti penerimaan zakat, infak, sedekah (ZIS), penyaluran ZIS, penerimaan dan penggunaan hak amil, dan yang lainnya. Namun, pada setiap laporan tidak terdapat informasi mengenai saldo awal dan hanya menampilkan rencana dan realisasi penerimaan dan pengeluaran. Begitu pula dengan informasi mengenai saldo akhir yang tidak ada termuat juga dalam laporan ini.
4) Laporan perubahan dana
LAZ Dhuafa Tersenyum menyajikan satu dari lima komponen laporan keuangan yang sesuai PSAK 109, yaitu Laporan Perubahan Dana. Namun, laporan perubahan dana LAZ Dhuafa Tersenyum belum sepenuhnya sesuai karena terdapat perbedaan dengan format perubahan dana dalam PSAK 109.
Terdapat perbedaan antara format laporan perubahan dana dari PSAK 109 dengan laporan perubahan dana LAZ Dhuafa Tersenyum. Laporan Perubahan Dana LAZ Dhuafa Tersenyum belum sesuai karena hanya menampilkan dana zakat dan dana infak/sedekah sedangkan dana amil dan dana non halal tidak ditampilkan. Selain itu, pada bagian penerimaan dan penyaluran dana tidak ada penjelasan yang spesifik mengenai dana tersebut berasal dari mana seperti dana zakat yang berasal dari muzaki entitas atau muzaki individual dan penyaluran seperti dana zakat disalurkan ke golongan mana.
Adapun format laporan perubahan dana yang sesuai dengan PSAK Nomor 109 dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut ini.
Tabel 4.1 Format Laporan Perubahan Dana Sesuai PSAK 109 Laporan Perubahan Dana
BAZ “XXX”
Untuk periode yang berakhir 31 Desember 2XX2
Keterangan Rp
DANA ZAKAT Penerimaan
Penerimaan dari muzakki muzakki entitas muzakki individual Hasil penempatan
Jumlah penerimaan dana zakat
Bagian amil atas penerimaan dana zakat
Jumlah penerimaan dana zakat setelah bagian amil
xxx xxx xxx xxx (xxx)
xxx Penyaluran
Fakir-Miskin Riqab Gharim Mualaf Sabilillah Ibnu sabil
Jumlah penyaluran dana zakat Surplus (defisit)
Saldo awal Saldo akhir
(xxx) (xxx) (xxx) (xxx) (xxx) (xxx) (xxx) xxx xxx xxx DANA INFAK/SEDEKAH
Penerimaan
Infak/sedekah terikat atau muqayyadah Infak/sedekah tidak terikat atau mutlaqah Bagian amil atas penerimaan dana infak/sedekah Hasil pengelolaan
Jumlah penerimaan dana infak/sedekah
xxx xxx (xxx)
xxx xxx Penyaluran
Infak/sedekah terikat atau muqayyadah Infak/sedekah tidak terikat atau mutlaqah Alokasi pemanfaatan aset kelolaan
(misalnya beban penyusutan dan penyisihan) Jumlah penyaluran dana infak/sedekah Surplus (defisit)
Saldo awal Saldo akhir
(xxx) (xxx) (xxx) (xxx) xxx xxx xxx
Lanjutan
DANA AMIL Penerimaan
Bagian amil dari dana zakat
Bagian amil dari dana infak/sedekah Penerimaan lainnya
Jumlah penerimaan dana amil
xxx xxx xxx xxx Penggunaan
Beban pegawai Beban penyusutan
Beban umum dan administrasi lainnya Jumlah penggunaan dana amil Surplus (defisit)
Saldo awal Saldo akhir
(xxx) (xxx) (xxx) (xxx) xxx xxx xxx DANA NON HALAL
Penerimaan Bunga bank Jasa giro
Penerimaan non halal lainnya Jumlah penerimaan dana non halal
xxx xxx xxx xxx Penggunaan
Jumlah penggunaan dana non halal Surplus (defisit)
Saldo awal Saldo akhir
(xxx) xxx xxx xxx Jumlah saldo dana zakat, dana infak/sedekah,
dana amil dan dana non halal xxx
Sumber: ED PSAK No. 109 Tahun 2008
b. Analisis Penerapan PSAK 109
Ilmu akuntansi merupakan ilmu yang sangat penting dan dibutuhkan oleh semua organisasi, baik organisasi bisnis maupun organisasi yang bersifat nirlaba atau tidak mencari keuntungan. Apabila organisasi telah menerapkan akuntansi dengan baik, maka dapat dikatakan bahwa organisasi tersebut telah melaksanakan akuntabilitas dan transparansi yang baik. Dengan akuntansi, organisasi dapat mengetahui kinerja keuangannya melalui laporan keuangan. Laporan keuangan juga berperan penting dalam menentukan keputusan manajemen oleh organisasi.
Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 pembaharuan dari Undang-undang Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat, keputusan Menteri Agama Nomor 581 Tahun 1999 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999, serta keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Urusan Haji Nomor D/291 Tahun 2000 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Zakat mengatur mengenai pengelolaan dan pelaporan zakat. Selain itu, entitas amil zakat dalam pembuatan laporan keuangan telah diatur dalam PSAK 109 mulai dari pengakuan hingga pengungkapannya.
1) Pengakuan dan Pengukuran Dana Zakat, Infak, dan Sedekah a) Zakat
(1) Pengakuan awal
Penerimaan zakat diakui pada saat kas atau aset lainnya diterima. Zakat yang diterima dari muzaki diakui sebagai penambah dana zakat, akan tetapi LAZ Dhuafa Tersenyum hanya mencatat dalam laporan penerimaan tanpa membuat jurnal. Zakat yang diterima diakui sebagai dana amil untuk bagian amil dan dana zakat untuk bagian non amil, maksimal 12,5% dari keseluruhan zakat yang diterima adalah hak amil, dan penentuan jumlah atau persentase bagian untuk masing-masing mustahik ditentukan oleh amil sesuai dengan prinsip syariah dan kebijakan amil.
Tabel 4.2 Perbandingan pengakuan awal zakat pada PSAK 109 dan LAZ Dhuafa Tersenyum
Transaksi PSAK Nomor 109 LAZ Dhuafa Tersenyum Ket
Penerimaan Zakat
Dr. Kas Cr. Dana Zakat
Tidak ada jurnal, hanya terdapat dalam laporan untuk DINSOS, laporan penerimaan dan laporan kas muzaki
Belum Sesuai
Sumber: dibuat oleh peneliti (2021)
(2) Pengukuran setelah pengakuan awal
Jika terjadi penurunan nilai aset zakat nonkas, jumlah kerugian yang ditanggung diperlakukan sebagai pengurang dana zakat atau pengurang dana amil tergantung dari sebab terjadinya kerugian tersebut.
Tabel 4.3 Perbandingan pengukuran zakat pada PSAK 109 dan LAZ Dhuafa Tersenyum
Transaksi PSAK Nomor 109 LAZ Dhuafa Tersenyum Ket Pengurang Dana
zakat, bukan karena kelalaian amil
Dr. Penurunan nilai aset Cr. Aset nonkas
Tidak ada pencatatan penurunan nilai aset
Belum Sesuai
Pengurang Dana zakat, karena kelalaian amil
Dr. Kerugian Penurunan nilai- Dana Amil Cr. Aset nonkas
Tidak ada pencatatan penurunan nilai aset
Belum Sesuai
Sumber: dibuat oleh peneliti (2021)
(3) Penyaluran zakat
Zakat yang disalurkan kepada mustahik diakui sebagai pengurang dana zakat sebesar jumlah yang diserahkan, jika dalam bentuk kas; dan sebesar jumlah tercatat, jika dalam bentuk aset nonkas.
Tabel 4.4 Perbandingan penyaluran zakat pada PSAK 109 dan LAZ Dhuafa Tersenyum
Transaksi PSAK Nomor 109 LAZ Dhuafa Tersenyum Ket Penyaluran Dana
Zakat
Dr. Dana Zakat Cr. Kas
Tidak ada jurnal, hanya terdapat dalam laporan untuk DINSOS, laporan penyaluran dan laporan kas muzaki
Belum Sesuai
Sumber: dibuat oleh peneliti (2021)
b) Infak/sedekah (1) Pengakuan awal
Infak/sedekah yang diterima diakui sebagai dana infak/sedekah terikat/tidak terikat sesuai dengan tujuan pemberi infak/sedekah sebesar jumlah yang diterima, jika dalam bentuk kas dan jumlah nilai wajar, jika dalam bentuk nonkas. Penentuan jumlah atau persentase bagian untuk para penerima infak/sedekah ditentukan sesuai dengan prinsip syariah dan kebijakan amil.
Tabel 4.5 Perbandingan pengakuan awal infak/sedekah pada PSAK 109 dan LAZ Dhuafa Tersenyum
Transaksi PSAK Nomor 109 LAZ Dhuafa Tersenyum Ket
Penerimaan Infak/ sedekah
Dr. Kas Cr. Dana Infak/sedekah
Tidak ada jurnal, hanya terdapat dalam laporan untuk DINSOS, laporan penerimaan dan laporan kas muzaki
Belum Sesuai
Sumber: dibuat oleh peneliti (2021)
(2) Pengukuran setelah pengakuan awal
Infak/sedekah yang diterima dapat berupa kas atau aset nonkas, dan aset nonkas dapat berupa aset lancar atau tidak lancar.Aset tidak lancar yang diterima oleh amil dan diamanahkan untuk dikelola dinilai sebesar nilai wajar saat penerimaannya dan diakui sebagai aset tidak lancar infak/sedekah. Penyusutan dari aset tersebut diperlakukan sebagai pengurang dana infak/sedekah atau dana amil yang berasal dari dana infak/sedekah.
Tabel 4.6 Perbandingan pengukuran infak/sedekah pada PSAK 109 dan LAZ Dhuafa Tersenyum
Transaksi PSAK Nomor 109 LAZ Dhuafa Tersenyum Ket Pengurang Dana
infak/sedekah, bukan karena kelalaian amil
Dr. Penurunan nilai aset Cr. Aset nonkas
Tidak ada pencatatan penurunan nilai aset
Belum Sesuai
Pengurang Dana infak/sedekah, karena kelalaian amil
Dr. Kerugian Penurunan nilai- Dana Amil Cr. Aset nonkas
Tidak ada pencatatan penurunan nilai aset
Belum Sesuai
Sumber: dibuat oleh peneliti (2021)
(3) Penyaluran Infak/sedekah
Penyaluran dana infak/sedekah diakui sebagai pengurang dana infak/sedekah sebesar: jumlah yang diserahkan, jika dalam bentuk kas; dan sebesar nilai tercatat aset yang diserahkan, jika dalam bentuk aset nonkas.
Tabel 4.7 Perbandingan penyaluran infak/sedekah pada PSAK 109 dan LAZ Dhuafa Tersenyum
Transaksi PSAK Nomor 109 LAZ Dhuafa Tersenyum Ket Penyaluran Dana
infak/sedekah
Dr. Dana Infak/sedekah Cr. Kas
Tidak ada jurnal, hanya terdapat dalam laporan untuk DINSOS, laporan penyaluran dan laporan kas muzaki
Belum Sesuai
Sumber: dibuat oleh peneliti (2021)
c) Dana Non halal
Penerimaan non halal adalah semua penerimaan dari kegiatan yang tidak sesuai dengan prinsip syariah, antara lain penerimaan jasa giro atau bunga yang berasal dari bank konvensional. Pada LAZ Dhuafa Tersenyum tidak ada pencatatan mengenai dana non halal walaupun menggunakan bank konvensional dalam suatu transaksi.
Tabel 4.8 Perbandingan dana non halal pada PSAK 109 dan LAZ Dhuafa Tersenyum
Transaksi PSAK Nomor 109 LAZ Dhuafa Tersenyum Ket Penyaluran Dana
infak/sedekah
Dr. Dana non halal Cr. Kas
Tidak ada pencatatan dana non halal
Belum Sesuai
Sumber: dibuat oleh peneliti (2021)
2) Penyajian Zakat, Infak, dan Sedekah
Amil menyajikan dana zakat, dana infak/sedekah, dana amil, dan dana non halal secara terpisah dalam neraca (laporan posisi keuangan). Namun dalam praktiknya, LAZ Dhuafa Tersenyum masih belum menyajikan laporan posisi keuangan atau neraca.
LAZ Dhuafa Tersenyum telah menyajikan dana zakat, dana infak/sedekah, dan dana amil secara terpisah dalam laporan untuk DINSOS dan laporan untuk BAZNAS (laporan penerimaan, laporan penyaluran, dan penerimaan dan penggunaan hak amil).
Adapun komponen laporan keuangan Organisasi Pengelola Zakat menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 109, adalah laporan posisi keuangan (neraca), laporan perubahan dana, laporan perubahan aset kelolaan, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.
Namun, LAZ Dhuafa Tersenyum hanya menyajikan laporan perubahan dana dan belum menyajikan laporan posisi keuangan (neraca), laporan perubahan aset kelolaan, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Oleh sebab itu, penyajian laporan LAZ Dhuafa Tersenyum masih belum sesuai dengan PSAK 109.
Tabel 4.9 Perbandingan laporan pada PSAK 109 dan LAZ Dhuafa Tersenyum
No. PSAK Nomor 109 LAZ Dhuafa Tersenyum Ket 1 Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Belum Ada Belum Sesuai 2 Laporan Perubahan Dana Ada, namun memiliki format
yang berbeda dengan PSAK 109 Belum Sesuai 3 Laporan Perubahan Aset Kelolaan Belum Ada Belum Sesuai
4 Laporan Arus Kas Belum Ada Belum Sesuai
5 Catatan Atas Laporan Keuangan Belum Ada Belum Sesuai
Sumber: dibuat oleh peneliti (2021)
3) Pengungkapan Zakat, Infak, dan Sedekah a) Zakat
Berdasarkan PSAK 109, amil harus mengungkapkan kebijakan penyaluran zakat; kebijakan pembagian antara dana amil dan dana non amil atas penerimaan zakat; metode penentuan nilai wajar untuk penerimaan zakat berupa aset nonkas; rincian jumlah penyaluran dana zakat; dan hubungan istimewa antara amil dan mustahik. LAZ Dhuafa Tersenyum mengungkapkan kebijakan penyaluran zakat, seperti teknis penyaluran zakat; kebijakan pembagian dana amil dan dana non amil atas penerimaan zakat, yaitu maksimal 12,5% untuk amil; rincian jumlah penyaluran dana zakat yang mencakup jumlah dana yang diterima langsung mustahik; jumlah dan jenis aset yang disalurkan atau jumlah dana yang disalurkan, jumlah penerima manfaat pada setiap program.
b) Infak/sedekah
Berdasarkan PSAK 109, Amil harus mengungkapkan metode penentuan nilai wajar yang digunakan untuk penerimaan infak/sedekah berupa aset nonkas; kebijakan pembagian antara dana amil dan dana non amil atas penerimaan infak/sedekah; kebijakan penyaluran infak/
sedekah; keberadaan dana infak/sedekah yang tidak langsung disalurkan tetapi dikelola terlebih dahulu, jika ada, maka harus diungkapkan jumlah dan persentase dari seluruh penerimaan infak/sedekah selama periode pelaporan serta alasannya dan diungkapkan terpisah; penggunaan dana infak/sedekah menjadi aset kelolaan yang diperuntukkan bagi yang berhak, jika ada, jumlah dan persentase terhadap seluruh penggunaan dana infak/sedekah serta alasannya; rincian jumlah penyaluran dana infak/sedekah; rincian dana infak/sedekah berdasarkan peruntukannya, terikat dan tidak terikat; dan hubungan istimewa antara amil dengan penerima infak/sedekah.
LAZ Dhuafa Tersenyum mengungkapkan kebijakan penyaluran zakat, seperti teknis penyaluran zakat; rincian jumlah penyaluran dana zakat yang mencakup jumlah dana yang diterima langsung mustahik; jumlah dan jenis aset yang disalurkan atau jumlah dana yang disalurkan, jumlah penerima manfaat pada setiap program.
c) Dana non halal
Berdasarkan PSAK 109, amil harus mengungkapkan keberadaan dana non halal, jika ada, diungkapkan mengenai kebijakan atas penerimaan dan penyaluran dana, alasan, dan jumlahnya; dan kinerja amil atas penerimaan dan penyaluran dana zakat dan dana infak/sedekah. Namun, LAZ Dhuafa Tersenyum belum mengungkapkan dana non halal.
Berdasarkan catatan dan laporan keuangan yang disusun Laz, dengan kondisi antar laporan yang menunjukkan beberapa perbedaan data, dapat peneliti disimpulkan keseluruhan data keuangan yang diperlukan untuk proses penyusunan laporan aesuai PSAK 109 sebagai berikut:
Tabel 4.10 Rekapitulasi Data Keuangan LAZ Dhuafa Tersenyum
Keterangan laporan untuk DINSOS
laporan untuk BAZNAS
berita acara penyerahan rekap
data keuangan
Saldo Awal
Rp. 28.695.434*
* Pada laporan untuk DINSOS, saldo awal dan saldo penerimaan tergabung
Rp. - Rp. 28.695.434
Kas dan Setara Kas per desember 2020
Rp. 8.194.341 Rp. -
Saldo akhir dana zakat bulan Juni
Rp. 93.803.813 Rp. - Rp. 80.669.721
Penerimaan zakat periode jan-juni 2020
Rp. 218.515.000*
*dikurang saldo awal terlebih dahulu karena saldo awal dan saldo penerimaan tergabung
Rp. 255.660.000 Rp. 218.515.000
Penerimaan infak/sedekah periode jan-juni 2020
Rp. 158.819.100 Rp. 158.819.100 Rp. 158.819.100
Penyaluran zakat periode jan-juni 2020
Rp. 172.994.600 Rp. 255.660.000 Rp. 186.128.692
Penyaluran infak/sedekah periode jan-juni 2020
Rp. 139.231.121 Rp. 158.819.100 Rp. 139.231.121
Penerimaan zakat periode juli-des 2020
Rp. 277.934.469 Rp. 37.934.469
Lanjutan
Keterangan laporan untuk DINSOS
laporan untuk BAZNAS
berita acara penyerahan rekap
data keuangan Penerimaan
infak/sedekah periode juli-des 2020
Rp. 421.143.779 Rp. 269.143.779
Penyaluran zakat periode juli-des 2020
Rp. 273.562.500 Rp. 245.306.000
Penyaluran infak/sedekah periode juli-des 2020
Rp. 417.321.407 Rp. 61.772.248
Saldo awal Dana Amil
Rp. - Rp. -
Penerimaan Dana Amil dari dana zakat (januari-des)
Rp. - Rp. 3.915.000
Penerimaan Dana Amil dari dana infak/sedekah (januari-des)
Rp. - Rp. 397.047.750
Penerimaan Dana Amil dari dana lainnya (januari- des)
Rp. - Rp. 69.875.000
Penggunaan Dana Amil - beban pegawai (januari- des)
Rp. - Rp. 159.487.600
Penggunaan Dana Amil - beban penyusutan
(januari-des)
Rp. - Rp. 244.969.175
Penggunaan Dana Amil – Beban
umum dan
administrasi lainnya (januari- des)
Rp. - Rp. 278.283.507
Sumber: dibuat oleh peneliti berdasarkan laporan untuk DINSOS, laporan untuk BAZNAS, dan berita acara penyerahan rekap data keuangan
Pada tabel 4.10, dapat dilihat ada terdapat perbedaan penyajian data keuangan pada laporan-laporan LAZ Dhuafa Tersenyum. Seperti penerimaan zakat pada periode januari- juni 2020, pada laporan DINSOS tercatat sebesar Rp247.210.434 sedangkan pada laporan BAZNAS tercatat sebesar Rp255.660.000.
Informasi mengenai saldo akhir bulan juni 2020 juga terdapat perbedaan, pada Laporan untuk DINSOS tercatat sebesar Rp93.803.813. Berbeda pada berita acara penyerahan rekap data keuangan yang tercatat sebesar Rp80.669.721
Berita acara penyerahan rekap data keuangan tahun 2020 yang dimaksud dapat dilihat di bawah ini.
Gambar 4.20 Berita Acara Penyerahan Rekap Data Keuangan Sumber: LAZ Dhuafa Tersenyum
Dari rekap data yang telah dijelaskan sebelumnya, ada beberapa dampak yang terjadi akibat perbedaan data keuangan yaitu sulitnya dalam pembuatan laporan keuangan dan tidak dapat menunjukkan posisi keuangan yang sebenarnya terjadi. Begitu pula dengan pembuatan laporan-laporan yang lain seperti laporan perubahan dana, laporan perubahan aset kelolaan, dan laporan arus kas akan mengalami kesulitan dalam pembuatannya karena memiliki sumber data yang berbeda-beda dan terdapat perbedaan antara sumber data tersebut.
Ada beberapa penyebab kesalahan laporan keuangan dapat terjadi, yaitu antara lain:
1) Kesalahan pada laporan keuangan bisa disebabkan oleh proses yang kurang tepat dalam pembuatan laporan keuangan tersebut.
Selain itu, orang yang membuat laporan keuangan juga sebaiknya adalah orang yang memiliki kemampuan dan pemahaman mengenai pelaporan dan dapat dipercaya.
2) Kesalahan dalam pembuatan laporan keuangan juga bisa terjadi karena adanya hal-hal lain yang terjadi dalam pembuatan laporan, misalnya adanya transfer data antar sistem yang berbeda, input data secara manual, atau penggunaan perangkat lunak yang kurang tepat.
Kesalahan laporan keuangan berdampak pada pengambilan keputusan. Dalam mengambil keputusan, laporan keuangan merupakan salah satu instrumen yang digunakan oleh suatu entitas. Adanya kesalahan dalam laporan keuangan tentu akan mempengaruhi proses pengambilan keputusan dan bahkan dapat mengakibatkan pengambilan keputusan yang salah. Kesalahan pada laporan keuangan juga dapat menyebabkan adanya keraguan terhadap kredibilitas suatu entitas.
Selain itu, adanya kesalahan pada laporan keuangan perusahaan juga akan sangat mempengaruhi terhadap perhitungan pajak, denda yang harus dibayarkan, serta proses audit perusahaan. Oleh karena itu, pembuatan laporan keuangan sangatlah penting.