• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 Profil Perusahaan

Universitas Telkom berdiri pada tanggal 14 Agustus 2013. Universitas Telkom adalah perguruan tinggi swasta yang diselenggarakan oleh yayasan pendidikan Telkom, merupakan dari gabungan dari empat perguruan tinggi swasta, yaitu IT Telkom, IM Telkom, Politeknik Telkom, dan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom (https://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Telkom).

Institut Teknologi Telkom sebelumnya merupakan STT Telkom. Institut Manajemen Telkom sebelumnya adalah STMB Telkom. STT Telkom dan STMB Telkom didirikan pada tahun 1990 atas prakarsa PT. Telkom pada saat itu dipimpin oleh Direktur Utama Ir. Cacuk Sudarijanto. Kedua sekolah tinggi tersebut merupakan perguruan tinggi pertama di Indonesia yang memiliki pendidikan khusus dalam bidang industri pertelekomunikasian serta teknologi informasi (https://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Telkom).

Universitas terletak di kawasan Bandung Technoplex. Kampus tersebut merupakan pengembangan kampus STT Telkom yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto pada tahun 24 Maret 1994. Pada saat itu, kawasan tersebut merupakan lokasi penempatan stasiun pemancar radio tertua kedua di Indonesia milik Pemerintah Kolonial Belanda, yang kemudian ikut mengumandangkan berita Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 ke berbagai penjuru dunia. Nilai sejarah dan karya-karya Tridharma yang telah dihasilkan oleh kampus-kampus sebelumnya akan menginspirasi Universitas Telkom untuk berkembang terus menjadi kampus kebangsaan dan sekaligus kampus dunia (World Class University) yang akan selalu menciptakan masa depan (Creating the Future) melalui pengembangan cross-culture academic atmosphere dan global academia.

(2)

2 Kampus Telkom memiliki julukan Tel-U dan moto Creating the Future merupakan gagasan yang diberikan oleh Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc., Direktur Utama/CEO PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk, pada saat Universitas Telkom didirikan sebagai penggabungan IT Telkom, IM Telkom, Politeknik Telkom, dan STISI Telkom (https://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Telkom).

Penggabungan tersebut kali ini menjadi Universitas Telkom, keempat kampus masing-masing Institut Teknologi Telkom, Institut Manajemen Telkom, Politeknik Telkom, dan Sekolah Tinggi Seni dan Desain Indonesia Telkom telah menghasilkan karya-karya Tridharma Perguruan Tinggi yang berkontribusi besar dalam sejarah Pendidikan Tinggi di Indonesia. Dengan adanya penggabungan menjadi satu perguruan tinggi Universitas Telkom, maka seluruh kekuatan yang dimiliki oleh keempat kampus akan menjadi suatu sinergi kekuatan yang dapat menghasilkan karya-karya Tridharma lebih besar bagi peningkatan daya saing bangsa dalam menghadapi globalisasi melalui penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat pada berbagai rumpun keilmuan dengan penguatan kekhasan pada bidang TIK. Melalui penggabungan tersebut, Universitas Telkom juga semakin meningkatkan peran strategisnya dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni serta menghasilkan intelektual, ilmuwan, dan/atau profesional yang berbudaya dan kreatif, toleran, berkarakter tangguh, dan berani menegakkan kebenaran untuk kepentingan nasional, dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, serta memajukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dengan memperhatikan dan menerapkan nilai- nilai humaniora serta pembudayaan dan pemberdayaan bangsa Indonesia yang berkelanjutan (https://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Telkom).

Langkah yang dapat dilakukan untuk mencapai visi dan menjalankan misinya, Universitas Telkom harus menunaikan amanah dengan memegang teguh nilai-nilai inti yang diyakininya dalam penyelenggaraan Tridharma secara bertanggungjawab, mandiri, berintegritas tinggi serta memegang prinsip-prinsip Tatakelola Universitas Yang Baik (Good University Governance), dengan

(3)

3 memperhatikan aspek pertumbuhan, keselarasan, pemerataan dan keterjangkauan, sehingga pada masyarakat luas bertumbuh rasa memiliki yang tinggi terhadap Universitas Telkom (https://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Telkom).

1.1.2 Visi dan Misi Telkom University A. Visi

Menjadi perguruan tinggi berkelas dunia yang berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan seni berbasis teknologi informasi.

B. Misi

1. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan berstandar internasional

2. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknoogi, manajemen, dan seni yang diakui secara internasional.

3. Memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, manajemen, dan seni, untuk kesejahteraan dan kemajuan peradaban bangsa. (sumber : www.telkomuniversity.ac.id)

1.1.3 Logo Perusahaan

Sumber: Google, 2019

Penjelasan Makna Logo : Makna Bentuk

Bentuk dasar berupa perisai melambangkan institusi yang kokoh dan memiliki daya juang tinggi, dengan inisial huruf T dari

Gambar 1.1 Logo Telkom University

(4)

4

‘Telkom’ menandakan ciri/identitas dan kebanggaan untuk bersama mengembangkan diri. Dasar perisai berupa huruf U dari

‘University’ sebagai landasan konsep komunitas pendidikan dan riset tinggi.

Bentuk utama pada puncak perisai berupa ‘buku terbuka’ melambangkan keterbukaan pikiran dan imajinasi, siap mengembangkan inovasi dan pedoman keilmuan baru dalam globalisasi dunia.

Makna Warna

Warna Merah : melambangkan semangat eksplorasi dan keberanian menciptakan keilmuan baru dengan tekad kuat membangun bangsa dan kebangsaan, agar berperan aktif dalam lingkungan global.

Warna Putih : melambangkan tata kelola yang bersih dan bertujuan murni untuk mengembangkan kualitas kemanusiaan dan pendidikan.

Warna Hitam : melambangkan ketegasan prinsip dan kepercayaan diri sebagai dasar untuk mengembangkan pendidikan mencapai tujuan universitas.

Warna Abu-abu/perak : melambangkan teknologi modern sebagai modal dasar Telkom Brand yang menjadikan Telkom University sebagai institusi yang erat kaitannya dengan aplikasi teknologi nyata dan memiliki keunggulan untuk cepat menyerap dan mendayagunakan potensi teknologi dalam segala bidang pendidikan yang diselenggarakannya.

1.1.4 Budaya Perusahaan A. Profesionalism

Kemampuan Civitas Akademika Telkom University melaksanakan peran sesuai tuntutan kompetensi pekerjaan dan profesinya. Professionalism ditunjukan dengan kemampuan memanfaatkan ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam menyelesaikan setiap pekerjaan dan tugasnya dengan kualitas terbaik bagi diri dan lingkungannya

(5)

5 (https://telkomuniversity.ac.id/wp-

content/uploads/2017/12/KR._476_Tahun_2016.pdf).

B. Recognition Of Achievement

Perilaku yang menunjukan ketulusan Civitas Akademika Telkom University untuk mengakui dan menghargai hasil karya orang lain.

Pengakuan ditunjukan dengan memberikan apresiasi dalam bentuk ucapan, perhatian, sikap ataupun tindakan penghargaan lainnya. Sivitas Akademika Telkom University dengan inisiatifnya senantiasa mengajak untuk berprestasi positif (https://telkomuniversity.ac.id/wp- content/uploads/2017/12/KR._476_Tahun_2016.pdf).

C. Integrity

Menunjukan perilaku Civitas Akademika Telkom University untuk senantiasa menjaga sikap diri sesuai dengan norma dan etika yang berlaku.

Menjaga hubungan baik dengan sesama karyawan, mahasiswa, maupun seluruh stakeholder, jujur, dapat dipercaya, mandiri, melaksanakan janji, patuh dan memegang teguh kebenaran (https://telkomuniversity.ac.id/wp- content/uploads/2017/12/KR._476_Tahun_2016.pdf).

D. Mutual Respect

Komitmen Civitas Akademika untuk membangun Telkom University berdasarkan asas kepercayaan, kebersamaan, kerjasama, saling menghormati perbedaan, keharmonisan dan keinginan untuk melakukan perbuatan yang mendatangkan kebaikan bagi diri maupun orang lain (https://telkomuniversity.ac.id/wp-

content/uploads/2017/12/KR._476_Tahun_2016.pdf).

E. Entrepreneurship

Kemampuan Civitas Akademika Telkom University untuk menciptakan produk/kegiatan inovatif yang bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan, keilmuan dan produktivitas dosen, mahasiswa dan Telkom University.

Memiliki kemampuan untuk menarik dan menjalin kerjasama dengan

(6)

6 calon mahasiswa, industri dan masyarakat umum (https://telkomuniversity.ac.id/wp-

content/uploads/2017/12/KR._476_Tahun_2016.pdf).

(7)

7 SUSUNAN ORGANISASI UNIVERSITAS TELKOM

Sumber: Direktorat SDM Telkom University, 2019 Gambar 1.2

Struktur Organisasi Telkom University REKTOR

SENAT ADVERSORY

BOARD

WAREK I AKADEMIK

WAREK II SUMBER

DAYA

WAREK III ADMINISI PENGEMBANG

AN KARIR

WAREK IV PENELITIAN &

KEMAHASISWAAN

DIREKTORAT SEKERTARIS UNIVERSITAS

DIREKTORAT ENDOWMENT

& ALUMNI

TRUSTEE BOARD

DIREKTORAT BANDUNG TECHNO PARK

ADVERSORY BOARD

MANAGER UMUM MANAGER

HILIRASI RISET MANAGER

INKUBASI BISNIS

MANAGER MARKETING BAG.

PERENCANAA N &

PENGENDALIA N INSTITUSI

BAG. SATUAN PENJAMIN

MUTU

BAGIAN PUBLIC RELATION &

SEKRETARIAT

(8)

8 Tabel 1.1 Komposisi Karyawan TPA Telkom University

No. Bidang Jumlah

1 FTE (Fakultas Teknik Elektro) 17

2 FEB (Fakultas Ekonomi dan Bahasa) 14

3 FKB (Fakultas Komunikasi Bisnis) 16

4 FIK (Fakultas Industri Kreatif) 19

5 FIF (Fakultas Informatika) 19

6 FRI (Fakultas Rekayasa Industri) 14

7 FIT (Fakultas Ilmu Terapan) 19

8 Rektorat 43

9 Bidang I 24

10 Bidang II 99

11 Bidang III 51

12 Bidang IV 32

TOTAL 367

Sumber: Direktorat SDM Telkom University, 2019

1.2 Latar Belakang

SDM merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam lingkup suatu perusahaan atau organisasi karena SDM memiliki peranan yang cukup besar terhadap kemajuan sebuah perusahaan atau organisasi. Untuk mencapai sebuah SDM yang ideal dalam cakupan perusahaan atau organisasi, tentunya diperlukan sebuah proses manajemen SDM yang baik, dimana tujuan dari adanya manajemen SDM ini sebagai upaya untuk bisa memberikan dampak positif pada sebuah perusahaan atau organisasi itu sendiri. SDM yang dimiliki oleh perusahaan adalah karyawan yang bekerja pada perusahaan. Para karyawan dianggap merupakan salah satu aset paling penting yang harus dikelola dengan baik oleh perusahaan karena kinerja sebuah perusahaan akan dipengaruhi oleh setiap karyawan yang bekerja pada perusahaan (Utami, 2017. Strategi Tepat Untuk Pengembangan SDM dalam Perusahaan).

(9)

9 Perguruan tinggi dianggap sebagai institusi yang dapat membentuk sikap dan karakter setiap mahasiswa atau mahasiswi yang diharapkan dapat menjadi generasi penerus bangsa di masa yang akan datang. Kendala yang terjadi di Indonesia yaitu masih banyaknya jumlah masyarakat yang tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan sampai perguruan tinggi, salah satu faktor utama yang menyebabkan hal itu adalah masalah keuangan atau financial. Dalam website yang dimiliki oleh DIKTI, jumlah perguruan tinggi di Indonesia mencapai 4.259 unit dengan rincian, Akademik sebanyak 1.097 unit, Politeknik 228 unit, Sekolah Tinggi sebanyak 2.303 unit, Institut sebanyak 122 unit dan Universitas sebanyak 509 unit (Tosepu, 2018. Perkembangan Pendidikan Tinggi di Indonesia).

Selain tenaga pendidik atau pengajar, sebuah perguruan tinggi membutuhkan karyawan yang bekerja sebagai TPA atau sistem informasi akademik yang dimiliki oleh sebuah kampus. Sistem informasi akademik adalah suatu sistem yang dirancang untuk keperluan pengelolaan data – data akademik dengan penerapan teknologi komputer baik hardware maupun software sehingga seluruh proses kegiatan akademik dapat terkelola dan terkendali dengan baik dan akan menjad informasi yang bermanfaat dalam pengelolaan manajemen perguruan tinggi. Sistem ini bertujuan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, sehingga perguruan tinggi dapat menyediakan layanan informasi yang lebih baik dan efektif. Kesulitan yang sering terjadi pada bagian internal perguruan tinggi adalah banyaknya proses pengolahan data yang harus dilakukan dalam waktu singkat, contohnya pengolahan data mahasiswa yang mengambil mata kuliah dan kelas dengan pengajar/dosen. Pada pengolahan data tersebut akan di dapat data-data transaksi berupa, data absensi, data mata kuliah, data transkrip nilai, data jadwal ujian, data biaya pembayaran (status pembayaran mahasiswa), data dosen beserta atribut data gaji yang merupakan bagian dari sistem keuangan yang diterapkan pada sisi keuangan (Sentra, 2018. Manfaat Sistem Informasi Akademik Bagi Perguruan Tinggi & Mahasiswa).

Sumber daya manusia yang ada di perguruan tinggi terdiri dari dosen dan tenaga penunjangnya yang mencakup, pustakawan, laporan, teknisi, dan tenaga

(10)

10 kependidikan lainnya yang bertanggung jawab atas pencapaian sasaran mutu keseluruhan program tri darma perguruan tinggi. Adapun mengenai tugas masing- masing disebut secara berturut-turut di dalam Pasal 39 ayat (1) dan (2) UU Sisdiknas. Pasal 39 ayat (1) berisi pendidik bertugas merencanakan dan melaksanakan: proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pasal 39 ayat (2) berisi tenaga kependidikan/ penunjang bertugas melaksanakan: administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan (Yuniasanti dan Fachmi, 2016).

Berdasarkan uraian di atas, menunjukkan bahwa TPA memiliki peran penting dalam sebuah perguruan tinggi karena memiliki peran untuk memenuhi fungsi pelayanan perguruan tinggi. Fungsi dari pelayanan yang diberikan yaitu memberikan dokumen – dokumen yang dibutuhkan oleh dosen ataupun mahasiswa yang memiliki keterkaitan dengan perkuliahan dan memiliki peran untuk mendukung keberhasilan dan kelulusan setiap mahasiswa pada perguruan tinggi.

Kota Bandung merupakan salah satu kota yang terletak di Jawa Barat, Indonesia sekaligus menjadi ibu kota provinsi Jawa Barat. Terdapat beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta ternama yang dapat menghasilkan lulusan yang dapat bersaing di dunia kerja maupun lulusan yang dapat membangun dan menjalankan sebuah bisnis yang memiliki keuntungan yang tidak sedikit. Kota Bandung disebut sebagai kota pendidikan karena terdapat beberapa perguruan tinggi yang memiliki kualitas yang tidak kalah dengan perguruan tinggi di kota – kota lain yang terdapat di Indonesia. Banyak masyarakat yang berasal dari luar Kota Bandung yang memiliki keinginan dan tertarik untuk bergabung atau masuk ke dalam perguruan tinggi yang ada di Kota Bandung (https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_perguruan_tinggi_di_Jawa_Barat).

Salah satu perguruan tinggi yang terletak di Kota Bandung yang diambil oleh peneliti sebagai objek penelitian yaitu Telkom University. Telkom University atau Tel-U, adalah sebuah perguruan tinggi swasta yang terletak di JL.

(11)

11 Telekomunikasi No. 1, Terusan Buahbatu, Bandung, Jawa Barat, Indonesia.

Telkom University merupakan penggabungan dari empat institusi yang berada di bawah badan penyelenggara yang bernama YPT, yaitu IT Telkom, IM Telkom, Politenik Telkom dan STISI Telkom. Telkom University berdiri pada tanggal 14 Agustus 2013 berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nomor 309/E/0/2013. Penggabungan keempat institusi yang berada di bawah badan penyelenggara yang bernama YPT memiliki dampak terhadap TPA, hal ini dikarenakan pembagian tugas dan pekerjaan yang diberikan kepada para karyawan yang berposisi sebagai TPA akan mengalami perubahan yang signifikan. Hal ini akan berdampak pada beban kerja yang diberikan oleh pihak Universitas kepada para karyawan. Beban kerja akan mengalami perubahan seiring dengan bergabungnya keempat institusi tersebut dan akan memiliki dampak terhadap keefektifan karyawan TPA Telkom University karena para karyawan akan memiliki beban kerja baru yang dianggap tidak sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki dan para karyawan menganggap tidak adanya keadilan atas pembagian beban kerja tersebut karena setiap TPA diberikan beban kerja yang berbeda – beda walaupun jabatan para TPA memiliki kesamaan (http://ypt.or.id/telkom-university/).

Kinerja perusahaan memiliki keterkaitan dengan kinerja yang karyawan berikan pada jangka waktu tertentu. Sebuah perusahaan dapat terus bertahan apabila karyawan dapat memberikan kinerja yang optimal, seperti menyelesaikan setiap pekerjaan sesuai dengan ketentuan perusahaan, karyawan dapat menghasilkan hasil pekerjaan yang memiliki kualitas serta karyawan dapat bekerja sesuai dengan target perusahaan. Menurut Edison (2016:206), kinerja adalah hasil dari suatu proses yang mengacu dan diukur selama periode waktu tertentu berdasarkan ketentuan dan kesepatakan yang telah ditetapkan sebelumnya. Peneliti mendapatkan data mengenai rekapitulasi penilaian kinerja karyawan TPA level struktural pada Telkom University karena dianggap terus mengalami penurunan penilaian kinerja karyawan yang perlu diperbaiki agar pada periode berikutnya, kinerja karyawan tersebut dapat mengalami peningkatan. Berikut ini merupakan rekapitulasi kinerja TPA pada tahun 2018:

(12)

12 Tabel 1.4 Rekapitulasi Kinerja TPA Pada Tahun 2018

No. Jabatan NKI Per Triwulan 2018

TW1 TW2 TW3 TW4 NKI 2018 1. Kepala Bagian Pengelolaan

Kegiatan & Kesejahteraan Mahasiswa

107,00 103,94 101,68 101,35 103,49

2. Kepala Urusan Laboratorium 107,20 108,26 108,05 107,60 107,78 3. Kepala Urusan Keuangan &

Sumber Daya (Fit)

108,99 109,35 107,00 110,00 108,83 4. Kepala Urusan Tracer Study 103,46 107,01 103,87 103,46 104,45

5. Kepala Bagian

Perbendaharaan

106,45 108,02 106,14 105,24 106,46 6. Ketua Pusat Penelitian 1 106,69 104,70 103,56 100,00 103,74 7. Kepala Urusan Helpdesk &

Service Level Management 102,01

107,94

104,63 104,20 104,70 8. Kepala Urusan Kegiatan

Mahasiswa 106,69 103,94 101,68 101,35 103,42 9. Kepala Bagian Sumberdaya

Keilmuan & Perpustakaan 106,15 106,47 104,43

104,31

105,34 10. Kepala Urusan Pengadaan

Logistik 108,28 111,11 108,61 106,08 108,52 11. Asisten Manager Finance &

Logistic 103,70

104,50

103,70

103,80 103,93 12. Kepala Urusan Pengendalian

dan Pelaporan Performansi Institusi

103,46

107,01

103,87

103,46

104,45

13. Direktur Pusat

Pengembangan Karir 103,46 107,01 103,87 103,46 104,45 14. Kepala Urusan Rumah

Tangga 108,28 111,11 106,48 104,00 107,47 15. Asisten Manager Inkubasi

Bisnis 103,70 104,50 103,70 103,80 103,93 16. Manager Umum 106,45 108,02 106,14 105,24 106,46 17. Kepala Urusan Pengendalian

Dokumen Mutu 106,85 106,81 105,14 101,54 105,09

(13)

13

No. Jabatan NKI Per Triwulan 2018

TW1 TW2 TW3 TW4 NKI 2018

18. Kepala Urusan

Pengembangan Kompetensi dan Studi Lanjut

105,91 106,56 106,73

104,92

106,03 19. Asisten Manager Tenant

Service 103,70 104,50 103,70 103,80 103,93 20. Kepala Urusan Administrasi

Akademik & Pelaporan Pendidikan

107,16

106,47

104,43

104,06

105,53 21. Kepala Urusan Riset &

Inovasi Teknologi Informasi 102,01 107,94 104,50 104,40 104,71 22. Kepala Bagian Kantor

Urusan Internasional 103,36 104,62 103,72 104,31 104,00 23. Manager Marketing 103,70 104,50 103,70 103,80 103,93 24. Kepala Urusan Pengelolaan

Aset

94,62 101,40 106,48 104,00 101,63 25. Kepala Urusan Layanan

Fasilitas International Classs 105,10

105,06

101,12

100,21

102,87 26. Kepala Urusan Publikasi &

Haki

104,50 109,28 150,20 103,54 105,63 27. Kepala Urusan Perikatan 106,85 106,81 105,14 101,54 105,09 28. Kepala Urusan Bimbingan &

Konseling Mahasiswa

106,85 106,81 105,14 101,35 105,04 29. Kepala Bagian Administrasi

Akademik

103,36 104,62 103,72 104,06 103,94

30. Kepala Urusan

Pengembangan Data Center

102,01 107,83 104,55 104,20 104,65

31. Kepala Bagian

Pengembangan Karakter &

Kegiatan Asrama

107,00 103,94 101,68 101,35 103,49

32. Kepala Urusan Hubungan Lembaga & Penyaluran Lulusan

103,46 107,01 103,87 103,46 104,45

33. Asisten Manager Marketing 103,70 104,50 103,70 110,80 105,68 34. Kepala Urusan Beasiswa &

Kesejahteraan Mahasiswa

106,69 103,94 101,68 101,35 103,42

(14)

14

No. Jabatan NKI Per Triwulan 2018

TW1 TW2 TW3 TW4 NKI 2018

35. Kepala Urusan

Pengembangan Karakter &

Kemitrausahaan

106,40 103,94 101,68 101,35 103,34

Sumber: SDM Telkom University (2019)

Keterangan:

P1 (Penilaian 1) : Target > 105 : Baik P2 (Penilaian 2) : Target 104 – 105 : Cukup P3 (Penilaian 3) : Target < 104 : Kurang

Berdasarkan hasil tabel 1.4 mengenai rekapitulasi kinerja TPA pada tahun 2018, dapat dinyatakan bahwa terjadi penurunan kinerja karyawan TPA level struktural pada Telkom University. Telkom University memiliki standar dalam penilaian kinerja karyawan secara individual, kriteria tersebut disebut sebagai P1 (Penilaian 1) yang termasuk ke dalam kategori baik, P2 (Penilaian 2) yang termasuk ke dalam kategori cukup dan P3 (Penilaian 3) yang termasuk ke dalam kategori kurang. Dapat dilihat dari Triwulan 1 (TW1) hingga Triwulan 4 (TW4), kinerja para TPA pada Telkom University cenderung mengalami penurunan sehingga akan menurunkan tingkat produktivitas yang karyawan berikan terhadap perguruan tinggi karena mayoritas karyawan mendapatkan penilaian yang termasuk ke kriteria P3 (Penilaian 3) yang termasuk ke dalam kategori kurang. Hal ini dikarenakan data yang diperoleh tidak sesuai dengan keinginan para mahasiswa dan para karyawan TPA tidak dapat memberikan data tersebut sesuai dengan waktu yang telah dijanjikan sebelumnya. Selain itu, para karyawan tidak memiliki ketilitian yang baik dalam bekerja karena apabila pekerjaan telah selesai dikerjakan, karyawan tidak memeriksa kembali sehingga sering terjadi komplain dari mahasiswa karena data yang diperoleh tidak sesuai dengan keinginan para mahasiswa. Hal ini akan menghambat kebutuhan para mahasiswa dan akan memberikan dampak buruk bagi para TPA karena para tenaga penunjang akan memiliki citra yang buruk di benak mahasiswa dan tenaga pendidik atau dosen karena tidak dapat bekerja dengan benar (Sumber: SDM Telkom University).

(15)

15 Persepsi beban kerja merupakan perasaan yang dimiliki oleh setiap karyawan mengenai beban pekerjaan yang mereka terima atau mereka peroleh.

Beban kerja yang dianggap berlebihan dan tidak seimbang dengan jabatan seorang karyawan diperusahaan akan mengakibatkan kelelahan yang dirasakan oleh karyawan dan mengakibatkan gangguan kesehatan para karyawan. Persepsi terhadap beban kerja merupakan penilaian yang diberikan oleh karyawan mengenai sejumlah tuntutan pekerjaan yang membutuhkan aktivitas mental dan fisik yang harus diselesaikan pada jangka waktu tertentu serta persepsi beban kerja memiliki dampak positif serta negatif. Menurut Saputri dan Sumbodo (2015), apabila karyawan memiliki persepsi yang positif maka karyawan akan menganggap beban kerja sebagai tantangan dalam bekerja sehingga karyawan akan lebih bersungguh – sungguh dalam bekerja dan dapat meghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya maupun perusahaan. Sedangkan apabila persepsi negatif yang muncul, maka beban kerja dianggap sebagai tekanan kerja sehingga dapat mempengaruhi kinerja karyawan serta berdampak negatif bagi dirinya maupun perusahaan.

Menurut penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Fajriani dan Dovi (2015), hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara beban kerja dengan kinerja karyawan. Karyawan yang memiliki beban kerja berlebihan akan memicu timbulnya kejenuhan (burnout), yang pada akhirnya kondisi ini akan menurunkan kinerja para karyawan serta penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Tjiabrata dan Bode (2017), memiliki hasil bahwa secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel beban kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Sabar Ganda Manado. Peneliti melakukan wawancara dengan Bapak Leo sebagai HRD di bagian SDM Telkom University yang menyatakan bahwa akibat penggabungan keempat institusi yang berada di bawah badan penyelenggara yang bernama YPT, beban kerja yang diberikan oleh Telkom University mengalami perubahan serta menjadikan pembagian beban kerja yang diberikan menjadi tidak sesuai terutama pembagian tugas kepada para TPA karena para TPA memiliki jabatan yang sama tetapi beban kerja yang diberikan memiliki perbedaan antara satu karyawan dengan karyawan lain. Hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan kinerja yang diberikan oleh TPA pada Telkom University. Dampak yang diberikan yaitu dapat

(16)

16 menghambat para mahasiswa yang membutuhkan data – data yang berhubungan dengan perkuliahan sehingga mahasiswa akan mengalami kerugian dan para tenaga pengajar akan turut mengalami kerugian karena TPA memiliki peran yang sangat penting di sebuah perguruan tinggi. Selain itu, pembagian beban kerja dianggap monoton karena setiap harinya para karyawan hanya mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan yang sama secara terus menerus sehingga karyawan akan merasa bosan dan akan berdampak pada kinerja karyawan yang tidak optimal dan maksimal. Selain melakukan wawancara, peneliti menambahkan pilot study yang bertujuan untuk mengetahui mengenai persepsi beban kerja pada karyawan TPA Telkom University dalam bentuk kuesioner dengan pernyataan yang disebarkan kepada karyawan TPA Telkom University. Peneliti menyebarkan kuesioner secara acak kepada 30 orang karyawan yaitu sebagai berikut:

Tabel 1.2 Rekapitulasi Kuesioner Pilot Study Persepsi Beban Kerja

No. Pernyataan Setuju Tidak Setuju

1. Saya merasa pekerjaan dalam posisi jabatan saya saat ini adalah hal yang paling ringan

20% 80%

2. Dalam posisi jabatan saat ini saya membutuhkan perhatian yang tinggi dalam melaksanakan pekerjaan saya

60% 40%

3. Saya merasa tanggung jawab yang saya miliki pada posisi jabatan saat ini sangat berat

16,67% 83,33%

4. Saya mendapatkan pekerjaan lain disaat pekerjaan yang sedang saya tangani belum selesai

70% 30%

5. Saya sering pulang terlambat karena

harus mengerjakan pekerjaan saya 66,67% 33,33%

6. Saya merasa pekerjaan saya semakin

hari semakin terasa berat 96,67% 0,33%

7. Saya masih mengerjakan semua

pekerjaan saya diluar jam kantor 56,67% 43,33%

8. Target yang ditetapkan perusaahan

berat bagi saya 76,67% 23,33%

(17)

17 9. Target pekerjaan yang ditentukan oleh

perusahaan membuat saya tertekan 73,33% 26,67%

10. Target yang selalu meningkat membuat

saya cemas 93,33% 6,67%

Sumber: Hasil olahan penulis, 2019

Berdasarkan hasil pilot study pada tabel 1.2 yang telah dilakukan peneliti kepada 30 karyawan Telkom University, menunjukkan bahwa sebanyak 80%

merasa tidak setuju bahwa pekerjaan dalam posisi jabatan saat ini adalah hal yang paling ringan, sebanyak 60% menyatakan bahwa posisi jabatan saat ini membutuhkan perhatian yang tinggi, sebanyak 83,33% karyawan menyatakan bahwa karyawan merasa bertanggung jawab pada posisi jabatan saat ini sangat berat, sebanyak 70% menyatakan bahwa karyawan mendapatkan pekerjaan lain disaat pekerjaan yang sedang ditangani belum selesai, sebanyak 66,67%

menyatakan bahwa karyawan sering pulang terlambat karena harus mengerjakan pekerjaan, sebanyak 96,67% karyawan menyatakan bahwa karyawan merasa pekerjaan karyawan semakin hari semakin terasa berat, sebanyak 56,67% karyawan masih mengerjakan semua pekerjaan diluar jam kantor, sebanyak 76,67% target yang ditetapkan perusahaan berat bagi karyawan, sebanyak 73,33% menyatakan bahwa target pekerjaan yang ditentukan membuat saya tertekan serta 93,33%

merasa bahwa target yang selalu meningkat membuat karyawan cemas.

Setiap karyawan pasti memiliki kemampuan dan keahlian yang berbeda – beda. Karakteristik tersebut dapat disebut sebagai kompetensi. Kompetensi memiliki dampak yang cukup besar terhadap kinerja yang karyawan berikan kepada perusahaan. Perusahaan akan memberikan tugas atau pekerjaan yang berbeda – beda kepada setiap karyawan karena setiap karyawan pasti memiliki kemampuan dan keahlian yang berbeda – beda. Kompetensi dianggap sebagai suatu hal yang penting karena karyawan yang tidak memiliki kompetensi yang memadai dan yang tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan akan menghambat kinerja perusahaan karena ketidaksesuaian kompetensi yang dimiliki oleh karyawan dengan kebutuhan perusahaan. Menurut Edison (2016:17), kompetensi merupakan kemampuan yang dimiliki oleh setiap individu untuk melaksanakan suatu pekerjaan dengan benar dan

(18)

18 memiliki keunggulan yang didasarkan pada hal – hal yang menyangkut mengenai pengetahuan (knowledge), keahlian (skill) dan sikap (attitude). Menurut penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Ataunur dan Eny (2015), yang memiliki hasil bahwa terdapat pengaruh secara signifikan antara variabel kompetensi terhadap kinerja karyawan PT Adaro energy Tbk sama halnya dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Makawi dan Normajatun (2015), yang memiliki hasil bahwa kompetensi berpengaruh terhadap kinerja karyawan, artinya semakin baik kompetensi yang dimiliki maka semakin meningkatkan kinerja karyawannya.

Kompetensi yang dimiliki semakin tinggi akan membuat kinerja karyawan juga semakin tinggi. Berikut ini merupakan rekapitulasi tingkat pendidikan terakhir TPA pada Telkom University:

Tabel 1.2 Tingkat Pendidikan Terakhir TPA Pada Telkom University

Sumber: SDM Telkom University (2019)

Berdasarkan hasil tabel 1.2 mengenai rekapitulasi pendidikan terakhir TPA pada Telkom University, memiliki hasil bahwa mayoritas yang menjadi TPA adalah karyawan yang memiliki tingkat pendidikan terakhir sampai tingkat S1. Hal ini dianggap cukup positif karena kriteria yang ditetapkan oleh pihak perusahaan adalah karyawan yang memiliki pendidikan terakhir sampai tingkat S1. Tetapi masih terdapat beberapa karyawan yang memiliki pendidikan terakhir sampai tingkat SMA/SMK bahkan pihak perguruan tinggi masih memiliki karyawan yang memiliki pendidikan terakhir sampai tingkat SD dan SMP. Faktor pendidikan terakhir dianggap dapat mempengaruhi kinerja yang karyawan berikan kepada

No Pendidikan Terakhir TPA outsource Jumlah

1 SD 2 0 2

2 SMP 3 0 3

3 SMA/SMK 59 14 73

4 D1 2 0 2

5 D2 0 0 0

6 D3 119 3 122

7 D4 0 0 0

8 S1 152 2 154

9 S2 10 0 10

10 S3 1 0 1

Jumlah 348 19 367

(19)

19 perusahaan, oleh karena itu pihak perguruan tinggi harus bersikap profesional dengan menerima hanya menerima karyawan yang memiliki kualifikasi yang sesuai dengan kriteria yang dimiliki dan dibutuhkan oleh pihak perguruan tinggi (Sumber:

SDM Telkom University).

Selain persepsi beban kerja dan kompetensi, terdapat salah satu aspek yang memiliki dampak terhadap kinerja karyawan, yaitu kompensasi. Kompensasi merupakan balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan dalam jangka waktu tertentu. Menurut Septawan (2014:5), kompensasi adalah imbalan jasa atau balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada para karyawan karena karyawan tersebut telah memberikan sumbangan tenaga dan pikiran demi kemajuan perusahaan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pada umumnya, balas jasa yang diberikan oleh perusahaan yaitu gaji pokok, insentif dan bonus. Ketiga hal tersebut termasuk ke dalam kategori kompensasi financial secara langsung sedangkan kompensasi financial secara tidak langsung. Menurut penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Pratama (2015), menunjukkan bahwa kompensasi financial dan kompensasi non financial memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), oleh karena itu kompensasi memiliki peran penting dan pengaruhnya sangat kuat terhadap kinerja karyawan serta penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Rukmini (2016), variabel kompensasi mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan pada CV. Roda Jati Karanganyar tahun 2016. Selain pemberian gaji dan tunjangan karyawan sudah tepat pemberian fasilitas pun cukup memadai dan memberi tunjangan terhadap kinerja karyawan. Berikut ini merupakan kompensasi yang diberikan oleh Telkom University kepada TPA:

Tabel 1.3 Kompensasi Yang Diberikan Oleh Telkom University Kepada TPA

No. Bentuk Kompensasi

1. Gaji Bulanan

2. Tunjangan Hari Raya (THR)

3. Tunjangan Cuti

4. Tunjangan Pendidikan

(20)

20 5. Fasilitas Telekomunikasi

6. Makan Siang

7. Fasilitas Rekreasi

8. Fasilitas Kesehatan

9. Tunjangan Hari Tua

10. Asuransi Ketenagakerjaan Sumber: SDM Telkom University (2019)

Berdasarkan hasil tabel 1.3 mengenai kompensasi yang diberikan oleh Telkom University kepada TPA yang peneliti dapatkan dari bagian SDM Telkom University dapat dinyatakan lengkap dan telah memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh peraturan yang dimiliki oleh Telkom University. Meskipun demikian, tetapi tidak semua karyawan TPA mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendapatkan promosi jabatan, hanya karyawan – karyawan tertentu saya yang mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan promosi jabatan yang diberikan oleh Telkom University. Kenaikan jabatan akan berpengaruh terhadap kompensasi yang diterima oleh karyawan sehingga setiap karyawan menginginkan kenaikan jabatan tetapi Telkom University tidak memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh karyawan TPA sehingga para karyawan akan merasakan kejenuhan dalam mengerjakan pekerjaan yang diberikan oleh perguruan tinggi (Sumber: SDM Telkom University).

Melalui fenomena yang dijelaskan, persepsi beban kerja, kompetensi dan kompensasi dianggap dapat menjadi faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan terutama pada TPA pada Telkom University Bandung. Persepsi beban kerja yang dimiliki oleh para karyawan Telkom University dianggap monoton dan membosankan karena setiap harinya karyawan selalu mengerjakan pekerjaan yang sama sehingga terjadi kejenuhan dan karyawan tidak dapat bekerja secara optimal.

Lalu kompetensi yang dimiliki oleh para karyawan Telkom University masih terdapat beberapa karyawan yang belum memenuhi kriteria dan belum memenuhi klasifikasi sebagai TPA pada Telkom University Bandung serta kompensasi financial secara tidak langsung yang diberikan oleh Telkom University tidak sesuai dengan harapan para karyawan karena tidak adanya jenjang karir yang jelas

(21)

21 sehingga para karyawan tidak mendapatkan kenaikan jabatan dan kenaikan gaji.

Hal ini berdampak pada kinerja karyawan Telkom University yang dianggap belum maksimal karena para karyawan tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan serta para karyawan tidak dapat bekerja sesuai dengan target yang telah ditentukan oleh pihak Telkom University (Sumber: SDM Telkom University). Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Ratnasari (2016), yang menunjukkan bahwa kompetensi dan kompensasi memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan pada Departemen Quality Assurance PT. PEB BATAM serta penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Sembiring (2016), yang memiliki hasil bahwa terdapat pengaruh antara beban kerja, kompetensi dan kompensasi terhadap kinerja pegawai pada Kementrian Agama Kabupaten Dairi. Peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Persepsi Beban Kerja, Kompetensi dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Telkom University”.

1.3. Identifikasi Masalah dan Rumusan Masalah 1.3.1. Identifikasi Masalah

Masalah yang terjadi yaitu persepsi beban kerja yang diberikan oleh pihak Telkom University mengalami perubahan yang siginifikan sejak terjadi penggabungan keempat institusi yang berada di bawah badan penyelenggara yang bernama YPT. Beban kerja yang diberikan menjadi tidak seimbang dan dianggap tidak adil oleh beberapa TPA pada Telkom University karena beban kerja yang diberikan tidak sesuai dengan jabatan mereka dan tidak adanya pemerataan dalam pembagian beban kerja. Karyawan yang memiliki beban kerja lebih berat dibandingkan dengan karyawan yang memiliki beban kerja lebih ringan tetap mendapatkan kompensasi yang sama. Selain itu mengenai kompetensi yang dimiliki oleh TPA pada Telkom University dapat dikatakan baik karena mayoritas karyawan yang bekerja sebagai TPA adalah karyawan yang memiliki pendidikan terakhir sampai tingkat S1 tetapi masih terdapat beberapa karyawan yang memiliki pendidikan terakhir sampai tingkat SD dan SMP yang dianggap tidak sesuai dengan kriteria perguruan tinggi serta kompensasi yang diberikan oleh pihak perguruan

(22)

22 tinggi dapat dikatakan lengkap tetapi tidak semua karyawan TPA memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan promosi jabatan seperti tenaga pendidik atau dosen sehingga terjadi kecemburuan sosial antara (TPA) dengan tenaga pendidik atau dosen. Ketiga unsur itu berakibat pada kinerja karyawan para (TPA) yang dianggap terus mengalami penurunan karena tidak dapat menyelesaikan pekerjaan secara tepat waktu (Sumber: SDM Telkom University)

1.3.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

1. Bagaimana persepsi beban kerja pada Telkom University?

2. Bagaimana kompetensi pada Telkom University?

3. Bagaimana kompensasi pada Telkom University?

4. Bagaimana kinerja karyawan TPA pada Telkom University?

5. Bagaimana pengaruh persepsi beban kerja terhadap kinerja karyawan Universitas Telkom?

6. Bagaimana pengaruh kompetensi terhadap kinerja karyawan Universitas Telkom?

7. Bagaimana pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan Universitas Telkom?

8. Bagaimana pengaruh beban kerja, kompetensi dan kompensasi terhadap kinerja karyawan Universitas Telkom?

1.4. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui bagaimana persepsi beban kerja pada Telkom University.

2. Untuk mengetahui bagaimana kompetensi pada Telkom University.

3. Untuk mengetahui bagaimana kompensasi pada Telkom University.

4. Untuk mengetahui bagaimana kinerja karyawan pada Telkom University.

(23)

23 5. Untuk mengetahui pengaruh persepsi beban kerja terhadap kinerja

karyawan Telkom University.

6. Untuk mengetahui pengaruh kompetensi terhadap kinerja karyawan Telkom University.

7. Untuk mengetahui pengaruh kompensasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan Telkom University.

8. Untuk mengetahui seberapa besar persepsi beban kerja, kompetensi dan kompensasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan Telkom University.

1.5. Manfaat Penelitian 1.5.1 Aspek Praktis

Manfaat praktis yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Dapat menjadi referensi bagi perusahaan dalam mengidentifikasi variabel yang dapat menjadi pengaruh terhadap kinerja karyawan khususnya persepsi beban kerja, kompentensi dan kompensasi.

2. Dapat menjadi masukan atau pertimbangan bagi perusahaan dalam meningkatkan persepsi beban kerja, kompentensi dan kompensasi pada perusahaan.

1.5.2 Aspek Akademis

Manfaat akademis yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Dapat menambah pengetahuan dan wawasan dari mengenai persepsi beban kerja, kompentensi, kompensasi dan kinerja karyawan.

2. Dapat menjadi referensi bagi peneliti-peneliti lainnya dalam melakukan penelitian.

1.6 Ruang Lingkup Penelitian

Lingkup dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Variabel yang dipakai pada penelitian ini adalah persepsi beban kerja, kompentensi dan kompensasi yang mempengaruhi kinerja karyawan Universitas Telkom Kota Bandung.

(24)

24 2. Lokasi penelitian dan pengambilan data dilakukan hanya pada lingkup

Universitas Telkom Kota Bandung.

3. Penelitian pada Universitas Telkom Kota Bandung dilakukan pada tahun 2019.

1.7. Sistematika Penulisan Tugas Akhir

Gambaran umum mengenai penelitian yang dilakukan disusun dalam sistematika penulisan sebagai berikut:

a. BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini berisi pendahuluan yang terdiri dari gambaran umum objek penelitian, latar belakang penelitian, perumusan masalah, pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian dan sistematika penulisan tugas akhir.

b. BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LINGKUP PENELITIAN

Bab ini membahas mengenai uraian teori – teori dan pembahasan yang terkait dengan penelitian, membahas penelitian terdahulu yang berkaitan dan dapat dijadikan sebagai landasan oleh peneliti serta berisi kerangka penelitian.

c. BAB III METODE PENELITIAN

Bab ini menjelaskan tentang metode penelitian yang terdiri atas karakteristik penelitian, alat pengumpulan data, tahapan pelaksanaan penelitian, pengumpulan data dan sumber data, validitas dan reliabilitas dan teknik analisis data dan pengujian hipotesis.

d. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab ini menguraikan hasil dari pengolahan data penelitian yang telah diperoleh sesuai dengan tujuan penelitian yag terdiri dari karakteristik responden, hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian.

e. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini menguraikan tentang kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian dan saran untuk melengkapi kekurangan yang terdapat dalam penelitian.

Gambar

Tabel 1.2 Rekapitulasi Kuesioner Pilot Study Persepsi Beban Kerja
Tabel 1.2 Tingkat Pendidikan Terakhir TPA Pada Telkom University
Tabel 1.3 Kompensasi Yang Diberikan Oleh Telkom University Kepada TPA

Referensi

Dokumen terkait

menceritakan tentang seorang wanita muda yang lugu bernama Andrea yang menjadi asisten dari Miranda Priestly, yang merupakan editor model sebuah majalah. Wanita

Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Pemecahan Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman dan Komunikasi Matematis Siswa Sekolah Dasar.. UPI:

Pujisyukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan berkah-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan penulisan hukum

Penelitian lain yang mendukung adalah penelitian yang dilakukan oleh Jaji pada tahun 2012, hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa ada hubungan

Hasil perancangan menunjukan bahwa, daya listrik yang dibutuhkan untuk gedung perawat di STIKES Muhammadiyah Klaten adalah sebesar 99.85 kVA dengan pengaman arus pada

Bagi seorang anak diantara hak yang tidak akan terlepas dari ikatan orang tua adalah hak anak dalam harta warisan selama anak itu tidak melanggar ketentuan-ketentuan

4. Menetapkan tindakan atau prosedur untuk mengurangi potensi bahaya. Teknik ini bermanfaat untuk mengidentifikasi dan menganalisis bahaya dalam suatu pekerjaan. Hal ini

Kesultanan Aceh yang pernah dikenal sampai keluar negeri. Peninggalan berupa bangunan Cagar Budaya ini berada di sekitar lingkungan siswa. Salah satu peninggalan Sultan