• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Manajemen Vo. 10 No. 4 Juli

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Manajemen Vo. 10 No. 4 Juli"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Manajemen Vo. 10 No. 4 Juli 2013 1332 Pengaruh Brand Equity Terhadap Keputusan Pembelian Produk Sepeda Motor

Yamaha V-Ixion : Studi Kasus di Universitas Singaperbangsa Karawang.

Edi Suswardji, SE., MM., Budi Rismayadi, SE., MM., Muhammad Gugun Saputra, SE Abstrak

Sejalan dengan berkembangnya perekonomian, konsep pemasaran yang ada menekankan pentingnya identifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk sehingga konsumen puas. individu sebagai konsumen berada pada posisi yang sangat penting bagi perusahaan. Karena konsumen yang menentukan merek produk tersebut sangat kuat atau tidak di dalam pasar. merek yang kuat dapat menjadi sebuah asset tidak terwujud yang akan berdampak langsung pada kelangsungan produk dan menjadi alat strategi pemasaran yang cukup kuat.

Ekuitas Merek (Brand Equity) adalah nilai tambah yang diberikan pada produk dan jasa.

(Philip Kotler dan Kevin Lane Keller, 2009:258). Sedangkan keputusan pembelian konsumen menurut Schiffman dan Kanuk dalam Ujang Sumarwan (2004:289) ialah Suatu keputusan sebagai pemilihan suatu tindakan dari dua atau lebih pilihan alternatif.

Penelitian ini menggunakan desain deskriptif verifikatif, dengan tujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan menjelaskan bagaimana brand equity, keputusan pembelian, dan pengaruh Pengaruh Brand Equity Terhadap Keputusan Pembelian Produk Sepeda Motor Yamaha V-Ixion.

Hasil penelitian brand equity terhadap keputusan pembelian Yamaha V-Ixion:

1. Brand Equity Yamaha V-Ixion pada Mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang, responden setuju dengan kesadaran merek, asosiasi merek dan loyalitas merek sebagai indikator Brand Equity yang mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian Yamaha V-Ixion.

2. Keputusan Pembelian Yamaha V-Ixion pada Mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang, responden setuju dengan Pengenalan Masalah, Pencarian Informasi, Evaluasi Alternatif, Keputusan Pembelian dan Perilaku Pascapembelian sebagai indikator – indikator yang mempengaruhi keputusan pembelian Yamaha V-Ixion.

3. Pengaruh brand equity terhadap keputusan pembelian, dari hasil perhitungan korelasi menyatakan bahwa pengaruh brand equity dengan keputusan pembelian Produk Yamaha V- Ixion memiliki hubungan yang kuat (r=0,677) dan berpengaruh positif dengan koefisien determinasi sebesar 48,2% dan sisanya 51,8% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Kata Kunci : Brand Equity, Keputusan Pembelian Konsumen.

A. Pendahuluan

Sejalan dengan berkembangnya perekonomian, konsep pemasaran yang ada menekankan pentingnya identifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen untuk lebih meningkatkan minat konsumen terhadap produk sehingga konsumen puas akan suatu produk yang telah dibeli.

Seiring dengan bertambahnya penduduk, maka tingkat teknologi akan terus berkembang dan semakin canggih. Karena kebutuhan masyarakat terus bertambah dan beraneka ragam sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu, individu sebagai konsumen berada pada posisi yang sangat penting bagi perusahaan yang mengeluarkan suatu merek produk.

Karena konsumen yang menentukan merek produk tersebut sangat kuat atau tidak di dalam suatu pasar.

Merek yang kuat merupakan suatu pembeda yang jelas, berkesinambungan dan menjadi ujung tombak bagi daya saing perusahaan yang sangat membantu dalam strategi pemasaran.

Menentukan sebuah merek bukanlah hal yang mudah, suatu merek harus dapat menampilkan keistimewaan dan sifat produk yang mewakili komponen utama dalam suatu produk atau jasa.

Pada awalnya merek digunakan sebagai penanda bagi para konsumen untuk membedakan satu produk dengan produk lainnya, juga dapat membantu konsumen agar lebih mudah untuk mengingat poduk dan akan berdampak pada pengambilan keputusan konsumen

(2)

Jurnal Manajemen Vo. 10 No. 4 Juli 2013 1333 untuk memilih suatu barang ketika melakukan pembelian. Kita dapat menarik suatu anggapan bahwa merek yang kuat dapat menjadi sebuah asset tidak terwujud yang akan berdampak langsung pada kelangsungan produk dan menjadi alat strategi pemasaran yang cukup kuat. Maka dari itu sebuah perusahaan harus dapat memenuhi segala faktor yang dapat mendukung sebuah merek produk agar memiliki brand equity yang cukup baik di pasaran.

Brand equity merupakan asset yang dapat memberikan nilai tersendiri bagi para pelanggan dalam memproses, menafsirkan dan menyimpan infomasi tentang merek tersebut.

Ada beberapa dimensi brand equity yaitu brand awarnes (kesadaran merek), mengingatkan merek ke pelanggan (asosiasi merek), dan brand loyality sudah kuat secara tidak langsung asset brand equity akan pula ikut kuat. Dan dengan kata lain perusahaan pun akan meraup keuntungan dari waktu ke waktu.

Pemasar sering merujuk tentang pemilihan objek (barang, merek, toko/tempat belanja).

Konsumen sebenarnya memilih antara alternatif perilaku berkenaan dengan objek. Pemasar tertarik pada perilaku pembelian konsumen, khususnya pilihan untuk membeli merek. Semua aspek dari afek dan kognisi terlibat dalam pembuatan keputusan, termasuk pengetahuan, makna (meaning), dan kepercayaan yang digerakkan dari memori dan atensi serta proses komprehensi yang terlibat di dalam interpretasi informasi baru dilingkungan.

Pembuatan keputusan konsumen ialah proses integrasi dimana pengetahuan dikombinasikan untuk mengevaluasi dua atau lebih alternatif perilaku kemudian pilih satu. Proses pengambilan keputusan pembelian dimulai dari pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan perilaku setelah pembelian merupakan lima tahapan dalam proses pembelian atau sering disebut Model Lima Tahap.

Era industrialisasi tengah berkembang, tak hanya mempengaruhi pola kehidupan dan konsumsi masyarakat, tetapi juga mode transportasi yang digunakan oleh masyarakat. Tak hanya kota besar sepeda motor kini telah diminati oleh masyarakat pinggiran kota, jarak antar wilayah yang luas dan rute angkutan umum yang tidak merata membuat mode transportasi ini di gandrungi dan menjadi pilihan utama, terutama bagi mereka yang aktif dalam beraktifitas dan tentunya cocok bagi para penggemar sepeda motor.

Setiap aktivitas pembelian suatu produk konsumen memiliki perlindungan hukum yang pasti dan telah tercantum dalam UU Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Republik Indonesia menjelaskan bahwa hak konsumen diantaranya adalah hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang dan atau jasa; hak untuk memilih barang dan atau jasa serta mendapatkan barang dan atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan; hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif; hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan atau penggantian, apabila barang dan atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya; dan sebagainya.

Yamaha V-Ixion merupakan salah satu sepeda motor yang banyak diminati oleh konsumen karena dikenal sebagai sepeda motor yang modern, stylish dan futuristik, aman dan mudah dikendarai, serta hemat BBM karena mengadopsi sistem Injection. Saat ini Yamaha V- Ixion memiliki teknologi yang semakin sempurna serta didukung dengan desain dan warna-warna yang menarik. Sehingga tidak salah jika Yamaha mengeluarkan Slogan “Semakin Di Depan“ untuk brandnya.

Menurut data penjualan Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), total penjualan Yamaha hingga Mei 2012 adalah 1.150.062 unit dan di bulan Mei 201.589 unit. Segmen sport masih tetap dipegang Yamaha dengan penjualan tertinggi 39.628 unit di bulan Mei, ada peningkatan 4 persen dibandingkan April. V-Ixion masih menjadi motor terlaris di Indonesia, penjualannya naik 20 persen di Mei tahun ini dibandingkan bulan lalu, dari 25.097 unit menjadi 30.156 unit. Scorpio mencetak kenaikan drastis sebanyak 99 persen, 2.211 unit di Mei dari 1.111 unit di bulan sebelumnya. Sedangkan Byson terjual 7.261 unit di Mei 2012.

(3)

Jurnal Manajemen Vo. 10 No. 4 Juli 2013 1334 Tabel 1.1

Data Penjualan YAMAHA Periode Mei 2012

Varian Angka penjualan (Unit)

V-Ixion 30.136

Byson 7.261

Scorpio 2.211

Sumber : Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI)

Hal serupa dapat dilihat dari banyaknya pengguna sepeda motor Yamaha V-Ixion di universitas Singaperbangsa Karawang, yaitu sebagai berikut:

Tabel 1.2

Data Pengguna Sepeda Motor di Universitas Singaperbangsa Karawang Periode Juli 2012

Varian Jumlah Pengguna (unit)

Yamaha V-Ixion 70

Yamaha Byson 38

Yamaha Scorpio 30

Honda Tiger 35

Honda Megapro 55

Kawasaki Ninja 40

Suzuki Thunder 35

Sumber: Peneliti 2012.

Perilaku pasca pembelian merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan sikap konsumen untuk membeli kembali produk atau memutuskan untuk tidak melakukan pembelian ulang karena kekecewaan atas harapan dan keinginan yang tidak terpenuhi dari produk dengan merek tersebut, sehingga membuat konsumen loyal dan tidak loyal terhadap suatu Merek dan produk.

Berdasarkan uraian dari latar belakang di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Brand Equity Terhadap Keputusan Pembelian Produk Sepeda Motor Yamaha V-Ixion (Studi Kasus di Universitas Singaperbangsa Karawang)”.

B. Kajian Pustaka

1. Pengertian Brand Equity

Menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller (2009:258) mendefinisikan Ekuitas Merek sebagai berikut : “Ekuitas Merek (Brand Equity) adalah nilai tambah yang diberikan pada produk dan jasa.”

Menurut J. Supranto dan Nandan Limakrisna dalam buku Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran (2007:211) mengemukakan bahwa : “Brand Equity merupakan nilai yang ditentukan oleh konsumen pada suatu merek di atas dan diluar karakteristik / atribut fungsional dari produk.”

Kotler & Keller dalam Surachman S.A. (2008:5) menyatakan bahwa:

Brand equity “is the added value endowed to product and service. This value may be reflected in how consumers think, feel, and act with respect to the brand, as well as the prices, market share, and profitability that the brand commands for the firm. Brand equity is an important intangible asset that has psychological and financial value to firms”.

Artinya :

Ekuitas Merek (Brand Equity) adalah nilai tambah yang diberikan pada produk dan jasa.

Ekuitas merek dapat tercermin dalam cara konsumen berpikir, merasa, dan bertindak dalam hubungannya dalam merek, dan juga harga, pangsa pasar, dan profitabilitas yang diberikan merek bagi perusahaan.

Menurut Aaker dalam Philip Kotler dan Kevin Lane Keller (2009:266) memandang Ekuitas merek sebagai kesadaran merek (brand awareness), asosiasi merek (brand association),

(4)

Jurnal Manajemen Vo. 10 No. 4 Juli 2013 1335 dan loyalitas merek (brand loyality) yang bersama sama menambah atau mengurangi nilai yang diberikan sebuah produk atau jasa.

2. Pengertian Keputusan Pembelian

Di dalam pengambilan keputusan, konsumen berfokus pada tujuan yang mereka cari untuk dicapai atau dipuaskan. Konsumen memahaminya sebagai masalah karena apa yang diinginkannya belum di capai.

Schiffman dan Kanuk dalam Ujang Sumarwan (2004:289) mendefinisikan “Suatu keputusan sebagai pemilihan suatu tindakan dari dua atau lebih pilihan alternatif”.

J. Supranto dan Nandan Limakrisna (2007 : 211) mengemukakan bahwa :

Pengambilan keputusan konsumen ialah proses integrasi dengan mana pengetahuan dikombinasikan untuk mengevaluasi dua atau lebih alternatif perilaku kemudian pilih satu.

Pembuatan keputusan konsumen sebenarnya merupakan suatu aliran interaksi antara proses faktor lingkungan, kognitif dan afektif dan tindakan perilaku. Proses pengambilan keputusan pembelian terdiri dari lima tahap yaitu pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan perilaku pascapembelian. Namun konsumen tidak selalu melalui lima tahap pembelian, mungkin melewatkan atau membalik beberapa tahap.

Model lima tahap pembelian menurut Kotler & Keller (2009:184-191) adalah Pengenalan Masalah, Pencarian Informasi, Evaluasi Alternatif, Keputusan Pembelian dan Perilaku Pasca Pembelian.

C. Metode Penelitian 1. Desain Penelitian

1) Berdasarkan Tujuan

Dengan memfokuskan pada penelitian terapan, artinya penelitian dilakukan dengan menerapkan teori yang akan dijadikan kerangka pemikiran dengan realitas lingkungan kerja atau objek yang akan diambil.

2) Berdasarkan Metode Penelitian

Penelitian termasuk kedalam penelitian survey, karena metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan melakukan survey untuk lebih mengetahui objek yang akan diteliti.

3) Berdasarkan Tingkat Eksplanasi

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional, yaitu mengemukakan pengaruh brand equity terhadap keputusan pembelian sepeda motor Yamaha V-Ixion di Universitas Singaperbangsa Karawang.

4) Berdasarkan Jenis Data

Penelitian ini adalah penelitian data kualitatif. Dimana data kualitatif adalah data yang berbentuk kata, kalimat, skema, dan gambar yang kemudian diangkakan (skoring) menjadi data kuantitatif yang di dapat dengan melakukan skala pengukuran.

2. Instrument Penelitian

Tabel 3.1 Variabel penelitian

Variabel Sub Variabel Indikator

*Brand Equity (X)

Brand Awarness (Kesadaran Merek)

1. Top Of Mind ( Puncak pikiran) 2. Brand Recall (Pengingatan kembali

terhadap merek)

3. Brand Recognition (Pengenalan merek) 4. Unware Of Brand ( Tidak menyadari

merek)

Brand Association (Asosiasi Merek)

1. Atribut/ Karakteristik Produk

2. Atribut Tak Terwujud (Intangible Attributes)

3. Manfaat bagi pelanggan

4. Harga relatif

5. User/Customer

6. Aplikasi (Application)

(5)

Jurnal Manajemen Vo. 10 No. 4 Juli 2013 1336

Variabel Sub Variabel Indikator

7. Gaya hidup

8. Kelas produk

9. Pesaing

Brand Loyality (Loyalitas Merek)

1. Committed buyer

2. Likes the brand

3. Satisfied buyer

4. Habitual buyer

5. Switcher/price buyer

Variabel Sub Variabel Indikator

** Keputusan Pembelian (Y)

Pengenalan Masalah 1. Ransangan Internal 2. Ransangan Eksternal

Pencarian Informasi

1. Sumber Pribadi 2. Sumber Komersial 3. Sumber Publik 4. Sumber Pengalaman Evaluasi Alternatif 1. Kebutuhan

2. Manfaat

Keputusan Pembelian

1. Merek 2. Lokasi 3. Kuantitas 4. Waktu

5. Metode Pembayaran Perilaku Pasca Pembelian 1. Kepuasan

2. Ketidakpuasan Sumber :* Kotler & Keller (2009 : 266)

Ujang Sumarwan, et all (2010:205-207) Fredy Rangkuti (2002 :39-40)

Darmadi Durianto (2001:130)

** Kotler & Keller (2009 : 184 - 191) 3. Metode Pengumpulan Data

1) Populasi Dan Sampel

Sugiyono (2008 : 115-117) menjelaskan bahwa populasi adalah wilayah generalisai yang terdiri atas : obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sesuai dengan masalah penelitian, maka yang dijadikan populasi adalah seluruh mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang pengguna sepeda motor Yamaha V-Ixion yaitu sebanyak 70 orang, data diambil dari tanggal 2 Juli sampai 7 Juli 2012.

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Dengan jumlah populasi yang kurang dari 100 orang, maka jumlah sampel yang dijadikan responden untuk penelitian ini sebanyak jumlah populasi yang ada.

2) Jenis Data Dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari:

a. Data primer b. Data skunder

3) Teknik Pengumpulan Data

(6)

Jurnal Manajemen Vo. 10 No. 4 Juli 2013 1337 Pada penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan pengamatan langsung dilapangan untuk mendapatkan data dan informasi langsung di Universitas Singaperbangsa Karawang, yaitu:

a. Wawancara b. Observasi

c. Kuesioner (Angket) 4) Metode Analisis Data a. Uji Validitas Instrumen

Uji validitas adalah suatu langkah pengujian yang dilakukan terhadap isi (content) dari suatu instrumen, dengan tujuan untuk mengukur ketepatan instrumen yang digunakan dalam suatu penelitian

Validitas menunjukan sejauh mana skor/nilai ukuran yang diperoleh benar-benar menyatakan hasil pegukuran/pengamatan. Validitas pada umumnya berkaitan dengan hasil pengukuran psikologis atau non fisik.

b. Uji Reabilitas

Uji reliabilitas adalah serangkaian pengukuran atau serangkaian alat ukur yang memiliki konsistensi bila pengukuran yang dilakukan dengan alat ukur itu dilakukan secara berulang.

Pengujian reliabilitas instrumen dilakukan dengan internal consistency dengan teknik belah dua (split half) instrumen dibelah dua menjadi dua kelompok, yaitu kelompok instumen ganjil dan genap, yang kemudian masing-masing dijumlahkan untuk mendapatkan skor total setiap kelompok, selanjutnya skor total setiap kelompok tersebut dicarikan korelasinya kemudian dianalisis dengan rumus spearman brown (Sugiyono,2008:186).

Dimana :

ri = Realibilitas Internal seluruh instrumen

rb =`Korelasi product moment antara belahan pertama dan kedua.

c. Uji Normalitas

Uji normalitas adalah uji untuk mengukur apakah data berdistribusi normal sehingga dapat dipakai dalam statistik parametrik (statistik inferensial).

Uji normalitas bertujuan untuk menguji data model regresi, variabel bebas dan terikat, terdistribusikan secara normal atau tidak. Normalitas data dilihat dari titik-titik pada normal P-Plot of Regression Standarized Residual dari variabel terikat.

d. Uji Statistik Deskriptif

Analisis Statistik Desktiptif Yaitu suatu metode pengumpulan untuk memperoleh bahan- bahan teoritis yang dapat dijadikan dasar bagi pengkajian masalah.

a) Skala Ordinal

Merupakan salah satu jenis pengukuran dimana angka dikenakan terhadap data berdasarkan urutan dari objek. Disini angka 2 lebih besar dari 1, bahwa angka 3 lebih besar dari 2 maupun 1. Angka 1, 2, 3 adalah berurut, dan semakin angkanya semakin besar propertinya.

b) Skala Interval

Merupakan salah satu jenis pengukuran dimana angka-angka yang digunakan kemungkinan untuk membandingkan ukuran selisih antara angka-angka.

c) Analisis Rentang Skala

Dalam penelitian ini untuk menganalisis data hasil survey yang berasal dari hasil pengukuran dengan menggunakan instrumen dari skala likert.

Formulasi Analisis Rentang Skala : n (m-1)

RS = M

rb ri rb

  1

.

2

(7)

Jurnal Manajemen Vo. 10 No. 4 Juli 2013 1338 Dimana :

n = Jumlah Sampel

m = Jumlah Alternatif Jawaban (skor = 5) Rentang Skala ( RS ) sebesar :

Skala Terendah = Skor Terendah x Jumlah Sampel Skala Tertinggi = Skor Tertinggi x Jumlah Sampel e. Transformasi Data

Dalam analisis secara statistik, terutama pada statistik parametrik diperlukan persyaratan bahwa skala pengukuran sekurang-kurangnya Interval, sedangkan bila dari data penelitian diperoleh data yang memberikan skala pengukuran Ordinal, maka agar analisis dapat dilanjutkan skala pengukuran Ordinal harus dinaikkan (ditransformasikan) ke dalam skala Interval dengan menggunakan Methods Successive Interval (MSI).

f. Analisis Verifikatif

Untuk mengetahui Pengaruh Brand Equity Terhadap Keputusan Pembelian Produk Sepeda Motor Yamaha V-Ixion (Studi Kasus di Universitas Singaperbangsa Karawang), dalam hal ini analisis yang digunakan adalah sebagai berikut :

a) Analisis Korelasi

Analisis korelasi yang dimaksudkan untuk menguji keeratan hubungan antara diferensiasi produk dengan kepuasan pelanggan. Dan formulasi yang digunakan adalah product moment method sebagai berikut :

Dimana : r = koefisien korelasi n = Jumlah sampel

X = variable bebas (indefendent) Y = variable terikat (defendent) Sumber : Sugiyono (2008:248)

Dalam penelitian ini menggunakan program SPSS 16 Untuk menginterprestasikan dapat diuraikan pada tabel sebagai berikut:

b) Analisis Determinasi

Koefisien determinasi adalah analisis yang digunakan untuk mengetahui kekuatan pengaruh Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Dosen. Rumus untuk menghitung koefisien determinasi adalah dengan cara mengkuadratkan koefisian yang di temukan.

CD = r2 x 100%

Sumber : Sugiyono (2009:250) Keterangan :

CD = Seberapa Jauh Perubahan Variabel Terkait r2 = Kuadrat Koefisien Korelasi

D. Hasil Penelitian Dan Pembahasan 1. Rekapitulasi Variabel Brand Equity

Tabel Rekapitulasi Skor Hasil Perhitungan Kuisioner Variabel X (Brand Equity)

No Indikator Skor Keterangan

1 Top of Mind 263 Setuju

2 Brand Recall 262 Setuju

3 Brand Recognation 214 Cukup Setuju

4 Karakteristik Produk 260 Setuju

0.00 – 0.199 Sangat Rendah

0.20 – 0.399 Rendah

0.40 – 0.599 Sedang

0.60 – 0.799 Kuat

0.80 – 1.000 Sangat Kuat

Sumber : Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis (2009:250) Tabel 3.6

Interpretasi Koefisien Korelasi

Interval Koefisien Tingkat Hubungan/Pengaruh

(8)

Jurnal Manajemen Vo. 10 No. 4 Juli 2013 1339

No Indikator Skor Keterangan

5 Intangible Attributes 277 Setuju

6 Manfaat 274 Setuju

7 Harga Produk 279 Setuju

8 Produk Pesaing 250 Setuju

9 Application 247 Setuju

10 User 260 Setuju

11 Gaya Hidup 257 Setuju

12 Kelas Produk 244 Setuju

13 Statisfied Buyer 248 Setuju

14 Likes the Brand 267 Setuju

15 Switcher/Price Buyer 260 Setuju

16 Habitual Buyer 238 Cukup Setuju

Total 4100

Rata – Rata 256,2 Setuju

Dari Tabel di atas, didapat rata-rata hasil skor sebesar 256,2. Artinya responden Setuju dengan Brand Equity Yamaha V-Ixion di Universitas Singaperbangsa Karawang.

2. Rekapitulasi Keputusan Pembelian

Tabel Rekapitulasi Skor Hasil Perhitungan Kuisioner Variabel Y (Keputusan Pembelian)

No Indikator Skor Keterangan

1 Ransangan Internal 264 Setuju

2 Ransangan Eksternal 238 Cukup Setuju

3 Sumber Pribadi 265 Setuju

4 Sumber Komersial 263 Setuju

5 Sumber Publik 259 Setuju

6 Sumber Pengalaman Pribadi 248 Setuju

7 Kebutuhan Sistem Operasi 284 Setuju

8 Kebutuhan Alat Transportasi 267 Setuju

9 Manfaat 255 Setuju

10 Merek 265 Setuju

11 Lokasi 272 Setuju

12 Kuantitas 263 Setuju

13 Waktu 266 Setuju

14 Metode Pembayaran 249 Setuju

15 Kepuasan 267 Setuju

16 Ketidakpuasan 228 Cukup Setuju

Total 4153

Rata – Rata 260 Setuju

Dari Tabel 4.41, maka didapat garis skala seperti pada gambar 4.34 dengan hasil skor sebesar 260. Artinya responden Setuju dengan keputusan pembelian Yamaha V-Ixion di Universitas Singaperbangsa Karawang.

3. Pengaruh Brand Equity terhadap Keputusan Pembelian Yamaha V-Ixion 1) Analisis Korelasi

Karena data masih bersifat ordinal maka harus di ubah menjadi data interval dengan menggunakan MSI. Untuk mengetahui seberapa kuat pengaruh antara variabel Brand Equity terhadap Keputusan Pembelian Konsumen, dilakukan analisis korelasi dengan menggunakan alat bantu analisis berupa spss 19.0. dengan hasil sebagai berikut:

(9)

Jurnal Manajemen Vo. 10 No. 4 Juli 2013 1340 Analisis Korelasi

Correlations

Brand Equity Keputusan Pembelian

Brand Equity Pearson Correlation 1 .694**

Sig. (1-tailed) .000

N 70 70

Keputusan Pembelian

Pearson Correlation .694** 1

Sig. (1-tailed) .000

N 70 70

**. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).

Sumber: Analisis data, 2012.

Dari tabel interprestasi koefisien korelasi diatas, diperoleh nilai sebesar 0,694. Dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh yang Kuat antara Brand Equity terhadap Keputusan Pembelian Yamaha V-Ixion pada Mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang.

2) Koefisien Determinasi

Adapun nilai koefisien determinasi/Coefisien Determinan (CD) dari brand equity dengan keputusan pembelian dapat dijelaskan sebagai berikut:

CD = r² x 100%

CD = (0,694)² x 100%

= 0,481636 x 100%

CD = 48,2%

Dari hasil perhitungan koefisien determinasi didapatkan nilai sebesar 48,2%. Artinya bahwa variabel Brand Equity mempengaruhi variabel Keputusan Pembelian sebesar 48,2%, sedangkan sisanya sebesar 51,8% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

3) Uji Signifikasi Korelasi Pengujian Hipotesis

Ho: ρ < 0: Tidak terdapat pengaruh positif antara brand equity dengan keputusan pembelian Produk Yamaha V-Ixion.

Ha: ρ > 0: Terdapat pengaruh positif antara brand equity dengan keputusan pembelian Produk Yamaha V-Ixion.

Dk = n - 2 70 – 2 = 68

Pengujian hipotesis penelitian dengan uji pihak kanan (one tailed) untuk koefesien korelasi pada taraf nyata 5% dari derajat bebas 68 maka didapat nilai t tabel sebesar 1.66757. dan perhitungan t hitung adalah sebagai berikut :

Analisis t Hitung Spss 19.0.

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized

Coefficients t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) .844 .274 3.077 .003

Brand Equity .679 .085 .694 7.948 .000

a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian Sumber: Analisis data, 2012.

E. Simpulan Dan Saran 1. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dari analisa mengenai Pengaruh Brand Equity terhadap Keputusan Pembelian Yamaha V-Ixion pada Mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

(10)

Jurnal Manajemen Vo. 10 No. 4 Juli 2013 1341 1). Brand Equity Yamaha V-Ixion pada Mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang,

responden menyatakan setuju dengan kesadaran merek, asosiasi merek dan loyalitas merek sebagai indikator Brand Equity yang mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian Yamaha V-Ixion.

2). Keputusan Pembelian Yamaha V-Ixion pada Mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang, yang menyatakan responden setuju dengan Pengenalan Masalah, Pencarian Informasi, Evaluasi Alternatif, Keputusan Pembelian dan Perilaku Pascapembelian sebagai indikator – indikator yang mempengaruhi keputusan pemmbelian Yamaha V- Ixion.

3).Pengaruh brand equity terhadap keputusan pembelian, dari hasil perhitungan korelasi menyatakan bahwa brand equity dengan keputusan pembelian Produk Yamaha V-Ixion mempunyai hubungan yang kuat (r=0,677) dan berpengaruh positif dengan koefisien determinasi sebesar 48,2% sedangkan sisanya 51,8% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

2. Saran

1) Berdasarkan hasil penelitian kuisioner, brand equity Yamaha V-Ixion telah mendapatkan respon yang baik dari responden, dengan hasil setuju maka pola - pola brand equity tersebut harus tetap dipertahankan.

2) Dari hasil analisis, keputusan pembelian Yamaha V-Ixion telah mendapatkan respon yang baik dari responden. Tetapi akan lebih baik jika PT. YIMM melakukan evaluasi pada indikator yang perlu ditiingkatkan diantaranya, ranangan eksternal dengan melakukan kegiatan promosi dan pengenalan terhadap produk secara intensif kepada konsumen, dan ketidakpuasan dengan terus melakukan inovasi dan menumbuhkan kepercayaan konsumen dengan menjaga dan meningkatkan kualitas produk.

3) Dengan hubungan yang Kuat (r=0,677), maka brand equity Yamaha V-Ixion harus tetap dipertahankan dan lebih ditingkatkan dari sebelumnya. Untuk meningkatkan rasa kepercayaan dan kenyamanan konsumen dalam menggunakan Produk Yamaha V-Ixion.

4) Nilai koefisien Determinasi sebesar 48,2%. Karena berpengaruh positif, maka perlu dilakukan penelitian berikutnya agar dapat diketahui faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan pembelian Yamaha V-Ixion.

DAFTAR PUSTAKA

Assauri, Sofjan. 2007. Manajemen Pemasaran. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Durianto, Darmadi et all. 2001. Strategi Menaklukan Pasar : melalui riset ekuitas dan perilaku merek. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Hasibuan, S.P Malayu. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi. Jakarta : Bumi Aksara.

Kotler & Keller. 2009. Manajemen Pemasaran. Edisi ketiga belas. Jakarta : Erlangga.

Rangkuty, Frendy, 2002. The Power Of Brand. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Bisnis. Bandung : Alfabeta.

_______, 2010. Metode Penelitian Administrasi. Bandung : Alfabeta.

Sumarwan, Ujang. 2004. Perilaku Konsumen “Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran”. Bogor : PT. Ghalia Indonesia.

_______, 2010. Pemasaran Strategik : Perspektif Value-Bsaed Maerketing & Pengukuran Kinerja.

Bogor : IPB Press.

Supranto, J & Nandan, Limakrisna. 2007. Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran “Untuk Memenangkan Persaingan Bisnis”. Jakarta : Mitra Wacana Media.

(11)

Jurnal Manajemen Vo. 10 No. 4 Juli 2013 1342 Surachman S.A. 2008. Dasar-Dasar Manajemen Merek. Malang : Bayumedia Publishing.

Tjiptono, Fandy, Gregorius Chandra & Dedi Adriana. 2008. Pemasaran Strategik. Yogyakarta : ANDI.

Gambar

Tabel 3.1  Variabel penelitian
Tabel Rekapitulasi Skor Hasil Perhitungan Kuisioner Variabel X (Brand Equity)
Tabel Rekapitulasi Skor Hasil Perhitungan Kuisioner Variabel Y   (Keputusan Pembelian)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kedudukan hukum anak akibat pembatalan perkawinan terhadap perkawinan sedarah menurut hukum Islam adalah anak luar

Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2-JM) Bidang Cipta Karya merupakan dokumen perencanaan dan pemrograman pembangunan infrastruktur

Unsharp masking adalah sebuah metode yang meningkatkan kualitas ketajaman garis (edge) dan elemen gambar dengan frekuensi tinggi lainnya melalui suatu prosedur yang

[r]

Sasaran PKB KS/M adalah kepala SD/MI dan SMP/MTs di 250 kab/kota yang menjadi sasaran pada program ProDEP dengan memperhatikan proporsi jumlah pengawas sekolah dan pengawas

PERTAMA : Membentuk Tim Pengarah dan Tim Taknis Kegiatan Penataan Aset Tahun Anggaran 2016, dengan susunan dan personalia sebagaimana tersebut dalam Lampiran

5 2007 Pola Permainan Off=The Ball Screen utk Menghadapi Pertahanan Man-to-Man 6 2007 Pengembangan Tes Psikomotorik dlm Penjas dan Orpres melalui Pendekatan teori Respon Butir 7

i) Koleksi Gerald Hawkins ii) Koleksi Sharom Ahmat iii) Koleksi Kassim Ahmad iv) Koleksi V. Balasingam vii) Koleksi Chandra Muzaffar viii)Koleksi Muhammad Haji Salleh ix)