• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR. Blitar, 26 Agustus 2016 Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Kota Blitar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KATA PENGANTAR. Blitar, 26 Agustus 2016 Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Kota Blitar"

Copied!
70
0
0

Teks penuh

(1)

ii

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat, taufik dan hidayahNya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar telah dapat menyusun Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar tahun 2016 – 2020. Hal ini dimaksudkan guna menentukan arah dan pedoman yang rasional untuk mencapai tujuan dan sasaran, menentukan kebijakan dan program serta kegiatan yang lebih jelas dan konkrit untuk mengevaluasi kinerja yang lebih kondusif. Tujuannya untuk merumuskan dan menjabarkan tujuan utama organisasi dengan mempertimbangkan kondisi dan potensi yang ada.

Penyusunan Rencana Strategis tahun 2016 – 2021 merupakan pedoman dalam rangka pencapaian tujuan agar tepat sasaran sebagai salah satu alat mengukur dan mengevaluasi akuntabilitas kinerja.

Kami sadar bahwa dalam penyusunan Rencana Strategis ini masih belum sempurna.

Menyadari keterbatasan yang ada, maka kami berharap semua pihak dapat memberikan saran dan masukan demi sempurnanya penyusunan lebih lanjut.

Blitar, 26 Agustus 2016

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Kota Blitar

Drs. MUCHSON, M.AP Pembina Utama Muda NIP. 19630219 198903 1 007

(2)

iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ii

DAFTAR ISI iii

BAB I PENDAHULUAN ……….………. 1

1.1 Latar Belakang ……….... …………... 1

1.2 Landasan Hukum …...………... 1

1.3 Maksud dan Tujuan …………..………..… 2

1.4 Sistematika Penulisan ………..……….…. 2

BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PERINDAGDA KOTA BLITAR ……... 5

2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi ………... 5

2.2 Sumber Daya Dinas Perindag Daerah Kota Blitar ………... 6

2.3 Kinerja Pelayanan Dinas Perindag Daerah Kota Blitar …………... 7

2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD .………..… 7

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI ………. 9

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD.. 9

3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih .………... 9 3.3 Telaahan Renstra Kementrian / Lembaga dan Renstra Provinsi / Kota ... 10

3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis ………..……….. 13 3.5 Penentuan Isu-Isu Strategis ………... 14

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN ………..… 16

4.1 Visi dan Misi ……….……….... 16

(3)

iv

4.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD ………... 16

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF ………..

18

5.1 Perwujudan Visi dan Misi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Kota Blitar ………...

18

5.2 Sasaran dan Indikator Sasaran ………. 20

BAB VI PENUTUP ... 23

(4)

v

Daftar Tabel:

1. Tabel 2.1 Pencapaian Kinerja Pelayanan SKPD Dinas Perindag Daerah Kota Blitar 2. Tabel 2.2 Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan SKPD Dinas Perindag

Daerah Kota Blitar

3. Tabel 3.1 Identifikasi Permasalahan berdasarkan Tugas dan fungsi Dinas Perindustrian dan Perdagangan daerah Kota Blitar

4. Tabel 3.2 Identifikasi Isu –Isu Strategis ( Lingkungan Eksternal Lainnya ) Kota Blitar 5. Tabel 3.3 Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan SKPD Terhadap Pencapaian

Visi, Misi dan Program Kepala daerah dan wakil Kepala Daerah

6. Tabel 3.4 Permasalahan Pelayanan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Kota Blitar Berdasarkan Sasaran Renstra K/L beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya

7. Tabel 3.5 Permasalahan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Kota Blitar Berdasarkan Sasaran renstra SKPD Provinsi beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya

8. Tabel 3.6 Permasalahan Pelayanan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Kota Blitar Berdasarkan Telaahan Rencana Tata ruang Wilayah beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya

9. Tabel 3.7 Permasalahan Pelayanan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Kota Blitar berdasarkan Analisis KLHS beserta faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya

10. Tabel 3.8 Skor Kriteria Penentuan Isu-Isu Strategis 11. Tabel 3.9 Nilai Skala Kriteria

12. Tabel 3.10 Rata-Rata Isu-Isu Strategis 13. Tabel 4.1 Perumusan Perwujudan Visi 14. Tabel 4.2 Perumusan Visi

15. Tabel 4.3 Penyusunan Penjelasan Visi 16. Tabel 4.4 Perumusan Misi

17.Tabel 4.5 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan SKPD 18. Tabel 4.6 Penentuan Alternatif Strategi Pencapaian Indikator Sasaran 19. Tabel 4.7 Penetuan Strategi Pencapaian Indikator Sasaran

20. Tabel 4.8 Tujuan,Sasaran,Strategi dan Kebijakan

21. Tabel 5.1 Rencana Program, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan

(5)

vi

Indikatif Dinas Perindustrian dan Perdagangn Daerah Kota Blitar tahun 2011- 2015

22. Tabel 6.1 Indikator Kinerja yang mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD 23. Lampiran Renstra 2011-2015

(6)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kota Blitar Tahun 2011-2030 telah disahkan sebagai pedoman utama arah pembangunan jangka panjang Kota Blitar. Untuk menjadikan pelaksanaan pembangunan tersebut lebih sistematis, efektif dan terfokus maka dibutuhkan perencanaan jangka menengah yang dituangkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang kemudian dijabarkan dalam Rencana Strategis (RENSTRA) masing- masing SKPD. RENSTRA Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tahun 2016-2021 disusun untuk menjadi pedoman arah pembangunan bidang Perindustrian Perdagangan dan Penanaman Modal selama periode lima tahun kedua pembangunan jangka panjang 2011-2030.

Dokumen ini disusun oleh tim perencana Dinas Perindustrian Perdagangan dengan mempertimbangkan berbagai aspek strategis, yaitu sumber daya yang dimiliki, proyeksi kebutuhan dan tantangan bidang Industri Perdagangan dan Penanaman Modal selama lima tahun ke depan. Penyusunan RENSTRA ini dilakukan secara partisipatif dengan memperhatikan masukan-masukan dari stake holders bidang yang ada pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

1.2 LANDASAN HUKUM

Penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA) Tahun 2016-2021 Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar didasarkan pada ketentuan-ketentuan sebagai berikut :

1. Undang-undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional ;

2. Undang-undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah ; 3. Peraturan Pemerintah RI No. 8 Tahun 2003 tentang Pedoman

Organisasi Perangkat Daerah ;

4. Peraturan Pemerintah RI No. 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817) ;

(7)

2

5. Instruksi Presiden No. 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

6. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 54 Tahun 2010 tentang Sistematika Dokumen Rencana Strategis :

7. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instanasi Pemerintah

8. Peraturan Daerah Kota Blitar No. 2 Tahun 2010 tentang Rencana Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Blitar Tahun 2005-2025.

9. Peraturan Daerah Kota Blitar No.---- Tahun 2016 tentang Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Blitar Tahun 2016-2021.

10. Peraturan Daerah No. 4 tahun 2013 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kota Blitar

11. Peraturan Walikota Blitar Nomor 32 Tahun 2014 tentang Tugas Pokok Fungsi dan Tata Kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar

1.3 MAKSUD DAN TUJUAN a. Maksud

Maksud dari penyusunan Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar adalah untuk menentukan arah dan pedoman yang rasional untuk mencapai tujuan dan sasaran, menentukan kebijakan dan program serta kegiatan secara lebih jelas dan konkrit disertai standar pengukuran yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja.

Selain hal tersebut juga dalam rangka menjabarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kedalam perencanaan SKPD sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar.

b. Tujuan

Tujuan penyusunan Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar adalah :

1. Memberikan gambaran tentang arah kebijakan pembangunan bidang Perindustrian Perdagangan dan Penanaman Modal di Kota Blitar selama periode Tahun 2016-2021.

2. Sebagai pedoman penyusunan program dan kegiatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar selama Tahun Anggaran 2016-2021.

(8)

3

3. Sebagai instrumen penilaian kinerja dalam penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKj IP) Dinas Perinduatrian dan Perdagangan Kota Blitar Tahun 2016-2021.

4. Sebagai alat dan instrumen koordinasi bagi segenap aparatur dan lembaga terkait serta mitra kerja swasta

1.4 Hubungan Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar dengan Dokumen Perencanaan Lainnya

RPJMD merupakan penjabaran dari visi, misi dan program Walikota Blitar terpilih yang memuat sasaran dan strategi pembangunan daerah selama 5 (lima) tahun. Untuk menjabarkan serta mewujudkan amanat pembangunan jangka menengah, diperlukan dokumen perencanaan pembangunan daerah yang dapat menjadi acuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk mendukung pencapaian amanat dimaksud. Dokumen rencana dimaksud adalah Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Renstra Disperindag) yang memuat tujuan, strategi, kebijakan, serta program dan kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk melaksanakan tugas dan fungsinya serta berpedoman pada RPJMD Kota Blitar 2016 – 2021.

Keterkaitan antar dokumen perencanaan dalam sistem perencanaan pembangunan dapat dilihat dalam diagram alir pada gambar 1.1. sebagai berikut :

Gambar.1.1.

Keterkaitan antar Dokumen Perencanaan dengan Dokumen Perencanaan Lainnya

RENJA SKPD RENSTRA

SKPD RPJM Daerah

RKP Daerah

Pedoman

Pedoman

Pedoman Dijabarkan

Diacu

RKP

RPJP Daerah

RPJM Nasional RPJP

Nasional.

Diacu

Pedoman Dijabarkan

Diperhatikan

Diserasikan mell . Musrenbang

Pedoman Pedoman

RAPBD RAPBN

(9)

4 1.5. Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN

Menguraikan tentang latar belakang, landasan hukum, maksud dan tujuan serta sistematika penulisan RENSTRA Perindustrian dan Perdagangan

BAB II. GAMBARAN UMUM

Berisi uraian tentang tugas, fungsi, struktur organisasi, sumber daya, kinerja pelayanan serta tantangan dan peluang pengembangan pelayanan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar.

BAB III. ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

Mengemukakan identifikasi permasalahan yang dihadapi Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam menjalankan tugas pokok fungsinya disertai telaah berbagai aspek yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan pembangunan bidang Industi Perdagangan dan Penanaman Modal, meliputi visi misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih, RENSTRA Lembaga vertikal bidang Perindustrian Perdagangan dan Penanaman Modal , Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Blitar serta Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk menentukan isu-isu strategis bidang Perindustrian Perdagangan dan Penanaman Modal .

BAB IV. TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

Memuat tujuan, sasaran, strategi dan kebijakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk kurun waktu pembangunan pertanian 5 tahun ke depan.

BAB V. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

Menguraikan rencana program dan kegiatan selama 5 tahun ke depan, disertai penjabaran indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif per tahun.

(10)

5

BAB VI. INDIKATOR KINERJA DINAS PERTANIAN, PERIKANAN DAN PETERNAKAN YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

Menunjukkan keterkaitan antara indikator kinerja RENSTRA Dinas Perindustrian dan Perdagangan dengan tujuan dan sasaran RPJMD Kota Blitar 2016-2021.

BAB VII. PENUTUP

Menguraikan kesimpulan

(11)

5

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH KOTA BLITAR

II.1 TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI

Berdasarkan Peraturan Daerah No. 4 tahun 2013 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kota Blitar dan Perda Walikota Blitar Nomor 32 Tahun 2014 tentang Tugas Pokok Fungsi dan Tata Kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, sebagai Dinas yang dipimpin oleh seorang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah dengan tugas pokoknya, menjalankan fungsi sebagai berikut : 1. Perumusan kebijakan teknis di bidang Perindustrian, Perdagangan dan

Penanaman Modal berdasarkan peraturan perundang-undangan.

2. Pengkoordinasian penyelenggaraan urusan Pemerintahan dan Pelayanan Umum

3. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum 4. Pembinaan dan pengendalian pelaksanaan tugas

5. Penyelenggaraan dan pengelolaan administrasi dan urusan rumah tangga Dinas

6. Pelaksanaan pengendalian, pengawasan, dan pembinaan di bidang administrasi kepegawaian, kearsipan, ketatalaksanaan, ketatausahaan, pengelolaan anggaran, perlengkapan, kehumasan dan pelaksanaan tugas dinas.

7. Pelaksanaan pengembangan kemampuan organisasi meliputi pembinaan personil, administrasi umum, ketatalaksanaan dan sarana prasarana kerja.

8. Penyelenggaraan keamanan, kebersihan, dan kenyamanan bekerja di lingkungan kantor.

9. Penyelenggaraan standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang Perindustrian dan Perdagangan sesuai dengan kewenangan Daerah.

10. Penyusunan dan pelaksanaan Standar Pelayanan Pablik (SPP) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)

11. Pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP)

12. Pelaksanaan Pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan/atau pelaksanaan pengumpulan pendapat pelanggan secara periodik yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas pelayanan.

(12)

6

13. Pengelolaan pengaduan masyarakat di bidang Perindustrian, Perdagangan dan Penanaman Modal.

14. Penyampaian data hasil pembangunan dan informasi lainnya terkait layanan bidang Perindustrian, Perdagangan dan Penanaman Modal secara berkala melalui sub domain website Pemerintah Daerah.

15. Pelaksanaan kordinasi, monitoring, evaluasi dan laporan pelaksanaan tugas bidang Perindustrian, Perdagangan dan Penanaman Moda.

16. Pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan bidang tugasnya.

STUKTUR ORGANISASI

Susunan organisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, terdiri dari Kepala Dinas, Sekretaris dan 3 Kepala Bidang yaitu Bidang Perindustrian dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bidang Perdagangan dan Bidang Promosi dan Penanaman Modal dan HAKI terdiri dari Sekretaris 2 (dua) sub bagian serta 3 (tiga) bidang yang masing – masing bidang terdiri dari 2 (dua) seksi dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai berikut :

1. Kepala Dinas mempunyai tugas menyelenggarakan, memimpin, mengkoordinasikan, membina dan mengendalikan.

2. Sekretaris mempunyai tugas menyelenggarakan pelayanan administrasi perencanaan, pengkoordinasian program kerja unit kerja, pengelolaan administrasi umum, rumah tangga, administrasi kepegawaian, kearsipan dan administrasi keuangan di lingkungan Dinas dan fungsinya :

a. Pengkoordinasian perumusan kebijakan teknis berdasarkan peraturan perundang-undangan dan kebijakan Kepala Dinas.

b. Pengkoordinasian dan menyiapkan bahan penyusunan perencanaan dan program kerja masing masing bidang secara terpadu.

c. Pengkoordinasian dan fasilitasi kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi bidang bidang di lingkungan Dinas,

d. Perumusan dan pelaksanaaan kebijakan teknis dan penyusunan program/kegiatan Sekretariat

(13)

7

e. Pengkoordinasian dan Penyusunan Rencana Strategis (Renstra),Rencana Kerja (Renja), dan Rencana Kinerja Tahunan (RKT)

f. Pengkoordinasian dan Penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA).

g. Pengkoordinasian penyusunan dan pelaksanaan Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) dan Dokumen perubahan Pelaksanaan Anggaran (DPPA).

h. Fasilitasi Penyusunan Penetapan Kinerja (PK).

i. Pengkoordinasian internal dan eksternal serta pembinaan penyelenggaraan organisasi dan tatalaksana organisasi Dinas.

j. Pengkoordinasian dan fasilitasi pengelolaaan urusan rumah tangga dan Tata Usaha Dinas.

k. Pengkoordinasian dan fasilitasi pengelolaan administrasi perjalan Dinas, tugas tugas keprotokolan dan kehumasan

l. Pengkoordinasian dan fasilitasi pengelolaan administrasi perlengkapan, sarana prasarana, keamanan kantor dan penyelenggaraan rapat rapat dinas.

m. Fasilitasi pelaksanaan pembelian/pengadaan atau pembangunan asset tetap berwujud yang akan digunakan dalam rangka penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi.

n. Fasilitasi pelaksanaan pemeliharaaan barang milik daerah yang digunakan dalam rangka penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi.

o. fasilitasi penyusunan pelaksaan kebijakan pengelolaan barang milik daerah

p. Pengkoordinasian pengusulan penataan organisasi , tata laksana dan produk hukum lainnya.

q. Penyelenggaraan pembinaan dan pengendalian pelayanan administrasi umum, kepegawaian, kearsipan dan penata usahaan keuangan.

r. Fasilitasi pelaksanaan verifikasi Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) keuangan.

s. Fasilitasi dan koordinasi penyusunan laporan capaian target percepatan dan penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

t. Pengkoordinasian penyusunan tindak lanjut hasil pemeriksaan.

(14)

8

u. Fasilitasi dan koordinasi penyusunan standart Operasional Prosedur (SOP) masing masing bidang dan standar Pelayanan Publik (SPP).

v. Fasilitasi pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).

w. Fasilitasi pelaksanaan pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan atau pelaksanaan pengumpulan pendapat lelanggan secara periodik yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas pelayanan.

x. Fasilitasi penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi (LAKIP), Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Walikota (LKPJ), dan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD)

y. Pengkoordinasian dan fasilitasi pengelolaan pengaduan masyarakat di bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

aa. Penyampaian data hasil pembangunan dan informasi lainnya terkait layanan bidang Perindustrian dan Perdagangan secara berkala melalui sub domain wabsite Pemerintah Daerah

bb. Pengkoordinasian penyusunan perencanaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan kinerja Dinas.

cc. Pelaksanaan tugas kedinasan yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya.

Sekretariat mempunyai 2 sub bag terdiri dari :

- Sub Bag Umum, Kepegawaian dan kearsipan mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut :

a. Menyiapkan dan menganalisa data sebagai bahan perumusan kebijakan operasional administrasi umum.

b. Mengumpulkan dan menganalisa data sebagai bahan koordinasi dan pembinaan administrasi umum.

c. Menyusun dan melaksanakan rencana program dan/atau kegiatan Sub Bagian Umum, Kepegawaian dan Kearsipan.

d. Melakukan kegiatan pelayanan administrasi umum.

e. Melaksanakan dan mengelola surat menyurat dan tata kearsipan.

f. Melaksanakan dan mengelola urusan rumah tangga, protokoler, upacara dan rapat dinas.

g. Pengelolaan administrasi perjalanan dinas dan kehumasan.

(15)

9

h. Melaksanakan urusan keamanan, kebersihan dan tata laksana.

i. Menyusun, mengelola dan memelihara data administrasi kepegawaian.

j. Melaksanakan pembelian/pengadaan atau pembangunan aset tetap berwujud yang akan digunakan dalam rangka penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi.

k. Melaksanakan kebijakan pengelolaan barang milik daerah.

l. Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP),dan Standar Pelayanan Publik (SPP),

m. Pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).

n. Melaksanakan pengelolaan pengaduan masyarakat dibidang Perindustrian, Perdagangan dan Penanaman modal.

o. Melaksanakan pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan/atau melaksanakan pengumpulan pendapat pelanggan secara periodik yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas pelayanan p. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas pendataan

hasil kerja serta menyusun laporan kinerja di Sub Bagian Umum, Kepegawaian dan Kearsipan

q. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Sekretaris seduai dengan bidang tugasnya.

- Sub Bag Keuangan dan Program mempunyai tugas dan fungsi :

a. Menyiapkan, mengumpulkan dan menganalisa data sebagai bahan perumusan kebijakan operasional di bidang administrasi keuangan dan program.

b. Mengumpulkan dan menganalisa data sebagai bahan koordinasi dan pembinaan administrasi keuangan dan program

c. Melaksanakan pengkoordinasian penyusunan rencana program dan rencana anggaran yang mencakup rencana anggaran operasional dan rencana anggaran kegiatan masing masing unit di Lingkungan Dinas.

d. Menyusun dan melaksanakan rencana program dan/atau kegiatan administrasi keuangan dan program

e. melaksanakan penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA), Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), dan Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran (DPPA)

f. melakukan kegiatan pelayanan administrasi pengelolaan keuangan dan pertanggung jawaban keuangan.

(16)

10

g. Melaksanakan verifikasi Surat Pertanggung Jawaban (SPJ), h. melakukan Penata Usahaan Keuangan Dinas,

i. melaksanakan pengelolan Urusan Gaji Pegawai Dinas

j. menyiapkan Usulan Pejabat Pengelolaan Keuangan di Lingkup Dinas.

k. Menyusun Reancana Strategis, Rencana Kerja dan Rencana Kinerja Tahunan (RKT).

l. Melakukan penyusunan dokumen perencanaan dan pelaporan kinerja.

m. Melaksanakan penyusun Penetapan Kinerja (PK).

n. Fasilitasi penyusunan Laporan Capaian target percepatan dan penetapan Satandart Pelayanan Minimal (SPM).

o. Pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP)

p. Menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Walikota (LKPJ), Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) q. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas, pendataan

hasil kerja serta penyusunan pelaporan kinerja administrasi keuangan dan program.

r. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai dengan bidang tugasnya.

3. Bidang Perindustrian dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mempunyai tugas pokok dan fungsi sbagai berikut :

a. Perumusan kebijakan teknis di bidang Perindustrian dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), berdasarkan peraturan perundang undangan dan kebijakan Kepala Dinas,

b. Penyusunan program/kegiatan di bidang Perindustrian dan Energi Sumber daya Mineral (ESDM),

c. mengumpulkan dan menganalisa data sebagai bahan koordinasi dan pembinaan bina usaha perindustrian.

d. Menyiapkan data sebagai bahan penyusunan norma, standart, prosedur dan kreteria bina usaha perindustrian dan ESDM,

e. pengkoordinasian dan penyelenggaraan pelayanan bina usaha Perindustrian dan ESDM

f. Pelaksanaan pembinaan, pengembangan dan pemberdayaan pada bidng perindustrian dan aneka usaha industri,

(17)

11

g. Pelaksanaan koordinasi dukungan dan fasilitasi aktivitas pada usaha perindustrian dan aneka usaha industri.

h. Pelaksanaan Bimbngan tehnis usaha industri serta mendorong meningkatnya kemapuan berusaha khususnya industri kecil menengah.

i. Pelaksanaan rekomendasi penerbitan/perpanjangan Tanda Daftar Industri dan Ijin Usaha Industri

j. Pelaksanaan pemantauan dan pengendalian pada bidang urusan Industri dan aneka usaha industri.

k. fasilitasi pengurusan perijinan di bidang Energi dan Migas,

l. pengkoordinasian dan penyelenggaraan layanan energi dan migas.

m. Pembinaan, pengendalian dan pelaporan kinerja dibidang Perindustrian dan ESDM,

n. pelaksanaan moniroring evaluasi dan pelaporan pelasanaan tugas pada bidang Perindustrian dan ESDM

o. pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya

Bidang Industri dan Energi Sumber Daya Mineral mempunyai 2 Seksi terdiri dari

- Seksi Aneka Industri dan Agro Industri yang mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut :

a. Menyiapkan bahan penyusunan perencanaan dan program kerja pada seksi Aneka Industri dan Agro Industri

b. Menyusun program/kegiatan di bidang Aneka Industri dan Agro Industri,

c. merumuskan kebijakan teknis Aneka Industri dan Agro Industri;

d. Membina dan pengembangan usaha dari aspek manajemen, permodalan dan pemasaran di bidang Aneka Industri dan Agro.

e. Melaksanakan pembinaan kelembagaan asosiasi industri;

f. Melaksanakan pengumpulan analisa data, diseminasi data sebagai bahan penyusunan laporan bidang Aneka Industri dan Agro Industri;

g. Melaksanakan gelar produksi Aneka Industri dan Agro Industri kecil menengah;

h. melaksanakan pembinaan produksi yang berkaitan dengan peningkatan mutu, standarisasi efisiensi dan

(18)

12

produktifitas,pengembangan desain maupun diversifikasi produk Aneka Industri dan Agro Industri

i. Melaksanakan perencanaan analisis penyediaan, pemanfaatan bahan baku Aneka Industri dan Agro Industri

j. memfasilitasi pengembangan dan penerapan teknologi di bidang Aneka Industri dan Agro Industri

k. menyiapkan penerbitan rekomendasi ijin usaha bidang aneka Industri dan Agro Industri

l. melaksanakan penerapan bidang usaha industri Aneka Industri dan Agro Industri prioritas tingkat kota.

m. Memberkan Fasilitasi usaha dalam rangka pengembangan industri kecil dan menengah Aneka Industri dan Agro Industri

n. memberikan perlindungan kepastian berusaha terahadap usaha Aneka Industri dan Agro Industri;

o. melaksanakan penerapan standar, pengawasan mutu dan inovasi usaha Aneka Industri dan Agro Industri;

p. melaksanakan pembinaan pemantauan dan penyusunan laporan perkembangan usaha Aneka Industri dan Agro Industri;

q. melaksanakan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan tugas Seksi Aneka Industri dan Agro Industri;

r. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Perindustrian dan Energi Sumber daya mineral (ESDM) sesuai bidang tugasnya;

Seksi Industri Logam, Mesin, Kimia dan ESDM yang mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut :

a. Menyiapkan Bahan penyusunan perencanaan dan program kerja pada seksi Industri, logam, Mesin, Kimia, dan ESDM

b. Menyusun program/kegiatan dibidang Industri Logam, Mesin, Kimia dan ESDM

c. merumuskan kebijakan teknis industri Logam, Mesin, Kimia dan ESDM

d. membina dan mengembangkan usaha dari aspek manajemen di bidang industri logam, Mesin, Kimia.

e. Melaksanakan pengumpulan, analisa data, diseminasi data sebagai bahan penyusunan laporan bidang Industri logam, Mesin, Kimia.

f. Melaksanakan gelar produk Industri Logam, Mesin, Kimia

(19)

13

g. melaksanakan pembinaan produksi yang berkaitan dengan peningkatan mutu, standarisasi, efisiensi dan produktifitas, pengembangan desain maupun diversifikasiproduk industri Logam, Mesin, Kimia.

h. Memfasilitasi pengembangan dan penerapan teknologi di bidang Industri Logam,Mesin, Kimia:

i. menyiapkan penerbitan rekomendasi izin usaha bidang Industri Logam, Mesin, Kimia;

j. Memberikan fasilitas usaha dalam rangka pengembangan Industri Logam, Medin, Kimia

k. memberikan perlindungan kepastian berusaha terhadap usaha industri logam, Mesin, Kimia dan ESDM.

l. Menyiapkan pemberian rekomendasi Izin Usaha Ketanagalistrikan untuk kepentingan Umum (IUKU) yang sarana maupun energi listriknya dalam kota.

m. Melaksanakan pembinaan, pemantauan, dan penyusunan laporan perkembangan usaha Industri Logam, Mesin,Kimia;

n. melaksanakan evaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas seksi Industri Logam, Mesin, Kimia

o. Mealaksanakan tugas lain diberikan oleh Kepala Bidang Perindustrian dan Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) sesuai bidang tugasnya.

4. Bidang Perdagangan yang mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagai berikut :

a. Perumusan kebijakan teknis di bidang Perdagangan berdasarkan peraturan perundang undangan dan keabijakan Kepala Dainas;

b. menyusun program/kegiatan di bidang Perdagangan;

c. pembinaan manajemen, pemasaran, pengelolaan usaha, modal, dan sarana usaha kepada pedagang non formal/ pedagang golongan ekonomi lemah, pedagang kecil dan PKL.

d. Fasilitasi bantuan Modal, dan sarana usaha kepada pedagang non formal/pedagang golongan ekonomi lemah, pengembangan kerja sama dan PKL, pedagang kecil dan PKL;

e. Pengembangan kerja sama dan PKL,pedagang kecil, menengah, besar dalam rangka kemitraan.

f. Menyiapkan pembinaan perdagangan dalam rangka promosi produksi dalam negeri;

(20)

14

g. Pelaksanaan pembinaan, pengawasan, monitoring, dan evaluasi, kegiatan informasi pasar dan stabilitas harga;

h. Pelaksanaan koordinasi pelaksanaan pengawasan barang beredar dan jasa;

i. Pembinaan perlindungan konsumen terhadap barang-barang yang beredar dipasaran meliputi barang dalam keadaan terbungkus (BDKT), Alat Ukur, takaran, timbangan dan perlengkapan (UTTP).

j. Fasilitasi pemberian rekomendasi perijinan, pendaftaran, perusahaan di bidang perdagangan:

k. penyiapan data sebagai bahan penyusunan norma, standar, prosedur dan kreteria bidang perdagangan;

l. pelaksanaan kegiatan pelayanan teknis dan administrasi di bidang perdagangan.

m. Pembinaan pengeandalian dan pelaporan kinerja di bidang perdagangan;

n. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas pada bidang perdagangan;

o. pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya;

Bidang Perdagangan terdiri 2 Seksi yaitu :

1. Seksi Fasilitasi Peningkatan Perdagangan dengan tugas pokok fungsi adalah sebagai berikut :

a. Menyiapkan bahan penyusunan perencanaan dan Program kerja pada seksi Fasilitasi Peningkatan Perdagangan;

b. mengumpulkan dan menganalisa data sebagai bahan koordinasi dan pembinaan bina usaha perdagangan;

c. menyusun rencana program dan/atau kegiatan Fasilitasi Peningkatan Perdagangan.

d. Menyiapkan data sebagai bahan penyusunan norma, standar, prosedur dan kreteria bina usaha perdagangan

e. Menyiapkan data sebagai bahan pembinaan manajemen, pemasaran, pengelolaan Usaha, Modal dan sarana usaha kepada pedagang non forma/pedagang golongan ekonomi lemah, pedagang kecil dan PKL

f. Menyiapkan bahan bantuan modal, dan sarana usaha kepada pedagang non formal/pedagang golongan ekonomi lemah, pedagang kecil dan PKL;

(21)

15

g. Menyiapkan bahan pembinaan, pengawasan, monitoring, evaluasi kegiatan informasi pasar dan stabilitas harga;

h. Melaksanakan pembinaan, pengawasan, monitoringdan evaluasi kegiatan informasi pasar dan stabilitas harga;

i. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan ijin/pendaftaran jasa bisnis dan jasa distribusi;

j. Melaksanakan pengawasan, pelaporan dan pelaksanaan wajib daftar bagi perusahaan;

k. Melaksanakan pendataan, pembinaan dan pengawasan terhadap penyedia jasa perdagangan meliputi pedagang formal, pedagang non formal/pedagang golongan ekonomi lemah, pedagang kecil dan penyedia jasa skala kota;

l. melaksanakan pemantauan dan inventarisasi penyediaan, penyaluran dan kualitas harga BBM serta melakukan analisa dan evaluasi terhadap kebutuhan/penyediaan BBM di wilayah Kota.

m. Melaksanakan penyiapan bahan pelaksanaan dan pelaporan sistem informasi perdagangan dan penyusunan potensi usaha disektor perdagangan skala kota;

n. melaksanakan pemberian rekomendasi izin SIUP(Surat Ijin Usaha), TDP (Taanda Daftar Perusahaan), API-Uangka pengenal Importir- Umum bagi usaha perdagangan formal,

o. Melaksanakan pemberian rekomendasi izin SIPTU PKL(Surat Ijin Peamakai Tempat Usaha Pedagang Kaki Lima) bagi usaha perdagangan non formal.

p. Melaksanakan pemberian rekomendasi lokasi pendirian tempat penyimpanan migas;

q. Melaksanakan penyiapan rekomendasi pemberian izin pembukaan kantor perwakilan perusahaan di sub sektor migas;

r. Melaksanakan pemberian rekomendasi izin lokasi pendirian Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU),

s. Melakukan kegiatan pelayanan teknis dan administrasi di bidang bina usaha perdangan

t. melaksanakan evaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas seksi Fasilitasi Peningkatan Perdagangan.

u. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala bidang Perdagangan sesuai bidang tugasnya;

(22)

16

2. Seksi Perlindungan Konsumen dengan tugas pokok fungsi sebagai berikut :

a. Menyiapkan bahan penyusunan perencanaan dan program kerja pada seksi Perlindungan Konsumen;

b. mengumpulkan dan menganalisa data sebagai bahan koordinasi dan pembinaan Perlindungan Konsumen;

c. Menyusun rencana program dan/atau kegiatan Perlindungan Konsumen

d. Menyiapkan data sebagai bahan penyusunan norma, standart, prosedur dan kreteria Perlindungan Konsumen;

e. Menyiapkan data sebagai bahan pembinaan dan bimbingan teknis dibidang Perlindungan Konsumen;

f. memberikan fasilitasi dan pelaksanaan kegiatan metrologi legal setelah memperoleh penilaian dari pemerintah yang didasarkan rekomendasi provisi;

g. Memberikan fasilitasi standar ukur dan laboratorium metrologi legal;

h. Melaksanakan pelayanan tera dan tera ulang ukur, takar timbang dan perlengkapannya (UTTP) setelah melalui penilaian standar ukuran dan laboratoriun metrologi ilegal;

i. Melaksanakan penyiapan bahan fasilitasi penyelenggaraan kerjasama metrologi legal;

j. memberikan penyuluhan dan pengamatan UTTP, barang dalam kemasan terbungkus (BKDT) dan satuan internasional (ST);

k. Melaksanakan penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan monitoring dan evaluasi serta pemberian rekomendasi izin perdagangan barang kategori dalam pengawasan skala kota (SIUP) Minuman Beralkohol golongan B dan C untuk pengecer dan penjual langsung untuk di minum di tempat, pengecer, penjual langsung untuk diminum di tempat untuk minuman beralkohol mengandung rempah sampai dengan 15 %, SIUP bahan berbahaya dan rekomendasi pedagang kayu antar pulau.

l. Melaksanakan pembinaan penyelenggaraan perlindungan konsumen m. Melaksanakan Sosialisasi, informasi dan publikasi tentang

perlindungan konsumen;

n. melaksanakan pelayanan dan penanganan penyelesaian sengketa konsumen

(23)

17

o. melaksanakan pendaftaran dan pengembangan Lembaga Pemberdayaan Konsumen swadaya Masyarakat;

p. Melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait dalam penyelenggaraan perlindungan Konsumen.

q. Melaksanakan kebijakan, pedoman, petunjuk teknis pengawasan barang beredar dan jasa;

r. Melaksanakan sosialisasi kebijakan dan pengawasan barang beredar dan jasa;

s. Melaksanakan pengawasan pengendalian pendistribusian dan tata niaga bahan bakar minyak dari agen dan pangkalan dan sampai dengan konsumen akhir wilayah kota,

t. Memaberikan pertimbangan untuk perumusan kebijakan penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) dan penelusuran asal barang;

u. menyiapkan data dalam rangka peningkatan pengawasan terhadap perlindungan konsumen.

v. Melakukan kegiatan pelayanan tehnis dan administrasi pendataan dan Perlindungan Konsumen

w. Melakukan pendataan hasil kerja pendataan dan perlindungan konsumen

x. melaksanakan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan tugas pada Seksi Perlindungan Konsumen;

y. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Perdagangan sesuai bidang tugasnya;

Bidang Promosi dan Penanaman Modal yang mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut :

a. Menyusun kebijakan tehnis perencanaan dan program kerja Bidang Promosi dan Penanaman Modal;

b. Perumusan kebijakan teknis Promosi dan Penanaman Modal:

c. pelaksanaan kajian di bidang Penanaman Modal

d. Penyelenggaraan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan perkembangan penanaman modal;

e. fasilitasi kegiatan pameran dan promosi serta penyampaian informasi perdagangan dan industri di tingkat lokal, nasional dan internasional.

f. Pelaksanaan pemberian informasi industri, perdagangan, pengusaha kecil dan menengah melalui media liflet, katalog, spanduk, websade, papan sarana promosi;

(24)

18

g. Pelaksanaan kerjasama dengan swasta serta lembaga asosiasi terkait lainnya dalam rangka kegiatan promosi dan penanaman modal;

h. melaksanakan promosi dan sosialisasi terhadap calon penanam modal.

i. Penyusunan rencana pengembangan investasi penanaman modal;

j. Fasilitasi sosialisasi informasi dan pembinaan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)

k. fasilitasi implementasi dan pelaporan SPM Penanaman Modal;

l. menyusun dan menetapkan kebijakan pengembangan penanaman modal daerah dalam bentuk rencana umum penanaman modal daerah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi.

m. Penyusunan peta investasi daerah dan identifikasi potensi sumber daya daerah terdiri dari sumber daya alam, kelembagaan dan sumber daya manusia termasuk pengusaha mikro, kecil, menengah, koperasi dan besar

n. fasilitasi dan bimbingan teknis bidang perdagangan antar daerah.

o. Melaksanakan monitoring dan sosialisasi hasil hasil kesepakatan kerjasama perdagangan antar daerah;

p. Melaksanakaan monitoring dan sosialisasi dumping, subsidi, dan safeguard;

q. pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan tugas pada Bidang Promosi dan Penanaman Modal;

r. pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya

Bidang Promosi dan Penanaman modal terdiri dari 2 Seksi adalah sebagai berikut :

1. Seksi Promosi dan Pemasaran yang mempunyai tugas fungsi sebagai berikut :

a. Menyiapkan bahan penyusunan perencanaan dan program kerja pada Seksi Promosi dan Penanaman Modal;

b. mengumpulkan dan menganalisa data sebagai bahan koordinasi dan pembinaan Seksi Promosi dan Pemasaran;

c. menyusun rencana program dan/atau kegiatan seksi Promosi dan Pemasaran;

(25)

19

d. menyiapkan data sebagai bahan penyusunan norma, standart, prosedur dan kreteria Promosi dan Pemasaran.

e. Mempersiapkan dan mengusulkan kegiatan pameran dan promosi serta penyampaian informasi perdagangan dan industri baik lokal, nasional, dan internasional;

f. mempersiapkan pelaksanaan pameran industri, perdagangan, pengusaha kecil dan menengah.

g. Menyampaikan informasi dan hasil tehnologi industri, dengan media liflet, katalog, spanduk,webside, papan sarana promosi;

h. Melaksanakan pembinaan hubungan kerjasama dengan swasta serta lembaga asosiasi terkait lainnya dalam rangka kegiatan promosi;

i. melaksanakan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan tugas pada Seksi Promosi dan Pemasaran

j. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Promosi dan Penanaman Modal sesuai bidang tugasnya;

2. Seksi Fasilitasi Penanaman Modal dan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dengan tugas dan fungsi sebagai berikut :

a. Menyiapkan bahan penyusunan perencanaan dan program kerja pada Seksi Fasilitasi Penanaman Modal dan Haki

b. mengumpulkan dan mengelola data Penanaman Modal;

c. menyiapkan rumusan naskah rancangan Peaturan Daerah dan Peraturan/Keputusan Walikota tentang Penanaman Modal;

d. melakukan sosialisasi pelaksanaan peraturan perundangan terkait Penanaman Modal dan Haki.

e. Melaksanakan analisis Iklim usaha dan peningkatan kerjasama dengan dunia usaha dalam rangka pengembangan penanaman modal;

f. melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan menetapkan kebijakan pengembangan penanaman modal daerah dalam bentuk rencana umum penanaman modal daerah sesuai dengan program pembangunan daerah, berkoordinasi dengan pemerintah provinsi;

g. Melaksanakan penyiapan penyusunan peta investasi daerah dan identifikasi potensi sumber daya daerah terdiri dari sumber daya

(26)

20

alam, kelembagaan dan sumber daya amanusia termasuk pengusaha mikro, kecil, menengah, koperasi, dan besar.

h. Melaksanakan promosi penannaman modal daerah baik di dalam negeri maupun luar negeri;

i. melaksanakan fasilitasi perumusan dan penyusunan pedoman tata cara dan pelaksanaan pelayanan terpadu satu pintu kegiatan penanaman modal yang menjadi kewenangan berdasarkan pedoman tata cara dan pelaksanaan pelayanan terpadu satu pintu kegiatan penanaman modal yang ditetapkan oleh Pemerintah.

j. Mengumpulkan dan menelola data kegiatan usaha penanaman modal dan realisasi proyek penanaman modal;

k. memutakhirkan data dan informasi penanaman modal daerah;

l. melaksanakan penyampaian informasi dan promosi terkait penanaman modal dengan media liflet, katalog, spanduk,webside, papan sarana promsi;

m. Melaksanakan penyusunan pelaporan SPM Penanaman Modal;

n. fasilitasi sosialisasi, informasi dan pembinaan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI);

o. memantau dan mengevaluasi pelaksanaan tugas serta menyusun laporan kinerja sesuai dengan bidang tugasanya;

p. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan bidang tugasnya;

Dalam upaya mencapai visi dan misi yang telah ditentukan pengimplementasian tugas dan fungsi yang berbentuk kegiatan tahunan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar yang merupakan unsur lini di Pemerintah Kota Blitar secara structural.

Formulasi ini mencerminkan hubungan kerja sesuai dengan stuktur organisasi yang ada pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar agar capaian kinerja dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2013 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kota Blitar dan Peraturan Walikota Blitar Nomor : 32 Tahun 2014 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja

(27)

21

Struktur Organisasi

DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KOTA BLITAR

II.2 SUMBER DAYA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KOTA BLITAR

Untuk melaksanakan tugas dan fungsi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar tersebut di atas, didukung oleh sejumlah personil yang mengisi jabatan dan staf pelaksana sesuai stuktur yang telah ditetapkan, sarana dan prasarana penunjang dan sumber pembiayaannya.

2.2.1 Keadaan Pegawai (Sumber Daya Manusia)

Keadaan pegawai di lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar pada tahun 2016 sebagaimana terdapat pada tabel terlampir.

KEPALA DINAS

BIDANG PERINDUSTRIAN

DAN ESDM 1. Seksi Aneka Industri dan Agro Industri 2. Seksi Logam

Mesin, kimia dan ESDM

BIDANG PERDAGANGAN 1. Seksi

Peningkatan Perdagangan 2. Seksi

Perlindungan Konsumen KELOMPOK

JABATAN FUNGSIONAL

Sub Bag Keuangan dan Program Sub Bag Umum ,

Kepegawaian dan Kearsipan

BIDANG PROMOSI DAN PENANAMAN

MODAL 1. Seksi Fasilitasi

Penanaman Modal & HAKI 2. Seksi Promosi &

Pemasaran

SEKRETARIS

(28)

22

Tabel 2.1.1

Keadaan Pegawai Berdasarkan Golongan

GOLONGAN Jumlah KETERANGAN

Pembina Utama Muda (IV/c) 1 Orang

Pembina (IV/a) 3 Orang

Penata Tk. I (III/d) 7 Orang

Penata (III/c) 2 Orang

Penata Muda Tk.I (III/b) 4 Orang

Penata Muda (III/a) 2 Orang

Pengatur Tk.I (II/d) 0 Orang

Pengatur (II/c) 4 Orang

Pengatur Muda Tk.I (II/b) 3 Orang Pengatur Muda (II/a) 1 Orang

Jumlah 27 Orang

Tabel 2.1.2

Keadaan Pegawai Berdasarkan Jabatan Struktural

ESELON JUMLAH KETERANGAN

Eselon II. 1 -

Eselon III 4 -

Eselon IV 8 -

Total 13 -

Tabel 2.1.3

Keadaan Pegawai Berdasarkan Kualifikasi Pendidikan KUALIFIKASI

PENDIDIKAN JUMLAH KETERANGAN

S.2 1

S.1 16

SLTA 8

SLTP 2

SD -

Total 27

(29)

23

Tabel 2.1.4

Keadaan Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin KUALIFIKASI

PENDIDIKAN JUMLAH KETERANGAN

Laki – Laki 13

Perempuan 14

Total 27

2.2.2 Sarana dan Prasarana (Perlengkapan)

Disamping sumber daya manusia yang profesional, ketersediaan sarana dan prasarana juga merupakan unsur penting dalam mendukung kelancaran tugas pokok dan fungsi. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang diharapkan mampu mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya. Adapun jenis sarana dan prasarana yang dimiliki sampai saat ini terdapat dalam tabel terlampir.

DATA ASET DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KOTA BLITAR

NO JENIS BARANG JUMLAH

1 Gedung 3 Unit

2 Kendaraan Dinas

Roda Empat 3 Unit

Roda Dua 8 Unit

3 Mesin Komputer 9 Unit

4 Mesin Ketik Manual 2 Unit

5 Pesawat Telepon 7 Unit

6 Listrik 1 Unit

7 PDAM 1 Unit

8 Kamera Foto 8 Unit

9 Meja Tamu 5 Unit

10 Jam Dinding 8 Unit

11 Brankas 2 Unit

(30)

24

12 Wirelees 2 Unit

13 Filling Kabinet 9 Unit

14 Almari Kayu 10 Unit

15 Meja 40 Unit

16 Kursi 85 Unit

17 Kursi Rapat 30 Unit

18 Kipas Angin 12 Unit

19 AC 9 Unit

20 Laptop 8 unit

21 PABX 1 Unit

22 Printer 12 Unit

23 Genset 1 Unit

24 Mesin Pompa Air 1 Unit

25 Meja Kursi 10 Unit

26 Flasdisk 10 Unit

2.2.3 Anggaran

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Kota Blitar didukung dengan dana yang cukup memadai. Rencana Strategis tahun 2016 – 2020 Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar diarahkan untuk digunakan sebagai pedoman dalam mengimplementasikan kegiatan tahunan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun.

Jumlah anggaran selama 5 tahun sebagai implementasi dari pelaksanaan Perencanaan Strategis seperti yang tertuang dalam APBD Kota Blitar adalah sebagai berikut :

No. Tahun Belanja Tidak Langsung

Belanja

Langsung Jumlah Belanja 1 2011 1.38.579.979,00 2712.166.300 4.250.746.279,00 2 2012 1.976.509.161,00 3.178.542.800 5.155.051.961,00 3 2013 1.837.602.975,00 5.202.621.982 7.040.224.987,00 4 2014 1.823.885.598,86 5.535.997.814 7.359.883.412,86 5 2015 1.887.542.258,91 5.374.083.548 7.261.625.806,91 6 2016 2.020.380.676,00 4.128.428.250 3.976.333.875,00

(31)

25

II.3 PENCAPAIAN KINERJA PELAYANAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KOTA BLITAR 2010 – 2015

Untuk mewujudkan Visi dan Misi Pemerintah Kota Blitar tahun 2010-2015 telah ditetapkan Rencana Strategis Pemerintah Kota Blitar 2010-2015 yang dirinci dalam Rencana Kerja dan kebijakan operasional Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Blitar tahun 2010-2015.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan merupakan salah satu SKPD dilingkungan Pemerintah yang memiliki tugas pokok dan fungsi sebagai berikut yang terdiri dari 13 (Tiga belas) program. Program ditujukan untuk meningkatkan peran masing –masing bidang dan bagian dalam perumusan kebijakan Kepala Daerah dalam mewujudkan keberhasilan pada sasaran yang direncanakan, yang inplementasinya ditetapkan dalam Rencana Strategis dan Rencana Kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar tahun 2010-2015 yang terinci dalam Program dan Kegiatan yang capaian Kinerjanya sebagai berikut : KINERJA PELAYANAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN

KOTA BLITAR 2010 – 2015

Dinas Perindustrian dan Perdagangan merupakan salah satu SKPD dilingkungan Pemerintah Kota Blitar yang terdiri dari Sekretariat, Bidang Industri dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bidang Perdagangan dan Bidang Promosi dan Penanaman Modal. Peran dan kontribusinya terhadap pembangunan. Sektor industri dan perdagangan telah menunjukkan peranan yang penting dan strategis bagi Kota Blitar. Untuk itu peran industri dalam perekonomian adalah dengan pengembangan industri kecil termasuk industri tradisional dalam penciptaan lapangan usahaan lapangan kerja yang luas menjadi Prioritas sebagai kontribusi PDRB dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi.

A. BIDANG PERINDUSTRIAN

Pelaksanaan pembinaan dan pengembangan di bidang perindustrian, dalam Dinas Parindustrian, Perdagangan Kota Blitar secara Tupoksi dilaksanakan oleh Bidang Industri dan ESDM. Pembinaan dan pengembangan di bidang industri yang dilakukan adalah kepada industri formal (industri yang telah memiliki legalitas usaha / ijin usaha

(32)

26

industri) serta kepada industri non formal (industri rumah tangga yang tumbuh dari kelompok usaha maupun perorangan dan belum memiliki legalitas usaha / ijin usaha industri)

1. Perkembangan Industri

Perkembangan di bidang industri terus mengalami pertumbuhan, dimana setiap tahunnya bermunculan banyak industri non formal (rumah tangga) di berbagai wilayah Kota Blitar, baik berupa kelompok usaha industri maupun industri perorangan. Selain itu, perkembangan industri formal juga mengalami tren yang terus naik.

Dimana dengan adanya berbagai pembinaan dari Dinas perindustrian, Perdagangan, industri rumah tangga yang ada dapat meningkat menjadi industri kecil dengan adanya legalitas usaha berupa Tanda Daftar Industri (TDI).

Dengan berkembangnya sektor industri, maka hal ini juga berdampak pada adanya peningkatan dalam penyerapan tenaga kerja di sektor industri, berkembang pula jumlah investasi di sektor industri, seperti pada tabel berikut:

Perkembangan jumlah unit usaha, penyerapan tenaga kerja, peningkatan nilai investasi dan peningkatan nilai produksi di sektor industri seperti tercantum dalam tabel berikut:

Tabel Perkembangan pada Industri Formal

NO PERKEM

BANGAN 2011 2012 2013 2014 2015

1 Unit Usaha 118 121 122 130 134

2 Tenaga Kerja

3.077 3.165 3.972 4.018 4.052

3 Investasi (Rp.000)

12.766.644 13.456.006 13.822.306 16.039.691 16.302.861

4 Produksi (Rp.000)

298.485.129 297.859.478 299.691.351 257.974.051 259.017.751

(33)

27

Tabel Perkembangan pada Industri Non Formal

NO PERKEM

BANGAN 2011 2012 2013 2014 2015

1 Unit Usaha

1.893 1.981 1.988 2.198 2.241

2 Tenaga Kerja

4.154 4.236 4.115 4.408 4.234

3 Investasi (Rp.000)

5.580.020 5.745.740 5.672.640 7.572.240 7.133.590

4 Produksi (Rp.000)

82.563.017 85.810.259 86.003.286 104.471.950 88.753.660

B. BIDANG PERDAGANGAN

Bidang Perdagangan menjadi salah satu sektor yang menjadi tupoksi dari Dinas perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar. Dalam bidang perdagangan, pembinaan yang dilakukan adalah melalui pembinaan dalam upaya peningkatan perdagangan melalui berbagai kegiatan diantaranya diselenggarakannya sosialisasi perlindungan konsumen, kemudahan dalam penerbitan rekomendasi ijin usaha.

B.1 Berikut rekapitulasi data di bidang perdagangan tahun 2009-2010 seperti pada tabel berikut:

Tabel Rekapitulasi Data Rekomendasi yang diterbitkan di Bidang Perdagangan

REKOMENDASI 2011 2012 2013 2014 2015

SIUP 409 377 356 295 458

TDP 334 377 348 292 458

(34)

28

Tabel Data UTTP Bertanda Tera Syah di Bidang Perdagangan

Tahun 2011 2012 2013 2014 2015

UTTP 8.794 8.792 7.305 6.529 5.284

C. BIDANG PROMOSI DAN PENANAMAN MODAL

Bidang Bidang Promosi dan Penanaman Modal menjadi salah satu sektor yang menjadi tupoksi dari Dinas perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar. Dalam Bidang Promosi dan Penanaman Modal, pembinaan yang dilakukan adalah melalui pembinaan dalam upaya peningkatan promosi melalui berbagai kegiatan diantaranya diselenggarakannya pameran diberbagai tempat dan sosialisasi penanaman modal/

investasi dan HKI. Keduanya didukung juga melalui kegiatan pameran sebagai bentuk promosi perdagangan.

C.1 Berikut rekapitulasi data di bidang Promosi dan Penanaman Modal tahun 2011-2015 seperti pada tabel berikut:

Tabel Rekapitulasi Data Penanam Modal dan Nilainya Investasinya

JUMLAH 2011 2012 2013 2014 2015

INVESTOR 409 377 356 295 458

NILAI (Rp.000)

(35)

29

Tabel Rekapitulasi Data sertifikat HKI di Bidang Promosi dan Penanaman Modal

SERTIFIKAT

HKI 2011 2012 2013 2014 2015

Merk 4 - - 5 5

Halal - - - - 1

Paten 1 - - - -

Realisasi Capaian Pendanaan Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar Tahun 2011-2015

No Program/Kegiatan Capaian %

2011 2012 2013 2014 2015

1 2 3 4 5 6 7

A. SEKRETARIAT

1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

99,41 98,59 93,56 85,76 92,32

Kegiatan Penyediaan Jasa Surat Menyurat

100 99,91 63,44 65,63 72,73

Kegiatan Penyediaan Jasa Komu nikasi, sumber daya Air dan Listrik

93,91 85,75 66,14 69,61 70,84

Kegiatan Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor

100 100 100 100 100

Kegiatan Penyediaan Alat Tulis Kantor 100 100 98,14 99,99 98,01 Kegiatan Penyediaan Barang Cetakan

dan Penggandaan

100 99,95 100 84,82 100

Kegiatan Penyediaan Kompo nenInstalasi Listrik/ Penerangan

100 100 92,46 75,06 99,90

Kegiatan Penyedian Peralatan dan Perlengkapan Kantor

98,17 100 100 93,83 78,83

Kegiatan Penyediaan Peralatan 99,95 100 62,59 72,98 94,24

(36)

30 Rumah Tangga

Kegiatan Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang undangan

100 100 86,52 100 92,36

Kegiatan Penyediaan Makanan dan Minuman

100 100 97,22 69,19 56,44

Kegiatan Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi Dalam dan Luar Daerah

99,88 99,88 99,95 88,64 98,16

2. Program Peningkatan sarana dan Prasarana Aparatur

99,47 98,13 98,62 88,48 88,17

Kegiatan Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor

97,58 98,84 99,95 97,93 95,04

Kegiatan Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor

100 99,19 99,84 - 88,17

Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Ber kalaKendaraan Dinas/ Operasional

99,54 95,80 96,00 67,69 68,85

Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Ber kala Peralatan dan Perlengkapan Kantor

100 100 99,49 88,73 90,15

Kegiatan Pemeliharaan Taman Kantor 100 100

Kegiatan Sedang/Berat Gedung Kantor 100 99,31 99,68 96,91 100,8 7 3. Program Peningkatan Pengem

bangan Sistem dan Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

99,91 99,38 99,97 93,92 38,03

Kegiatan Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Keuangan

99,91 99,38 99,97 93,92 38,03

4. Program Kemitraan Pengemba ngan Wawasan Kebangsaan

95,17 99.49 90,98

Kegiatan Fasilitasi Keperanserta an Pada Event Daerah dan Hari Besar Nasional

95,17 99,49 90,98

B BIDANG PROMOSI DAN PENA NAMAN MODAL

1. Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi

99.50 99,84 92,88 92,68 92,63

Kegiatan Pengembangan Potensi Unggulan Daerah

99,50 99,84 92,88 92,68 02,63

(37)

31 C BIDANG PERDAGANGAN

1 Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan

93,41 89,65 82,54 79,21 95,41

Kegiatan Peningkatan Pengawasan peredaran barang dan jasa

93,23 92,60 94,03 91,86 94,14

Kegiatan Fasilitasi Perlindungan Konsumen,

93,60 85,14 78,11 65,47 96,89

Kegiatan Fasilitasi Pengawasan Rokok Ilegal

89,45

Pemberantasan Barang kena Cukai Ilegal

67,32

2 Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri

94,57 98,43 80,94 78,20

Kegiatan Penyempurnaan perangkat peraturan, kebijakan dan pelaksana an operasional

85,44 42,74

Kegiatan Peningkatan Sistem dan jaringan informasi perdagangan

95,52

Pengembangan Pasar dan Distri busi barang/produk

98,43 85,24 78,20

3 Program Pembinaan Pedagang Kaki Lima dan Asongan

97,92 96,38 88,10 71,78 95,83

Kegiatan Pembinaan Organisasi Pedagang kaki Lima dan Asongan

97,92 96,12 90,31 71,78 95,83

Kegiatan Peningkatan Fasilitasi Pendukung Pedagang Kakilima

99,00

Deversifikasi Peningkatan Kualitas Usaha Bagi PKL di Lingkungan Industri Rokok

58,46

4. Program Pembinaan Lingkung an Sosial (Perdagangan)

90,18

Penguatan ekonomi masyarakat di ling kungan industri hasil tembakau dalam rangka pengentasan kemis kinan dan pengangguran di bidang perdagangan

90,18

(38)

32 5. Program Pemberantasan Barang

Kena Cukai Ilegal (Perdagangan)

59,00 82,29

Pengumpulan Informasi hasil

tembakau yang dilekati pita cukai palsu

59,00 82,29

D BIDANG PERINDUSTRIAN DAN ESDM

1 Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah

97,30 96,41 91,94

Kegiatan Pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah di Lingkungan Industri Rokok

97,11 96,16 92,99

Kegiatan Fasilitasi Pengembangan Industri Kecil dan Menengah

98,79 99,29

Pembinaan Indusri Hasil Temba kau 65,01

2. Program Pembinaan Industri 66,59

Kegiatan Pengembangan Industri Hasil tembakau dengan kadartar dan nikotin rendah

66,59

3. Program Pembinaan Lingkung an Sosial (Perindustrian)

90,39 75,70

Kegiatan Pembinaan kemampuan dan ketrampilan kerja masyarakat

dilingkung an industri hasil tembakau dibidang perindustrian

88,41 89,03

Kegiatan Penguatan ekonomi

masyarakat di lingkungan industri hasil temba kau dalam rangka pengentasan kemiski nan dan pengangguran di bidang per industrian

92,89 46,19

Outcome (manfaat) atas pelaksanaan Program tersebut diatas sebagai berikut : a. Telah memberi manfaat yang positif terhadap peningkatan Pengetahuan dan ketrampilan pelaku IKM sebagai modal dasar dalam mengelola usaha industri yang lebih maju yang ditandai dengan meningkatnya jumlah pelaku IKM, meningkatnya kinerja usaha.

(39)

33

b. Telah memberi manfaat yang sangat besar bagi pemenuhan kebutuhan sarana produksi yang diperlukan IKM dalam upaya meningkatkan kapasitas produksi

Adapun Inpack (dampak)nya atas pelaksanaan program tersebut secara kualitatif dapat dilihat dariperkembangan Data industri di Kota Blitar Tahun 2010 sampai dengan 2015 sebagai berikut :

No Uraian 2010 2015 Perubahan

Jumlah %

1 Jumlah Unit IKM 1.975 Unit 2.375 Unit 400 Unit 20,25 2 Nilai Investasi 15.358.484.000,- 23.436.451.000,- 8.077.967.000,- 52,59 3 Nilai Produksi 368.782.229.000,- 347.771.411.000,- (21.010.818.000) -5,69 4 Jumlah Tenaga

Kerja

7.403 Orang 8.286 orang 883 Orang 11,92

Adapun prestasi – prestasi yang pernah diraih Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar pada tahun 2011 penghargaan UPAKARTI Tahun 2011 dari Kementrian Perindustrian Republik Indonesia di bidang Kerajinan Aneka Pisau

II.4 TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN PELAYANAN SKPD

Dengan melihat perkembangan wilayah Kota Blitar bisa diprediksikan bahwa perekonomian pada tahun – tahun mendatang masih akan diwarnai dengan semakin dominannya sektor tersier terutama perdagangan barang dan jasa, sehingga dalam pengembangan ekonominya bertumpu pada kegiatan ekonomi yang lebih berbasis pada sumber daya buatan seperti sarana dan prasarana.

Dengan semakin tingginya laju pembangunan di Kota Blitar, akan semakin meningkatkan minat investor maupun warga luar Kota Blitar untuk datang dan mengadu nasib.

Tantangan –tantangan yang mungkin timbul adalah :

1. Terbatasnya SDM khususnya tenaga teknis penyuluh lapangan yang memenuhi kualifikasi teknis.

2. Terbatasnya saranakerja khususnya kendaraan operasional roda 2 untuk tenaga teknis lapangan

(40)

34

3. Terbatasnya dana operasional pembinaan industri dan Perdagangan yang bersumber dari APBD Kota Blitar.

4. Terbatasnya validasi data potensi industri dan Perdagangan di Kota Blitar

5. Kurangnya sinkronisasi kebijakan antar SKPD yang membidangi pengembangan potensi ekonomi di Kota Blitar maupun dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat

Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD

Struktur perekonomian di Kota Blitar sampai saat ini masih didominasi oleh sektor perdagangan yang berupa perdagangan kecil dan retail, serta Sektor Jasa khususnya jasa pariwisata yang meliputi Hotel, restauran, dan jasa transportasi, yang didukung oleh keberadaan Makam Bung Karno.

Kondisi ini merupakan peluang yang sangat terbuka bagi pengembangan dibidang antara lain :

a. Perdagangan kecil dan ritail menjadi perdagangan tingkat grosir, distributor ekspor dan import untuk memenuhi kebutuhan barang- barang konsumsi bagi masyarakat Blitar raya dan sekitarnya.

b. Meningkatnya kualitas usaha perdagangan dan industri non formal menjadi usaha formal yang memenuhi standar dan kualifikasi yang telah ditentukan untuk memberikan kepastian hukum, dan kepastian berusaha bagi yang bersangkutan.

c. Mengembangkan industri kecil olahan pangan, dan kerajinan yang bersumber dari potensi kearifan lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar oleh-oleh dan sovenir bagi wisatawan yang berkunjung di Kota blitar.

d. Mendorong tumbuhnya investasi/penanaman modal skala besar dibidang industi pengolahan, buah buahan, telur, dan ayam dengan memanfaatkan potensi bahan baku yang ada di Blitar Raya, untuk meningkatkan ekspor dengan memanfaatkan perdagangan bebas ASEAN (MEA)

(41)

35

Referensi

Dokumen terkait

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung Tahun 2018 disusun melalui pengukuran data kinerja sesuai dengan

Pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang telah ditetapkan dalam mewujudkan

Sejalan dengan amanat Undang-Undang tersebut maka Dinas Perindustrian dan Perdagangan sebagai salah satu unsur perangkat daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten

(1) Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional, mengkoorDinasikan, memantau,

Rencana Strategis Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar Tahun 2016 – 2021 berfungsi sebagai pedoman, penentu arah, sasaran dan tujuan bagi aparat Bappeda

Renja disusun dengan mempedomani Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah dan mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), diantaranya memuat kebijakan,

Sekretaris mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam hal menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan, keuangan dan pelaporan, umum, kepegawaian dan aset

Sebagai Dinas yang mempunyai tugas dan fungsi sebagai perumusan kebijakan teknis dan strategis dibidang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta sebagai