Lampiran A - 1
TINJAUAN PERUSAHAAN
Sinar Mas Agro Resource And Technology Corporation Surabaya
(SMART CORPORATION SURABAYA) merupakan salah satu anak cabang SINAR MAS GROUP yang badan usaha yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) yang bergerak dalam bidang Agrobisnis, khususnya pada palm oil. SINAJR MAS GROUP selain bergerak dalam bidang pulp & paper juga bergerak dalam bidang Financial Services and Real Estate. Perusahaan ini didirikan oleh EKA TJIPTA WIJAYA dan dikelola oleh tim manager profesional dari berbagai disiplin ilmu dan pengalaman. SINAR MAS GROUP yang bergerak dalam bidang agrobisnis, antara lain:
a. Perkebunan kelapa sawit b. Perkebunan teh
c. Pengalengan ikan tuna
d. Refinery minyak goreng dan margarine
e. Pabrik botol plastik yang juga mempunyai unit di Banyuwangi dan Ujung Pandang.
Pada tahun 1977, PT. SMART CORPORATION membeli sebuah perusahaan dengan luas 9500 m2 yang selanjutnya diberi nama PT. KUNCI MAS WIJAYA terletak di Rungkut Industri Raya 1/34 Surabaya. Areal ini masih dalam wilayah PT. SLER (Surabaya Industrial Estate Rungkut). PT. SIER adalah salah satu perusahaan pemerintah terbesar yang ada di kawasan Jawa Timur. PT. KUNCI MAS memproduksi minyak goreng dengan merk PELITA dan SEMAR dan dipasarkan dalam kemasan besar (180 kg/drum), kapasitas mesinnya 100 ton per hari.
PT. SMART CORPORATION yang didirikan pada sekitar tahun 1960 dengan nama PT. MULYOREJO INDUSTRIAL COMPANY mempunyai lokasi di Jalan Kalimas Surabaya. Perusahaan ini pada mulanya bergerak dalam bidang
Larnpiran A - 2
pengolahan minyak kelapa dengan bahan baku kopra. Bertepatan dengan dikeluarkannya kebijakan pemerintah untuk mengalokasikasi produksi minyak kelapa sawit guna memenuhi kebutuhan minyak goreng dalam negeri serta peraturan pemerintah tidak mengijinkan adanya industri di sekitar pelabuhan.
Maka pada tahun 1979 setelah melalui survey dan evaluasi baik secara teknis maupun ekonomis, masih dalam wilayah SIER, PT. SMART juga membeli tanah dengan luas 37.280 m2, di atas tanah inilah didirikan Unit Refinery minyak goreng dengan nama PT. MULYOREJO INDUSTRIAL COMPANY yang dilengkapi dengan sejumlah tangki tempat penyimpanan minyak berikut gedung perkantorannya. Lokasi pabrik dipilih dengan pertimbangan sebagai berikut:
1. Bahan Baku
Bahan baku utama minyak kelapa sawit didatangkan dari Sumatra dan Kalimantan dengan menggunakan alat pengangkut kapal laut, melalui Pelabuhan Tanjung Perak, sehingga hal ini tidak terlalu jauh dari Tanjung Perak, perlu diketahui bahwa tempat pengolahan dari minyak kelapa menjadi minyak setengah jadi diproses di Sumatra sedangkan di Surabaya hanya dijadikan tempat pengolahan lebih lanjut seperti pemanasan, pensterilan dan pemrosesan lainnya untuk didapatkan minyak goreng yang benar-benar sesuai dengan standar mutu, minyak goreng yang telah melalui pemrosesan yang sesuai dengan standar mutu kemudian akan dipacking untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas.
2. Pemasaran
Pemasaran hasil produksi PT. SMART CORPORATION melalui distributor yang memasarkan produknya ke seluruh Indonesia dan juga untuk kepeluan export ke luar negeri.
3. Transportasi
Karena letak pabrik dekat dengan jalan rata dan di dalam kota Surabaya, maka masalah transportasi tidak ada kesulitan baik untuk bahan bakar dari pelabuhan menuju pabrik maupun untuk pemasaran hasil produk.
Lampiran A - 3
4. TenagaKerja > ]
Untuk mendapatkan tenaga kerja yang merhiliki keahlian didapat dari daerah sekitamya sedangkan untuk tenaga kerja yang tidak niemiliki keahlian mudah didapatkan di daerah sekitar pabrik.
5. Tenaga Listrik dan Balian Bakar
Kebutuhan tenaga listrik didapatkan dari VL~U dan diesel generator.
Tenaga listrik diesel dipakai sebagai cadangan untuk kebutuhan listrik pabrik yang diperoleh dari PLN. Bahan bakar untuk diesel diperoleh dari Pertamina untuk jenis solar dan IDO {Industrial Diesel Oil).
6. Air Buangan
Air buangan PT. SMART CORPORATION diolah oleh PT. SIER bersama dengan air buangan dari industri lainnya. Namun sebelum diproses oleh PT. SIER, air buangan diolah lebih dahulu hingga memenuhi standart PT.
SIER.
i
Pada tahun 1981 tepatnya pada bulan Juli PT. MULYOREJO INDUSTRIAL COY. diresmikan. Bahan mentah yang digunakan untuk memproduksi minyak gorengnya adalah CPO (Crude Palm 0/7). Uji coba dan penjualan produk minyaknya juga dimulai pada tahun tersebut dengan kapasitas produksinya 250 (dua ratus lima puluh) ton per hari dengan menggunakan 1 buah unit mesin Deodorizer. Produk-produk yang dihasilkan saat itu adalah produk non merk yang dijual dalam bentuk BULK dan produk bermerk dengan nama BIMOLI yang dikemas dalam ukuran kaleng (2 kg, 5 kg, dan 17 kg).
Pada tahun 1982 PT. MULYOREJO mulai meningkatkan kapasitas produksinya dengan cara menambah 1 buah unit mesin Deodorizer, sehingga kapasitas produksinya dapat mencapai 600 (enam ratus) ton per hari. Untuk memenuhi tuntutan pasar, maka PT. MULYOREJO mulai menggunakan mesin dengan merk "Remelac" yang berasal dari Jerman dengan mendirikan UNIT BOTTLING atau Bottle Pack imtuk menambah jenis kemasan yang ada dengan kapasitas produksinya 5 ton/hari sehingga tersedia rainyak goreng BIMOLI dalam kemasan botol, antara lain:
1. 620 ml (0.620 L) 3. 1500 ml (1.5 L) 2. 1000 ml (1 L) 4. 2000 ml (2 L)
Lampiran A - 4
Pada tahun yang sama PT. MULYOREJO mendirikan Unit Margarine Plant dengan menggunakan mesin dengan merk "Peerfector" yang berasal dari Denmark untuk memproduksi Margarine & Shortening dengan merk MENARA
EIFEL. Kemasan yang dihasilkan antara lain:
1. 15 kg 4. Sachet
2. 5 kg 5. 200 kg dalam kemasan drum 3. 250 gr
Pada tahun 1982, PT. SMART Corp. membeli PT. FILMA OIL dari P&G Company yang berlokasi di Jalan Gresik No. 1-3 Surabaya. Jenis produk yang dihasilkan PT. FILMA saat itu adalah Margarine dengan merk Palmboom dengan kapasitas produksi yang dapat dihasilkan mencapai 750 ton per bulan.
Pada taliun 1983, PT. MULYOREJO mengadakan merger dengan Salim Group selanjutnya sentral marketingnya ditempatkan di PT. SMIP (Sinar Mas Inti Perkasa) Jakartayang terdiri dari:
1. PT. MULYOREJO
Pabrik Minyak Goreng, Bakers' Fat dan Margarine dengan bahan baku utamanya kelapa sawit dan berlokasi di Surabaya.
2. PT. SAYANG HEULANG
Pabrik Minyak Goreng, Bakers' Fat dan Margarine berlokasi di Jakarta.
3. PT. BIMOLI
Pabrik Minyak Goreng, Bakers' Fat dan Margarine dengan bahan baku kopra dan berlokasi di Bitung.
4. PT. IVOMAS
Pabrik Minyak Goreng, dengan balian baku sawit dan berlokasi di Medan.
Pada tahun 1989 PT. KUNCI MAS tidak diaktifkan lagi, hal ini dikarenakan pada masalah pengadaan bahan bakunya (CNO).
Pada bulan Oktober 1990 Joint Venture dengan Salim Group berakhir dan perusahaan dipisah menjadi 2 (dua) group besar yaitu:
1. SINAR MAS GROUP, terdiri dari:
a. PT. MULYOREJO INDUSTRIAL COY. Surabaya
PT. MULYOREJO INDUSTRIAL COY. menghasilkan prodiik Margarine dan Fat bermerk Menara dan Minyak Goreng dengan merk (Salak dan
Lampiran A - 5
Kunci Mas) dalam partai Bulk Industrial dan Semi Consumer Oil. Untuk sementara waktu produk Consumer bermerk tidak dioperasikan.
b. PT. IVOMAS
PT. IVOMAS menghasilkan produk Minyak Goreng dengan bahan baku sawit.
2. SALIM GROUP, terdiri dari:
a. PT. SAYANG HEULANG
PT. SAYANG HEULANG menghasilkan produk Minyak Goreng dengan merk Bimoli dan Margarine dan Fat dengan merk Simas.
b. PT. BIMOLI
PT. BIMOLI menghasilkan produk Minyak Goreng, Bakers' Fat dan Margarine.
Pada tahun 1991 tepatnya bulan September PT. MULYOREJO INDUSTRIAL COMPANY meluncurkan produk Minyak Goreng dengan merk FILMA dalam kemasan botol antara lain:
1. 500ml(0.5L) 4. 2000 ml (2 L)
2. 1000ml(lL) 5. 5000 ml (5 L), dalam ukuran 3. 1500 ml (1.5 L) galon
Pada bulan Oktober PT. MULYOREJO INDUSTRIAL COMPANY juga meluncurkan produk lain dengan merk "KUNCI MAS". Menyusul peluncuran merk FILMA dengan beragam kemasan antara lain:
a 485 ml
• 950 ml
• ukuran gallon 3785 ml
• 5L
Lampiran A - 6
Pada tahun yang sama PT. MULYOREJO INDUSTRIAL COMPANY juga meluncurkan produk baru Margarine dan Fat antara lain: MASTRO, PALMVITA serta Margarine dan Fat kualitas ekspor. Selain di atas, PT. MULYOREJO INDUSTRIAL COMPANY juga meningkatkan kapasitas produksi dengan penambahan "/me" sehingga total kapasitas produksi per hari (per produk) menjadi:
1. 190 ton untuk Margarine Plant (kemasan 15 kg = 157,5 ton, 5 kg = 10,0 ton dan 250 gram = 22,5 ton)
2. 68 ton untuk Shortening Palmvita
3. 150 ton untuk Pusaka White dan Delicio White 4. 190 ton untuk Shortening "Red Rose"
Pada bulan April 1992 PT. MULYOREJO INDUSTRIAL COY., melakukan merger dengan PT. SMART Jakarta dan sejak saat itulah nama PT.
MULYOREJO INDUSTRIAL COY. berganti dengan PT. SMART (Sinar Mas Agro Resources and Technology). Produk yang dihasilkan PT. SMART CORPORATION meliputi:
1. Produksi minyak goreng yaitu:
a. Minyak Goreng dengan bahan baku berasal dari kelapa sawit; dengan merk FILMA, KUNCIMAS.
b. Minyak Goreng dengan bahan baku berasal dari kopra; dengan merk OBOR yang diproduksi di Unit Sinar Obor Mas yang terletak di Jalan Ngagel Surabaya.
2. Produksi margarine dengan merk: Pusaka White, Pusaka Yellow, Pusaka Margarine, Delicio White, dan Delicio Yellow.
Pada tahun 1993, di areal PT. KUNCI MAS yang sudah tidak digunakan untuk berproduksi kita membangun UNIT KEMASAN [Bottle Plant]. Pada tahun yang sama dilakukan pemasangan MESIN PACK COLOUM di Refinery dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas Refinery sehingga kapasitas produksinya per hari (per produk) mencapai:
1. 1200 ton untuk Minyak Bulk
2. 900 ton untuk Minyak Semi Consumer 3. 700 ton untuk Minyak Consumer
Lampiran A - 7
JUMLAH TANGKIDAN KAPASITASNYA Tangki Penyimpanan Bahan Baku
Pada tanggal 15 November 1997 PT. SMART CORPORATION Surabaya berhasil mendapatkan Certificat "ISO - 9002" dan merupakan perusahaan Minyak Goreng dan Margarine pertama di Indonesia yang telah memperoleh Certificat tersebut. Lalu berlanjut dengan mendapatkan Certifikat
"ISO 9001:1994" dan mulai Oktober 2002 mendapatkan Certificat "ISO 9001:2000"
KEBIJAKAN MUTU PERUSAHAAN
Tujuan PT. SMART Tbk. adalah untuk memuaskan pelanggan dengan meningkatkan keefektifitasan sistem manajemen mutu secara berkesinambungan:
1. Memuaskan pelanggan dengan produk yang bermutu dan pengiriman tepat waktu.
2. Memajukan dan meningkatkan teknologi dan pelayanan sesuai dengan perkembangan industri.
3. Meningkatkan keahlian dan kemampuan karyawan melalui pelatihan untuk tercapainya tujuan perusahaan.
PT. SMART Tbk. memastikan bahwa kebijakan ini dimengerti dan dipelihara oleh semua tingkatan organisasi serta sanggup menjalankan secara konsisten dan berpegang pada kebijakan mutu.
STRUKTUR ORGANISASI PT. SMART CORPORATION
Lampiran C - 9
PROSES PRODUKSI
1. Proses Bahan Baku
Bahan baku yang datang berupa cairan CPO (Crude Palm Oil) yang berasal dari kelapa sawit . Cairan CPO mempunyai ciri-ciri bewarna kekuningan bila berada pada temperatur kamar dan akan bewarna kemerahan bila bertemperatur 45° C.
Bahan baku ini didatangkan dari Sumatra dan Kalimantan, dipasok oleh perkebunan milik SINAR MAS GROUP sendiri. Bahan baku berupa CPO yang baik datang kemudian langsung dipisah-pisahkan berdasarkan kandungan asam lemak bebasnya, yang mempunyai kandungan terendah adalah yang terbaik. Spesifikasi bahan baku ini telah ditentukan oleh penyalurnya kemudian akan dicek ulang oleh QC (Quality Control) di laboratorium dan yang telah sesuai siap untuk masuk produksi.
Crude Palm Oil yang diterima kemudian dipanaskan di storage tank dengan heating coil hingga mencapai temperatur 40° C. Pada bagian penerimaan bahan baku, terdapat 40 buah tangki dengan ukuran 200 ton sampai dengan 1800 ton. Tangki yang berukuran kecil digunakan untuk menampung pesanan khusus secara sementara contohnya Kimia Farma dan Nestle. Pengambilan bahan baku dari storage tank berdasarkan prinsip First In First Out (FIFO) sehingga tidak ada bahan baku yang terlalu lama menunggu untuk diproduksi. Jumlah bahan baku yang didatangkan setiap hari tidak tetap tetapi berdasarkan kebutuhan dan perencanaan produksi.
Kebutuhan bahan di PT. SMART CORPORATION meliputi:
a. Bahan baku berupa Crude Falm Oil
b. Bahan Penunjang berupa Bleaching Earl dan anti oksidan
c. Sarana pengemas meliputi botol, jerrycan, tutup, seal, kaleng, pouch, plastik, isolasi, etiket, kode produksi.
Dimana kebutuhan akan bahan-bahan ini harus selalu tercukupi untuk mendukung kelancaran proses produksi.
LampiranC- 10
Perencanaan kebutuhan ini disusun berdasarkan:
a. Jumlah stok yang ada sekarang
b. Tingkat penjualan padajangka waktu tertentu c. Keadaan pasar
d. Tingkat permintaan
Kebutuhan akan bahan baku disesuaikan dengan kapasitas produksi saat itu, sedangkan kebutuhan akan sarana pengemas disesuaikan dengan kualitas minyak dan ukuran minyak yang akan dikemas.
2. Spesifikasi Bahan Baku dan Bahan Penunjang
2.1. Bahan Baku
CPO yang dipakai harus memenuhi kriteria:
• Asam lemak bebas maksimal 5.0%
• Impurities maksimal 0.5%
• Zat yang mudah menguap maksimal 0.5%
• Bilangan lodine 50% - 55%
2.2. Bahan Penunjang
Bahan penunjang terdiri dari:
• Asam Phosfate (PA): berfungsi untuk mengikat getah atau gum.
• Bleaching Eart (BE) : berfungsi sebagai penyerap unsure-unsur pembawa warna seperti beta karoten, xantophyl, chlorophyll, gossphol dan antichyamin yang melekat pada Crude Palm Oil.
• Anti Oxidant seperti: asam citrat dan BHT {Butyled Hidroxy Toluen).
Lampiran C - 11
3. Proses Pengolahan Minyak Goreng
Untuk membuat minyak goreng, diadakan serangkaian proses yang dilakukan terhadap Crude Palm Oil agar dihasilkan minyak goreng yang aman dan sesuai standar bagi konsumen. Untuk itu dilakukan proses awal yaitu Refining (pemumian) yang meliputi:
a. Proses Degumming (Desliming)
Proses Degumming (Desliming) dilakukan pada tahap awal yaitu refinery yang mempunyai tujuan untuk menghilangkan getah, kotoran, air, serta impurities berupa ion Fe dan Cu.
b. Proses Bleaching
Proses Bleaching merupakan proses lanjutan dari proses degumming yang bertujuan untuk menghilangkan zat wama dari beta karoten dan sisa impurities.
c. Proses Deodorization
Proses Deodorization bertujuan untuk menghilangkan asam lemak bebas atau FF A (Free Fatty Acid) dan zat-zat yang menimbulkan bau dengan cara destilasi.
Setelah proses Refining, maka selanjutnya pada proses Fractioning yang bertujuan untuk memisahkan minyak dari fase cair menjadi fase padat. Fase cair dari minyak disebut olein yang pada umumnya disebut sebagai minyak goreng, sedangkan fase padat disebut stearin.
Jadi secara keseluruhan ada 4 tahap dalam pengolahan bahan baku hingga menjadi produk berupa minyak goreng yang dapat dilihat secara jelas pada lampiran D.
• Deslimming diproses pada refmery
• Bleaching diproses pada refmery
• Deodoruzation diproses pada refinery
• Fractioning diproses pada fractionation plant.
4. Proses Pengepakan
Bila telah menjadi minyak goreng maka akan disimpan pada tangki penyimpanan berdasarkan jenis atau merknya yang sebelumnya telah melalui pengecekan oleh QC. Setiap hari QC memberikan laporan kepada bagian boltle pack
Lampiran C - 12
untuk melaporkan bahwa minyak goreng tertentu memenuhi syarat untuk dikemas.
Bila telah memenuhi syarat maka bagian bottle pack akan mulai produksi berdasarkan pesanan yang dibuat oleh bagian PPIC {Production Planning and Inventory Control).
Selanjutnya akan membuat pemesanan ke bagian tankyard untuk membuka tangki minyak goreng berdasarkan pesanan. Di bagian bottlepack ini terdapat 2 buah tangki yang menampung minyak secara sementara yang terdiri dari minyak goreng FILMA dan KUNCI MAS. Setelah proses pengemasan selesai, barang jadi siap
untuk masuk gudang dan selanjutnya siap untuk distribusi lebih lanjut.
5. Proses Produksi Pada Bottle Packing
5.1. Unit-unit pada bagian Bottle Pack 5.1.1. Storage Tank Unit
Tempat penyimpanan tninyak setelah melalui unit proses adalah Tank Yard (dalam unit ini terdapat dua buah tank yard yaitu untuk merk FILMA dan KUNCI MAS). Apabila bagian unit produksi (canning) membutuhkan minyak untuk dikemas maka minyak yang ada di dalam Tank
Yarddikeluarkan melalui P9 untuk Kunci Mas dan PIO untuk FILMA.
5.1.2. Heat Exchanger Unit
Pada bagian Heat Exchanger Unit disini adalah tempat dimana minyak yang akan dikemas dipanaskan dan didinginkan. Heai Exchanger sendiri adalah merupakan alat yang mempunyai fungsi untuk memanaskan dan mendinginkan minyak agar tidak terjadi pengkristalan yang nantinya akan dikemas dan dipasarkan, minyak dari Tank Yard dilewatkan melalui pipa-pipa (baik itu P9 atau PIO) dipanaskan melalui alat yang bemama
"Tube" dengan suhu sebesar 70° C. Setelah itu minyak didinginkan sampai ± 30° C, dimana melalui 3 bagian, yaitu:
a. Minyak yang bersuhu 70° C disilangkan dengan minyak bersuhu normal, sehingga suhu minyak panas menurun.
LampiranC- 13
b. Dengan alat yang dinamakan "Plate" minyak didinginkan dengan menggunakan air yang berasal dari cooling tower.
c. Minyak masuk ke dalam sebuah alat "Cooler" sehingga suhu minyak terakhir didapat sekitar 28-30° C.
Hasil minyak yang telah melalui proses Heat Exchanger tadi ditampung dalam tangki BP. Apabila produksi minyak sedang berjalan, minyak-minyak dalam tangki BP disalurkan menuju tangki Intermediate masing-masing untuk FILMA dan KUNCI MAS. Antara tangki BP dan Tangki Intermediate terdapat sebuah Bag Filter yang berukuran 10 mikron untuk mencegah kemungkinan masuknya kotoran-kotoran / kristal-kristal yang tersisa pada minyak. Selain itu pada pipa-pipa penyaluran juga terdapat maskfilter yang berukuran 100 mikron.
5.1.3. FillingUnit
Bagian Filling adalah suatu proses dalam unit produksi dimana didalamnya terdapat kegiatan pengisian minyak goreng ke dalam botolnya.
Untuk menjalankan proses ini dibutuhkan waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Yang harus dipersiapkan adalah:
a. Mempersiapkan selang yang menghubungkan antara tangki Intermediate dengan alat penampungan pada Filling, yang diperlukan atau yang akan diisikan apakah untuk merk FILMA atau KUNCIMAS.
b. Menyetel atau mengatur alat-alat pada bagian Filling untuk menyesuaikan antara ukuran botol minyak dan isinya. Kecepatan produksi untuk pengisian adalah ± 3780 botol/jam.
Minyak yang akan diisikan diambil dari Tangki Intermediate yang terletak di lantai atas proses Filling. Jatuhnya minyak dari tangki Intermediate ini hanya menggunakan gaya gravitasi bumi. Pada proses filling ini digunakan mesin vacuum yang berfungsi untuk menghisap udara yang ada dalam botol pada waktu pengisian pada botol kosong agar tidak tumpah serta berfungsi pula sebagai penghisap udara dalam botol minyak agar minyak lebih cepat terisi dalam botol kosong tadi. Terdapatnya sisa angin dalam botol
LampiranC- 14
akan menyebabkan botol rusak atau botol tidak terisi penuh. Botol-botol yang telah terisi kemudian dengan menggunakan ban berjalan atau conveyor dikirim ke bagian capping. , j
I
5.1.4. CappingUnit
Bagian Capping Unit ini merupakan proses pemberian tutup pada botol-botol minyak goreng. Untuk minyak goreng dengan merk FILMA yang diperlukan hanya tutup botol saja tetapi untuk minyak goreng dengan merk KUNCI MAS selain mengunakan tutup botol juga menggunakan cap seal (sejenis plastik yang berfungsi sebagai segel). Pada proses capping ini terdapat sensor untuk menggerakkan tutup dari tutup yang lain. Setelah botol minyak goreng diberi tutup, kemudian dijalankan menuju ke tempat pemeriksaan atau pengecekan kualitas dari minyak goreng. Apabila botol yang yang ada terisi kurang dari ukuran atau minyak goreng yang ada kotor maka para pekerja akan mengambil dan akan dilakukan proses ulang kembali terhadap botol-botol yang telah terisi tadi. Setelah selesai melewati proses filling, maka akan dilanjutkan pada proses labeling dan packaging.
5.1.5. Bagian Labelling Dan Packaging
Bagian Labelling Dan Packaging ini merupakan proses pemberian label dari minyak goreng yang diproduksi saat itu. Label kertas yang telah dipersiapkan melekat pada alat yang telah bergesekan dengan lem kemudian oleh alat tersebut dipindahkan pada alat yang menempelkan pada botol, terdapat sensor yang akan menggerakkan tempat label. Bila sensor tidak menangkap bayangan botol maka sensor akan menggerakkan tempat label label mundur, sehingga alat yang mengandung lem tadi tidak dapat menjangkau label. Terdapat pula alat yang dapat mengatur kecepatan proses labelling ini. Setelah botol-botol tadi diberikan label maka untuk selanjutnya botol melalui ban berjalan (conveyor) akan melalui alat dimana alat tersebut bertugas untuk memberikan tanggal, bulan, dan tahun itu melalui sebuah
Lampiran C - 15
keyboard yang sama halnya dengan komputer yang diatur oleh operator.
Khusus untuk produk minyak goreng KUNCI MAS terdapat alat pemanas untuk memanaskan cup seal sehingga cup seal mengkerut dan pas dengan tutup botol.
Setelah proses-proses tersebut dijalankan, maka botol-botol yang telah diisi dengan minyak goreng dan telah dilengkapi dengan tutup botol dikemas ke dalam dos-dos yang telah terisi penu dengan botol-botol tadi dilewatkan alat yang memberikan isolasi atau perekat pada bagian atas dan bawah dos.
5.1.6. Bagian Gudang Barang Jadi
GBJ merupakan Gudang Barang Jadi yang berfungsi untuk menampung minyak goreng yang dikemas di dalam dos yang untuk kemudian dipasarkan kepada para konsumen yang memesan atau yang membutuhkan untuk dijual. Pemasaran dari minyak goreng tadi meliputi wilayah Indonesia maupun untuk ekspor.
5.2. Persiapan Packing Material
Persiapan untuk pengisian botol minyak goreng membutuhkan packing material dengan urutan kerja sebagai berikut:
5.2.1. Botol
a. Mempersiapkan botol sesuai dengan kebutuhan b. Meletakkan botoi-botol di ruangan boltle feeder
c. Memeriksa pintu-pintu di ruangan bollle feeder harus dalam keadaan tertutup
d. Mempersiapkan peralatan kerja sebagai berikut:
• Topi
• Masker
• Jas putih
Lampiran C - 16
5.2.2. TutupBotol
a. Mempersiapkan tutup botol sesuai kebutuhan
b. Ketentuan untuk tutup botol dalam kemasan karton yang isinya sebagai berikut:
• Tutup neck 32 untuk FILMA 500 ml dan 1000 ml
« Tutup neck 36 untuk FILMA 1500 ml dan 2000 ml
• Tutup filter 32 untuk KUNCI MAS 485 ml, 950 ml, dan 1900 ml.
c. Meletakkan tutup botol pada Cap Feeder.
5.2.3. Karton
a. Mempersiapkan karton secukupnya dan meletakkan pada lokasi packing produksi.
b. Kemasan karton dalam ikatan yang isinya 20 lembar.
5.2.4. Label
a. Mempersiapkan label secukupnya
b. Meletakkan label ke posisioner mesin label secukupnya c. Label dalam ikatan yang isinya 500 lembar
5.2.5. Shrink Cap Seal
a. Mempersiapkan shrink cap seal untuk keperluan produksi minyak goreng KUNCI MAS.
b. Memasang shrink cap seal pada leher botol di atas conveyor.
c. Shhnk cap seal dalam ikatan yang isinya 200 lembar.
LampiranC- 17
5.2.6. Tape Band / Plag Band
a. Mempersiapkan tape band I plag band secukupnya.
b. Memasang tape band pada sealing machine untuk isolasi karton bagian atas dan bawah.
c. Jenis tape band /plag:
• Bertuliskan PT. SMART dan logo.
• Rollbesar = 4 0 0 m x 2 "
• Rollkecil = 1 0 0 m x 2 "
5.2.7. Lem
a. Mempersiapkan lem untuk label di bak mesin label.
b. Mengaduk lem terlebih dahulu sebelum dipakai.
5.3. Persiapan Minyak Goreng
Urutan kerja mempersiapkan minyak goreng adalah sebagai berikut:
a. Meminta kitir analisa minyak goreng dari QA.
b. Membuat nota permintaan minyak goreng ke tankyard.
c. Menerima minyak goreng dari tank yard sesuai jenis dan jumlah yang diinginkan.
d. Jenis minyak goreng yang diperlukan adalah sebagai berikut:
• Consumer pack:
• Dari P9 untuk KUNCI MAS
• Dari P10 untuk FILMA
• Semi consumer pack:
• Dari K9 untuk SALAK
• Dari K8 untuk KUNCI MAS 5.3.1. Minyak Goreng Consumer Pack
a. Mempersiapkan minyak goreng consumer pack.
b. Mempersiapkan heating dan cooling minyak goreng
• Heating dengan steam sampai dengan 70° C.
LampiranC - 18
• Cooling dengan water cooler sampai dengan 30° C.
• Kapasitas intermediet tank BP3 = 40 m3
Kapasitas intermediet tank BP4 = 60 m3
Kapasitas intermediet tank BP5 = 60 m3
Kapasitas intermediet tank BP6 = 60 m3
c. Mempersiapkan intermediate filling
• IF untuk minyak goreng FILMA
• IK untuk minyak goreng KUNCIMAS
d. Mempersiapkan terlebih dahulu pompa dan bag filter (10 mc) antara BP
3/4 - IF dan BP Y - IK
e. Siap untuk transfer sesuai rencana produksi.
5.3.2. Minyak Goreng Semi Consumer Pack
a. Mempersiapkan minyak goreng semi cortsumer pack sesuai rencana produksi.
b. Minyak goreng SALAK (K7) untuk SALAK kaleng 17 kg.
c. Minyak goreng KUNCIMAS (K8) untuk KUNCI MAS kaleng 17 kg.
d. Mempersiapkan filter dan flowmeter untuk transfer ke intermediet takaran 17.
e. Siap untuk transfer.
5.4. Persiapan B ottle Pack
Untuk mempersiapkan produksi bottle pack, maka harus mengikuti prosedur kerja sebagai berikut:
a. Memasang star wheel sesuai ukuran botol yang akan diproduksi.
b. Mengatur lebar railing beh conveyor mulai dari bottie feeder sampai packing produksi.
c. Mengatur ketinggian fdling nozzle sedemikian rupa sehingga mendapatkan volume yang diisikan ke dalam botol sesuai dengan yang tertera pada label.
Lampiran C - 20
c. Memeriksa semua botol yang akan dilabel melalui light inspection dan menyingkirkan botol-botol yang ada kotorannya.
d. Mengatur kecepatan mesin label sehingga sesuai dengan kecepatan KHS filter agar pasangan label tepat.
e. Memberi label produksi dan tanggal kadaluarsa pada pundak botol sesuai dengan daftar bulanan.
f. Untuk produksi minyak goreng KUNCI MAS, pemasangan shrink cap seal di leher botol dan dilewatkan melalui heating tunnel.
g. Memeriksa volume botol dengan jalan penimbangan.
h. Botol produksi yang tidak masuk standar seperti label miring, tidak berlabel, tanpa kode print, kotor, cap seal tidak baik, harus disortir keluar untuk diperbaiki.
i. Pengemasan botol dalam karton sesuai dengan jenis produksinya.
j. Memeriksa jumlah botol dalam karton sebelum ditutup untuk pemasangan tape band /plag band melalui karton sealer.
k. Transfer hasil produksi ke intermediate stock BP melalui rool dan belt conveyor.
1. Memberi stempel kode produksi dan kadaluarsa pada karton hasil produksi.
m. Meletakkan karton-karton tersebut di atas pallet produksi sesuai dengan standart isi tiap pallet untuk setiap jenis produk.
n. Menyimpan di intermediate stock BP.
o. Perlengkapan yang harus dipakai petugas sewaktu produksi di ruang bottle feeder yaitu:
• Masker
• Topi
• Jas putih
5.6. Selesai Pengisian
a. Melakukan transfer barang-barang di intermediate BPI Tin ke GBJ:
• Dengan serah terima sementara
• Dengan serah terima global
LampiranC- 21
b. Menyelesaikan barang-barang return sebagai berikut:
• Menerima barang-barang return ex GBJ.
• Memeriksa barang-barang tersebut sesuai dengan jumlah dan rekomendasi QA.
• Melakukan penyelesaian barang-barang tersebut.
c. Membersihkan alat produksi dan lokasi kerja.
d. Mengumpulkan barang-barang pembungkus dan material packing ex return di lokasi intermediate stock barang-barang akhir.
Lampiran D - 22
OPERATION PROCESS CHART MINYAK GORENG
Lampiran E - 23
Lampiran E - 25
Lampiran E - 26
Lampiran E - 27
Tabel 1. Hasil Pengolahan Data Pengeluaran Maksimum Gudang Barang Jadi (sambungan)
Lampiran E - 28
Tabel 1. Hasil Pengolahan Data Pengeluaran Maksimum Gudang Barang Jadi (sambungan)
Lampiran E - 29
Tabel 2. Hasil Perhitungan Pengeluaran Minimum Gudang Barang Jadi
Lampiran F - 30
Lampiran F - 31 Tabel 2. Hasil Perhitungan Pengeluaran Minimum Gudang Barang Jadi (sambungan)
Tabel 2. Hasil Perhitungan Pengeluaran Minimum Gudang Barang Jadi (sambungan)
Lampiran F - 32
Lampiran F - 33 Tabel 2. Hasil Perhitungan Pengeluaran Minimum Gudang Barang Jadi (sambungan)
LampiranG- 34
Tabel 3. Data Pengeluaran Packing Material Gudang Emballage (Maksimal)
Lampiran G - 35
Tabel 3. Data Pengeluaran Packing Material Gudang Emballage (Maksimal) (sambungan)
LampiranG- 36
Tabel 3. Data Pengeluaran Packing Material Gudang Emballage (Maksimal) (sambungan)
LampiranG- 37
Tabel 3. Data Pengeluaran Packing Material Gudang Emballage (Maksimal) (sambungan)
LampiranG- 38
Tabel 3. Data Pengeluaran Packing Material Gudang Emballage (Maksimal) (sambungan)
LampiranG- 39
Tabel 3. Data Pengeluaran Packing Material Gudang Emballage (Maksimal) (sambungan)
Lampiran H - 40
Tabel 4. Data Pengeluaran Packing Material Gudang Emballage
LampiranH- 41
Tabel 4. Data Pengeluaran Packing Material Gudang Emballage (sambungan)
LampiranH- 42
Tabel 4. Data Pengeluaran Packing Material Gudang Emballage (sambungan)
Tabel 5. Kapasitas Gudang Barang Jadi
I
§
Tabel 6.Kapasitas Penyimpanan Gudang Barang Jadi (Usulan)
Lampiran J - 44
LampiranK- 45
LampiranK- 46
LampiranK- 47
LampiranK- 48
LampiranK- 49
LampiranK- 50
Lampiran L - 51
Tabel 7. Data Isi Tiap Pallet untuk Packing Material (Pouch)
No.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Jenis Barang Pouch Kunci Mas 225 tnl Pouch Kunci Mas 1 L Pouch Kunci Mas 2 L Pouch Kunci Mas 2.2 L Pouch Kunci Mas 1.1 L Pouch Filma 250 ml Pouch Filma 1 L Pouch Filma 500 ml Pouch Filma 2 L Pouch Filma 2.2 L Pouch Mitra 1 L Pouch Mitra 2 L
Pouch Golden Fiesta 2 L Pouch Golden Fiesta 420 ml Pouch Golden Fiesta 250 ml
Isi / pallet (dos) 1 5 x 6
9 x 5 7 x 6 6 x 7 9 x 7 1 5 x 6
9 x 6 9 x 6 7 x 6 6 x 7 9 x 6 7 x 6 6 x 7 9 x 6 1 5 x 6
LampiranM- 52
Tabel 8. Data Ukuran Karton
Lampiran M - 53
Tabel 8. Data Ukuran Karton (sambungan)
LampiranM- 54
Note : 1 ikat karton botol = 20 lembar karton 1 ikat karton pouch = 10 lembar karton