• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Data

Tujuan penelitian dapat dicapai dengan mengumpulkan data dari masing-masing variabel penelitian. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel bebas yaitu Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan, Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan, dan VO2max serta satu variabel terikat yaitu Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter. Data yang diperoleh dari tiap-tiap variabel tersebut kemudian dikelompokkan dan dianalisis dengan statistik, seperti terlihat pada lampiran.

Adapun ringkasan deskripsi data secara keseluruhan disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut :

Tabel 4. Deskripsi Data Hasil Tes Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan, Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan, VO2max dan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50

meter.

Variabel N Mean SD Max Min

Rasio Rentang Lengan

Tinggi Badan 22 1,00 0,03 1,08 0,94

Rasio Panjang Tungkai

Tinggi Badan 22 0,50 0,02 0,55 0,47

VO2max 22 43,51 4,00 51,90 35,00

Kecepatan Renang Gaya

Bebas 50 meter 22 47,03 8,71 63,04 29,04

(2)

B. Uji Reliabilitas

Tingkat keajegan hasil tes diketahui melalui uji reliabilitas dari masing-masing variabel. Hasil uji reliabilitas data Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter kemudian dikategorikan, dengan menggunakan pedoman tabel koefisien dari Book Walter yang dikutip Mulyono B. (2001: 22), yaitu:

Tabel 5. Range Kategori Reliabilitas

Kategori Reliabilitas Excellent 0,95 0,99 Sangat Bagus 0,90 0,94 Cukup 0,80 0,89 Kurang 0,70 0,79 Tidak Signifikan 0,60 0,69

Adapun hasil uji reliabilitas data Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 6. Ringkasan Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Reliabilitas Kategori

(3)

C. Uji Prasyarat Analisis 1. Uji Normalitas

Sebelum dilakukan analisis data perlu diuji distribusi kenormalannya. Uji normalitas data penelitian ini menggunakan metode Lilliefors. Hasil uji normalitas tes Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan (X1),

Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan (X2), VO2max (X3) dan Kecepatan

Renang Gaya Bebas 50 meter (Y), dalam penelitian sebagai berikut :

Tabel 7. Ringkasan Hasil Uji Normalitas Data

Variabel N M SD Lhitung Ltabel Kesimpulan

X1 22 1,00 0,03 0,168 0,188 Berdistribusi Normal

X2 22 0,50 0,02 0,182 0,188 Berdistribusi Normal

X3 22 43,51 4,00 0,143 0,188 Berdistribusi Normal

Y 22 47,03 8,72 0,111 0,188 Berdistribusi Normal

Dari hasil uji normalitas yang dilakukan pada tiap-tiap variabel tersebut dapat diketahui bahwa nilai signifikansi hitung dari tiap-tiap variabel lebih kecil dari taraf signifikansi 5%. Dengan demikian H0masing-masing

variabel diterima. Hasil tersebut menunjukkan bahwa data hasil tes Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan (X1), Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan

(X2), VO2max (X3) dan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter (Y) tersebut

termasuk data yang berdistribusi normal.

2. Uji Linieritas

Uji linieritas hubungan antara masing-masing prediktor dengan kriterium yaitu: Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan (X1), Rasio Panjang

Tungkai Tinggi Badan (X2), VO2max (X3) dan Kecepatan Renang Gaya

(4)

varians dari Sudjana (2002:332). Hasil ringkasan uji linieritas tersebut disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut :

Tabel 8. Ringkasan Hasil Uji Linieritas Hubungan antara Prediktor dengan Kriterium

Variabel N F F tabel Simpulan

X1Y 22 0,41 2.85 Model linier diterima

X2Y 22 0,40 2.85 Model linier diterima

X3Y 22 0.47 2.85 Model linier diterima

Berdasarkan ringkasan hasil linieritas tersebut dapat diketahui bahwa signifikansi hitung linieritas yang diperoleh dari tiap-tiap variabel lebih kecil dari taraf signifikansi 5%. Dengan demikian H0 linieritas ketiga variabel

tersebut dapat diterima. Yang berarti bahwa baik korelasi antara X1Y, X2Y

dan X3Y berbentuk linier.

D. Uji Hipotesis

1. Hasil Perhitungan Koefisien Korelasi Masing-Masing Prediktor

a. Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter.

Berdasarkan hasil analisis data menggunakan rumus korelasi product moment dari Pearson yang dikutip Sudjana (1992: 239) menunjukkan angka r X1Y sebesar 0,197. Sedangkan r tabel dengan taraf signifikansi 5% sebesar

0,423. Ternyata nilai r hitung lebih kecil dari r tabel. Karena r hitung < r tabel maka hipotesis nol diterima yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan dengan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter. Korelasi positif menunjukkan bahwa hubungan antara Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter adalah searah. Artinya, jika Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan

(5)

meningkat maka nilai Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter juga akan meningkat, akan tetapi kecepatan renang menurun.

b. Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter.

Berdasarkan hasil analisis data menggunakan rumus korelasi product moment dari Pearson yang dikutip Sudjana (1992: 239) menunjukkan angka r X2Y sebesar -0,093. Sedangkan r tabel dengan taraf signifikansi 5% sebesar

0,423. Ternyanta nilai r hitung lebih kecil dari r tabel. Karena r hitung < r tabel maka hipotesis nol diterima yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan dengan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter. Korelasi negatif menunjukkan bahwa hubungan antara Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter adalah tidak searah. Artinya, jika Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan meningkat maka nilai Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter akan menurun, akan tetapi kecepatan renang meningkat.

c. VO2max terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter

Berdasarkan hasil analisis data menggunakan rumus korelasi product moment dari Pearson yang dikutip Sudjana (1992: 239) menunjukkan angka r X3Y sebesar -0,626. Sedangkan r tabel dengan taraf signifikansi 5% sebesar

0,423. Ternyanta nilai r hitung lebih besar dari r tabel. Karena r hitung > r tabel maka ada hubungan yang signifikan antara VO2max dengan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter. Korelasi negatif menunjukkan bahwa hubungan antara VO2max terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter adalah tidak searah. Artinya, jika VO2max meningkat maka nilai Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter akan menurun, akan tetapi kecepatan renang meningkat.

(6)

d. Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan dan Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan secara bersamaan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter

Berdasarkan hasil analisis data menggunakan rumus korelasi ganda antara Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan (X1) dan Rasio Panjang Tungkai

Tinggi Badan (X2) terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter (Y)

menunjukkan angka koefisien kolerasi r X1X2Y sebesar 0,314. Sedangkan r tabel dengan taraf signifikansi 5% sebesar 0,423. Ternyanta nilai r hitunglebih

kecil daripada r tabel. Karena r hitung< r tabelmaka hipotesis nol di terima yang

berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan dan Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan secara bersamaan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter.

e. Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan dan VO2max secara bersamaan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter

Berdasarkan hasil analisis data menggunakan rumus korelasi ganda antara Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan (X1) dan VO2max (X3) terhadap

Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter (Y) menunjukkan angka koefisien kolerasi r X1X3Y sebesar 0,704. Sedangkan r tabeldengan taraf signifikansi 5%

sebesar 0,423. Ternyanta nilai r hitunglebih besar daripada r tabel. Karena r hitung

> rtabelmaka hipotesis nol di tolak yang berarti ada hubungan yang signifikan

antara Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan dan VO2max secara bersamaan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter.

f. Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan dan VO2max secara bersamaan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter

Berdasarkan hasil analisis data menggunakan rumus korelasi ganda antara Panjang Tungkai Tinggi Badan (X2) dan VO2max (X3) terhadap

Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter (Y) menunjukkan angka koefisien kolerasi r X2X3Y sebesar 0,626. Sedangkan r tabeldengan taraf signifikansi 5%

sebesar 0,423. Ternyanta nilai r hitunglebih besar daripada r tabel. Karena r hitung

(7)

antara Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan dan VO2max secara bersamaan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter.

2. Hasil Perhitungan Koefisien Korelasi Tiga Prediktor

Berdasarkan hasil analisis data menggunakan rumus korelasi product moment yang dikutip Sudjana (1992: 239) menunjukkan angka r X123Y

sebesar 0,730. Sedangkan r tabel dengan taraf signifikansi 5% sebesar 0,423. Ternyata nilai r hitung lebih besar dari r tabel. Karena r hitung > r tabel maka hipotesis nol di tolak yang berarti ada hubungan yang signifikan antara Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan, Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan dan VO2max dengan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter.

Berdasarkan hasil uji signifikasni regresi menunjukkan angka Fhitung

sebesar 10,874 (Ftabel = 3,52) taraf signifikansi 5%. (taraf signifikansi yang

telah ditentukan = 0.05). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan, Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan dan VO2max terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter.

3. Sumbangan Masing-Masing Prediktor

Dari hasil analisis data yang telah dilakukan diperoleh sumbangan relatif dan sumbangan efektif masing-masing prediktor terhadap kriterium disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut :

Tabel 9. Ringkasan Hasil Sumbangan Masing-Masing Prediktor

Prediktor SR SE

Rasio Rentang Lengan Tinggi

Badan 16.45 % 8.78 %

Rasio Panjang Tungkai

(8)

VO2max 79.34 % 42.34 %

4. Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis pada dasarnya merupakan langkah awal untuk menguji persyaratan yang dikemukakan pada rumusan hipotesis bisa diterima atau tidak. Hipotesis yang diajukan bisa diterima jika data yang terkumpul bisa mendukung pernyataan hipotesis. Sebaliknya hipotesis ditolak jika data yang terkumpul tidak mendukung pernyataan hipotesis. Adapun hasil pengujian hipotesis sebagai berikut :

a. Hubungan Antara Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis kolerasi yang telah dilakukan data Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan (X1) terhadap Kecepatan

Renang Gaya Bebas 50 meter (Y) diperoleh angka koefisien kolerasi sebesar 0.197. Nilai tersebut lebih kecil dari r tabel taraf signifikansi 5% yang telah ditentukan yaitu 0.423. Hal ini menunjukan bahwa, Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter tidak dipengaruhi oleh Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan.

Dapat disimpulkan bahwa Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan: Ada hubungan Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter pada mahasiswa putra pembinaan prestasi renang JPOK FKIP UNS Tahun 2014 tidak dapat diterima kebenarannya.

b. Hubungan Antara Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis kolerasi yang telah dilakukan data Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan (X2) terhadap

Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter (Y) diperoleh angka koefisien kolerasi sebesar -0.093. Nilai tersebut lebih kecil dari r tabel taraf signifikansi 5% yang telah ditentukan yaitu 0.423. Hal ini menunjukan bahwa, Kecepatan

(9)

Renang Gaya Bebas 50 meter tidak dipengaruhi oleh Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan.

Dapat disimpulkan bahwa Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan: Ada hubungan Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter pada mahasiswa putra pembinaan prestasi renang JPOK FKIP UNS Tahun 2014 tidak dapat diterima kebenarannya.

c. Hubungan Antara VO2max Terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas

50 meter

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis kolerasi yang telah dilakukan data VO2max (X3) terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50

meter (Y) diperoleh angka koefisien kolerasi sebesar -0.626. Nilai tersebut lebih besar dari r tabel taraf signifikansi 5% yang telah ditentukan yaitu 0.423. Hal ini menunjukan bahwa, Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter dipengaruhi oleh VO2max.

Dapat disimpulkan bahwa VO2max memiliki hubungan yang signifikan dengan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan: Ada hubungan VO2max terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter pada mahasiswa putra pembinaan prestasi renang JPOK FKIP UNS Tahun 2014 dapat diterima kebenarannya.

d. Hubungan Antara Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan, Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan Dan VO2max Dengan Kecepatan

Renang Gaya Bebas 50 meter

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis kolerasi yang telah dilakukan data Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan (X1), Rasio Panjang

Tungkai Tinggi Badan (X2) dan VO2max (X3) terhadap Kecepatan Renang

Gaya Bebas 50 meter (Y) diperoleh angka koefisien kolerasi sebesar 0.723. Nilai tersebut lebih besar dari r tabel taraf signifikansi 5% yang telah ditentukan yaitu 0.423. Hal ini menunjukan bahwa, Kecepatan Renang Gaya

(10)

Bebas 50 meter dipengaruhi oleh Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan, Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan dan VO2max.

Dapat disimpulkan bahwa Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan, Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan dan VO2max memiliki hubungan yang signifikan dengan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan: Ada hubungan Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan, Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan dan VO2max terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter pada mahasiswa putra pembinaan prestasi renang JPOK FKIP UNS Tahun 2014 dapat diterima kebenarannya.

E. Pembahasan Hasil Analisis Data

Pembahasan hasil analisis data ini memberikan penafsiran lebih lanjut mengenai hasil-hasil analisis data yang telah dikemukakan sebelumnya yaitu sebagai berikut:

a. Sumbangan Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada data Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan terhadap kemampuan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter diperoleh presentase sumbangan relatif sebesar 16.45 % dan sumbangan efektif 8.78 %. Hal ini membuktikan bahwa dari ketiga variabel yang diteliti, variabel Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan memberikan sumbangan yang sedang terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter.

b. Sumbangan Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada data Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter diperoleh presentase sumbangan relatif sebesar 4.21 % dan sumbangan efektif 2.25 %. Hal ini membuktikan bahwa dari ketiga variabel yang diteliti, variabel Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan memberikan sumbangan yang paling kecil terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter.

(11)

c. Sumbangan VO2max terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan terhadap data VO2max dengan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter diperoleh prosentase sumbangan relatif sebesar 79.34 % dan sumbangan efektif 42.34 %. Hal ini membuktikan bahwa dari ketiga variabel yang diteliti, variabel VO2max memberikan sumbangan yang paling besar terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter.

d. Sumbangan Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan, Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan dan VO2max terhadap Kecepatan Renang Gaya

Bebas 50 meter

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan terhadap Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan, Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan dan VO2max terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter dapat diketahui bahwa ketiga variabel tersebut memberikan sumbangan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter sebesar 53.37 %. Hal ini membuktikan bahwa Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan, Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan dan VO2max memberikan peranan yang cukup besar terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter. Kekurangan sumbangan yang diberikan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter dikarenakan masih banyak variabel bebas lain di luar dari ketiga variabel tersebut yang juga memberikan sumbangan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter.

e. Diskusi

Secara teori dan mengkaji penelitian-penelitian yang sebelumnya dalam cabang olahraga renang, seharusnya dalam skripsi penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antar variabel-variabel bebas terhadap variabel terikatnya. Akan tetapi setelah dilakukan penelitian dan dilakukan olah data, ternyata hasil yang didapat berbeda dari hipotesis yang ada atau hipotesis tidak terbukti.

(12)

Untuk mengantisipasi kesalahan dalam penelitian ini maka dilakukan diskusi antara peneliti dan dosen penguji supaya tidak membuat salah penafsiran bagi orang yang membacanya. Dari hasil diskusi yang dilakukan ditetapkan bahwa hipotesis tidak terjadi bisa dikarenakan :

1) Kesalahan dalam pengambilan sampel. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa putra pembinaan prestasi renang JPOK FKIP UNS Tahun 2014. Dimana pembinaan prestasi renang diikuti mahasiswa semester genap yaitu semester 2, 4, 6 dan 8. Tentunya jika semua mahasiswa semester genap digunakan akan sangat mempengaruhi data penelitian, dikarenakan semester awal seperti semester 2 dan 4 kurang mahir dalam pengusaan teknik renang dibanding dengan semester atas seperti semester 6 dan 8 yang tentunya lebih baik dalam pengusaan teknik renang. Akan lebih baik jika sampel yang digunakan adalah semester atas seperti semester 6 dan 8 atau salah satu dari semester 6 atau 8 tersebut yang dalam penguasaan teknik renang lebih baik. 2) Kesalahan dalam pengambilan data. Terjadi kesalahan bisa

karena ketidak telitian petugas dalam mengambil data-data pengukuran. Serta keseriusan dari sampel sendiri juga dapat mempengaruhi dalam pengambilan data.

Gambar

Tabel 4. Deskripsi Data Hasil Tes Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan, Rasio  Panjang Tungkai Tinggi Badan, VO 2 max dan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50
Tabel 5. Range Kategori Reliabilitas
Tabel 7. Ringkasan Hasil Uji Normalitas Data
Tabel 8. Ringkasan Hasil Uji Linieritas Hubungan antara Prediktor dengan        Kriterium
+3

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Pembangunan gedung kantor Rehab Ruang Kadis JB: Modal JP: Pekerjaan Konstruksi. 1

Jika penerimaan pertama dimulai 10 bulang lagi dan tingkat bunga yang relevan J12=12%, hitunglah nilai yang diterima Antan pada saat ini!.

Perlu ada upaya untuk pengembangan kurikulum yang berdasarkan kepada penerapan model hermeneutika Gadamer dalam pembelajaran sejarah dengan kajian fenomenologi

Tema RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2018: Percepatan Pembangunan Manusia bagi Upaya Peningkatan Daya Saing. Menuju

PONTIANAK, 10 Januari 2018 – Sinar Mas Agribusiness and Food, melalui unit usahanya PT Kartika Prima Cipta (KPC) menyerahkan dana bantuan Beasiswa SMART kepada enam

Inovasi Proses &amp; Program Daerah 20% 30% Penyesuaian bobot terkait penambahan kriteria

[r]