• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONSEP STRATEGI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "KONSEP STRATEGI"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

KONSEP

STRATEGI

(2)

Konsep

Mintzberg dalam Mohammadian (2017)

• Strategy as a plan: Strategi adalah rencan aterpadu dan hasil strategi proses yang

disengaja sebagai taktik.

• Strategy as a ploy: strategi sebagai manuver untuk mengatasi lawan atau pesaing.

• Strategy as a pattern: strategi sebagai pola dalam keputusan dan tindakan.

• Strategy as a position: strategi sebagai perantara antara lingkungan lingkungan internal dan eksternal.

• Strategy as perspective: strategi sebagai pandangan internal terhadap organisasi.

5 Ps of Strateg

y

PLAN

PLOY

PATERN POSITION

PERSPECTIV E

(3)

Bentuk Strategi

1. Strategi yang dibuat secara terencana mengandalkan aspek “pengendalian” (control).

Aspek control penting dalam strategi yang terencana dengan baik, karena suatu rencana yang matang selalu mengandalkan banyak hal. Kontrol

diperlukan terhadap hal-hal yang dapat berubah. Presisi (ketepatan) menjadi kata kunci.

2. Strategi yang muncul secara spontan mementingkan aspek “belajar”

Perubahan lingkungan yang cepat, yang membuat perhitungan terus menerus berubah, hanya bisa dihadapi dengan keluwesan rencana. Dengan

pertimbangan-pertimbangan tertentu, organisasi sering secara sengaja tidak membuat strategi yang eksplisit atau lebih mengandalkan pada strategi yang bersifat spontan.

Supratikno, dkk (2003)

(4)

Formulasi

• Strategi biasanya melibatkan dua proses besar: formulasi dan implementasi.

Formulasi mencakup menganalisis lingkungan atau situasi membuat diagnosis, dan mengembangkan kebijakan dalam mengarahkan. Ini mencakup kegiatan- kegiatan seperti perencanaan strategis dan pemikiran strategis.

• Implementasi merujuk pada rencana tindakan yang diambil untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh kebijakan penuntun.

• Bruce Henderson mengatakan bahwa strategi bergantung pada kemampuan untuk meramalkan konsekuensi inisiatif masa depan. Dia menulis bahwa

persyaratan dasar untuk pengembangan strategi mencakup factor-factor lain:

1.Pengetahuan yang luas tentang lingkungan hidup, pasar, dan pesaing

2.Kemampuan untuk meneliti pengetahuan ini sebagai system dinamis interaktif 3.Imajinasi dan logika untuk memilih antara alternative spesifik.

Mohammadian (2017)

(5)

Implementasi Strategi

• Pada proses manajemen strategic akan terjadi

pergeseran dari formulasi strategi ke impmentasi strategi.

• Pergeseran ini memunculkan 3 masalah:

a. Mengidentifikasi sasaran tahuan yang dapat diukur dan ditentukan bersama

b. Mengembangkan strategi-strategi fungsional spesifik c. Mengkomunikasikan kebijakan yang ringkas untuk

memedomani keputusan

Pearce dan Robinson, 1997

(6)

Lanjutan Implementasi strategi

• Sasaran tahunan menerjemahkan aspirasi jangka Panjang

kedalam target tahun ini. Jika dikembangkan dengan baik, sasaran ini memberikan kejelasan dan menjadi pemotivasi serta

fasilitatoryang kuat untuk implementasi strategi yang efektif.

• Sasaran fungsional menerjemahkan strategfi umum di tingkat

perusahaan secara keseluruhan menjadi kegiatan-kegiatan untuk unit-unit perusahaan. Para manajer operasional berperan serta dalam pengembangan strategi ini, dan peran serta mereka pada akhirnya, membantu menjelaskan apa yang diharapkan dikerjakan unit mereka dalam mengimplementasikan strategi umum.

Pearce dan Robinson, 1997

(7)

Lanjutan Implementasi Strategi

• Kebijakan adalah pedoman spesifik bagi para manajer operasional dan bawahan mereka. Meskipun seringkali disalahartikan dan disalahgunakan, kebijakan dapat

merupakan alat yang ampuh untuk implementasi strategi jika mereka dikaitkan secara jelas dengan strategi fungsional dan sasaran jangka Panjang.

Pearce dan Robinson, 1997

(8)

Tahapan Pengembangan Strategi

1. Melakukan analisis trend (kecenderungan) 2. Melakukan analisis SWOT

3. Berdasarkan analisis SWOT, kemudian diturunkan berbagai alternative strategi yang bisa dipilih.

4. Memilih strategi yang dinilai paling tepat bagi organisasi.

5. Pelaksanaan strategi.

Supratikno, dkk (2003)

(9)

Tingkatan Aktivitas Strategi

Corporate Level Strategy

Business Unit Level Strategy

Functional Level Strategy

Mohammadian (2017)

Kegiatan Strategis dapat dirumuskan pada tiga tingkatan perusahaan, tingkat unit, dan tingkat fungsional atau departemen. Strategi berubah berdasarkan tingkatan strategi.

(10)

Corporate Level Strategy

• Strategi tingkat korporasi menempati tingkat tertinggi dalam pengambilan keputusan strategis dan meliputi

tindakan yang berhubungan dengan tujuan perusahaan, akuisisi dan alokasi sumber daya dan koordinasi strategi berbagai jenis strategic business unit (SBU) untuk

performa yang optimal.

• Sifat keputusan strategis cenderung berorientasi pada nilai, konseptual dan lebih ringan daripada keputusan di tingkat bisnis atau fungsional.

Mohammadian (2017)

(11)

Business Unit Level Strategy

• Strtaegi tingkat unit bisnis berlaku dalam organisasi-

organisasi yang memiliki bisnis yang berbeda dan setiap bisnis diperlakukan sebagai unit bisnis strategis.

• Konsep fundamental dalam unit bisnis strategis adalah untuk mengidentifikasi produk /segmen pasar independent diskrit yang disajikan oleh sebuah organisasi. Karena setiap segmen produk/pasar memiliki lingkungan yang berbeda , unit

strategi bisnis diciptakan untuk setiap segmen. Untuk setiap kelompok produk, sifat market dalam hal pelanggan,

kompetisi, dan saluran pemasaran berbeda.

Mohammadian (2017)

(12)

Functional Level Strategy

• Fungsional strategi, berkaitan dengan operasi fungsi tunggal dan aktivitas yang terlibat didalamnya. Keputusan pada

tingkat ini dalam organisasi sering digambarkan sebagai taktis. Keputusan seperti itu dibatasi oleh beberepa

pertimbangan strategis secara keseluruhan.

• Strategi fungsional berkaitan dengan rencana yang relative terbatas memberikan tujuan untuk fungsi spesifik, alokasi sumber daya diantara berbagai operasi dalam area yang fungsional dan koordinasi untuk kontribusi optimal untuk pencapaian unit bisnis strategis dan korporasi.

Mohammadian (2017)

(13)

Manfaat Perencanaan Strategis

• Berikut beberapa manfaat yang mungkin terjadi sebagai hasil dari perencanaan strategis.

Enhanced Communication a. Dialogue

b. Participation

Improved Understanding a. Of others views b. Of what the firm is doing/planning and why

Greater Commitment a. To achieve objectives b. To implement

strategies

c. To work hard

The Result All managers and employees on a Mission

to help the firm succed

Mohammadian (2017)

(14)

Perbedaan Perencanaan Strategis dan Perencanaan Jangka Panjang

• Perencanaan strategis biasanya dilakukan oleh eksekutif paling senior organisasi, dengan penekanan ditempatkan pada menentukan misi, visi, dan strategi menyeluruh perusahaan. Perencanaan strategis juga

merupakan proses yang berkelanjutan, dimana manajemen terus

menerus Menyusun sumber daya yang sesuai untuk inisiatif yang perlu diprioritaskan.

• Perencanaan jangka Panjang adalah tentang pengaturan proses dimana rencana strategis akan tercapai. Ini tentang penyelarasan proyek agar sesuai dengan tujuan strategi dan mengkoordinir departemen sehingga mereka siap pada target organisasi. Perencanaan jangka Panjang

biasanya diberi jangka waktu, sering lebih dari 5 tahun tergantung pada strategi sasaran yang ingin dicapai.

14

(15)

Referensi

Mohammadian, H.D., 2017. Principles of Strategic Planning.

Supratino, H, dkk., 2003. Advanced Strategic Management: Back to Basic Approach.

Pearch, J.A & Robinson, R. B., 1997.

Manajemen Strategik, Formulasi, Implementasi, dan Pengendalian.

Referensi

Dokumen terkait

Implementasi perancangan hardware menggunakan dua buah modul Transceiver 2,4GHz yaitu satu modul bertindak sebagai pemancar dan modul lain bertindak sebagai penerima,

bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran POE memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar

Use Case Diagram Laporan Master seperti terlihat pada Gambar 8 terdiri dari Cetak Hasil Belajar Siswa, Cetak laporan Absensi, Cetak Laporan Jadwal Pelajaran,

Peran Kepala Sekolah Sebagai Edukator dalam meningkatkan kompetensi guru ditunjukkan dengan waktu datang selalu awal dan pulang selalu akhir, disiplinmengontrol ruangan

Kota Bukittinggi terkenal dengan berbagai macam objek wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik dan manca negara sehingga PAD kota Bukittinggi terbesar

Dari perspektif pendidik atau guru, bila dicermati, dalam program sertifikasi guru yang dirancang dan telah dilaksanakan pemerintah sejak tahun 2006 hingga saat ini, kita

Desain laboratorium based learning yang tepat untuk diterapkan pada pembelajaran fisika dasar harus memenuhi minimal lima komponen, antara lain dosen, mahasiswa,

signifikansi sebesar 0,667 > 0,05, yang berarti bahwa kompleksitas tugas tidak berpengaruh terhadap audit judgement. Hal ini tidak sesuai dengan hipotesis dalam