KONSEP
STRATEGI
Konsep
Mintzberg dalam Mohammadian (2017)
• Strategy as a plan: Strategi adalah rencan aterpadu dan hasil strategi proses yang
disengaja sebagai taktik.
• Strategy as a ploy: strategi sebagai manuver untuk mengatasi lawan atau pesaing.
• Strategy as a pattern: strategi sebagai pola dalam keputusan dan tindakan.
• Strategy as a position: strategi sebagai perantara antara lingkungan lingkungan internal dan eksternal.
• Strategy as perspective: strategi sebagai pandangan internal terhadap organisasi.
5 Ps of Strateg
y
PLAN
PLOY
PATERN POSITION
PERSPECTIV E
Bentuk Strategi
1. Strategi yang dibuat secara terencana mengandalkan aspek “pengendalian” (control).
Aspek control penting dalam strategi yang terencana dengan baik, karena suatu rencana yang matang selalu mengandalkan banyak hal. Kontrol
diperlukan terhadap hal-hal yang dapat berubah. Presisi (ketepatan) menjadi kata kunci.
2. Strategi yang muncul secara spontan mementingkan aspek “belajar”
Perubahan lingkungan yang cepat, yang membuat perhitungan terus menerus berubah, hanya bisa dihadapi dengan keluwesan rencana. Dengan
pertimbangan-pertimbangan tertentu, organisasi sering secara sengaja tidak membuat strategi yang eksplisit atau lebih mengandalkan pada strategi yang bersifat spontan.
Supratikno, dkk (2003)
Formulasi
• Strategi biasanya melibatkan dua proses besar: formulasi dan implementasi.
Formulasi mencakup menganalisis lingkungan atau situasi membuat diagnosis, dan mengembangkan kebijakan dalam mengarahkan. Ini mencakup kegiatan- kegiatan seperti perencanaan strategis dan pemikiran strategis.
• Implementasi merujuk pada rencana tindakan yang diambil untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh kebijakan penuntun.
• Bruce Henderson mengatakan bahwa strategi bergantung pada kemampuan untuk meramalkan konsekuensi inisiatif masa depan. Dia menulis bahwa
persyaratan dasar untuk pengembangan strategi mencakup factor-factor lain:
1.Pengetahuan yang luas tentang lingkungan hidup, pasar, dan pesaing
2.Kemampuan untuk meneliti pengetahuan ini sebagai system dinamis interaktif 3.Imajinasi dan logika untuk memilih antara alternative spesifik.
Mohammadian (2017)
Implementasi Strategi
• Pada proses manajemen strategic akan terjadi
pergeseran dari formulasi strategi ke impmentasi strategi.
• Pergeseran ini memunculkan 3 masalah:
a. Mengidentifikasi sasaran tahuan yang dapat diukur dan ditentukan bersama
b. Mengembangkan strategi-strategi fungsional spesifik c. Mengkomunikasikan kebijakan yang ringkas untuk
memedomani keputusan
Pearce dan Robinson, 1997
Lanjutan Implementasi strategi
• Sasaran tahunan menerjemahkan aspirasi jangka Panjang
kedalam target tahun ini. Jika dikembangkan dengan baik, sasaran ini memberikan kejelasan dan menjadi pemotivasi serta
fasilitatoryang kuat untuk implementasi strategi yang efektif.
• Sasaran fungsional menerjemahkan strategfi umum di tingkat
perusahaan secara keseluruhan menjadi kegiatan-kegiatan untuk unit-unit perusahaan. Para manajer operasional berperan serta dalam pengembangan strategi ini, dan peran serta mereka pada akhirnya, membantu menjelaskan apa yang diharapkan dikerjakan unit mereka dalam mengimplementasikan strategi umum.
Pearce dan Robinson, 1997
Lanjutan Implementasi Strategi
• Kebijakan adalah pedoman spesifik bagi para manajer operasional dan bawahan mereka. Meskipun seringkali disalahartikan dan disalahgunakan, kebijakan dapat
merupakan alat yang ampuh untuk implementasi strategi jika mereka dikaitkan secara jelas dengan strategi fungsional dan sasaran jangka Panjang.
Pearce dan Robinson, 1997
Tahapan Pengembangan Strategi
1. Melakukan analisis trend (kecenderungan) 2. Melakukan analisis SWOT
3. Berdasarkan analisis SWOT, kemudian diturunkan berbagai alternative strategi yang bisa dipilih.
4. Memilih strategi yang dinilai paling tepat bagi organisasi.
5. Pelaksanaan strategi.
Supratikno, dkk (2003)
Tingkatan Aktivitas Strategi
Corporate Level Strategy
Business Unit Level Strategy
Functional Level Strategy
Mohammadian (2017)
Kegiatan Strategis dapat dirumuskan pada tiga tingkatan perusahaan, tingkat unit, dan tingkat fungsional atau departemen. Strategi berubah berdasarkan tingkatan strategi.
Corporate Level Strategy
• Strategi tingkat korporasi menempati tingkat tertinggi dalam pengambilan keputusan strategis dan meliputi
tindakan yang berhubungan dengan tujuan perusahaan, akuisisi dan alokasi sumber daya dan koordinasi strategi berbagai jenis strategic business unit (SBU) untuk
performa yang optimal.
• Sifat keputusan strategis cenderung berorientasi pada nilai, konseptual dan lebih ringan daripada keputusan di tingkat bisnis atau fungsional.
Mohammadian (2017)
Business Unit Level Strategy
• Strtaegi tingkat unit bisnis berlaku dalam organisasi-
organisasi yang memiliki bisnis yang berbeda dan setiap bisnis diperlakukan sebagai unit bisnis strategis.
• Konsep fundamental dalam unit bisnis strategis adalah untuk mengidentifikasi produk /segmen pasar independent diskrit yang disajikan oleh sebuah organisasi. Karena setiap segmen produk/pasar memiliki lingkungan yang berbeda , unit
strategi bisnis diciptakan untuk setiap segmen. Untuk setiap kelompok produk, sifat market dalam hal pelanggan,
kompetisi, dan saluran pemasaran berbeda.
Mohammadian (2017)
Functional Level Strategy
• Fungsional strategi, berkaitan dengan operasi fungsi tunggal dan aktivitas yang terlibat didalamnya. Keputusan pada
tingkat ini dalam organisasi sering digambarkan sebagai taktis. Keputusan seperti itu dibatasi oleh beberepa
pertimbangan strategis secara keseluruhan.
• Strategi fungsional berkaitan dengan rencana yang relative terbatas memberikan tujuan untuk fungsi spesifik, alokasi sumber daya diantara berbagai operasi dalam area yang fungsional dan koordinasi untuk kontribusi optimal untuk pencapaian unit bisnis strategis dan korporasi.
Mohammadian (2017)
Manfaat Perencanaan Strategis
• Berikut beberapa manfaat yang mungkin terjadi sebagai hasil dari perencanaan strategis.
Enhanced Communication a. Dialogue
b. Participation
Improved Understanding a. Of others views b. Of what the firm is doing/planning and why
Greater Commitment a. To achieve objectives b. To implement
strategies
c. To work hard
The Result All managers and employees on a Mission
to help the firm succed
Mohammadian (2017)
Perbedaan Perencanaan Strategis dan Perencanaan Jangka Panjang
• Perencanaan strategis biasanya dilakukan oleh eksekutif paling senior organisasi, dengan penekanan ditempatkan pada menentukan misi, visi, dan strategi menyeluruh perusahaan. Perencanaan strategis juga
merupakan proses yang berkelanjutan, dimana manajemen terus
menerus Menyusun sumber daya yang sesuai untuk inisiatif yang perlu diprioritaskan.
• Perencanaan jangka Panjang adalah tentang pengaturan proses dimana rencana strategis akan tercapai. Ini tentang penyelarasan proyek agar sesuai dengan tujuan strategi dan mengkoordinir departemen sehingga mereka siap pada target organisasi. Perencanaan jangka Panjang
biasanya diberi jangka waktu, sering lebih dari 5 tahun tergantung pada strategi sasaran yang ingin dicapai.
14
Referensi
Mohammadian, H.D., 2017. Principles of Strategic Planning.
Supratino, H, dkk., 2003. Advanced Strategic Management: Back to Basic Approach.
Pearch, J.A & Robinson, R. B., 1997.
Manajemen Strategik, Formulasi, Implementasi, dan Pengendalian.