Diterbitkan Oleh :
Lembaga Penelitian
UNIVERSITAS NEGERI MANADO
Jurna
IPendidikan Volume
15l{omor
2b HaI aman
1-99 0ktober ilanado
201 I1410.
I SSNA71l
JURNAL PENDIDIKAN
Tim
PengembanganJurnal Berkala UNIMA Vol.
15OKTOBER 20ll No.2b
ISSN 1410-0711
DAFTAR ISI
Penggunaan Media
Audio
Visual Untuk peningkatan Hasil Belajar Guling DepanFredrik Alfrets Makadada
Pengaruh Latihan Forehand
Volley
Metode Sasaran Tetap dan Sasaran Berpindah Terhadap Penempatan ForehandVolley
FransR. Supit
Hubungan Kekuatan Otot Lengan, Kecepatan Reaksi dan Daya Ledak Tungkai Dengan Kecepatan Menyerang pada Senjata Degen
Doortje Tamunu
Pengaruh Dewan
Direksi
dan Dewan Komisaris Terhadap Kinerja Keuangan Pada PerbankanOktavia
TuegehPengembangan
Model
Pembelajaran Savi Dengan Media Bacaan Berbasis BeritaUntuk
Siswa Berkesulitan Belajar MembacaAIdjon Dapa
Pengaruh Pendekatan Keterampilan proses, Sikap, dan
Motivasi
Terhadap Prestasi Belajar Siswa Dalam Bidang Studi MatematikaAnekke Pesik
Penerapan Pola Pembelajaran Terpadu pada perkuliahan Fisika Dasar
II
Mahasiswa Jurusan FisikaFMIPA
LTNIMAFerdy Dungus
Perbandingan Pengaruh
Metode
pembelajaran LangsungDan Tidak
Langsung Terhadap Kemampuan Smash Normal PaulPontoh
tr-,61
fLrs
IW4
E*l
F6-60 I
fl -?6 I
tr_*l
it-51
Etlisi Oktober 201
l,
VoltmteI5
Nomor 2b Jurnal PendidikanPENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK PENINGKATAI{
HASIL BELAJAR GULING DEPAI\
Fredrik Alfrets Makadada
Fakultas Ilmu Keol ahr agaan Universitas Negeri Manado
Abstrak
Tujuan
penelitian untuk
memperolehdata empiris
apakah penggLmaon media attdio visual dapat meningkatkan dan memperbaiki keterampilan siswa dalam praktek pembelajaranguling
depan. Penelitiandi
SD Inpres Karegesan Kecamatan Kattditan Kabttpaten Minahasa.Pengumpulan data dengan metode
penelitian
tindakan kelas dengan menggunakan instntmen pedoman observasi dan dianalisis secara destwipttf la.talitatif. Penelitiqnini
dilakukan sebahyak 2 siklus,di
mana siklus pertamaterdiri dari
4 kali pertemtrun clansiklts
kedLta 4 pali pertemltan.Jumlah
keselunthan sikh,ts8 kali pertemtnn. Hasil penelitian ini adalah bahwa
adanya perubahan atau peningkatanhasil
belajarg.tling
belakang dengan menggrmakan media attdiovisual pada siswa kelas
IV
SDN Karegesan Kecamatan KaLtditan Kabttpaten Minahasa.Kata
Kunci
: Penggunaan medis audio visual, Hasit belajar, Guling depan.Pendahuluan
Pembelajaran sebagai suatu kegiatan pengajaran yang mengkondisikan seseorang
belajar. Dengan demikian,
pembelajaranlebih
memfokuskandiri
agar pesertadidik dapat belajar optimal melalui
berbagai kegiatanedukatif yang
dilakukan pendidik (guru) termasukdi
dalamnya metode yang digunakan.Hal lain yang juga turut
berperankeberhasilan pencapaian kompetensi adalah cara gunl mengajar, metode yang digunakan serta alat bantu
/
rnedia pembelajaran yang digunakan. Siswa akanlebih fokus
dalam proses pembelajaran tatkala dia merasa alurproses
yang
dilakukannyatidak
monoton.Alat
bantu pembelajaranyang up to
date sangat menarik bagi anak, dan halini
sangatmembantu dalam memotivasi
semangatbelajar yang pada gilirannya
tujuan pembelajaran yang diharapkan akan tercapai secara maksimal.Dalam
pelaksanaanpembelajaran pendidikan jasmani
yangdilaksanakan disekolah-sekolah
yang
ada disekitar sekolah tempat penulis melakukanpenelitian dirasa belum optimal
karena terbatasnya waktu yang tersedia serta sarana dan prasarana yang diperlukan oleh sekolah dalam upaya-upaya perbaikan dalam proses prosesErlisi Oktober 201
l,
VolumeI5
Nomor 2bpcrnbelajaran. Seperti guru yang menguasai
mlteri
pembelajaran, pemilihan metode dan girva mengajaryang
tepat, pengadaan dan pcnqgunaan media yang memenuhi syarat.Senam lantai adalah salah satu bagian dirri olahraga. Senam terbagi dua jenis, yaitu sciliirn lantai dan senam aerobik atau senam ya,rg biasa
kita
sebut denganistilah
senam irarnra.Senam lantai termasuk salah
safuPrluru- ,** diajarkan disekolah, baik sei<olah tingkat dasar, sekolah
tingkat menengah,maupun sekolah tingkat
atas sarnpai perguruan tinggi.Senam adalah
bentuk
gerakan tubuhyang
sejaklebih dari
1000tahun
sebelum masehi sudah dilakukan oleh orang-
orangyunani kuno. Gerakan
gerakannya senam pada r,vaktuitu
sangat erat kaitannya dengan upac ara-upacara keagamaan.Dalam pembelajaran berguling
kedepan di SDN Karegesan
Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara, siswa banyak menemui kesulitan diantaranya;
1)mengalami kesulitan dalam
pemahaman gerakanberguling ke
depan,2)
metoderuengajar yang digunakan lebih
banyak berpusat padaguru, 3)
keterbatasan sarana dan prasarana yaitu matras hanya ada 2, dan kurangnya waktu yang cukup sehingga tidaksernua siswa mengefti dan
memahamigerakan berguling ke depan
tersebutJurnal Pendidikarr
sehingga siswa hanya bisa
merasakan gerakan berguling ke depan hanya beberapakali
saja sehingga tujuandari
pembelajaranguling ke depan belum maksimal.
4)Kurangnya waktu yang cukup. 5)
Tidak adanyamedia
audiovisual
sehingga siswahanya belajar hanya
mendengarkan penjelasandari seorang guru saja
tetapibelum digunakan
secaramaksimal
untuk diberikan kepada siswa.Dalam program pendidikan
jasmani olahragadan
kesehatan,materi guling
kedepan terdapat pada
standard kompetensi ketiga yaitu mempraktikkan berbagai bentuklatihan
senamlantai yang lebih
kompleks dannilai-nilai
yang terkandung didalamnya,dan kompetensi dasar kedua
yaitu;Mempraktikkan kombinasi gerak
senamlantai dengan alat dengan
mempraktekanfaktor
keselamatandan nilai disiplin
sertakeberanian serta indikator kedua
yaitumelakukanguling
.depan atatt roll
depan.Sehingga dapat dikatakan bahwa
materipembelajaran guling depan ini
harusdipelajari
karena sudah ada dalam program pembelajaran pendidikanjasmani
olahraga dan kesehatan.Dalam menghadapi
permasalahan tersebut, maka bentuk tindakan yang penulisambil dalam penelitian tidakan kelas ini
adalah dengan
penggunaanmedia
audioEdisi Oktober 20I 1, Volume I 5 Nomor 2b
visual yang merupakan salah satu cara untuk
mengatasi hambatan yang ada
dalam mencapai hasil belajar yang optimal.Adapun bentuk-bentuk tindakan yang
penulis ambil dalam penelitian ini
adalah dengan menggunakanmedia audio
visual.Yang dimaksud dengan media audio visual
pada penelitian ini adalah
dengan menggunakanalat
pengerassuara
sepertimicrophone, serta dengan
mengunakan saranadan
prasaranaseperti laptop,
vcd pembelajaran senamlantai khusus
guling depan, proyektor, handycam, kamera digitaluntuk proses pengambilan data
atau dokumentasi penelitian.Atas
dasarinilah penulis
bermaksud menerapkansalah satu bentuk
tindakandengan
penggunaanaudio visual
dalamproses
pembelajaranberguling ke
depanyang
dikembangkanoleh guru
pendidikanjasmani khususnya di SDN
Karegesan KecamatanKauditan
Kabupaten Minahasa Utara, agar dapat meningkatkan hasil belajar senam lantai khususnyaberguling
ke depan.Masalah dalam penelitian ini
dapatdibatasi dalam hal penggunaan media audio
visual
terhadaphasil belajar guling
ke depan siswa kelasIV yang terdiri dari
14siswa laki-laki dan 16 siswa
perempuanSDN.
Denganmateri
pembelajaran senamlantai guling ke
depanmulai dari
sikapJurnal Pendidikan
awal, saat mulai
menjatuhkanbadan
kedepan, saat duduk kaki diluruskan,
saatberguling, saat berdiri disangga
dengan tangan,dan
sikap akhir.Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan
di
atas, maka penelitianini bertujuan untuk
meningkatkan kemampuan siswa kelasIV
SDN Karegesan Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara, dalam pembelajaranguling
ke depan melalui penggunaan media audio visual, danmeningkatkan keterampilan guru
dalammengembangkan dan
memvariasikan metode pembelajaran.Keberhasilan siswa dalam
belajar tidak terlepas dari peran guru yang mampumemberi motivasi dan
dapat menciptakaniklim
belajar yang harmonis menyenangkandan kondusif, sehingga terjadi
interaksi dalam proses pelaksanaan belajar mengajar.Belajar adalah suatu proses
perubahan tingkah laku sebagai akibat adanya.interaksiantara individu dengan
lingkungannya.Tingkah laku itu mencakup
aspek pengetahuan, keterampil an, dan sikap.Menurut B. Suryosubroto
(2009)proses belajar mengajar adalah
kegiatanyang dilakukan guru mulai
dari merencanakan, pelaksanaan kegiatan sarnpai evaluasidan program tindak lanjut
yangl",iiti
Oktober 201l,
Volumel5
Nomor 2blrerlangsung
dalam situasi edukatif
untuk rrr.'ncapai fujuan tertentu yaitu pengajaran.Jadi guru dapat
mengidentifikasikan h;r.,i[6slriar
melalui performa siswa. Tetapiiitl:rk
semua perubahan tingkah laku tersebut: ,-:hrgoi hasil belajar, ada
juga
perubahanitu l.:riedi
karenadi
sebabkan oleh bukan hasil i,cl;rjar melainkan faktor kematangan. Keduai'rktor ifu
satu samalain
saling mengisi gunamenrih hasil belajar yang jauh lebih
baik legi.Media
adalah suatu ekstensi manusiayang memungkinkannya
mempengaruhiomng lain yang tidak
mengadakan kontak langsung dengandia. Nilai praktis
mediapembelajaran antara lain yaitu
dapat membangkitkanminat
danmotivasi
belajar sisrva.Di
sampingitu,
media pembelajaranmemiliki kelebihan yang dapat
mengatasi keragamanlatar belakang sisw4
sehinggadapat memberikan suafu pengertian
yangsama kepada siswa tentang suafu
materi pelajaran.Menurut Oemar Hamalik
media pembelajaran adalah alat, metode dan teknikyang digunakan dalam rangka
lebihmengefektifkan komunikasi dan
interaksiantara guru dan siswa dalam
proses pendidikan dan pengajarandi
sekolah.Dari teori diatas dapat
dikatakanbahwa agar tercapai interaksi
yangmaksimal dalam
prosespendidikan
antaraJttntal Pendidikan
siswa
dan guru, maka
digunakanlah suatu media pembelajaran sebagai alat dan teknik pembelajaran.Gambaran yang paling
banyakdijadikan
acuan adalahyang
dikemukakan oleh Dale. Edgar Daledalam
Azhar Arsyadmengemukakan teori penggunaan
mediadalam
prosesbelajar yang
disebutDale's
Cone Of Experience. Dalam
suatupembelajaran, pengalaman konkret
danpengalaman abstrak akan terjadi
secara bergantian. Arsyad mengatakan bahwa hasil belajar dari pengalaman langsung mengubahserta
memperluasjangkauan
pemahamanseseorang dan sebalikny4
kemampuaninterpretasi lambang kata
membantuseseorangunfuk memahami
pengalaman yang didalamnya ia terlibat langsung.Sedangkan Sri Anitah
mengatakanbahwa media
pembelajaran adalah suatu alat komunikasi dan sumber informasi yangmembawakan pesan untuk suafu
fujuanpembelajaran Sehingga dapat
dikatakanbahwa melalui media
pembelajaran yang sesuai, akanterjadi komunikasi yang baik antara siswa dan guru sehingga
pada akhirnya tujuan pembelajaran akan tercapai.Sedanskan menurut Gane dan Briggs
dalam .A,zhar .A.rsvat. secara implisit menqatakan bahwa media
pembelajaranmeliputi alat yang
secarafisik
digunakanEdisi Oktober
201l,
Voh.tmel5
Nomor 2bvisual yaitu suatu cara
pengajaran dalamproses
pembelajaran menggunakan mediayang selain
mengandungunsur
suarajuga
mengandung unsur gambar yang bisa dilihat,misalnya
rekamanvideo,
berbagai ukuranfilm, slide suara, dan lain
sebagainya.Kernampuan media
ini
dianggaplebih
baikdrn lebih menarik, sebab
mengandung kedua unsurjenis
media yang pertama dan kedua.Senam lantai adalah salatr satu bagian dari olahraga. Senam terbagi duajenis, yaitu senam lantai dan senam aerobik atau senam yang biasa
kita
sebut denganistilah
senamirama.
Senamlantai termasuk salah
satuprogram yang diajarkan disekolah,
baiksekolah tingkat dasar, sekolah
tingkat menengah,maupun sekolah tingkat
atassampai perguruan tinggi. Senam
lantai terbagi2 yaitu
senamlantai
tanpa alat dan senam lantai dengan alat. Senam lantai tanpaalat terdiri dari
handstand(berdiri
dengantangan), guling ke belakang, guling
kedepan, tiger sprong (loncat
harimau),handspring (guling lenting), berdiri
diatas tangan, headstand(berdiri
dengan kepala),roll kip, roll stood, drop one like
circle, baling-baling ataukoprol, rol/
sudut, round off, Jlickflack,
contra salto (salto belakang),sikap lilin, dan kayang.
Sedangkan senamlantai menggunakan alat terdiri
dariJurnal Pendidikan
berguling ke depan diatas peti
lompat,berguling ke depandiatas peti
lompat, lompat kangkang diataspeti
lompat, lompatjongkok
diataspeti lompat,
gelang-gelang, kuda-kudalompat, palang tunggal,
palangsejajar, palang bertingkat, balok titian.
Berguling ke depan sering juga dikatakan dengan istilah o'frontrolt', gerakannya merupakan kebalikan
dari bergulingke
belakang. Cara melakukannyaadalah sebagai berikut: gerakan
guling depan adalah berguling ke depan atas bagianbelakang badan (tengkuk,
punggung,pinggang dan panggul bagian
belakang).Selanjutnya menurut
Yusof ismail,
gulinghadapan
(guling
depan pada senam lantai)adalah peserta hendaklah dalam
keadaanberdiri, lutut
dibengkokkan, tangan diangkatlurus ke
hadapandan pastikan
belakang keadaan tegak. Letakkan kedua tapak tangandiatas lantai debgan jarak seluas
bahu,kemudian jongketkan badan
dengan meluruskanlutut
dan menolakke
hadapandengan pangkal jari-jari kaki.
Kepala ditundukkanke
dada, tangan dibengkokkandan bahu dibiarkan menyentuh
lantai.Tolakkan
dari
pangkaljari
kedua-dua belahkaki diteruskan sambil
mengekalkan kedudukkan badan yang bergulung semasa bergulingke
hadapan sehinggaberdiri
atas kaki semula.Edisi Oktober 2011, Volume
l5
Nomor 2bBerdasarkan perumusan
masalahpenelitian dan kajian teori yang
telahdiuraikan, maka hipotesis tindakan
dapat dirumuskan sebagaiberikut: melalui
mediaaudio visual dapat meningkatkan
hasilbelajar siswa dalam
melakukan pembelajaran berguling ke depanpada siswakelas IV SDN Karegesan
Kecamatan Kauditan.Metode Penelitian
Sesuai latar belakang masalah
danpenelitian tindakan kelas
denganjudul "
Penggunaan
Media Audio Visual
Dalam Rangka Upaya MeningkatkanHasil
BelajarGuling Ke Depan
Pada SiswaKelas IV
SDN Karegesan Kecamatan
KauditanKabupaten Minahasa". Penelitian ini
dilakukan secara kolaborasi antara peneliti, kolaboratordan
Dosen matakuliah
senam sekolatr.Perencanaan
tindakan; Peneliti
dankolaborator melihat kondisi awal
dari kemampuan siswa dalam melakukan gulingke depan. Peneliti dan
kolaborator mendiskusikanhasil dari
kemampuan awal siswa melakukanguling ke
depan. Penelitidan kolaborator rnenyiapkan
materipernbelajaran guling ke depan
dengan menggunakan media audio visual yang akandiberikan kepada siswa kelas IV
SDNJurnal Pendidikan
Karegesan Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa.
Pelaksanaan
Tindakan; Peneliti
dankolaborator mengidentifikasi
materipembelajaran guling depan yang
akandiberikan kepada siswa kelas IV
SDNKaregesan Kecamatan Kauditan Kabupaten
Minahasa- Peneliti memberikan
materi pembelajaran guling ke depan kepada siswakelas tV SDN Karegesan
KecamatanKauditan Kabupaten Minahasa
dengan menggunakan media audio visual.Observasi; Peneliti dan
kolaborator mengamatiproses
pelaksanaanpembelajaran guling ke depan
dengan menggunakan media audiovisual di
dalam kelas.Peneliti dan
kolaborator melakukan pengamatan terhadap proses pembelajarandi lapangan sesuai dengan materi
yangdiberikan. Peneliti dan
kolaboratormelakukan pengamatan dan
penilaianterhadap kemarnpuan. siswa
dalam melakukan guling ke depanRefleksi; Peneliti dan
kolabormendiskusikan
pelaksanaan pembelajaranguling ke depan dengan
menggunakan media audiovisual
danhasil dari
tindakanyang diberikan. Laporan hasil
penelitian tindakan kelas di susull sesudah pelaksanaanke{a dilapangan atau proses
penelitianberakhir. Penyusunan laporan
dilakukan&!i,i
ttktober 2011, Volumel5
Nomor 2bscc;.ir'.r sistematis
dan
sesuai dengan acuanyan',: telah diberikan dalam
penelitian tin.1,r'i,in kelas.i'cnelitian ini menggunakan
duasiklirr" dimana setiap siklus
mempunyai langl,:,rh-langkah sepertiyang
dijelaskan di atas. ilerencananSiklus
1; Penetapan siklus b,:sur riirancang sebagai penerapan program penri:{j}an pembelajaranyang
berhubunganden$rur, bentuk
peningkatankenranrpuanguling depan
melaluipens,L:un&m
media audio visual.
Denganmenrhcrikan
pengetahuantentang
guling deprtrt. Jenis dan bentuk keterampilan gerakguling depan adalah teknik-teknik
dasar guling depan,meliputi
:a)
Sikirp awal.b)
C'araberguling dengan posisi jongkok
dan posisi berdiri.
c)
Sikap badan saat di matrasd)
Sikap akhir.Perencanaan pembelajaran
gulingdepan yang dirancang untuk
diberikan kepadasisw4
materi pengajaran ditetapkan padajenis-jenis
ragamyang dipilih
sesuai sasaran pencapaianuntuk perbaikan
sikap tubuh serta perbaikan masalahteknik
dasargulinu depan.
Penyesuaianbentuk
ragamdan teknik dasar yang
ditetapkan dipertirnbangkan berdasarkan urutan teknikdasar guling depan yang
didiskusikanJurnal Pendidikan
dengan kolaborator. Setelah
pemberianmateri teknik dasar guling
depan menggunakan media audio visual kemudiandilakukan tes atau penilaian
kembaliterhadap kemampuan siswa
dalam menguasai teknik dasar guling depan.Perencanaan Siklus 2:
Materiperencanaan
pembelajaran guling
depandirancang
sesuai denganjenis-jenis
yangdipilih
agar dapat memperbaiki sikap tubuh danteknik
dasar guling depan. Penyesuaiankemampuan siswa terhadap
kemampuan melakukanguling
depan dipertimbangkanberdasarkan urutan teknik dasar
yangdikonsultasikan dengan
kolaborator.Penetapan kenaikan kemampuan melakukan
teknik dasar guling depan
tersebut diharapkan dapat memperbaiki pembenhrkan penampilan dalam berguling.Materi guling
depanyang dipilih
adalah teknik dasar guling depan yang adadi
siklus1, ditambatr tingkatan apabila
telatr menguasaiteknik
dasar sebelumnya lebih kurang 80%.Untuk
mempermudah pengumpulandata peneliti menggunakan
beberapa metode. Adapun metode pengumpulan data tersebutmelalui
beberapa metode,yaitu
:observasi, wawancara dan tes.
Dalam observasi penelitian mencatat setiap gejalaperubahan selama pembelajaran
danEdisi Oktober 201
l,
VolumeI5
Nomor 2bdisesuaikan dengan konsep
atas indikatornya. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi atau pengamatan serta tes hasil belajar siswa yang dituliskan dalamsuatu format selama
pembelajaran berlangsung.Teknik yang digunakan
dalam menganalisis data yang terkumpul dilakukandengan mencari sumber data
dalampenelitian yaitu siswa dan tim
peneliti,dengan jenis data kuantitatif
diperolehlangsung dari
observasidan
pengamatan sebelumdan
sesudatrdilakukan
tindakanberupa proses pengajaran guling
depan dengan menggunakanmedia audio
visualdalam
proses pembelajaran.Data
tersebutditunjang dengan data kualitatif
gunamencari
gambaranyang lebih natwalistik
pada siswa dengan penggunaan media audio visualini.
Hasil Penelitian dan Pembahasan
Penelitian ini diawali
dengan diadakaruryaobservasi awal pada
bulan Februari 2012 bertempatdi
SDN Karegesan KecamatanKauditan
Kabupaten Minahasayang merupakan tempat
pelaksanaanpenelitian.
Observasiini bertujuan
untukmelihat atau
rnengidentifikasikan kondisi kemampuan awal siswa,
sampel penelitianyaitu siswa kelas IV SDN
KaregesanJurnal Pendidikan
Kecamatan
Kauditan
Kabupaten Minahasa yang berjumalah30
orang.Terdiri dari i4 orang laki-laki dan 16 orang
perempuan.Setelah observasi lokasi selesai,
penelitimembuat rencana untuk
mengadakan penelitian padates awal
padaawal
bulanApril.
Peneliti
menetapkankondisi
awalyang harus di identifikasikan
sertadikelompokan, seperti
kemampuan siswa terhadap penguasaanmateri guling
deprn, dengan memperhatikan penggunaan mediaaudio visual dalam
proses pembelajaran.Kemampuan
guling
depanpada
kondisiawal siswa telah peneliti ketahui
denganobservasi langsung, kemudian
penelitimenyusrm rencana program
berupa tindakan, observasi, dan refleksi yang sudahditetapkan kepada siswa
sehinggamenghasilkan
penyususnan pembelajaranguling
depanmelalui
penggunaum media audiovisual.
-::
Pada saat observasi awal
dapat digambarkan bahwa keadaan siswa kelasIV
SDN Karegesan Kecamatan
Kauditan Kabupaten Minahasamemiliki
bermacam - macamlatar
belakang seperti kemampuanmotorik,
postur tubuh, sikap dan kebiasaanmaupull motivasi masing-masing
siswadalam mengikuti pembelajaran
guling depan. Kemampuan siswa yang tidak merata!'),lisi Oktober 201
l,
Volumel5
Nomor 2b.i"rlam penguasffrn gerak guling
depanrnembuat situasi bagi peneliti
menjadi sodikitsulit,
dikarenakanpeneliti
harus bisan:cnyeragamkan kemampuan siswa
dari ."'irngtidak bisa menjadi bisa
melakukanlerak guling depan. Dalam
pengamatan-rrval, dapat
terlihat bahwa
sebagian besar ,.isrva SDN Karegesan Kecamatan KauditanKabupaten Minatrasa belum
menguasai teknik dasarguling
depan dengan baik dan berrar, beberapadari mereka
sudah dapat nrelakukanteknik
dasarguling
depan tetapitidak
sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam teknik dasar secara baik dan benar.Pada proses akhir, tindakan
danrefleksi yang
digtrnakanuntuk
mengetahuiletak kesalahan penerapan
program perencanaandan
kekuranganyang
munculdianalisis untuk mengetahui
hubunganpenerapan strategi, pemberian
materi, penerapan penggunaanmedia audio
visual sertaalat dalam
pembelajaran, selanjutnya apabila berbagai kesalahandan
penerapan programteridentifikasi
dan diketahui dalampengguniun media audio visual
padapembelajaran
guling depan, maka
hasilidentifikasi tersebut digunakan
sebagai bahan untuk menyusun tahap berikutnya.Situasi yang dijabarkan
diatasmenjadi dasar bagi peneliti
dalam memufuskan penerapan perencanaan selamairnal
Pendidikanproses belajar mengajar secara
bertahap dengan menggunakanmedia audio
visualdan setelah itu merefleksikan apa
yangsudah dipelajari dirangkaikan dan
padaakhirnya dilakukan penilaian.
Pelaksanaan siklus
I
Perencanaan
tindakan; Tujuan
yang diharapkan: 1. Siswa menguasai teknik dasarguling
depan denganbaik, 2.
Siswa dapatsaling
bekerjaisarhadalam
memperbaikiteknik
dasarguling
depan,3.
Siswa dapat memahamiteknik guling depan
dengan penggunaan media audio visual.Pelaksanaan
tindakan; Peneliti
dan kolaborator mempunyai pembinaan denganmeningkatkan kemampuan siswa
dalammelakukan guling depan dengan
cara memperbanyak pengulangan kepada siswadan membagi siswa dalam 3
kelompok.Pada siklus
I jumlah
pertemuan sebanyak 4 kali pertemuan.Hasil observasi;
Pengamatan yang dilakukankolaborator
selamaberlangsungnya pembelajaran memberikan
hasil
sebagaiberikut :
Siswa belum paharnakan
konsepteknik dasar guling
depan karenawaktu yang sempit. Masih
banyak siswayang
melakukan kesalahan terutamapada saat berguling pada
tahapan guling depan. Kurangnya konsentrasi siswa dalammengikuti pembelajaran guling
depan.10
Edisi Oktober 2011, Volume
l5
Nomor 2bKurangnya keberanian siswa
dalammelakukan
guling
depan.Analisis dan refleksi; Tujuan
danpembinaan yang telah dilakukan
seperti yang dijelaskan pada bagian terdahulu agar siswa menguasai teknik secara benar. Untukpeneliti
dan kolaborator terus menggunakanmedia audio visual yang
sesuaidan
tepat sebagai suatubentuk
tindakanyang
dapat meningkatkan kemampuan siswd.Siswa dituntut untuk dapat menguasai
teknik guling
depanmulai
dari sikap awal, pelaksaan dan sikapakhir
sehingga apabilamempunyai kemampuan dalam
halprosentase rata-rata
maka siswa
dianggapsudah mampu melakukan teknik
gulingdepan dengan baik.
Untuk
dapat menguasai teknikini,
diperlukan sikap awal yang baik, saatmulai
menjatuhkanbadan ke
depan ,saat
duduk kaki diluruskan
dengan posisi badan yang tepat, saat berguling, saat berdiri disangga dengantangan dan sikap
akhir untuk mencapai hasil yang optimal.Dari
hasil diskusi dengan kolaborator, maka penelitianini
dilanjutkan pada siklus kedua dengan memperhatikan beberapa halseperti lebih memfokuskan
pembelajaransiswa dengan
penggunaanmedia
audio visual pada keterampilan individu.Jurnal Pendidikan
Pelaksanaan Siklus
II
Tindakan yang dilakukan pada siklus kedua
ini
tidakjauh
berbeda dengan sikluspertama karena tindakan siklus
keduadilakukan
dengantujuan yang
sama padasiklus
pertama,hanya yang
membedakan padasiklus
keduaini
adalahpeneliti
lebihmengkonsentrasikan pada
penggunaanmedia audio visual yang
dilakukan berulang-ulangpada satu kali
perterhu?urdengan
menjelaskansetiap gerakan
satu persatu sesuai denganteknik yang
benar dengantujuan
agar siswa dapat memahami materi yang diajarkan.Gerakan
lebih difokuskan pada
saatberguling, saat berdiri disangga
dengan tangan dan sikap akhir. Karena pada siklus pertama sebagian besar siswa sudah mampu melakukan sikap awal, saat pelaksanaan dan sikap akhir dengan benar.Perencanaan
tindakan, fujuan
yangdiharaplan: 1. Siswa dapat
menguasai teknik dasarguling
depan denganbaik
dan benar.2.
Siswa dapat melakukanteknik ini
dengan kemantapangerak yang benar.
3.Siswa dapat saling bekerja sama
dalam mengoreksi serta dapat menilai kemampuan teman.4.
Siswa dapatmenilai
kernampuandiri
mereka sendiri.Pelaksanaan
tindakan, peneliti
dankolaborator memulai pelajaran
denganl'-,i;';
(")ktober 201 I,
Volume I 5 Nomor 2brne
:r:lrcrikan pengarahan dan
pengertiankcp:r,i.r siswa dalam
pembelajaran gulingclcpl:
.mtuk mencapai hasil optimal.Pada siklus kedua ini, peneliti
danktl:'Lrrrrator memberikan arahan
dan rtic:r-i{laskanmateri
dengan memfokuskanluril
gerakanyang
dirasakanbelum
benard*r l*bih
disesuaikan denganteknik
gerakyarlu benar. Siswa diajak untuk
dapatnrcnrloi kemampuan teman dan
dirinya,dtrnsiir
membuat kelompoklebih kecil
lagi daliu'rr melatih kemampuan teknik tersebut.Pada siklus
II ini
peneliti mengadakan4 k:rti
pertemuan, pertemuanketujuh
dan kc,!.;lapan padasiklus II ini
pembelajaranlehih ditekankan pada
pemantapan gerak dinranateknik guling
depan harus mampudikria-sai dengan benar.
Penelitimemperhatikan teknik gerak mulai
dari sikapawal ,
pelaksanan, sikap akhir karenamerupakan sebuah mata rantai
yang berkelanjutanuntuk
mencapaigerak
yang benar.Hasil observasi yang diperoleh selama berlangsungnya
siklus II adalah
sebagaiberikut :
Sebelum dilakukansiklus II,
padaumumnya siswa sudah mulai
menguasai tahapansikap awal
denganbaik.
Siswamulai
menyadari makna gerakan yang telah diberikan dengan menggunakan media audiovisual, sehingga membuat siswa
lebihJttrnal
Pendidikanbersemangat
untuk mencoba
mengulangi gerakan secara terus menerus.Kesadaran
ini
dapatdilihat
langsungmelalui slide dan video yang
diberikan peneliti pada saat pembelajaran berlangsung.Siswa
yang terlihat termotivasi
melakukangerakan mulai berani tampil
sebagaipemimpin serta dapat melihat
temannya apakah temannya melakukan gerakan yang benar atau salah.Analisis dan refleksi;
Tujuanpembelajaran tahap
ini
adalah siswa mampumelakukanguling
depan denganbaik
dan benarmulai dari
sikapawal ,
pelaksanaan, sikapakhir.
Gerakanini
difokuskan karena belum sesuai dengan teknik yang benar padasiklus pertama. Siswa mulai
dapatmemahami proses kemajuan pembelajaran
dirinya
serta temannya, sehingga kemajuan dapat dirasakan setiapindividu
dalam proses pembelajaran.Dengan
penggunaan mediaaudio visual sebagai upaya
dalam pemahamanbelajar gerak. Siswa
mulaimengerti dan paham cara belajar
dengan menggunakanmedia audio visual
karena lebih menarik dan memfokuskan siswa pada pembelajaran, halini dilihat
dari antusiasnya siswa dalam mengikuti pembelajaran guling depan.Hasil Penelitian Siklus I,
setelahmengikuti proses pembelajaran
gulingt2
Edisi Oktober
201l,
l/olumel5
Nomor 2bdepan melalui
penggunaanmedia
audio visual padasiklus I ,
maka diperoleh hasilpenelitian
kemampuanpsikomotorik
atau kemampuanmelakukan gerak
dasarguling depan sebagai berikut :nilai
tertinggi 69 dannilai
terendah 57,nilai
rata-rata keseluruhan 67.Berdasarkan hasil diatas
dapatdisimpulkan batrwa frekuensi terbesar pada rentang
nilai
65-66, dengan prosentase 30 o/o dan,frekuensi terkecil terdapat pada rentangnilai 63-64 dan 69-70
dengan prosentase 3,3Yo.Hasil penelitian siklus II,
setelahmenikuti proses pembelajaran
guling
depan menggunakanmedia audio visual,
makadiperoleh hasil penelitian
sebagai berikut, nilaitertinggiT3
dannilai terendah 60.Berdasarkan
hasil
diatasmaka
dapat disimpulkanbahwa
frekuensi terbesar adapada interval 66-67 dan 68-69
dengan prosentase26,670 dan frekuensi
terkecilterdapat pada interval 60-61 dan
72-73 dengan prosentase 3,33oh.Prosentase siswa yang
mencapai ketuntasan setelah dilakukan tindakan siklusI
mencapai60%. hasil
tersebut kemudiandianalisis untuk melihat
peningkatankemarrpuan guling depan
dengan menggunakanmedia audio visual.
Setelahdilaksanakan tindakan siklus II
makaJuntal Pendidikan
diperoleh prosentase siswa
yang
rnencapaiketuntasan sebesar
86,670.
dengandemikian terjadi peningkatan
dalam pembelajaranguling depan
menggunakan media audio visual.Pengamatan kolaborator,
peneliti
dan kolaborator setelah melihat kemajuan siswa dalam mengikuti pembelajaran guling depandari hasil siklus I dan siklus II,
telahmenemukan
jawaban atas
permasalahanpenelitian bagaimana
peningkaran* hasilbelajarguling
depan menggunakan media audiovisual.
Bahwa dengan menggunakanmedia audio visual
mampu meningkatkan hasil belajarguling
depan dan peningkatan tersebut bersifat progresif disetiap siklusnya.Hasil belajar guling depan siswa hasil
tes siklus I nilai rata-rata kelas
67.Sedangkan
siklus II nilai
rata-rata siswa secara keseluruhan70. untuk
ketuntasan belajar siswa siklusI
siswa yang dinyatakan tuntas sejurnlatr 18 siswa(6}yr).
Dan siklusII
siswa yang dinyatakan tuntas sejumlah 26 siswa(86,67%).
Denganmelihat
rata-ratadan ketuntasan siswa setiap
siklus memperlihatkan adanya peningkatan.Simpulan dan Saran
Berdasarkan hasil penelitiiin
-\.rngtelah dipaparkan, dirnana masalah prosedur
penelusuran siklus
pembelajaran13
l'.,;,
'i
Oktober 201l,
VolumeI5
Nomor 2bPcrggunaan Media Audio Visual
Untuk Pci;ingkatanHasil Belajar Guling
Depan l"rini:r siswa kelasIV.
Dari hasil penelitian ini
dapat'.li,i:npulkan, adanya perubahan
atau;rur:ilrgkatan siswa dari observasi
awal,:iiLi.is I dan
siklusII.
Peningkatan tersebut terlihat progresif setiap siklusnya.Dari
hasil tes:iklus I nilai
rata-rata siswa 67. SiklusII nilri
rata-rata siswa secara keseluruhan 70.unluk ketuntasan belajar siswa siklus
I
siswayan*
dinyatakantuntas
sejumlah18
orang sis,.r'a(60%). Dan siklus II siswa
yangdinlatakan tuntas sebanyak 26
siswa(8{t.67%). Dengan demikian
melaluiperEunaan media audiovisual
dapatmeningkatkan hasil belajar guling
depanpada siswa kelas MDN
KaregesanKecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa .
Adapun implikasi dari penelitian ini
dapat digunakan oleh berbagai pihak. Hasil
penelitian dapat dijadikan acuan
dalammelakukan pembelajaran
pendidikanjasmani dan lebih dikhususkan
tentang pelajaran senam lantai dengan materi gulingke depan kepada siswa. Selain itu
hasilpenelitian ini dapat meningkatkan
minatgur-u untuk mernilih dan
menggunakanmedia serta rnetode pembelajaran
yangsesuai dengan karakter siswa
khususnyadalam
pendidikanjasmani,
karena denganJurnal
Pendidikanmetode yang tepat hasil pembelajaran yang didapat akan meningkat. Hasil penelitian
ini dapat meningkatkan motivasi serta
minatguru untuk
melakukanpenelitian
tindakan kelas guna meningkatkan profesionalisme.Penelitian ini juga dapat
menambah semangat danmotivasi
siswa dalam belajar teknik dasarguling
depan, serta adanya sifat kompetisi yang baik antarsiswa, ini
terlihatketika peneliti
mengelompokan siswa yanglebih tinggi tingkat kemampuan guling
ked"pan dengan siswa yang lebih
rendah tingkat kemampuannya.Pembelajaran menggunakan
mediaaudio visual memudahkan siswa
untuk melakukan gerakan bergulingke
depan dari yang mudah sampai gerakan yangsulit
danpenggunaan media pembelajaran ini
tenfunya harus disesuaikan
dengankebutuhan dan karakteristik siswa
yang bersangkutan.Siswa mulai percaya diri
dalam'melakukan gerakan,
gulfug
depan dan sanggupuntuk
mentransfer atau membanfutemannya yang belum mampu
dalammelakukan gerakan
guling
depan dengan baik dan benar yang akan berdampak kepadasiswa untuk lebih memahami
gerakan tersebut.Untuk
lembaga pendidikan khususnya sekolah, hasil penelitianini
dapat dijadikan landasan dalam mengambil kebijakan dalamt4
Edisi Oktober 201
l,
Volumel5
Nomor 2bmemfasilitasi sekolah dengan
saranaprasarana untuk mendukung
prosespembelajaran seperti penyediaan
media audiovisual
sehingga tujuansekolah
untuk meningkatkanmutu pendidikan dan
hasil belaj ar dapat tercapai.Berdasarkan
hasil penelitian di
atas,maka peneliti dapat memberikan saran-saran sebagai
berikut; Guru
pendidikan jasmani dalam menyampaikanmateri
pembelajaranguling
depandapat
menggunakan media pembelajaran audio visual sebagai salah satupilihannya. Guru pendidikan
jasmani hendaknyamemiliki kreatifitas
yang tinggidan keterampilan
mengunakanteknik
danmedia mengajar yang bervariasi.
Perlu adanya peningkatandalam bidang
saranadan prasiuana untuk
menunjangpembelaj aran terutama senam lantai.
Dalam pemilihan media pembelajaran
hendaknya disesuaikan dengan
keadaansiswa dimasing-masing sekolah,
supaya siswa dapatmengerti
serta menguasai apayang
disampaikanoleh guru. Guru
dapatmenerapkan media audio visual
dalam pembelajaranpendidikan jasmani
sebagaisalah satu proses pembelajaran guta mendapatkan kesempatan
pembelajaranyang lebih banyak
sehingga memperoleh keterampilan yang meningkat dalam proses pembelajaran.Jurnal Pendidikan
Daftar
ReferensiAnderson, Ronald. Pemilihan
danPengebangan Media
untukPembelajaran. Jakarta:
Raja
Gafindo Persada. 1994.Anitah,
Sri. Media Pembelajaran .Surakarta : Yuma Pustaka. 2010.Arsyad, Azhar. Media
Raja
Grafindo Pembelajaran.lakarta:Perseida.2007:
Azzahra.
Program
PembetajanPendidilan Jasmani Olahraga dan
Kesehatan Sekolah Dasar. Jakarta: CY.
Azzahra.2010.
Dinas Olahraga dan Pemuda.
Petunjuk Olahraga Senam. Jakarta :DISORDA DKI
Jakarta.2006.Hamalik, Oemar. Media
Pendidikan.Bandung : Citra Aditya Bakti. 1994.
Hopkins,
David
PanduanGuru
PenelitianTindakan Kelas. Jakarta:
PustakaPelajar.20ll
Husdarta. Belajar Dan
Pembelajaran Jakarta: Depdikbud. 2000.http :i/www,Vs4ube.
cg4.Movie
0005.Wmv.SenamlantaiGulingBelakang. Jakarta : Kamis. 27 Oktober
201l.
10.47WIB
Miarso, Yusufhadi. Menyemai
BeniltTeknologi Pendidikan Jakarta
:Kencana,
2004)h.463.
l5
Edisi Oktober 201
l,
Voltme I 5 Nomor 2bMuhadjir. Bugar JasmanilaL
Jakarta:CV.Azahra 2001.
Nadisah. Pengembangan
Kurikulum Pendidikan JasmaniDan
Kesehatan, Bandung : Depdikbud.1992.Sadiman,
Arif
S. Jurnal. Pengaruh Televisipada Perubahan Perilaht.
Jakarta:Pustekom.1999.
Samsudin. Kurilulum Tingkat
SatuanPendidikan Mata
PelajaranPendidikan Jasmani Olahraga
dan Kesehatan.
Jakarta:
FakultasIlmu Keolahragaan Universitas
Negeri Jakarta.2008.Smith, Mark K.Dkk. Teori
pembelajaranDan
Pengajaran. Yogyakarta: Mirza
Media Pustaka. 2009.Sugiono.
Metode Penelitian
Administratif.Bandung : Alfabeta. 2003.
Suryosubroto.
B.
ProsesBelajar Mengajar
Di Selalah. Jakarta:
Rineka Cipta.2009.Syarifuddin, Aip. Belajar Ahif
SenamKetangknsan. Jakarta
:GramediaWidia
Sarana Indonesia. I 990.Trianto. Panduan Lengkap
penelitianTindakan
Kelas.
Surabaya:
prestasiPustaka. 2010.
Wijaya Kusumah Dan Dedi
Dwitagama.Mengenal Penelitian
Tindakon Kelas.Jakarta : Indeks. 20 I 0.Juntal Pendidikan
16