p-ISSN: 1978-3647 e-ISSN: 2354-8835
JURNAL
VEKTOR PENYAKIT
Journal of Disease Vector
Vol. 16 No. 2 Desember 2022
[email protected]
Terakreditasi Nasional SK No. 30/E/KPT/2018
Dewan Redaksi
Volume 16 No.2 Desember 2022
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan,
Jurnal Vektor Penyakit merupakan media publikasi dan informasi hasil - hasil penelitian dan pengembangan, tinjauan hasil - hasil penelitian, metodologi dan pendekatan-pendekatan baru dalam penelitian yang berkaitan dengan vektor penyakit dan usaha
pengendalian penyakit bersumber binatang.
Jurnal ini merupakan jurnal publikasi ilmiah resmi Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Donggala, Kementerian Kesehatan RI.
Penanggung Jawab :
Muh. Faozan, S.K.M., M.PH (Kepala Balai Litbang Kesehatan Donggala)
w Drs. Setia Pranata, M.Si ( Perilaku Kesehatan, Puslitbang Humaniora dan Managemen Kesehatan)
w dr. Isra Wahid, Ph.D (Entomologi, FK Universitas Hasanuddin) w Rusdiyah, S.K.M., M.Kes, Ph.D (Entomologi, FK Universitas Hasanuddin) w Arief Mulyono, S.Si, M.Sc (Biologi Lingkungan, B2P2VRP Salatiga, Badan Litbangkes) w Prof. Dr. Ir. Yuli Widyastuti (Tanaman Obat dan Obat Tradisional, B2P2TOOT, Badan Litbangkes)
Pemimpin Redaksi :
w Anis Nur Widayati, S.Si, M.Sc (Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Badan Riset dan Inovasi Nasional)
w drh. Gunawan, M.Sc (Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Badan Riset dan Inovasi Nasional) Anggota Dewan Redaksi :
w Ningsi, S.Sos, M.Si (Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Badan Riset dan Inovasi Nasional)
wNi Nyoman Veridiana, S.K.M. (Epidemiologi dan Biostatistik, Balai Litbang Kesehatan Donggala, Badan Litbangkes) wOctaviani, S.K.M. (Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Badan Riset dan Inovasi Nasional) Hayani Anastasia, S.K.M., M.PH (Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Badan Riset dan Inovasi Nasional)
w Rina Isnawati, S.Si (Pusat Riset Biomedis, Badan Riset dan Inovasi Nasional)
w Hasrida Mustafa, S.Si (Biologi Lingkungan, Balai Litbang Kesehatan Donggala, Badan Litbangkes)
w Prof.(Riset) dr. Emiliana Tjitra,DTM&H, M.Sc, Ph.D (Biomedik, Badan Litbangkes)
w Prof. (R ) Dr. Gono Semiadi, (Zoologi , Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).
w Prof. Dr. Sri Irianti, S.K.M, MPhil, PhD (Kesehatan Lingkungan, Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat, Badan Litbangkes) w Made Agus Nurjana, S.K.M., M.Epid (Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Badan Riset dan Inovasi Nasional)
w Samarang, S.K.M., M.Si (Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Badan Riset dan Inovasi Nasional)
wMara Ipa, S.K.M., M.Sc, (Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Badan Riset dan Inovasi Nasional) w Mujiyanto, S.Si, M.P.H (Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Badan Riset dan Inovasi Nasional)
w Dr. Lif.Sc I Nengah Suwastika, M.Sc, M.Lif.Sc (Biologi Sel dan Molekuler, FMIPA, Universitas Tadulako ) Mitra Bestari :
w Prof. dr. Agus Suwandono,M.P.H,Dr.PH (Epidemiologi dan Kebijakan Kesehatan, FKM, Universitas Diponegoro)
w Dr. Sri Handayani (Ilmu Kefarmasian, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)
w Meiske Elisabeth Koraag, S.Si, M.P.H (Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Badan Riset dan Inovasi Nasional)
w drh. Intan Tolistiawaty (Biologi Lingkungan, Balai Litbang Kesehatan Donggala, Badan Litbangkes) w Nurul Hidayah S.B., S.Si (Biologi Lingkungan, Balai Litbang Kesehatan Donggala, Badan Litbangkes)
w Dr. April H. Wardhana, S.K.M., M.Si., Ph.D (Bioteknologi, Badan Litbang Pertanian Bogor) w Junus Widjaja, S.K.M., M.Sc (Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Badan Riset dan Inovasi Nasional)
w Phetisya Pamela Frederika Sumolang, S.Si (Biologi Lingkungan, Balai Litbang Kesehatan Donggala, Badan Litbangkes)
w Dra. Shinta, M.S. (Biologi Lingkungan, Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat, Badan Litbangkes)
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Redaksi Pelaksana:
Alamat Redaksi:
Terbit dua kali setahun, edisi Juni dan Desember w Iqbal Elyazar, Dphi (Epidemiologi, Eijkman Institute)
Website e-journal : http://ejournal.litbang.kemkes.go.id/index.php/vektorp Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Donggala
Riri Arifah Patuba, S.K.M.
E-mail : [email protected] , [email protected] Terakreditasi Nasional : SK No. 30/E/KPT/2018 Masa Berlaku 24 Oktober 2018 - Desember 2022
Jl. Masitudju No.58, Labuan Panimba, Labuan, Donggala, Sulawesi Tengah 94252 https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/vektorp
JURNAL
VEKTOR PENYAKIT
Journal of Disease Vector
p-ISSN: 1978-3647 e-ISSN: 2354-8835
Pengantar Redaksi
Artikel dengan judul “Daya bunuh anti nyamuk bakar daun kemangi (Ocimum basilicum)” oleh Imelynia Pratiwi Suhari, dkk menjadi tulisan ke enam dalam edisi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kualitas mutu anti nyamuk bakar serbuk daun O. basilicum memenuhi standar SNI 06-3566-1994. Uji Anova menunjukkan minimal satu pasang konsentrasi anti nyamuk bakar serbuk daun O. basilicum yang mempunyai daya bunuh lebih tinggi. Hasil uji probit menunjukkan nilai LC50 sebesar 61,763%.
Sebanyak sembilan artikel tersaji dalam Jurnal Vektor Penyakit Volume 16 No 2 Desember 2022.
Artikel pertama ditulis oleh Nurdin, Abdi Iswahyudi, dan Tri Wahyuni Sukesi yang membahas tentang jentik nyamuk Aedes aegypti, dengan judul “Faktor yang berhubungan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di Kelurahan Garegeh”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan 3M Plus, peran petugas dan lingkungan fisik berhubungan dengan keberadaan jentik nyamuk Ae. Aegypti.
Junus Widjaja, dkk, mengulas tentang pengendalian schistosomiasis dengan judul “Masterplan pengendalian schistosomias dalam upaya mendukung eliminasi di Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah 2022-2-24”. Hasilnya menjabarkan tentang tersusunnya masterplan pengendalian schistosomiasis 2021-2024. Penyusunan masterplan dilakukan dengan lintas sektor.
Penelitian tentang pengendalian malaria dengan kelambu berinsektisida dengan judul
“Gambaran ketepatan sasaran pendistribusian kelambu berinsektisida terhadap pengendalian malaria di enam wilayah endemis malaria di Indonesia” ditulis oleh Shinta Prawoto, dkk.
Penelitian menemukan bahwa prioritas utama pencegahan malaria adalah penggunaan LLIN, namun distribusi belum merata. Pengendalian malaria selain LLIN yaitu IRS, MBS, larvasida dan pengangkatan lumut. IRS dilakukan apabila API>20‰. Masalah utama kurangnya dana untuk kegiatan pendistribusian, tidak semua wilayah bisa melakukan kerjasama lintas sektor dan sharing budget, serta melakukan pelatihan. Monitoring dan evaluasi tidak dilakukan karena keterbatasan dana.
Penelitian infeksi cacing usus dengan judul “Pengaruh pengobatan dan prevalensi infeksi cacing usus pada anak sekolah dasar di Kecamatan Dampelas dan Kecamatan Banawa, Kabupaten DOnggala, Sulawesi Tengah” ditulis oleh Anis Nur Widayati, dkk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya infeksi cacing gelang (Ascaris lumbricoides) cacing tambang (Hookworm), dan cacing cambuk (Trichuris trichiura) pada anak. Namun tidak ditemukan adanya hubungan antara minum obat cacing dengan kejadian cacingan pada anak sekolah dasar.
Artikel keempat dalam Jurnal Vektor Penyakit Volume 16 No 2 ditulis oleh Gunawan, dkk yang mengangkat topik leptospirosis, dengan judul “Pemeriksaan leptospirosis pada tikus di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat”. Hasil pemeriksaan PCR menunjukkan bahwa 11 dari 46 sampel ginjal tikus yang diperiksa mengandung DNA Leptospira patogen.
Volume 16 No. 2 Desember 2022
Journal of Disease Vector
E-ISSN: 2354-8835 ISSN: 1978-3647
Volume 16 No. 2 Desember 2022
Journal of Disease Vector
E-ISSN: 2354-8835 ISSN: 1978-3647
Salam Sehat Dewan Redaksi Penelitian tentang fasciolosis dan cryptosporidiosis dengan judul “Fasciolosis dan Cryptosporidiosis pada ternak sapi di Desa Maranatha, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah” ditulis oleh Samarang, dkk. Penelitian menemukan bahwa dari 62 sampel tinja teridentifikasi infeksi fasciolosis dan cryptosporidiosis pada sapi di Desa Maranatha yaitu sebesar 38,7% dan 14,52%.
Artikel dengan judul “Pengetahuan dan perspektif masyarakat local terhadap schistosomiasis di Indonesia” oleh Ningsi, dkk menjadi tulisan ke delapan dalam edisi ini. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan masyarakat lokal masih rendah khususnya tentang penyebab dan cara penularan schistosomiasis. Persepektif masyarakat tentang pengendalian schistosomiasis yang dilakukan oleh lintas sector dan dinas kesehatan bersama jajarannya sudah cukub baik.
Artikel tentang schistosomiasis, yang ditulis oleh Ahmad Erlan, dkk, menjadi artikel penutup dalam Jurnal Vektor Penyakit Volume 16 No 2 Desember 2022 dengan judul “Muatan local schistotomiasis pada anak sekolah di Dataran Bada Kabupaten Poso Sulawesi Tengah”. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pemberian materi pelajaran schistosomiasis pada anak sekolah terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa sehingga mengurangi resiko stunting pada anak-anak, meningkatkan cakupan pengumpulan tinja dan mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih baik untuk menghindari penularan dan selalu bekerja bakti membersihkan fokus keong.
Semoga tulisan pada edisi ini dapat bermanfaat dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan program pengendalian penyakit bersumber binatang. Saran dan masukan demi perbaikan jurnal ini sangat kami nantikan untuk penerbitan selanjutnya.
Volume 16 Nomor 2 Desember 2022
DAFTAR ISI
ARTIKEL
[email protected]
Journal of Disease Vector
89–96
97–106
107–114
115–122
135–144 ISSN: 1978-3647 E-ISSN: 2354-8835
Daya Bunuh Anti Nyamuk Bakar Daun Kemangi (Ocimum basilicum) Pada Nyamuk Aedes aegypti
Faktor Yang Berhubungan dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti di Kelurahan Garegeh
(Nurdin, Abdi Iswahyudi Yasril, dan Dessy Putri Anggraini)
Masterplan Pengendalian Schistosomiasis dalam Upaya Mendukung Eliminasi di Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah 2022-2024
(Junus Widjaja, Anis Nur Widayati, Hayani Anastasia, Octaviani, dan Ahmad Erlan)
(Anis Nur Widayati, Phetisya Pamela Frederika Sumolang, Made Agus Nurjana, dan Junus Widjaja)
Pengaruh Pengobatan dan Prevalensi Infeksi Cacing Usus pada Anak Sekolah Dasar di Kecamatan Dampelas dan Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah
Gambaran Ketepatan Sasaran Pendistribusian Kelambu Berinsektisida Terhadap Pengendalian Malaria di Enam Wilayah Endemis Malaria Di Indonesia
(Shinta Prawoto dan Rina Marina )
Pemeriksaan Leptospirosis pada Tikus di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat
(Gunawan, Agus Ari Wibowo, Eko Budi Nuridaryanto, Dinda Sekar Mentari, Oka Septitiani, dan Ningsi)
(Ningsi, Hayani Anastasia, Made Agus Nurjana, Rina Isnawati, Octaviani, Gunawan, dan Ahmad Erlan)
Pengetahuan dan Perspektif Masyarakat Lokal terhadap Schistosomiasis di Indonesia Fasciolosis dan Cryptosporidiosis pada Ternak Sapi di Desa Maranatha, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah
(Imelynia Pratiwi Suhari, Suprijandani, Marlik, dan Irwan Sulistio ) (Studi Pengaruh Konsentrasi Terhadap Kematian Nyamuk Tahun 2022)
(Ahmad Erlan, Hayani Anastasia, dan Gunawan)
(Samarang, Junus Widjaja, Primasari, dan Muchlis Syahnuddin)
Muatan Lokal Schistosomiasis pada Anak Sekolah di Dataran Bada Kabupaten Poso Sulawesi Tengah
123–134
153–162 145–152
163–170
Journal of Disease Vector
Volume 16 No. 2 December 2022
ABSTRACT SHEET
NLM : QX 525
Nurdin, Abdi Iswahyudi Yasril,and Dessy Putri Anggraini (Study Program of Public Health Science, Public Health Faculty, Fort De Kock University)
Factors Associated With The Existence of Aedes aegypti Mosquito Larger in Garegeh Village
Journal of Disease Vector Vol. 16 No. 2, December 2022; p 89–96
Junus Widjaja, Anis Nur Widayati, Hayani Anastasia, Octaviani, and Ahmad Erlan
Schistosomiasis Control Masterplan in Effort to Support Elimination in Sigi District Central Sulawesi Province 2022-2024
________________________________________________________________
Keywords : mosquito's larvae, Aedes aegypti, 3M plus action
(National Research and Innovation Agency, Republic of Indonesia)
NLM : WC 810
Dengue Hemorrhagic Fever is one of the health problems whose number of sufferers tends to increase and its spread is wide. One of the benchmarks for the DHF program is the larva-free rate by setting the ABJ≥95%, while the lowest ABJ in the fourth quarter of 2017 at the Nilam sari ABJ Health Center is Garegeh Village. The purpose of this study was to determine the factors associated with the presence of Aedes aegypti mosquito larvae in Garegeh village. This study used a descriptive analytic method, with a cross sectional study design. The population in this study amounted to 566 houses, the sample was taken by systematic random sampling totaling 186 houses. Data were collected through guided interviews and observations, then processed computerized using chi-square. The results of univariate analysis 61.7% had Container Index with high density, 61.2% did 3M Plus Actions with Less Good, 52.5% of officers' roles were not good, 51.9% had poor physical environment with less than. Bivariate results showed a significant relationship between the 3M Plus Action (p=0.001; OR=0.312), the role of officers (p=0.006;
OR=0.414) and the physical environment (p=0.000;
OR=3.240) with the presence of larvae. It was concluded that the factors related to the presence of Ae. aegypti mosquito larvae were 3M Plus action, the role of officers and the physical environment. It is hoped that health institutions can coordinate cadres and provide training so that the planned program runs properly.
E-ISSN 2354-8835 E-ISSN 2354-8835 E-ISSN 2354-8835 ISSN 1978-3647 ISSN 1978-3647 ISSN 1978-3647
Anis Nur Widayati, Phetisya Pamela Frederika Sumolang, Made Agus Nurjana, dan Junus Widjaja
(National Institute of Health Research and Development of Donggala, Ministry of Health Republic of Indonesia) Keywords : schistosomiasis, masterplan control,
schistosomiasis elimination, Sigi District NLM : WC 800-890
Schistosomiasis is a neglected tropical disease caused by blood trematodes of the genus Schistosoma, which remains a major public health problem worldwide.
Schistosomiasis japonica, in Asia endemic to China, the Philippines and parts of Indonesia. Schistosomiasis in Indonesia is only found in Central Sulawesi Province, namely Napu Highlands and Bada Highlands, Poso Regency and Lindu Highlands, Sigi Regency.
Schistosomiasis can cause anemia and trigger stunting and reduced learning abilities in children. It also causes organ damages, such as severe hepatosplenism, periportal fibrosis, even some cases died. With Indonesia's commitment to realizing Sustainable Development Goals (SDGs) as stated in the 2030 Agenda, schistosomiasis is one of the diseases that will be eliminated in Indonesia. This study used descriptive analysis method with a qualitative approach through in- depth interviews and discussions in the form of meetings.
The results of the preparation of the schistosomiasis control master plan 2021-2024. The Masterplan is prepared cross-sectorally between the Health Service, Public Works and Spatial Planning, Livestock and Animal Health Service, Community and Village Empowerment Service, Food Security and Fisheries Service, Food Crops and Horticulture Service, Education and Culture Office and Planning and Research Agency. Area. The structured activities are treatment for humans and animals, environmental modification, control of snail habitat, implementation of surveillance on humans and animals and snails that transmit schistosomiasis, technical capacity building, provision of drinking water and proper and sustainable sanitation. Schistosomiasis control master plan which can be the basis and guideline for schistosomiasis control in Sigi District in 2022-2024.
Journal of Disease Vector Vol. 16 No. 2, December 2022; p 97–106
________________________________________________________________
(Center for Public Health and Nutrition Research, National Research and Innovation Agency, Republic of Indonesia)
Effect of Treatment and Prevalence of Soil Transmitted Helminth Infection in Elementary School Children in Dampelas and Banawa Sub-Districts, Donggala District, Central Sulawesi Province, Indonesia
(Center for Environmental Health Engineering and Disease Control Jakarta)
(Center for Public Health and Nutrition Research, National Research and Innovation Agency)
Leptospirosis is still a global health problem.
Leptospirosis is caused by Leptospira bacteria and is zoonotic. This study aims to detect the presence of Leptospira bacteria in rats in Ciwidey District, Bandung Regency, West Java, using the PCR method. This research is routine surveillance conducted by the Jakarta Center for Environmental Health and Disease Control Engineering (BBTKLP) in Muncang Village, Rawabogo and Nengkelan, Ciwidey District, Bandung Regency, West Java. The activity was carried out in June 2022 using a cross-sectional research design. The results showed 46 rats caught with the species R. exulans, R. tiomanicus, R.
norvegicus, M. Musculus, and Muscaroli. Success trap on the traps installed in the village of Rawabogo 1.3%, Lebak Muncang Village 2.6%, and Nengkelan 1.6%. At the same time, the results of the calculation of the average success trap obtained a value of 5.5%. The results of the PCR examination showed that 11 of 46 samples of the ________________________________________________________________
Keywords : soil transmitted helminths, neglected diseases, prevalence, elementary school children
Soil-Transmitted Helminths infection is still remain become a health problem in tropical and sub-tropical countries, one of which is Indonesia. The aim of the study was to determine the STH infection in Banawa and Dampelas sub-districts, Donggala district, Central Sulawesi Province. The study was conducted in February - November 2017 on 153 elementary school students. The collected feces were examined by the direct examination method. The results found infections of Ascaris lumbricoides, hookworm, and Trichuris trichiura. We also found Enterobius vermicularis and mixed infections.
However, the logistic regression test showed there was no relationship between taking deworming medication and the incidence of worms in school children in Donggala Regency (p-value > 0,05). Based on the results it can be concluded that the prevalence of STH infection in both locations is still high. It is necessary to make efforts to treat school children and counseling on clean and healthy living behavior.
NLM : WC 420
Journal of Disease Vector Vol. 16 No. 2, December 2022; p 107–114
Gunawan, Agus Ari Wibowo, Eko Budi Nuridaryanto, Dinda Sekar Mentari, Oka Septitiani, dan Ningsi
(Bogor District Health Office, West Java)
Leptospirosis Examination in Rats in Ciwidey District, Bandung Regency, West Java
Journal of Disease Vector Vol. 16 No. 2, December 2022; p 115–122
examined rat kidney contained the DNA of the pathogenic Leptospira. It is necessary to control rats in residential areas in Ciwidey District, Bandung Regency, West Java, to prevent the transmission of pathogenic Leptospira bacteria from rats to humans.
________________________________________________________________
NLM : WC 765
Shinta Prawoto and Rina Marina
Description of Targeted Distribution of Insecticide- Insecticide Nets for Malaria Control in Six Malaria Endemic Areas in Indonesia
Journal of Disease Vector Vol. 16 No. 2, December 2022; p 123–134
Keywords : malaria, LLIN, distribution
________________________________________________________________
NLM : QX 525
Imelynia Pratiwi Suhari, Suprijandani, Marlik, dan Irwan Sulistio
(health Polytechnic Surabaya, Ministry of Health)
Keywords : Leptospirosis, Rats, PCR, Ciwidey District, Bandung Regency
(Center for Public Health and Nutrition Research, National Research and Innovation Agency)
Malaria is a global health burden because of its high mortality, morbidity and cost to the country's economy.
Malaria data in 2021 in Indonesia reached 94,610 cases. as many as 167 (32%) out of 514 districts/cities still have problems with malaria. Proper malaria prevention and management is essential. The use of LLIN is the main strategy for controlling malaria in the world, including in Indonesia. The aim of the study was to describe the accuracy of the targeting of the distribution of insecticide- treated mosquito nets in 6 malaria endemic areas in Indonesia. This type of research is observational with a cross-sectional design and n=30. The research population was the stake holder of the District/City Health Office, Public Health Center and malaria cadre in Indonesia, while the sample of the stake holder of the District/City Health Office, Public Health Center and malaria cadre was 6 malaria endemic areas in Indonesia. Data collected by the management of the malaria control program. The result is the priority of malaria prevention is the use of LLIN, but the distribution is not evenly distributed. Malaria control other than LLIN are IRS, MBS, larvicides and removal of mosses.
IRS is done if API> 20‰. The main problem is the lack of funds for distribution activities, not all regions can collaborate across sectors and share budgets, as well as conduct training. Monev was not carried out due to limited funds. It is necessary for the role of stakeholders to advocate to the Governor/Regent in allocating sufficient and prioritized budgets. It is necessary to socialize the use and maintenance of LLINs, as well as to calculate the exact need for mosquito nets in each region.
Journal of Disease Vector Vol. 16 No. 2, December 2022; p 145–152
Fasciolosis and Cryptosporidiosis are zoonotic parasitic diseases. Fasciolosis in Indonesia is caused by the trematode worm Fasciola gigantica species and generally attacks ruminants, while cryptosporidiosis is caused by the protozoan species Cryptosporidium parvum as a source of diarrheal disease infection. The purpose of the study was to identify fasciolosis and cryptosporidiosis infections in cattle in Maranatha Village, Sigi District, Central Sulawesi which was carried out for four months.
The research design was cross-sectional with the determination of the sample using a purposive sampling method. The research sample was feces from cattle aged 6 months–2 years. The collected samples were prepared Samarang, Junus Widjaja, Primasari, and Muchlis Syahnuddin
Fasciolosis and Cryptosporidiosis in Cattle in Maranatha Village, Sigi District, Central Sulawesi
(National Research and Innovation Agency, Republic of Indonesia)
(Study on the Effect of Concentration on Mosquito Mortality in 2022)
Journal of Disease Vector Vol. 16 No. 2, December 2022; p 135–144
Natural insecticides can prevented people from mosquito bites provides the advantage that it is safe for health. Basil leaves (Ocimum basilicum) contain active ingredients of saponins, flavonoids, essential oils, and tannins that are capable to be used as natural insecticides. The aims of the study was to analyze the killing power of mosquito coils based on basil leaf powder on the Aedes aegypti. The type of research was a pured experiment with posttest only with control group design. The object of the study used Aedes aegypti mosquitoes aged 2-5 days with 25 mosquitoes for each treatment. The treatment group exposed to various concentrations of mosquito coils basil leaf powder 50%, 60%, and 70% with six replications for 20 minute and mosquito mortality will be counted 24 hours after exposured. The quality of the mosquito coil basil leaf powder O. basilicum met the standards of SNI 06-3566-1994. The results of the One Way Anova test indicate that there was at least one concentration of mosquito coil basil leaf powder O. basilicum) which has a higher killing power of Aedes aegypti mosquitoes. The probit test results show that the value of LC50 is 61,763%.
Increased concentration needed to get effective killing power.
Keywords: Mosquito Coil, Aedes aegypti, Ocimum basilicum
________________________________________________________________
Killing Power Of Mosquito Coils Based On Basil Leaf (Ocimum basilicum) On The Aedes aegypti Mosquito
NLM : QX 123
using the formalin ether sedimentation method. The results of 62 stool samples identified fasciolosis and cryptosporidiosis infections in cattle in Maranatha village, namely 38.7% and 14.52%, respectively.
Conclusions: More than one-third of the cows examined were infected with fasciolosis and about a quarter of the cows examined were infected with C. parvum.
Suggestions should be regular supervision or monitoring of the provision of deworming drugs to livestock, as well as counseling supervision and provision of clean water sources for the local community.
(Center for Public Health and Nutrition Research, National Research and Innovation Agency, Cibinong Science Center )
Keywords : Fasciola gigantica, Cryptosporodium parvum, Cattle, Central Sulawesi
in Indonesia
Knowledge and Perspectives of Local People on Schistosomiasis
Journal of Disease Vector Vol. 16 No. 2, December 2022; p 153–162
_______________________________________________________________
Ningsi, Hayani Anastasia, Made Agus Nurjana, Rina Isnawati, Octaviani, Gunawan, and Ahmad Erlan
NLM : WC 810
(Center for Preclinical and Clinical Medicine Research, National Research and Innovation Agency, Cibinong Science Center )
Schistosomiasis, also known as snail fever, is caused by a parasitic worm. These parasites emerge from snails (snails) contaminate fresh water and infect humans or mammals. Methods to prevent this disease are increasing access to clean water, reducing snail populations, improving waterways, and the role of local community leaders. This study aimed to explore local knowledge and perspectives of people in schistosomiasis endemic areas.
This research uses a cross-sectional design through a quantitative and qualitative approach by collecting data through Focus Group Discussions (FGD). The number of FGD participants in each group was 10 people. The number of respondents was 1692 selected by simple random sampling. The results showed that local people's knowledge was still low, especially about the causes and modes of transmission of schistosomiasis. The community's perspective on controlling schistosomiasis carried out by cross-sectoral and health services together with their staff is quite good. The local community expects stockpiling/drying of the snail-focused area, providing free personal protective equipment (PPE) boots. Local perspectives on the involvement of community leaders are still lacking, especially community social groups such as Family Empowerment and Welfare (PKK) and dasawisma. In addition, cross-sectoral collaboration, between the health office and community leaders still need to be improved. The need for strengthening the eradication of schistosomiasis by involving formal and informal leaders in schistosomiasis endemic areas.
Journal of Disease Vector Vol. 16 No. 2, December 2022; p 163–170
Schistosomiasis in Indonesia is caused by the trematode worm, Schistosoma japonicum, with the snail Oncomelania hupensis lindoensis as the intermediate host.
This disease in addition to infecting humans also infects all types of mammals, both domesticated and wild animals. Chronic schistosomiasis reduces the patient's ability to work, and in some cases causes death in all age groups. Intestinal helminth infections in school-age Keywords : knowledge, local perspektif, Schistosomiasis _______________________________________________________________
NLM : WC 810
Ahmad Erlan, Hayani Anastasia, and Gunawan
(Center for Preclinical and Clinical Medicine Research, National Research and Innovation Agency, Cibinong Science Center )
(Center for Public Health and Nutrition Research, National Research and Innovation Agency, Cibinong Science Center )
Local Load of Schistosomiasis in School children in Bada Plain of Poso District of Central Sulawesi
Keywords : l o c a l c o n t e n t , s c h o o l c h i l d r e n , Schistosomiasis
children exacerbate malnutrition. Prolonged malnutrition and intestinal worm infection can lead to stunting in school-age children. The research used is a mixed-method, namely qualitative and quantitative data collection. Data were obtained by in-depth interviews with key informants and focus group discussions.
Provide schistosomiasis subject matter to school children by measuring students' knowledge level through pre and post-test. The study was conducted in an endemic area of Bada schistosomiasis to January- November 2019. The number of samples of junior high school students who took the pre and post-test was 69 samples and 101 samples of elementary school students.
Based on the statistical analysis found a significant increase in students' knowledge about schistosomiasis with a p-value <0.001. Community empowerment through the provision of schistosomiasis subject matter to school children is proven to be effective in increasing students' knowledge to reduce the risk of stunting in children, increase the scope of feces collection, and change community behavior for the better to avoid transmission and always work devoutly to clean the focus of snail.
(Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Fort De Kock)
________________________________________________________________
Junus Widjaja, Anis Nur Widayati, Hayani Anastasia, Octaviani, dan Ahmad Erlan
Nurdin, Abdi Iswahyudi Yasril, dan Dessy Putri Anggraini
Masterplan Pengendalian Schistosomiasis dalam Upaya Mendukung Eliminasi di Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah 2022-2024
Faktor Yang Berhubungan dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes aegypti di Kelurahan Garegeh
Jurnal Vektor Penyakit Vol. 16 No. 2, Desember 2022; Hal 89–96
NLM : WC 810
(Badan Riset Inovasi Nasional Republik Indonesia) Kata kunci: jentik nyamuk, Aedes aegypti, 3M plus NLM : QX 525
Penyakit Demam Berdarah Dengue merupakan salah satu masalah kesehatan yang jumlah penderitanya cenderung maningkat dan penyebarannya yang luas. Salah satu tolak ukur Program DBD adalah Angka bebas jentik dengan menetapkan ABJ≥95% sedangkan ABJ Triwulan IV 2017 di Puskesmas Nilam sari ABJ paling rendah adalah Kelurahan Garegeh. Tujuan penelitian ini mengetahui faktor yang berhubungan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di kelurahan Garegeh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 566 rumah, sampel diambil secara sistimatik random sampling yang berjumlah 186 rumah.
Data dikumpulkan melalui wawancara terpimpin dan observasi, kemudian diolah secara komputerisasi dengan menggunakan chi-square. Hasil analisis univariat 61.7%
memiliki Container Indeks dengan kepadatan tinggi, 61.2% melakukan Tindakan 3M Plus dengan Kurang Baik, 52.5% peran petugas kurang baik, 51.9% memiliki lingkungan fisik kurang baik dengan.dari. Hasil bivariat terdapat hubungan signifikan antara Tindakan 3M Plus (p=0.001;OR=0.312), Peran petugas (p=0.006;
OR=0.414) dan Lingkungan Fisik (p=0.000; OR=3.240) dengan keberadaan jentik. Disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan keberadaan jentik nyamuk Ae.
aegypti adalah tindakan 3M Plus, peran petugas dan lingkungan fisik. Diharapkan kepada institusi kesehatan dapat mengkoordinasi kader dan memberikan pelatihan agar program yang sudah terencana berjalan dengan mestinya.
Volume 16 No.2 Desember 2022
LEMBAR ABSTRAK Journal of Disease Vector
E-ISSN 2354-8835 E-ISSN 2354-8835 E-ISSN 2354-8835 ISSN 1978-3647 ISSN 1978-3647 ISSN 1978-3647
Schistosomiasis adalah penyakit tropis terabaikan yang disebabkan oleh trematoda darah dari genus Schistosoma, yang tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di seluruh dunia. Schistosomiasis japonica, di Asia endemik di Cina, Filipina dan sebagian Indonesia. Schistosomiasis di Indonesia hanya ditemukan di Propinsi Sulawesi Tengah, yaitu Dataran Tinggi Napu dan Dataran Tinggi Bada, Kabupaten Poso serta Dataran Tinggi Lindu, Kabupaten Sigi.
Schistosomiasis ini dapat menyebabkan anemia dan memicu kekerdilan (stunting) dan berkurangnya kemampuan belajar pada anak-anak. Penyakit tersebut juga menimbulkan kerusakan organ spesifik organ seperti hepatosplenisme parah, fibrosis periportal, bahkan beberapa kasus meninggal dunia. Dengan komitmen Indonesia untuk mewujudkan Pembangunan yang Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) sebagaimana tertuang dalam Agenda 2030, maka schistosomiasis menjadi salah satu penyakit yang akan dieliminasi di Indonesia. Penelitian menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan diskusi dalam bentuk pertemuan. Hasil penelitian adalah tersusunnya masterplan pengendalian schistosomiasis 2021-2024.
Penyusunan masterplan dilakukan dengan lintas sektor antara Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Badan Perencanaan dan Penelitian Daerah. Kegiatan yang termasuk dalam master plan pengendalian schistosomiasis meliputi pengobatan pada m a n u s i a d a n h e wa n , m o d i f i ka s i l i n gku n ga n , pengendalian pada habitat keong, pelaksanaan surveilans pada manusia dan hewan serta pada keong perantara schistosomiasis, peningkatan kapasitas teknis, penyediaan air minum dan sanitasi yang layak dan berkesinambungan. Masterplan pengendalian schistosomiasis yang dapat menjadi dasar dan pedoman kegiatan pengendalian schistosomiasis di Kabupaten Sigi Tahun 2022-2024.
________________________________________________________________
Anis Nur Widayati, Phetisya Pamela Frederika Sumolang, Made Agus Nurjana, dan Junus Widjaja
Jurnal Vektor Penyakit Vol 16 No. 2, Desember 2022; Hal 97-106
NLM : WC 800-890
(Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Badan Riset dan Inovasi Nasional)
Kata kunci : schistosomiasis, masterplan pengendalian, eliminasi schistosomiasis, Kabupaten Sigi
(Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Donggala)
Gunawan, Agus Ari Wibowo, Eko Budi Nuridaryanto, Dinda Sekar Mentari, Oka Septitiani, dan Ningsi
Pengaruh Pengobatan dan Prevalensi Infeksi Cacing Usus pada Anak Sekolah Dasar di Kecamatan Dampelas dan Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah
Jurnal Vektor Penyakit Vol. 16 No. 2, Desember 2022; Hal 107–114
Kata Kunci : soil transmitted helminths, penyakit terabaikan, prevalensi, anak sekolah dasar NLM : WC 420
(Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Badan Riset dan Inovasi Nasional )
(Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Jakarta)
Infeksi Soil Transmitted Helminths masih menjadi masalah kesehatan di negara tropis dan sub tropis, termasuk di Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan tingkat infeksi STH pada siswa sekolah dasar (SD) wilayah Kecamatan Banawa dan Dampelas, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah.
Penelitian dilakukan pada bulan Februari - November 2017 dengan jumlah sampel 153. Tinja yang terkumpul diperiksa dengan metode pemeriksaan langsung. Hasil penelitian ditemukan infeksi cacing gelang (Ascaris lumbricoides) cacing tambang (Hookworm), dan cacing cambuk (Trichuris trichiura). Selain itu ditemukan infeksi Enterobius vermicularis dan infeksi ganda.
Namun uji logistic regression menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara minum obat cacing dengan kejadian kecacingan pada anak sekolah di Kabupaten Donggala (p- value > 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa prevalensi infeksi STH di kedua lokasi masih tinggi. Perlu dilakukan upaya pengobatan anti cacing pada anak sekolah serta penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat.
________________________________________________________________
(Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Jawa Barat)
Pemeriksaan Leptospirosis pada Tikus di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat
Jurnal Vektor Penyakit Vol. 16 No. 2, Desember 2022; Hal 115–122
Leptospirosis masih menjadi masalah kesehatan global.
Leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira dan bersifat zoonosis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan bakteri Leptospira pada tikus di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dengan menggunakan metode PCR. Penelitian ini merupakan surveilans rutin yang dilakukan oleh Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Jakarta (BBTKLP). Surveilans tikus dilaksanakan di Desa Muncang, Rawabogo dan Nengkelan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung,
Jawa Barat. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2022 dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan 46 tikus berhasil ditangkap dengan spesies R. exulans, R. tiomanicus, R.
norvegicus, M. Musculus dan Muscaroli. success trap pada perangkap yang terpasang yaitu di Desa Rawabogo 1,3%, Desa Lebak Muncang 2,6% dan Nengkelan 1,6%..
Sedangkan hasil perhitungan Succes Trap rata rata didapatkan nilai 5,5 %. Hasil pemeriksaan PCR menunjukkan bahwa 11 dari 46 sampel ginjal tikus yang diperiksa mengandung DNA Leptospira patogen. Perlu dilakukan upaya pengendalian tikus dilingkungan pemukiman di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat untuk mencegah transmisi bakteri Leptospira patogenik dari tikus ke manusia.
________________________________________________________________
Gambaran Ketepatan Sasaran Pendistribusian Kelambu Berinsektisida Terhadap Pengendalian Malaria di Enam Wilayah Endemis Malaria Di Indonesia
Jurnal Vektor Penyakit Vol. 16 No. 2, Desember 2022; Hal 123–134
NLM : WC 765
Shinta Prawoto dan Rina Marina
(Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Badan Riset dan Inovasi Nasional)
Kata Kunci : Leptospirosis, tikus, PCR, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung
Malaria merupakan beban kesehatan global karena mortalitas, morbiditas dan biayanya tinggi terhadap ekonomi negara. Data malaria tahun 2021 di Indonesia mencapai 94.610 kasus. Sebanyak 167 (32%) dari 514 kabupaten/kota masih bermasalah dengan malaria.
Pencegahan dan manajemen malaria yang tepat sangat diperlukan. Penggunaan LLIN merupakan strategi utama pengendalian malaria di dunia termasuk di Indonesia.
Tujuan penelitian untuk melihat gambaran ketepatan sasaran pelaksanaan pendistribusian kelambu berinsektisida di 6 wilayah endemis malaria di Indonesia.
Jenis penelitian observasional dengan desain potong lintang dan n=30. Populasi penelitian stake holder Dinkes Kabupaten/kota dan Puskesmas di Indonesia, sedangkan sampel stake holder Dinkes Kab/kota, Puskesmas serta kader malaria 6 wilayah endemis malaria di Indonesia.
Data yang dikumpulkan manajemen program pengendalian malaria. Hasil penelitian adalah prioritas utama pencegahan malaria adalah penggunaan LLIN, namun distribusi belum merata. Pengendalian malaria selain LLIN yaitu IRS, MBS, larvasida dan pengangkatan lumut. IRS dilakukan apabila API>20‰. Masalah utama kurangnya dana untuk kegiatan pendistribusian, tidak semua wilayah bisa melakukan kerjasama lintas sektor dan sharing budget, serta melakukan pelatihan.
Monitoring dan evaluasi tidak dilakukan karena keterbatasan dana. Kesimpulan, diperlukan peran stakeholder untuk advokasi kepada Gubernur/Bupati dalam pengalokasian anggaran yang cukup dan mendapat prioritas. Diperlukan sosialisasi penggunaan
NLM : QX 123
Penggunaan insektisida alami untuk menghindarkan masyarakat dari gigitan nyamuk memberikan keuntungan yaitu aman bagi kesehatan. Serbuk daun kemangi (Ocimum basilicum) memiliki kandungan bahan aktif saponin, flavonoid, minyak atsiri dan tanin yang mampu menjadi insektisida alami. Pemanfaatan serbuk daun kemangi sebagai anti nyamuk bakar aplikatif untuk diterapkan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya bunuh anti nyamuk bakar berbahan serbuk daun kemangi pada nyamuk Aedes aegypti. Desain penelitian adalah posttest only with control group design.
Objek penelitian nyamuk Aedes aegypti berusia 2 - 5 hari yang berjumlah 25 tiap perlakuan akan dipaparkan dengan anti nyamuk bakar serbuk daun O. basilicum konsentrasi 50%, 60% dan 70% dengan enam kali replikasi selama 20 menit dan diamati jumlah kematian nyamuk setelah 24 jam. Analisis data menggunakan uji probit dan One Way Anova. Kualitas mutu anti nyamuk bakar serbuk daun O. basilicum memenuhi standar SNI 06-3566-1994. Uji Anova menunjukkan minimal satu pasang konsentrasi anti nyamuk bakar serbuk daun O.
basilicum yang mempunyai daya bunuh lebih tinggi. Hasil uji probit menunjukkan nilai LC50 sebesar 61,763%.
Peningkatan konsentrasi perlu dilakukan untuk mendapatkan daya bunuh yang efektif.
(Studi Pengaruh Konsentrasi Terhadap Kematian Nyamuk Tahun 2022)
________________________________________________________________
Samarang, Junus Widjaja, Primasari, dan Muchlis Syahnuddin
Fasciolosis dan cryptosporidiosis merupakan penyakit parasiter bersifat zoonosis. Fasciolosis di Indonesia disebabkan oleh cacing trematoda spesies Fasciola Kata Kunci : Anti Nyamuk Bakar, Aedes aegypti, Ocimum
basilicum
Jurnal Vektor Penyakit Vol. 16 No. 2, Desember 2022; Hal 145–152
Jurnal Vektor Penyakit Vol. 16 No. 2, Desember 2022; Hal 135–144
(Badan Riset Inovasi Nasional Republik Indonesia
Fasciolosis dan Cryptosporidiosis pada Ternak Sapi di Desa Maranatha, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah
Kata Kunci : Malaria, LLIN, Distribusi NLM : QX 525
________________________________________________________________
Imelynia Pratiwi Suhari, Suprijandani, Marlik, dan Irwan Sulistio
(Poltekkes Kemenkes Surabaya)
dan pemeliharaan LLIN, juga perhitungan tepat kebutuhan kelambu di setiap wilayah.
Daya Bunuh Anti Nyamuk Bakar Daun Kemangi (Ocimum basilicum) Pada Nyamuk Aedes aegypti
gigantica dan umumnya menyerang ternak ruminansia, sedangkan cryptosporidiosis disebabkan oleh protozoa spesies Criptosporodium parvum sebagai sumber infeksi penyakit diare. Tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi infeksi fasciolosis dan cryptosporidiosis pada sapi di Desa Maranatha, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah yang dilaksanakan selama empat bulan. Disain penelitian adalah cross sectional dengan penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sampel penelitian adalah tinja dari ternak sapi yang berumur 6 bulan–2 tahun. Sampel yang terkumpul dipreparasi menggunakan metode sedimentasi formalin eter. Hasil dari 62 sampel tinja teridentifikasi infeksi fasciolosis dan cryptosporidiosis pada sapi di Desa Maranatha yaitu sebesar 38,7% dan 14,52%. Kesimpulan lebih dari sepertiga jumlah sapi yang diperiksa terinfeksi fasciolosis dan sekitar seperempat dari sapi yang diperiksa ternfeksi C. parvum. Saran sebaiknya ada pengawasan atau pemantauan secara berkala pada pemberian obat cacing pada ternak, serta penyuluhan, pengawasan dan pengadaan sumber air bersih untuk masyarakat setempat.
________________________________________________________________
Pengetahuan dan Perspektif Masyarakat Lokal terhadap Schistosomiasis di Indonesia
Ningsi, Hayani Anastasia, Made Agus Nurjana, Rina Isnawati, Octaviani, Gunawan, dan Ahmad Erlan
Kata Kunci : Fasciola gigantica, Cryptosporodium parvum, ternak sapi, Sulawesi Tengah
NLM : WC 810
(Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Cibinong Science Centre )
(Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Cibinong Science Center )
Jurnal Vektor Penyakit Vol. 16 No. 2, Desember 2022; Hal 153–162
Schistosomiasis atau disebut juga demam keong, disebabkan oleh parasit cacing. Parasit ini muncul dari siput (keong) untuk mencemari air tawar dan kemudian menginfeksi manusia ataupun hewan mamali. Metode untuk mencegah penyakit ini adalah meningkatkan akses terhadap air bersih, mengurangi populasi keong, perbaikan saluran air, dan peran dari tokoh masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini mengeksplorasi pengetahuan dan perspektif lokal masyarakat di daerah endemis schistosomiasis. Peneltian ini menggunakan desain cross-sectional melalui pendekatan kuantitatif dan Kualitatif dengan cara pengumpulan data melalui Focus Group Discussion (FGD). Jumlah peserta FGD masing- masing kelompok sebanyak 10 orang. Jumlah responden 1692 yang dipilih secara simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan, pengetahuan masyarakat lokal masih rendah khususnya tentang penyebab dan cara penularan schistosomiasis. Persepektif masyarakat tentang pengendalian schistosomiasis yang dilakukan oleh lintas sector dan dinas kesehatan bersama jajarannya sudah cukub baik. Masyarakat lokal
Ahmad Erlan, Hayani Anastasia, dan Gunawan
(Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Cibinong Science Centre )
________________________________________________________________
Jurnal Vektor Penyakit Vol. 16 No. 2, Desember 2022; Hal 163–170
mengharapkan penimbunan/ pengeringan areal fokus keong, pemberian Alat Pelindung Diri (APD) sepatu bot secara gratis. Perspektif lokal tentang keterlibatan tokoh- tokoh masyarakat masih kurang terutama kelompok sosial masyarakat seperti Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan dasawisma. Selain itu kerjasama lintas sektor, dinas kesehatan dan tokoh-tokoh masyarakat masih perlu ditingkatkan. Perlunya penguatan dalam pemberantasan schistosomiasis dengan melibatkan tokoh formal nonformal di daerah endemis schistosomiasis.
Keywords : p e n g e t a h u a n , p e r s p e k t i f l o k a l , Schistosomiasis
NLM : WC 810
(Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Cibinong Science Center )
Muatan Lokal Schistosomiasis pada Anak Sekolah di Dataran Bada Kabupaten Poso Sulawesi Tengah
Schistosomiasis di Indonesia disebabkan oleh cacing trematoda jenis Schistosoma japonicum dengan hospes perantara keong Oncomelania hupensis lindoensis.
Penyakit ini selain menginfeksi manusia, juga
menginfeksi semua jenis mamalia baik hewan peliharaan maupun binatang liar. Schistosomiasis kronis menurunkan kemampuan penderita dalam bekerja, dan beberapa kasus menimbulkan kematian pada semua golongan umur. Infeksi cacing usus pada anak-anak usia sekolah memperburuk malnutrisi. Malnutrisi berkepanjangan dan infeksi cacing usus dapat mengakibatkan stunting pada anak usia sekolah.
Penelitian yang digunakan adalah mixed method yaitu pengumpulan data secara kualitatif dan kuantitatif. Data diperoleh dengan wawancara mendalam kepada informan kunci dan diskusi kelompok terarah.
Memberikan materi pelajaran schistosomiasis kepada anak sekolah dengan mengukur tingkat pengetahuan siswa melalui pre dan post-test. Penelitian telah dilakukan di daerah endemis schistosomiasis Bada sejak Bulan Januari-November 2019. Jumlah sampel siswa sekolah tingkat pertama yang mengikuti pre dan post test 69 sampel dan siswa sekolah dasar 101 sampel.
Berdasarkan analisis statistik ditemukan peningkatan yang signifikan pengetahuan pada siswa tentang s c h i s to s o m i a s i s d e n ga n n i l a i p - va l u e < 0 , 0 0 1 . Pemberdayaan masyarakat melalui pemberian materi pelajaran schistosomiasis pada anak sekolah terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa sehingga mengurangi resiko stunting pada anak-anak, meningkatkan cakupan pengumpulan tinja dan mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih baik untuk menghindari penularan dan selalu bekerja bakti membersihkan fokus keong.
________________________________________________________________
Kata Kunci : muatan lokal, anak sekolah, schistosomiasis