PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUASAN KERJA PADA HOME INDUSTRI MY BAKERY
Oleh
Januar Ida Wibowati
Dosen Tetap Fakutas Ekonomi Universitas Palembang Sur-el : [email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan dan motivasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada Home Industri. My Bakery Metode análisis data yang digunakan adalah kuantitatif, dengan sumber data menggunakan data primer dan data sekunder berupa wawancara secara langsung ke Home Industri My Bakery dan menggunakan beberapa literatur. Populasi adalah seluruh karyawan yang bekerja pada Home Industri My Bakery yang berjumlah 21 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kepemimpinan dan motivasii yang signifikan terhadap kepuasan kerja pada Home Industri My Bakery dengan signifikans dan variabel yang paling dominan mempengaruhi nilai perusahaan adalah variabel kepemimpinan dan motivasi.
Kata Kunci : Kepemimpinan, Motivasi, Kepuasan Kerja
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Home Industry MY BAKERY adalah industry rumahan yang bergerak di bidang bakery yang berlokasi di Jalan Tanjung Rawo No. 21 Bukit Lama Palembang yang sekaligus merupakan lokasi kegiatan produksi dan merupakan pengendalian kegiatan operasional perusahaan. Karyawannya terdiri dari bagian keuangan, pemasaran, penjualan dan bagian sumber daya manusia. Karyawan yang bekerja sebagian besar adalah karyawan manajerial yang memiliki fungsi strategis dan penting. Oleh karena itu diperlukan karyawan yang memiliki kualifikasi yang tinggi yang mampu memberikan produktivitas yang tinggi bagi perusahaaan. Oleh karena itu kepuasan kerja karyawan menjadi salah satu bagian penting yang harus dikelola perusahaan. Sehingga dengan tercapainya kepuasan kerja pada karyawan diharapkan
karyawan memberikan kontribusi bagi perusahaaan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan menunjukan bentuk kepemimpinan yang dijalankan di Home Industy My Bakery didominasi dengan bentuk kepemimpinan direktif, yaitu dimana pemimpin menginstruksikan tugas dan pekerjaan yang harus dilakukan dikerjakan karyawan (Thoha, 2005: 86).
Dalam memberikan tugas-tugas kepada bawahannya, pemimpin menjelaskan apa saja yang harus dikerjakan, dan tanggung jawab yang dimiliki oleh karyawan dalam pelaksanaan tugasnya karyawan diminta untuk mengerjakan tugas-tugas mereka sesuai instruksi yang diberikan oleh pimpinan.
melaksanakan pekerjaan yang diberikan padanya. Salah satu satu indikator untuk mengukur kepuasan kerja adalah melalui karyawan itu sendiri, bagaimana produktivitas yang dihasilkan karyawan
terhadap pekerjaan nya (luthans, 2006).
Data di bawah ini menunjukan adanya ketidak puasan kerja pada karyawan dapat dinilai dari absensi karyawan pada tabel berikut ini:
Tabel 1. Rekapitulasi Absensi Karyawan Home Industri MY BAKERY
2013-2015
BULAN 2013 2014 2015
Mangkir Sakit Izin Mangkir Sakit Izin Mangkir Sakit Izin
Januari 0 5 4 2 4 4 1 5 6
Februari 1 6 4 0 3 5 2 2 4
Maret 1 4 3 1 3 2 1 5 4
April 0 5 4 1 2 3 0 2 2
Mei 1 4 4 0 3 3 3 4 5
Juni 0 6 6 1 4 5 0 1 4
Jully 0 7 4 0 5 3 2 4 3
Agustus 1 3 4 0 2 4 1 4 3
September 0 3 5 1 2 4 0 2 4
Oktober 0 3 4 0 4 2 0 5 3
Nopember 0 2 3 1 2 2 1 1 2
Desember 1 1 5 1 1 4 3 3 2
Jumlah 5 49 50 8 35 41 14 38 42
Sumber : Home Industri MY BAKERY (2015)
Pada tabel 1. kehadiran karyawan dari tahun 2013-2015 dapat dilihat bahwa jumlah kemangkiran fluktuatif yang cendrung mengalami peningkatan yang relatif kecil. Kondisi tersebut dapat dijadikan salah satu indikator bahwa karyawan memiliki kepuasan yang rendah terhada pekerjaannya. Sebagaimana diungkapkan oleh (Robbins, 2005:96)
bahwa terdapat hubungan yang secara konsisten negatif antara kepuasan kerja dan kemangkiran, yang berarti jumlah kemangkiran yang rendah mengidentifikasikan kepuasan kerja. Data lain untuk menunjukkan adanya ketidakpuasan kerja pada karyawan dapat dinilai dari daftar gaji berikut ini :
Tabel 2.
Daftar Gaji Karyawan Home Industri MY BAKERY
NO Nama karyawan Gaji / bulan Keterangan
1 Sri Nurhayati Rp 1.800.000 Admin 1
2 Winarni Rp 1.700.000 Admin 2
3 Iswanto Rp 2.100.000 Driver
4 M .Bobby Cahyadi Rp 1.500.000 Salles
5 Sri Suningsih Rp 1.350.000 Kasir
6 Soimah Rp 1.800.000 Produksi 1
7 Septi Rp 1.500.000 Produksi 2
8 Hayati Rp 1.500.000 Produksi 2
9 Indah Rp 1.500.000 Produksi 2
10 Pipit Rp 1.500.000 Produksi 2
11 Verawati Rp 1.350.000 Produksi 3
12 Rusdi Rp 1.500.000 Pemanggang
13 Herianto Rp 1.500.000 Pemanggang
14 Maryati Rp 1.350.000 Produksi 3
15 Mella Angraini Rp 1.350.000 Produksi 3
16 Desi Rp 900.000 Packing
17 Weny Rp 900.000 Packing
18 Fatmiyati Rp 900.000 Packing
19 Lusiana Rp 900.000 Packing
20 Asyifa Rp 900.000 Packing
21 Cempaka Rp 900.000 Packing
Sumber : Home Industri My Bakery
Pada tabel 2 di atas, terlihat ketidak seragaman gaji/upah yang diterima karyawan Home Idustry My Bakery setiap bulannya. Hal ini dipengaruhi oleh masa kerja dan posisi karyawan tersebut. Berdasarkan fenomena-fenomena yang terjadi di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Kepemimpina dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Pada Home Industri MY BAKERY Palembang
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut
a) Apakah kepemimpinan mempunyai pengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan pada home industri MY BAKERY ?
b) Apakah motivasi mempunyai pengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan pada home industri MY BAKERY?
c) Apakah kepemimpinan dan motivasi mempunyai pengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan pada home industri MY BAKERY?
1.3 Tujuaan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : a) Untuk mengetahui pengaruh
kepemimpinan terhadap kepuasan kerja karyawan pada home industri MY BAKERY
b) Untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada home industri MY BAKERY
c) Untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan dan motivasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada home industri MY BAKERY
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah proses mepengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi, prilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mepengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya (Rivai,2006:108). Sedangkan
(Robbins 2005:102) mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah sebagai kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok ke arah tercapai nya tujuan, melakukan kehendak pemimpin meskipun secara pribadi hal itu mungkin tidak disenangi.
telah ditetapkan kelompok atau organisasi dapat tercapai.
2.2 Fungsi Kepemimpinan
Keberhasilan pengelolaan suatu organisasi ditentukan oleh keberhasilan pendayagunaan sumber daya manusia. Keberhasilan tersebut sangat dipengaruhi oleh adanya pemimpin yang dapat mengelola sumber daya manusia yang ada dalam organisasi. Oleh sebab itu, seorang pemimpin hendaknya mengetahui dan melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pemimpin dengan baik.
Siagian (2008:110), mengungkapkan fungsi kepemimpinan yang bersifat hakiki; antara lain:
a) Pemimpin selaku penentu arah jalan usaha pencapaian tujuan
b) Pemimpin selaku wakil dari juru bicara organisasi dalam hubungan dengan pihak-pihak di luar organisasi.
c) Pimpinan selaku komunikator yang efektif.
d) Pimpinan selaku mediator yang andal, khususnya dalam hubungan ke dalam, terutama dalam menangani situasi konflik.
e) Pimpinan selaku integrator yang efektif, rasional, objektif, dan netral.
2.3 Jenis-Jenis Kepemimpin
Menurut House dalam Thoha (2013:103) ada tiga bentuk kepemimpinan yang dapat digunakan pemimpin, yaitu: a. Kepemimpinan Direktif Kepemimpnan
yang tidak mengharapkan partisipasi dari bawahan. Bawahan dituntut untuk mengerjakan perintah sesuai instruksi dan pengarahan yang diberikan
b. Kepemimpinan yang Mendukung
(Suportif Leadership) Pemimpin mempunyai kesediaan menjelaskan sendiri, bersahabat, mudah didekati, dan mempunyai perhatian kemanusiaan yang murni terhadap bawahannya. c. Kepemimpinan Partisipasif Pemimpin
berusaha meminta dan menggunakan
saran-saran dari bawahannya. Karyawan dapat memberikan masukan dan ide-ide dalam pengambilan dan pelaksanaan keputusan. Pengambilan keputusan masih tetap berada pada pemimpin.
2.4 Motivasi
2.4.1 Pengertian Motivasi
Istilah Motivasi berasal dari kata latin “movere”yang berarti dorongan atau menggerakkan. Motif dapat dapat diartikan sebagai suatu perangsang keinginan (want) dan daya penggerak kemauan bekerja seseorang. Setiap motif mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai (Hasibuan, 2005:104). Flippo dalam Hasibuan (2005:78) menyatakan bahwa motivasi adalah suatu keahlian, dalam mengarahkan pegawai dan organisasi agar mau bekerja secara berhasil. Sehingga keinginan para pegawai dan tujuan organisasi sekaligus tercapai.
2.4.2. Fungsi Motivasi
Motivasi berfungsi sebagai pendorong. Dorongan yang menyebabkan seseorang berusaha mencapai tujuan. Dorongan itu pula yang menyebabkan seseorang itu berperilaku yang dapat mengendalikan dan memelihara kegiatan-kegiatan dan yang dapat menetapkan arah secara umum yang harus ditempuh orang tersebut (Thoha, 2005:108). Fungsi motivasi menurut Hasibuan (2005:112)
adalah sebagai berikut:
a. Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan.
b. Meningkatkan produktivitas kerja karyawan.
c. Mempertahankan kestabilan karyawan perusahaan.
d. Meningkatkan kedisiplinan karywan. e. Mengefektifkan pengadaan karyawan. f. Menciptakan suasana dan hubungan
kerja yang baik.
g. Meningkatkan loyalitas, kreativitas, dan partisipasi karyawan.
h. Meningkatkan tingkat kesejahteraan karyawan.
i. Mempertinggi rasa tanggung jawab karyawan terhadap tugas-tugasnya. j. Meningkatkan efesensi penggunaan
alat-alat dan bahan baku.
2.4.3 Metode-metode motivasi:
a. Motivasi langsung; adalah motivasi (materil dan nonmaterial) yang diberikan secara langsung kepada setiap individu karyawan untuk memenuhi kebutuhan serta kepuasannya. Jadi sifatnya khusus, seperti pujian, pengargaan, tunjangan hari raya, bonus, dan bintang jasa. b. Motivasi tak langsung; adalah motivasi
yang diberikan hanya merupakan fasilitas-fasilitas yang mendukung serta menunjang gairah kerja/kelancaran tugas sehingga para karyawan betah dan semangat melakukan pekerjaanya. Misalnya, ruang kerja yang nyaman, kursi dan meja kerja, suasana kerja. Motivasi tdak langsung besar pengaruhnya untuk merangsang semangat bekerja karyawan sehingga produktif.
2.4.4 Teori- Teori Motivasi
Teori-teori motivasi diklasifikasikan atas:
1. Teori Kepuasan(chontent theory) 2. Teori Motivasi Klasik ( Frederik
Winslow Taylor)
3. Teori Hierarki Kebutuhan ( Abraham Maslow)
4. Teori Motivasi Dua Faktor ( Frederick Hezberg)
5. Teori X dan teori Y ( Douglas Mc. Gregor)
6. Teori Motivasi Prestasi ( Mc. Clelland)
2.5 Kepuasan Kerja
2.5.1. Pengertian Kepuasan Kerja
Robbins (2005:98) menyatakan bahwa kepuasan kerja merujuk ke sikap
umum seorang indvidu terhadap pekerjaanya. Sedangkan locke dikutip
Luthans (2006:86) menyatakan bahwa kepuasan kerja merupakan suatu perasaan yang menyenangkan atau positif yang merupakan hasil penelitian atas pekerjaan atau pengalaman seseorang.
Pengertian kepuasan kerja yang diungkapkan Hasibuan (2005:112) adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaan yang dicerminkan oleh moral kerja, kedisiplinan, dan prestasi kerja. Kepuasan kerja itu sendiri dapat diartikan sebagai hasil kesimpulan yang didasarkan pada perbandingan mengenai apa yang secara nyata diterima oleh karyawan dari pekerjaannya dibandingkan dengan apa yang diharapkan, diinginkan, dipikirkan sebagai hal yang pantas atau berhak baginya
(Gomes, 2008:84).
Luthans (2006:98) menyatakan bahwa kepuasan kerja sangat tergantung kepada bagaimana persepsi individu seseorang dalam melaksanakan tugasnya di tempat kerja, sehingga bersifat subjektif bagi individu yang merasakannya.
2.5.2.Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja
Glison, Durick, dan Rousseau
dalam Pangabean (2008:68)
mengemukakan bahwa faktor-faktor penentu kepuasan kerja dikelompokkan ke dalam tiga kelompok, yaitu:
a. Karakteristik Pekerjaan b. Karakteristik Organisasi c. Karakteristik Individu
keuntungan bidang finansial, rekan kerja, dan kondisi kerja.
Berkaitan dengan faktor-faktor yang menimbulkan kepuasan kerja, Gliselli dan
Brown yang dikutip oleh As`ad (2005:92)
mengemukakan faktor-faktor: a. Kedudukan (posisi). b. Pangkat (golongan). c. Usia.
d. Jaminan finansial dan jaminan sosial. e. Mutu pengawasan.
2.5.3. Teori Kepuasan Kerja
Menurut Wexley dan Yulk dalam Yuli (2005;82) bahwa teori-teori tentang kepuasan kerja dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu :
1. Disperancy Theory(Teori Perbedaan). 2. Equity Theory (Teori Keseimbangan) 3. Two Faktor Theory (Teori Dua Faktor)
2.6. Kerangka Pemikiran
Gambar 1 Kerangka Pemikiran
Keterangan :
Variabel dependen = Kepuasan Kerja (Y) Variabel independen = Kepemimpinan (X1)
Motivasi (X2)
2.7. Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian (Sugiyono, 2008:232). Berdasarkan rumusan masalah dan kerangka pikir yang telah diuraikan diatas maka hipotesis dalam penelitian ini adalah
a. Variabel kepemimpinan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan di home industri My Bakery.
b. Variavel motivasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan home industri My Bakery.
c. Variabel kepemimpinan dan motivasi mempunyai pengaruh yang signifikan
trhadap kepuasaan kerja karyawan home industri My Bakery.
III. METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian ini adalah membahas dan menganalisis permasalahan dalam penelitian ini agar tidak menyimpang dari pemasalahan. Penelitian ini hanya membatasi masalah mengenai pengaruh kepemimpinan dan motivasi terhadap kepuasan kerja karyawan.
3.2 Rancangan Penelitian
Penelitian ini berjenis penelitian Analisis Kuantitatif (Menggunakan Kepemimpinan ( X1 )
Kepuasan Kerja ( Y )
Motivasi ( X2 )
angka- angka yang diperoleh dari hasil perhitungan dan penelitian) yang membahas ada tidak nya pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat, dalam hal ini variabel bebas (X1) adalah Kepemimpinan dan (X2) adalah Motivasi serta variabel terikatnya (Y) adalah Kepuasan Kerja.
3.3 Populasi dan Sampel a) Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteritas tertentu yang diterapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono,2008:115). Dimana populasi home industri My Bakery berjumlah 21 orang.
b) Sampel
Menurut Sugiyono (2008:115). Sampel adalah bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, maka penelitian tidak mungkin mempelajari semua yang ada, sehingga menggunakan sampel sebagai bahan penelitian. Pengambilan sampel berstrata merupakan teknik pengambilan sampel dimana populasi dikelompokan dalam strata tertentu kemudian diambil sampel secara random dengan proporsi yang seimbang sesuai dengan posisi dalam populasi. Jumlah sampel sama dengan jumlah populasi yaitu berjumlah 21 orang.
3.4. Teknik Analisis Data 3.4.1. Uji Instrumen a. Uji Validitas
Menurut Sugiyono (2008:445), instrumen yang valid berarti alat ukur yamg digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Teknik yang digunakan untuk mengukur validitas bulir pertanyaan kuisiner adalah correlasion product moment dari Karl Pearson
(Validitas is/content validity) dengan cara mengkorelasikan masing-masung item pertanyaan kuesioner dan totalnya, selanjutnya membandingkan r tabel dan r
hitung. Kriteria dalam menentukan validitas suatu kuesioner adalah sebagai berikut :
1) Jika r hitung> r tabel maka
pertanyaan itu valid.
2) Jika r hitung< r tabel maka
pertanyaan tersebut tidak valid.
b. Uji Realibilitas
Uji reliilitas dilakukan untuk mengukur tingkat konsistensi antara hasil pengamatan dengan instrumen atau alat ukur yang digunakan pada waktu yang berbrda. Ghozali dalam situmorang (2008: 112) menyatakan teknik yang digunakan untuk mengukur relialitas pengamatan adalah Cronbach Alpha dengan cara membandingkan nilai alpha dengan standarnya, dengan ketentuan :
1) Cronbach Alpha > 0,6 maka instrumen pengamatan dinyatakan reliabel
2) Cronbach Alpha < 0,6 maka instrumen pengamatan tidak reliabel
3.4.2. Analisi Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda adalah hubungan secara linier antara dua atau lebih variabel independen (X1 ,X2 ,...Xn) dengan variabel depenen (Y). Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dan dependen apakah masing-masing variabel independen berhubungan positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. Data yang digunakan biasanya berskala interval atau rasio.
Persamaan regresi linier berganda sebagai berikut
Keterangan
Y’ = variabel dependen (nilai yang di prediksi)
X1 danX2\ = variabel independen
a = konstanta (Y’ apabila X1, X2 .... Xn = 0)
b = koefisien regresi (nilai peniningkatan ataupun penurunan
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Profil Responden
Penelitian ini dilakukan terhadap karyawan home industry My Bakery dengan menggunakan teknik penganbilan
data melalui wawancara terstruktur berdasarkan kuesioner yang telah penyusun buat.
a. Nama Responden
Nama responden dalam penelitian ini sengaja dikosongkan oleh penyusun agar mendapatkan jawaban responden yang lebih akurat. Penyusun mengganti nama responden dengan kode nomor seperti 1, 2,3.. dst hingga kerasian jawaban responden lebih terjamin. b. Jenis kelamin
Jenis kelamin responden ditulis berdasarkan umur pada saat awancara pengisian kuesioner dilaksanakan . Hasil wawancara reponden berdasarkan tabel di bawah ini:
Tabel 3
Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin
Jenis kelamin Responden
Jumlah %
Laki-laki 4 19
Perempuan 17 81
Jumlah 21 100
Berdasarkan tabel 3 di atas adalah sebanyak 4 responden atau 19 % merupakan responden laki-laki dan 17 responden atau 81 % merupakan responden perempuan. Dari perhitungan responden di atas dapatlah kita katakan pegawai dari Home
Industry MY Bakery di dominasi oleh pegawai perempuan.
c. Usia
Usia responden ditulis berdasarkan umur pada saat awancara pengisian kuesioner dilaksanakan. Hasil wawancara reponden berdasarkan tabel di bawah ini:
Tabel 4
Karakteristik responden berdasarkan usia Kelompok umur Responden
Jumlah %
20 ≤ 30 tahun 21 100
31 ≤ 40 tahun - -
41 ≤ 49 tahun - -
≥50 tahun - -
Jumlah 21 100 %
Berdasarkan tabel 4 di atas adalah sebanyak 21 responden atau 100 % pegawai Home Industry MY Bakery merupakan kelompok umur ≤ 20-30 tahun.
d. Pendidikan
Pendidikan responden ditulis berdasarkan umur pada saat awancara pengisian kuesioner dilaksanakan. Hasil wawancara reponden berdasarkan tabel di bawah ini:
Tabel 5
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan
Kelompok Pendidikan Responden
Jumlah %
SMA 20 95
Diploma 1 5
Sarjana - -
Jumlah 21 100
Berdasarkan tabel 5 di atas adalah sebanyak 20 responden atau 95 % merupakan kelompok pendidikan SMA dan 1 responden atau 5 % merupakan kelompok pendidikan Diploma. Dari perhitungan responden di atas dapatlah kita katakan pegawai dari Home
Industry MY Bakery didominasi oleh pegawai yang berpendidikan SMA.
e. Lama bekerja
Lama bekerja responden ditulis berdasarkan umur pada saat awancara pengisian kuesioner dilaksanakan. hasil wawancara reponden berdasarkan tabel
di bawah ini:
Tabel 6
Karakteristik Responden Berdasarkan Lama bekerja
Lama Bekerja Responden
Jumlah %
≤.5 tahun 18 86
6≤10 tahun 3 14
10≤15 tahun - -
≤ 16 tahun - -
Jumlah 21 100
Berdasarkan tabel 4.4 diatas adalah sebanyak 18 responden atau 86 % karyawan Home Industry MY Bakery sudah bekerja selama ≤.5 tahun dan 3 responden atau 14 % karyawan Home
Industry MY Bakery sudah bekerja selama 6≤10 tahun.
Rekapitulasi jawaban responden a. Variabel Kepemimpinan ( X1)
Tabel 7
Penetapan keputusan langsung dari pimpinan
Pertanyaan Pegawai
Frekuensi %
Sangat Setuju 4 19
Setuju 12 57
Kurang Setuju 4 19
Tidak Setuju 1 5
Sangat Tidak Setuju - -
Jumlah 21 100
Berdasarkan tabel 7 di atas adalah sebanyak 4 responden atau 19 % menyatakansangat setuju, 4 responden atau 19 % mnyatakan kurang setuju dan 1 responden atau 5 % menyatakan tidak setuju, dan sisa hanya sebanyak 12 responden atau 57 % responden
menyatakan setuju. Dari perhitungan responden di atas dapatlah kita katakan bahwa sebagian besar karyawan Home Industry MY Bakery menyatakan setuju bahwa penetapan keputusan langung dari pimpinan.
Tabel 8
Penjelasan bagaimana cara mengerjakan tugas yang saya terima langsung dari pimpinan
Pertanyaan Pegawai
Frekuensi %
Sangat Setuju 3 14
Setuju 15 72
Kurang Setuju 3 14
Tidak Setuju - -
Sangat Tidak Setuju - -
Jumlah 21 100
Berdasarkan tabel 8 di atas adalah sebanyak 3 responden atau 14 % menyatakan sangat setuju dan 3 responden atau 14 % menyatakan kurang setuju. dan sisasanya sebanyak 15 responden atau 72 % responden menyatakan setuju. Dari perhitungan responden diatas dapatlah kita katakan
bahwa sebagian besar karyawan Home Industry MY Bakery menyatakan setuju bahwa Penjelasan bagaimana cara mengerjakan tugas yang saya terima langsung dari pimpinan
Tabel 9
Pimpinan selalu memberikan kesempatan kepada saya untuk mendiskusikan masalah-masalah yang muncul dalam pekerjaan
Pertanyaan Pegawai
Frekuensi %
Sangat Setuju 4 19
Setuju 7 33
Kurang Setuju 9 43
Tidak Setuju 1 5
Sangat Tidak Setuju - -
Jumlah 21 100
Berdasarkan tabel 9 di atas adalah sebanyak 4 responden atau 19 % menhyatakan sangat setuju, 9 responden atau 43 % menyatakan kurang setuju, 1 responden atau 5 % tidak setuju dan 7 responden atau 33% menyatakan setuju. Dari perhitungan
responden diatas dapatlah kita katakan bahwa sebagian besar responden kurag setuju bahwa Pimpinan selalu memberikan kesempatan kepada saya untuk mendiskusikan masalah-maslah yang muncul dalam pekerjaan.
Tabel 10
Pimpinan selalu memberikan perhatian kepada bawahannya yang sedang mengalami masalah
Pertanyaan Pegawai
Frekuensi %
Sangat Setuju 3 14
Setuju 10 48
Kurang Setuju 6 29
Tidak Setuju 2 9
Sangat Tidak Setuju - -
Jumlah 21 100
Berdasarkan tabel 10 di atas adalah sebanyak 3 responden atau 14 % menyatakan kurang setuju, 6 responden atau 29% menyatakan kurang setuju, 2 responden atau 9 % menyatakan tidak setuju dan 10 responden atau 48 % menyatakan setuju. Dari perhitungan responden diatas dapatlah kita katakan bahwa Pimpinan selalu memberikan
Tabel 11
Pimpinan mengarahkan dan menginstruksikan karyawan Untuk bekerja maksimal
Pertanyaan Pegawai
Frekuensi %
Sangat Setuju 6 28
Setuju 10 48
Kurang Setuju 4 19
Tidak Setuju 1 5
Sangat Tidak Setuju - -
Jumlah 21 100
Berdasarkan tabel 11 di atas adalah sebanyak 6 responden atau 28 % menyatakan sangat setuju,4 responden atau 19 % menyatakan kurang setuju, 1 responden atau 5 persen menyatakan tidak setuju dan 10 responden atau 48
% menyatakan setuju. Dari perhitungan responden diatas dapatlah kita katakan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa Pimpinan mengarahkan dan menginstruksikan karyawan untuk bekerja maksimal.
b. Variabel Motivasi (X2)
Tabel 12
Saya terdorong untuk bekerja dengan baik
Pertanyaan Pegawai
Frekuensi %
Sangat Setuju 2 9
Setuju 15 71
Kurang Setuju 1 5
Tidak Setuju 3 15
Sangat Tidak Setuju - -
Jumlah 21 100
Berdasarkan tabel 12 di atas adalah sebanyak 2responden atau 9 % menyatakan sangat setuju, 1 responden atau 5 % menyatakan kurang setuju, 3 responden atau 15 % menyatakan tidak setuju dan 15 responden atau 71 % menyatakan setuju. Dari perhitungan responden di atas dapatlah kita katakan
sebagian besar responden terdorong untuk bekerja dengan baik.
Tabel 13
responden merasa senang jika berhasil menyelesaikan suatu pekerjaan dengan baik
Pertanyaan Pegawai
Frekuensi %
Sangat Setuju 3 15
Setuju 12 57
Kurang Setuju 5 23
Tidak Setuju 1 5
Sangat Tidak Setuju - -
Jumlah 21 100
Berdasarkan tabel 13 di atas adalah sebanyak 3 responden atau 15 % menyatakan sangat setuju, 5 responden atau 23 % menyatakan kurang setuju, 1 responden atau 5 % dan 12 responden atau 57 % menyatakan setuju. Dari
perhitungan responden diatas dapatlah kita katakan bahwa sebagian besar responden merasa senang jika berhasil menyelesaikan suatu pekerjaan dengan baik.
Tabel 14
Saya merasa senang jika dapat membantu pekerjaan rekan saya
Pertanyaan Pegawai
Frekuensi %
Sangat Setuju 2 9
Setuju 9 44
Kurang Setuju 8 38
Tidak Setuju 2 9
Sangat Tidak Setuju - -
Jumlah 21 100
Tabel 15
Saya senang jika dapat pujian dari rekan saya
Pertanyaan Pegawai
Frekuensi %
Sangat Setuju 1 5
Setuju 9 44
Kurang Setuju 6 27
Tidak Setuju 4 19
Sangat Tidak Setuju 1 5
Jumlah 21 100
Berdasarkan tabel 15 di atas adalah sebanyak 1 responden atau 5 % menyatakan sangat setuju, 6 responden atau 27 % menyatakan kurang setuju, 4 responden atau 19 % menyatakan tidak setuju dan 9 responden atau 44 %
menyatakan setuju. Dari perhitungan responden di atas dapatlah kita katakan bahwa tidak seluruh responden menyatakan senang jika dapat pujian dari rekan sepekerjaan nya.
Tabel 16
Saya mampu bekerja sama dengan baik dengan teman sepekerjaan saya
Pertanyaan Pegawai
Frekuensi %
Sangat Setuju 3 14
Setuju 12 57
Kurang Setuju 4 19
Tidak Setuju 1 5
Sangat Tidak Setuju 1 5
Jumlah 21 100
Berdasarkan tabel 16 di atas adalah sebanyak 3 responden atau 14 % menyatakan saangat setuju, 4 responden atau 19 % menyatakan kurang setuju, 1 responden aytau 5 % menyatakan tidak setuju , 1 responden atau 5 % menyatakan sangat tidak setuju dan 12 responden atau 57 % menyatakan setuju. Dari perhitungan responden di atas dapatlah kita katakan bahwa sebagian besar responden mampu bekerja sama dengan baik dengan teman sepekerjaannya
c. Kepuasan kerja (Y)
Tabel 17
Saya merasa puas atas prestasi kerja atas tugas yang dibebankan kepada saya
Pertanyaan Pegawai
Frekuensi %
Sangat Setuju 2 9
Setuju 11 53
Kurang Setuju 5 24
Tidak Setuju 2 9
Sangat Tidak Setuju 1 5
Jumlah 21 100
Berdasarkan tabel 4.15 di atas adalah sebanyak 2 responden atau 9 % menyatakan sangat setuju, 5 responden atau 24 % menyatakan kurang setuju, 2 responden atau 9 % menyatakan tidak setuju, 1 responden atau 5 %
menyatakan sangat tidak setuju dan 11 responden atau 53 % menyatakan setuju. Dari perhitungan responden di atas dapatlah kita katakan bahwa sebagian besar responden merasa puas atas prestasi kerja atas tugas yang dibebankan kepadanya.
Tabel 18
Saya merasa senang apabila dapat membantu pekerjan rekan sepekerjaan
Pertanyaan Pegawai
Frekuensi %
Sangat Setuju 3 14
Setuju 10 48
Kurang Setuju 6 29
Tidak Setuju 2 9
Sangat Tidak Setuju - -
Jumlah 21 100
Berdasarkan tabel 18 di atas adalah sebanyak 3 responden atau 14 % menyatakan sangat setuju, 6 responden atau 29 % menyatakan kurang setuju, 2 responden atau 9 % menyatakan tidak setuju dan 10 responden atau 48 % menyatakan setuju. Dari perhitungan responden diatas dapatlah kita katakan bahwa responden merasa senang apabila dapat membantu pekerjan rekan sepekerjaannya.
Tabel 19
Saya sangat bangga apabila atasan dapat menghargai hasil pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan waktu yang telah ditentukan
Pertanyaan Pegawai
Frekuensi %
Sangat Setuju 2 9
Setuju 11 53
Kurang Setuju 5 24
Tidak Setuju 3 14
Sangat Tidak Setuju - -
Jumlah 21 100
Berdasarkan tabel 19 di atas adalah sebanyak 2 responden atau 9 % menyatakan sangat setuju, 5 responden atau 24 % menyatakan kurang setuju, 3 responden atau 14 % menyatakan tidak setuju dan 11 responden atau 53 % menyatakan setuju. Dari perhitungan
responden di atas dapatlah kita katakan bahwa sebagian besar responden bangga apabila atasan dapat menghargai hasil pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan waktu yang telah ditentukan.
Tabel 20
Saya akan tersanjung mendapat pujian atas prestasi kerja
Pertanyaan Pegawai
Frekuensi %
Sangat Setuju - -
Setuju 12 57
Kurang Setuju 8 38
Tidak Setuju 1 5
Sangat Tidak Setuju - -
Jumlah 21 100
Berdasarkan tabel 20 di atas adalah sebanyak 8 responden atau 38 % menyatakan kurang setuju, 1 responden atau 5 % menyatakan tidak setuju dan 12 responden atau 57 % menyatakan setuju. Dari perhitungan responden di atas dapatlah kita katakan bahwa sebagian besar responden merasa tersanjung mendapat pujian atas prestasi kerjanya.
Tabel 21
Saya akan merasa puas apabila pekerjaan yang dapat diselesaikan tepat waktu
Pertanyaan Pegawai
Frekuensi %
Sangat Setuju 2 9
Setuju 12 57
Kurang Setuju 2 9
Tidak Setuju 5 25
Sangat Tidak Setuju - -
Jumlah 21 100
Berdasarkan tabel 21 di atas adalah sebanyak 2 responden atau 9 % menyatakan sangat setuju, 2 responden atau 9% menyatakan kurang setuju, 5 responden atau 25 % menyatakan kurang setuju dan 12 responden atau 57 % menyatakan setuju. Dari perhitungan responden di atas dapatlah kita katakan bahwa sebagian besar responden akan merasa puas apabila pekerjaan yang dapat diselesaikan tepat waktu.
4.2.2 Uji Statistik 4.2.2.1. Uji Instrumen a. Validasi Data
Menurut Sugiyono (2008:445), instrumen yang valid berarti alat ukur
yamg digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Teknik yang digunakan untuk mengukur validitas bulir pertanyaan kuisiner adalah correlasion product moment dari Karl Pearson
(Validitas isi/content validity) dengan cara mengkorelasikan masing-masung item pertanyaan kuesioner dan totalnya, selanjutnya membandingkan r tabel dan r
hitung. Pengujian validitas dari penelitian ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi sofware SPSS Ver 22,0, jika total
(corrected item total corelation ) = 0,30 jadi apabila r positif > 0,30 maka item valid, sedangkan r negative < 0,3, maka tidak valid. Berikut dapat dilihat validasi data variabel bebas Kepemimpinan (X1), Motivasi (X2) dan Kepuasan kerja (Y)
Tabel 22 Hasil Uji Validitas
Variabel Butir Pertanyaan Corrected item total correlation Status
Kepemimpinan (X1)
Butir 1 0,461 Valid
Butir 2 0,725 Valid
Butir 3 0,900 Valid
Butir 4 0,588 Valid
Butir 5 0,659 Valid
Motivasi (X2)
Butir 1 0,685 Valid
Butir 2 0,575 Valid
Butir 4 0,619 Valid
Butir 5 0,666 Valid
Kepuasan kerja (Y)
Butir 1 0,619 Valid
Butir 2 0,702 Valid
Butir 3 0,572 Valid
Butir 4 0,668 Valid
Butir 5 0,739 Valid
Sumber : Data diolah 2016
Pada tabel di atas yang menunjukan validasi data penelitian pada variabel bebas dan terikat dapat hasil sebagai berikut :
a. Pada variabel Kepemimpinan(X1) bahwa seluruh item dari (5 butir)dinyatakan valid karena
Corrected item total correlation
menunjukan lebih besar dari > 0,30 b. Pada variabel Motivasi(X2) bahwa
seluruh item dari (5 butir) dinyatakan valid karena Corrected item total correlation menunjukan lebih besar dari > 0,30
c. Sedangkan pada variabel Kepuasan kerja (Y) bahwa seluruh item dari (5 butir) dinyatakan valid karena
Corrected item total correlation
menunjukan lebih besar dari > 0,30
b. Reabilitas
Uji reabilitas dilakukan untuk mengukur tingkat konsistensi antara hasil pengamatan dengan instrumen atau alat ukur yang digunakan pada waktu yang berbeda. Ghozali dalam situmorang (2008: 112) menyatakan teknik yang digunakan untuk mengukur relialitas pengamatan adalah Cronbach Alpha dengan cara membandingkan nilai alpha dengan standarnya, dengan ketentuan : 1.Cronbach Alpha > 0,6 maka instrumen pengamatan dinyatakan reliabel
2.Cronbach Alpha < 0,6 maka instrumen pengamatan tidak reliable
a. Reabilitas Variabel Kepemimpinan (X1)
Hasil perhitungan nilai reliabilitas Cronbach Alpa untuk variabel kepemimpinan dengan bantuan SPSS 22,0 adalahsebesar 0,843. Artinya dari 5 item pernyataan yang dijadikan sebagai indikator pada variabel Kepemimpinan(X1) sudah reliabel. b. Reabilitas Motivasi (X2)
Hasil perhitungan nilai reliabilitas Cronbach Alpa untuk variabel Motivasi dengan bantuan SPSS 22,0 adalah sebesar 0,833. Artinya dari 5 item pernyataan yang dijadikan sebagai indikator pada variabel Motivasi(X2) sudah reliabel.
c. Reabilitas Kepuasan kerja (Y)
Hasil perhitungan nilai reliabilitas Cronbach Alpa untuk variabel Kepuasan kerjadengan bantuan SPSS 22,0 adalahsebesar 0,842. Artinya dari 5 item pernyataan yang dijadikan sebagai indikator pada variabel Kepuasan kerja (Y) sudah reliabel.
Hasil uji reabilitas secara lebih terperinci dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 23 Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Alfha Cronbach ( 𝜶 ) Status
Kepemimpin 0,843 Reliabilitas
Motivasi 0,833 Reliabilitas
Kepuasan Kerja 0,842 Reliabilitas
4.2.2.2. Analisis Deskriptif Statistik a. Koefisien Diterminasi
Tabel 24 Ringkasan Model Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 ,812a ,659 ,089 3,54803
a. Predictors: (Constant), MOTIVASI, KEPMI Sumber : hasil olah data SPSS V 22,0
Koefissien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah nol atau satu. Nilai R2 = yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas.
a. R dalam analisis regresi berganda menunjukan korelasi yaitu antara dua variabel independent terhadap satu variabel dependent. Angka R didapat 0, artinya korelasi antara variabel kepemimpinan dan motivasi sebesar 0,812 hal ini berarti terjadi hubungan yang kuat karena nilainya mendekati 1. b. R Square (R2) yaitu menunjukan nilai koefisien determinasi. Angka ini akan di ubah ke bentuk persen yang artinya persentase sumbangan pengauh variabel dependent. Nilai R2sebesar 0,569 artinya sumbangan kepemimpinan dan motivasi terhadap kepuasan kerja sebesar 56,1 % sedangkan sisanya dipengaruhi oleh
variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
b. Uji Rgresi Berganda
Tabel 25
Koefisien RegresiCoefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 10,826 5,932 7,668 ,000
KEPMI ,359 ,267 ,144 4,598 ,000
MOTIVASI ,260 ,242 ,060 3,248 ,001
a. Dependent Variable: KEPUASAN
Sumber : hasil olah data SPSS V 22,0
Tabel 25 dapat dijelaskan, kolom B menunjukan nilai-nilai koefisien regresi untuk konstanta dan masing-masing variabel bebas (X1dan X2) kolom (std. Error) menunjukan nilai kesalahan baku untuk parameter kefisien regresi, kolom (beta) menunjukan besarnya koefisien regresi yang dibakukan atau menunjukan koefsien jalur, kolom (t) menunjukan nilai t-hitung untuk masing-masing parameter koefisien kolom (sig) menunjukan besarnya peluang kesalahan yang terjadi.
Y’ = a + b 1 X1 + b2 X 2
Memperhatikan persamaan regresi linier berganda tersebut,diketahui nilai koefisien regresi dari masing-masing variabel bebas yang menunjukkan besarnya nilai yang disumbangkan oleh masing-masing variabel bebas terhadap variabel tidak bebasnya dengan asumsi variabel bebas lainnya dianggap konstan. Nilai koefisien yang mempunyai tanda positif berarti jika variabel bebas meningkat atau ditingkatkan, maka akan mendorong meningkatnya nilai dari variabel tidak bebas, demikian pula sebaliknya. Penjelasan secara rinci dari
masing-masing variabel adalah sebagai berikut:
a. Angka konstanta dari unstandardized coefficient yang dalam penelitian ini sebesar 5,038 angka ini berupa angka konstanta yang mempunyai arti : jika variabel disiplin kerja dan komunikasi 0,maka jumlah kinerja sebesar 5,038
b. Angka koefisien regresi X1 sebesar 0,127. Angka tersebut mempunyai arti bahwa setiap penambahan 1% disiplin maka kinerja akan meningkat sebesar 0,127%
c. Angka koefisien regresi X2 sebesar 0645. Angka tersebut mempunyai arti bahwa setiap penambahan 1% komunikasi, maka kinerja akan meningkat sebesar 0,645% signifikan secara individu (parsial) terhadap kepuasan kerja (Y). Dalam hal ini untuk mengetahui apakah scara parsial variabel komitmen dan disiplin kerja berpengaruh secara signifikan atau tidak terhadap kinerja. Pengujian menggunakan tingkat signifikan 0,05.
Tabel 26 Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized
Coefficients
T Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 10,826 5,932 7,668 ,000
KEPMI ,359 ,267 ,144 4,598 ,000
MOTIVASI ,260 ,242 ,060 3,248 ,001
a. Dependent Variable: KEPUASAN
Pengujian variabel kepemimpinan (b1) dengan hipotesis :
H0 = koefisien regresi (kepemimpinan) secara parsial tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja
H1 = koefisien regresi (kepemimpinan) msecara parsial berpengaruh terhadap kepuasan kerja
Berdasarkan hasil dari output t hitung diperoleh sebesar 2,843. Untuk mencari t tabel pada signifikan 0,05 dengan derajat kebebasan df = n-k-1 atau 100-2-1 = 97 maka diperoleh nilai untuk t tabel sebesar 1,984. Karena t hitung(2,843) > t tabel (1,984), maka H1 ditolak, H0 diterima, artinya bahwa kepemimpinan secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan kerja.
Pengujian variabel motivasi (b2) dengan hipotesis :
H0 = koefisien regresi (kepemimpinan) secara parsia
tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja.
H1 = koefien regresi (kepemimpinan) secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan kerja.
Berdasarkan hasil dari output t hitung diperoleh sebesar 4,116. Untuk mencari t tabel pada signifikan 00,5 dengan derajat kebebasan df = n-k-1 atau 100-2-1=97 maka diperoleh nilai untuk t tabel sebesar 1,984. Karena t hitung (4,116) > t tabel ( 1,984), maka H0 ditolak, H1 diterima, artinya bahwa motivasi secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan kerja.
d. Uji Secara Bersama-sama ( uji f ) Uji-F atau uji koefesien regresi secara bersama-sama digunakan untuk mengetahui apakah secara bersama-sama variabel dependen. Dalam hal ini untuk mengetahui apakah variabel kepemimpinan dan motivasi berpengaruh secara signifikan atau tidak terhadap kepuasan kerja. Pengujian menggunakan tingkat signifikan 0,05.
Tabel 27
ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1
Regression 4,645 2 2,323 7,185 ,000b
Residual 226,593 18 12,588
Total 231,238 20
a. Dependent Variable: KEPUASAN
H0: b1,b2 = 0, artinya secara bersama-sama tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas ( X1, X2) yaitu berupa koepemimpinan dan motivasi terhadap kepuasan kerja karyawan sebagai variabel terikat (Y). H1 : b1,b2 ≠ 0, artinya secara bersama-sama terhadap pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas (X1, X2) yaitu berupa kepemimpinan dan motivasi terhadap kepuasan kerja karyawan sebagai variabel terikat (Y)
Berdasarkan hasil dari output F hitung diperoleh sebesar 5,732. Untuk mencari F tabel pada signifikansi 0,05 dengan derajat kebebasan df = n-k-1 atau 100-2-1 = 97 maka diperoleh nilai untuk F tabel sebesar 3,087. Karena F hitung (5,732) > F tabel (3,087),maka H0 ditolak, H1 diterima, artinya bahwan kepemimpinan dan motivasi secara bersama-sama (simultan) berpengaruh terhadap kepuasan kerja.
V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan
a. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis 1 (dimana variabel kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan Home Industry My Bakery Palembang), ternyata hasil pengujian mendukung hipotesis sehingga hipotesis diterima. Dimana variabel kepemimpinan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja.
b. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis 2 (dimana variabel motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan Home Industry My Bakery Palembang) ternyata hasil pengujian mendukung hipotesis sehingga hipotesis diterima. Dimana variabel motivasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja.
c. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis 2 (dimana variabel kepemimpinan dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan Home Industry My Bakery Palembang) ternyata hasil pengujian mendukung hipotesis sehingga hipotesis diterima. Dimana variabel kepemimpinan dan motivasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan.
5.1 Saran
a. Agar tetap terjalin suatu komunikasi yang baik antara pimpinan dengan bawahan maka hendaknya perusahaan lebih banyak mengadakan koordinasi dan rapat guna memecahkan suatu permasalahan.
b. Pemberian motivasi kerja karyawan seharusnya di lakukan secara maksimal supaya karyawan dapat meningkatkan kemampuan kinerja karyawan untuk bekerja lebih baik lagi.
c. Dalam meningkatkan kepuasan kerja karyawan seharusnya perusahaaan memberikan penghargaan berupa insentif secara maksimal.
DAFTAR PUSTAKA
J. Supranto.2009.Metode Riset, Rineka Cipta, Jakarta.
J. Supranto. 2009. Statistik Teori dan Aplikasi, Edisi ketujuh, Penerbit Erlangga, Jakarta.
M. Iqbal Hasan. 2008. Pokok-pokok Materi Statistik 2 (Statistik Inferensif), Edisi kedua, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.
Malayu Sp Hasibuan. 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Revisi, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.
Riduan. 2003. Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian, Penerbit Alfabeta, Bandung.