• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHA (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHA (1)"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUASAN KERJA PADA HOME INDUSTRI MY BAKERY

Oleh

Januar Ida Wibowati

Dosen Tetap Fakutas Ekonomi Universitas Palembang Sur-el : [email protected]

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan dan motivasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada Home Industri. My Bakery Metode análisis data yang digunakan adalah kuantitatif, dengan sumber data menggunakan data primer dan data sekunder berupa wawancara secara langsung ke Home Industri My Bakery dan menggunakan beberapa literatur. Populasi adalah seluruh karyawan yang bekerja pada Home Industri My Bakery yang berjumlah 21 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kepemimpinan dan motivasii yang signifikan terhadap kepuasan kerja pada Home Industri My Bakery dengan signifikans dan variabel yang paling dominan mempengaruhi nilai perusahaan adalah variabel kepemimpinan dan motivasi.

Kata Kunci : Kepemimpinan, Motivasi, Kepuasan Kerja

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Home Industry MY BAKERY adalah industry rumahan yang bergerak di bidang bakery yang berlokasi di Jalan Tanjung Rawo No. 21 Bukit Lama Palembang yang sekaligus merupakan lokasi kegiatan produksi dan merupakan pengendalian kegiatan operasional perusahaan. Karyawannya terdiri dari bagian keuangan, pemasaran, penjualan dan bagian sumber daya manusia. Karyawan yang bekerja sebagian besar adalah karyawan manajerial yang memiliki fungsi strategis dan penting. Oleh karena itu diperlukan karyawan yang memiliki kualifikasi yang tinggi yang mampu memberikan produktivitas yang tinggi bagi perusahaaan. Oleh karena itu kepuasan kerja karyawan menjadi salah satu bagian penting yang harus dikelola perusahaan. Sehingga dengan tercapainya kepuasan kerja pada karyawan diharapkan

karyawan memberikan kontribusi bagi perusahaaan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan menunjukan bentuk kepemimpinan yang dijalankan di Home Industy My Bakery didominasi dengan bentuk kepemimpinan direktif, yaitu dimana pemimpin menginstruksikan tugas dan pekerjaan yang harus dilakukan dikerjakan karyawan (Thoha, 2005: 86).

Dalam memberikan tugas-tugas kepada bawahannya, pemimpin menjelaskan apa saja yang harus dikerjakan, dan tanggung jawab yang dimiliki oleh karyawan dalam pelaksanaan tugasnya karyawan diminta untuk mengerjakan tugas-tugas mereka sesuai instruksi yang diberikan oleh pimpinan.

(2)

melaksanakan pekerjaan yang diberikan padanya. Salah satu satu indikator untuk mengukur kepuasan kerja adalah melalui karyawan itu sendiri, bagaimana produktivitas yang dihasilkan karyawan

terhadap pekerjaan nya (luthans, 2006).

Data di bawah ini menunjukan adanya ketidak puasan kerja pada karyawan dapat dinilai dari absensi karyawan pada tabel berikut ini:

Tabel 1. Rekapitulasi Absensi Karyawan Home Industri MY BAKERY

2013-2015

BULAN 2013 2014 2015

Mangkir Sakit Izin Mangkir Sakit Izin Mangkir Sakit Izin

Januari 0 5 4 2 4 4 1 5 6

Februari 1 6 4 0 3 5 2 2 4

Maret 1 4 3 1 3 2 1 5 4

April 0 5 4 1 2 3 0 2 2

Mei 1 4 4 0 3 3 3 4 5

Juni 0 6 6 1 4 5 0 1 4

Jully 0 7 4 0 5 3 2 4 3

Agustus 1 3 4 0 2 4 1 4 3

September 0 3 5 1 2 4 0 2 4

Oktober 0 3 4 0 4 2 0 5 3

Nopember 0 2 3 1 2 2 1 1 2

Desember 1 1 5 1 1 4 3 3 2

Jumlah 5 49 50 8 35 41 14 38 42

Sumber : Home Industri MY BAKERY (2015)

Pada tabel 1. kehadiran karyawan dari tahun 2013-2015 dapat dilihat bahwa jumlah kemangkiran fluktuatif yang cendrung mengalami peningkatan yang relatif kecil. Kondisi tersebut dapat dijadikan salah satu indikator bahwa karyawan memiliki kepuasan yang rendah terhada pekerjaannya. Sebagaimana diungkapkan oleh (Robbins, 2005:96)

bahwa terdapat hubungan yang secara konsisten negatif antara kepuasan kerja dan kemangkiran, yang berarti jumlah kemangkiran yang rendah mengidentifikasikan kepuasan kerja. Data lain untuk menunjukkan adanya ketidakpuasan kerja pada karyawan dapat dinilai dari daftar gaji berikut ini :

Tabel 2.

Daftar Gaji Karyawan Home Industri MY BAKERY

NO Nama karyawan Gaji / bulan Keterangan

1 Sri Nurhayati Rp 1.800.000 Admin 1

2 Winarni Rp 1.700.000 Admin 2

3 Iswanto Rp 2.100.000 Driver

4 M .Bobby Cahyadi Rp 1.500.000 Salles

5 Sri Suningsih Rp 1.350.000 Kasir

6 Soimah Rp 1.800.000 Produksi 1

7 Septi Rp 1.500.000 Produksi 2

8 Hayati Rp 1.500.000 Produksi 2

9 Indah Rp 1.500.000 Produksi 2

(3)

10 Pipit Rp 1.500.000 Produksi 2

11 Verawati Rp 1.350.000 Produksi 3

12 Rusdi Rp 1.500.000 Pemanggang

13 Herianto Rp 1.500.000 Pemanggang

14 Maryati Rp 1.350.000 Produksi 3

15 Mella Angraini Rp 1.350.000 Produksi 3

16 Desi Rp 900.000 Packing

17 Weny Rp 900.000 Packing

18 Fatmiyati Rp 900.000 Packing

19 Lusiana Rp 900.000 Packing

20 Asyifa Rp 900.000 Packing

21 Cempaka Rp 900.000 Packing

Sumber : Home Industri My Bakery

Pada tabel 2 di atas, terlihat ketidak seragaman gaji/upah yang diterima karyawan Home Idustry My Bakery setiap bulannya. Hal ini dipengaruhi oleh masa kerja dan posisi karyawan tersebut. Berdasarkan fenomena-fenomena yang terjadi di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Kepemimpina dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Pada Home Industri MY BAKERY Palembang

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut

a) Apakah kepemimpinan mempunyai pengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan pada home industri MY BAKERY ?

b) Apakah motivasi mempunyai pengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan pada home industri MY BAKERY?

c) Apakah kepemimpinan dan motivasi mempunyai pengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan pada home industri MY BAKERY?

1.3 Tujuaan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : a) Untuk mengetahui pengaruh

kepemimpinan terhadap kepuasan kerja karyawan pada home industri MY BAKERY

b) Untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada home industri MY BAKERY

c) Untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan dan motivasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada home industri MY BAKERY

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah proses mepengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi, prilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mepengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya (Rivai,2006:108). Sedangkan

(Robbins 2005:102) mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah sebagai kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok ke arah tercapai nya tujuan, melakukan kehendak pemimpin meskipun secara pribadi hal itu mungkin tidak disenangi.

(4)

telah ditetapkan kelompok atau organisasi dapat tercapai.

2.2 Fungsi Kepemimpinan

Keberhasilan pengelolaan suatu organisasi ditentukan oleh keberhasilan pendayagunaan sumber daya manusia. Keberhasilan tersebut sangat dipengaruhi oleh adanya pemimpin yang dapat mengelola sumber daya manusia yang ada dalam organisasi. Oleh sebab itu, seorang pemimpin hendaknya mengetahui dan melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pemimpin dengan baik.

Siagian (2008:110), mengungkapkan fungsi kepemimpinan yang bersifat hakiki; antara lain:

a) Pemimpin selaku penentu arah jalan usaha pencapaian tujuan

b) Pemimpin selaku wakil dari juru bicara organisasi dalam hubungan dengan pihak-pihak di luar organisasi.

c) Pimpinan selaku komunikator yang efektif.

d) Pimpinan selaku mediator yang andal, khususnya dalam hubungan ke dalam, terutama dalam menangani situasi konflik.

e) Pimpinan selaku integrator yang efektif, rasional, objektif, dan netral.

2.3 Jenis-Jenis Kepemimpin

Menurut House dalam Thoha (2013:103) ada tiga bentuk kepemimpinan yang dapat digunakan pemimpin, yaitu: a. Kepemimpinan Direktif Kepemimpnan

yang tidak mengharapkan partisipasi dari bawahan. Bawahan dituntut untuk mengerjakan perintah sesuai instruksi dan pengarahan yang diberikan

b. Kepemimpinan yang Mendukung

(Suportif Leadership) Pemimpin mempunyai kesediaan menjelaskan sendiri, bersahabat, mudah didekati, dan mempunyai perhatian kemanusiaan yang murni terhadap bawahannya. c. Kepemimpinan Partisipasif Pemimpin

berusaha meminta dan menggunakan

saran-saran dari bawahannya. Karyawan dapat memberikan masukan dan ide-ide dalam pengambilan dan pelaksanaan keputusan. Pengambilan keputusan masih tetap berada pada pemimpin.

2.4 Motivasi

2.4.1 Pengertian Motivasi

Istilah Motivasi berasal dari kata latin “movere”yang berarti dorongan atau menggerakkan. Motif dapat dapat diartikan sebagai suatu perangsang keinginan (want) dan daya penggerak kemauan bekerja seseorang. Setiap motif mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai (Hasibuan, 2005:104). Flippo dalam Hasibuan (2005:78) menyatakan bahwa motivasi adalah suatu keahlian, dalam mengarahkan pegawai dan organisasi agar mau bekerja secara berhasil. Sehingga keinginan para pegawai dan tujuan organisasi sekaligus tercapai.

2.4.2. Fungsi Motivasi

Motivasi berfungsi sebagai pendorong. Dorongan yang menyebabkan seseorang berusaha mencapai tujuan. Dorongan itu pula yang menyebabkan seseorang itu berperilaku yang dapat mengendalikan dan memelihara kegiatan-kegiatan dan yang dapat menetapkan arah secara umum yang harus ditempuh orang tersebut (Thoha, 2005:108). Fungsi motivasi menurut Hasibuan (2005:112)

adalah sebagai berikut:

a. Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan.

b. Meningkatkan produktivitas kerja karyawan.

c. Mempertahankan kestabilan karyawan perusahaan.

d. Meningkatkan kedisiplinan karywan. e. Mengefektifkan pengadaan karyawan. f. Menciptakan suasana dan hubungan

kerja yang baik.

(5)

g. Meningkatkan loyalitas, kreativitas, dan partisipasi karyawan.

h. Meningkatkan tingkat kesejahteraan karyawan.

i. Mempertinggi rasa tanggung jawab karyawan terhadap tugas-tugasnya. j. Meningkatkan efesensi penggunaan

alat-alat dan bahan baku.

2.4.3 Metode-metode motivasi:

a. Motivasi langsung; adalah motivasi (materil dan nonmaterial) yang diberikan secara langsung kepada setiap individu karyawan untuk memenuhi kebutuhan serta kepuasannya. Jadi sifatnya khusus, seperti pujian, pengargaan, tunjangan hari raya, bonus, dan bintang jasa. b. Motivasi tak langsung; adalah motivasi

yang diberikan hanya merupakan fasilitas-fasilitas yang mendukung serta menunjang gairah kerja/kelancaran tugas sehingga para karyawan betah dan semangat melakukan pekerjaanya. Misalnya, ruang kerja yang nyaman, kursi dan meja kerja, suasana kerja. Motivasi tdak langsung besar pengaruhnya untuk merangsang semangat bekerja karyawan sehingga produktif.

2.4.4 Teori- Teori Motivasi

Teori-teori motivasi diklasifikasikan atas:

1. Teori Kepuasan(chontent theory) 2. Teori Motivasi Klasik ( Frederik

Winslow Taylor)

3. Teori Hierarki Kebutuhan ( Abraham Maslow)

4. Teori Motivasi Dua Faktor ( Frederick Hezberg)

5. Teori X dan teori Y ( Douglas Mc. Gregor)

6. Teori Motivasi Prestasi ( Mc. Clelland)

2.5 Kepuasan Kerja

2.5.1. Pengertian Kepuasan Kerja

Robbins (2005:98) menyatakan bahwa kepuasan kerja merujuk ke sikap

umum seorang indvidu terhadap pekerjaanya. Sedangkan locke dikutip

Luthans (2006:86) menyatakan bahwa kepuasan kerja merupakan suatu perasaan yang menyenangkan atau positif yang merupakan hasil penelitian atas pekerjaan atau pengalaman seseorang.

Pengertian kepuasan kerja yang diungkapkan Hasibuan (2005:112) adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaan yang dicerminkan oleh moral kerja, kedisiplinan, dan prestasi kerja. Kepuasan kerja itu sendiri dapat diartikan sebagai hasil kesimpulan yang didasarkan pada perbandingan mengenai apa yang secara nyata diterima oleh karyawan dari pekerjaannya dibandingkan dengan apa yang diharapkan, diinginkan, dipikirkan sebagai hal yang pantas atau berhak baginya

(Gomes, 2008:84).

Luthans (2006:98) menyatakan bahwa kepuasan kerja sangat tergantung kepada bagaimana persepsi individu seseorang dalam melaksanakan tugasnya di tempat kerja, sehingga bersifat subjektif bagi individu yang merasakannya.

2.5.2.Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja

Glison, Durick, dan Rousseau

dalam Pangabean (2008:68)

mengemukakan bahwa faktor-faktor penentu kepuasan kerja dikelompokkan ke dalam tiga kelompok, yaitu:

a. Karakteristik Pekerjaan b. Karakteristik Organisasi c. Karakteristik Individu

(6)

keuntungan bidang finansial, rekan kerja, dan kondisi kerja.

Berkaitan dengan faktor-faktor yang menimbulkan kepuasan kerja, Gliselli dan

Brown yang dikutip oleh As`ad (2005:92)

mengemukakan faktor-faktor: a. Kedudukan (posisi). b. Pangkat (golongan). c. Usia.

d. Jaminan finansial dan jaminan sosial. e. Mutu pengawasan.

2.5.3. Teori Kepuasan Kerja

Menurut Wexley dan Yulk dalam Yuli (2005;82) bahwa teori-teori tentang kepuasan kerja dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu :

1. Disperancy Theory(Teori Perbedaan). 2. Equity Theory (Teori Keseimbangan) 3. Two Faktor Theory (Teori Dua Faktor)

2.6. Kerangka Pemikiran

Gambar 1 Kerangka Pemikiran

Keterangan :

Variabel dependen = Kepuasan Kerja (Y) Variabel independen = Kepemimpinan (X1)

Motivasi (X2)

2.7. Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian (Sugiyono, 2008:232). Berdasarkan rumusan masalah dan kerangka pikir yang telah diuraikan diatas maka hipotesis dalam penelitian ini adalah

a. Variabel kepemimpinan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan di home industri My Bakery.

b. Variavel motivasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan home industri My Bakery.

c. Variabel kepemimpinan dan motivasi mempunyai pengaruh yang signifikan

trhadap kepuasaan kerja karyawan home industri My Bakery.

III. METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian ini adalah membahas dan menganalisis permasalahan dalam penelitian ini agar tidak menyimpang dari pemasalahan. Penelitian ini hanya membatasi masalah mengenai pengaruh kepemimpinan dan motivasi terhadap kepuasan kerja karyawan.

3.2 Rancangan Penelitian

Penelitian ini berjenis penelitian Analisis Kuantitatif (Menggunakan Kepemimpinan ( X1 )

Kepuasan Kerja ( Y )

Motivasi ( X2 )

(7)

angka- angka yang diperoleh dari hasil perhitungan dan penelitian) yang membahas ada tidak nya pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat, dalam hal ini variabel bebas (X1) adalah Kepemimpinan dan (X2) adalah Motivasi serta variabel terikatnya (Y) adalah Kepuasan Kerja.

3.3 Populasi dan Sampel a) Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteritas tertentu yang diterapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono,2008:115). Dimana populasi home industri My Bakery berjumlah 21 orang.

b) Sampel

Menurut Sugiyono (2008:115). Sampel adalah bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, maka penelitian tidak mungkin mempelajari semua yang ada, sehingga menggunakan sampel sebagai bahan penelitian. Pengambilan sampel berstrata merupakan teknik pengambilan sampel dimana populasi dikelompokan dalam strata tertentu kemudian diambil sampel secara random dengan proporsi yang seimbang sesuai dengan posisi dalam populasi. Jumlah sampel sama dengan jumlah populasi yaitu berjumlah 21 orang.

3.4. Teknik Analisis Data 3.4.1. Uji Instrumen a. Uji Validitas

Menurut Sugiyono (2008:445), instrumen yang valid berarti alat ukur yamg digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Teknik yang digunakan untuk mengukur validitas bulir pertanyaan kuisiner adalah correlasion product moment dari Karl Pearson

(Validitas is/content validity) dengan cara mengkorelasikan masing-masung item pertanyaan kuesioner dan totalnya, selanjutnya membandingkan r tabel dan r

hitung. Kriteria dalam menentukan validitas suatu kuesioner adalah sebagai berikut :

1) Jika r hitung> r tabel maka

pertanyaan itu valid.

2) Jika r hitung< r tabel maka

pertanyaan tersebut tidak valid.

b. Uji Realibilitas

Uji reliilitas dilakukan untuk mengukur tingkat konsistensi antara hasil pengamatan dengan instrumen atau alat ukur yang digunakan pada waktu yang berbrda. Ghozali dalam situmorang (2008: 112) menyatakan teknik yang digunakan untuk mengukur relialitas pengamatan adalah Cronbach Alpha dengan cara membandingkan nilai alpha dengan standarnya, dengan ketentuan :

1) Cronbach Alpha > 0,6 maka instrumen pengamatan dinyatakan reliabel

2) Cronbach Alpha < 0,6 maka instrumen pengamatan tidak reliabel

3.4.2. Analisi Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda adalah hubungan secara linier antara dua atau lebih variabel independen (X1 ,X2 ,...Xn) dengan variabel depenen (Y). Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dan dependen apakah masing-masing variabel independen berhubungan positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. Data yang digunakan biasanya berskala interval atau rasio.

Persamaan regresi linier berganda sebagai berikut

(8)

Keterangan

Y’ = variabel dependen (nilai yang di prediksi)

X1 danX2\ = variabel independen

a = konstanta (Y’ apabila X1, X2 .... Xn = 0)

b = koefisien regresi (nilai peniningkatan ataupun penurunan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Profil Responden

Penelitian ini dilakukan terhadap karyawan home industry My Bakery dengan menggunakan teknik penganbilan

data melalui wawancara terstruktur berdasarkan kuesioner yang telah penyusun buat.

a. Nama Responden

Nama responden dalam penelitian ini sengaja dikosongkan oleh penyusun agar mendapatkan jawaban responden yang lebih akurat. Penyusun mengganti nama responden dengan kode nomor seperti 1, 2,3.. dst hingga kerasian jawaban responden lebih terjamin. b. Jenis kelamin

Jenis kelamin responden ditulis berdasarkan umur pada saat awancara pengisian kuesioner dilaksanakan . Hasil wawancara reponden berdasarkan tabel di bawah ini:

Tabel 3

Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin

Jenis kelamin Responden

Jumlah %

Laki-laki 4 19

Perempuan 17 81

Jumlah 21 100

Berdasarkan tabel 3 di atas adalah sebanyak 4 responden atau 19 % merupakan responden laki-laki dan 17 responden atau 81 % merupakan responden perempuan. Dari perhitungan responden di atas dapatlah kita katakan pegawai dari Home

Industry MY Bakery di dominasi oleh pegawai perempuan.

c. Usia

Usia responden ditulis berdasarkan umur pada saat awancara pengisian kuesioner dilaksanakan. Hasil wawancara reponden berdasarkan tabel di bawah ini:

Tabel 4

Karakteristik responden berdasarkan usia Kelompok umur Responden

Jumlah %

20 ≤ 30 tahun 21 100

31 ≤ 40 tahun - -

41 ≤ 49 tahun - -

≥50 tahun - -

Jumlah 21 100 %

(9)

Berdasarkan tabel 4 di atas adalah sebanyak 21 responden atau 100 % pegawai Home Industry MY Bakery merupakan kelompok umur ≤ 20-30 tahun.

d. Pendidikan

Pendidikan responden ditulis berdasarkan umur pada saat awancara pengisian kuesioner dilaksanakan. Hasil wawancara reponden berdasarkan tabel di bawah ini:

Tabel 5

Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan

Kelompok Pendidikan Responden

Jumlah %

SMA 20 95

Diploma 1 5

Sarjana - -

Jumlah 21 100

Berdasarkan tabel 5 di atas adalah sebanyak 20 responden atau 95 % merupakan kelompok pendidikan SMA dan 1 responden atau 5 % merupakan kelompok pendidikan Diploma. Dari perhitungan responden di atas dapatlah kita katakan pegawai dari Home

Industry MY Bakery didominasi oleh pegawai yang berpendidikan SMA.

e. Lama bekerja

Lama bekerja responden ditulis berdasarkan umur pada saat awancara pengisian kuesioner dilaksanakan. hasil wawancara reponden berdasarkan tabel

di bawah ini:

Tabel 6

Karakteristik Responden Berdasarkan Lama bekerja

Lama Bekerja Responden

Jumlah %

≤.5 tahun 18 86

6≤10 tahun 3 14

10≤15 tahun - -

≤ 16 tahun - -

Jumlah 21 100

Berdasarkan tabel 4.4 diatas adalah sebanyak 18 responden atau 86 % karyawan Home Industry MY Bakery sudah bekerja selama ≤.5 tahun dan 3 responden atau 14 % karyawan Home

Industry MY Bakery sudah bekerja selama 6≤10 tahun.

(10)

Rekapitulasi jawaban responden a. Variabel Kepemimpinan ( X1)

Tabel 7

Penetapan keputusan langsung dari pimpinan

Pertanyaan Pegawai

Frekuensi %

Sangat Setuju 4 19

Setuju 12 57

Kurang Setuju 4 19

Tidak Setuju 1 5

Sangat Tidak Setuju - -

Jumlah 21 100

Berdasarkan tabel 7 di atas adalah sebanyak 4 responden atau 19 % menyatakansangat setuju, 4 responden atau 19 % mnyatakan kurang setuju dan 1 responden atau 5 % menyatakan tidak setuju, dan sisa hanya sebanyak 12 responden atau 57 % responden

menyatakan setuju. Dari perhitungan responden di atas dapatlah kita katakan bahwa sebagian besar karyawan Home Industry MY Bakery menyatakan setuju bahwa penetapan keputusan langung dari pimpinan.

Tabel 8

Penjelasan bagaimana cara mengerjakan tugas yang saya terima langsung dari pimpinan

Pertanyaan Pegawai

Frekuensi %

Sangat Setuju 3 14

Setuju 15 72

Kurang Setuju 3 14

Tidak Setuju - -

Sangat Tidak Setuju - -

Jumlah 21 100

Berdasarkan tabel 8 di atas adalah sebanyak 3 responden atau 14 % menyatakan sangat setuju dan 3 responden atau 14 % menyatakan kurang setuju. dan sisasanya sebanyak 15 responden atau 72 % responden menyatakan setuju. Dari perhitungan responden diatas dapatlah kita katakan

bahwa sebagian besar karyawan Home Industry MY Bakery menyatakan setuju bahwa Penjelasan bagaimana cara mengerjakan tugas yang saya terima langsung dari pimpinan

(11)

Tabel 9

Pimpinan selalu memberikan kesempatan kepada saya untuk mendiskusikan masalah-masalah yang muncul dalam pekerjaan

Pertanyaan Pegawai

Frekuensi %

Sangat Setuju 4 19

Setuju 7 33

Kurang Setuju 9 43

Tidak Setuju 1 5

Sangat Tidak Setuju - -

Jumlah 21 100

Berdasarkan tabel 9 di atas adalah sebanyak 4 responden atau 19 % menhyatakan sangat setuju, 9 responden atau 43 % menyatakan kurang setuju, 1 responden atau 5 % tidak setuju dan 7 responden atau 33% menyatakan setuju. Dari perhitungan

responden diatas dapatlah kita katakan bahwa sebagian besar responden kurag setuju bahwa Pimpinan selalu memberikan kesempatan kepada saya untuk mendiskusikan masalah-maslah yang muncul dalam pekerjaan.

Tabel 10

Pimpinan selalu memberikan perhatian kepada bawahannya yang sedang mengalami masalah

Pertanyaan Pegawai

Frekuensi %

Sangat Setuju 3 14

Setuju 10 48

Kurang Setuju 6 29

Tidak Setuju 2 9

Sangat Tidak Setuju - -

Jumlah 21 100

Berdasarkan tabel 10 di atas adalah sebanyak 3 responden atau 14 % menyatakan kurang setuju, 6 responden atau 29% menyatakan kurang setuju, 2 responden atau 9 % menyatakan tidak setuju dan 10 responden atau 48 % menyatakan setuju. Dari perhitungan responden diatas dapatlah kita katakan bahwa Pimpinan selalu memberikan

(12)

Tabel 11

Pimpinan mengarahkan dan menginstruksikan karyawan Untuk bekerja maksimal

Pertanyaan Pegawai

Frekuensi %

Sangat Setuju 6 28

Setuju 10 48

Kurang Setuju 4 19

Tidak Setuju 1 5

Sangat Tidak Setuju - -

Jumlah 21 100

Berdasarkan tabel 11 di atas adalah sebanyak 6 responden atau 28 % menyatakan sangat setuju,4 responden atau 19 % menyatakan kurang setuju, 1 responden atau 5 persen menyatakan tidak setuju dan 10 responden atau 48

% menyatakan setuju. Dari perhitungan responden diatas dapatlah kita katakan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa Pimpinan mengarahkan dan menginstruksikan karyawan untuk bekerja maksimal.

b. Variabel Motivasi (X2)

Tabel 12

Saya terdorong untuk bekerja dengan baik

Pertanyaan Pegawai

Frekuensi %

Sangat Setuju 2 9

Setuju 15 71

Kurang Setuju 1 5

Tidak Setuju 3 15

Sangat Tidak Setuju - -

Jumlah 21 100

Berdasarkan tabel 12 di atas adalah sebanyak 2responden atau 9 % menyatakan sangat setuju, 1 responden atau 5 % menyatakan kurang setuju, 3 responden atau 15 % menyatakan tidak setuju dan 15 responden atau 71 % menyatakan setuju. Dari perhitungan responden di atas dapatlah kita katakan

sebagian besar responden terdorong untuk bekerja dengan baik.

(13)

Tabel 13

responden merasa senang jika berhasil menyelesaikan suatu pekerjaan dengan baik

Pertanyaan Pegawai

Frekuensi %

Sangat Setuju 3 15

Setuju 12 57

Kurang Setuju 5 23

Tidak Setuju 1 5

Sangat Tidak Setuju - -

Jumlah 21 100

Berdasarkan tabel 13 di atas adalah sebanyak 3 responden atau 15 % menyatakan sangat setuju, 5 responden atau 23 % menyatakan kurang setuju, 1 responden atau 5 % dan 12 responden atau 57 % menyatakan setuju. Dari

perhitungan responden diatas dapatlah kita katakan bahwa sebagian besar responden merasa senang jika berhasil menyelesaikan suatu pekerjaan dengan baik.

Tabel 14

Saya merasa senang jika dapat membantu pekerjaan rekan saya

Pertanyaan Pegawai

Frekuensi %

Sangat Setuju 2 9

Setuju 9 44

Kurang Setuju 8 38

Tidak Setuju 2 9

Sangat Tidak Setuju - -

Jumlah 21 100

(14)

Tabel 15

Saya senang jika dapat pujian dari rekan saya

Pertanyaan Pegawai

Frekuensi %

Sangat Setuju 1 5

Setuju 9 44

Kurang Setuju 6 27

Tidak Setuju 4 19

Sangat Tidak Setuju 1 5

Jumlah 21 100

Berdasarkan tabel 15 di atas adalah sebanyak 1 responden atau 5 % menyatakan sangat setuju, 6 responden atau 27 % menyatakan kurang setuju, 4 responden atau 19 % menyatakan tidak setuju dan 9 responden atau 44 %

menyatakan setuju. Dari perhitungan responden di atas dapatlah kita katakan bahwa tidak seluruh responden menyatakan senang jika dapat pujian dari rekan sepekerjaan nya.

Tabel 16

Saya mampu bekerja sama dengan baik dengan teman sepekerjaan saya

Pertanyaan Pegawai

Frekuensi %

Sangat Setuju 3 14

Setuju 12 57

Kurang Setuju 4 19

Tidak Setuju 1 5

Sangat Tidak Setuju 1 5

Jumlah 21 100

Berdasarkan tabel 16 di atas adalah sebanyak 3 responden atau 14 % menyatakan saangat setuju, 4 responden atau 19 % menyatakan kurang setuju, 1 responden aytau 5 % menyatakan tidak setuju , 1 responden atau 5 % menyatakan sangat tidak setuju dan 12 responden atau 57 % menyatakan setuju. Dari perhitungan responden di atas dapatlah kita katakan bahwa sebagian besar responden mampu bekerja sama dengan baik dengan teman sepekerjaannya

(15)

c. Kepuasan kerja (Y)

Tabel 17

Saya merasa puas atas prestasi kerja atas tugas yang dibebankan kepada saya

Pertanyaan Pegawai

Frekuensi %

Sangat Setuju 2 9

Setuju 11 53

Kurang Setuju 5 24

Tidak Setuju 2 9

Sangat Tidak Setuju 1 5

Jumlah 21 100

Berdasarkan tabel 4.15 di atas adalah sebanyak 2 responden atau 9 % menyatakan sangat setuju, 5 responden atau 24 % menyatakan kurang setuju, 2 responden atau 9 % menyatakan tidak setuju, 1 responden atau 5 %

menyatakan sangat tidak setuju dan 11 responden atau 53 % menyatakan setuju. Dari perhitungan responden di atas dapatlah kita katakan bahwa sebagian besar responden merasa puas atas prestasi kerja atas tugas yang dibebankan kepadanya.

Tabel 18

Saya merasa senang apabila dapat membantu pekerjan rekan sepekerjaan

Pertanyaan Pegawai

Frekuensi %

Sangat Setuju 3 14

Setuju 10 48

Kurang Setuju 6 29

Tidak Setuju 2 9

Sangat Tidak Setuju - -

Jumlah 21 100

Berdasarkan tabel 18 di atas adalah sebanyak 3 responden atau 14 % menyatakan sangat setuju, 6 responden atau 29 % menyatakan kurang setuju, 2 responden atau 9 % menyatakan tidak setuju dan 10 responden atau 48 % menyatakan setuju. Dari perhitungan responden diatas dapatlah kita katakan bahwa responden merasa senang apabila dapat membantu pekerjan rekan sepekerjaannya.

(16)

Tabel 19

Saya sangat bangga apabila atasan dapat menghargai hasil pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan waktu yang telah ditentukan

Pertanyaan Pegawai

Frekuensi %

Sangat Setuju 2 9

Setuju 11 53

Kurang Setuju 5 24

Tidak Setuju 3 14

Sangat Tidak Setuju - -

Jumlah 21 100

Berdasarkan tabel 19 di atas adalah sebanyak 2 responden atau 9 % menyatakan sangat setuju, 5 responden atau 24 % menyatakan kurang setuju, 3 responden atau 14 % menyatakan tidak setuju dan 11 responden atau 53 % menyatakan setuju. Dari perhitungan

responden di atas dapatlah kita katakan bahwa sebagian besar responden bangga apabila atasan dapat menghargai hasil pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan waktu yang telah ditentukan.

Tabel 20

Saya akan tersanjung mendapat pujian atas prestasi kerja

Pertanyaan Pegawai

Frekuensi %

Sangat Setuju - -

Setuju 12 57

Kurang Setuju 8 38

Tidak Setuju 1 5

Sangat Tidak Setuju - -

Jumlah 21 100

Berdasarkan tabel 20 di atas adalah sebanyak 8 responden atau 38 % menyatakan kurang setuju, 1 responden atau 5 % menyatakan tidak setuju dan 12 responden atau 57 % menyatakan setuju. Dari perhitungan responden di atas dapatlah kita katakan bahwa sebagian besar responden merasa tersanjung mendapat pujian atas prestasi kerjanya.

(17)

Tabel 21

Saya akan merasa puas apabila pekerjaan yang dapat diselesaikan tepat waktu

Pertanyaan Pegawai

Frekuensi %

Sangat Setuju 2 9

Setuju 12 57

Kurang Setuju 2 9

Tidak Setuju 5 25

Sangat Tidak Setuju - -

Jumlah 21 100

Berdasarkan tabel 21 di atas adalah sebanyak 2 responden atau 9 % menyatakan sangat setuju, 2 responden atau 9% menyatakan kurang setuju, 5 responden atau 25 % menyatakan kurang setuju dan 12 responden atau 57 % menyatakan setuju. Dari perhitungan responden di atas dapatlah kita katakan bahwa sebagian besar responden akan merasa puas apabila pekerjaan yang dapat diselesaikan tepat waktu.

4.2.2 Uji Statistik 4.2.2.1. Uji Instrumen a. Validasi Data

Menurut Sugiyono (2008:445), instrumen yang valid berarti alat ukur

yamg digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Teknik yang digunakan untuk mengukur validitas bulir pertanyaan kuisiner adalah correlasion product moment dari Karl Pearson

(Validitas isi/content validity) dengan cara mengkorelasikan masing-masung item pertanyaan kuesioner dan totalnya, selanjutnya membandingkan r tabel dan r

hitung. Pengujian validitas dari penelitian ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi sofware SPSS Ver 22,0, jika total

(corrected item total corelation ) = 0,30 jadi apabila r positif > 0,30 maka item valid, sedangkan r negative < 0,3, maka tidak valid. Berikut dapat dilihat validasi data variabel bebas Kepemimpinan (X1), Motivasi (X2) dan Kepuasan kerja (Y)

Tabel 22 Hasil Uji Validitas

Variabel Butir Pertanyaan Corrected item total correlation Status

Kepemimpinan (X1)

Butir 1 0,461 Valid

Butir 2 0,725 Valid

Butir 3 0,900 Valid

Butir 4 0,588 Valid

Butir 5 0,659 Valid

Motivasi (X2)

Butir 1 0,685 Valid

Butir 2 0,575 Valid

(18)

Butir 4 0,619 Valid

Butir 5 0,666 Valid

Kepuasan kerja (Y)

Butir 1 0,619 Valid

Butir 2 0,702 Valid

Butir 3 0,572 Valid

Butir 4 0,668 Valid

Butir 5 0,739 Valid

Sumber : Data diolah 2016

Pada tabel di atas yang menunjukan validasi data penelitian pada variabel bebas dan terikat dapat hasil sebagai berikut :

a. Pada variabel Kepemimpinan(X1) bahwa seluruh item dari (5 butir)dinyatakan valid karena

Corrected item total correlation

menunjukan lebih besar dari > 0,30 b. Pada variabel Motivasi(X2) bahwa

seluruh item dari (5 butir) dinyatakan valid karena Corrected item total correlation menunjukan lebih besar dari > 0,30

c. Sedangkan pada variabel Kepuasan kerja (Y) bahwa seluruh item dari (5 butir) dinyatakan valid karena

Corrected item total correlation

menunjukan lebih besar dari > 0,30

b. Reabilitas

Uji reabilitas dilakukan untuk mengukur tingkat konsistensi antara hasil pengamatan dengan instrumen atau alat ukur yang digunakan pada waktu yang berbeda. Ghozali dalam situmorang (2008: 112) menyatakan teknik yang digunakan untuk mengukur relialitas pengamatan adalah Cronbach Alpha dengan cara membandingkan nilai alpha dengan standarnya, dengan ketentuan : 1.Cronbach Alpha > 0,6 maka instrumen pengamatan dinyatakan reliabel

2.Cronbach Alpha < 0,6 maka instrumen pengamatan tidak reliable

a. Reabilitas Variabel Kepemimpinan (X1)

Hasil perhitungan nilai reliabilitas Cronbach Alpa untuk variabel kepemimpinan dengan bantuan SPSS 22,0 adalahsebesar 0,843. Artinya dari 5 item pernyataan yang dijadikan sebagai indikator pada variabel Kepemimpinan(X1) sudah reliabel. b. Reabilitas Motivasi (X2)

Hasil perhitungan nilai reliabilitas Cronbach Alpa untuk variabel Motivasi dengan bantuan SPSS 22,0 adalah sebesar 0,833. Artinya dari 5 item pernyataan yang dijadikan sebagai indikator pada variabel Motivasi(X2) sudah reliabel.

c. Reabilitas Kepuasan kerja (Y)

Hasil perhitungan nilai reliabilitas Cronbach Alpa untuk variabel Kepuasan kerjadengan bantuan SPSS 22,0 adalahsebesar 0,842. Artinya dari 5 item pernyataan yang dijadikan sebagai indikator pada variabel Kepuasan kerja (Y) sudah reliabel.

(19)

Hasil uji reabilitas secara lebih terperinci dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 23 Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Alfha Cronbach ( 𝜶 ) Status

Kepemimpin 0,843 Reliabilitas

Motivasi 0,833 Reliabilitas

Kepuasan Kerja 0,842 Reliabilitas

4.2.2.2. Analisis Deskriptif Statistik a. Koefisien Diterminasi

Tabel 24 Ringkasan Model Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 ,812a ,659 ,089 3,54803

a. Predictors: (Constant), MOTIVASI, KEPMI Sumber : hasil olah data SPSS V 22,0

Koefissien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah nol atau satu. Nilai R2 = yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas.

a. R dalam analisis regresi berganda menunjukan korelasi yaitu antara dua variabel independent terhadap satu variabel dependent. Angka R didapat 0, artinya korelasi antara variabel kepemimpinan dan motivasi sebesar 0,812 hal ini berarti terjadi hubungan yang kuat karena nilainya mendekati 1. b. R Square (R2) yaitu menunjukan nilai koefisien determinasi. Angka ini akan di ubah ke bentuk persen yang artinya persentase sumbangan pengauh variabel dependent. Nilai R2sebesar 0,569 artinya sumbangan kepemimpinan dan motivasi terhadap kepuasan kerja sebesar 56,1 % sedangkan sisanya dipengaruhi oleh

variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.

b. Uji Rgresi Berganda

(20)

Tabel 25

Koefisien RegresiCoefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) 10,826 5,932 7,668 ,000

KEPMI ,359 ,267 ,144 4,598 ,000

MOTIVASI ,260 ,242 ,060 3,248 ,001

a. Dependent Variable: KEPUASAN

Sumber : hasil olah data SPSS V 22,0

Tabel 25 dapat dijelaskan, kolom B menunjukan nilai-nilai koefisien regresi untuk konstanta dan masing-masing variabel bebas (X1dan X2) kolom (std. Error) menunjukan nilai kesalahan baku untuk parameter kefisien regresi, kolom (beta) menunjukan besarnya koefisien regresi yang dibakukan atau menunjukan koefsien jalur, kolom (t) menunjukan nilai t-hitung untuk masing-masing parameter koefisien kolom (sig) menunjukan besarnya peluang kesalahan yang terjadi.

Y’ = a + b 1 X1 + b2 X 2

Memperhatikan persamaan regresi linier berganda tersebut,diketahui nilai koefisien regresi dari masing-masing variabel bebas yang menunjukkan besarnya nilai yang disumbangkan oleh masing-masing variabel bebas terhadap variabel tidak bebasnya dengan asumsi variabel bebas lainnya dianggap konstan. Nilai koefisien yang mempunyai tanda positif berarti jika variabel bebas meningkat atau ditingkatkan, maka akan mendorong meningkatnya nilai dari variabel tidak bebas, demikian pula sebaliknya. Penjelasan secara rinci dari

masing-masing variabel adalah sebagai berikut:

a. Angka konstanta dari unstandardized coefficient yang dalam penelitian ini sebesar 5,038 angka ini berupa angka konstanta yang mempunyai arti : jika variabel disiplin kerja dan komunikasi 0,maka jumlah kinerja sebesar 5,038

b. Angka koefisien regresi X1 sebesar 0,127. Angka tersebut mempunyai arti bahwa setiap penambahan 1% disiplin maka kinerja akan meningkat sebesar 0,127%

c. Angka koefisien regresi X2 sebesar 0645. Angka tersebut mempunyai arti bahwa setiap penambahan 1% komunikasi, maka kinerja akan meningkat sebesar 0,645% signifikan secara individu (parsial) terhadap kepuasan kerja (Y). Dalam hal ini untuk mengetahui apakah scara parsial variabel komitmen dan disiplin kerja berpengaruh secara signifikan atau tidak terhadap kinerja. Pengujian menggunakan tingkat signifikan 0,05.

(21)

Tabel 26 Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized

Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) 10,826 5,932 7,668 ,000

KEPMI ,359 ,267 ,144 4,598 ,000

MOTIVASI ,260 ,242 ,060 3,248 ,001

a. Dependent Variable: KEPUASAN

Pengujian variabel kepemimpinan (b1) dengan hipotesis :

H0 = koefisien regresi (kepemimpinan) secara parsial tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja

H1 = koefisien regresi (kepemimpinan) msecara parsial berpengaruh terhadap kepuasan kerja

Berdasarkan hasil dari output t hitung diperoleh sebesar 2,843. Untuk mencari t tabel pada signifikan 0,05 dengan derajat kebebasan df = n-k-1 atau 100-2-1 = 97 maka diperoleh nilai untuk t tabel sebesar 1,984. Karena t hitung(2,843) > t tabel (1,984), maka H1 ditolak, H0 diterima, artinya bahwa kepemimpinan secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan kerja.

Pengujian variabel motivasi (b2) dengan hipotesis :

H0 = koefisien regresi (kepemimpinan) secara parsia

tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja.

H1 = koefien regresi (kepemimpinan) secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan kerja.

Berdasarkan hasil dari output t hitung diperoleh sebesar 4,116. Untuk mencari t tabel pada signifikan 00,5 dengan derajat kebebasan df = n-k-1 atau 100-2-1=97 maka diperoleh nilai untuk t tabel sebesar 1,984. Karena t hitung (4,116) > t tabel ( 1,984), maka H0 ditolak, H1 diterima, artinya bahwa motivasi secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan kerja.

d. Uji Secara Bersama-sama ( uji f ) Uji-F atau uji koefesien regresi secara bersama-sama digunakan untuk mengetahui apakah secara bersama-sama variabel dependen. Dalam hal ini untuk mengetahui apakah variabel kepemimpinan dan motivasi berpengaruh secara signifikan atau tidak terhadap kepuasan kerja. Pengujian menggunakan tingkat signifikan 0,05.

Tabel 27

ANOVAa

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1

Regression 4,645 2 2,323 7,185 ,000b

Residual 226,593 18 12,588

Total 231,238 20

a. Dependent Variable: KEPUASAN

(22)

H0: b1,b2 = 0, artinya secara bersama-sama tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas ( X1, X2) yaitu berupa koepemimpinan dan motivasi terhadap kepuasan kerja karyawan sebagai variabel terikat (Y). H1 : b1,b2 ≠ 0, artinya secara bersama-sama terhadap pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas (X1, X2) yaitu berupa kepemimpinan dan motivasi terhadap kepuasan kerja karyawan sebagai variabel terikat (Y)

Berdasarkan hasil dari output F hitung diperoleh sebesar 5,732. Untuk mencari F tabel pada signifikansi 0,05 dengan derajat kebebasan df = n-k-1 atau 100-2-1 = 97 maka diperoleh nilai untuk F tabel sebesar 3,087. Karena F hitung (5,732) > F tabel (3,087),maka H0 ditolak, H1 diterima, artinya bahwan kepemimpinan dan motivasi secara bersama-sama (simultan) berpengaruh terhadap kepuasan kerja.

V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

a. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis 1 (dimana variabel kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan Home Industry My Bakery Palembang), ternyata hasil pengujian mendukung hipotesis sehingga hipotesis diterima. Dimana variabel kepemimpinan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja.

b. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis 2 (dimana variabel motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan Home Industry My Bakery Palembang) ternyata hasil pengujian mendukung hipotesis sehingga hipotesis diterima. Dimana variabel motivasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja.

c. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis 2 (dimana variabel kepemimpinan dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan Home Industry My Bakery Palembang) ternyata hasil pengujian mendukung hipotesis sehingga hipotesis diterima. Dimana variabel kepemimpinan dan motivasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan.

5.1 Saran

a. Agar tetap terjalin suatu komunikasi yang baik antara pimpinan dengan bawahan maka hendaknya perusahaan lebih banyak mengadakan koordinasi dan rapat guna memecahkan suatu permasalahan.

b. Pemberian motivasi kerja karyawan seharusnya di lakukan secara maksimal supaya karyawan dapat meningkatkan kemampuan kinerja karyawan untuk bekerja lebih baik lagi.

c. Dalam meningkatkan kepuasan kerja karyawan seharusnya perusahaaan memberikan penghargaan berupa insentif secara maksimal.

DAFTAR PUSTAKA

J. Supranto.2009.Metode Riset, Rineka Cipta, Jakarta.

J. Supranto. 2009. Statistik Teori dan Aplikasi, Edisi ketujuh, Penerbit Erlangga, Jakarta.

M. Iqbal Hasan. 2008. Pokok-pokok Materi Statistik 2 (Statistik Inferensif), Edisi kedua, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.

Malayu Sp Hasibuan. 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Revisi, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.

(23)

Riduan. 2003. Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian, Penerbit Alfabeta, Bandung.

Gambar

Tabel 2. Daftar Gaji Karyawan
Tabel 3 Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin
Tabel 5
Tabel 7
+7

Referensi

Dokumen terkait

Seorang transgender yang memu-tuskan mempergunakan hak politiknya yaitu hak untuk dipilih maka dalam pelaksanaan hak tersebut tidak boleh terdapat perlakuan yang

Sama halnya, jika manajemen berharap dapat memasuki sejurnlah negara secara cepat, sumber daya dan waktu yang dibutuhkan untuk mendirikan anak perusahaan yang

Bedah eksisi dengan sayatan circumareolar lebih disukai pada tumor yang besar dan pasien berusia lebih dari 35 tahun untuk menghindari keganasan yang

Perbandingan Jumlah Kuman, ph dan Kadar Sisa Klor Sebelum dan Sesudah ada Pengguna pada Kolam Berdasarkan gambar 1 dan 2 dapat diketahui bahwa rata-rata jumlah

Johnson menjelaskan bagi perusahaan pelayaran di Indonesia, sulit menghitung kebutuhan kegiatan perbaikan kapal, sewa kapal dan jasa kepelabuhanan yang komprehensif dalam

Dalam proses laporan yang dijalankan oleh admin akan menghasilkan output berupa laporan registrasi kependudukan yang nantinya diberikan kepada kepala desa setempat;

Sampul depan skripsi berisi:(1) judul dicetak dengan HURUF KAPITAL SEMUA dan tidak boleh menggunakan singkatan, jika ada sub judul maka yang ditulis dengan huruf

Angandika wong kang ahlul supi, khakekate amaujud edat, iku rupane maklume, kang aneng ndalem ngelmu, ing tingale tekeng ing budi, de ngelmune tan ana, tan