• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENYOLDER DENGAN KUNINGAN DAN ATAU PERAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MENYOLDER DENGAN KUNINGAN DAN ATAU PERAK"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

(1)

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

BI DANG KEAHLI AN TEKNI K MESI N

PROGRAM KEAHLI AN TEKNI K LAS

MENYOLDER DENGAN KUNI NGAN

DAN ATAU PERAK

(2)

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

BI DANG KEAHLI AN TEKNI K MESI N

PROGRAM KEAHLI AN TEKNI K LAS

MENYOLDER DENGAN KUNI NGAN

DAN ATAU PERAK

PENYUSUN

TI M FAKULTAS TEKNI K

UNI VERSI TAS NEGERI YOGYAKARTA

BAGI AN PROYEK PENGEMBANGAN KURI KULUM

DI REKTORAT PENDI DI KAN MENENGAH KEJURUAN

DI REKTORAT JENDERAL PENDI DI KAN DASAR DAN MENENGAH

DEPARTEMEN PENDI DI KAN NASI ONAL

2004

(3)

KATA PENGATAR

Modul dengan judul

“Menyolder Dengan Kuningan Dan Atau

Perak ”

ini digunakan sebagai panduan pembelajaran yang telah

memenuhi standar kompetensi pada mata diklat Pekerjaan Las dan

Fabrikasi Logam di SMK jurusan Teknik Mesin.

Setelah menyelesaikan pembelajaran dengan menggunakan modul

ini diharapkan Peserta Diklat dapat menyolder dengan kuningan dan atau

perak. Modul ini mencakup 3 kegiatan belajar yaitu menyiapkan bahan

dan perlengkapan, mengoperasikan peralatan dan menyolder dengan

kuningan dan atau perak. Modul ini dilengkapi pula dengan tugas dan tes

formatif yang harus dikerjakan oleh Peserta Diklat sehingga Peserta Diklat

memiliki kompetensi sesuai standar yang diharapkan.

Demikianlah, penulis berharap agar modul ini dapat digunakan

untuk membantu proses pembelajaran khususnya pada mata diklat

Pekerjaan Las dan Fabrikasi Logam di SMK-SMK di seluruh I ndonesia.

Yogyakarta, Desember 2004 Penyusun,

(4)

DAFTAR I SI

Halaman SAMPUL ... I

HALAMAN FRANCI S... ii

KATA PENGANTAR... iii

DAFTAR I SI ... iv

PETA KEDUDUKAN MODUL... vi

GLOSSARI UM... viii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. DESKRI PSI... 1

B. PRASYARAT ... 1

C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL ... 1

1. Bagi Peserta Diklat ... 1

2. Peran Guru ... 2

D. TUJUAN AKHI R... 3

E. KOMPETENSI ... 4

F. CEK KEMAMPUAN ... 6

BAB I I PEMELAJARAN... 7

A. RENCANA BELAJAR PESERTA DI KLAT ... 7

B. KEGI ATAN BELAJAR... 8

1. Kegiatan Belajar 1 Menyiapkan Bahan Dan Perlengkapan ... 8

a. Tujuan Kegiatan ... 8

b. Uraian Materi ... 8

c. Rangkuman ... 26

d. Tugas... 26

(5)

f. Kunci Jawaban Tes Formatif ... 27

g. Lembar kerja... 28

2. Kegiatan Belajar 2 Menyolder Dengan Kuninan Dan Atau Perak . 29 a. Tujuan Kegiatan ... 29

b. Uraian Materi ... 29

c. Rangkuman ... 33

d. Tugas... 33

e. Tes Formatif... 33

f. Kunci Jawaban Tes Formatif ... 34

g. Lembar ker j a... 35

BAB I I I EVALUASI... 36

A. PERTANYAAN... 36

B. KUNCI JAWABAN... 36

C. KRI TERI A KELULUSAN ... 37

BAB I V PENUTUP... 38

(6)

M9.2A

M5.7A

M18.1A

M9.1A

M5.21A

M5.15A

M5.17A

M5.19A

M5.

16A

M5.

18A

M5.

20A

M5.

22A

M5.

6A

PETA KEDUDUKAN MODUL

Diagram ini menunjukan tahapan atau tata urutan kompetensi yang

diajarkan dan dilatihkan kepada peserta didik dalam kurun waktu yang

dibutuhkan serta kemungkinan multi exit-multi entry yang dapat

(7)

Keterangan:

M9.1A Menggambar dan Membaca Sketsa M18.1A Menggunakan Perkakas Tangan M9.2A Membaca Gambar Teknik

M5.15A Mengelas dengan proses las busur metal manual M5.21A Mengelas dengan proses las oksiasetilena

M5.7A Memotong dengan panas dan gouging secara manual. M5.17A Mengelas dengan proses las gas metal

M5.19A Mengelas dengan proses las tungst en

M5.6A Menyolder dengan kuningan dan atau perak

M5.22A Mengelas tingkat lanjut dengan proses las oksi-asetilena M5.16A Mengelas tingkat lanjut dengan proses las busur metal

manual

(8)

GLOSSARI UM

Brazing : menyolder

Fluks : bahan pelumer atau pembersih

Adhesi : gaya t ar ik-m enarik ant ara solder dengan

(9)

BAB I

PENDAHULUAN

A.

DESKRI PSI JUDUL

Menyolder adalah cara penyam bungan bahan logam m elalui

proses pem anasan dengan bahan pengisi at au perekat (solder), yang

mem punyai t it ik lebur di baw ah t it ik lebur bahan dasar yang akan

disam bungkan ( dilekat kan) . Bah an dasar yang disam bungkan pada

proses ini t idak ikut m elebur, sam bungan t erj adi hanya akibat

perekat an bahan solder pada bidang penyolderan. Setelah

menyelesaikan modul ini, diharapkan Peserta Diklat memiliki keterampilan

menyolder dengan kuningan dan atau perak.

B.

PRASYARAT

Kemampuan awal Peserta Diklat sebelum mempelajari modul

“Menyolder Dengan Kuningan Dan Atau Perak” yaitu peserta diklat telah

memahami prosedur mengelas.

C.

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

1.

Petunjuk penggunaan modul bagi Peserta Diklat :

a. Peserta Diklat harus menyelesaikan modul-modul yang menjadi

prasarat pemelajaran modul ini.

b. Lakukan kegiatan pemelajaran secara berurutan dari kegiatan

(10)

e. Persiapkan alat dan bahan yang digunakan antara lain: alat-alat

utama las oksiasetilin, kawat las, klem (penjepit), palu besi, dan

tang penjepit.

f. Lakukan setiap kegiatan dengan teliti dan hati-hati.

g. Hasil akhir dari seluruh kegiatan belajar dalam modul ini adalah

sambungan tumpang dan sambungan fillet.

h. Prosedur sertifikasi

?

I jazah

Mengacu pada undang-undang Sist im Pendidikan Nasional,

SMK yang telah diakreditasi diberi wewenang

menyelenggarakan ujian dan memberikan ijazah yang

diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional kepada

Peserta Diklat yang dinyatakan lulus ujian sebagai

pengakuan terhadap penyelesaian pada jenjang pendidikan

SMK dan atau prestasi belajar Peserta Diklat.

?

Sertifikasi kompetensi

Sertifikasi kompetensi diberikan kepada Peserta Diklat yang

lulus uji kompetensi yang diselenggarakan oleh

SMK/ lembaga diklat yang terakreditasi sebagai

penyelenggara uji kompetensi.

2.

Peran Guru:

a. Membantu Peserta Diklat dalam merencanakan proses belajar

b. Membimbing Peserta Diklat melalui tugas-tugas pelatihan yang

dijelaskan dalam tahap belajar

c. Membantu Peserta Diklat dalam memahami konsep dan praktik

baru dalam menjawab pertanyaan Peserta Diklat mengenai

proses belajar Peserta Diklat

(11)

e. Merencanakan seorang ahli/ pendamping guru dari tempat kerja

untuk membantu jika diperlukan

f. Merencanakan proses penilaian dan menyiapkan perangkatnya

g. Melaksanakan penilaian

h. Menjelaskan kepada Peserta Diklat tentang sikap pengetahuan

dan keterampilan dari suatu kompetensi, yang perlu untuk

dibenahi dan merundingkan rencana pemelajaran selanjutnya.

i. Mencatat pencapaian kemajuan Peserta Diklat.

D.

TUJUAN AKHI R

Setelah menyelesaikan pemelajaran dengan modul ini, Peserta

Diklat diharapkan memiliki keterampilan mengoperasikan peralatan solder

(brazing) dan sambungan tumpang pelat baja karbon dan sambungan

fillet pelat tembaga dengan kuningan dan atau perak dengan metode

(12)

E. KOMPETENSI

MATERI POKOK PEMELAJARAN SUB –

KOMPE-TENSI

KRI TERI A

KI NERJA

LI NGKUP

BELAJAR

SI KAP

PENGETAHUAN KETERAMPI LAN

1. Menyiapkan bahan

? Bahan -bahan disiapkan secara benar

menggunakan peralatan dan teknik -teknik yang sesuai

? Bahan –bahan dipasang/ ditempatkan secara benar sesuai spesifikasi yang dibutuhkan

? Pencegahan distorsi dan penangan an yang sesuai dapat didentifikasi

? Perlengkapan pemanas dipasang dan disetel secara aman dan benar sesuai dengan prosedur operasi standar

? Bahan -bahan yang benar dan sesuai dipilihkan dan disiapkan

? Percobaan dilakukan dan periksa dengan teliti sesuai kebutuhan

? Persiapan bahan memilih ukuran tip

? Mengevaluasi semua

? Memilih jenis dan ukuran bahan,

? Memilih fluksi sesuai dengan prosedur bahan -bahan yang dibrezing

? Memahami permukaan bahan dan kawat las menggunakan peralatan dan teknik yang benar

? Memahami cara merakit bahan sesuai dengan spesifikasi

? Memahami prosedur-prosedur untuk memperkecil distorsi pad a bahan -bahan yang dibrezing

? Memahami cara memeriksa kebocoran pada sambungan menyalakan pemanas dan mengaturnya lagi

? Memahami teknik penyolderan

? Memahami cara memeriksa hasil penyolderan

? Mrngatur nyala api las

(13)

2. Brazing dan/ atau patriperak

? Proses yang benar dan sesuai ditetapkan sesuai spesifikasi

? Bahan -bahan

digunakan secra benar ndan teknik -t eknik yang sesuai

? Bahan yang disambung dipakai secara benar teknik yang benar dan sesuai

? Penyolderan dengan kuningan

? Penyolderan dengan perak

? Memahami semua dokumen yang terkait dengan brazing dan patriperak

? Memahami perkakas, prosedur dan teknik brazing dari patriperak

? Memahami teknik meyolder dengan bahan tambah kuningan dan perak

? Memahami prosedur dan teknik untuk penggunaan teknik -teknik yang tidak sesuai dalam menormalisasi

?Mengatur nyala api las

(14)

F. CEK KEMAMPUAN

Berilah tanda (x) pada tabel dibawah ini dengan pilihan “ya” atau “tidak” dengan sikap jujur dan dapat

dipertanggungjawabkan untuk mengetahui kemampuan awal yang telah siswa miliki.

Dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten

No Sub Kompetensi Pernyataan

ya tidak

Jika “Ya” Kerjakan

1 Macam-macam

Penyolderan

Mengetahui pengertian dan syarat umum

menyolder Tes formatif 1

Mengetahui proses penyolderan dari awal

sampai akhir Tes formatif 2

2 Proses Penyolderan

Dapat melakukan proses penyolderan Tes formatif 3

(15)

BAB I I

PEMELAJARAN

A.

RENCANA BELAJAR PESERTA DI KLAT

Setiap melakukan kegiatan belajar, peserta diklat diwajibkan mengisi

tabel di bawah ini dan meminta tanda tangan guru sebagai

persetujuan.

JENI S

KEGI ATAN TANGGAL W AKTU

TEMPAT BELAJAR

ALASAN PERUBAHAN

TANDA TANGAN

GURU Menyiapkan

(16)

B.

KEGI ATAN BELAJAR

1.

Kegiatan Belajar 1

Menyiapkan Bahan Dan Perlengkapan

a.

Tujuan Belajar 1

-

Peserta Diklat mulai mengenal dan dapat menyiapkan bahan serta perlengkapan untuk proses penyolderan yang sesuai

dengan spesifikasi dan sikap yang benar

-

Peserta Diklat dapat mengoperasikan peralatan dengan benar ketika menyolder dengan kuningan dan atau perak

untuk proses penyolderan yang sesuai dengan spesifikasi

yang ada.

-

Peser ta Diklat dapat menafsirkan gambar kerja dengan benar, sehingga proses pengelasan sesuai dengan gambar

yang ada dan hasil yang didinginkan terpenuhi.

-

Peserta Diklat dapat mengidentifikasi perlengkapan pemanas untuk pekerjaan brazing, mengidentifikasi metode

pencegahan setiap jenis distorsi dan dapat mengetur

tekanan kerja yaitu mengatur nyala api api las mdan memilih

ukuran tip dengan benar.

-

Peserta Diklat dapat memeriksa hasil penyolderan dengan benar.

b.

Uraian materi 1

Dalam proses penyolderan diperlukan b eberapa

peralat an yang dapat digunakan unt uk penyam bungan

suat u logam . Peralat an yang diperlukan ant ara lain alat-alat

utama las oksiasetilin, kawat las, klem (penjepit), palu besi, alat

pemegang atau penyangga dan tang penjepit.

(17)

pengikat an ini disalurkan banyak energi panas sehingga solder

m ulai m eleleh, m enj ar ing bidang-bidan g penyolderan, m eram bat

m asuk ke dalam celah penyolderan dengan ef ek kapilerit as

celah , m engeras di bidang penyolderan, dan m engikat erat

badan dasar yang disambungkan.

Proses pengikat an dalam penyolderan ini berlangsung pada

perm ukaan logam dasar yang akan disam bungkan. Pada proses

pengikat an ini disalurkan banyak energi panas sehingga solder

m ulai m eleleh, m enj ar ing bidang-bidan g penyolderan, m eram bat

m asuk ke dalam celah penyolderan dengan ef ek kapilerit as

celah , m engeras di bidang penyolderan, dan m engikat erat

badan dasar yang disambungkan.

I kat an erat yang t erj adi dit im bulkan oleh adanya:

-

Adhesi ( gaya t ar ik-m enar ik ant ar a solder dengan rongga at au pori -por i per m ukaan bahan dasar ) .

(18)
(19)

c) .

Besar celah harus t et ap.

?

Besar celah penyam bungan sangat m enent ukan kekuat an ikat an solder . Celah penyolderan

hendaknya dibuat sem pit , agar didapat ef ek isap

yang baik oleh celah dan por i -pori bahan dasar.

Sem akin encer solder , har us sem akin sem pit pula

celah. Solder dar i t em baga dan per ak yang encer

m enunt ut celah yang lebih sem pit dibanding yang

dibut uhkan oleh kuningan dan solder lunak yang

kent al.

Dalam pr oses penyolder an bahan pelum er ( f luks)

sangat diper lukan. Bahan pelum er disalur kan sebelum dan

selam a proses penyolderan. Gunanya unt uk m elarut kan

lapisan oksid yang selalu ada pada per m ukaan bahan dasar

dan bahan solder secara kim iaw i, dan m engubahnya

m enj adi t erak cair, j uga m encegah pem bent ukan oksid baru

selam a penvolder an. Suhu pem anasan dan besar celah

harus t et ap, oleh sebab it u perlu dicek ket ika proses

penyolder an ber langsung. Penggunaan f luks yang t epat

adalah :

-

Fluks harus dapat m engat asi oksid pada aw al dan selam a pr oses penyolder an.

(20)

Fluks bisa didapat dalam bent uk lapisan yang dibalut kan

pada bat ang pengisi at au bisa dalam bent uk serbuk dan past a.

Garnbar 2

. Macam -macam merek fluks

Unt uk m enghasilkan sam bungan yang baik, perlu

diperhat ikan bahw a f luks- f luks unt uk pengelasan sat u logam

t idak boleh digunakan unt uk logam lain. Jadi, dalam m em ilih

fluks, yang perlu diperhat ikan adalah:

-

Jenis logam yang disam bung.

-

Jenis proses penyam bungan soldering at au brazing).

-

Suhu penyambungan.

Unt uk m em perm udah pengenalan f luks, beberapa

perusahaan produsen f luks t elah m em berikan kode singkat

sebagai berikut :

F = bahan pem bersih f luks

S = unt uk logam berat

L = unt uk logam ringan

W = unt uk soldering

H = unt uk brazing

Ket ent uan kerj a penyolderan

(21)

-

Set elah penyam bungan selesai, sisa bahan pem bersih di luar daer ah yang disolder at au dibrazing harus

dibersihkan

-

Hindari bahan pem bersih m engenai kulit t ubuh.

-

Tem pat kerj a harus m em iliki sirkulasi.udara yang baik.

Per lengkapan keselam at an ker j a j uga per lu disiapkan

ket ika akan m elakukan penyolder an, ant ar a lain baj u

pr akt ik, helm dan kacam at a pengam an, sarung t angan,

dsb.

2 ) . MACAM- MACAM PENYOLDERAN

Pekerj aan m enyolder dibedakan m enj adi solder lunak dan

solder keras.

a ) . Solder lunak

( braze w elding)

Solder lunak adalah proses penyolderan yang

m enggunakan bahan t am bah dari logam lunak, logam cair ini

harus m encair pada suhu di baw ah 450° C. Penyolderan ini

dit erapkan apabila diperlukan:

-

j alur sambungan yang kedap,

-

t idak t erlalu pej al, dan

-

t idak unt uk menerima suhu yang t inggi.

Logam penyam bung ( solder) lunak

(22)

b) . Sol de r k e r a s

( brazing)

Solder keras adalah proses penyolderan yang

menggunakan bahan t ambah dari logam -logam yang agak keras

( perak, kuningan, t embaga, dan sebagainya) , dan logam solder

mencair pada suhu di at as 450° C.

Solder keras dit erapkan apabila diinginkan ikat an yang

lebih kokoh dan t ahan t erhadap suhu t inggi bila dibanding

dengan ikat an solder ringan.

2.1 Bahan solder keras untuk logam berat

Banyak sekali j enis bahan penyam bung unt uk solder

keras, sesuai dengan banyaknya j enis logam dasar yang sambungan yang kedap, t ahan asam, karat , dan suhu.

-

Pemakaiannya: menyolder celah sam bungan ant ara baj a dan baj a:

-

Bahan pelum er ( f luks) yang cocok: FSH3.

2. 1. 2

Solder keras t em baga - t imah ( solder per unggu)

-

Terbuat dari t embaga dan t imah dengan sedikit fospor.

-

Pem akaian: unt uk penyolderan keras pipa baj a.

-

Bahan pelumer yang cocok: FSH3.

2. 1. 3

Solder keras t em baga - seng ( solder kuningan)

(23)

keperluan khusus, ada j uga yang dicam pur perak dan

nikel.

-

Sif at nya: m em iliki daya regang t inggi, kekuat an bat as m enengah, kekerasan rendah, dan m erupakan bahan

solder keras yang paling banyak dipakai.

-

Pem akaian: m enyolder m acam -m acam celah dan celah sam bungan.

-

Bahan pelumer yang cocok: FSH2, t api bahan pelum er ini

t idak cocok unt uk penyolderan logam keras.

2 .1 .4

Solder keras t em baga - nikel - seng

-

Terbuat dari t embaga, nikel, dan seng dengan sedikit sisipan silisium .

-

Sif at nya: m enghasilkan sam bungan berkekuat an panas, kekuat an t arik t inggi hingga 800 N/ m m z.

-

Pem akaian: unt uk penyolderan celah ( 0,5-0,3 m m ) dan penyolderan celah sam bungan baj a, nikel, paduan nikel,

besi t uang.

-

Bahan pelumer yang cocok: FSH2.

2. 1. 5

Bahan solder kera s perak

Solder keras perak dist andarisasikan t erdiri at as

t embaga ( Cu) , perak ( Ag) , seng ( Zn) , mangan ( Mn) , nikel

(Ni), dan lain-lain. Beberapa j enis ada yang mengandung

kadnium ( Cd) unt uk menurun kan t it ik lebur. Makin t inggi

(24)

-

j alur hasil penyambungan sangat kuat , liat , t ahan karat , dan puti h ,

-

dengan memperhat ikan sifat j enis solder ini, solder perak cocok unt uk penyolderan keras berbagai logam berat .

Dalam melakukan penyolderan j uga diperlukan suat u alat yang

dapat melindungi t erut ama pada t angan yait u alat pemegang

at au penyangga, sehingga pekerj aan menyolder aman

dilakukan.

3) . ALAT PEMEGANG ATAU PENYANGGA

Adapun penggunaan alat pemegang atau penyangga adalah

sebagai berikut :

a) . Usahakan benda kerj a selalu disangga selama proses

penyolderan at au m enggunakan pem egang ( penepat ) .

b) . Benda ker j a tidak boleh bergeser dari posisinya selam a

bahan t am bah belum m em beku.

4) . PEMAKAI AN LOGAM TAMBAH ( BAHAN PENGI SI )

a) . Bahan pengisi j angan dim asukkan ke sisi -sisi

sam bungan. Unt uk pem aduan bahan pengisi yang baik,

(25)

c) . Bila suhu t elah t ercapai, lelehan bahan t am bah dan api

langsung ke sepanj ang sam bungan sehingga

penyolder an ber langsung dar i t ekanan api gas.

d ) . Bila m enyolder keras pada sam bungan panj ang, bahan

t am bah diayun ke depan, st ep dem i st ep m enggunakan

nyala api. Bahan t am bah akan m eleleh bila per m ukaan

sam bungan sudah m encapai suhu penyolder an ker as.

Pada per m ukaan sam bungan yang luas, hasil t er baik

akan t er capai bila m enyisipkan bahan t am bah di ant ar a dua

bagian yang disam bung.

Gambar 3

. Penyisipan bahan t ambah pada permukaan sambungan yang luas

Logam pengisi yang disisipkan, dibent uk sesuai dengan

(26)

Gambar4

. Penempatan bahan pengisi pada posisi jlens

Gam bar t ersebut m em perlihat kan beberapa cont oh cara

penempat an bahan pengisi pada benda kerj a.

Gambar 5

. Penempatan bahan pengisi pada pelipatan

Gambar 6

. Penempatan bahan pengisi pada kelingan

5 ) . PEM BER SI H AN SET ELAH PEN Y OLD ER AN

Fluks yang t ert inggal dapat dihilangkan dengan m udah

(27)

a). Cara terbaik adalah mencelupkan benda kerja yang panas ke

dalam air atau menyikatnya dengan sikat basah

b). Pada pematrian keras yang luas, pember sihan sering

dilakukan dengan digosok.

Logam pengisi sisipan

( a) Penyekrupan ( b) Penguliran

Gambar 7. Penempatan bahan pengisi pada penyekrupan

dan penguliran

(28)

Gambar 9. Penempatan bahan pengisi pada pengeponan

Gambar 10. Membersihkan benda kerja setelah penyolderan

6) . TAHAP-TAHAP PENYOLDERAN

Adapun t ahap- t ahap dalam m engoperasikan peralat an

penyoder an ant ar a lain :

a) .

Persiapan kerja las

1.1 Menyetel regulator, tekanan gas yang dianjurkan:

-

Tekanan gas oksigen : 2,5 bar (kg/ cm2), untuk semua ukuran mulut pembakar.

-

Tekanan gas asetilin : 0,5 bar (kg/ cm2), disesuaikan dengan besar kecilnya pipa pembakar.

Perhatian:

(29)

1.2 Memasang selang asetilin dan oksigen pada pembakar.

1.3 Memasang mulut pembakar

-

memilih mulut pembakar yang sesuai dengan proses pengerjaan.

-

Memasang mulut pembakar harus erat, jangan sampai ada yang bocor.

b) .

Menyalakan dan mengatur api las

-

Arahkan pipa pembakar ke tempat yang aman.

-

Buka kran oksigen kira-kira setengah pu taran.

-

Buka kran asetilin kira-kira seperempat putaran.

-

Gunakan korek api las untuk menyalakan pembakar.

-

Atur komposisi dan volume api las yang dikehendaki.

-

Api las siap digunakan.

c) .

Memadamkan api las

-

Tutuplah kran asetilin, aliran asetilin ter putus, sehingga api las padam.

-

Tutuplah kran oksigen, aliran oksigen ter putus.

-

Penutupan kran jangan dipaksakan.

d) .

Penutupan kerja las

-

Padamkan api las.

-

Tutuplah kran-kran tabung gas.

(30)

b ). Unt uk pat ri keras stainles steel, gunakan nyala api net ral.

Sedangkan unt uk logpm lainnya, gunakan nyala api

karburasi.

Gambar 11. Nyala api netral dan nyala api karburasi

c) . Pem bakar at au pipa hem bus harus digerakkan m eling kar

-lingkar dan api bagian luar nya saj a yang m engenai benda

kerj a.

Gambar 12. Gerakan pembakar atau pipa hembus

d ). Bila ket ebalan pelat t idak sam a, m aka pelat yang t ebal

harus diberikan panas yang lebih dibanding bahan yang

t ipisnya. Hal ini dim aksudkan agar suhu pem anasan kedua

benda t ersebut dapat t ercapai bersam aan.

e) .Hindarkan panas yang berlebihan, karena akan berakibat

logam ber t am bah t idak m engalir lancar dan akan

(31)

8 ) . PEM ANASAN PADA SOLDER KERAS

Nyala api pemanasan harus dikenakan pada logam induk,

bukan langsung pada bagian sam bungan . Bila pemanasan

lang-sung pada sambungan dan bahan tambah sekali gus, maka

bahan t ambah akan meleleh sebelum sambungan mencapai

suhu penyo) deran . Kesalahan ini akan berakibat day a lekat

penyolderan kurang kuat .

(a) Cara pemenasan pada (b) Cara pemanasan

solder keras yang benar pada solder keras yaI g salah

Gambar 13 . Cara pemanasan pada solder I zeras

Kedua bagian yang akan disambung harus mencapai suhu

penyolderan dalam wakt u yang bersamaan: Bagian yang t ebal

harus diberikan panas yang lebih daripada bagian yang t ipis.

(32)

Pemanasan dari luar selalu berakibat celah akan

membesar, sebab bagian luar mengembang lebih besar

daripada yang di dalam . Sebaliknya pemanasan dari dalam akan

mem perkecil celah, karena bagian dalam memuai lebih besar

daripada yang di luar.

Gambar 15. Pemanasan dari luar dan dari dalam

Gam bar m em perlihat kan cont oh cara pem anasan yang

b aik. Dengan cara ini, pem anasan akan m eram bat dengan baik

ke sambungan.

(33)

9) . BENTUK SAMBUNGAN UNTUK SOLDER ATAU BRAZI NG

Bent uk dasar sam bungan unt uk solder at au brazing

adalah sepert i dit unj ukkan gam bar berikut .

( a) Sambungan tumpang

(b) Sambungan yang diluruskan

(c) Sambungan tumpul

(d) Sambungan flens

Gambar 17. Bentuk sambungan untuk solder atau brazing

(34)

c.

Rangkuman 1

Peralat an yang dapat digunakan unt uk penyolderan ant ara

lain: alat-alat utama las oksiasetilin, kawat las, klem (penjepit),

palu besi, dan tang penjepit. bahan pelumer atau pembersih

(fluks) juga diperlukan unt uk m elar ut kan lapisan oksid dan

m encegah pem b en t u k an oksid baru selam a penvolderan.

Per lengkapan keselam at an ker j a j uga per lu disiapkan

ket ika akan m elakukan penyolder an. Dalam

m engoper asikan per alat an penyolder an dilakukan dengan

u r u t- urut an sebagai berikut : persiapan kerj a las,

m en yalakan dan m en gat u r api las, m em adam kan api las,

dn penut upan ker j a las.

d.

Tugas 1

1. Buatlah kliping mengenai peralatan dan bahan penyolderan

2. Buatlah laporan singkat mengenai peralatan dan bahan

penyolderan yang ada di tempat praktik.

3. Siapkan peralatan menyolder secara berurutan dari yang

paling sedikit peranannya.

4. Siapkan bahan-bahan untuk menyolder sesuai dengan jenis

soldernya.

5. Buatlah pertanyaan sebanyak-banyaknya pada materi

peralatan dan bahan penyolderan yang kurang dimengerti.

e. Tes formatif 1

a). Sebutkan peralatan dan bahan yang diperlukan untuk

menyolder?

b).Apakah kegunaan pelumer atau pembersih (fluks) dalam

(35)

c). Mengapa keselamatan kerja perlu diperhatikan ketika

melakukan penyolderan?

d).Bagaimana tahapan dalam mengoperasikan peralatan ketika

akan menyolder?

f.

Kunci jaw aban formatif 1

1. Peralatan dan bahan yang digunakan untuk menyolder

?

Peralatan las oksiasetilin

?

Bahan pelumer atau pembersih

?

Perlengkapan keselamatan kerja 2. Kegunaan pelumer atau pembersih

bahan pelumer atau pembersih (fluks) juga diperlukan unt uk

m elar ut kan lapisan oksid dan m encegah pem bent ukan

oksid baru selam a penvolderan.

3. Keselamatan kerja perlu diperhatikan ketika menyolder

karena untuk menjaga terjadinya hal-hal yang tidak

diinginkan seperti terjadinya kecelakaan kerja.

4. Tahapan dalam mengoperasikan peralatan ketika akan

menyolder adalah :

-

Persiapan kerja las ; menyetel regulator, memasang selang aselitin dan oksigen, memasang mulut pembakar

-

menyalakan dan mengatur api las

-

memadamkan api las

(36)

g.

Lembar kerja 1

1. Alat dan Bahan

a). Peralatan las oksiasetilin

b).Bahan pelumer atau pembersih

c). Perlengkapan keselamatan kerja

2. Kesehatan dan Keselamatan kerja

a). Gunakan pakaian praktik dan pelengkapannya.

b).I kuti petunjuk kerja sesuai dengan prosedur yang ada,

jika tidak jelas konsultasikan dengan instruktur.

c). Dilarang bersenda gurau dengan Peserta Diklat lain

disaat melakukan penyolderan.

d).Gunakan alat atau perlengkapan sesuai dengan

fungsinya.

e). Tempatkan semua peralatan dan bahan ditempay yang

tersedia dan aman.

3. Langkah Kerja

a). Catat semua peralatan dan bahan yang diperlukan.

b).Kuasai betul cara kerja yang akan dilakukan.

c). Spesifikasikan peralatan atau perlengkapan sesuai

dengan urutan fungsinya.

d).Pakailah sarung tangan kulit untuk melindungi tangan.

e). Gunakan bahan yang tersedia sesuai dengan fungsinya.

f). Letakkan kembali peralatan dan bahan pada tempat

(37)

2. Kegiatan Belajar 2

Menyolder dengan kuningan dan atau perak

a.

Tujuan Belajar 2

-

Peserta Diklat dapat menyolder dengan kuningan dan atau perak untuk proses penyolderan yang sesuai dengan

spesifikasi dan sikap yang benar

-

Peserta Diklat dapat menggunakan bahan-bahan dengan benar sesuai ketentuan yang ada untuk penyolderan dengan

kuningan dan atau perak.

-

Peserta Diklat dapat menggunakan teknik-teknik yang tepat dalam penyolderan dengan kuningan dan atau perak.

b.

Uraian materi 2

Dalam menyolder (brazing) dengan kuningan dan atau

perak yang perlu diperhatikan adalah adanya pemilihan bahan –

bahan yang sesuai seperti pemilihan fluks (bahan pelumer).

Pada solder keras tembaga-seng (solder kuningan) fluks yang

digunakan FSH2. Selain itu Bahan campuran yang digunakan

adalah sedikit campuran silisium, timah, mangan, dan besi,

dapat dicampur dengan perak. Sifat dari solder kuningan ini

adalah memiliki daya renggang tinggi, kekuatan batas

menengah, kekerasan rendah, dan merupakan bahan solder

keras yang banyak dipakai untuk berbagai keperluan.

(38)

kandungan Cd, makin rendah kerja suhu solder. Suhu kerja

paling rendah 6100C.

Adapun sifat-sifat solder keras perak yaitu ; sangat encer

dan mengalir dengan kecepatan tinggi dalam celah, jalur hasil

penyambungan sangat kuat, liat, tahan karat dan putih, dengan

memperhatikan sifatnya, solder keras perak sangat cocok untuk

penyolderan keras berbagai logam berat.

A.

PROSES PENYAMBUNGAN

Dalam menyambung / menyolder dengan kuningan dan

atau perak yang perlu diperhatikan antara lain :

1. Sambungan mempunyai kampuh (celah) yang sesuai

(cocok)

Hasil penyolderan atau brazing akan meningkat

kekuatannya jika celah sambungan kecil dan rata. Cairan

logam pengisi harus mengisi celah dengan kekuatan

kapilernya.

2. Sambungan mempunyai permukaan yang bersih

-

Permukaan yang akan disambung harus bersih dan bebas dari lapisan oksid

-

Kotoran, oli, gemuk dan lainnya harus dicuci atau dibersihkan dengan bahan pelarut atau pembersih

lainnya.

-

Bersihkan permukaan dari oksid dengan ampelas, sikat baja, benang baja, dan lain-lain.

(39)

B.

PROSES PENYOLDERAN DENGAN KUNI NGAN DAN

ATAU PERAK

1. Proses Penyolderan Kuningan

a. Siapkan semua bahan-bahan yang diperlukan seperti

; campuran silisium, timah, mangan, dan besi.

b. Takar komposisi bahan yang diperlukan sesuai

dengan ukuran yang tepat.

c. Siapkan fluks, sesuaikan dengan jenis yang tepat

untuk digunakan pada solder kuningan.

d. Mulai menyetel regulator, dan mengatur tekanan gas.

e. Pasanglah selang aselitin, dan oksigen pembakar

dilanjutkan dengan memasang mulut pembakar

f. Nyalakan api las dan mengatur suhu, diusahakan

suhu pemanasan selalu tetap.

g. Penyolderan siap dailakukan, jangan lupa gunakan

pengaman ketika akan menyolder.

h. Setelah selesai melakukan penyolderan kuningan,

bersihkan hasil solderan dengan cara mencelupkan

hasil solderan yang masih panas ke dalam air atau

disikat dengan sikat basah.

i. Kembalikan peralatan pada tempatnya dan bersihkan

tempet seperti semula.

2. Proses Penyolderan Perak

(40)

c. Siapkan fluks, sesuaikan dengan jenis yang tepat

untuk digunakan pada solder kuningan.

d. Mulai menyetel regulator, dan mengatur tekanan gas.

e. Pasanglah selang aselitin, dan oksigen pembakar

dilanjutkan dengan memasang mulut pem bakar

f. Nyalakan api las dan mengatur suhu, diusahakan

suhu pemanasan selalu tetap.

g. Penyolderan siap dailakukan, jangan lupa gunakan

pengaman ketika akan menyolder.

h. Setelah selesai melakukan penyolderan kuningan,

bersihkan hasil solderan dengan cara mencelupkan

hasil solderan yang masih panas ke dalam air atau

disikat dengan sikat basah.

i. Kembalikan peralatan pada tempatnya dan bersihkan

tempet seperti semula.

C.

HAL- HAL YANG PERLU DI HI NDARI DALAM

PENYOLDERAN KUNI NGAN DAN ATAU PERAK

Dalam menyolder dengan menggunakan kuningan

dan atau perak yang perlu dihindari antara lain;

-

Pemakaian komposisi atau takaran bahan yang tidak sesuai, hal ini dapat mengakibatkan hasil brazing tidak

sempurna.

-

Pemakain fluks secara sembarangan, tidak sesuai dengan jenisnya, dimana dapat mengakibatkan sambungan kurang

baik.

-

Panas yang berlebihan, karena dapat menghambat proses penyolderan, dimana logam mengalir tidak lancar dan akan

(41)

-

Tidak membersihkan hasil soderan setelah selesai menyolder, hal ini mengakibatkan kotoran yang menempel

pada benda yang habis disolder akan tetap melekat, dan

susah dibersihkan jika terlalu lama didiamkan bahkan bisa

mengeras.

c. Rangkuman 2

Dalam proses penyolderan dengan kuningan dan at au perak

yang perlu diperhat ikan adalah adanya campuran

bahan-bahan yang sesuai. Pada solder kuningan bahan-bahan-bahan-bahan yang

digunakan ant ara lain ; campuran silisium, timah, mangan, dan

besi. Sedangkan pada solder perak bahan yang digunakan antara

lain ; tembaga (CU), perak (Ag), seng (Zn), mangan (Mn), nikel

(Ni). Faktor utama yang perlu diperhatikan ketika akan menyolder

adalah persiapkan seluruh bahan dan peralatan yang diperlukan.

d. Tugas 2

1. Carilah bahan-bahan untuk solder kuningan

2. Carilah bahan-bahan untuk solder perak

3. Bedakan sifat-sifat dari bahan-bahan untuk solder kuningan dan

solder perak

4. Bedakan jenis fluks untuk solder perak dan solder kuningan

5. Siapkan peralatan menyolder

(42)

3. Fluks jenis apakah yang sesuai untuk penyolderan kuningan atau

perak?

4. Bagaimana proses penyolderan dengan kuningan

5. Bagaimana Proses Penyolderan dengan perak?

6. Apa yang harus dihindari dalam menyolder kuningan maupun

perak?

f. Kunci jaw aban formatif 2

1. Bahan yang diperlukan untuk penyolderan kuningan yaitu

campuran silisium, timah, mangan, dan besi.

2. Bahan yang diperlukan untuk penyolderan perak yaitu tembaga

(CU), per ak (Ag), seng (Zn), mangan (Mn), nikel (Ni)

3. Fluks yang digunakan adalah jenis FSH2.

4. Proses penyolderan kuningan yaitu sipakan semua bahan, takar

komposisi bahan, siapkan fluks, siapkan semua peralatan

menyolder, bersihkan setelah selesai menyolder.

5. Proses penyolderan perak yaitu sipakan semua bahan, takar

komposisi bahan, siapkan fluks, siapkan semua peralatan

menyolder, bersihkan setelah selesai menyolder.

6. Yang perlu dihindari dalam penyolderan perak atau kuningan

yaitu pemakaian komposisi bahan yang tidak sesuai, pemakaian

fluks yang kurang tepat, panas yang berlebihan, tidak menjaga

(43)

g. Lembar kerja 2

1. Alat dan Bahan

a. Peralatan las

b. Bahan pelumer atau pembersih

c. Bahan solder kuningan

d. bahan solder perak

e. Perlengkapan keselamatan kerja

2. Kesehatan dan Keselamatan kerja

a. Gunakan pakaian praktik dan pelengkapannya.

b. I kuti petunjuk kerja sesuai dengan prosedur yang ada, jika

tidak jelas konsultasikan dengan instruktur.

c. Dilarang bersenda gurau dengan Peserta Diklat lain disaat

melakukan penyolder an.

d. Gunakan alat atau perlengkapan sesuai dengan fungsinya.

e. Tempatkan semua peralatan dan bahan ditempat yang

tersedia dan aman.

3. Langkah Kerja

a. Catat semua peralatan dan bahan yang diperlukan

b. Siapkan semua bahan yang diperlukan

c. Takar semua bahan sesuai ukurannya.

d. Kuasai betul cara kerja yang akan dilakukan.

e. Spesifikasikan peralatan atau perlengkapan sesuai dengan

urutan fungsinya.

(44)

BAB I I I

EVALUASI

A.

PERTANYAAN

1.

Sebutkan peralatan dan bahan yang diperlukan ketika akan

melakukan penyolderan !

2.

Langkah-langkah apa saja yang dipersiapkan untuk

pengoperasian peralatan dalam penyolderan !

3.

Langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan untuk

penyolderan dengan perak atau kuningan !

B.

KUNCI JAWABAN

1. Peralatan dan bahan yang diperlukan dalam penyolderan antara

lain:

a. alat-alat utama las oksiasetilin, kawat las, klem (penjepit),

palu besi, dan tang penjepit.

b . Bahan pelumer (fluks)

c. Perlengkapan keselamatan kerja

2. langkah-langkah dalam pengoperasian peralatan penyolderan

antara lain:

a. Persiapan kerja las; menyetel regulator, memasang selang

asetilin dan oksigen pada pembakar, memasang mulut

pembakar

b. Menyalakan dan mengatur api las

c. Memadamkan api las; tutuplah kran asetilin, dan kran

oksigen.

d. Penutupan kerja las: padamkan api las, tutup kran tabung

(45)

gas, lepaskan dan bersihkan mulut pembakar dan gulung

selang dan amankan.

3. Langkah-langkah penyolderan perak atau kuningan adalah

a. Siapkan bahan perak atau kuningan, sesuaikan dengan

jumlah kebutuhannya.

b. Siapakan bahan pelumer (fluks)yang sesuai

c. Siapakan peralatan yang dibutuhkan

d. Mulai melakukan penyolderan

e. Setelah selesai menyolder bersihkan fluks yang menempel

pada perak atau kuningan

f. Bersihkan seluruh peralatan dan tempat.

C.

KRI TERI A KELULUSAN

Aspek Skor

(46)

BAB I V

PENUTUP

Peserta Diklat diharapkan dapat mempelajari dan memahami

semua materi yang ada didalam modul . Peserta Diklat dapat melanjutkan

untuk mempelajari modul selanjutnya jika dinyatakan lulus dalam

mempelajari modul ini. Apabila ada Peserta Diklat yang tidak lulus, maka

dapat mengulang dan mengkaji kembali isi modul ini, selanjutnya

diperbolehkan untuk mempelajari modul berikutnya.

Apabila Peserta Diklat telah mampu mengkaji, mempelajari dan

mempraktekan uraian materi dalam modul ini dan dinyatakan lulus, maka

(47)

DAFTAR PUSTAKA

Sugiyono,

Las Gas Teori dan Praktik

, I KAPI , Alfabeta, Bandung.

Mercer William, Barneth E Ralph,

Welding Skill and Technology

, Airco welding products, Amerika.

Gambar

gambar dan dan teknik yang benar
tabel di bawah ini dan meminta tanda tangan guru sebagai
Gambar 1. Bahan solder terisap rongga (celah sambungan)
Gambar 3.  Penyisipan bahan tambah pada permukaan                         sambungan yang luas
+7

Referensi

Dokumen terkait

Terdapat perbedaan spesifikasi teknis barang antara yang terdapat di DPA Dinas Pendapatan Kabupaten Kuningan dengan Dokumen Pengadaan Line Printer High Speed, maka Pelelangan

Setelah melalui Seleksi Calon Peserta Diklat di instansi masing-masing sesuai yang dipersyaratkan, kemudian mengikuti proses diklat pada lembaga diklat, pada

Setelah mempelajarai modul ini, peserta diklat diharapkan mampu menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan

Setelah mempelajarai modul ini, peserta diklat diharapkan mampu menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan

Setelah mempelajarai modul ini, peserta diklat diharapkan mampu menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan

1 ) Dalam proses pengecoran kuningan melalui remelting ada beberapa tahapan yang harus dikerjakan, yakni menentukan pola, pembuatan resin penyangga, pembuatan cetakan dan inti,

1. Peserta diklat dapat menggambar garis tegak lurus, garis sejajar garis sama besar yang baik dan benar. Peserta diklat dapat menempatkan titik-titik yang benar untuk

Peserta/peserta diklat dapat mengeluarkan/mengambil sampel untuk persiapan pengujian sampel, melakukan pengujian, membandingkan hasil pengujian dengan spesifikasi, dan