• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nama Anastasia Payungallo NIM A011171512 (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Nama Anastasia Payungallo NIM A011171512 (1)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Anastasia Payungallo

NIM : A011171512

Prodi : Ilmu Ekonomi

Judul : Respon Nelayan Tradisional Radisional Terhadap Perubahan Musim Di Kelurahan Lappa Kabupaten Sinjai

A. Pengantar

Saya memilih artikel ini dengan tujuan kita dapat mengetahui bagaimana aktivitas nelayan tradisional yang ada di Kelurahan Lappa Kabupaten Sinjai. Saya tertarik dengan kehidupan nelayan yang ada di kelurahan Lappa kab. Sinjai dimana itu adalah kabupaten yang terkenal dengan ikan-ikannya yang segar , saya bangga dengan kekayaan yang dimiliki daerah itu , maka dari itu saya mereview artikel ini sebagai bentuk partisipasi saya dalam memperkenalkan lebih dalam tentang kehidupan nelayan yang ada dikelurahan Lappa. Dengan ini saya dapat mengeksplor kepada para pembaca maupun teman-teman lain bahwa ternyata di kelurahan Lappa banyak hasil laut yang melimpah. Dan saya juga sangat prihatin dengan nelayan dan warga yang ada di kabupaten Sinjai, karena para pelaut hanya dapat melaut jika musim bagus dan yang memprihatinkan pada warga karena dengan tidak turunnya nelayan mencari ikan akan berpengaruh pada permintaan akan laut dan jika ada ikan yang dijual harganya tidak sesuai dengan harga normal. Merekapun masuk menggunakan sistem pengetahuan local dalam mengatasi berbagai masalah yang berhubungan dengan nelayan.

(2)

dan larea-rea, untuk area pertanian berada dilingkungan Baru dan pertambakan berada di lingkungan Talibunging dan Tappae.

Mata pencaharian utama penduduk Kelurahan Lappa dibidang perikanan sebesar 41,03% adalah nelayan meliputi nelayan bagan yang mengoperasikan purse seine, pole end line yang melakukan penangkapan di wilayah perairan terbuka di sekitar Pulau Kabaena, Pulau Muna dan Pulau Buton di Sulawesi Tenggara dan ada pula bagan perahu, pancing (patongkolo, paccumi), dan lain-lain. Adapun mata pencaharian yang masih ada hubungannya dengan perikanan misalnya buruh angkut, nelayan, pengusaha, dan pedagang.

Bagaimana aktivitas nelayan tradisional yang ada di Kelurahan Lappa Kabupaten Sinjai ? Bagimana aktivitas nelayan tradisional terhadap perubahan musim yang ada di Kelurahan Lappa Kabupaten Sinjai ?

B. Metode Penulisan

Metode penulisan menggunakan metode penulisan yang bersifat studi pustaka, dimana informasi didapatkan dari berbagai literatur dan disusun berdasarkan hasil studi dari informasi yang diperoleh. Penelitian dilakukan di Kelurahan Lappa,Kecamatan Sinjai Utara,Kabupaten Sinjai. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada beberapa perimbangan bahwa mata pencaharian penduduk Kelurahan Lappa 80% nelayan yang aktivitasnya sangat berpengaruh terhadap perubahan musim yang berimpilikasi pada kehidupan social ekonomi nelayan. Sasaran metode penulisan yang bersifat hasil studi pustaka ini adalah nelayan yang memiliki pengetahuan local dalam merespon cuaca dan perubahan musim,keluarga nelayan yang melakukan kegiatan alternative produktif dan strategi antisipasi yang dilakukan dalam mengatasi kesulitan ekonomi perikanan.

(3)

langkah untuk memilah-milah antara data yang menunjang dan tidak menunjang dengan fokus penelitian. Kedua, memeriksa seluruh data agar dapat diketahui data/informasi yang telah diperoleh selama di lapangan. Ketiga, mengingat kembali tanggapan informan ketika wawncara sedang berlangsung, sebab dapat mempengaruhi data yang diberikan. Begitu juga dengan pengaruh kehadiran orang lain yang berdampak pada kelancaran wawancara informan. Terakhir dalam proses ini adalah mencocokkan antara data dari informan yang satu dengan data dari informan yang lain. Penulisan diupayakan saling terkait antar satu sama lain dan sesuai dengan

topik yang dibahas.

C. Pembahasan

Kelurahan Lappa mempunyai batas wilayah sebelah utara berbatasan dengan Sungai Tangka, sebelah timur berbatasan dengan Teluk Bone, sebelah selatan berbatasan dengan Sungai Sinjai, dan sebelah barat dengan Kelurahan Balangnipa. Luas wilayah Kelurahan Lappa 3,95 km² atau 37,37 hal terdiri dari 7 lingkungan terbagi dalam 15 RW dan 45 RT. Wilayah perkampungan nelayan meliputi 4 (empat) lingkungan yaitu Lengkonge,Kokoe,Lappae dan Larea-rea,untuk areal pertanian berada di lingkungan baru dan pertambahan berada dilingkungan Talibunging dan Tappae.

(4)

yang ada di sekitar Pulau Sembilan. Mata pencaharian sebagai pedagang pada umumnya adalah pedagang ikan yang ada di PPI Lappa yang berjualan pada malam hari,dan beberapa warung makan yang menyediakan menu berbagai jenis ikan, serta took-toko yang menjual berbagai macam kebutuhan nelayan. Penduduk yang bermata pencaharian sebagai pengrajin juga masih ada kaitannya dengan kenelayanan yaitu pembuatan perahu. Selebihnya, bekerja di sektor jasa dan PNS,TNI,dan Polri. Sarana ekonomi yang tersedia di Kelurahan Lappa, terdapat lembaga perbankan kantor cabang pembantu Bank Rakyar Indonesia (BRI), perusahaan penangkap ikan yang khusus menangkap ikan tongkol atau cakalang, koperasi simpan pinjam KUD Mina dan beberapa toko yang menjual.1

Kegiatan yang termasuk dalam perikanan dimulai dari pra produksi,produksi,pengolahan sampai dengan pemasaran. Dengan demikian, perikanan dapat dianggap usaha agribisnis. Sedangkan menurut UU No. 45 Tahun 2009, perikanan adalah semua kegiatan yang

berhubungan dengan pengolahan dan pemanfaatan

sumber daya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi,produksi,pengolahan sampai dengan pemasaran, yang dilakukan dalam suatu sistem bisnis perikanan. Umumnya perikanan dimaksudkan dalam suatu sistem bisnis perikanan. Umumnya perikanan dimaksudkan untuk kepentingan penyediaan pangan bagi manusia. Selain itu, tujuan lain dari perikanan meliputi

(5)

olahraga,rekreasi(pemancingan ikan),dan untuk tujuan membuat perhiasan dan mengambil minyak ikan.2

Iklim adalah suatu keadaan dalam jangka panjang yang menggambarkan kondisi cuaca suatu wilayah. Cuaca adalah suatu fenomena atau perubahan yang terjadi di wilayah tertentu yang menunjukkan adanya perubahan aktifitas alam seperti hujan,panas matahari,atau mendung. Kurun waktu dalam memperkirakan perubahan cuaca ini lebih pendek daripada penentuan iklim. Efek dari cuaca akan menyebabkan banyak hal. Salah satunya ialah mempengaruhi hasil tangkap ikan. Dengan mempelajari pengaruh cuaca, maka para nelayan dapat memilih waktu yang tepat untuk menangkap ikan, sehingga hasil yang didapat akan optimal. Selain itu, keselamatan

nelayan juga dapat terjamin.3

Keadaan cuaca sangat berpengaruh terhadap proses operasi penangkap ikan. Seringkali saat cuaca buruk nelayan tidak melaut untuk menangkap ikan, hal ini tentunya menyebabkan nelayan tidak mendapatkan penghasilan.

Dengan cuaca yang berubah-ubah tentunya menyulitkan nelayan yang akan melakukan operasi penangkap ikan. Ketika cuaca buruk, gelombang tinggi dan angin kencang akan menghambat melaut apalagi dengan kapal perikanan yang memiliki nelayan Indonesia yang

2 IDHAM HAYYUN(2017); http://repositori.uin-alauddin.ac.id/4335/1/Idham %20hayyun.pdf

3 Amirah Mustarin(2012);

(6)

relative berukuran kecil. Jadi cuaca buruk sangat berpengaruh dan mempersulit proses penangkap ikan.

Kondisi cuaca buruk dan tingginya gelombang laut disertai angina kencang, di ratusan kapal nelayan tradisional dan modern takut melaut. Mereka berhenti sementara waktu melakukan penangkapan ikan guna menghindari terjadinya kecelakaan di laut akibat dari cuaca ekstrim. Sebagian besar kapal nelayan disini tidak berangkat melaut, karena hingga saat ini ombak masih tinggi dan sangat membahayakan keselamatan nelayan. Begitupun ada juga beberapa kapal nelayan yang tetap memberanikan diri untuk tetap melaut. Kondisi armada kapal perikanan nelayan Indonesia pun masih kurang memadai untuk melakukan proses penangkapan disaat cuaca tidak baik, maka sering kali melakukan operasi penangkapan hanya dilakukan diperairan

sekitar pantai saja.4

Untuk memastikan hasil tangkapan tetap optimal nelayan tidak biasa melakukannya, hasil tangkap hanya sedikit ketika cuaca buruk. Nelayan hanya bias melakukan operasi penangkapan diperairan pantai menggunakan alat tangkap yang tidak perlu melaut dalam pengoperasiannya.

D. Kesimpulan

Setelah saya membaca dan mereview artikel ‘’ Respon Nelayan Terhadap Perubahan Musim di Kelurahan Lappa Kabupaten Sinjai’’ masyarakat nelayan yang ada di kelurahan Lappa sangat bergantung pada musim karena jika mereka melawan musim maka menurut mereka akan mendapat masalah besar yang akan menimpah mereka. Dan hingga saat ini mereka masih menggunakan system pengetahuan local untuk mengatasi badai dan cuaca buruk ketika melaut. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama musim tersebut para nelayan melibatkan semua anggota keluarga dari istri sampai anak-anak mereka untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, seharusnya masyarakat nelayan yang ada di Kelurahan Lappa tidak menyuruh anaknya untuk bekerja juga , tetapi anak-anaknyalah yang harus disekolahkan agar menjadi orang yang berpendidikan tinggi agar dapat merubah mobilitas social dan status social keluarganya yang dahulu bapaknya seorang nelayan bisa jadi dengan menempuh pendidikan anak seorang nelayan menjadi pengusaha ikan terbesar di Kelurahan Lappa dan dapat mengolah hasil tangkapan nelayan

(7)

yang ada di Kelurahan Lappa. Dengan cara inilah yang dapat mereka gunakan agar hasil tangkapan mereka tidak hanya diespor tetapi mereka harus mengubah pola piker mereka bahwa masih banyak masyarakat yang ada di Kabupaten Sinjai yang membutuhkan hasil tangkap mereka. Saya bangga dengan hasil laut yang dimiliki Kelurahan Lappa tetapi alangkah bangganya saya jika anak-anak para nelayan tidak dilibatkan dalam memenuhi kebutuhan hidup.

E. DAFTAR PUSTAKA

Raodah (2015);

www.jurnalwalasuji.net/index.php/walasuji/article/view/104 Diakses pada hari Selasa,21 November 2017 pukul 15.00 Wita

IDHAM HAYYUN (2017);

http://repositori.uin-alauddin.ac.id/4335/1/Idham%20hayyun.pdf

Diakses pada hari Sabtu 19 November 2017 pukul 22.00 Wita

AmirahMustarin (2012);

http://pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/61f108ed10e029141482e6ae867cf18e.pdf

Diakses pada hari Sabtu 19 November 2017 pukul 23.00 Wita

Abdul R (2012);

(8)

Referensi

Dokumen terkait

Begitu pula dengan penelitian Mugni (2006), bahwa strategi yang diterapkan oleh rumahtangga nelayan berupa peranan anggota keluarga (istri dan anak keluarga), pola

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui curahan jam kerja istri nelayan, mengetahui pengaruh jam kerja istri nelayan terhadap pendapatan rumah tangga dan untuk

Istri sebagai ummu warabatul bait (ibu dan pengatur rumah tangga), sedangkan suami sebagai kepala rumah tangga dan pencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan anak dan istrinya.

Oleh karena hal tersebut di atas negara mengatur kehidupan berumah tangga, baik untuk suami-istri, anak dan anggota keluarga, serta masyarakat untuk mendapatkan rasa

Peran kepala keluarga adalah memenuhi kebutuhan anggota keluarga terutama dalam penyediaan bahan makanan yang mengandung gizi seimbang untuk menunjang kebutuhan anak yang

Begitu pula dengan penelitian Mugni (2006), bahwa strategi yang diterapkan oleh rumahtangga nelayan berupa peranan anggota keluarga (istri dan anak keluarga), pola

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran istri nelayan di Kenagarian Nyiur Melambai Pelangai, mengungkapkan peran yang dilakukan oleh istri untuk memenuhi kebutuhan ekonomi

Sedangkan Konsumen akhir adalah setiap orang yang mendapatkan dan menggunakan barang dan/atau jasa untuk tujuan memenuhi kebutuhan hidupnya pribadi, keluarga, dan atau rumah tangga dan