PENDAHULUAN
Keberpengaruhan globalisasi dibuktikan dengan terkenalnya Kampung Wisata Jodipan pada publik yang didapatkan melalui media yang dipengaruhi oleh pesatnya teknologi. Hal ini bisa dijadikan ujung tombak baru sebagai identitas baru yang perlu dikembangkan Pembangunan berbasia pemberdayaan masyarakat dirasakan cukup efektif dalam Dengan memanfaatkan arus ini Globalisasi bisa menjadi alasan untuk bangkitnya kekuatan dan identitas lokal di hadapan komunitas yang lebih luas. (Yunan:2002). Identitas local ini tentukan harus dipersiapkan sebaik mungkin karena jika tanpa ideology yang berpihak pada kepentingan nasional kita akan semakin kehilangan identitas dalam percaturan global dan hanyut dalam arus globalisasi yang “didikte” oleh Negara-negara maju. (suyatno: 2011)
Dahulu Kampung Jodipan ini merupakan masyarakat yang terpinggirkan dan dipinggirkan dari segala aspek kehidupan. Secara tata letak kota, kampung jodipan berada di daerah padat pendudukan dan padat lalu lintas dikarenakan jalur kawasan jodipan merupakan lalu lintas utama untuk kendaraan antar kota (Bus) menuju Kediri, Blitar, Tulung Agung. Dari sisi perekonomian, sebagian besar kepala keluarga bermata pencaharian sebagai tukang becak dan wanita khususnya yang sudah berumah tangga hanya tinggal di rumah mengurusi rumah dan sesekali berkumpul dengan tetangga-tetangga sehingga peran wanita disini kurang produktif. Kondisi lingkungan pun cukup memprihatinkan dikarena posisi kampung jodipan yang berada tepat di bawah akses jalan raya, lingkungan kumuh dan diperparah dengan keadaan sungai yang tercemar karena digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Hal ini diperparah dengan area lingkungan dimana area kampung jodipan identik dengan penjualan barang loak. Dari beberapa realitas sosial inilah kampung jodipan terindikator sebagai masyarakat rendah.
dalam Berita UMM (September, 2016). Beliau pun mengatakan bahwa Jepang memang unggul dalam bidang teknologi namun memiliki kendala dalam pengorganisasian dan pemberdayaan masyarakat. Maka refleksi yang didapatkan adalah di arus postmodernisme ini kecanggihan teknologi akan sangat baik jika terdapat keterlibatan aktif masyarakat dalam penggunaannya sehingga memunculkan sebuah konsep kesejahteraan bersama.
Terkaitan dengan eksistensi yang dicapai oleh KWJ berawal hanya dari pemanfaatan lanskap Kampung Jodipan yang tepat berada di bawah Jembatan …..