• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebudayaan Kalteng Dayak bagian dari Mas (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Kebudayaan Kalteng Dayak bagian dari Mas (1)"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

KEBUDAYAAN KALIMANTAN TENGAH Sekilas Tentang Kalimantan

Pulau Kalimantan merupakan salah satu pulau yang terletak di sebelah utara pulau Jawa dan di sebelah barat pulau Sulawesi. Nama Kalimantan memiliki berbagai toponim; Kalamantan, Calémantan, Kalémantan], Kelamantan, dan menjadi pulau terbesar nomor tiga di dunia (Wikipedia Kalimantan Tengah). Pulau Kalimantan dibagi menjadi wilayah Brunei, Indonesia (dua per tiga) dan Malaysia (sepertiga). Pulau Kalimantan terkenal dengan julukan "Pulau Seribu Sungai" karena banyaknya sungai yang mengalir di pulau ini. Salah satu sungai yang terkenal sekaligus terpanjang adalah sungai kampuas dengan panjang 1.143 km.

Dari sisi kebudayaan, yang menjadi salah satu ciri khas Ke-Indonesia-an, pulau Kalimantan dikenal memiliki berbagai macam budaya-budaya kental yang menjadi identitas asli masyarakatnya. Seperti rumah adat, pakaian adat, tari-tarian kedaerahan, senjata tradisional, suku, bahasa serta lagu daerah. Oleh karena itu, atas berlimpahnya hal-hal tentang Kalimantan, maka yang akan menjadi pokok bahasan dalam paper ini adalah kebudayaan yang terdapat di provinsi Kalimantan tengah. Dayak merupakan suku asli pulau terluas di Indonesia ini.

Suku dayak adalah suku asli Kalimantan yang hidup berkelompok yang tinggal di pedalaman, di gunung, dan sebagainya. Kata Dayak berasal dari kata “daya” memiliki arti hulu, untuk menyebutkan masyarakat yang tinggal dipedalaman atau perhuluan. Nama itu sendiri sebenarnya diberikan oleh orang-orang Melayu yang datang ke Kalimantan. Orang-orang Dayak sendiri sebenarnya keberatan memakai nama Dayak, sebab lebih diartikan agak negatif. Padahal, semboyan orang Dayak adalah “Menteng Ueh Mamut”, yang berarti seseorang yang memiliki kekuatan gagah berani, tidak kenal menyerah atau pantang mundur.

Sistem Sosial Kemasyaratakan

(2)

sebagai keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar (Garna, 1996).

Jika pengertian tersebut dijadikan untuk mengartikan kebudayaan Dayak maka sangat lah sesuia, kebudayaan Dayak adalah seluruh sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia Dayak dalam rangka kehidupan masyarakat Dayak yang dijadikan milik manusia Dayak dengan belajar. Ini berarti bahwa kebudayaan dan adat-istiadat yang berurat berakar dalam kehidupan masyarakat Dayak, kepemilikannya tidak melalui warisan biologis yang ada di dalam tubuh manusia Dayak, melainkan diperoleh melalui proses belajar yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

Dewasa ini, seiring dengan perkembangan dan perubahan zaman kebudayaan, suku Dayak juga mengalami pergeseran perubahan, karena masuknya unnsur-unsur pengaruh dari luar. Hal ini berarti bahwa kebudayaan Dayak itu sifatnya tidak statis dan selalu dinamik; meskipun demikian, sampai saat ini masih ada yang tetap bertahan dan tak tergoyahkan oleh adanya pergantian generasi, bahkan semakin menunjukkan identitasnya sebagai suatu warisan leluhur.

Masyarakat Kalimantan memiliki wujud kebudayaan sebagai sejumlah perilaku yang berpola, atau lazim disebut sistem sosial. Sistem sosial itu terdiri dari aktivitas manusia yang berinteraksi yang senantiasa merujuk pada pola-pola tertentu yang didasarkan pada adat tata kelakuan yang mereka miliki, hal ini tampak dalam sistem kehidupan sosial orang Dayak yang sejak masa kecil sampai tua selalu dihadapkan pada aturan-aturan mengenai hal-hal mana yang harus dilakukan dan mana yang dilarang yang sifatnya tidak tertulis yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi sebagai pedoman dalam bertingkah laku bagi masyarakat suku Dayak.

Kebudayaan menjadi bukti tentang peradabatan manusia, dan juga menjelma

(3)

dan peran yang amat penting, yaitu merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses kehidupan masyarakat Kalimantan. Atau dengan kata lain kebudayaan Dayak dalam perkembangan sejarahnya telah tumbuh dan berkembang seiring dengan masyarakat Dayak sebagai pendukungnya.

Sistem Kekerabatan

Sebagian besar orang Dayak berdiam di wilayah kalimantan Tengah, Timur, Barat, serta sebagian kecil di Kalimantan Selatan. Suku bangsa Dayak terdiri atas beberapa sub-suku bangsa, antara lain Iban, Maanyan, Ngaju, Kenyah, Lawangan, Murut, Kiyu, dan

sebagainya. Sistem kekerabatan di sana, dari segi kekeluargaan lebih kepada menarik garis-garis keturunan dari pihak ayah dan ibu, sehingga sistem pewarisan tidak membeda-bedakan anak laki-laki dan perempuan.

a. Bentuk kekerabatan dalam keluarga

- Keluarga batih (nuclear family), wali/asbah (mewakili keluarga dalam al dan politik di lingkungan dan di luar keluarga) adalah anak laki-laki tertua. - Keluarga luas (extended family), wali/asbah adalah saudara laki-laki ibu dan

saudara laki-laki ayah. Peran wali/asbah, misalnya dalam hal pernikahan, orang yang paling sibuk mengurus masalah pernikahan sejak awal sampai akhir acara. Oleh karena itu, semua permasalahan dan keputusan keluarga harus

dikonsultasikan dengan wali/asbah. Penunjukan wali/asbah berdasarkankesepakatan keluarga.

b. Bentuk kekerabatan di luar garis keluarga

Bagi orang Dayak di Kalimantan Tengah terdiri atas empat macam, yaitu berladang, berburu, mencari hasil hutan dan ikan, menganyam. Dalam berladang mereka

mengembangkan suatu sistem kerja sama dengan cara membentuk kelompok gotong-royong yang biasanya berdasarkan hubungan tetanggaan atau persahabatan.

Adat istiadat, Agama dan Kepercayaan

(4)

Dayak yang masih memeluk Agama Hindu Kaharingan (kemendagri.go.id). Masyarakat Suku Dayak Kalimantan Tengah sangat menjunjung tinggi kerukunan, saling

menghormati, tolong menolong terhadap sesama manusia baik antara Suku Dayak sendiri maupun Suku Bangsa lain yang datang atau berada di bumi Tanbun Bungai, mereka tidak mempersoalkan terhadap suku-suku bangsa lain, hal ini terlihat dari budaya masyarakat Dayak yang sangat dikenal yaitu Budaya Rumah Betang.

Rumah Betang adalah sebuah rumah panjang yang didalamnya dihuni beberapa orang/keluarga yang hidup rukun damai antara satu dengan yang lainnya.

a. Upacara Tiwah

Upacara Tiwah merupakan acara adat suku Dayak. Tiwah merupakan upacara yang dilaksanakan untuk pengantaran tulang orang yang sudah meninggal ke Sandung yang sudah di buat. Sandung adalah tempat semacam rumah kecil yang memang dibuat khusus untuk mereka yang sudah meninggal dunia. Upacara ini dikenal dengan sangat mistis dan sacral.

b. Ritual Nahunan

Nahunan merupakan upacara khas suku Dayak Kalimantan yakni upacara

memandikan bayi secara ritual menurut kebiasaan suku Dayak Kalimantan Tengah. Maksud utama dari pelaksanaan Nahunan adalah prosesi pemberian nama sekaligus pembaptisan menurut Agama Kaharingan(agama orang dayak asli dari leluhur) kepada anak yang telah lahir.

c. Dunia Supranatural

(5)

Kekuatan supranatural Dayak Kalimantan banyak jenisnya. Contohnya, Manajah Antang. Manajah Antang merupakan cara suku Dayak untuk mencari petunjuk seperti mencari keberadaan musuh yang sulit di temukan dari arwah para leluhur dengan media burung Antang, dimanapun musuh yang di cari pasti akan ditemukan. d. Manyanggar

Ritual Dayak bernama Manyanggar ini ditradisikan oleh masyarakat Dayak karena mereka percaya bahwa dalam hidup di dunia, selain manusia juga hidup makhluk halus. Perlunya membuat rambu-rambu atau tapal batas dengan roh halus tersebut diharapkan agar keduanya tidak saling mengganggu alam kehidupan masing-masing serta sebagai ungkapan penghormatan terhadap batasan kehidupan makluk lain. Ritual Manyanggar biasanya digelar saat manusia ingin membuka lahan baru untuk pertanian,mendirikan bangunan untuk tempat tinggal atau sebelum dilangsungkannya kegiatan masyarakat dalam skala

Sedangkan dalam kepercayaan dayak, disebut Kaharingan. Kata ini mungkin masih sangat asing ditelinga kebanyakan orang, namun jika menyebut kata daya (dayak), kemungkinan besar semua orang yang mendengarnya akan tahu. Keterkaitan antara Kaharingan dan Daya ada pada sisi kepercayaan. Bahwa Kaharingan adalah

kepercayaan Suku Dayak. Kaharingan yang sudah dianut sebagai kepercayaan sejak zaman leluhur itu terbagi dalam dua jenis. Kaharingan murni yang sangat spesifik mempraktikkan ritualnya, dan Kaharingan campuran, yang sudah berbaur dengan agama lain, namun masih menjaga kepercayaan asli. Meski begitu, perbedaan keduanya tak terlalu mencolok.

(6)

Sebagai kepercayaan, Kaharingan memuat aturan hidup. Nilai dan isinya bukan sekadar adat-istiadat, tapi juga ajaran berperilaku yang disampaikan secara lisan turun temurun. Aturan hidup tersebut terdapat dalam sejumlah buku suci yang memuat ajaran dan juga seperangkat aturan adalah: Panaturan (sejenis kitab suci), Talatah Basarah (kumpulan doa), Tawar (petunjuk tata cara meminta pertolongan Tuhan dengan upacara menabur beras), Pemberkatan Perkawinan dan Buku Penyumpahan / Pengukuhan untuk acara pengambilan sumpah jabatan.

Referensi

- http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/967/kaharingan-kepercayaan-suku-dayak

- http://penlypoenya.blogspot.co.id/2013/01/kepercayaan-suku-dayak-kalimantan-tengah.html

- Manusia dan Kebudayaan di Indonesia karya Prof. Dr. Koentjaraningrat 2010

(7)

Referensi

Dokumen terkait

Shockley (1981), menyatakan bahwa seorang partner yang memperoleh penugasan audit lebih dari lima tahun pada klien tertentu dianggap terlalu lama, sehingga dimungkinkan memiliki

masalah tersebut dibutuhkan sarana atau alat yang dapat membantu memberikan. informasi yang cepat, tepat dan

Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian kulit daging buah kopi fermentasi MOL sebagai ransum dalam bentuk pelet terhadap kelinci peranakan rex jantan lepas

kita harus menebak dan coba-coba dua bilangan yang apabila dijumlahkan akan. menghasilkan nilai koefesien b dan apabila dikalikan akan menghasilkan

Dalam penelitian, observasi dikelompokkan sebagai penelitian ilmiah apabila observasi tersebut secara khusus dirancang untuk menjawab sebuah

Pada penelitian yang dilakukan, evaluasi meliputi pengukuran dari kualitas VOIP yaitu penggunaan bandwidth , Jitter dan MOS ( Mean Opinion Score ).. Tujuannya adalah

Penekanan anggaran merupakan desakan dari atasan pada bawahan untuk melaksanakan anggaran yang telah dibuat dengan baik, yang berupa sangsi jika kurang dari

Pada anemia pernisiosa , lambung tidak dapat membentuk faktor intrinsik, sehingga vitamin B12 tidak dapat diserap dan terjadilah anemia, meskipun sejumlah