MAKALAH MANAJEMEN AGROINDUSTRI PERKEBUNAN
“AGROINDUSTRI GULA DI INDONESIA ”
DISUSUN OLEH :
FARIZ BAGAS PUTRA WESANTO D41161302 / C
PROGRAM STUDI MANAJEMEN AGROINDUSTRI JURUSAN MANAJEMEN AGRIBISNIS
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah pengganti atas ketidak hadiran saya pada praktek Manajemen Agroindustri Perkebunan. Saya juga bersyukur atas berkat rezeki dan kesehatan yang diberikan kepada saya sehingga saya dapat mengumpulkan bahan-bahan materi makalah ini dari berbagai sumber.
Saya telah berusaha semampu saya untuk mengumpulkan berbagai macam bahan tentang makalah pengganti praktek ini. Saya sadar makalah yang saya buat ini masih jauh dari kata sempurna, karena itu saya mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun untuk kemajuan saya nantinya.
Demikianlah makalah ini saya buat, apabila ada kesalahan dalam penulisan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
BAB I. PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman. Gula sederhana, seperti glukosa (yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam), menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel.
Gula sebagai sukrosa diperoleh dari nira, tebu, bit gula, atau aren. Meskipun demikian, terdapat sumber-sumber gula minor lainnya, seperti kelapa. Sumber-sumber pemanis lain, seperti umbi dahlia, anggur, atau bulir jagung, juga menghasilkan semacam pemanis namun bukan tersusun dari sukrosa sebagai komponen utama. Proses untuk menghasilkan gula mencakup tahap ekstraksi (pemerasan) diikuti dengan pemurnian melalui distilasi (penyulingan).
RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimanakah sejarah industri gula yang ada di Indonesia? 2. Apa saja jenis-jenis gula yang ada di Indonesia?
3. Apa saja manfaat dan kerugian dari gula?
TUJUAN
BAB II PEMBAHASAN
SEJARAH INDUSTRI GULA YANG ADA DI INDONESIA
Industri gula pada awanya muncul di Indonesia jauh sebelum kakek-nenek kita lahir,yaitu pada tahun 1830-an,yaitu masa diterapkanya tanam paksa. Pada masa ini, semua penduduk pribumi diperintahkan oleh pemerintah kolonial untuk menanam lahannya secara penuh dengan berbagai tanaman komoditas ekspor dunia, tentu saja bukan anthurium atau bonsai, tapi tanaman seperti kopi, teh dan gula yang diminanti di pasaran Eropa. Untuk yang terakhir, tanaman yang ditanam adalah tanaman tebu yang ditanam di dataran rendah. Akibat kebijakan pemerintah kolonial yang sewenang-wenang, lahan yang harusnya ditamam padi,ditanam dengan tebu,sehingga panen padi bekurang dan terjadi kelaparan dimana-mana.
Untuk meningkatkan nilai jual, pemerintah kolonial mendirikan pabrik pengolahan tanaman tebu menjadi gula. Awalnya tebu diolah dengan cara tradisional, yakni digiling dengan tenaga manual dan tentu saja hasilnya tidak banyak. Tapi untungnya semua penderitaan itu berakhir setelah adanya revolusi industri pada tahun 1850-an. Revolusi Industri adalah berubahnya system pengolahan bahan mentah dari tenaga manual dan alam ke tenaga mesin. Gelombang revolusi Industri yang pada awalnya muncul di Eropa,sampai di Indonesia.Banyak pabrik-pabrik gula yang menggunakan tenaga mesin.
Pada tahun 1870-an, karena dirasa merugikan, system tanam paksa tadi diganti dengan dua Undang-undang, yakni Suiker Wet dan Agrarische Wet. Akibatnya, banyak perusahaan swasta dari Belanda menanamkan modalnya di Hindia Belanda.Modal yang ditanam yaitu perkebunan tebu dan pabrik pengolahannya. Banyak sekali perusahaan yang membuat perkebunan tebu bahkan raja Mangkunegaran, yaitu Mangkunegaran IV ikut-ikutan mendirikan pabrik gula. Selain itu,industri gula lah yang mengantarkan Oei Tiong Ham menjadi Bill Gates-nya Asia pada abad ke 19.
Pada awal abad ke 19, hampir semua karesidenan se Pulau Jawa memiliki pabrik gula. Karesidenan dengan pabrik gula paling banyak adalah karesidenan Surabaya, yaitu 35 pabrik gula. Sementara itu, di Yogyakarta sendiri memiliki 17 pabrik gula seperti PG Sewugalur, PG Maguwo, PG Medari, Dan lain-lain dalam satu wilayah-cukup rapat untuk wilayah seluas Yogya, bahkan ada ungkapan dari sebuah cerobong pabrik gula bisa terlihat beberapa cerobong pabrik gula lain. Kurang lebih ada di 185 pabrik gula pada waktu itu.
namun ada beberapa pabrik gula yang masih berdiri juga. Namun pabrik gula tadi nasibnya berubah setelah Dai Nippon alias tentara Jepang masuk Hindia Belanda.Banyak pabrik gula yang diubah fungsinya menjadi karung goni seperti pabrik Gula Gondangwinangun dan pabrik gula Delanggu. Setelah Dai Nippon pergi nasib beberapa pabrik gula kian tidak jelas nasibnya. Yang paling mengenaskan ada di Yogya dimana 15 dari 17 pabrik gula yang ada dihancurkan oleh para pejuang agar tidak dipakai oleh Belanda pada masa agresi militer. Penurunan harga gula akibat krisis ekonomi merontokkan industri ini dan pada akhir dekade hanya tersisa 35 pabrik dengan produksi 500 ribu ton gula per tahun. Situasi agak pulih menjelang Perang Pasifik, dengan 93 pabrik dan prduksi 1,5 juta ton. Seusai Perang Dunia II, tersisa 30 pabrik aktif. Tahun 1950-an menyaksikan aktivitas baru sehingga Indonesia menjadi eksportir netto. Pada tahun 1957 semua pabrik gula dinasionalisasi dan pemerintah sangat meregulasi industri ini. Sejak 1967 hingga sekarang Indonesia kembali menjadi importir gula.
Macetnya riset pergulaan, pabrik-pabrik gula di Jawa yang ketinggalan teknologi, tingginya tingkat konsumsi (termasuk untuk industri minuman ringan), serta kurangnya investor untuk pembukaan lahan tebu di luar Jawa menjadi penyebab sulitnya swasembada gula.
Pada tahun 2002 dicanangkan target Swasembada Gula 2007. Untuk mendukungnya dibentuk Dewan Gula Indonesia pada tahun 2003 (berdasarkan Kepres RI no. 63/2003 tentang Dewan Gula Indonesia). Target ini kemudian diundur terus-menerus.
JENIS-JENIS GULA YANG ADA DI INDONESIA 1. Gula Merah
Gula merah adalah jenis gula yang dibuat dari nira, yaitu cairan yang dikeluarkan dari bunga pohon keluarga palma, seperti kelapa, aren, dan siwalan. Prosesnya adalah dengan memasak nira dengan suhu yang panas hingga menguning, dan bila warnanya sudah mulai kecoklatan, itu merupakan tanda bahwa nira sudah matang. Aduk gula cairnya hingga mengental, dan setelah itu taruh pada cetakan.
2. Gula Tebu
Gula tebu kebanyakan dipasarkan dalam bentuk gula kristal curah. Pertama tama bahan mentah dihancurkan dan diperas, sarinya dikumpulkan dan disaring, cairan yang terbentuk kemudian ditambahkan bahan tambahan (biasanya menggunakan kalsium oksida) untuk menghilangkan ketidak murnian, campuran tersebut kemudian diputihkan dengan belerang dioksida. Campuran yang terbentuk kemudian dididihkan, endapan dan sampah yang mengambang kemudian dapat dipisahkan. Setelah cukup murni, cairan didinginkan dan dikristalkan (biasanya sambil diaduk) untuk memproduksi gula yang dapat dituang ke cetakan. Sebuah mesin sentrifugal juga dapat digunakan pada proses kristalisasi. Setelah proses kristalisasi, kemudian gula masuk pada proses pemisahan kristal yang berfungsi untuk memisahkan gula yang baik dan tidak. Lalu gula tersebut dikeringkan kemudian dikemas.
Gula batu adalah gula tebu yang tidak melalui tahap kristalisasi. Gula kotak/blok adalah gula kristal lembut yang dipres dalam bentuk dadu. Gula mentah (raw sugar) adalah gula kristal yang dibuat tanpa melalui proses pemutihan dengan belerang. Warnanya agak kecoklatan karena masih mengandung molase, namun sekarang gula batu sudah bersih dalam pembuatannya sehingga gula batu yang berwarna coklat sudah tidak ada lagi.
terbentuk lalu dididihkan hingga kandungan air yang tersisa hanya tinggal 30% saja.
Gula kemudian diekstraksi dengan kristalisasi terkontrol. Kristal gula pertama tama dipisahkan dengan mesin sentrifugal. Sentrifugasi dilakukan untuk memisahkan kristal gula dengan molasses. Upaya agar sentrifugasi berlangsung secara optimal adalah dengan pengaturan kecepatan putaran. Kecepatan putaran sangat mempengaruhi kekuatan mesin tersebut dalam melepaskan lapisan molasses dari kristal gula. Kecepatan putaran sentrifugasi dan cairan yang tersisa digunakan untuk tambahan pada proses kristalisasi selanjutnya. Ampas yang tersisa (di mana sudah tidak bisa lagi diambil gula darinya) digunakan untuk makanan ternak dan dengan itu terbentuklah gula putih yang kemudian disaring ke dalam tingkat kualitas tertentu untuk kemudian dijual.
MANFAAT DAN KERUGIAN DARI GULA 1. Manfaat
1) Penyembuh Luka
Penelitian menunjukkan jika menabur gula pasir pada bagian tubuh yang terluka dapat berguna sebagai antibiotik alami.
2) Scrub Bibir
Dapat membuat bibir menjadi merah alami. 3) Scrub Wajah
Dengan mencampurkan gula, tepung beras, dan susu bisa membuat wajah menjadi lebih bersih dan lembut
4) Memperpanjang Usia Makanan
Dengan meletakkan beberapa gula batu disekitar tempat penyimpanan makanan kering
5) Membuat Tumit Menjadi Lebih Lembut Akibat Pecah-Pecah
Dengan mencampur gula dan minyak peppermint dapat mengurangi
2. Kerugian
1) Selalu Ingin Makan
Selain dapat membebani hati, kelebihan fruktosa pada tubuh juga dapat mengacaukan sistem metabolisme tubuh dengan mematikan sistem pengendali nafsu makan Anda. Kondisi tersebut memicu kegagalan tubuh dalam merangsang produksi hormon insulin, meningkatkan produksi hormon ghrelin yang berperan dalam menimbulkan rasa lapar, namun menurunkan produksi hormon leptin yang berperan dalam menimbulkan rasa kenyang.
Hal ini dibuktikan pada studi yang menunjukkan bahwa konsumsi berlebihan gula langsung/fruktosa dapat meningkatkan produksi ghrelin, dan mengurangi sensitivitas tubuh pada hormon insulin. Hal tersebutlah yang membuat Anda akan selalu lapar meskipun telah makan banyak. 2) Lemak Pada Perut
Semakin banyak gula yang Anda konsumsi, maka akan semakin meningkatkan risiko tertimbunnya lemak pada lingkar pinggang dan perut Anda. Hal tersebut juga dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas. 3) Karies Gigi
Karies gigi terjadi ketika bakteri yang hidup di mulut mencerna sisa karbohidrat dari makanan yang Anda konsumsi, entah itu merupakan sisa dari gula pada donat yang Anda konsumsi atau lainnya. Bakteri tersebut akan membusuk dan memproduksi asam yang dapat menghancurkan enamel/dentin gigi.
4) Kerusakan Hati
Gula yang masuk ke aliran darah dari saluran pencernaan akan dipecah menjadi glukosa dan fruktosa. Sayangnya, fruktosa tidak diproduksi oleh tubuh dalam jumlah yang signifikan -karena memang tidak terlalu dibutuhkan oleh tubuh. Sehingga, konsumsi gula berlebih dapat membuat tubuh kelebihan fruktosa yang dapat membebani hati dan menyebabkan perlemakkan hati. Hal tersebutlah yang dapat memicu terjadinya komplikasi kesehatan.
5) Penyakit Jantung
membuang lemak ke aliran darah. Kedua hal tersebutlah yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
6) Disfungsi Metabolik
Konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan sindrom metabolik klasik, seperti berat badan, obesitas abdominal, penurunan HDL, peningkatan LDL, gula darah tinggi, peningkatan trigliserida, dan tekanan darah tinggi. 7) Resistensi Hormon Insulin
BAB III PENUTUP KESIMPULAN
Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman. Gula sederhana, seperti glukosa (yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam), menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel.
Gula sebagai sukrosa diperoleh dari nira, tebu, bit gula, atau aren. Meskipun demikian, terdapat sumber-sumber gula minor lainnya, seperti kelapa. Sumber-sumber pemanis lain, seperti umbi dahlia, anggur, atau bulir jagung, juga menghasilkan semacam pemanis namun bukan tersusun dari sukrosa sebagai komponen utama. Proses untuk menghasilkan gula mencakup tahap ekstraksi (pemerasan) diikuti dengan pemurnian melalui distilasi (penyulingan).
Gula di indonesia memiliki sejarah yang mendalam bagi para pejuang meskipun cara pengolahan dan pengetahuan yang didapat tidak murni dari bangsa Indonesia, melainkan bangsa penjajah. Terdapat 3 jenis gula, yaitu gula merah, gula pasir dan batu, serta gula bit. Namun dalam pemasarannya yang sering laku penjualannya adalah gula pasir dan batu kemudian ada juga gula merah yang masih sering digunakan. Serta dapat pula diketahui manfaat dan juga dampak buruk dari gula seperti pada pembahasan diatas.
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Gula#cite_note-FAO-1
http://buahpena.fib.ugm.ac.id/?p=103
https://www.msn.com/id-id/kesehatan/health/bukan-cuma-jadi-pemanis-ini-8-manfaat-tersembunyi-gula-satunya-pemerah-bibir/ar-AAsVdgN
https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/akibat-kebanyakan-gula/