Contoh Soal dan Penyelesaian Departementalisasi BOP SOAL :
Biaya overhead langsung dan tidak langsung departemen-departemen pembantu dan produksi selama satu tahun diperkirakan sebagai berikut :
Departemen produksi :
Jasa yang dihasilkan departemen pembantu dibagikan menurut proporsi sebagai berikut : Dipakai oleh
1. Bagaimana penghitungan alokasi BOP jika menggunakan metode kontinyu ?
2. Bagaimana penghitungan alokasi BOP jika menggunakan metode aljabar ?
PT. SINAR BULAN mempunyai data biaya overhead sebagai berikut :
Dari data diatas :
1. Hitunglah Distribusi BOP Departemen jasa dengan menggunakan metode langsung ! 2. Hitunglah Distribusi BOP Departemen jasa menggunakan metode bertingkat ! 3. Hitunglah Distribusi BOP Departemen jasa dengan menggunakan metode simultan !
Sebuah perusahaan setiap tahun menanggung biaya sewa gedung sebesar $ 1,500.000.
Perusahaan tersebut terdiri dari 4 departemen,
dengan luas lantai masing-masing departemen adalah sebagai berikut :
Departemen Luas Lantai
A 100 M2
B 150 M2
C 100 M2
D 50 M2
Biaya sewa masing-masing gedung secara terpisah adalah sebagai berikut :
Kemudian diasumsikan jika sewa ruang secara sentralisasi maka biaya agregat sewa,
gedung menjadi $ 1.030.000. Dari data diatas :
1. Hitunglah alokasi BOP Departemental tidak lansung !
2. Hitunglah alokasi dari biaya sewa agregat berdasarkan biaya yang terpisah !
3. PT. CAHAYA MENTARI pada tahun 1996 memproduksi produk jadi sebanyak 120.000 unit.
Bahan baku yang dibeli dari pemasok sebanyak 750.000 kg,
Dalam menghasilkan produk, ditetapkan standar kuantitas bahan baku
sebanyak 6 kg / unit dengan standar harga Rp. 2.150,- / kg,
lalu ditentukan pula standar efisiensi tenaga kerja langsung 3 jam / unit
dengan standar tarif upah Rp. 2.400,- / jam .
Namun kenyataan yang terjadi, harga bahan baku sesungguhnya hanya Rp. 2.100,-/ kg,
dengan jumlah jam tenaga kerja sesungguhnya selama 365.000 jam
dengan tarif Rp. 2.500, / jam.
Diminta Carilah :
1. Selisih harga bahan baku. 2. Selisih kuantitas bahan baku.
3. Selisih efisiensi tenaga kerja langsung. 4. Selisih Tarif tenaga kerja langsung
E. Jurnal untuk mencatat gaji dan upah yang harus
dibayar,
serta pengalokasian selisih gaji dan upah dengan
mengabaikan pajak atas gaji dan upah
1. Biaya depresiasi gedung Rp70.600.
Data luas lantai masing-masing departemen
sebagai berikut:
Departemen Luas Lantai (m2 )
Departemen B 100
Departemen 1 63
Departemen 2 40
Jumlah 353
Hitunglah Alokasi biaya depresiasi gedung untuk setiap departemen ! 1. Biaya depresiasi bangunan Rp 141.200 Data luas lantai masing-masing departemen sebagai berikut:
Alokasi biaya overhead Departemen X Rp 424 ) Rp 42.4
*) Biaya overhead departemen X sebesar Rp 3.000.000 tersebut mestinya dialokasikan pula ke departemen-departemen produksi, tetapi dalam perhitungan ini jumlah biayaoverhead yang dialokasikan ke departemen-depertemen produkasi tidak ditulis. Hal ini disebabkan karena tujuan metode alokaso kontinyu di sini adalah untuk menghitung jumlah biaya overhead departemen pembantu setelah menerima alokasi biaya dari departemen lain.
Jadi, jumlah biaya overhead departemen X setelah menerima alokaso biaya dari departemen Y adalah sebesar Rp 4.081.632,48 (yaitu diperoleh dari Rp 3.000.000 + Rp 1.060.000 + Rp 21.00 + Rp 424 + Rp 8,48).
Sedangkan jumlah biaya overhead departemen Y adalah sebesar Rp 5.408.163,25 ( yaitu yang diperoleh dari Rp 5.000.000 + Rp 300.000 +Rp 106.000 + Rp 2.120 + Rp 42,4 + Rp 0,85).
Alokasi biaya overhead departemen pembantu ke departemen produksi dan alokasi biaya overhead antar departemen pembantu sendiri dilakukan sebagai berikut :
1. Dari data soal tersebut di atas, misalkan :
Oleh karena itu,
x = 3.000.000 + 0,20 y
y = 5.000.000 + 0,10 x
Kedua persamaan tersebut dapat diselesaiakan lebih lanjut sebagai berikut :
X = 3.000.000 + 0,20 y
Alokasi biaya overhead departemen pembantu ke departemen produksi dan antar departemen pembantu sendiri dilakukan sebagai berikut:
1. Distribusi BOP Departemen jasa dengan
1. Distribusi BOP Departemen jasa dengan menggunakan
menggunakan metode bertingkat ialah sebagai berikut :
Total Departemen Produksi Departemen Jasa
A B Y Z
Overhead pabrik sebelumnya - Distribusi dept.
jasa $ 196.300 $ 60.000 $ 80.000 $ 36.300 $ 20.000
Distribusi dari
- Departemen Y $ 14.520 $ 14.520 $ (36.300) $ 7.260
- Departemen Z $ 7.789 $ 19.471 $ (27.260)
Total Overhead $ 196.300 $ 82.309 $ 113.991 $ - $
-1. Distribusi BOP Departemen jasa metode simultan
Jika menggunakan metode simultan, setiap total biaya departemen jasa dinyatakan dalam bentuk persamaan, sebagai berikut :
Jika : Y = $ 36.300 + 0.30Z
Y = $ 20.000 + 0.20Y Maka penyelesaiannya adalah sebagai berikut :
Y = $ 36.300 + 0.30Z
Y
Y – 0,06 Y = $ 42.300 0,94 Y = $ 42.300
Y = $45.000,00
Untuk nilai Y = $ 45.000 maka untuk menentukan nilai Z (menggunakan sifat subtitusi) :
Z = $ 20.000 + 0,20 Y Z = $ 20.000 + 0,20 ($ 45.000)
Z = $ 20.000 + $ 9.000 Z = $29.000
Total Departemen Produksi Departemen Jasa
A B Y Z
Overhead pabrik sebelumnya - Distribusi dept.
jasa $ 196.300 $ 60.000 $ 80.000 $ 36.300 $ 20.000
Distribusi dari
- Departemen Y $ 18.000 $ 18.000 $ (45.000) $ 9.000
- Departemen Z $ 5.800 $ 13.630 $ 8.700 $ (29.000)
Total Overhead $ 196.300 $ 83.800 $ 111.630 $ $
-1. Alokasi BOP departemental tidak langsung :
Departemen Luas Lantai Dasar Alokasi dialokasikanBOP yang
A 100 M2 (100 m2 : 400 m2) x $ 1.500.000 $ 375.000
B 150 M2 (150 m2 : 400 m2) x $ 1.500.000 $ 562.500
C 100 M2 (100 m2 : 400 m2) x $ 1.500.000 $ 375.000
D 50 M2 (50 m2 : 400 m2) x $ 1.500.000 $ 187.500
Total $ 1.500.000
Departemen Biaya Agregat Dasar Alokasi Biaya agregat yang dialokasikan
A $ 1.030.000 ($ 500.000 : $ 1.300.000) x$1.030.000 $ 396.154
B $ 1.030.000 ($ 500.000 : $ 1.300.0000 x$1.030.000 $ 396.154
C $ 1.030.000 ($ 250.000 : $ 1.300.000) x $1.030.000 $ 198.077
D $ 1.030.000 ($ 50.000 : $ 1.300.000) x $ 1.030.000 $ 39.615
Total $ 1.030.000
1. Penyelesaian :
2. Selisih Harga Bahan Baku :
Selisih Harga = ( Harga Ssg – Harga Std ) x Kuantitas Ssg = ( Rp. 2.100 – Rp. 2.150 ) x 750.000
= Rp. 37.500.000,- ( Laba ) B. Selisih Kuantitas Bahan Baku :
Selisih Kuantitas = [Kuantitas Ssg – Kuantitas Std yang ditetapkan] x Harga Std = [ 700.000 – ( 6 x 120.000 ) ] x Rp. 2.150
= Rp. 43.000.000 ( Laba )
1. Selisih Efisiensi Jam Tenaga Kerja Langsung :
Selisih Jam Kerja=[Jam kerja Ssg–Jam kerja Std yg ditetapkan] x Tarif upah Std = [ 365.000 – ( 3 x 120.000 ) ] x Rp. 2.400
= Rp. 12.000.000,- ( Rugi )
1. Selisih Tarif Upah Tenaga Kerja Langsung :
Selisih Tarif Upah = [ Tarif upah Ssg – Tarif upah Std ] x Jam kerja Ssg = [ Rp. 2.500 – Rp. 2.400 ] x 365.000
= Rp. 36.500.000,- ( Rugi )
1. Jurnal untuk mencatat gaji dan upah yang harus dibayar :
Gaji dan upah ( 2.500 x 365.000) Rp. 912.500.000,- —
912.500.000,-Jurnal untuk mengalokasikan gaji dan upah serta selisih-selisihnya :
Barang dalam proses ( 360.000 x 2.400 ) Rp. 864.000.000,- —
Selisih efisiensi TK langsung Rp. 12.000.000,- — Selisih tarif TL langsung Rp. 36.500.000,- —
Gaji dan upah — Rp.
912.500.000,-1. Alokasi biaya depresiasi gedung untuk setiap departemen sebagai berikut:
Departemen A = (150 / 353) x Rp70.600 = Rp30.000 Departemen B = (100 / 353) x Rp70.600 = Rp20.000 Departemen 1 = (63 / 353) x Rp70.600 = Rp12.600 Departemen 2 = (40 / 353) x Rp70.600 = Rp8.000
1. Alokasi biaya depresiasi bangunan untuk setiap departemen sebagai berikut: