• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN HASIL PENELITIAN ORGANISASI OTON

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAPORAN HASIL PENELITIAN ORGANISASI OTON"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN HASIL PENELITIAN ORGANISASI OTONOM TENTANG

PEMUDA MUHAMMADIYAH DAERAH SRAGEN

Laporan ini di susun guna memenuhi tugas Kemuhammadiyahan Dosen Dra wafrotur rohmah

Disusun Oleh :

Wahyu Puji Lestari

A210130042

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(2)

LAPORAN HASIL PENELITIAN MAHASISWA

1. Judul Penelitian :

2. Prodi :

3. Peneliti Utama

a. Nama Lengkap :

b. NIM :

c. Alamat Rumah : d. No Telepon : 4. Anggota Peneliti : 5. Dosen Pembimbing

a. Nama Lengkap :

b. NIK :

c. No Telepon :

Surakarta 27 November 2014

Dosen Pembimbing Peneliti

Dra Wafrotur Rochmah Wahyu Puji L.

Mengetahui

Ketua Pimpinan Daerah Sragen

(3)

KATA PENGANTAR

Pertama-tama penulis ucapkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,karena atas rahmat-Nya penulis diberi kesempatan untuk melakukan observasi. Dalam laporan observasi ini penulis menyampaikan tentang Sejarah Pemuda Muhammadiyah di Kabupaten Sragen.

Ucapan terimakasih penulis ucapkan kepada Ibu dosen yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepada penulis untuk melakukan observasi ini. Ucapan terimakasih juga penulis ucapkan kepada pihak Fakultas, Jurusan, Dosen Pengampu, Kepala Pimpinan dan Staf – staf terkait di pimpinan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sragen. Dimana telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan observasi. Penulis berharap laporan ini bisa menjadi pedoman bagi penulis sebagai calon pendidik, disamping itu menjadi bahan acuan penilaian untuk mata kuliah Kemuhammadiyahan.

Penulis sadar dalam pembuatan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis mohon kritik dan saran dari pembaca dan dosen pengampu mata kuliah. Kritik dan saran tersebut sebagai bahan penyempurnaan bagi penulis dalam membuat laporan untuk mata kuliah yang lain.

Surakarta, 27 November 2014

(4)

Sejarah Pemuda Muhammadiyah

Perhatian K.H. Ahmad Dahlan kepada para Pemuda sangat istimewa. Pemuda pemuda Kauman yang terkenal bandel, oleh Kyai didekatinya dengan baik. Mereka berhasil dikumpulkan dan dihimpun dalam satu perkumpulan dan diberi nama “SISWO PROYO”. Mereka diberi pendidikan agama dan budi pekerti serta ketrampilan.

Sekitar tahun 1918 KH. Ahmad Dahlan pergi bertabligh ke Solo. Ketika beliau lewat di muka istana Mangkunegaran Solo, Beliau sempat melihat para Pemuda pemudi remaja berbaris dengan tertib dan rapi. Pakaian mereka seragam bertopi dan dilehernya melihat saputangan yang seragam pula.Mereka kelihatan gagah dan selalu gembira riang.

Sesampainya di Yogyakarta, Kyai menceritakan apa yang baru saja dilihatnya di Solo kepada para murid-muridnya. Seorang menteri Guru Bapak Romodirdjo yang ikut KH. Ahmad Dahlan menjelaskan bahwa para pemuda itu ialah Pedvinder Mangkunegaran. Pedvinder adalah Organisasi anak anak yang mengikuti gerakan kepanduan. Mereka dilatih baris berbaris seperti militer, dilatih hidup sederhana, diberi pendidikan budipekerti dan diberi bimbingan untuk suka memberi pertolongan kepada orang lain.

Dengan cepat K.H.Ahmad Dahlan menjawab. Kalau begitu anak anak kita (Muhammadiyah) perlu diberi pendidikan semacam itu. Sikap Kyai yang senang terhadap cara baru itu mendapat sambutan para murid-muridnya dengan penuh semangat.

Salah satu murid K.H. Ahmad Dahlan yaitu Sarbini seorang guru SD. Muhammadiyah kebetulan pernah menjadi serdadu Belanda, dia mahir baris berbaris, mahir meniup terompet dan memukul tambur (genderang) serta pandai pula menggunakan senjata api. maka oleh Kyai, Pemuda Sarbini ditunjuk untuk melatih para Pemuda-pemuda Muhammadiyah. Sebagian Pemuda-pemudi tersebut ada yang mahir dalam mengadakan berbagai permainan dan olahraga. Maka jadilah para Pemuda Muhammadiyah terkumpul dalam satu organisasi kepanduan dengan pakaian seragam. Mereka berlatih dengan semangat dan penuh kegembiraan. Sejak saat itu berdirilah “Padvinder Muhammadiyah

Agar Padvinder Muhammadiyah lebih teratur maka dibentuklah pengurus yang terdiri : Ketua : H. Muhtar

Wakil Ketua : R.H. Hadjid Sekretaris : Somodirdjo

(5)

Komandan : Sarbini Damiri

Pada waktu mulai berdirinya, Padvinder Muhammadiyah dalam latihan latihan masih menggunakan aba-aba bahasa Belanda, seperti yang digunakan oleh serdadu Belanda. Dalam perkembangannya setelah Padvinder Muhammadiyah lebih teratur maka aba-aba dalam latihan digunakan bahasa sendiri. Dengan cara ini maka tertanamlah semangat cinta tanah air. Semua perlengkapan dan seragam ditentukan dan disesuaikan dengan jiwa dan semangat Muhammadiyah.

Warna baju : Coklat Warna celana : Biru

Kedua warna tersebut yaitu coklat dan biru melambangkan warna tanah dan air. Hal ini dimaksudkan agar para Padvinder Muhammadiyah memiliki semangat cinta tanah air yaitu Indonesia.

Warna kacu leher : Hijau dengan di beri simbul matahari Muhammadiyah berwarna putih ditiap tiap sudutnya dituliskan H.W. singkatan dari Hizbul Wathan yang artinya cinta tanah air. Warna hijau pada kacu leher melambangkan kesuburan tanah air Indonesia. Secara resmi nama Padvinder Muhammadiyah diganti menjadi Hizbul Wathan yang berarti prajurit tanah air atau cinta tanah air.

Pelajaran kepanduan lebih disempurnakan disesuaikan dengan jiwa Muhamamdiyah. Pelajaran-pelajaran H.W. disamping baris berbaris yang sudah menggunakan aba-aba dengan bahasa daerah (Jawa) yang kemudian menggunakan bahasa Melayu (Indonesia) maka pelajaran H.W. lebih ditekankan kepada memperdalam ibadah dan akhlaq Islam, ditambah dengan seni bela diri, PPPK.

Simbul H.W. juga ditentukan yaitu berupa kuncup bunga dengan tulisan : “FASTABIQUL KHAIRAT”

artinya : Berlomba-lombalah dalam kebaikan, yang ditulis pada pita dibawahnya.

(6)

Kemudian pada Muktamar Muhammadiyah ke-20 di Makassar. dibentuk pula Muhammadiyah Bagian Pemuda dibentuk untuk menampung Pemuda Pemuda yang aktif di Muhammadiyah tapi kurang tertarik dengan H.W. Banyak para asuhan H.W. ketika meletus perang Kemerdekaan menerjunkan diri kedalam militer memanggul senjata melawan Belanda yang berusaha menjajah kembali bangsa Indonesia. Panglima Besar TNI yang pertama ialah seorang anak hasil didikan H.W. dan seorang pemimpin H.W. di Banyumas.

Pada tanggal 10 Maret 1961 Presiden Soekarno memanggil para Pandu pandu Indonesia yang jumlahnya tidak kurang dari 60 pandu. Presiden menyampaikan amanatnya bahwa adanya banyak perkumpulan pandu pandu di Indonesia tidak mencerminkan adanya persatuan bangsa Indonesia. Oleh karena itu pandu pandu harus bersedia meleburkan diri dalam satu wadah Kepanduan saja yaitu yang diberi nama Pramuka (Praja Muda Karana). Kemauan Presiden tidak bisa di tolak lagi. Dengan rasa berat hati para Pimpinan Pandu-pandu yang terpaksa menerima yang menjadi kehendak Presiden Soekarno.

Maka pada tanggal 28 Syawal tahun 1380 H, bertepatan dengan tanggal 15 Maret 1961 para pandu-pandu yang ada membubarkan diri dan meleburkan diri dalam satu wadah Kepaduan yaitu Pramuka yang sekarang ada. Pada tanggal tersebut sungguh suatu peristiwa yang bersejarah dan mengharukan bagi pandu pandu di Indonesia. Bendera pandu-pandu diturunkan dan diganti dengan pandu Pramuka dengan gambar Tunas Kelapa.

Spirit Muhammadiyah senantiasa mengilhami setiap organisasi otonom di lingkungan Muhammadiyah. Demikian pula hatnya dengan Pemuda Muhammadiyah, yang lahir dengan semangat yang sama dengan berdirinya Muhammadiyah, yaitu semangat untuk membangungenerasi yang tangguh untuk masa mendatang. Sebagai salah satu organisasi otonom tertua di lingkungan Muhammadiyah (berdiri 2 Mei 1932),Pemuda Muhammadiyah hadir sebagai pelopor, pelangsung, dan penyempurna perjuangan Muhammadiyah.

Visi:

Mempersiapkan kader dan generasi muda Indonesia untuk siap menghadapi tantangan masa depan yang lebih beragam, penuh dinamika dan berbagai kepentingan datam rangka mencapai maksud dan tujuan Pemuda Muhammadiyah.

Misi:

(7)

Prinsip Dasar Organisasi

Pemuda Muhammadiyah adatah organisasi otonom di lingkungan Muhammadiyah yang merupakan gerakan dakwah Islam amar ma'ruf nahi mungkar di kalangan pemuda, beraqidah Islam, dan bersumber pada al-Quran dan Sunnah Rasul. Organisasi ini didirikan dengan maksud dan tujuan untuk menghimpun, membina, dan menggerakkan potensi Pemuda Islam serta meningkatkan perannya sebagai kader untuk mencapai tujuan Muhammadiyah.

Pencapaian maksud dan tujuan tersebutdilakukan dengan upaya-upaya sebagai berikut: 1. Meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Subhanahu Wa ta'ala.

2. Memperdalam ilmu, memperluas pengetahuan dan meningkatan kecerdasan serta mengamatkan sesuai dengan ajaran Islam.

3. Memperdalam dan meningkatkan pemahaman Agama Islam. 4. Menyelenggarakan dan meningkatkan mutu pendidikan kader. 5. Mengadakan dakwah di kalangan pemuda dan remaja.

6. Meningkatkan fungsi dan peran pemuda Muhammadiyah sebagai kader Muhammadiyah, kader umat Islam, dan kader bangsa.

7. Memasyarakatkan dan meningkatkan kegiatan olahraga sebagai sarana dakwah Islamiyah.

8. Menumbuhkan dan mengembangkan seni budaya yang bernafaskan Islam.

9. Menggembirakan beramal yang diridhai Allah dan hidup tolong-menolong (ta'awun) dalam ukhuwah Islamiyah.

10. Usaha-usaha lain yang tidak menyalahi tujuan.

Jaringan Struktural

(8)

Garis- garis Besar Haluan Gerakan

Adalah serangkaian strategi yang mungkin dan memungkinkan untuk dilakukan dengan penjabaran program yang lebih realistis, dan tentunya memiliki daya dukung yang memadai. Oleh karenanya, improvisasi, kreatifitas dan penyesuaian atas kondisi masing-masing sangatlah mungkin dan terkadang harus dilakukan. Dalam kaitan itulah maka dapat dirumuskan 5 (lima) pondasi utama untuk dijadikan koridor penting sebagai batasan pijakan bersama untuk mencapai tujuan kemajuan Pemuda Muhammadiyah, yaitu; Pondasi pertama, Tauhid. Aqidah ini penting sekali sebagai dasar gerakan kita. Jika keyakinan kita temah, maka akan sangat rapuh gerakan Pemuda Muhammadiyah. Sesuai dengan surat Al- Ankabut (19:41); "Perumpamaan orang-orang yang mengambil perlindungan-perlindungan selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba, kalau mereka mengerti".

Pondasi kedua, adatah sistem moral yang benar berdasarkan wahyu illahi. Kita sering membaca surat Al-Baqarah (12:185); yang menyatakan bahwa Al-Quran itu sebagai hudallinnas (petunjuk bagi ummat manusia). Kemudian berisi keterangan (explanation) dan pembeda, yakni the distingtion between good and evil. Jadi selain tauhid kita bangun juga sistem nilai moral yang benar.

Pondasi ketiga, adalah faith and action atau action base on faith. Jadi melakukan amal sholeh sebanyak-banyaknya yang didasarkan pada aqidah serta nilai-nilai moral yang benar, sehingga amal itu tidak hampa. Tujuan amat itu menjadi jelas arahnya.

Pondasi keempat, adatah Keadilan. Keadilan ini merupakan perintah pertama dalam Al-Quran. Innallah ya'muru bil 'adl wal ihsan, yakni agama keadilan. Karena memang begitu jelas benang meraih keadilan itu dalam konsep agama Islam. Jadi keaditan harus ada keseimbangan yang semetris. Semua orang mendapat apa yang menjadi haknya dan bagi semua orang itu diminta apa yang menjadi kewajibannya. Pemuda Muhammadiyah berusaha membangun masyarakat yang tidak diskriminatif atau abau dende (pilih kasih).

(9)

Program Kerja Bidang Pengembangan Organisasi dan Sistem Informasi Manajemen

1. Melakukan pemberdayaan organisasi dengan mengintensifkan gerakan Pemuda Muhammadiyah mulai ranting, cabang, daerah, wilayah hingga pusat sendiri melalui perumusan tugas dan pokok-pokok kegiatan yang harus dikerjakan pada masing-masing level secara jetas, terarah dan menjadi jaringan yang terkontrol, terpantau dan dapat dievaluasi.

2. Meningkatkan kualitas manajemen organisasi yang efisien dan efektif

3. Membangun jaringan internal Pemuda Muhammadiyah pada semua tingkat pimpinan agar mampu melakukan kerjasama untuk memperkuat konsolidasi organisasi.

4. Melakukan inventarisasi dan mengupayakan adanya pengembangan pimpinan khususnya di tingkat cabang dan ranting di semua kecamatan dan desa/ kelurahan, khususnya daerah pemekaran.

5. Mengembangkan komunikasi dengan memanfaatkan teknologi informasi di seluruh daerah.

6. Melaksanakan koordinasi, konsolidasi dan komunikasi terstruktur dengan semua ortom, majelis, lembaga dan amal usaba dilingkungan persyarikatan khususnya berkaitan dengan penataan organisasi dan sistem informasi bersama.

7. Mengadakan turba dan pembinaan minimal untuk satu tingkatan pimpinan dibawahnya yang harus dilakukan sedikit-dikitnya satu kali dalam satu periode

8. Melaksanakan dan menggalakkan pengajian pimpinan pada semua tingkatan

9. Melakukan pendataan keberadaan pimpinan, jumlah kader maupun aset Pemuda Muhammadiyah mulai pusat hingga ranting yang dapat dipertanggung jawabkan

10.Membangun jati diri Pemuda Muhammadiyah dari sesuatu yang sederhana seperti mampu menghafal lagu mars Pemuda Muhammadiyah, suka menggunakanatribut Pemuda Muhammadiyah, atau tertib administrasi dan sebagainya, disamping hal-hat lain yang bersifat ideologis, filisofis maupun semangat kejuangan lainnya.

11. Membangun sistem keuangan yang transparan dan akuntable.

(10)

Program Kerja Bidang Dakwah dan Pengkajian Agama/Masyarakat

1. Melakukan kajian masalah-masalah pemikiran ke-Islaman dan kemasyarakatan dalam rangka meningkatkan pemahaman terhadap nilai-nilai Islam yang mampu diaktulisasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

2. Melakukan upaya-upaya yang intensif bagi kaderisasi calon muballigh dan juru dakwah melalui aneka kegiatan baik dilakukan mandiri maupun bekerja sama dengan pihak lain.

3. Mengkaji kembali metodologi dakwah Islam Pemuda Muhammadiyah untuk kalangan Pemuda khususnya pendekatan dakwah jama'ah dengan mengingat realitas Ranting sebagai ujung tombak gerakan Pemuda Muhammadiyah.

4. Mampu menemukan pola pengembangan dan model gerakan dakwah jama'ah yang efektif dan efisien bagi gerakan Pemuda Muhammadiyah menuju masyarakat Madani. 5. Melakukan kerjasama untuk memungkinkan mendirikan jaringan radio komunitas Pemuda Muhammadiyah dan mengfungsikan web site untuk media dakwah Pemuda Muhammadiyah.

6. Memperkaya kepustakaan dan informasi hasit kajian dakwah tertulis baik media cetak maupun elektronik dari buku sampai CD.

7. Menyusun pedoman menghadapi gejala-gejala pemurtadan.

8. Membuat peta dakwah, kompetensi dakwah dan tantangan dakwah di setiap daerah. 9. Melakukan kerjasama dengan berbagai kalangan untuk memberi kesempatan kepada

kader-kader Pemuda Muhammadiyah diberi kesempatan belajar, magang ataupun kursus dalam upaya mencetak kader ulama atau pemikir bidang ke-Islaman.

Program Kerja Bidang Kader dan, Pengembangan Sumber Daya Insani

1. Merevitalisasi fungsi perkaderan dengan optimalisasi pelaksanaan program perkaderan formal untuk pimpinan dan anggota dengan menyelenggarakan Pelatihan Instruktur secara berjenjang, untuk tingkat pusat sekurang kurangnya 3 kali dalam satu periode.

2. Menguji dan mensosialisasikan modul, model dan sistem perkaderan yang telah ada dengan sekaligus mengevaluasi keutamaan dan kelemahannya.

(11)

budaya perkaderan yang intensif, berjenjang dan berkualitas di lingkunganPemuda Muhammadiyah.

4. Meningkatkan pembinaan anggota dengan menanamkan pemahaman yang intensif mengenai prinsip-prinsip gerakan seperti mengenal persyarikatan Muhammadiyah dengan segala permasalahnya, mengenal prinsip-prinsip perjuangan Pemuda Muhammadiyah dan sebagainya.

5. Bekerjasama dengan berbagai pihak untuk membentuk forum kajian tematik bagi pengembangan kader.

6. Melakukan koordinasi kaderisasi dengan ortom-ortom yang ada pada setiap jenjang, serta mengupayakan transformasi kader dengan banyak melibatkan dan member pengalaman yang proporsional kepada kader samping asal AMM dalam berbagai aktivitas.

7. Pemetaan sumberdayainsani yang dimiliki Pemuda Muhammadiyah pada semua lini organisasi, khususnya alumni Pemuda Muhammadiyah yang bertebaran di banyak tempat.

8. Mengokohkan sitaturrahim alumni Pemuda Muhammadiyah sebagai bagian dari pengembangan kader pada berbagai sektor kehidupan berbangsa dan bernegara.

Program Kerja Bidang Pemberdayaan Ekonomi, Koperasi dan Kewirausahaan

1. Pengembangan program pemberdayaan ekonorni rakyat meliputi pengembangan SDM pelaku ekonomi, pengembangan kewirausahaan dan usaha kecil, koperasi, dan jika mungkin ada Badan Usaha Milik Pemuda Muhammadiyah (BUM-PM) yang benar-banar konkrit dan produktif.

2. Penggatangan kerjasama dengan berbagai pihak untuk pengembangan program ekonomi dan kewiraswastaan di lingkungan Pemuda Muhammadiyah.

3. Melakukan pelatihan-pelatihan dan pilot proyek pengembangan ekonomi kecil dan menengah baik secara mandiri maupun kerjasama dengan lembaga lain sesuai perencanaan program ekonomi & kewirausahaan.

4. Sosialisasi berbagaiwacana model pemberdayaan ekonomi yang didasarkan atas kekuatan sendiri sebagai wujud cita-cita kemandirian ekonomi umat.

5. Memberikan panduan terhadap usaha-usaha ekonomi datam membangun kekuatan masyarakat kecil (akar rumput) metalui kegiatan-kegiatan ekonomi alternatif.

(12)

7. Mendorong kader Pemuda Muhammadiyah untuk berani, mampu dan menjadi contoh pemuda mandiri yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.

8. Melakukan upaya-upaya agar tercipta Badan Usaha Ekonomi yang nyata di tingkat wilayah, daerah dan cabang, sebagai sarana penggalian dana dan upaya peningkatan ekonomi kader.

Program Kerja Bidang Hikmah dan Hubungan Antar Lembaga

1. Mengadakan kajian dan memberi solusi pemikiran terhadap berbagai isu aktual dan kebijakan pemerintah yang menyangkut kehidupan rakyat banyak.

2. Membangun sitaturahim yang berkelanjutan antara Pemuda Muhammadiyah dengan intitusi legislatif, eksekutif, yudikatif, ormas dan LSM sebagai upaya menyamakan visi, misi mengawal reformasi pembangunan di segala bidang.

3. Mensinergikan seluruh potensi kader profesional Pemuda Muhammadiyah, seperti politisi,birokrat, pengusaha dan intelektual untukmengemban misi pencerahan bangsa. 4. Membentuk posko-posko gerakan anti korupsi dan penyalahgunaan jabatan (abuse of

power) dalam rangka menciptakan pemerintahan yang bersih (good governance). 5. Meningkatkan kepekaan kader Pemuda Muhammadiyahterhadap persoalan-persoalan

pembangunan dan politik lokal, dalam rangka melakukan social control sekaligus sebagai social support terhadap seluruh proses pembangunan nasional di segala bidang.

6. Membangun kekuatan Pemuda Muhammadiyah yang berperan sebagai tenda besar bagi pemuda Islam khususnya dan umat manusia pada umumnya dalam rangka mengemban misi kerahmatan.

7. Membangun jaringan dengan berbagai elemen masyarakat pada semua tingkatan dalam rangka mendukung tercapainya tujuan Pemuda Muhammadiyah.

8. Membentuk dan mengembangkan simpul-simpul aksi kepedulian terhadap berbagai persoalan umat menuju kearah kesejahteraan bersama.

9. Menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga datam rangka meningkatkan kualitas sumberdaya kader Pemuda Muhammadiyah baik dalam bidang IPTEK maupun organisasi.

(13)

Program Kerja Bidang Pengembangan Seni Budaya dan Olah Raga

1. Mengembangkan apresiasi kesenian, kesusastraan dan obyek pariwisata untuk memperhalus budi dan memanfaatkannya sebagai media da'wah.

2. Melaksanakan da'wah kultural dengan memanfaatkan budaya daerah setelah mengisi dengan nilai-nilai Islam sehingga tidak bertentangan dengan ajaran tauhid.

3. Melakukan rasionalisasi dan demitologisasi terhadap cerita-cerita rakyat yang berkembang di masyarakat sehingga menjadi cerita yang Islami dan bersih dari TBK (taglid, bid'ah dan khurafat).

4. Mengadakan kerjasama dengan berbagai lembaga untuk membantu pementasan seni (drama, musik, dll.) maupun pertombaan olah raga metatui pertunjukan langsung atau lewat media massa sebagai wadah ekspresi diri dan sebagai media da'wah yang berciri Islam modern.

5. Mengadakan kajian, seminar atau loka karya untuk membahas berbagai aspek dakwah yang mungkin untuk dilakukan metalui media kesenian dan olah raga

Program Kerja Bidang Hukum, HAM dan Advokasi Publik

1. Melakukan pelatihan advokasi dalam upaya meningkatkan kesadaran hukum dikalangan Pemuda Muhammadiyah baik masalah kepentingan publik maupun penegakan HAM.

2. Melakukan kajian bidang hukum berdasar isu-isu nasional maupun regional.

3. Memberikan kontribusi pemikiran kepada berbagai pihak untuk mendukung tegaknya supremasi hukum.

4. Memberikan masukan kepada berbagai pihak agar terlaksananya social control dan check and balance antara rakyat dan penguasa, sehingga tegaknya hukum, bukan Negara kekuasaan.

(14)

Program Kerja Bidang Hubungan Luar Negeri

1. Melakukan kerjasama sesama Pemuda Asean dalam mengembangkan sitaturrahim berbagai usaha-usaba untuk mencapai kemajuan pemuda dalam berbagai bidang. 2. Membangun kebersamaan diantara tokoh-tokoh Pemuda di dunia internasional,

sehingga dapat mengembangkan potensi kader dalam arena internasional

3. Menjalin kerja sama dengan berbagai pihak datam rangka melakukan studi lanjut untuk berbagai jenjang, program study dan Negara tujuan.

4. Menjembatani dialog peradaban dikalangan pemuda Internasional asal Negara-negara berbasis mayoritas penduduk muslim untuk mencermati isu-isu actual tentang pemikiran, gerakan dan pengembangan Islam masa depan.

5. Bersikap pro-aktif dalam memberikan respon isu-isu actual Internasional, perkembangan dunia Islam dan melakukan upaya-upaya sosialisasi dengan berbagai lembaga internasional dalam rangka meningkatkan dakwah Islam di berbagai kalangan internasional.

6. Melakukan kerja sama kajian, seminar ataupun kegiatan kemasyarakatan dengan berbagai donor luar negeri dengan menjamin independensi dan kebebasan berdakwah Islamiyah amar makruf nahi mungkar.

Program Kerja Bidang KOKAM dan SAR

1. Melakukan restrukturisasi posisi, peran serta, dan jati diri KOKAM/SAR Pemuda Muhammadiyah, khususnya berkaitan dengan berbagai pihak yang berkebutuhan dengan KOKAM/SAR.

2. Melakukan sosialisasi, recruitment dan pelatihan intensif KOKAM/SAR dalam upaya meningkatkan kesadaran Pemuda Muhammadiyah dalam perjuangan bela Negara dan membantu masyarakat luas.

3. Membangun jati diri KOKAM/SAR yang kokoh sehingga mampu menjadikan KOKAM/SAR sebagai media dakwah efektif bagi kalangan pemuda maupun pemudi sebagai bagian dari sistem perkaderan Pemuda Muhammadiyah yang komprehensif dan berkesinambungan.

(15)

5. Melakukan kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah atau non pemerintah untuk mempersiapkan KOKAM/SAR sebagai lembaga bantuan gerak cepat, tanggap darurat dan memiliki akselerasi tinggi dalam penanganan bencana, situasi kritis dan pengawatan.

Program Kerja Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup

1. Mengembangkan program-program pemberdayaan untuk masyarakat yang perduli lingkungan dan kesehatan di masyarakat.

2. Melakukan advokasi di bidang lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat. 3. Mensinergikan kegiatan bantuan kesehatan dengan dakwah.

4. Mendorong kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini tentang Model Pengembangan Santripreneur sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana kearifan lokal

Dalam melaksanakan pemberian jasa konstruksi, perusahaan juga melakukan kerjasama dengan berbagai pihak sebagaimana tersebut pada masing-masing perjanjian dengan

kerjasama antara pedagang dan para pihak yang terkait dalam Pengembangan Ekonomi Lokal di Pasar Minggu karena peran masyarakat dalam pelaksanaan Pengembangan

a) Pihak Fakultas Ekonomi UNJ hendaknya menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan yang mempunyai kredibilitas serta tanggung jawab yang tinggi sehingga ketika

Adanya kontribusi CSR dalam bantuan pendanaan dapat mewujudkan pengembangan desa wisata religi loram kulon, serta meningkatkan hubungan kerjasama antara pihak swasta

Kerjasama yang baik dengan berbagai pihak diantaranya konselor sebaya pengelola PIK R, pihak sekolah, dan pihak yang memberikan pelatihan kepada konselor sebaya

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dari tahun 2005-2011 telah melakukan penelitian tentang tanin dari ekstrak kulit kayu mangium yang ternyata tergolong

PIHAK I dan PIHAK II yang selanjutnya disebut PARA PIHAK bersepakat untuk mengadakan kerjasama kemitraan dalam melaksanakan program penyelenggaraan, pembinaan, pengembangan dan