1
PENYUSUNAN PERALATAN PABRIK DI PT. SYAM SURYA MANDIRI
SAMARINDA – KALIMANTAN TIMUR
TUGAS
MATA KULIAH MANAJAMEN INDUSTRI PERIKANAN
Oleh : KHOIRUNNISAH NIM 125080400111046
KELAS A04
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
i
PENYUSUNAN PERALATAN PABRIK DI PT. SYAM SURYA MANDIRI
SAMARINDA – KALIMANTAN TIMUR
TUGAS
MATA KULIAH MANAJAMEN INDUSTRI PERIKANAN
Oleh : KHOIRUNNISAH NIM 125080400111046
KELAS A04
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan Rahmat, Karunia, serta Taufik dan Hidayah-Nya, saya dapat menyelesaikan paper tentang Penyusunan Peralatan Pabrik di PT. Syam Surya Mandiri dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga saya berterima kasih pada Bapak Dr. Ir. Anthon Efani, MP dan Ibu Tiwi Nurjannati Utama, S. Pi, MM selaku Dosen mata kuliah Manajemen Industri Perikanan yang telah memberikan tugas ini kepada saya.
Saya sangat berharap paper ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai penyusunan peralatan pabrik. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam paper ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan paper yang telah saya buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun. Semoga paper sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan saya memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
Malang, April 2015
iii DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR TABEL ... iv
DAFTAR GAMBAR ... v
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Tujuan ... 2
1.3 Kegunaan ... 2
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ... 3
2.1 Sejarah dan Keadaan Umum Perusahaan ... 3
2.2 Lokasi Perusahaan ... 4
2.3 Bentuk Usaha ... 4
BAB III PEMBAHASAN ... 6
3.1 Pengertian Tata Letak Pabrik ... 6
3.2 Macam atau Tipe Tata Letak Pabrik ... 7
3.3 Pola Aliran Bahan untuk Proses Produksi ... 7
3.4 Peta Proses untuk Menganalisa Aliran Bahan ... 9
3.5 Layout PT. Syam Surya Mandiri ... 10
BAB IV PENUTUP ... 11
4.1 Kesimpulan ... 11
4.2 Saran ... 11
DAFTAR PUSTAKA ... 12
iv
DAFTAR TABEL
v
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Pola Aliran Bahan Straight Line ... 7
Gambar 3.2 Pola Aliran Bahan Zig – zag ... 8
Gambar 3.3 Pola Aliran Bahan U – Shape ... 8
Gambar 3.4 Pola Aliran Bahan Circular ... 8
Gambar 3.5 Pola Aliran Bahan Odd Angel ... 9
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Tata letak pabrik adalah suatu landasan utama dalam dunia industri. Tata letak pabrik (plant layout) atau tata letak fasilitas (facilities layot) merupakan tata cara pengaturan fasilitas – fasilitas pabrik seperti gedung sebagai fasilitas utama maupun fasilitas produksi lainnya, guna menunjang kelancaran proses produksi.
Dalam kasus ini, kami mengambil studi kasus di PT. Syam Surya Mandiri, Samarinda. PT. Syam Surya Mandiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang eksport udang beku dan juga produsen makanan udang olahan dengan produk merk BORNEO DELIGHT diantaranya : shrimp terpedo, shrimp butterfly, shrimp nugget, shrimp
ball, dragon leg, shiomai, burger ekkado, money bag, stick udang, bon - bon, samosa, popcorn, shrimo, dll.
Dalam manajemen industri perikanan, salah satu hal penting yang harus dilakukan agar pelaksanaan produksi dapat berjalan dengan lancar adalah penyediaan dan pemeliharaan bangunan serta pelayanan yang dibutuhkan untuk
menempatkan, menyimpan, melindungi dan melayani orang / karyawan maupun mesin-mesin yang digunakan untuk berproduksi. Dalam pembuatan disain dan konstruksi sangat memerlukan perhatian pihak manajerial. Setelah usaha berjalan,
pihak manajerial tetap berfungsi untuk menjaga agar bangunan dan fasilitas lainnya beroperasi secara lancar dan efektif.
Pada umumnya, aktifitas produksi suatu industri secara manualnya akan berlangsung lama dengan tata letak yang tetap, maka setiap kekeliruan yang dibuat dalam perencanaa tata letak ini akan menyebabkan beberapa kerugian, misal saja besarnya jarak dan biaya dalam proses pemindahan bahan.
2
kesimpangsiuran, 7. Memperbaiki moraldan kepuasaan kerja yang pada dasarnya dari kesemuanya itu akan bisa meningkatkan produktivitas kerja dan mengurangi biaya operasi, dan dapat diperoleh harga produk yang rendah, sehinga mampu bersaing di pasar bebas.
1.2 Tujuan
Tujuan pembuatan paper ini adalah untuk mengamati diagram aliran bahan baku beserta desain di dalam pabrik pembekuan berdasarkan kaitannya dengan aktivitas kerja dan juga termasuk gambar layout dari PT. SYAM SURYA MANDIRI.
1.3 Kegunaan
3 BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah dan Keadaan Umum Perusahaan
Sejarah mengenani PT. Syam Surya Mandiri yang beralamatkan di Jalan Propinsi No. 1 Kampung Kajang, Anggana, Kutai Kartanegara Kalimantan Timur Samarinda 75381, Kalimantan Timur Indonesia adalah dari mulanya pemilik dari seorang penambak kemudian dengan modal yang cukup hingga beranimembuat pabrik sendiri dan awal mula usaha menjalin patner kerja denganorang Taiwan hingga pada saat kemudian tahun 2002 melakukan usaha sendiri dengan manajemen yang baru hingga sampai sekarang.
PT. Syam Surya Mandiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang eksport udang beku dan juga produsen makanan udang olahan dengan produk merk BORNEO DELIGHT diantaranya : shrimp terpedo, shrimp butterfly, shrimp nugget, shrimp ball, dragon leg, shiomai, burger ekkado, money bag, stick udang, bon - bon, samosa, popcorn, shrimo, dll.
Borneo Delight adalah brand dari produk udang olahan PT. Syam Surya
Mandiri, produknya antara lain: udang terpedo, bakso udang, nugget udang, lumpia udang kaki naga, udang balut lumpia, burger udang, kantong udang, stuck udang, tempura, dll. Dan sekarang membuka pasar di dalam negeri dan juga masih mencari agen
dan distributor di seluruh Indonesia dengan tujuan bisnis dengan produk pasar bertahap nasioanal.
4
2.2 Lokasi Perusahaan
Lokasi industri pembekuan udang oleh PT. Syam Surya Mandiri merupakan pabrik yang berdiri ditanah yang kokoh dan jauh dari pemukiman dan dekat dengan transportasi sungai, di tempat ini juga dekat dengan tambak-tambak milik masyarakat dan juga tambak milik PT. Syam Surya Mandiri sendiri yang memudahkan para petambak mengantarkan hasil panennya untuk dijual, dan kemudian pula tersedianya faktor yang mendukung seperti sarana PDAM dan listrik.
Adapun hal lain seperti bebas bencana alam misalkan, daerah bebas banjir dan tanah longsor kemudian pada penanganan limbahnya juga mudah dilakukan.
Lingkungan bersih dan memliki halaman yang luas kemudian bebas polusi kendaraan dikarenakan lokasi pabrik agak jauh dari jalan dan didukung pula rindangnya pepohonan sebagai penyaring udara dan juga bersihnya halaman pabrik tanpa sampah yang berserakan, di dalam kompleks pabrik juga memiliki bangunan - bangunan lainnya yang diperlukan untuk prasarana lainnya. Skema lokasi dari letak menentukan arah bangunan dimana didalamnya akan ada fasilitas lainnya misalkan ruang industri yang berada di
belakang kantor manajemen, kemudian letak
dari PAM yang bersampingan dengan pabrik pengolahan, tempat pembuangan limbah yang mengarah langsung ke sungai.
Kapasitas dari aliran bahan dalam setiap harinya memadai untuk menghasilkan produk karena dilihat dari lancarnya proses masuk dan keluarnya produk udang. Penggunaan tenaga kerja dan alat dalam setiap bidang pengolahan dilihat dari kondisi ruangan sepertinya memadai, bahan baku yang masuk sepertinya tidak memiliki kendala apapun karena dilihat dari petani tambak yang datang dengan bahan baku kemudian pulang dengan bersih terjual, kemudian tata letak dari setiap alat prosesnya sesuai dengan diagram alir, kondisi mesin bagus.
2.3 Bentuk Usaha
5
6 BAB III PEMBAHASAN 3.1 Pengertian Tata Letak Pabrik
Pabrik atau dalam pengertian luas disebut industri adalah suatu tempat berbagai faktor seperti manusia, mesin dan peralatan produksi, material, energi, uang (modal/kapital), informasi dan sumber daya alam berinteraksi dan dikelola bersama-sama dalam suatu sistem produksi guna menghasilkan suatu produk atau jasa secara efektif, efisien dan aman. Istilah pabrik ini sering diartikan sama dengan industri, meskipun industri sebenarnya memiliki pengertian yang lebih luas.
Tata letak pabrik atau disebut juga tata letak fasilitas adalah tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas fisik pabrik untuk menunjang kelancaran proses produksi, dengan mencoba memanfaatkan luas area/ space untuk penempatan mesin atau fasilitas penunjang produksi lainnya, kelancaran gerakan-gerakan material, penyimpanan baik yang bersifat temporer maupun permanen, personil pekerja dan sebagainya. Tata letak yang terencana dengan baik akan ikut
menentukan kelancaran dan kesuksesan kerja pabrik itu sendiri (Sritomo, 1996). Susunan tata letak yang tidak baik akan menyebabkan terjadinya kesimpangsiuran aliran material dan informasi. Akibatnya biaya angkut material
menjadi sangat besar. Sebaliknya tata letak yang efektif dapat memberikan iklim kerja yang baik dan meningkatkan efisiensi proses produksi.
7
3.2 Macam atau Tipe Tata Letak Pabrik
Untuk menetapkar prosedur atau metode pengaluran tata letak dari fasilitas-fasilitas produksi tersebut, ada empat macam tipe tata letak yarg umum diaplikasikan dalam desain layout, yaitu :
a. Tata letak fasilitas berdasarkan aliran produksi (Production line product atau Product lalout).
b. Tata letak fasilitas berdasarkan lokasi material tetap (Fixed malerial location product lay oul atav fxed position layout). Untuk tata letak pabrik yang berdasarkan proses telap, material atau komponen produk yang utama akan tinggal letap pada posisi/lokasinya.
c. Tata Ietak fasilitas berdasarkan kelompok proflft fam1ly (Product family, product layout atau group technology). Tata letak tipe ini didasarkan pada pengelompokar produk atau komponen yang akan dibuat. Produk-produk yang dikelompokkan langkah – langkah pemrosesan, bentuk, mesin atau peralatan yang dipakai dan sebagainya.
d. Tata letak fasilitas berdasarkan fungsi atau macam proses (Fungtional atau process layout). Tata letak tipe ini didasarkan pada pengatwar dan
penempatan dari segala mesin serta peralatan produksi yang memiliki tipe/jenis sama ke dalam satu departemen.
3.3 Pola Aliran Bahan untuk Proses Produksi a. Straight Line
Gambar 3.1 Pola Aliran Bahan Straight Line
8
b. Serpentine atau Zig – zag (S-Shape)
Gambar 3.2 Pola Aliran Bahan Zig - zag
Pola aliran berdasarkan garis patah – patah ini sangan baik diyterapkan bilamana proses produksi lebih panjang dibandingkan dengan luasan yang tersedia.
c. U – Shape
Gambar 3.3 Pola Aliran Bahan U - Shape
Pola aliran menurut U – Shape akan dipakai bilamana dikehendaki akhir dari proses produksi akan berada pada lokasi yang sama dengan awal proses produksinya.
d. Circular
Gambar 3.4 Pola Aliran Bahan Circular
9
e. Odd Angel
Gambar 3.5 Pola Aliran Bahan Odd Angel 3.4 Peta Proses untuk Menganalisa Aliran Bahan
Tabel 3.1 Simbol dan Arti dalam Aliran Bahan
SIMBOLISME NAMA KEGIATAN DEFINISI KEGIATAN
OPERASI dari satu lokasi ke lokasi lain. keadaan berhenti / tidak ada kegiatan.
MENYIMPAN (STORAGE)
10
3.5 Layout PT. Syam Surya Mandiri
Gambar 3.6 Layout PT. Syam Surya Mandiri
Dari gambar layot PT. Syam Surya Mandiri di atas dapat diketahui bahwa tata letak untuk bagian produksinya sangatlah efektif dan efisien, karena letaknya yang berdekatan, sehingga perpindahan momentnya kecil. Perpindahan moment atau bahan baku yang kecil dapat menghasilkan keuntungan bagi perusahaan karena akan meminimalkan resiko kerusakaan barang, biaya penyimpanan, dan lain sebagainya.
Suhu tetap dijaga kurang dari 5°C
11 BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan
PT. Syam Surya Mandiri sangat baik dalam penempatan tata ruang pabriknya, sehingga tidak ada barang recall.
Pemberdayagunaan pemakaian mesin, tenaga kerja, dan fasilitas produk dapat lebih besar.
Dengan tata letak yang baik dapat mengurangi waktu tunggu dan mengurangi kemacetan.
Dengan tata letak yang baik dapat memberikan jaminan keamanan, keselamatan, dan keamanan pada pekerja.
4.2 Saran
Dari hasil pembahasan paper di atas, maka dapat disarankan :
Perlu ditinjau kembali tata letak dan pengaturan dalam bidang
produksinya agar lebih efisien dan efektif pada penempatan tata letak fasilitas produksinya. Apalagi PT. Syam Surya Mandiri tidak hanya memproduksi satu jenis olahan udang, tapi banyak olahan udang.
Analisa tata letak fasilitas dan aliran bahan perlu dilakukan dalam
12
DAFTAR PUSTAKA
http://himathrik2.tripod.com/tataletakpabrik.htm
Jantan, Biawak. 2012. Laporan Tata Letak Industri Perikanan.
https://www.scribd.com/doc/103561773/Laporan-Tata-Letak-Industri-Perikanan. Diakses pada tanggal 01 April 2015, pukul 16.30.
Jantan, Biawak. 2012. Management Industri Hasil Perikanan. https://www.scribd.com/doc/103561781/Management-Indutstri-Hasil-Perikanan. Diakses pada tanggal 01 April 2015, pukul 19.26.
Kristinawati Eti. 2000. Perancangan Tata Letak Mesin Dengan Menggunakan Konsep Group Technology Sebagai Upaya Minimisasi Jarak Dan Biaya
Material Handling. Optimum Vo. 1 No. 1. Jurusan Teknik Industri.
Fakultas Teknis. Universitas Muhammadiyah Malang.
Purwaningsih, Ir Sri. 1994. Teknologi Pembekuan Udang. Bogor : Penebar Swadaya.
Retno Dian, Prianto A. Yohanes, Mulyono Julius. 2012. Perbaikan Tata Letak Pabrik dengan Metode Clustering (Studi Kasus PT. SBS). Teknik Industri.
Universitas Widya Mandala Surabaya
13 LAMPIRAN
14