• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

MODUL 14

SISTEM MANAJEMEN

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

(Pengertian dan Fungsi Manajemen)

TINGKAT : XI

PROGRAM KEAH LI AN

TEKN I K PEM AN FAATAN TEN AGA LI STRI K

DISUSUN OLEH :

(2)

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK 3)

PENGERTIAN DAN FUNGSI MANAJEMEN

LEM BA R KERJA SISWA 1 4

Pengertian manajemen

Manajemen berasal dari kata "to manage" yang berarti mengatur, mengurus atau mengelola. Banyak definisi yang telah diberikan oleh para ahli terhadap istilah manajemen ini. Namun dari sekian banyak definisi tersebut ada satu yang kiranya dapat dijadikan pegangan dalam memahami manaje-men tersebut, yaitu : Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakandan pengendalian/pengawasan, yang dilakukan untuk menetukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.

Sedangkan pengertian menurut ahli-ahli yang lain adalah sebagai berikut :

1. Menurut Horold Koontz dan Cyril O'donnel :

Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.

2. Menurut R. Terry :

Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengor- ganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai

sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.

3. Menurut James A.F. Stoner :

Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunakan sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi tang telah ditetapkan.

4. Menurut Drs. Oey Liang Lee :

Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Selanjutnya, bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu :

1. Manajemen sebagai suatu proses,

2. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen, 3. Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science)

(3)

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK 3)

PENGERTIAN DAN FUNGSI MANAJEMEN

Fungsi - Fungsi Manajemen

Pengertian

Fungsi manajemen dapat diartikan sebagai kegiatan apa saja yang akan dilakukan oleh seorang manajer dalam kegiatan manajerialnya. Sehingga kegiatan manajerial yang dilakukan oleh manajer tersebut dapat dikatakan sebagai kegiatan proses manajemen. Proses tersebut bermula dari pembuat an perencanaan sampai pada pengadaan pengawasan terhadap pelaksanaan rencana tersebut. Pengawasan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui efektif atau tidaknya pelaksanaan rencana sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Secara menyeluruh, fungsi manajemen tersebut adalah sebagai berikut :

1. Perencanaan/Planning :

Yaitu suatu usaha atau upaya untuk merencanakan kegiatan yang akan dilaksanakan guna menca- pai tujuan yang telah ditetapkan. Perencanaan ini biasanya dituangkan dalam bentuk konsep atau suatu program kerja.

2. Pengorganisasian/Organizing :

Kegiatan yang meliputi penetapan struktur, tugas dan kewajiban, fungsi pekerjaan dan hubungan antar fungsi.

3. Penyusunan Staf/Staffing :

Termasuk didalamnya adalah perekrutan karyawan, pemanfaatan, pelatihan, pendidikan dan pe- ngembangan sumberdaya karyawan tersebut dengan efektif.

4. Pengarahan/Directing :

Yaitu fungsi memberikan perintah atau arahan. Selain itu juga termasuk kegiatan kepemimpinan, bimbingan, motivasi dan pengarahan agar karyawan dapat bekerja dengan lebih efektif.

5. Pengkoordinasian/Coordinating :

Yaitu fungsi mengkoordinir seluruh pekerjaan dalam satu totalitas organisasi pekerjaan. Pengorganisasian mengandung hal-hal sebagai berikut :

a. Sinkronisasi kegiatan b. keterpduan kegiatan c. menyelaraskan kegiatan d. meruntutkan kegiatan

e. Mencegah overlaping dan kekosongan kegiatan

6. Pengawasan/Controling :

Fungsi yang memberikan penilaian, koreksi dan evaluasi atas semua kegiatan. Secara terus- menerus melakukan monitoring atas pekerjaan yang sedang dilakukan. Fungsi ini bertujuan untuk menyesuaikan rencana yang telah dicapai dengan pelaksanaan kegiatan. Hasil dari evaluasi pengawasan ini dijadikan sebagai bahan rekomendasi untuk kegiatan berikutnya.

(4)

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK 3)

ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN

Pengorganisasian

A. Pengertian

Menurut James D. Mooney, organisasi adalah bentuk perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama. Sedangkan menurut Chester I. Barnard, organisasi adalah sebagai suatu sistem aktifitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Dari dua pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah suatu wadah tempat kumpulan orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Secara tegas organisasi ditandai oleh :

1. Adanya kelompok atau kumpulan orang yang saling terikat. 2. Adanya hubungan yang harmonis dalam kerjasama.

3. Hubungan kerjasama atas dasar penetapan hak, kewajiban dan tanggungjawan tertentu.

Dalam membentuk sistem mekanisme pengorganisasian ada beberapa tahap yang perlu untuk di- perhatikan, yaitu :

a. Merinci pekerjaan yang harus dilaksanakan. b. Membagi beban kerja.

c. Mensinkronisasi pekerjaan

d. Menentukan mekanisme pekerjaan.

Dari beberapa penjelasan pada pengertian tersebut diatas dapat ambil kesimpulan bahwa pengorganisasian disusun dengan tujuan agar pekerjaan yang dikehendaki dapat tercapai dan dibagi-bagi diantara anggota organisasi dengan rentang tugas, wewenang dan tanggung jawab yang jelas sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

B. Unsur - Unsur Organisasi

Ada sekitar 4 unsur yang dimiliki oleh suatu organisasi. Unsur tersebut adalah sebagai berikut :

1. Sebagai wadah atau tempat bekerja sama.

Dapat diartikan sebagai tempat atau kerangka mekanisme pendelegasian kekuasan dan tanggung jawab.

2. Sebagai proses kerja sama antara dua orang atau lebih.

Pembagain tugas agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar.

3. Adanya tugas atau kedudukan yang jelas

Adanya pengaturan dan pembagian wewenang, tugas dan tanggung jawab.

4. Mempunyai tujuan tertentu.

Tujuan yang telah ditetapkan menjadi suatu acuan dalam tugas untuk mencapainya.

C. Asas atau Prinsip Organisasi

1. Perumusan dan Penentuan Tujuan

Organisasi dibuat berdasar atas tujuan yang hendak dicapai.

(5)

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK 3)

ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN

3. Pendelegasian Wewenang

Susunan dan struktur organisasi diatur sesuai alur pendelegasian wewenang. sehingga ketegasan pertanggungjawaban jelas.

4. Koordinasi

Susunan organisasi diutamakan pada yang paling mungkin dan paling mudah pengkoordinasiannya.

5. Efisiensi Pengawasan

Ditujukan untuk mempermudah pelaksanaan pengawasan yang efisien.

6. Pengawasan Umum

Agar pengawasan secara menyeluruh dapat mudah dilaksanakan.

D. Tujuan dan Manfaat Organisasi

Pengorganisasian dilakukan dengan tujuan agar suatu proses pekerjaan yang dikehendaki dapat mencapai tujuan yang telah diatur, disusun, ditetapkan. Semnetara itu, manfaat yang dapat diperoleh dari pengorganisasian ini adalah agar pelaksanaan tugas dilakukan dengan lebih baik dan teratur, koordinasi pelaksanaan pekerjaan dapat lebih baik, pengawasan pelaksanan pekerjaan dapat efektif dan efisien dan tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Kepemimpinan (Leadership)

A. Pengertian dan Unsur - Unsurnya

Kepemimpinan adalah suatu kegiatan mempengaruhi orang lain agar orang tersebut mau bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kepemimpinan juga sering dikenal sebagai kemampuan untuk memperoleh konsensus anggota organisasi untuk melakukan tugas manajemen agar tujuan organisasi tercapai.

Menurut George Terry, Kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi orang lain agar mau bekerja dengan suka rela untuk mencapai tujuan kelompok.

Menurut Cyriel O'Donnell, kepemimpinan adalah mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum.

Dari dua pengertian tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan terdiri atas : 1. Mempengaruhi orang lain agar mau melakukan sesuatu.

2. Memperoleh konsensus atau suatu pekerjaan. 3. Untuk mencapai tujuan manajer.

4. Untuk memperoleh manfaat bersama.

Sehingga jika dilihat pada konteks kepemimpinan hal yang saling terkait adalah adanya unsur kader penggerak, adanya peserta yang digerakkan, adanya komunikasi, adanya tujuan organisasi dan adanya manfaat yang tidak hanya dinikmati oleh sebagian anggota.

(6)

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK 3)

ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN

B. Fungsi dan Tugas

Seorang pemimpin secara umum berfungsi sebagai berikut : 1. Mengambil keputusan

2. Mengembangkan informasi

3. Memelihara dan mengembangkan loyalitas anggota 4. Memberi dorongan dan semangat pada anggota 5. Bertanggungjawab atas semua aktivitas kegiatan 6. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan kegiatan 7. Memberikan penghargaan pada anggota yang berprestasi

Sedangkan tugas kepemimpinan dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Yang berkaitan dengan kerja :

b. Yang berkaitan dengan kekompakan anggota : Mendorong, bersahabat, bersikap menerima Mengungkapkan perasaan

Bersikap mendamaikan

Berkemampuan mengubah dan menyesuaikan pendapat Memperlancar pelaksanaan tugas

Memberikan aturan main

C. Level dan Keterampilan Yang Perlu Dimiliki

Kepemimpinan dibagi menjadi sebagai berikut :

1. Level Top Leader/Top Management

Pimpinan puncak, misalnya, direktur utama. Melakukan tugas yang bersifat konseptual. Misalnya, melakukan perencanaan yang akan dilakukan seluruh anggota.

2. Level Middle Leader/Middle Management

Golongan menengah, misalnya, staf produksi, manajer keuangan. Melakukan tugas konseptual sebagai penjabaran dari top management, juga melakukan pekerjaan tersebut. Penguasaan teknis relatif penting.

3. Lower Leader/Lower Management

Golongan bawah, misalnya, supervisor, mandor dan pelaksana teknis. Harus menguasai teknis walaupun secara konseptual tidak begitu penting.

(7)

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK 3)

ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN

D. Gaya Kepemimpinan

Gaya kepemimpinan secara umum dapat dikategorikan sebagai berikut :

1. Orientasi pekerjaan (task oriented)

2. Orientasi kekompakan (human oriented)

Dari dua gaya kepemimpinan tersebut berkembang gaya kepemimpinan yang lain seperti : Gaya kekompakan tinggi, kerja rendah

Gaya kerja tinggi, kekompakan rendah Gaya kerja tinggi, kekompakan tinggi Gaya kerja rendah, kekompakan rendah

E. Persyaratan Ideal Bagi Pimpinan

Menurut George R. Terry, pemimpin harus memiliki ciri sebagai berikut :

1. Mental dan fisik yang energik

2. Emosi yang stabil

3. 3.Pengetahuan human relation yang baik

4. Motivasi personal yang baik

5. Cakap berkomunikasi

6. Cakap untuk mengajar, mendidik dan mengembangkan bawahan

7. Ahli dalam bidang sosial

8. Berpengetahuan luas dalam hal teknikal dan manajerial

Menurut Horold Koontz dan Cyrel O'Donnel, ciri-ciri pemimpin yang baik adalah : Tingkat kecerdasan yang tinggi

Perhatian terhadap keseluruhan kepentingan Cakap berbicara

Matang dalam emosi dan pikiran Motivasi yang kuat

Penghayatan terhadap kerja sama

(8)

M. Manulang, Dasar Dasar Manajemen, Edisi Ketiga, Erlangga- Jakarta

1983

Ir. Budhy Manan,MT, Manajemen Proyek, APEI- JATIM 2000

T. Hani Handoko, Manajemen, Edisi Kedua, BPFE, Yogyakarta 1986

Imam Soepomo, Pengantar Hukum Perburuhan, Cetakan 13,

Djambatan-Jakarta 2003

Helena Poerwanto, Hukum Perburuhan Bidang Kesehatan dan

Keselamatan Kerja, Fakultas Hukum UI, Depok- 2005

Silalahi,B.N.B, Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja,

PT.Pustaka Binaman,Jakarta 1991

Suma’mur PK, Hygiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja, Cetakan ke- 9,

CV.Haji Hasagung - Jakarta

UU Keselamatan Kerja No.1 Tahun 1970

UU Kesehatan Tahun 1992 Pasal 23

UU Pokok- Pokok Kesehatan No.9 Tahun 1960

Permenaker 05/MEN/1996 Pasal 13

UU Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No.4 Tahun 1982

Lina Taringan, Dampak Pencemaran Lingkungan Terhadap Kesehatan,

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara, e- USU

Resipository ©2004 Universitas Sumatera Selatan

Yana Suryana dan Sumadi,Seminar Kualitas Air di Kabupaten Bondowoso

Tahun 2003

Kantor Lingkungan Hidup, Sampling dan Analisa Tahunan Pencemaran

Koliform di Hilir Sungai Sampean Tahun 2007

Laporan Observasi Peserta Susur Sungai Hari Lingkungan Hidup Th.2003

Media Harian Kompas Edisi 5 Juni 1999, Pencemaran Lingkungan Hidup

Merusak Sumber Daya Manusia (SDM)

Referensi

Dokumen terkait

Kerusakan-kerusakan yang terjadi pada bahan pustaka di Perpustakaan SMA Negeri 7 Padang disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya, yaitu faktor debu, faktor cahaya,

Hal ini berdasarkan hasil perhitungan pengaruh tidak langsung yaitu sebesar - 0,231 yang lebih besar dari pengaruh langsung yaitu sebesar -0,239 yang berarti

Hasil ini menunjukkan paparan cahaya biru lebih efektif memperbaiki fungsi kognitif dan menurunkan kadar melatonin serum pada perawat kerja gilir dibandingkan cahaya putih.. Kata

(1) Pembinaan dan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan nonformal

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi sumber risiko yang terdapat pada kegiatan budidaya cabai paprika, menganalisis probabilitas dan dampak dari sumber risiko dan

Analisa Pengaruh Relevansi Nilai Informasi Laba, Arus Kas Operasi, Nilai Buku Ekuitas, dan Ukuran Perusahaan terhadap Harga Saham pada Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek

Penelitian yang dilakukan oleh Sugianto Arifin mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang berjudul “Perbandingan Hasil Belajar Siswa Antara Siswa Yang Mengikuti Bimbingan

Oleh karena itu, melalui penelitian ini diharapkan dapat memperoleh nilai efektivitas biaya pengobatan TB antara di puskesmas menggunakan DOTS, RS yang menggunakan DOTS, dan