153 BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh faktor-faktor non-finansial dan non-finansial terdahadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan pada perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2012 hingga tahun 2016. Populasi penelitian mengunakan perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2012 hingga tahun 2016. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode pruporsive sampling, hasil akhir yang diperoleh yaitu sebanyak 243 sampel.
Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan yang diambil dari situs Bursa Efek Indonesia
(www.idx.co.id). Penelitian ini menggunakan alat uji SPSS versi 23 Teknik
analisis data dalam penelitian ini mengguakan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, maka didapatkan kesimpulan yaitu sebagai berikut:
memberikan tekanan terhadap perusahaan untuk melaporkan laporan keuangan secara tepat waktu.
2. Kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan, dengan demikian H2 ditolak. Tidak berpengaruhnya kepemilikan institusional terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan menunjukkan besar atau kecilnya kepemilikan institusional yang dimiliki oleh perusahaan tidak dapat menjamin bahwa pihak institusional menjalankan fungsi pengawasan dengan baik terhadap kinerja manajemen perusahaan. Kepemilikan institusional merupakan kepemilikan saham dari pihak luar perusahaan, sehingga pengawasan yang dilakukan juga dari luar perusahaan, hal tersebut yang menyebabkan kurang efektifnya pengawasan yang diberikan sehingga tidak mampu untuk menekan ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan.
keuangannya juga semakin sedikit. Ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan yang baik yaitu ≤ 1, apabila > 1 maka perusahaan
dikatakan terlambat dalam menyampaikan laporan keuangannya. Keberadaan komisaris independen sebagai alat pengendalian internal akan mengurangi masalah keagenan atau dapat menghindari konflik kepentingan dalam pelaksanaan tugas seluruh tingkatan atau jenjang organisasi pada perusahaan. Dewan komisaris independen akan membawa keseimbangan dan melindungi hak dari para pemangku kepentingan khususnya pemilik dana dan pemegang saham minoritas. Selain itu keberadaan dewan komisaris independen juga akan meningkatkan kualitas pengendalian, serta mengurangi peluang penahanan informasi sehingga akan meningkatkan kualitas laporan keuangan serta ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan.
4. Audit tenure tidak berpengaruh terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan, dengan demikian H4 ditolak. Hal ini disebabkan karena dikarenakan setiap auditor pada sebuah KAP akan memberikan jasa yang baik untuk setiap kliennya sehingga lama atau tidaknya keterkaitan antara auditor independen dengan perusahaan tidak mempengaruhi ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan.
menurunkan nilai ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan. Menurunnya nilai ketepatwaktuan mencerminkan bahwa perusahaan semakin cepat dalam menyampaikan laporan keuangannya, karena jumlah hari yang dibutuhkan bagi perusahaan untuk menyelesaikan proses pelaporan keuangannya juga semakin sedikit. Ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan yang baik yaitu ≤ 1, apabila > 1 maka
perusahaan dikatakan terlambat dalam menyampaikan laporan keuangannya. Hal ini disebabkan karena tingginya tingkat profitabilitas mengindikasikan bahwa return yang akan diperoleh investor juga bernilai tinggi, Selain itu juga akan menyebabkan harga pasar saham cenderung meningkat sehingga investor berminat untuk memiliki saham tersebut. Semakin tinggi profitabilitas sebuah perusahaan, mengindikasikan bahwa semakin tinggi pula kinerja dari perusahaan tersebut, dan hal itu merupakan sebuah good news bagi perusahaan yang akan membuat perusahaan cenderung lebih cepat dalam menyampaikan laporan keuangannya kepada publik.
pembiayaan yang dilakukan dengan modal sendiri dapat menimbulkan biaya yang lebih tinggi, sehingga tinggi atau rendahnya tingkat
leverage tidak akan menghambat perusahaan untuk menyampaikan laporan keuangan secara tepat waktu. Perusahaan yang mempunyai DER yang tinggi ataupun rendah tetap diwajibkan untuk menyampaikan laporan keuangannya dengan tepat waktu sebagai pertanggungjawaban terhadap kreditor dan investor atas utang yang dimiliki. Kreditor serta investor perlu mengetahui kemampuan perusahaan dalam melakukan pelunasan utang dan bahwa kegiatan perusahaan yang dibiayai oleh hutang memang digunakan untuk perluasan usaha demi kelangsungan perusahaan.
5.2 Keterbatasan Penelitian
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terdapat keterbatasan yang dapat menjadi perhatian maupun pertimbangan untuk penelitian selanjutnya yaitu sebagai berikut:
1. Tidak adanya akses untuk mendapatkan informasi mengenai tanggal penyampaian laporan keuangan resmi dari pihak BEI, sehingga dalam penelitian ini ketepatwaktuan dihitung menggunakan date signing dalam laporan auditor.
5.3 Saran
Adanya keterbatas dalam penelitian ini maka diharapkan penelitian selanjutnya memperluas dan memperkuat hasil penelitian sebelumnya, Saran yang dapat diberikan yaitu:
DAFTAR RUJUKAN
Amelia, Risky. 2012. “PengaruhsMekanisme CorporatesGovernance Terhadap KetepatansWaktu Penyampaian LaporansKeuangan Perusahaan”. Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UniversitassBakrie. Hal 43-65
Anggreni, Ni Kadek Ayu Asri dan Latrini, Made Yenni. 2016. “Pengaruh Audit Tenure Pada Kecepatan Publikasi Laporan Keuangan Auditan Dengan Spesialisasi Industri Auditor Sebagai Pemoderasi”. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana. Vol.15 No.2. Hal 1338- 1365
Bapepam LK. 2011. Keputusan Ketua Badan Pengawas Modal dan Lembaga Keuangan Nomor: KEP-346/BL/2011 tentang Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan Publik. Jakarta: Bapepam LK.
Bapepam LK. 2012. Keputusan Ketua Badan Pengawas Modal dan Lembaga Keuangan Nomor: KEP-643/BL/2012 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit. Jakarta: Bapepam LK.
Budiyanto, Sarwono dan Aditya, ElmaSMuncar. 2015. “Fator-faktor Yang MempengaruhisKetepatan Waktu Pelaporan Keuangan”. Fokus Ekonomi. Vol.10 No.10, Juni 2015. Hal 77-87
Dewi, Sofia Prima dan Jusia. 2013. “Fakto-faktor yang Mempengaruhi Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan pada Perusahaan Real Estate dan Property yang Terdaftar di BEI”. Jurnal Akuntansi. Vol.XVII, No.03, September 2013. Hal 368-384.
Dyer, J.CIV dan A.J.McHugh. 1975. “The Timeliness of the Australian Annual Report”. Journal of Accounting Research. Auntumn: Hal 204-219
Effendi, Muh. Arief. 2016. The Power of Good Corporate Governance: Teori dan Implementasi. Jakarta: Salemba Empat.
Ekonomi Indonesia 2017 Tumbuh 5,07 Persen, Tertinggi Sejak Tahun 2014.
(
https://ekonomi.kompas.com/read/2018/02/05/113820026/ekonomi-indonesia-2017-tumbuh-507-persen-tertinggi-sejak-tahun-2014, diakses 13
Fahmi, Irham. 2014. Manajemen Keuangan Perusahaan dan Pasar Modal. Jakarta : Mitra Wacana Media.
Ferdina, Ni Wayan Ajeng dan Wirama, Dewa Gede. 2017. “Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Likuiditas, dan Ukuran Perusahaan pada Ketepatwatuan Laporan Keuangan”. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana. Vol.19 No. 3. Hal 2293-2318
Fujianti,sLailah. 2015. “AnalisisDeterminasi dan ReaksisPasar atas Timeliness Reporting, Studi padaSBursa EfekSIndonesia”. ProsidingSSimposium NasionalsAkuntansi. Hal 1-21
Ghozali, Imam. 2016. Aplikasi Analisis Multivariete DengansProgram IBM SPSS 23. Semarang : Badan Penerbit UniversitassDiponegoro.
Hanafi, Mamduh M. dan Halim, Abdul. 2016. Analisis Laporan Keuangan. Edisi Kelima. Yogyakarta : UPP STIM YKPN.
Harahap, SofyansSyafri. 2015. Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. Jakarta : PT Rajagrafindo Persada.
Harnida, Muthia. 2015. “Pengaruh Mekanisme Corporate Governance Terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan: Studi Empiris Pada Perusahan Publik yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”. JSAI. Vol.2, No.1, Juni 2015. Hal 25-36
Hartono, Jogiyanto. 2016. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Yogyakarta : BPFE-UGM
. 2014. Metodologi Penelitian Bisnis, Salah Kaprah dan Pengalaman-Pengalaman. Yogyakarta : BPFE-UGM
http://www.idx.co.id/
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2017. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta : Ikatan Akuntan Indonesia.
Kasmir. 2010. Pengantar Manajemen Keuangan. Jakarta : Prenada Media Goup
Kata Patuh Menurut KBBI. (https://kbbi.web.id/patuh, diakses 25 Maret 2018)
Krisnanda, I Gede Wahyu dan Ratnadi, Ni Made Dwi. 2017. “Pengaruh Financial Distress,Umur Perusahaan, Audit Tenure, Kompetensi Dewan Komisaris Pada Kecepatan Publikasi Laporan Keuangan”. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana. Vol.20 No.3. Hal 1933- 1960
Kristiantini, Made Dania dan Sujana, I Ketut. 2017. “Pengaruh Opini Audit, Audit Tenure, Komisaris Independen, dan Kepemilikan Manajerial Pada Ketepatwaktuan Publikasi Laporan Keuangan”. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, Vol.20 No.1. Hal 729- 757
Leventis, Stregios dan Weetman, Pauline. 2004. “Timeiness of Financial Reporting: Applicability of Disclosure Theories in Emerging Capital Market”. Accounting and Bussiness Research, Vol.34, No.1, 2017. Hal 43-56
Ohaka, John dan Akani, Fyneface N. 2017. “Timeiness and Relevance of
Financial Reporting in Nigerian Queted Firms”. Management and
Organizational Studies, Vol.4, No.2, 2017. Hal 55-62
Otoritas Jasa Keuangan. 2014. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik. Jakarta : Otoritas Jasa Keuangan.
Pemerintah Republik Indonesia. 2015. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2015 Tentang Praktik Akuntan Publik. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.
PT Bursa Efek Jakarta. 2004. Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta Nomor: Kep-307/BEJ/07-2004 tentang Peraturan Nomor I-H tentang Sanksi. Jakarta PT Bursa Efek Jakarta.
Putri, Apriliani Issana dan Suryono, Bambang. 2015. “Berbagai Faktor yang
Mempengaruhi Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan”. Jurnal Ilmu dan
Scott, William R. 2012. Financial Accounting Theory. Toronto, Ontario : Pearson Education Canada Inc.
Setiawan, Irfan Haris dan Widyawati, Dini. 2014. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Perusahaan Manufaktur di Indonesia”. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi. Vol. 3 No.9. Hal 1-17
Suwardjono. 2013. Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta
Tren Investasi Sektor Manufaktur 2017.
(
http://industri.bisnis.com/read/20170104/257/616771/sektor-manufaktur-masih-jadi-tren-investasi-2017, diakses 3 April 2018)