• Tidak ada hasil yang ditemukan

USAHA PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "USAHA PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

(1)

USAHA

USAHA

PENINGKATAN

PENINGKATAN

PROFESIONALISME GURU

PROFESIONALISME GURU

Disampaikan Oleh:

Disampaikan Oleh:

Drs. Agus Suhar

Drs. Agus Suhar

j

j

ana, M.Pd.

ana, M.Pd.

HP: 08121553534

(2)

Profesi adalah bidang pekerjaan yang

Profesi adalah bidang pekerjaan yang

dilandasi pendidikan keahlian

dilandasi pendidikan keahlian

(keterampilan, kejuruan dsb)

(keterampilan, kejuruan dsb)

Profesionalisme diartikan sebagai

Profesionalisme diartikan sebagai

mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang

mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang

merupakan ciri suatu profesi atau

merupakan ciri suatu profesi atau

orang yang profesional.

orang yang profesional.

Profesionalisme ditandai dengan

Profesionalisme ditandai dengan

adanya standar atau jaminan mutu

adanya standar atau jaminan mutu

seseorang dalam melakukan suatu

seseorang dalam melakukan suatu

upaya profesional.

(3)

Profesional

Profesional

adalah pekerjaan atau

adalah pekerjaan atau

kegiatan yang dilakukan oleh seseorang

kegiatan yang dilakukan oleh seseorang

dan menjadi sumber penghasilan

dan menjadi sumber penghasilan

kehidupan yang memerlukan keahlian,

kehidupan yang memerlukan keahlian,

kemahiran, atau kecakapan yang

kemahiran, atau kecakapan yang

memenuhi standar mutu atau norma

memenuhi standar mutu atau norma

tertentu serta memerlukan pendidikan

tertentu serta memerlukan pendidikan

profesi. (UU RI No.14 th. 2005)

profesi. (UU RI No.14 th. 2005)

Etos kerja merupakan semangat kerja yang

Etos kerja merupakan semangat kerja yang

menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau

menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau

suatu kelompok.

(4)

Etos kerja seorang guru adalah

Etos kerja seorang guru adalah

selalu

selalu

membangun suasana ilmiah, memberikan

membangun suasana ilmiah, memberikan

kesempatan kepada siswa belajar dari

kesempatan kepada siswa belajar dari

berbagai sumber belajar dan membangun

berbagai sumber belajar dan membangun

makna baik melalui interaksi sosial maupun

makna baik melalui interaksi sosial maupun

personal serta menginternalisasi cara ilmu

personal serta menginternalisasi cara ilmu

pengetahuan diperoleh, substansi ilmu

pengetahuan diperoleh, substansi ilmu

pengetahuan, dan penerapannya dalam

pengetahuan, dan penerapannya dalam

(5)

Kemampuan yang harus dimiliki agar

Kemampuan yang harus dimiliki agar

guru

guru

Professional

Professional

:

:

1.

1.

Mempunyai komitmen pada siswa dan proses

Mempunyai komitmen pada siswa dan proses

belajar.

belajar.

2.

2.

Menguasai secara mendalam mata pelajaran yang

Menguasai secara mendalam mata pelajaran yang

diajarkan serta cara mengajarkannya kepada siswa.

diajarkan serta cara mengajarkannya kepada siswa.

3.

3.

Bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa

Bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa

melalui berbagai teknik evaluasi

melalui berbagai teknik evaluasi

4.

4.

Mampu berpikir sistematis tentang apa yang

Mampu berpikir sistematis tentang apa yang

dilakukannya, dan belajar dari pengalamannya.

dilakukannya, dan belajar dari pengalamannya.

5.

5.

Merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam

Merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam

lingkungan profesinya.

(6)

Prinsip profesionalitas dari profesi guru :

Prinsip profesionalitas dari profesi guru :

1.

1.

Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa dan

Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa dan

idealisme.

idealisme.

2.

2.

Memiliki komitmen untuk meningkatkan

Memiliki komitmen untuk meningkatkan

mutu pendidikan, keimanan, ketaqwaan

mutu pendidikan, keimanan, ketaqwaan

dan ahlak mulia

dan ahlak mulia

3.

3.

Memiliki kualitas akademik dan latar

Memiliki kualitas akademik dan latar

belakang pendidikan sesuai dengan bidang

belakang pendidikan sesuai dengan bidang

tugas.

tugas.

4.

4.

Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai

Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai

dengan bidang tugas.

dengan bidang tugas.

5.

(7)

6.

6.

Memperoleh penghasilan yang ditentukan

Memperoleh penghasilan yang ditentukan

sesuai dengan prestasi kerja.

sesuai dengan prestasi kerja.

7.

7.

Memiliki kesempatan untuk mengembangkan

Memiliki kesempatan untuk mengembangkan

keprofesionalan secara berkelanjutan dengan

keprofesionalan secara berkelanjutan dengan

belajar sepanjang hayat.

belajar sepanjang hayat.

8.

8.

Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam

Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam

melaksanakan tugas keprofesionalan.

melaksanakan tugas keprofesionalan.

9.

9.

Memiliki organisasi profesi yang mempunyai

Memiliki organisasi profesi yang mempunyai

kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan

kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan

dengan tugas keprofesionalan guru.

(8)

Kompetensi Guru

Kompetensi Guru

Berbagai masalah yang berkaitan

Berbagai masalah yang berkaitan

dengan kondisi guru :

dengan kondisi guru :

1. Adanya keberagaman kemampuan

1. Adanya keberagaman kemampuan

guru dalam proses pembelajaran dan

guru dalam proses pembelajaran dan

penguasaan pengetahuan.

penguasaan pengetahuan.

2. Belum adanya alat ukur yang akurat

2. Belum adanya alat ukur yang akurat

untuk mengetahui kemampuan guru.

untuk mengetahui kemampuan guru.

3. Pembinaan yang dilakukan belum

3. Pembinaan yang dilakukan belum

mencerminkan kebutuhan.

(9)

Rendahnya kualitas pendidikan

Rendahnya kualitas pendidikan

antara lain:

antara lain:

1.

1.

Kemampuan siswa dalam menyerap

Kemampuan siswa dalam menyerap

mata pelajaran yang diajarkan guru

mata pelajaran yang diajarkan guru

kurang maksimal.

kurang maksimal.

2.

2.

Kurang sempurnanya pembentukan

Kurang sempurnanya pembentukan

karakter yang tercermin dalam

karakter yang tercermin dalam

sikap dan kecakapan hidup yang

sikap dan kecakapan hidup yang

dimiliki siswa.

(10)

Badan Akreditasi dan Sertifikasi

Badan Akreditasi dan Sertifikasi

mengajar, sebagai upaya peningkatan

mengajar, sebagai upaya peningkatan

kualitas pendidik dan tenaga

kualitas pendidik dan tenaga

kependidikan secara nasional.

kependidikan secara nasional.

Pada Bab IV pasal 8 UURI No. 14 tahun

Pada Bab IV pasal 8 UURI No. 14 tahun

2005, menyebutkan bahwa:

2005, menyebutkan bahwa:

Guru wajib memiliki kualifikasi akademik,

Guru wajib memiliki kualifikasi akademik,

kompetensi, sertifikat pendidik, sehat

kompetensi, sertifikat pendidik, sehat

jasmani dan rohani, serta memiliki

jasmani dan rohani, serta memiliki

kemampuan untuk mewujudkan tujuan

kemampuan untuk mewujudkan tujuan

pendidikan nasional.

(11)

Kualifikasi akademik dapat diperoleh melalui

Kualifikasi akademik dapat diperoleh melalui

pendidikan tinggi program sarjana atau

pendidikan tinggi program sarjana atau

program Diploma IV.

program Diploma IV.

KOMPETENSI

KOMPETENSI

diartikan sebagai pengetahuan

diartikan sebagai pengetahuan

keterampilan dan nilai-nilai dasar yang

keterampilan dan nilai-nilai dasar yang

direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan

direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan

bertindak.

bertindak.

Standar Kompetensi Guru adalah:

Standar Kompetensi Guru adalah:

suatu

suatu

ukuran yang ditetapkan atau dipersyaratkan

ukuran yang ditetapkan atau dipersyaratkan

dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan

dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan

perilaku perbuatan seseorang guru agar

perilaku perbuatan seseorang guru agar

berkelayakan untuk menduduki jabatan

berkelayakan untuk menduduki jabatan

fungsional sesuai bidang tugas, kualifikasi

fungsional sesuai bidang tugas, kualifikasi

dan jenjang pendidikan.

(12)

Kompetensi guru ada 4 kompetensi,yaitu:

Kompetensi guru ada 4 kompetensi,yaitu:

1.

1.

Kompetensi pedagogik yaitu kemampuan

Kompetensi pedagogik yaitu kemampuan

mengelola pembelajaran peserta didik.

mengelola pembelajaran peserta didik.

2.

2.

Kompetensi kepribadian, yaitu kemampuan

Kompetensi kepribadian, yaitu kemampuan

kepribadian yang mantap, beraklak mulia, arif

kepribadian yang mantap, beraklak mulia, arif

dan berwibawa serta menjadi teladan peserta

dan berwibawa serta menjadi teladan peserta

didik.

didik.

3.

3.

Kompetensi profesional, yaitu kemampuan

Kompetensi profesional, yaitu kemampuan

penguasaan materi pelajaran secara luas dan

penguasaan materi pelajaran secara luas dan

mendalam.

mendalam.

4.

4.

Kompetensi sosial, yaitu kemampuan guru

Kompetensi sosial, yaitu kemampuan guru

untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara

untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara

efektif dan efisien dengan peserta didik,

efektif dan efisien dengan peserta didik,

sesama guru, orang tua/wali peserta didik dan

sesama guru, orang tua/wali peserta didik dan

masyarakat seikitar.

(13)

Dittendik 2003 telah merumuskan 7

Dittendik 2003 telah merumuskan 7

komponen kompetensi guru, yaitu:

komponen kompetensi guru, yaitu:

Komponen Kompetensi Pengelolaan

Komponen Kompetensi Pengelolaan

Pembelajaran t.d.:

Pembelajaran t.d.:

1.

1.

Penyusunan Rencana Pembelajaran.

Penyusunan Rencana Pembelajaran.

2.

2.

Pelaksanaan interaksi belajar mengajar

Pelaksanaan interaksi belajar mengajar

3.

3.

Penilaian prestasi belajar peserta didik.

Penilaian prestasi belajar peserta didik.

4.

4.

Pelaksanaan tindak lanjut hasil

Pelaksanaan tindak lanjut hasil

(14)

Komponen Kompetensi Pengembangan

Komponen Kompetensi Pengembangan

Potensi terdiri atas:

Potensi terdiri atas:

5. Pengembangan profesi.

5. Pengembangan profesi.

Komponen Kompetensi Penguasaan

Komponen Kompetensi Penguasaan

Akademik , terdiri atas:

Akademik , terdiri atas:

6. Pemahaman wawasan kependidikan.

6. Pemahaman wawasan kependidikan.

7. Penguasaan bahan kajian akademik.

(15)

 Gambaran kompetensi dalam bentuk indikator, Gambaran kompetensi dalam bentuk indikator,

sebagai berikut:

sebagai berikut:

KOMPETENSI :

KOMPETENSI :

1. Penyusunan Rencana Pembelajaran.

1. Penyusunan Rencana Pembelajaran.

INDIKATOR:

INDIKATOR:

1.

1. Mampu mendeskripsikan tujuan pembelajaran.Mampu mendeskripsikan tujuan pembelajaran.

2.

2. Mampu memilih/menentukan materi.Mampu memilih/menentukan materi.

3.

3. Mampu mengorganisasi materi.Mampu mengorganisasi materi.

4.

4. Mampu menentukan metode/strategi pblj.Mampu menentukan metode/strategi pblj.

5.

5. Mampu menentukan media/alat peraga pblj.Mampu menentukan media/alat peraga pblj.

6.

6. Mampu menyusun perangkat penilaian.Mampu menyusun perangkat penilaian.

7.

7. Mampu menentukan teknik penilaian.Mampu menentukan teknik penilaian.

8.

(16)

KOMPETENSI: KOMPETENSI:

2. Pelaksanaan interaksi belajar mengajar.

2. Pelaksanaan interaksi belajar mengajar.

INDIKATOR: INDIKATOR:

1.

1. Mampu membuka pelajaran.Mampu membuka pelajaran.

2.

2. Mampu menyajikan materi.Mampu menyajikan materi.

3.

3. Mampu menggunakan metode/strategi.Mampu menggunakan metode/strategi.

4.

4. Mampu menggunakan alat peraga/media.Mampu menggunakan alat peraga/media.

5.

5. Mampu menggunakan bahasa yang komunikatif.Mampu menggunakan bahasa yang komunikatif.

6.

6. Mampu memotivasi siswa.Mampu memotivasi siswa.

7.

7. Mampu mengorganisasi kegiatan.Mampu mengorganisasi kegiatan.

8.

8. Mampu berinteraksi dengan siswa.Mampu berinteraksi dengan siswa.

9.

9. Mampu menyimpulkan pembelajaran.Mampu menyimpulkan pembelajaran.

10.

10. Mampu memberikan umpan balik.Mampu memberikan umpan balik.

11.

11. Mampu melaksanakan penilaian.Mampu melaksanakan penilaian.

12.

(17)

KOMPETENSI:

KOMPETENSI:

3. Penilaian prestasi belajar peserta didik.

3. Penilaian prestasi belajar peserta didik.

INDIKATOR:

INDIKATOR:

1.

1. Mampu memilih soal berdasarkan tingkat kesukaran.Mampu memilih soal berdasarkan tingkat kesukaran.

2.

2. Mampu memilih soal berdasarkan tingkat pembeda.Mampu memilih soal berdasarkan tingkat pembeda.

3.

3. Mampu memperbaiki soal yang tidak valid.Mampu memperbaiki soal yang tidak valid.

4.

4. Mampu memeriksa jawaban.Mampu memeriksa jawaban.

5.

5. Mampu mengklasifikasi hasil-hasil penilaian.Mampu mengklasifikasi hasil-hasil penilaian.

6.

6. Mampu mengolah dan menganalisis hasil penilaian.Mampu mengolah dan menganalisis hasil penilaian.

7.

7. Mampu menyusun laporan hasil penilaian.Mampu menyusun laporan hasil penilaian.

8.

8. Mampu membuat interpretasi kecenderungan hasil Mampu membuat interpretasi kecenderungan hasil

penilaian.

penilaian.

9.

9. Mampu menentukan korelasi antar soal berdasarkan hasil Mampu menentukan korelasi antar soal berdasarkan hasil

penilaian.

penilaian.

10.

10. Mampu mengidentivikasi tingkat variasi hasil penilaian.Mampu mengidentivikasi tingkat variasi hasil penilaian.

11.

11. Mampu menyampaikan dari hasil penilaian secara jelas dan Mampu menyampaikan dari hasil penilaian secara jelas dan

logis.

(18)

KOMPETENSI:

KOMPETENSI:

4. Pelaksanaan TL (tindak lanjut) hasil penilaian

4. Pelaksanaan TL (tindak lanjut) hasil penilaian

prestasi belajar peserta didik.

prestasi belajar peserta didik.

INDIKATOR:

INDIKATOR:

1.

1.

Menyusun program TL hasil penilaian.

Menyusun program TL hasil penilaian.

2.

2.

Mengklasifikasikan kemampuan siswa.

Mengklasifikasikan kemampuan siswa.

3.

3.

Mengidentifikasi kebutuhan TL hasil penilaian.

Mengidentifikasi kebutuhan TL hasil penilaian.

4.

4.

Melaksanakan TL .

Melaksanakan TL .

5.

5.

Mengevaluasi hasil TL hasil penilaian.

Mengevaluasi hasil TL hasil penilaian.

6.

6.

Menganalisis hasil evaluasi program TL hasil

Menganalisis hasil evaluasi program TL hasil

(19)

KOMPETENSI:

KOMPETENSI:

5.

5.

Pengembangan Profesi

Pengembangan Profesi

INDIKATOR:

INDIKATOR:

1.

1.

Mengikuti informasi perkembangan IPTEK yang

Mengikuti informasi perkembangan IPTEK yang

mendukung profesi melalui berbagai kegiatan ilmiah.

mendukung profesi melalui berbagai kegiatan ilmiah.

2.

2.

Mengalihbahasakan buku pelajaran/karya ilmiah.

Mengalihbahasakan buku pelajaran/karya ilmiah.

3.

3.

Mengembangkan berbagai model pembelajaran.

Mengembangkan berbagai model pembelajaran.

4.

4.

Menulis makalah.

Menulis makalah.

5.

5.

Menulis/menyusun diktat pelajaran.

Menulis/menyusun diktat pelajaran.

6.

6.

Menulis buku pelajaran.

Menulis buku pelajaran.

7.

(20)

8. Menulis karya ilmiah populer.

8. Menulis karya ilmiah populer.

9. Melakukan penelitian ilmiah (action

9. Melakukan penelitian ilmiah (action

research).

research).

10. Menentukan teknologi tepat guna.

10. Menentukan teknologi tepat guna.

11. Membuat alat peraga.

11. Membuat alat peraga.

12. Menciptakan karya seni.

12. Menciptakan karya seni.

13. Mengikuti pelatihan terakreditasi.

13. Mengikuti pelatihan terakreditasi.

14. Mengikuti pendidikan kualifikasi.

14. Mengikuti pendidikan kualifikasi.

15. Mengikuti kegiatan pengembangan

15. Mengikuti kegiatan pengembangan

kurukulum.

(21)

KOMPETENSI:

KOMPETENSI:

6. Pemahaman Wawasan Kependidikan

6. Pemahaman Wawasan Kependidikan

INDIKATOR:

INDIKATOR:

1. Memahami visi dan misi pendidikan nasional.

1. Memahami visi dan misi pendidikan nasional.

2. Memahami hubungan pendidikan dan pengajaran.

2. Memahami hubungan pendidikan dan pengajaran.

3. Konsep pendidikan dasar dan menengah.

3. Konsep pendidikan dasar dan menengah.

4. Memahami fungsi sekolah.

4. Memahami fungsi sekolah.

5. Mengidentifikasi permasalahan umum pendidikan

5. Mengidentifikasi permasalahan umum pendidikan

dalam hal proses dan hasil penilaian.

dalam hal proses dan hasil penilaian.

6. Membangun sistem yang menunjukkan keterkaitan

6. Membangun sistem yang menunjukkan keterkaitan

(22)

KOMPETENSI:

KOMPETENSI:

7. Penguasaan bahan kajian akademik.

7. Penguasaan bahan kajian akademik.

INDIKATOR:

INDIKATOR:

1. Memahami struktur pengetahuan.

1. Memahami struktur pengetahuan.

2. Menguasai substansi materi.

2. Menguasai substansi materi.

3. Menguasai substansi khusus sesuai

3. Menguasai substansi khusus sesuai

dengan jenis pelayanan yang

dengan jenis pelayanan yang

dibutuhkan siswa.

(23)

PENUTUP PENUTUP

GURU MERUPAKAN KUNCI UTAMA KEBERHASILAN

GURU MERUPAKAN KUNCI UTAMA KEBERHASILAN

PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN.

PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN.

PROFESIONALISME GURU DAPAT DITINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DAPAT DITINGKATKAN MELALUI:

MELALUI:

1. PENDIDIKAN

1. PENDIDIKAN

2. PELATIHAN PEMBINAAN TEKNIS SECARA

2. PELATIHAN PEMBINAAN TEKNIS SECARA

BERKELANJUTAN.

BERKELANJUTAN.

3. PEMBENTUKAN WADAH PEMBINAAN

3. PEMBENTUKAN WADAH PEMBINAAN

PROFESIONALISME GURU ( KKG dan MGMP)

PROFESIONALISME GURU ( KKG dan MGMP)

SLMT BERJUANG. TMKSH

(24)
(25)
(26)

PRINSIP-PRINSIP

PRINSIP-PRINSIP

PENGEMBANGAN

PENGEMBANGAN

KTSP

KTSP

1.

1. Berpusat pada potensi,perkembangan, Berpusat pada potensi,perkembangan,

kebutuhan dan kepentingan peserta didik

kebutuhan dan kepentingan peserta didik

dan lingkungannya.

dan lingkungannya.

2.

2. Beragam dan terpaduBeragam dan terpadu

3.

3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan,teknologi dan seni.

pengetahuan,teknologi dan seni.

4.

4. Relevan dengan kebutuhan kehidupanRelevan dengan kebutuhan kehidupan

5.

5. Menyeluruh dan berkesinambunganMenyeluruh dan berkesinambungan

6.

6. Belajar sepanjang hayatBelajar sepanjang hayat

7.

7. Seimbang antara kepentingan nasional dan Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.

(27)

ACUAN OPERASIONAL

ACUAN OPERASIONAL

PENYUSUNAN KTSP

PENYUSUNAN KTSP

1.

1.

Peningkatan iman dan takwa serta

Peningkatan iman dan takwa serta

ahlak mulia

ahlak mulia

2.

2.

Peningkatan potensi, kecerdasan, dan

Peningkatan potensi, kecerdasan, dan

minat sesuai dengan tingkat

minat sesuai dengan tingkat

perkembangan dan kemampuan

perkembangan dan kemampuan

peserta didik

peserta didik

3.

3.

Keragaman potensi dan karakter

Keragaman potensi dan karakter

daerah dan lingkungan

daerah dan lingkungan

4.

4.

Tuntutan pembangunan daerah dan

Tuntutan pembangunan daerah dan

nasional

nasional

5.

(28)

6. Perkembangan IPTEKS

6. Perkembangan IPTEKS

7. Agama

7. Agama

8. Dinamika perkembangan global

8. Dinamika perkembangan global

9. Persatuan nasional dan nilai-nilai

9. Persatuan nasional dan nilai-nilai

kebangsaan

kebangsaan

10.Kondisi sosial budaya masyarakat

10.Kondisi sosial budaya masyarakat

setempat

setempat

11.Kesetaraan Jender

11.Kesetaraan Jender

12.Karakteristik satuan pendidikan

(29)

KOMPONEN

KOMPONEN

TSP

TSP

A. TUJUAN PENDIDIKAN TINGKAT

A. TUJUAN PENDIDIKAN TINGKAT

SATUAN PENDIDIKAN

SATUAN PENDIDIKAN

B. STRUKTUR DAN MUATAN

B. STRUKTUR DAN MUATAN

KURIKULUM TINGKAT SATUAN

KURIKULUM TINGKAT SATUAN

PENDIDIKAN

PENDIDIKAN

C. KALENDER PENDIDIKAN

(30)

TUJUAN

TUJUAN

PENDIDIKAN

PENDIDIKAN

TINGKAT

TINGKAT

SATUAN

SATUAN

PENDIDIKAN

PENDIDIKAN

Mengacu kepada tujuan umum pendidikan Mengacu kepada tujuan umum pendidikan

berikut:

berikut:

1.

1. Tujuan pendidikan dasarTujuan pendidikan dasar adalah meletakan dasar adalah meletakan dasar kecerdasan,pengetahuan,kepribadian,ahlak

kecerdasan,pengetahuan,kepribadian,ahlak

mulia,serta keterampilan untuk hidup mandiri

mulia,serta keterampilan untuk hidup mandiri

dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

2.

2. Tujuan pendidikan menengahTujuan pendidikan menengah adalah adalah

meningkatkan kecerdasan, pengetahuan,

meningkatkan kecerdasan, pengetahuan,

kepribadian, ahlak mulia, serta keterampilan

kepribadian, ahlak mulia, serta keterampilan

untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan

untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan

lebih lanjut.

lebih lanjut.

3.

3. Tujuan pendidikan menengah kejuruan Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah adalah meningkatkan kecerdasan,pengetahuan,

meningkatkan kecerdasan,pengetahuan,

kepribadian, ahlak mulia, serta keterampilan

(31)

STRUKTUR

STRUKTUR

DAN

DAN

MUATAN

MUATAN

KTSP

KTSP

Struktur KTSP pada jenjang

Struktur KTSP pada jenjang

pendidikan dasar dan menengah

pendidikan dasar dan menengah

tertuang dalam Standar Isi, yg

tertuang dalam Standar Isi, yg

dikembangkan dari kelompok mata

dikembangkan dari kelompok mata

pelajaran sbb.

pelajaran sbb.

Agama dan ahlak muliaAgama dan ahlak mulia

Kewarganegaraan dan kepribadianKewarganegaraan dan kepribadian

Ilmu Pengetahuan dan TeknologiIlmu Pengetahuan dan Teknologi

EstetikaEstetika

(32)

Lanjutan …..

Lanjutan …..

Muatan KTSP meliputi sejumlah mata pelajaran Muatan KTSP meliputi sejumlah mata pelajaran

yang keluasan dan kedalamannya merupakan

yang keluasan dan kedalamannya merupakan

beban belajar bagi peserta didik pada satuan

beban belajar bagi peserta didik pada satuan

pendidikan. Di samping itu materi muatan lokal

pendidikan. Di samping itu materi muatan lokal

dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke

dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke

dalam isi kurikulum.

dalam isi kurikulum. 1.

1. Mata pelajaranMata pelajaran 2.

2. Muatan lokalMuatan lokal 3.

3. Kegiatan Pengembangan diriKegiatan Pengembangan diri 4.

4. Pengaturan beban belajarPengaturan beban belajar 5.

5. Kenaikan Kelas, Penjurusan, dan kelulusanKenaikan Kelas, Penjurusan, dan kelulusan 6.

6. Pendidikan kecakapan HidupPendidikan kecakapan Hidup 7.

(33)

1. Mata Pelajaran

1. Mata Pelajaran

, beserta alokasi waktu untuk , beserta alokasi waktu untuk tiap-tiap tingkat satuan pendidikan tertera

tiap-tiap tingkat satuan pendidikan tertera

pada struktur kurikulum yang tercantum dalam

pada struktur kurikulum yang tercantum dalam

Standar Isi

Standar Isi

2. Muatan lokal

2. Muatan lokal

merupakan mata pelajaran, sehingga satuan merupakan mata pelajaran, sehingga satuan

pendidikan harus mengembangkan Standar

pendidikan harus mengembangkan Standar

Kompetensi dan Kompetensi dasar untuk setiap jenis

Kompetensi dan Kompetensi dasar untuk setiap jenis

muatan lokal yang diselenggarakan.

muatan lokal yang diselenggarakan.

Satuan pendidikan dapat menyelenggarakan satu Satuan pendidikan dapat menyelenggarakan satu

mata pelajaran muatan lokal setiap semester. Isi

mata pelajaran muatan lokal setiap semester. Isi

berarti bahwa dalam satu tahun, satuan pendidikan

berarti bahwa dalam satu tahun, satuan pendidikan

dapat menyelenggarakan dua mata pelajaran muatan

dapat menyelenggarakan dua mata pelajaran muatan

lokal.

(34)

3. Kegiatan Pengembangan Diri

3. Kegiatan Pengembangan Diri

Kegiatan pengembangan diri adalah kegiatan Kegiatan pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan

yang bertujuan memberikan kesempatan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk

kepada peserta didik untuk mengembangkan mengembangkan dan mengeskpresikan diri

dan mengeskpresikan diri sesuai dengan sesuai dengan

kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik

kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik

sesuai dengan kondisi sekolah.

sesuai dengan kondisi sekolah.

Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan/Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan/ atau dibimbing oleh

atau dibimbing oleh konselorkonselor, , guruguru, atau , atau tenaga kependidikan

tenaga kependidikan yang dapat dilakukan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.

(35)

Kegiatan pengembangan diri dapat

Kegiatan pengembangan diri dapat

dilakukan antara lain melalui kegiatan

dilakukan antara lain melalui kegiatan

pelayanan konseling yang berkenaan

pelayanan konseling yang berkenaan

dengan masalah diri pribadi dan

dengan masalah diri pribadi dan

kehidupan sosial, belajar, dan

kehidupan sosial, belajar, dan

pengembangan karier peserta didik

pengembangan karier peserta didik

serta kegiatan kepramukaan,

serta kegiatan kepramukaan,

kepemimpinan, dan kelompok ilmiah

kepemimpinan, dan kelompok ilmiah

remaja.

remaja.

Pengembangan diri

Pengembangan diri

BUKAN

BUKAN

merupakan mata pelajaran. Penilaian

merupakan mata pelajaran. Penilaian

kegiatan pengembangan diri dilakukan

kegiatan pengembangan diri dilakukan

secara kualitatif, tidak kuantitatif

secara kualitatif, tidak kuantitatif

seperti pada mata pelajaran.

(36)

4.

4.

Pengaturan Beban Belajar

Pengaturan Beban Belajar

Beban belajar dalam sistem paket

Beban belajar dalam sistem paket

digunakan oleh tingkat satuan

digunakan oleh tingkat satuan

pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/

pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/

SMPLB baik kategori standar

SMPLB baik kategori standar

maupun mandiri,

maupun mandiri,

SMA/MA/SMALB/SMK/MAK kategori

SMA/MA/SMALB/SMK/MAK kategori

standar

standar

Beban belajar dalam sistem kredit

Beban belajar dalam sistem kredit

semester (SKS) dapat digunakan

semester (SKS) dapat digunakan

oleh SMP/MTs/SMPLB kategori

oleh SMP/MTs/SMPLB kategori

mandiri, dan oleh SMA/MA/SMALB/

mandiri, dan oleh SMA/MA/SMALB/

SMK/MAK kategori standar.

(37)

Beban belajar dalam SKS digunakan oleh Beban belajar dalam SKS digunakan oleh

SMA/MA/SMALB/SMK/MAK kategori mandiri.

SMA/MA/SMALB/SMK/MAK kategori mandiri.

Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistem paket dialokasikan sebagaimana

pada sistem paket dialokasikan sebagaimana

tertera dalam struktur kurikulum. Satuan

tertera dalam struktur kurikulum. Satuan

pendidikan dimungkinkan menambah

pendidikan dimungkinkan menambah MAKSIMUM MAKSIMUM EMPAT JAM PEMBELAJARAN PER MINGGU SECARA

EMPAT JAM PEMBELAJARAN PER MINGGU SECARA

KESELURUHAN.

KESELURUHAN.

Pemanfaatan jam Pemanfaatan jam PEMBELAJARAN TAMBAHAN PEMBELAJARAN TAMBAHAN MEMPERTIMBANGKAN KEBUTUHAN PESERTA

MEMPERTIMBANGKAN KEBUTUHAN PESERTA

DIDIK

DIDIK DALAM MENCAPAI KOMPETENSI, DALAM MENCAPAI KOMPETENSI, DISAMPING DIMANFAATKAN UNTUK

DISAMPING DIMANFAATKAN UNTUK MATA MATA PELAJARAN LAIN YANG DIANGGAP PENTING

PELAJARAN LAIN YANG DIANGGAP PENTING DAN DAN TIDAK TERDAPAT DI DALAM STRUKTUR

TIDAK TERDAPAT DI DALAM STRUKTUR

KURIKULUM YANG TERCANTUM DI DALAM

KURIKULUM YANG TERCANTUM DI DALAM

STANDAR ISI.

(38)

Alokasi waktu untuk penugasan Alokasi waktu untuk penugasan

terstruktur dan kegiatan mandiri tidak

terstruktur dan kegiatan mandiri tidak

terstruktur dalam sistem paket untuk SD/

terstruktur dalam sistem paket untuk SD/

MI/SDLB 0% - 40%,

MI/SDLB 0% - 40%,

SMP/MTs/SMPLB 0% - 50% danSMP/MTs/SMPLB 0% - 50% dan

SMA/MA/SMALB/SMK/MAK 0% - 60%SMA/MA/SMALB/SMK/MAK 0% - 60%

dari waktu kegiatan tatap muka mata dari waktu kegiatan tatap muka mata

pelajaran ybs. Pemanfaatan alokasi waktu

pelajaran ybs. Pemanfaatan alokasi waktu

tsb mempertimbangkan kebutuhan

tsb mempertimbangkan kebutuhan

peserta didik dalam mencapai kompetensi

peserta didik dalam mencapai kompetensi

Alokasi waktu untuk praktik, Alokasi waktu untuk praktik, dua jam dua jam

kegiatan praktik di sekolah setara dengan

kegiatan praktik di sekolah setara dengan

satu jam tatap muka

satu jam tatap muka. Empat jam praktik di . Empat jam praktik di luar sekolah setara dengan satu jam tatap

luar sekolah setara dengan satu jam tatap

muka.

(39)

Alokasi waktu untuk tatap muka, Alokasi waktu untuk tatap muka,

penugasan struktur, dan kegiatan mandiri

penugasan struktur, dan kegiatan mandiri

tdk terstruktur untuk SMT/MTs dan SMA/

tdk terstruktur untuk SMT/MTs dan SMA/

MA/SMK/MAK yg menggunakan sistem

MA/SMK/MAK yg menggunakan sistem

SKS mengikuti aturan sbb.

SKS mengikuti aturan sbb.

Satu SKS pada SMP/MTs terdiri atas : Satu SKS pada SMP/MTs terdiri atas :

40 menit tatap muka

40 menit tatap muka, , 20 menit kegiatan 20 menit kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak

terstruktur dan kegiatan mandiri tidak

terstruktur.

terstruktur.

Satu SKS pada SMA/MA/SMK/MAK Satu SKS pada SMA/MA/SMK/MAK

terdiri atas :

terdiri atas : 45 menit tatap muka45 menit tatap muka, , 25 25 menit kegiatan terstruktur dan kegiatan

menit kegiatan terstruktur dan kegiatan

mandiri tidak terstruktur.

(40)

5.

5.

Ketuntasan Belajar

Ketuntasan Belajar

Ketuntasan belajar setiap indikator yang Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam satu kompetensi

telah ditetapkan dalam satu kompetensi

dasar berkisar antara 0 – 100%.

dasar berkisar antara 0 – 100%.

Kriterian ideal ketuntasan untuk masing-Kriterian ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%.

masing indikator 75%.

Satuan pendidikan harus menentukan Satuan pendidikan harus menentukan kriteria ketuntasan minimal dengan

kriteria ketuntasan minimal dengan

mempertimbangan kompleksitas SK dan

mempertimbangan kompleksitas SK dan

KD tingkat kemampuan ratarata peserta

KD tingkat kemampuan ratarata peserta

didik serta kemampuan sumber daya

didik serta kemampuan sumber daya

pendukung dalam penyelenggaraan

pendukung dalam penyelenggaraan

pembelajaran.

pembelajaran.

Satuan pendidikan diharapkan Satuan pendidikan diharapkan

meningkatkan kriteria ketuntasan belajar

meningkatkan kriteria ketuntasan belajar

secara terus menerus untuk mencapai

secara terus menerus untuk mencapai

kriteria ketuntasan ideal

(41)

Pelaporan hasil belajar

Pelaporan hasil belajar

(raport)

(raport)

peserta didik diserahkan pada

peserta didik diserahkan pada

satuan pendidikan dengan

satuan pendidikan dengan

memperhatikan ramburambu yang

memperhatikan ramburambu yang

disusun oleh direktorat teknis

disusun oleh direktorat teknis

terkait.

terkait.

6.

6.

Kenaikan kelas, dan Kelulusan

Kenaikan kelas, dan Kelulusan

Kenaikan kelas

Kenaikan kelas

dilaksanakan pada

dilaksanakan pada

setiap akhir tahun ajaran. Kriteria

setiap akhir tahun ajaran. Kriteria

kenaikan kelas diatur oleh

kenaikan kelas diatur oleh

masing-masing direktorat teknis terkait

(42)

Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005

Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005

pasal 72 Ayat (1), peserta didik

pasal 72 Ayat (1), peserta didik

dinyatakan lulus dari satuan

dinyatakan lulus dari satuan

pendidikan pada pendidikan dasar dan

pendidikan pada pendidikan dasar dan

menengah setelah:

menengah setelah:

Menyelesaiakan seluruh program pembelajaran;Menyelesaiakan seluruh program pembelajaran;

Memperoleh Memperoleh nilai minimalnilai minimal baik pada penilaian akhir baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata

untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata

pelajaran agama dan ahlak mulia,

pelajaran agama dan ahlak mulia,

kewarganegaraan dan kepribadian, estetika, dan

kewarganegaraan dan kepribadian, estetika, dan

kelompok mata pelajaran jasmani,olahraga, dan

kelompok mata pelajaran jasmani,olahraga, dan

kesehatan;

kesehatan;

Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran IPTEK; dan

mata pelajaran IPTEK; dan

(43)

7.

7.

Penjurusan

Penjurusan

Penjurusan dilakukan pada kelas XI

Penjurusan dilakukan pada kelas XI

dan XII di SMA/MA.

dan XII di SMA/MA.

Kriteria penjurusan diatur oleh

Kriteria penjurusan diatur oleh

direktorat teknis terkait.

direktorat teknis terkait.

Penujuran pada SMK/MAK

Penujuran pada SMK/MAK

didasarkan pada spektrum

didasarkan pada spektrum

pendidikan kejuruan yang diatur

pendidikan kejuruan yang diatur

oleh direktorat Pembinaan Sekolah

oleh direktorat Pembinaan Sekolah

Menengah Kejuruan

(44)

8.Pendidikan Kecakapan Hidup

8.Pendidikan Kecakapan Hidup

a.

a.

Kurikulum untuk SD/MI/SDLB, SMP/MTs/Kurikulum untuk SD/MI/SDLB, SMP/MTs/ SMPLB, SMA/MA/SMALB, SMK/MAK dpt

SMPLB, SMA/MA/SMALB, SMK/MAK dpt

memasukan pendidikan kecakapan hidup,

memasukan pendidikan kecakapan hidup,

yang mencakup kecakapan pribadi, sosial,

yang mencakup kecakapan pribadi, sosial,

akademik dan/atau kecakapan vokasional.

akademik dan/atau kecakapan vokasional.

b.

b.Dapat merupakan bagian dari pendidikan Dapat merupakan bagian dari pendidikan semua mata pelajaran

semua mata pelajaran

c.

c. Dapat diperoleh dari peserta didik dari Dapat diperoleh dari peserta didik dari

satuan pendidikan yang bersangkutan dan

satuan pendidikan yang bersangkutan dan

atau dari satuan pendidikan formal lain

atau dari satuan pendidikan formal lain

dan/atau nonformal yg sudah memperoleh

dan/atau nonformal yg sudah memperoleh

akreditasi.

(45)

9. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan

9. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan

Global

Global

a.Kurikulum untuks semua satuan pendidikan dapat

a.Kurikulum untuks semua satuan pendidikan dapat

memasukan pendidikan berbasis keunggulan lokal

memasukan pendidikan berbasis keunggulan lokal

dan global.

dan global.

b.Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global

b.Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global

dapat merupakan bagian dari semua mata

dapat merupakan bagian dari semua mata

pelajaran.

pelajaran.

c.Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat

c.Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat

diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan

diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan

formal lain dan/atau nonformal yg sudah

formal lain dan/atau nonformal yg sudah

memperoleh akreditasi.

memperoleh akreditasi.

10. Kalender Pendidikan

10. Kalender Pendidikan

Satuan pendidikan dapat menyusun kalender Satuan pendidikan dapat menyusun kalender pendidikan sesuai dengan kebutuhan daerah,

pendidikan sesuai dengan kebutuhan daerah,

karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan

karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan

masyarakat, dengan memperhatikan kalender

masyarakat, dengan memperhatikan kalender

pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi.

(46)

PENGEMBANGAN SILABUS

PENGEMBANGAN SILABUS

A.

A. Pengertian SilabusPengertian Silabus

Silabus adalah rencana pembelajaran Silabus adalah rencana pembelajaran

pada suatu dan/atau kelompok mata

pada suatu dan/atau kelompok mata

pelajaran/tema tertentu yang mencakup

pelajaran/tema tertentu yang mencakup

standar kompetensi

standar kompetensi dan dan kompetensi kompetensi dasar

dasar, , materi pokok/pembelajaranmateri pokok/pembelajaran, , kegiatan pembelajaran

kegiatan pembelajaran, , indikatorindikator, , penilaian

penilaian, , alokasi waktualokasi waktu, dan , dan sumber sumber belajar

belajar. pencapaian kompetensi untuk . pencapaian kompetensi untuk penilaian.

penilaian.

Silabus merupakan Silabus merupakan penjabaran penjabaran standar standar kompetensi dan kompetensi dasar ke

kompetensi dan kompetensi dasar ke

dalam materi pokok/pembelajaran,

dalam materi pokok/pembelajaran,

kegiatan pembelajaran, dan indikator

kegiatan pembelajaran, dan indikator

pencapaian kompetensi untuk penilaian.

(47)

B. Prinsip Pengembangan Silabus

B. Prinsip Pengembangan Silabus

1.

1. ILMIAHILMIAH,yaitu keseluruhan materi dan kegiatan ,yaitu keseluruhan materi dan kegiatan yg menjadi muatan dlm silabus harus benar dan

yg menjadi muatan dlm silabus harus benar dan

dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.

dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.

2.

2. RELEVANRELEVAN, yaitu cakupan, kedalaman, tingkat , yaitu cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam

kesukaran dan urutan penyajian materi dalam

silabus sesuai dengan tingkat perkembangan

silabus sesuai dengan tingkat perkembangan

fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spiritual

fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spiritual

peserta didik.

peserta didik.

3.

3. SISTEMATISSISTEMATIS , yaitu komponen-komponen , yaitu komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional

silabus saling berhubungan secara fungsional

dalam mencapai kompetensi. 4. KONSISTEN,

dalam mencapai kompetensi. 4. KONSISTEN,

yaitu adanya hubungan yg konsisten (ajeg,taat

yaitu adanya hubungan yg konsisten (ajeg,taat

asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi

asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi

pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan

pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan

sistem penilaian.

sistem penilaian.

4.

4. KONSISTENKONSISTEN, yaitu adanya hubungan yg , yaitu adanya hubungan yg

konsisten (ajeg,taat asas) antara kompetensi

konsisten (ajeg,taat asas) antara kompetensi

dasar, indikator, materi pokok, pengalaman

dasar, indikator, materi pokok, pengalaman

belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian.

(48)

5.

5. MEMADAIMEMADAI, , yaitu cakupan indikator, materi pokok, yaitu cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem

pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem

penialian cukup untuk menunjang pencapaian

penialian cukup untuk menunjang pencapaian

kompetensi dasar.

kompetensi dasar.

6.

6. AKTUAL DAN KONTEKSTUALAKTUAL DAN KONTEKSTUAL, , yaitu cakupan yaitu cakupan

indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber

indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber

belajar, dan sistem penilaian memperhatikan

belajar, dan sistem penilaian memperhatikan

perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir

perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir

dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi

dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi. .

7.

7. FLEKSIBELFLEKSIBEL, , yaitu keseluruhan komponen silabus yaitu keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik,

dapat mengakomodasi keragaman peserta didik,

pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di

pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di

sekolah dan tuntutan masyarakat.

sekolah dan tuntutan masyarakat.

8.

8. MENYELURUHMENYELURUH, , yaitu komponen silabus mencakup yaitu komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif,afektif, dan

keseluruhan ranah kompetensi (kognitif,afektif, dan

psikomotor)

(49)

c. Unit Waktu Silabus

c. Unit Waktu Silabus

1.Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan

1.Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan

seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk

seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk

mata pelajaran selama penyelenggaraan

mata pelajaran selama penyelenggaraan

pendidikan di tngkat satuan pendidikan.

pendidikan di tngkat satuan pendidikan.

2.Penyusunan dilabus memperhatikan alokasi

2.Penyusunan dilabus memperhatikan alokasi

waktu yang disediakan per semester, per

waktu yang disediakan per semester, per

tahun, dan alokasi waktu mata pelajaran lain

tahun, dan alokasi waktu mata pelajaran lain

yang sekelompok.

yang sekelompok.

3.Implementasi pembelajaran per semester

3.Implementasi pembelajaran per semester

menggunakan penggalan silabus sesuai

menggunakan penggalan silabus sesuai

dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi

dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi

Dasar untuk mata pelajaran dng alokasi waktu

Dasar untuk mata pelajaran dng alokasi waktu

yg tersedia pada struktur kurikulum.

yg tersedia pada struktur kurikulum. Khusus Khusus untuk SMK/MAK menggunakan penggalan

untuk SMK/MAK menggunakan penggalan

silabus berdasarkan satuan kompetensi.

(50)

D.

D. Pengembang SilabusPengembang Silabus

Pengembangan silabus dapat dilakukan Pengembangan silabus dapat dilakukan

oleh para guru secara

oleh para guru secara mandiri atau mandiri atau kelompok dalam sebuah

kelompok dalam sebuah

sekolah/madarsah atau beberapa sekolah/

sekolah/madarsah atau beberapa sekolah/

madrasah, kelompok Musyawarah Guru

madrasah, kelompok Musyawarah Guru

Mata Pelajaran (MGMP), atau Pusat

Mata Pelajaran (MGMP), atau Pusat

Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas

Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas

Pendidikan.

Pendidikan.

Disusun secara mandiri oleh guru apabila guru yang Disusun secara mandiri oleh guru apabila guru yang

bersangkutan mampu mengenali karakteristik

bersangkutan mampu mengenali karakteristik

peserta didik, kondisi sekolah/madrasah dan

peserta didik, kondisi sekolah/madrasah dan

lingkungannya.

lingkungannya.

Apabila guru mata pelajaran karena sesuatu hal Apabila guru mata pelajaran karena sesuatu hal

belum dapat melaksanakan pengembangan silabus

belum dapat melaksanakan pengembangan silabus

secara mandiri, maka pihak sekolah dapat

secara mandiri, maka pihak sekolah dapat

mengusahakan untuk membentuk kelompok guru

mengusahakan untuk membentuk kelompok guru

mata pelajaran untuk mengembangkan silabus yang

(51)

DI SD/MI semua guru kelas, dari kelas I sampai DI SD/MI semua guru kelas, dari kelas I sampai

dengan kelas VI, menyusun silabus secara

dengan kelas VI, menyusun silabus secara

bersama.

bersama.

Di SMP/MTs untuk mata pelajaran IPA dan IPS Di SMP/MTs untuk mata pelajaran IPA dan IPS

terpadu disusun secara bersama oleh guru

terpadu disusun secara bersama oleh guru

terkait

terkait

Sekolah yang belum mampu mengembangkan Sekolah yang belum mampu mengembangkan

silabus secara mandiri, sebaiknya bergabung

silabus secara mandiri, sebaiknya bergabung

dengan sekolah/madrasah lain melalui forum

dengan sekolah/madrasah lain melalui forum

MGMP/PKG untuk bersama-sama

MGMP/PKG untuk bersama-sama

mengembangkan silabus yang akan digunakan

mengembangkan silabus yang akan digunakan

oleh sekolah/madrasah dalam lingkup

oleh sekolah/madrasah dalam lingkup

MGP/PKG setempat.

MGP/PKG setempat.

Dinas pendidikan setempat dapat menfasilitasi Dinas pendidikan setempat dapat menfasilitasi

penyusunan silabus dengan

penyusunan silabus dengan MEMBENTUK MEMBENTUK SEBUAH TIM

SEBUAH TIM yang terdiri dari para guru yang terdiri dari para guru

berpengalaman di bidangnya masing-masing.

(52)

E. LANGKAH-LANGKAH

E. LANGKAH-LANGKAH

PENGEMBANGAN SILABUS

PENGEMBANGAN SILABUS

1.

1.

Mengkaji SK dan KD dlm Standar Isi

Mengkaji SK dan KD dlm Standar Isi

dengan memperhatikan :

dengan memperhatikan :

a.

a. Urutan berdasarkan hierarki konsep Urutan berdasarkan hierarki konsep

disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan

disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan

materi, tidak harus selalu sesuai dengan

materi, tidak harus selalu sesuai dengan

urutan yang ada di SI;

urutan yang ada di SI;

b.

b. Keterkaitan antar SK dan KD dlm mata Keterkaitan antar SK dan KD dlm mata pelajaran

pelajaran

c.

c. Keterkaitan SK dan KD antarmata Keterkaitan SK dan KD antarmata pelajaran.

(53)

2. Mengidentifikasi Materi

2. Mengidentifikasi Materi

Pokok/Pembelajaran

Pokok/Pembelajaran

,

,

yg menunjang yg menunjang SK dan KD dng mempertimbangkan:

SK dan KD dng mempertimbangkan:

a.

a. Potensi peserta didikPotensi peserta didik b.

b. Relevansi dengan karakteristik daerahRelevansi dengan karakteristik daerah c.

c. Tingkat perkembangan fisik, intelektual, Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta

emosional, sosial, dan spiritual peserta

didik

didik

d.

d. Kebermanfaatan bagi peserta didikKebermanfaatan bagi peserta didik e.

e. Struktur keilmuanStruktur keilmuan f.

f. Aktualitas, kedalaman, dan keluasan Aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran

materi pembelajaran

g.

g. Relevansi dng kebutuhan peserta didik Relevansi dng kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan

dan tuntutan lingkungan

h.

(54)

3.Mengembangkan Kegiatan

3.Mengembangkan Kegiatan

Pembelajaran

Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran dirancang untuk Kegiatan pembelajaran dirancang untuk

memberikan pengalaman belajar yang

memberikan pengalaman belajar yang

melibatkan proses mental dan fisik melalui

melibatkan proses mental dan fisik melalui

interaksi antarpeserta didik, peserta didik

interaksi antarpeserta didik, peserta didik

dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar

dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar

lainnya dalam rangka pencapaian

lainnya dalam rangka pencapaian

kompetensi dasar.

kompetensi dasar.

Pengalaman belajar yang dimaksud dapat Pengalaman belajar yang dimaksud dapat

terwujud melalui penggunaan pendekatan

terwujud melalui penggunaan pendekatan

pembelajaran yang bervariasi dan berpusat

pembelajaran yang bervariasi dan berpusat

pada peserta didik. Pengalaman belajar

pada peserta didik. Pengalaman belajar

memuat kecakapan hidup yang perlu

memuat kecakapan hidup yang perlu

dikuasai peserta didik.

(55)

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran

mengembangkan kegiatan pembelajaran

adalah sbb.

adalah sbb.

Kegiatan pembelajaran disusun untuk Kegiatan pembelajaran disusun untuk

memberikan bantuan kepada para pendidik,

memberikan bantuan kepada para pendidik,

khususnya guru, agar dapat melaksanakan

khususnya guru, agar dapat melaksanakan

proses pembelajaran secara profesional.

proses pembelajaran secara profesional.

Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian

kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta

kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta

didik secara berutan untuk mencapai

didik secara berutan untuk mencapai

kompetensi dasar.

kompetensi dasar.

Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus

sesuai dengan hierarki konsep materi

sesuai dengan hierarki konsep materi

pembelajaran

pembelajaran

Rumusan pernyataan dalam kegiatan Rumusan pernyataan dalam kegiatan

pembelajaran minimal mengandung dua unsur

pembelajaran minimal mengandung dua unsur

penciri yang mencerminkan pengelolaan

penciri yang mencerminkan pengelolaan

pengalaman belajar peserta didik, yaitu

pengalaman belajar peserta didik, yaitu

kegiatan peserta didik dan materi.

(56)

4.Merumuskan Indikator

4.Merumuskan Indikator

Keberhasilan

Keberhasilan

Indikator merupakan penanda pencapaian Indikator merupakan penanda pencapaian

kompetensi dasar yang ditandai oleh

kompetensi dasar yang ditandai oleh

perubahan perilaku

perubahan perilaku yang dapat yang dapat diukur diukur yang yang mencakup

mencakup sikap, pengetahuansikap, pengetahuan, dan , dan keterampilan.

keterampilan.

Indikator dikembangkan sesuai dng Indikator dikembangkan sesuai dng

karakteristik peserta didik, mata pelajaran,

karakteristik peserta didik, mata pelajaran,

satuan pendidikan, potensi daerah dan

satuan pendidikan, potensi daerah dan

dirumuskan dalam

dirumuskan dalam kata kerja operasionalkata kerja operasional yg yg terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator

terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator

digunakan sbg dasar untuk menyusun alat

digunakan sbg dasar untuk menyusun alat

penilaian.

(57)

5.Penentuan Jenis Penilaian

5.Penentuan Jenis Penilaian

Penilaian pencapaian kompetensi dasar Penilaian pencapaian kompetensi dasar

peserta didik dilakukan berdasarkan

peserta didik dilakukan berdasarkan

indikator.

indikator.

Penilaian dilakukan dengan menggunakan Penilaian dilakukan dengan menggunakan

tes dan nontes dalam bentuk tertulis maupun

tes dan nontes dalam bentuk tertulis maupun

lisan, pengamatan kinerja, sikap, penilaian

lisan, pengamatan kinerja, sikap, penilaian

hasil karya berupa projek atau produk,

hasil karya berupa projek atau produk,

penggunaan portofolio, dan penilaian diri.

penggunaan portofolio, dan penilaian diri.

Penilaian merupakan serangkaian kegiatan Penilaian merupakan serangkaian kegiatan

untuk memperoleh, menganalisis, dan

untuk memperoleh, menganalisis, dan

menafsirkan data tentang proses dan hasil

menafsirkan data tentang proses dan hasil

belajar peserta didik yang dilakukan secara

belajar peserta didik yang dilakukan secara

sitematis dan berkesinambungan, sehingga

sitematis dan berkesinambungan, sehingga

menjadi informasi yang bermakna dalam

menjadi informasi yang bermakna dalam

pengambilan putusan.

(58)

Hal-hal yg harus diperhatikan dalam

Hal-hal yg harus diperhatikan dalam

penilaian:

penilaian:

Penialain diarahkan untuk mengukur Penialain diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi

pencapaian kompetensi

Penilaian menggunakan acuan kriteriaPenilaian menggunakan acuan kriteria

Sistem yang direncanakan adalah sistem Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan

penilaian yang berkelanjutan.Artinya .Artinya semua

semua indikator ditagihindikator ditagih, kemudian , kemudian

hasilnya dianalisis untuk menentukan

hasilnya dianalisis untuk menentukan

kompetensi dasar yang telah dimiliki dan

kompetensi dasar yang telah dimiliki dan

yang belum, serta untuk mengetahui

yang belum, serta untuk mengetahui

kesulitan peserta didik.

kesulitan peserta didik.

Hasil penilaian dianalisis untuk Hasil penilaian dianalisis untuk

menentukan tindak lanjut

menentukan tindak lanjut

Sistem penilaian harus disesuaikan dengan Sistem penilaian harus disesuaikan dengan

pengalaman belajar yang ditempuh dalam

pengalaman belajar yang ditempuh dalam

proses pembelajaran.

(59)

6.Menentukan Alokasi Waktu

6.Menentukan Alokasi Waktu

Penentuan alokasi waktu pada setiap

Penentuan alokasi waktu pada setiap

KD didasarkan pada jumlah minggu

KD didasarkan pada jumlah minggu

efektif dan alokasi waktu mata

efektif dan alokasi waktu mata

pelajaran perminggu dengan

pelajaran perminggu dengan

mempertimbangkan jumlah KD,

mempertimbangkan jumlah KD,

keluasan, kedalaman, tingkat

keluasan, kedalaman, tingkat

kesulitan, dan tingkat kepentingan KD.

kesulitan, dan tingkat kepentingan KD.

Alokasi waktu yang dicantumkan

Alokasi waktu yang dicantumkan

dalam silabus merupakan perkiraan

dalam silabus merupakan perkiraan

waktu yang dibutuhkan oleh peserta

waktu yang dibutuhkan oleh peserta

didik untuk menguasai kompetensi

didik untuk menguasai kompetensi

dasar.

(60)

7.Menentukan

7.Menentukan

Sumber

Sumber

Belajar

Belajar

Sumber belajar adalah rujukan, objek

Sumber belajar adalah rujukan, objek

dan/atau bahan yang digunakan untuk

dan/atau bahan yang digunakan untuk

kegiatan pembelajaran yang berupa

kegiatan pembelajaran yang berupa

media cetak dan elektronik,

media cetak dan elektronik,

narasumber, serta lingkungan fisik,

narasumber, serta lingkungan fisik,

alam, sosial, dan budaya.

alam, sosial, dan budaya.

Penentuan sumber belajar didasarkan

Penentuan sumber belajar didasarkan

pada SK dan KD serta materi pokok,

pada SK dan KD serta materi pokok,

kegiatan pembelajaran, dan indikator

kegiatan pembelajaran, dan indikator

pencapaian kompetensi.

(61)

G.Pengembangan

G.Pengembangan

Silabus

Silabus

Berkelanjutan

Berkelanjutan

Dalam imlementasinya,

Dalam imlementasinya,

silabus

silabus

dijabarkan dalam rencana pelaksanaan

dijabarkan dalam rencana pelaksanaan

pembelajaran

pembelajaran

,

,

dilaksanakan

dilaksanakan

,

,

dievaluasi

dievaluasi

, dan

, dan

ditindaklanjuti

ditindaklanjuti

oleh

oleh

tiap-tiap guru.

tiap-tiap guru.

Silabus harus dikaji dan

Silabus harus dikaji dan

dikembangkan secara berkelanjutan

dikembangkan secara berkelanjutan

dengan memperhatikan masukan hasil

dengan memperhatikan masukan hasil

evaluasi hasil belajar, evaluasi proses

evaluasi hasil belajar, evaluasi proses

(pelaksanaan pembelajaran), dan

(pelaksanaan pembelajaran), dan

evaluasi rencana pembelajaran.

(62)

PELAKSANAAN

PELAKSANAAN

PENYUSUNAN

PENYUSUNAN

KTSP

KTSP

A. Analisis Konteks

A. Analisis Konteks

1.

1. Analisis potensi dan kekuatan/kelemahan yang ada Analisis potensi dan kekuatan/kelemahan yang ada di sekolah, peserta didik, pendidik dan tenaga

di sekolah, peserta didik, pendidik dan tenaga

kependidikan, sarana prasarana, biaya, dan

kependidikan, sarana prasarana, biaya, dan

program-program yg ada di sekolah.

program-program yg ada di sekolah.

2.

2. Analisis peluang dan tantangan yang ada di Analisis peluang dan tantangan yang ada di

masyarakat dan lingkungan sekitar, komite sekolah/

masyarakat dan lingkungan sekitar, komite sekolah/

madrasah, dewan pendidikan, dinas pendidikan,

madrasah, dewan pendidikan, dinas pendidikan,

asosiasi profesi, dunia industri dan dunia kerja,

asosiasi profesi, dunia industri dan dunia kerja,

sumber daya alam dan sosial budaya.

sumber daya alam dan sosial budaya.

3.

3. Mengidentifikasi Standar Isi dan Standar Mengidentifikasi Standar Isi dan Standar

Kompetensi Lulusan sbg acuan dlm penyusunan

(63)

B. Mekanisme Penyusunan

B. Mekanisme Penyusunan

1.

1. Tim PenyusunTim Penyusun

Kurikulum pendidikan dasar dan Kurikulum pendidikan dasar dan

menengah dikembangkan sesuai dng

menengah dikembangkan sesuai dng

relevansinya oleh setiap kelompok atau

relevansinya oleh setiap kelompok atau

satuan pendidikan dan komite

satuan pendidikan dan komite

sekolah/madrasah dibawah

sekolah/madrasah dibawah koordinasi dan koordinasi dan supervisi dinas pendidikan

supervisi dinas pendidikan atau kantor atau kantor

Departemen Agama kabupaten/Kota untuk

Departemen Agama kabupaten/Kota untuk

pendidikan dasar dan Propinsi untuk

pendidikan dasar dan Propinsi untuk

pendidikan menengah.

pendidikan menengah.

Tim penyusun KTSP SD,SMP,SMA dan SMK Tim penyusun KTSP SD,SMP,SMA dan SMK terdiri atas guru, konselor, kepala sekolah,

terdiri atas guru, konselor, kepala sekolah,

komite sekolah, dan nara sumber, dengan

komite sekolah, dan nara sumber, dengan

kepala sekolah sebagai ketua merangkap

kepala sekolah sebagai ketua merangkap

anggota, dan disupervisi oleh dinas

anggota, dan disupervisi oleh dinas

kabupaten/kota dan propinsi yang

kabupaten/kota dan propinsi yang

bertanggungjawab di bidang pendidikan.

(64)

Lanjutan ….

Lanjutan ….

Tim penyusun KTSP MI,MTs,MA dan MAK Tim penyusun KTSP MI,MTs,MA dan MAK

terdiri atas guru,konselor, kepala madrasah,

terdiri atas guru,konselor, kepala madrasah,

komite madrasah, dan nara sumber dng

komite madrasah, dan nara sumber dng

kepala madrasah sebagai ketua merangkap

kepala madrasah sebagai ketua merangkap

anggota, dan disupervisi oleh departemen yg

anggota, dan disupervisi oleh departemen yg

menangani urusan pemerintahan di bidang

menangani urusan pemerintahan di bidang

agama.

agama.

Tim penyusun KTSP pendidikan khusus Tim penyusun KTSP pendidikan khusus

(SDLB,SMPLB,dan SMSLB) terdiri atas guru,

(SDLB,SMPLB,dan SMSLB) terdiri atas guru,

konselor, kepala sekolah, komite sekolah,

konselor, kepala sekolah, komite sekolah,

dan nara sumber dng kepala sekolah sbg

dan nara sumber dng kepala sekolah sbg

ketua merangkap anggota, dan disupervisi

ketua merangkap anggota, dan disupervisi

oleh dinas provinsi yg bertanggung

oleh dinas provinsi yg bertanggung jawab di jawab di bidang pendidikan.

(65)

Referensi

Dokumen terkait

Beban belajar dengan sistem paket sebagaimana diatur dalam struktur kurikulum setiap satuan pendidikan merupakan pengaturan alokasi waktu untuk setiap mata

a) Identitas, meliputi satuan pendidikan dan kelas, mata pelajaran atau tema/subtema, kelas/semester, dan alokasi waktu atau pertemuan ke –.. b) KI dan KD KI

Alokasi waktu ditetapkan pada setiap mata pelajaran pada sistem paket sebagaimana telah tertera dalam struktur kurikulum. Penulis dapat simpulkan, bahwa alokasi

o Memahami jumlah jam pelajaran (alokasi waktu) dalam satu minggu untuk mata pelajaran yang ditematikan pada setiap kelas dan satuan pendidikan (SDLB, SMPLB,

Beban belajar dengan sistem paket sebagaimana diatur dalam struktur kurikulum setiap satuan pendidikan merupakan pengaturan alokasi waktu untuk setiap mata

PROGRAM TAHUNAN SATUAN PENDIDIKAN : SDN GURUMAJU.COM MATA PELAJARAN : BAHASA INGGRIS KELAS : 3 TAHUN PELAJARAN : 2020- 2021 Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Alokasi Waktu 3.1

Oleh karena banyak hal yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan mulai dari peningkatan alokasi dana bagi sektor pendidikan, peningkatan sarana dan sarana pendidikan,

Komponen RPP terdiri atas: a Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan; b Identitas mata pelajaran atau tema/subtema; c Kelas/semester; d Materi pokok; e Alokasi waktu ditentukan