“Tantangan gereja dalam menghadapi Globalisasi
Teknologi Informasi dan Komunikasi”
Pendahuluan:
Dalam memasuki milinium ketiga tahun ini, kita diperhadapkan dengan berbagai perubahan yang radikal. Perubahan ini yang terjadi secara global dan mempengaruhi dunia lokal. Perubahan ini dipandang sebagai kesempatan untuk berkarya dan maju, namun sebagian lagi melihatnya sebagai sesuatu yang tidak pasti dan akan mendatangkan kesulitan.
Perubahan secara global ini dipacu oleh semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dunia ini. Secara khusus perkembangan Teknologi Informasi dan komunikasi yang begitu cepat dalam milinium ini, yang membuat dunia ini serasa tidak ada halangan untuk komunikasi satu dengan yang lainnya.
Pengertian Teknologi Informasi
Teknologi Informasi tidak pernah terlepas dari teknologi Komunikasi sehingga sering disebut bersama yaitu Teknologi Informasi dan komunikasi/TIK (Information and
Communication Technologies / ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi.
Teknologi informasi dan komunikasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Dari dua pendefinisian sederhana di atas tampak bahwa teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi, Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media.
Ada tiga cara dalam menyampaikan informasi, Yaitu :
1. Natural / Manusia
Penyampaian informasi secara Natural/ manusia ialah penyampaian informasi masih menggunakan tangan manusia. Misalnya:
a. Pada zaman purba
Biasanya berupa goresan – goresan atau gambar pada batu atau dinding goa. b. Cina, Mesir, dan Romawi
Menggunakan alat seperti abacus atau suan pan dan jari tangan serta menggunakan media seperti lempung dan kertas.
2. Mekanis
Penyampaian informasi secara mekanis ialah Penyampaian informasi dilakukan
menggunakan peralatan yang berbentuk mekanik dan digerakkan oleh tangan manusia. Misalnya :
a. Abad 18-19
Pascaline – Blaise Pascal (1642)
Difference & Analytical Engine – Charles Babagge (1890) b. Abad 19
3. Elektronis
Penyampaian informasi secara elektronis ialah penyampaian informasi dilakukan menggunakan peralatan yang bekerja secara elektronik. Misalnya: Komputer Generasi Pertama (1940 s.d. 1959), Generasi Kedua (1959 s.d. 1965), Generasi Ketiga (1965 s.d. 1970), Generasi Keempat (Sejak tahun 1970); Radio; Televisi; telegram dan telepon.
Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.
Sejarah Teknologi Informasi Komunikasi
Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini.
Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti pemasangan kabel komunikasi Trans-Atlantik. Jaringan telepon ini merupakan infrastruktur masif pertama yang dibangun manusia untuk komunikasi global.
Memasuki abad ke-20, tepatnya antara tahun 1910-1920, terwujud sebuah transmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM yang pertama. Komunikasi suara tanpa kabel ini pun segera berkembang pesat.
Kemudian diikuti pula oleh transmisi audio-visual tanpa kabel, yang berwujud siaran televisi pada tahun 1940-an. Komputer elektronik pertama beroperasi pada tahun 1943.
Lalu diikuti oleh tahapan miniaturisasi komponen elektronik melalui penemuan transistor pada tahun 1947 dan rangkaian terpadu (integrated electronics) pada tahun 1957.
Satelit buatan manusia pertama adalah Sputnik 1, diluncurkan oleh Soviet pada tanggal 4 Oktober 1957 dan di susul Sputnik 2 diluncurkan pada tanggal 3 November 1957 dan membawa awak mahluk hidup pertama ke dalam orbit, seekor anjing bernama Laika. Kemudian di ikuti oleh USA tahun 1958 dan negara-negara lain termasuk Indonesia tahun 1976
Dengan adanya perkembangan Teknologi Informasi dan komunikasi ini maka informasi bisa dikirim dan diakses dengan begitu cepat tanpa ada hambatan jarak atau ruang.
Manfaat dan Dampak Negatif Internet.
Kemajuan yang telah dicapai manusia dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan sesuatu yang patut kita syukuri karena dengan kemajuan tersebut akan memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaan dan tugas yang harus dikerjakannya. Namun, tidak semua kemajuan yang telah dicapai tersebut membawa dampak positif.
manusia. Dibawah ini akan dipaparkan dampak positif (keuntungan) dan negatif (kerugian) dari penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), sebagai berikut :
Dampak Positif Internet: Bidang Pendidikan
Dibidang pendidikan internet juga cukup berperan, karna kita dapat memperoleh banyak sekali referensi keilmuan dari perpustakaan online, juga sekarang ini kita sudah bisa belajar secara online yang populer dengan sebutan "e-learning".
Bidang ekonomi dan bisnis
Dibidang ekonomi dan bisnis popolernya dengan sebutan "commerce". dengan ada e-commerce, kita tak perlu keluar rumah untuk membeli peralatan yang kita butuhkan,
misalnya beli baju, sepatu, tas, buku dll, juga dengan adanya e-commerce ini perkembangan bisnis kita bisa berkembang dengan cepat karena bisnis kita bisa dengan cepat diketahui orang banyak.
Bidang Pemerintahan
Dibidang pemerintahan disebut "e-government". dengan e-government kita dapat menerima informasi-informasi dari pemerintah secara update dan cepat. juga pemerintah dapat melayani masyarakat dengan lebih optimal
Bidang sosial
Manfaat internet dibidang sosial dapat digunakan untuk memberikan informasi berbagai macam kegiatan sosial yang telah, sedang dan akan dilaksanakan juga dapat membantu penggalangan dana sosial
Bidang keagamaan
Internet di bidang keagamaan dapat digunakan untuk berdiskusi masalah agama, tanya jawab masalah agama dan informasi tentang kegiatan lembaga tersebut.
Sarana bersosialisasi dan mencari sahabat
Para pengguna internet dapat saling berkomunikasi dan bersosialisasi dengan rekan-rekannya. selain lebih efektif dan efisien juga dapat menjalin persahabatan juga, contoh situs jejaring sosial facebook, twitter.
Sarana hiburan
Melalui internet kita bisa mendapatkan hiburan-hiburan dari internet, misalnya saja games, musik, video, gosip-gosip terbaru artis idola, dan masih banyak lagi hiburan-hiburan lainnya selain keuntungan-keuntungan diatas, internet juga bisa membuat kerja kita lebih efektif dan efisien dan masih banyak lagi keuntungan yang lain.
Dampak negatif dari Internet:
Pornografi
Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun
merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen browser melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat diakses. Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.
Violence and Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat menjual situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat sadis.
Penipuan
Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
Carding
Karena sifatnya yang real time (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah carayang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.
Perjudian
Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu
menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.
Eksklusif
Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face). Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi.
Kejahatan dan penipuan
Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet (kejahatan juga ikut berkembang).
Kecanduan
Bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut
Sejak awal permulaan perkembangan gereja bergerak menuju kepada masa yang akan datang. Gereja tidak dapat mengabaikan perkembangan dan perubahan dunia ini yang
menjadi bagian dari suatu fasilitas dan pelayanan gereja itu sendiri.
Perkembangan dan perubahan dunia ini memang mengarah kepada sisi yang positip namun juga sisi negatif. Perubahan dunia ini tidak bisa dielakkan oleh setiap orang termasuk gereja. Jika tidak menyimak perubahan dunia ini akan terjadi kesenjangan pengetahuan yang sangat berarti, apalagi suatu perubahan yang diakibatkan oleh perkembangan Teknologi informasi yang membawa dampak percepatan informasi global. Gereja tidak bisa menutup mata atas perubahan yang terjadi di Era Informasi dan komunikasi saat ini. Bahkan gereja juga menjadi sasaran perubahan dari Teknologi Informasi global.
Bagaimana gereja menanggapi perubahan yang diakibatkan Teknologi Informasi komunikasi ini?
A. Mandat Tuhan Bagi Gereja
Gereja didirikan Tuhan di atas Iman kepada Yesus Kristus bukan hanya untuk diselamatkan tetapi juga untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Untuk menjadi berkat maka ada mandat dari Tuhan yang harus dikerjakan, antara lain:
1. Melaksanakan mandat Pekabaran Injil bagi dunia, memberitakan kabar keselamatan yang dikerjakan di dalam Yesus Kristus bagi semua orang dan diberikan dengan Cuma-Cuma ”.(Mat. 28:19-20; Yoh.3:16;Yoh.14:6; Wahyu 22:17).
2. Melaksanakan mandat Spiritual, yaitu membawa umat manusia takut akan Tuhan, dan memiliki standard kekudusan sama dengan Allah dan melepaskan umat manusia dari ikatan kuasa Iblis.
3. Melaksanakan mandat Ekologi (Pemeliharaan Alam). (Kej. 1:28; 2:19-20)
4. Melaksanakan Mandat Kemanusiaan, antara lain bidang: Ekonomi, Pendidikan, Sosial-budaya, Perdamaian dunia. Dalam hal ini Gereja seharusnya membawa dan memelihara Shalom di bumi, dalam doa bapa kami disebutkan “jadilah
kehendakmu di bumi seperti di sorga”. (Matius 6:9-13).
B. Gereja dan Teknologi Informasi
Tuhan Allah adalah pencipta yang empunya Ilmu pengetahuan dan teknologi. Dia menciptakan Langit dan bumi serta segala isinya, dia menciptakan benda-benda penerang dan sekaligus menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun dan matahari menguasai siang dan bulan serta bintang menguasai malam (Kej. 1:14-15)
laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." (Kej. 1:28)
Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.(Kej. 2:19).
Perkembangan pengetahuan manusia terus meningkat maka dalam kej. 4:21-22; melaporkan bahwa : Yubal menjadi bapa semua orang yang memainkan kecapi dan suling, Tubal-Kain adalah bapa semua tukang tembaga dan tukang besi.
Nabi Nuh diberi pengetahuan baru oleh Tuhan sendiri untuk membuat Bahtera dengan ukuran yang rinci. “ Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam. Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya. Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas”. (Kej. 6:14-16).
Peradaban dan budaya manusia berkembang sampai pada akhirnya mereka mulai membangun menara Babel dengan teknologi yang mereka buat pada saat itu, namun digagalkan oleh Allah dengan mengacaukan bahasa mereka Kej. 11:1-9.
Dari contoh di atas memberikan kepada kita indikasi bahwa sejak awal Allah menghendaki manusia memiliki pengetahuan atau ilmu. Tuhanlah yang empunya pengetahuan kemudian dikomunikasikan kepada manusia.
Komunikasi pertama-tama dilakukan oleh Allah kepada manusia secara verbal di Taman Eden, namun disaat lain Tuhan juga menggunakan media Loh Batu untuk menuliskan Hukum Taurat kepada manusia yang diberikan kepada Musa di gunung Sinai.
Pengetahuan manusia semakin berkembang dengan pesat dan melalui proses yang cukup panjang maka dihasilkanlah suatu teknologi informasi guna
mengkomunikasi suatu pesan atau berita. Teknologi Informasi ini adalah alat yang sangat baik bagi percepatan informasi antar manusia dalam kehidupan sehari-hari di segala bidang.
Gereja secara organis atau lembaga yang didirikan oleh Allah yang empunya pengetahuan dan teknologi tidak perlu menghindari perubahan zaman yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi saat ini. Namun gereja perlu mengelola dan menguasai dengan baik agar maksud dari Tuhan untuk umat manusia itu dapat dikomunikasikan dengan lebih cepat dan lebih baik.
Gereja bisa menggunakan media Informasi canggih saat ini untuk berbagai keperluan bagi kelancaran pekerjaan Tuhan, antara lain:
1. Pengiriman pesan, surat, laporan melalui SMS, BBM, SMS FB, Email, Yahoo Mesengger dll.
2. Meeting atau telpon Online dengan Skype, YM, FB dll.
3. Warta dan program gereja, penginjilan online menggunakan fasilitas blogger, wordpress, joomla dll.
4. Forum interaktif online untuk mendiskusikan suatu topik teologi, program gereja maupun konsultasi umat.
6. Sistem informasi jemaat dan keuangan berbasis Web, Ms. Access atau Ms. Excel, Foxpro, Visual Basic, Delphi, Oracle,SQL dll.
7. Presentasi untuk meeting, training, seminar, ibadah dengan menggunakan komputer dan LCD Projector
8. Navigasi perjalanan pelayanan dengan google Maps atau GPS
Gereja sebagai pelayan Tuhan dan umat di Era Teknologi Informasi dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, yaitu melaksanakan mandat Pekabaran Injil bagi dunia, mandat spiritual, mandat ekologi maupun mandat kemanusiaan bisa menggunakan teknologi informasi yang pada kenyataannya dapat lebih cepat
menyampaikan berita kepada umat.
Namun dunia secara global menggunakan Teknologi Informasi jauh lebih baik dan cepat dari gereja. Baik dalam bidang yang menguntungkan manusia atau pun yang merugikan. Bahkan ada yang menggunakan untuk kepentingan menghambat pekerjaan Tuhan dengan penyesatannya.
C. Tugas Gereja kepada Umat
Tuhan yang empunya pengetahuan dan teknologi dan memberikannya keahlian itu kepada manusia dengan tujuan keselamatan dan kesejahteraan umat. Namun pada kenyataannya banyak manusia menggunakan teknologi untuk keperluan yang tidak sepatutnya. Penyimpangan dari maksud penciptaan teknologi informasi adalah konsekuensi pengguna yang telah jatuh ke dalam dosa.
Umat Tuhan juga menjadi obyek dari penyalagunaan teknologi, namun juga bagian dari subyek perilaku penyimpangan.
Oleh karena itu gereja memiliki tanggung jawab untuk mengembalikan fungsi dari teknologi informasi dengan cara :
1. Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dengan lebih baik. 2. Mengadakan pembinaan warga tentang teknologi Informasi dan
komunikasi dalam bentuk training atau seminar dengan tujuan supaya warga jemaat dapat menggunakan media tersebut dengan baik dan tidak menyalagunakan media.
3. Gereja perlu mendukung pemerintah khususnya melalui TELKOM untuk memblokir situs-situs porno atau yang dianggap spam. Dalam hal ini TELKOM memang belum berhasil blokir seluruh situs-situs porno tersebut.
4. Gereja mengadakan pembinaan rohani dengan pengajaran yang lebih baik untuk memproteksi warga jemaat agar tidak tergoda untuk menikmati penyalagunaan Teknologi Informasi.
5. Gereja perlu juga memberikan informasi positip melalui website gereja, supaya internet diisi dengan hal-hal yang membangun dan memberi kontribusi kepada masyarakat.
Referensi:
Halim, Makmur,Dr., Gereja di tengah-tengah perubahan dunia, Gandum Mas, Malang: 2000 Bakker,FL,Dr.Sejarah Kerajaan Allah,Perjanjian Lama, BPK Gunung Mulia, Jakarta : 2002 Duewel, Wesley L, Keselamatan yang besar dari Allah,Yayasan PINTA, Malang : 1995 http://octahyuuga.wordpress.com/2009/03/02/dampak-negatif-dan-positif-dari-internet/
http://endihabib.wordpress.com/