PROSES PENELITIAN
Septi Purnama Sari Institut Agama Islam Negri
Jl. Ki Hajar Dewantara 15A Iring Mulyo, Kota Metro, lampung 34111 E-mail:[email protected]
A. Proses Penelitian
Proses adalah serangkaian langkah sistematis, atau tahapan yang jelas dan dapat ditempuh berulangkali, untuk mencapai hasil yang diinginkan seorang yang sedang meneliti sesuatu harus mengetahui proses proses itu dengan jelas. Dalam ilmu tehnik, proses adalah urutan pelaksaan atau kejadian yang saling terkait yeng bersama-sama mengubah masukan menjadi keluaran. Pelaksanaan ini dapat dilakukan oleh manusia, alam, atau mesin dengan menggunakan berbagai sumber daya. Jadi, menurut ilmu tekhnik itu proses adalah suatu urutan pelaksanaan suatu kejadian atau pelaksanaan yang saling terkait satu dengan yang lainya, satu dengan yang lainya itu saling berhubungan, dan pelaksanaan penelitian itu dapat dilakukan oleh manusia, alam, mesin atau dengan menggunakan sumber daya yang lain.1
Manusia menggunakan proses penelitian itu untuk mendapatkan hasil penelitian yang memuaskan, karena jika seseorang itu melakukan penelitian tapi tidak mengurutkan suatu kejadian itu dengan benar, maka hasil penelitianya itu akan tidak sesuai dengan yang diharapkan, karena seseorang yang melakukan penelitian itu tidak melaksanakan penelitian dengan benar, dia tidak bisa mengurutkan kejadian kajadianya apa saja yang dia amati, oleh karena itu perlu proses penelitian dalam suatu penelitian.
Dalam suatu penelitian teori itu memiliki peran, dan peran teori itu sendiri adalah untuk membantu untuk mengumpulkan suatu pengalaman. Didalam teori itu sendidri terdapat preposisi yang pereposisi itu sangat berperan penting dalam mengikhtisarkan informal sehingga dapat penafsiran, penilaian, dan suatu pernyataan itu dapat terlaksana dengan mudah. Dalam suatu penelitian itu harus ada teorinya. Karena teori itu sangatlah berperan penting dalam suatu teori itu.2
Penelitian proses itu memerlukan suatu metode penelitian yang penelitian itu bisa menemukan dan mengamati perilaku secara menyeluruh pada situasi yang alami3. Jadi, apabila melakukan suatu peneltitian itu maka kita harus memiliki suatu metode penelitian.
1 Sri Widoretno, Joko Ariyanto, ‘Peningkatan Kualitas Proses Belajar Melalui Penggunaan Suplemen Hasil Peneletian Topik Yang Diajarkan Pada SMA Tahun Ajaran 2009’, 92.
2 Hari Wahyono, ‘Makna Dan Fungsi Teori Dalam Proses Berfikir Ilmiah Dan Proses Penelitian Bahasa’, I’’ol. 23, l.
Misalnya saja dengan menggunakan metode kualitatif, karena dengan metode kualitatif itu bisa meyelidiki penelitian yang akan kita teliti.4 Penelitian kualitatif dalam proses pembelajaran menulis seseorang itu tidak dapat dipisahkan dengan suatu kejadian atau proses pembelajaran dalam menulis yang kejadian itu benar benar berlangsung di sebuah kelas.5
Dalam suatu proses penelitian itu harus ada pengumpulan data, pengumpulan data dalam suatu penelitian itu penting, apabila kita sudah melakukan suatu pnelitian data dari pnelitian itu harus dikumpulkan agar penelitian itu berjalan dengan baik, dan data yang dikumpulkan itu harus data yang mempunyai validitas untuk digunakan.6 Kualitas suatu proses pembelajaran itu mengarah pada pembelajaran yang pembelajaran itu dapat berjalan dengan sebaik baiknya dan pembelajaran itu menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Dalam suatu proses penelitian itu sumber kepustakaan ada tiga yang perlu diketahui oleh seorang peneliti, yang antara lain adalah: Pertama, Kepustakaan primer. Kepustakaan primer itu adalah Suatu sumber informasi yang yang asli yang ditulis secara lengkap. Jadi apabila seorang ingin menemukan karangan yang asli dan lengkap itu ada di perpustakaan primer itu. Kepustakaan ini biasanya berupa penelitian yang nyata. Kedua, Kepustakaan sekunder. Kepustakaan sekunder itu adalah suatu sumber rujukan yang ditujukan oleh para peneliti untuk menemukan sumber kepustakaan primer. Kepustakaan ini memiliki sumber informasi yang paling banyak. Ketiga, Kepustakaan tersier. Kepustakaan tersier itu adalah suatu ringkasan dari sumber kepustakaan sekunder.7
Dalam proses penelitian itu ada beberapa metode yang antara lain antara metode kualitatif dan metode kuantitatif. Metode kualitatif itu digunakan oleh seorang peneliti untuk mengungkapkan suatu pengalaman yang pernah dialami oleh seseorang dengan kejadian tertentu.8
Apabila seseorang itu ingin melakukan penelitian, seseorang itu harus berangkat dari suatu masalah dulu, tetapi masalah yang dibawa seorang peneliti itu kuantitatif ataupun kualitatif, antara keduanya itu berebda. Apabila seseorang itu melakukan penelitian secara kuantitaif, maka masalah yang dibawa oleh seorang peneliti itu ialah harus sudah jelas. Jadi, apabila seseorang itu ingin melakukan suatu penelitian secara kuantitatif itu masalah yang dia
4 Widjajanl, ‘PenggunaaSno ftS ysfemM Ethodology danG roundeTdh Eory dalamM embanguTne Ori padaP enelitiaPnr oseSs Trategi (S Trate gyP rocessR Esearch’, volume8Num (2009), 2.
5 Herman Budiyono, ‘Penelitian Kualitatif Proses Pembelajaran Menulis: Pengumpulan Dan Analisis Datanya’, Pena, Vol. 3 No. 2 (2013), 2.
6 Agus Suprapto, ‘Metode Pengumpulan Dan Analisis Data: Langkah Vital Proses Penelitian’, Iitl. 23, J*t. l (2005), 152.
7 Abdul Manan, ‘Pemanfaatan Sumber Kepustakaan Dalam Proses Penelitian’, Vol. XXI, No.6, (1997), 11.
kerjakan harus sudah jelas, karena apaila seseorang itu ingin melakukan suatu penelitian itu harus jelas.9 Sedangkan suatu masalah yang dilakukan oleh seorang peneliti, itu masih bersifat sementara dan itu akan selalu berkembang sesudah seorang peneliti itu memasuki lapangan. Perpustakaan itu penting bagi seorang peneliti, karena dengan adanya kepustakaan itu seorang peneliti kan bisa menambah ilmu dan itu akan bagus untuk penelitianya.
Suatu penelitian itu dapat dimaksudkan sebagai suatu penelitian kualitatif, namun itu belum tentu memiliki semua ciri ciri penelitian kualitatif. Tetapi, beberapa penelitian kualitatif itu mungkin tidak memilki satu atau bahkan lebih dari banyak ciri ciri dari penelitian kualitatif. Adapun ciri ciri dari penelitian kualitatif itu sendiri adalah: Penelitian kualitatif itu memiliki pengaturan alamiah sebagai sumber dari data itu, seorang peneliti itu sebagai seorang instrument penelitian, peneliti kualitatif itu lebih memperhatikan suatu proses itu daripada hasil penelitian.10
Apabila seseorang itu ingin meneliti sesuatu, maka hasil penelitian itu haruslah relevan dengan yang sebenarnya. Apabila penelitian itu tidak relevan maka data yang diperoleh akan sangat kacau, dan dalam pengumpulan data itu harus dianalisis dengan benar.11 Dalam penelitian kualitatif itu ada yang dikenal dengan keteralihan untuk mengunakan penelitian itu. Dalam penelitian kuantitatif itu pemilihan suatu sampel itu merupakan hal yang paling penting yang harus dilakukan oleh seorang peneliti. Karena dengan adanya sampel itu akan sangat membantu seorang peneliti dalam melaksanakan tugasnya sebagai seorang peneliti.12
Apabila seorang peneliti itu sudah melakukan suatu penelitian, maka hendaknya data hasil penelitian itu dikumulkan, dan apabila data itu sudah dikumpul maka hendaknya data itu dianalisis terlebih dahulu, apakah data itu benar ataukah data itu salah. Gunanya analisis itu untuk mengarahkan untuk menjawab suatu rumusan masalah dan juga pengamatan yag telah diajukan oleh seorang peneliti itu.13 Interprestasi terhadap data data yang telah disajikan.
Apabila seorang peneliti itu memberikan hasil pembahasan, maka yang harus dilakukan oleh soerang peneliti itu adalah disimpulkanya pembahasan itu. Kesimpulan itu berisi suatu jawaban yang singkat pada setiap rumusan masalah yang itu berdasarkan data yang telah dikumpulkan. Jadi, apabila ada rumusan masalah itu lima, maka kesimpulanya pun juga ada
9 Nursapia harahap, ‘Penelitian Kepustakaan’, Jurnal Iqra’, Volume 08 No.01 (2014), 68.
10 Dra. Nandiyah Abdullah. M.Si., ‘Penelitian Kualitatif Dalam Psikologi’, Magistra, no 72 (2010), 98.
11 Sriawan dan Nur Sita Utami, ‘Pemetaan Penelitian Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Pendidikan Jasmani Tahun 2013-2015’, JPJI, Volume 11, Nomor 2 (2015), 83.
12 Pujiati Suyata, ‘Spesifikasi Kualitas Dalam Penelitian Kuantitatif: Tanggapan Atas Artikel "Alih Kode Dalam Proses Belajar Mengajar Ekspresi Lisan’, Jurnal Pendidikan, Nomor 2, Tahun XXXII (2002), 239.
lima.14 Apabila seorang peneliti itu sedang meneliti seorang guru dalam mengajar, bagaimana cara guru itu mengajar, apakah metode yang digunakan oleh guru itu. Maka, seorang peneliti itu harus benar benar memperhatikan akan hal itu semua. Apakah seorang guru itu dalam mengajar menggunakan konsep Multiple Intelegents, kalau benar apabila seorang guru itu dapat menerapkan konsep itu maka, dalam dia mengajar itu akan sangat baik, karena seorang murid itu akan itu memiliki kecerdasan masing masing, jika guru itu menerapkan konsep itu maka peserta didik dapat mengembangkan kecerdasan yang dimiliki pada setiap peserta didik.15
Seorang peneliti juga harus meneliti guru itu, apakah guru itu menggunakan metode atau cara mengajar yang menyenagkan bagi para peserta didiknya, atau malah sebaliknya. Apakah seorang guru itu menggunakan cara Learning Revolution, karna cara itu sendiri itu adalah cara yeng menyenagkan dalam proses belajar mengajar dan cara itu juga tidak suatu sistem yang terikat oleh suatu peraturan, apabila seorang guru menggunakan cara itu maka guru itu dianggap guru yang kreatf dalam proses belajar mengajar.16 Agar suatu proses belajar mengajar itu dapat berjalan dengan lancar maka itu harus menggunakan metode yang tepat dalam proses belajar mengajar. Apabila seorang peneliti ingin meneliti akan hal semua itu, maka seorang peneliti harus memperhatikan semua yang berkaitan dengan semua hal itu, seorang peneliti tidak boleh melewatkan sedikitpun tentang semua hal itu.17
Seperti halnya contoh lain, apabila seorang peneliti ingin meneliti tentang masuknya budaya islam di Amerika maka dia harus tahu menahu tentang sejarah apa yang telah terjadi. Berkembangnya berbagai agama baik itu agama budaya maupun agama di Langit di Amerika. Sama halnya perkembangan di Dunia, yang memiliki rangkaian latar belakang sejarah, geografi, ekonomi, dan politik. Sepanjang sejarah, kebanyakan masyarakat Amerika beragama Kristen Protestan. Ini dilihat dari sejarah masa revolusi Amerika tahun 1776, karena saat itu hubungan Amerika dan Kristen Protestantidak ubahnya seperti dekatnya Islam dan Timur Tengah. Jadi, apabaila seorang peneliti ingin meneliti suatu kejadian maka dia harus mengetahui sejarah apa yang telah terjadi itu.18 Apabila seorang ingin meneliti sesuatu
14 Arnentis 1), dan Evi Suryawati, ‘Penerapan Pembelajaran Berdasarkan Masalah (Problem Based Learning) Pada Perkembangan Hewan Untuk Peningkatan Penguasaan Konsep Dan Berfikir Kritis Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP UNRI’, 38.
15 Dedi Wahyudi dan Tuti Alafiah, ‘Studi Penerapan Strategi Pembelajaran Berbasis Multiple Intelegents Dalam Pendidikan Agama Islam’, Muddarissa, Jurnal Pendidikan Agama Islam, Vol 8, No 2 (2016), 260.
16 Dedi Wahyudi dan Habibatul Azizah, ‘Strategi Pembelajaran Menyenangkan Dengan Konsep Learning Revolution’, Attarbiyah, Volume 26 (2016), 4.
17 Dedi Wahyudi, ‘Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Pendidikan Akhlak Dengan Program Prezi (Studi Di SMP Muhammadiyah 2 Mlati Sleman Tahun Ajaran 2013-2014)’, 4.
itu banyak yang harus dia ketahui tentang dunia ini, misalnya tentang esensi pendidikan multikultural. Karena, pada dasarnya pendidikan multikultural itu bukanlah konsep yang baru dalam dunia pendidikan pada saat ini, terutama bila melihat pada pendidikan Barat, dimana pendidikan multikultural pertama kali dilahirkan. Konsep multikultural ini dicetuskan untuk mengurangi jurang perbedaan anatara suku, bangsa, etnis, bahasa, agama dan warna kulit yang terjadi di Barat.19
Seorang peneliti itu juga harus mengetahui menejemen mutu pembelajaran, karena mutu itu merupakan suatu proses tertata untuk memperbaiki keluaran yang dihasilkan. Manajemen mutu itu juga merupakan sarana yang dapat memungkinkan para profesional pendidikan itu dapat beradaptasi dengan kekuatan perubahan yang itu dapat memberi pukulan pada pendidikan bangsa kita ini.20
Dalam suatu pembelajaran itu pun banyak sekali tantanganya. Salah satu aspek yang harus lebeih menonjol adalah masalah pendidikan islam, sehingga pendidikan islam itu bisa menjadi icon atau simbol peradaban islam yang mengagungkan bagi semua manusia yang ada di Dunia ini. Namun, untuk menjadi suatu yang unggul dari yang lain itu pun banyak tantangan dan hambatan yang harus dihadapi. Hambatan yang paling besar yang harus dihadapi itu adalah dikotomi pendidikan, kurikulum yang belum relevan, dan manajemen pendidikan islam yang belum berkompeten, itu semua menjadi tantangan dan hambatan yang harus dihadapi oleh seoarang pendidik, dan seorang peneliti apabila ia ingin meneliti terhadap suatu hal yang berkaitan akan hal itu. Maka peneliti itu harus mengetahui akan semua hal itu.21
Referensi
Abdul Manan, ‘Pemanfaatan Sumber Kepustakaan Dalam Proses Penelitian’, Vol. XXI, No.6, (1997), 11
19 Mumtazul Fikri, ‘Islam Persuasif Dan Multikulturalisme Di Aceh: Upaya Rekontruksi Penerapan Syariat Islam Berbasis Pendidikan’, Akdemika, Vol 20, No 1 (2015), 33.
20 M. Ihsan Dacholfany, ‘Manajemen Mutu Pembelajaran Di Lembaga Pendidikan Islam’, Akademika, Vol 15, No 2 (2010), 113.
Agus Suprapto, ‘Metode Pengumpulan Dan Analisis Data: Langkah Vital Proses Penelitian’, Iitl. 23, J*t. l (2005), 152
Arnentis 1), dan Evi Suryawati, ‘Penerapan Pembelajaran Berdasarkan Masalah (Problem Based Learning) Pada Perkembangan Hewan Untuk Peningkatan Penguasaan Konsep Dan Berfikir Kritis Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP UNRI’, 38
Dedi Wahyudi, ‘Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Pendidikan Akhlak Dengan Program Prezi (Studi Di SMP Muhammadiyah 2 Mlati Sleman Tahun Ajaran 2013-2014)’, 4
Dedi Wahyudi dan Habibatul Azizah, ‘Strategi Pembelajaran Menyenangkan Dengan Konsep Learning Revolution’, Attarbiyah, Volume 26 (2016), 4
Dedi Wahyudi dan Rahayu Fitri As, ‘Islam Dan Dialog Antar Kebudayaan ( Studi Dinamika Islam Di Dunia Barat)’, Fikri, Vol 1, No 2 (2016), 15
Dedi Wahyudi dan Tuti Alafiah, ‘Studi Penerapan Strategi Pembelajaran Berbasis Multiple Intelegents Dalam Pendidikan Agama Islam’, Muddarissa, Jurnal Pendidikan Agama Islam, Vol 8, No 2 (2016), 260
Dra. Nandiyah Abdullah. M.Si., ‘Penelitian Kualitatif Dalam Psikologi’, Magistra, no 72 (2010), 98
Hari Wahyono, ‘Makna Dan Fungsi Teori Dalam Proses Berfikir Ilmiah Dan Proses Penelitian Bahasa’, I’’ol. 23, l
Herman Budiyono, ‘Penelitian Kualitatif Proses Pembelajaran Menulis: Pengumpulan Dan Analisis Datanya’, Pena, Vol. 3 No. 2 (2013), 2
M. Ihsan Dacholfany, ‘Manajemen Mutu Pembelajaran Di Lembaga Pendidikan Islam’,
Akademika, Vol 15, No 2 (2010), 113
Maya Wulan Pramesti, ‘Pengertian, Proses Dan Arti Penting Dalam Organisasi’, 830
M.Choirul Anam, Jajang Suryana, Langen Bronto Sutrisno, ‘Pemetaan Kegiatan Seni Rupa Berdasarkan Laporan Hasil Skripsi Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Undiksha’, 5
Mumtazul Fikri, ‘Islam Persuasif Dan Multikulturalisme Di Aceh: Upaya Rekontruksi Penerapan Syariat Islam Berbasis Pendidikan’, Akdemika, Vol 20, No 1 (2015), 33
Nofan G. Lismarwan & H. Fuad Nashori, ‘Proses Kreatif Pelukis Kaligrafi Islam: Sebuah Penelitian Kualitatif’, Proyeksi, Vol. 5 (1), (1-16), 7
Nursapia harahap, ‘Penelitian Kepustakaan’, Jurnal Iqra’, Volume 08 No.01 (2014), 68
Sri Widoretno, Joko Ariyanto, ‘Peningkatan Kualitas Proses Belajar Melalui Penggunaan Suplemen Hasil Peneletian Topik Yang Diajarkan Pada SMA Tahun Ajaran 2009’, 92
Sriawan dan Nur Sita Utami, ‘Pemetaan Penelitian Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Pendidikan Jasmani Tahun 2013-2015’, JPJI, Volume 11, Nomor 2 (2015), 83
Suparta, ‘Tantangan Pendidikan Islam Dalam Pemberdayaan Umat Dan Implikasi Nya Terhadap Kesejahteraan Umat’, Akademika, Vol 2, No 2 (2015), 361