• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1 1.1 Latar Belakang

Teknologi informasi dan komunikasi yang terus berkembang memberi berbagai kemudahan dalam dunia bisnis dalam meningkatkan kemampuan produktivitasnya. Manfaatnya yang besar khususnya dalam akses informasi secara real-time, membuat teknologi menjadi bumerang bagi perusahaan agar bisa bertahan dalam persaingan bisnis jika tidak diterapkan secara tepat. Dengan menerapkan bentuk e-business yang baik, perusahaan dapat menekan biaya, melaksanakan hubungan pengadaan secara mudah dan sekaligus dapat meningkatkan pendapatan yang lebih. Salah satu aktivitas bisnis yang berkembang sejalan dengan prinsip e-business adalah proses pengadaan atau procurement yang memegang peranan penting dan perlu dikelola secara baik (Weele,2010).

Procurement/pengadaan menurut (Turban, 2010) merupakan semua aktivitas yang melibatkan proses mendapatkan barang-barang dari pemasok. Pengadaan barang dan jasa ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa yang dibutuhkan untuk proses operasional perusahaan. Sedangkan e-Procurement pada suatu perusahaan berfungsi sebagai unit pelaksana yang dapat memfasilitasi perusahaan untuk pengadaan barang atau jasa secara elektronik. Dalam melakukan pengadaan bahan baku untuk proses produksi, perencanaan pengorderan bahan baku tentu harus memiliki perhitungan yang matang, dan teliti agar proses produksi dapat berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Hal ini dibuktikan dengan penggunaan banyaknya aplikasi-aplikasi untuk membuat perhitungan perecanaan produksi.

Globalisasi, inovasi teknologi dan persaingan yang ketat pada saat ini, memaksa perusahaan-perusahaan untuk mengubah cara mereka dalam menjalankan bisnisnya. Hal ini membawa suatu kompetisi khususnya di dunia manufaktur. Persaingan ini membuat perusahaan harus memiliki tindakan yang tepat untuk mengatur sistem perencanaan dan pengendalian pembelian bahan baku dan produksi agar proses produksi dapat dilaksanakan secara terkendali sehingga mendapatkan hasil yang

(2)

optimal. Untuk dapat menghasilkan hasil yang optimal, maka diperlukan adanya perencanaan dan pengendaliaan dalam melakukan pembelian bahan baku. Dengan adanya perencanaan dan pengendalian akan pembelian bahan baku tersebut, maka diharapkan proses manufaktur dapat berjalan dengan lancar.

PT. Flamindo Carpetama merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan dan penjualan karpet untuk memenuhi kebutuhan karpet di dalam dan luar negeri yang telah berdiri sejak tahun 1993 dan bertempat di Jl. Raya Campaka km 15 RT 001/01, Subang. Pengadaan persediaan akan bahan baku tentunya menjadi bagian yang penting untuk menjamin kelancaran bisnis perusahaan. Proses produksi pembuatan karpet pada PT.Flamindo Carpetama biasanya dilakukan tiap bulan untuk memenuhi permintaan produksi dan berdasarkan pesanan barang yang masuk. Sehingga proses pengadaan barangnya pun akan dilakukan secara berkala agar proses produksi bisa selesai tepat pada waktunya.

Berdasarkan wawancara yang dilakukan, sistem yang berjalan saat ini masih tradisional, manual dan tidak murah bagi kedua belah pihak karena selain menggunakan fax, pemesanan melalui telepon tak jarang dilakukan. Ibu Enok Sarwendah bagian purchasing menuturkan bahwa dalam sebulan terdapat satu kali permintaan order terhadap para supplier dan penentuan jumlah barang yang akan dipesan masih berdasarkan asumsi dari bagian poduksi saja sehingga sering terjadi penumpukkan atau kekurangan bahan baku di gudang. Pengadaaan bahan baku dan hubungan ke pemasok yang masih dilakukan secara manual dan tradisional ini, pun sering mengakibatkan beberapa masalah lain seperti, kesalahan perhitungan stock karena informasi stock tidak up-to-date, kesalahan dalam jumlah pemesanan bahan baku dan penggunaan banyak kertas untuk mebuat dokumen-dokumen yang dibutuhkan.

Solusi yang bisa dibuat untuk memecahkan masalah yang terjadi pada PT. Flamindo Carpetama adalah dengan membuat sistem e-procurement yang menitikberatkan pada pengendalian pengadaan bahan baku, mulai dari penjadwalan bahan baku dengan menggunakan metode Material Requirement Planning dengan menghitung nilai pemesanan minimum Economic Order Quantity (EOQ) dan pemesanan material ke supplier. Sehingga penjadwalan dapat terencana dengan baik dan tidak mengakibatkan penumpukan bahan baku di gudang penyimpanan. (Sarjono,2013) juga mengatakan bahwa persediaan merupakan aset paling penting dalam perusahaan manufaktur.

(3)

Maka dari itu, PT. Flamindo Carpetama perlu melakukan penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam menjalankan proses procurement mereka yang masih berjalan secara manual. Diharapkan dengan adanya penerapan e-Procurement, kinerja perusahaan menjadi lebih baik lagi serta mendapatkan hasil yang optimal.

1.2Perumusan Masalah

Dari latar belakang masalah yang dituliskan di atas, beberapa masalah yang dapat diidentifikasi oleh perusahaan akan perlunya perancangan e-procurement tersebut, diantaranya :

1. Bagaimanakah proses bisnis yang berkaitan dengan kegiatan procurement yang dijalankan PT.Flamindo Carpetama selama ini ? 2. Apakah dengan menggunakan metode EOQ, MPS dan MRP dapat

mengatasi masalah persediaan di PT. Flamindo Carpetama ?

3. Bagaimana perancangan sistem e-Procurement yang sesuai bagi perusahaan agar perencanaan dan pengadaan bahan baku dapat berjalan dengan baik ?

1.3 Ruang Lingkup

Pembatasan ruang lingkup dimaksudkan agar penelitian dapat difokuskan secara rinci sesuai dengan tujuan penelitiannya. Adapun penelitian ini memiliki ruang lingkup sebagai berikut :

1. Penelitian dilakukan di PT.Flamindo Carpetama daerah Subang. 2. Penelitian tidak membahas mengenai keamanan sistem.

3. Penelitian tidak membahas mengenai Implementasi sistem 4. Penelitian tidak membahas mengenai penjualan karpet 5. Produk yang diamati adalah Produk Karpet handmade.

6. Penelitian berfokus pada perancangan Sistem Informasi Pengadaan Bahan Baku Produk karpet handmade.

7. Data permintaan produk diamati pada bulan Januari – Desember 2014. 8. Metode perencanaan Kebutuhan bahan baku menggunakan EOQ. 9. Periode pengamatan dalam satuan minggu.

10. Semua biaya terkait dalam penelitian (biaya penyimpanan, biaya pengadaan dan biaya pembelian) bersifat tetap.

(4)

1.4 Tujuan dan Manfaat 1.4.1 Tujuan

Tujuan dari penelitian pada PT.Flamindo Carpetama adalah :

1. Untuk mengetahui dan mempelajari kinerja dari sistem procurement yang sedang berjalan di PT.Flamindo Carpetama saat ini.

2. Untuk menganalisis apakah dengan penggunaan perhitungan EOQ, MPS dan MRP masalah persediaan bahan baku dan mengurangi biaya di PT.Flamindo Carpetama dapat teratasi.

3. Untuk mengetahui rancangan sistem yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

1.4.2 Manfaat

Manfaat dari penelitian pada PT.Flamindo Carpetama adalah :

1. Membantu PT.Flamindo Carpetama dalam menentukan waktu pemesanan yang tepat agar dapat terhindar dari kekurangan atau kelebihan material.

2. Melancarkan proses produksi dan menghilangkan penundaan proses produksi akibat dari kekurangan bahan baku.

3. Perusahaan dapat memonitoring persediaan bahan baku lebih cepat. 4. Proses pengadaan bahan baku menjadi lebih mudah dengan adanya

sistem e-procurement.

5. Mengurangi resiko kesalahan perhitungan dalam pengadaan bahan baku.

6. Menghemat biaya administrasi pengadaan serta biaya penggunaan bahan habis pakai.

1.5 Metodologi

Metodologi yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah : 1.5.1 Metode pengumpulan data

a. Wawancara

Proses Tanya jawab dengan pihak tertentu dalam rangka mengumpulkan data-data sebagai referensi dari penyelesaian masalah. Wawancara dilakukan kepada pihak perusahaan yang

(5)

bertujuan untuk mengetahui kebutuhan perusahaan dan proses yang sedang berlangsung di perusahaan saat ini.

b. Studi Kepustakaan

Metode ini dilakukan dengan mempelajari berbagai buku, literature, maupun situs web yang berkaitan dengan e-procurement.

c. Survey

Survey di lapangan bertujuan untuk mengumpulkan data-data terkait yang diperlukan serta melihat secara langsung proses bisnis yang sedang berjalan di perusahaan.

1.5.2 Metode Analisis dan Perancangan

Metode analisis terhadap proses procurement yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan :

• Analisis dengan menggunakan metode peramalan (forecasting), yang digunakan untuk mengetahui teknik peramalan mana yang paling cocok digunakan oleh perusahaan demi mendapatkan hasil peramalan yang mendekati keakuratan.

• Analisis dengan menggunakan Metode Lot Size EOQ • Analisis Material Requirement Planning (MRP)

• Perancangan sistem yang digunakan adalah dengan menggunakan Object Oriented Analysis and Design (OOAD).

1.6 State of the Art

Tabel 1.1 State of the Art Nama Peneliti atau

Institusi

Judul Penelitian Kesimpulan

Ade Setiawan Gozali Implementasi Metode Economic Order Quantity (EOQ) Pada Sediaan Knop Jendela UD IN Ja, Samarinda

Kesimpulan yang didapat

adalah dengan

menggunakan metode perhitungan Economic Order Quatity (EOQ),

(6)

terjadi efisiensi biaya sediaan sebesar 6,3% dari total biaya sediaan awal. Dan dengan menerapkan EOQ, maka dapat diketahui jumlah pemesanan yang optimal sehingga jumlah persediaan di gudang

dapat memenuhi

permintaan pembeli. Difana Meilani Perancangan Sistem

Informasi Manajemen Persediaan (Studi kasus :

PDAM Tirta Sakti Kab Kerinci)

Kesimpulan yang didapat adalah Sistem informasi

yang dirancang dapat digunakan untuk mengetahui jumlah persediaan barang yang

terdapat pada masing-masing gudang, kapan

harus dilakukan pemesanan kembali, dan berapa banyak yang harus

dipesan sehingga terjadinya kekurangan barang yang menyebabkan

terganggunya kegiatan operasional. Feri Surya Erlangga,

Retno Atuti, Mas’ud Effendi Analisis Penerapan Material Requirement Planning dengan Mempertimbangkan Lot Sizing untuk pengendalian Persediaan

Kesimpulan yang didapat adalah teknik lot size yang terbaik adalah teknik lot EOQ. Teknik lot size EOQ menghasilkan biaya persediaan terendah

(7)

Bahan Baku. sebesar Rp 560.566.160,- dibandingkan dengan teknik lot Lot for lot (LFL) yang menghasilkan biaya sebesar Rp 562.243.761,- dan Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa metode MRP dapat diterapkan dengan

memperhatikan beberapa hal yaitu melakukan peramalan berdasarkan data penjualan. Beberapa saran dalam penelitian ini adalah perusahaan dapat mempertimbangkan metode MRP dengan teknik lot size EOQ sebagai model dalam menentukan ukuran pemesanan yang disesuaikan dengan kebijakan perusahaan untuk meminimalisasi biaya total persediaan dan dapat melakukan rencana pemesanan bahan baku secara optimal.

Corina Pop Sitar E-procurement : The future of purchasing management

The conclusion is The use of traditional procurement systems is recognized for their lack of prompt information and their

(8)

excessive complexity, all of these factors leading to waste of time and money. E-procurement is promising to solve these problems by streamlining processes, providing timely information and improving coordination and collaboration, all these leading to cost savings and economies of time

Syed Adeel Haneed Zaidi

Implementation of Inventory Management System in a Furniture Company : a real case study

The conclusion is The proposed forecasting method can produce optimum solutions for inventory in terms of reduced ordering cost and holding cost. The calculated EOQ and MRP for different components identified effective cost saving for forecasting process.

1.7 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dari skripsi ini adalah sebagai berikut : Bab 1 Pendahuluan

Bab ini berisi latar belakang, identifikasi masalah, ruang lingkup, tujuan dan manfaat, metodologi penelitian, serta sistematika penulisan.

Bab 2 Landasan Teori

Bab ini berisi teori-teori yang digunakan sebagai landasan pendukung dalam penulisan ini.

(9)

Bab 3 Analisis Sistem Berjalan

Bab ini berisi latar belakang dari PT.Flamindo Carpetama secara keseluruhan dan gambaran umum proses bisnis yang terjadi di dalamnya, terutama proses procurement.

Bab 4 Pembahasan

Bab ini berisi pembahasan dari perumusan masalah yang telah didefinisikan dan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan yaitu mengenai identifikasi kelamahan dan kebutuhan sistem procurement, perancangan sistem e-procurement yang sesuai bagi perusahaan, serta pengukuran kinerja dengan menggunakan tools ukuran kinerja dan ukuran efisiensi proses.

Bab 5 Simpulan dan Saran

Bab ini berisi kesimpulan yang didapat dari penelitian yang telah dibuat dan saran untuk pengembangan sistem yang dirancang.

(10)

Gambar

Tabel 1.1 State of the Art  Nama Peneliti atau

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian yang dilakukan di TK AndiniSukarame Bandar Lampung betujuan meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan melalui media gambar pada usia

Ketersediaan informasi lokasi rumah sakit, fasilitas dan layanan yang tersedia di rumah sakit dan tempat kejadian dapat tersedia secara jelas dan terkini sehingga penentuan

Alhamdulillahirobbil’alamin segala puji syukur dan sembah sujud, penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat, hidayah, dan kasih sayang-Nya sehingga penyusun

H1: (1) Terdapat perbedaan produktivitas kerja antara karyawan yang diberi insentif dengan karyawan yang tidak diberi insentif (2) Terdapat perbedaan

7.4.4 Kepala LPPM menentukan tindakan perbaikan yang harus dilakukan pada periode Pelaporan Hasil Pengabdian kepada masyarakat berikutnya.. Bidang Pengabdian kepada masyarakat

Ketika orang-orang dari budaya yang berbeda mencoba untuk berkomunikasi, upaya terbaik mereka dapat digagalkan oleh kesalahpahaman dan konflik bahkan

Dengan cara yang sama untuk menghitung luas Δ ABC bila panjang dua sisi dan besar salah satu sudut yang diapit kedua sisi tersebut diketahui akan diperoleh rumus-rumus

Dari teori-teori diatas dapat disimpulkan visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan-tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk