• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Gambaran Umum PT. Metra Digital Media Sejarah PT. Metra Digital Media

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Gambaran Umum PT. Metra Digital Media Sejarah PT. Metra Digital Media"

Copied!
61
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum PT. Metra Digital Media

4.1.1 Sejarah PT. Metra Digital Media

Pada tahun 1975, Infomedia menjadi perusahaan pertama penyedia layanan informasi telepon di Indonesia di bawah sub divisi Elnusa GTDI sebagai anak perusahaan Pertamina. Dan di tahun 1984, berdirilah PT. Elnusa Yellow Pages tepat pada tanggal 20 Juni 1980 dan resmi ditetapkan sebagai penerbit Buku Petunjuk Telepon (BPT) Telkom untuk seluruh kawasan di Indonesia. PT. Elnusa Yellow Pages kemudia berganti nama menjadi PT Infomedia Nusantara (Infomedia) pada tahun 1995, dan PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) mulai menanamkan investasi sehingga komposisi saham Telkom 51% dan Elnusa 49%.

Ditahun 2004, PT. Infomedia Nusantara melakukan pengembangan bisnis menjadi 3 Pilar bisnis yaitu Layanan Direktori, Layanan Contact

Center dan Layanan Konten. Tepat pada tanggal 20 Juni 2004 yang juga

bertepatan dengan HUT ke-20 tahun, Infomedia melakukan perubahan identitas berupa Logo Infomedia yang baru. Tepat pada tanggal 30 Juni 2009 PT. Multimedia Nusantara (Metra) yang merupakan anak perusahaan yang 99,99% dimiliki Telkom membeli 49% saham

(2)

Infomedia milik Elnusa sehingga saham Infomedia secara resmi dimiliki oleh Telkom Group dengan komposisi kepemilikan saham yaitu Telkom 51% dan Metra 49%.

Pada tahun 2010 Infomedia merubah portofolio bisnis yang sebelumnya terdiri dari 3 Pilar Bisnis berubah menjadi 2 Pilar Bisnis yaitu Layanan Contact Center & Outsourcing Service (CC&OS) dan Layanan Digital Media Rich Content. Di tahun 2012 Metra menambah kepemilikan saham menjadi Metra 51% dan Telkom 49%. Dan tepat di tahun 2013, Kick Off Restrukturisasi dari dua pilar bisnis utama Infomedia melalui pemetaan fokus bisnis inti dari masing-masing pilar bisnis Infomedia dengan pembentukan PT. Metra Digital Media (MD Media).1

4.1.2 Visi dan Misi PT. Metra Digital Media

Visi

To be the market leader in regional Digital Media market. Misi

To be the King of Digital Media by providing the following service. Digital Advertising Agency, Digital Creative Business, Digital Media Publishing, Digital Directory & Data Analistics, Printing Solution.2

1 Dokumen Milestone, PT. Metra Digital Media, 2013 2 Company Profile, PT. Metra Digital Media, 2013

(3)

4.1.3 Profil PT. Metra Digital Media

PT. Metra Digital Media (MD Media) adalah member of Telkom

Group yang merupakan subsidiary PT. Telkom Metra yang fokus pada

bisnis Information, Media, Edutainment (IME). MD Media resmi didirikan pada tanggal 1 Mei 2013 untuk mengembangkan portofolio bisnis Media dan Advertising yang sebelumnya telah dibangun semasa bergabung dengan anak perusahaan Telkom yang lain yaitu PT. Infomedia Nusantara.

MD Media memiliki legacy business yang telah dibangun selama 30 tahun yaitu bisnis direktori dan media. Melalui pengelolaan data direktori yang optimal selama bertahun-tahun telah menjadi kekuatan sekaligus modal awal untuk memasuki bisnis media digital disamping berbagai upaya pengembangan yang senantiasa dilakukan untuk menjaga kualitas layanan dan mejadi terdepan dikelasnya. 3

4.1.4 Moto PT. Metra Digital Media

PT Metra Digital Media, memiliki slogan atau moto perusahaan yaitu “The King of Digital Media”. Slogan tersebut bermakna bahwa MD Media siap melayani seluruh pelanggan karena pelanggan adalah raja, dan MD Media mengenal bisnis digital dengan baik.

(4)

4.1.5 Logo dan Filosofi Logo PT. Metra Digital Media 4.1.5.1 Logo PT. Metra Digital Media

Gambar 4.1.5.1.1 Logo MD Media

4.1.5.2 Filosofi Logo PT Metra Digital Media

Gambar 4.1.5.2.1 Infinity Gambar 4.1.5.2.2 Waterdrop Logo MD Media terinspirasi oleh konsep “infinity” dan

“waterdrop”. Konsep “infinity” mengungkapkan pemikiran tanpa

batas (tak tersekat-sekat), dinamis, dan kehidupan (usaha) yang berkelanjutan (sustainable). Sedangkan konsep “waterdrop” menggambarkan air sebagai sumber kehidupan dan kekuatan, serta melambangkan dinamisme.

Kedua konsep di atas saling melengkapi, memperkuat dan menjadi “jiwa” dari logo MD Media. Kata-kata kunci berikut ini menggambarkan perpaduan antara “infinity” dan “waterdrop” di dalam logo MD Media.4

(5)

4.1.6 Struktur Organisasi PT. Metra Digital Media

(6)

4.1.7 Portofolio Bisnis PT. Metra Digital Media

Gambar 4.1.7.1 Portofolio Bisnis MD Media

PT. Metra Digital Media memiliki 5 (lima) portofolio bisnis, yaitu:

1. Digital Advertising Agency

Adveritising Solution MD Media merupakan layanan yang mencakup media; Media Placement, Media Creative, Activation.

a. Media Placement, i360 memberikan layanan pemasangan iklan pada seluruh media cetak, elektronik, digital, outdoor, maupun alternative media di seluruh Indonesia.

(7)

b. Media Creative, i360 mempunyai dedicated creative team serta partner yang siap memberikan solusi jasa kreatif.

c. Activation, sebagai pelengkap aktifitas promosi pemasaran selain ATL (Above The Line), i360 menyediakan solusi layanan BTL (Below The

Line) berupa activation.

2. Digital Creative Business

Digital Creative Business MD Media merupakan layanan yang mencakup Digital Solution & Content Services.

a. Digital Solution merupakan jasa pembuatan aplikasi solusi digital meliputi layanan mobile dan online dukungan data base, teknologi, kapabilitas SDM dan pengalaman yang handal.

b. Web Solution merupakan layanan jasa pembuatan website (Web

Development) secara profesional yang dapat digunakan untuk

memperkenalkan dan mempromosikan perusahaan.

c. SEO/SEM; SEO (Search Engine Optimization) adalah suatu teknik yang membuat website yang kami miliki dapat dengan mudah ditemukan melalui search engine seperti Google.

d. Social Media, Virtal Marketing melalui online/mobile saat ini menjadi strategi marketing yang strategis. Penggunaan facebook, twitter, youtube, dan beberapa social media lainnya dapat dilakukan untuk memperkuat strategi marketing perusahaan.

(8)

3. Digital Media & Publishing

Digital Media & Publishing MD Media merupakan layanan yang mencakup Online Service, Mobile Advertising, Digital Out of Home Advertising.

a. Digital Signage merupakan layanan jasa peyediaan media promosi dalam bentuk layar LCD yang berada di area publik ataupun area privat yang dapat digunakan untuk menyajikan konten seperti iklan maupun informasi visual lainnya secara menarik dan tepat sasaran. Digital signage memiliki berbagai fitur yang tidak dimiliki oleh media lain, diantaranya dapat diupdate secara remote, bisa diletakkan dimana saja hingga komunikasi 2 arah (interaktif).

4. Data Monetizing

Data Monetizing bagian dari portofolio Telkomgroup, dimana MD Media bekerja sama dengan IBM menyediakan Advertising Profiling & Data

Analytic.

5. Printing Solution

Printed Media Solution MD Media merupakan layanan berbasis direktori

cetak mencakup produk Yellow Pages, Direktori Khusus & Media Komunitas, Digital Printing, Printing Solution.5

(9)

4.1.8 Department Corporate Communication

4.1.8.1 Struktur Department Corporate Communication

4.1.8.2 Kedudukan Departement Corporate Communication dalam Perusahaan

Departement Corporate Communication berada di bawah divisi Corporate Affairs, dimana Divisi Corporate Affairs itu sendiri membawahi

3 (tiga) Departement yaitu Departement Corporate Communication,

Departement Legal & Regulator, dan Departement Compliance.

Dalam struktur organisasi PT. Metra Digital Media, Departement

Corporate Communication itu sendiri terletak dibagian leher perusahaan,

dimana dapat diartikan bahwa Departement Corporate Communication dapat berkoordinasi langsung dengan Direktur Utama dan berfungsi sebagai jembatan komunikasi dari direksi kepada karyawan.

Manager Corporate Communication Silvia Rita Fariani

Corporate Communication Internal Yulismar

Corporate Communication Eksternal Abimanyu Permadi

(10)

4.1.8.3 Fungsi Departement Corporate Communication

Departement Corporate Communication memiliki fungsi yang sama

seperti Public Relations pada umumnya. PR berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara atasan kebawahan dan bawahan keatasan. Seorang PR juga harus memelihara komunikasi yang baik dan mengabdi kepada kepentingan umum. Menitikberatkan moral dan tingkah laku yang baik

(Menurut Bertrand R. Condfilerd).

Selain itu fungsi PR Lainnya yaitu sebagai programming dimana dalam hal ini praktisi PR melakukan analisis masalah dan peluang menentukan tujuan perusahaan, merekomendasikan dan merencanakan kegiatan. Relationship merupakan pengembangan keterampilan dalam mengumpulkan informasi dari manajemen sejawat dalam organisasi dan dari sumber diluar organisasi. Fungsi yang ketiga yaitu Writing dan

Editing, yaitu keterampilan menulis yang harus dimiliki seorang PR dalam

melakukan pekerjaan. Untuk itu sangat dibutuhkan kreativitas serta wawasan yang luas.

PR juga berfungsi sebagai pemberi informasi, dimana dalam hal ini PR harus dapat membangun system informasi yang baik untuk dapat membangun komunikasi yang efektif. Production, PR juga berfungsi melakukan kegiatan-kegiatan konferensi pers, pameran, ulang tahun perusahaan, pemberian penghargaan, kunjungan perusahaan,dll. Speaking, keterampilan yang juga harus dimiliki seorang PR yaitu keterampilan

(11)

berbicara yang baik untuk tatap muka individual maupun tatap muka kelompok (public speaking). Research and Evaluation yaitu pengumpulan data fakta, biasanya dilakukan dengan cara formal atau informal. Penelitian biasanya digunakan baik pada awal maupun pada akhir sebuah program kehumasan.

Penjabaran mengenai fungsi dan kegiatan PR yang telah dijelaskan diatas sama dengan fungsi-fungsi dan kegiatan yang dilakukan oleh

Departement Corporate Communication PT. Metra Digital Media. Departement Corporate Communication juga melakukan hubungan

komunikasi antara atasan dengan bawahan dan juga sebaliknya. Komunikasi yang dibangun oleh Departemen Corporate Communication disini juga merupakan salah satu tujuan dalam memelihara hubungan baik dengan sesama.

Departement Corporate communication MD Media juga berfungsi

membentuk Corporate Identity, dalam hal ini pembentukan corporate

identity menjadi salah satu tugas yang dijalankan oleh Departement

tersebut. Mensosialisasikan mengenai logo kepada seluruh karyawan bukanlah hal yang mudah, karena didalamnya membutuhkan komunikasi yang efektif yang dapat menyatukan persepsi serta penyamaan makna dalam kegiatan sosialisasi logo tersebut.

(12)

4.1.8.4 Kegiatan Departement Corporate Communication Internal

Departement Corporate Communication Internal adalah komunikasi

perusahaan yang dilakukan kedalam perusahaan atau dapat disimpulkan dengan mudah yaitu menjalankan komunikasi internal. Kegiatan – kegiatan yang dilakukan oleh Departement Corporate Communication

Internal diantaranya :

1. Mengkomunikasikan kebijakan direksi dan manajemen kepada karyawan.

2. Menjaga hubungan baik dengan pemegang saham.

3. Menjalankan media internal yaitu Portal Internal (POIN) MD Media.

4. Mengurus surat-menyurat perusahaan. Baik mengenai surat yang dikirim keluar maupun surat yang diterima dari luar.

5. Mengatur anggaran kegiatan/program yang dilakukan Departement Corporate Communication.

6. Memonitoring berita-berita terkait MD Media maupun Telkom Group.

7. Mengkomunikasikan pesan-pesan pada karyawan MD Media.

8. Membuat dan menyebarkan kuesioner kepada karyawan terkait

dengan pelaksanaan event-event yang dilakukan oleh Departement

(13)

4.1.8.5 Kegiatan Departement Corporate Communication Eksternal

Departement Corporate Communication Eksternal adalah

komunikasi yang dilakukan keluar perusahaan. Kegiatan – kegiatan yang dilakukan oleh Departement Corporate Communication Eksternal diantaranya :

1. Mensosialisasikan kebijakan perusahaan kepada publik eksternal.

2. Menjaga hubungan baik dengan publik eksternal.

3. Memuat berita-berita dan menjalankan media eksternal yaitu berupa Website MD Media.

4. Mendesain kebutuhan perusahaan.

5. Mengkomunikasi pesan ke public maupun stakeholder MD Media.

6. Menjelaskan hasil Rapat Umum Pemegang Saham.

7. Membantu pemasaran untuk menciptakan brand image.

8. Mensosialisasikan prestasi yang dicapai oleh perusahaan.

9. Mengembangkan program-program pengembangan masyarakat, sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan kepada publik.

10. Menyiapkan sarana bagi publik eksternal untuk melihat perusahaan secara langsung.

(14)

4.2 Hasil Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan-tahapan dalam proses pembentukan corporate identity pada PT Metra Digital Media. penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan berbagai langkah-langkah yang dilakukan, diantaranya dengan melakukan observasi dilapangan, wawancara mendalam serta mengumpulkan data-data berupa dokumen ataupun dokumentasi yang terkait dengan proses pembentukan corporate identity tersebut.

Proses wawancara yang dilakukan oleh peneliti adalah dengan memilih 3 (tiga) narasumber yang terdiri dari Ibu Silvia Rita Fariani, selaku Manager

Departement Corporate Communication; Ibu Yulismar, selaku Departement Corporate Communication Internal; dan Bapak Abimanyu Permadi, selaku Departement Corporate Communication Eksternal. Dari hasil proses wawancara

yang telah dilakukan kepada 3 (tiga) narasumber tersebut mengenai tahapan pembentukan corporate identity pada PT. Metra Digital Media, terdapat pernyataan yang saling melengkapi tahapan-tahapan apa saja yang dilakukan dalam proses pembentukan corporate identity tersebut.

Berdasarkan hasil wawancara mendalam, bahwa tahapan yang dilakukan dalam proses pembentukan corporate identity yang dijalankan oleh Departement

Corporate Communication merupakan tahapan yang dapat dibilang menarik

dengan memperhatikan langkah-langkah pembentukan tersebut. Informasi-informasi yang peneliti dapatkan dari hasil wawancara tersebut dapat memperoleh kesimpulan yang kemudian dapat dicocokkan dengan jawaban

(15)

narasumber lainnya. Berikut adalah fokus penelitian mengenai tahapan pembentukan corporate identity pada PT. Metra Digital Media, yaitu:

4.2.1 Tahapan Pertama : Fact Finding

PT. Metra Digital Media merupakan salah satu anak perusahaan dari Telkom Group yang khusus mengelola bisnis dalam bentuk digital. Menurut penjelasan dari Bapak Abimanyu Permadi, selaku Departement Corporate

Communication Eksternal yang melatarbelakangi PT. Metra Digital Media

terbentuk adalah :

“Jadi, sebelum kami menjadi 1 (satu) entitas bisnis sendiri, kami adalah satu direktorat yang dahulu memiliki 2 (dua) pilar bisnis yaitu layanan Contact Center dan Outsourching Service (CC & OS) serta layanan Digital Media Rich Content yaitu yellow pagesnya dalam bentuk printed. Bisnis lain yang saat ini kami kelola yaitu ada online mobile dan bisnis tersebut lebih sesuai dengan karakter dari MD Media itu sendiri, terutama di bidang digital out of home yang saat ini tengah menjadi primadona bisnis dalam perusahaan kami. Restrukturisasi merupakan strategi dari Shareholder yaitu Telkom dan Metra yang menjadikan bisnis MD Media dalam Telkom Group. Telkom Group itu sendiri sudah memiliki bisnis di bidang information, media, dan edutainment, dan MD Media mengelola bisnis medianya. Dan saat ini MD Media dimiliki oleh Telkom Metra yang menaruh sahamnya sebesar 100% dan MD Media dijadikan sebagai suatu kendaraan Telkom untuk dapat meraih pasar secara luas dalam bidang bisnis digitalnya”.6

6 Bapak Abimanyu Permadi, selaku Departement Corporate Communication Eksternal, Rabu, 22

(16)

Sebagai perusahaan baru, tentunya PT. Metra Digital Media membentuk suatu identitas yang dapat dikenali dan dipahami oleh publiknya, berikut penjelasan dari Ibu Silvia Rita Fariani, selaku Manager Departement Corporate

Communication :

“Pertama dari brand identity itu sendiri adalah salah satu yang akan diwujudkan oleh MD Media, maka dengan terbentuknya perusahaan baru ini MD Media membutuhkan sebuah brand, filosofi yang dapat menjiwai perusahaan dan otomatis membutuhkan brand guidelinesnya”.7

Lalu selanjutnya Bapak Abimanyu Permadi menambahkan bahwa dalam perusahaan identity harus dimiliki, karena dirasa perlu untuk mendukung MD Media dari sisi bisnis yang dikelola, berikut penjelasannya:

“Karena MD Media adalah suatu perusahaan baru yang harus memiliki identitas agar dapat dikenali dan dirasa harus mengembangkan brand identitynya mulai dari logo, value, core story. Semua itu adalah untuk mendukung MD Media dari sisi bisnis yang dikelola. Maka dari itulah MD Media harus membentuk dan memiliki sebuah brand identity. Menurut saya sangat penting sekali sebuah identitas dalam suatu perusahaan, karena jika tidak ada identitas bagaimana sebuah perusahaan dapat menunjukan siapa mereka, apa bisnis mereka. Dan bagaimana publik dapat mengenali perusahaan tersebut jika tidak memiliki identitas. Maka dari itu menurut saya, sangat penting sekali suatu perusahaan memiliki identitas untuk dapat dikenali oleh publiknya”.8

7 Ibu Silvia Rita Fariani, selaku Manager Departement Corporate Communication, Kamis, 6

Februari 2014, Kantor MD Media Pancoran

8 Bapak Abimanyu Permadi, selaku Departement Corporate Communication Eksternal, Rabu, 22

(17)

Gambar 4.2.1.1 Core Story

Kelebihan yang didapatkan dari adanya tahapan pembentukan corporate

identity merupakan suatu peluang yang didapatkan oleh MD Media, berikut

penjelasan dari Ibu Silvia Rita Fariani:

“Kelebihan yang diharapkan dengan adanya suatu brand identity ini mampu menjadi pemersatu antara karyawan, karena seluruh karyawan memiliki identitas yang sama dan kami merupakan satu keluarga besar yang nantinya dapat menjadi pendorong suatu kebanggaan dari identitas yang sudah terbentuk ini dan juga diharapkan dapat membangkitkan lagi semangat yang ada dalam diri internal itu sendiri. Jika dari sisi eksternal tentunya akan menjadi alat berkomunikasi dan jika kami memiliki suatu identitas tersendiri maka akan menjadi atau meningkatkan kepercayaan diri dengan adanya corporate identity tersebut. Dalam dunia bisnis dan industri pun kami menjadi semakin yakin dan bangga dengan identitas yang kami miliki untuk dapat meningkatkan kinerja perusahaan yang diwakili dalam identitas tersebut”.9

9 Ibu Silvia Rita Fariani, selaku Manager Departement Corporate Communication, Kamis, 6

(18)

Selanjutnya Ibu Yulismar, selaku Departement Corporate Communication

Internal menjelaskan bahwa kelebihan yang juga didapat yaitu sebuah nilai jual

perusahaan, berikut penjelasannya:

“Ya, memang ada kelebihan yang kami rasakan dari terbentuknya identitas perusahaan dengan adanya identitas perusahaan maka akan menjadi suatu nilai jual yang tinggi dan publik pun akan mengetahui perusahaan tersebut secara mendalam. Dengan adanya identitas membuat publik semakin percaya dengan MD Media karena perusahaan yang jelas dan memiliki sebuah legalitas yang jelas pula dan hal tersebut dapat menjadi suatu nilai jual yang tinggi”.10

Sampai saat ini belum ada kendala yang dirasakan saat proses pembentukan corporate identity, berikut adalah penjelasan dari Bapak Abimanyu Permadi:

“Kalau sejauh ini belum merasakan kendala yah, sampai saat ini kendala yang dihadapi bukan berarti yang tidak bisa ditangani. Mungkin kendala yang terjadi hanya bagian teknis yaitu dalam menarik data-data yang dibutuhkan dalam suatu proses wawancara dan survei kepada Direksi, dan hal yang menjadi suatu kelemahan yaitu dalam hal waktu direksi, yang dimana masih sulit waktu untuk melakukan proses wawancara dan survei tersebut. Tetapi hal tersebut masih dapat diatasi”.11

Berdasarkan penjelasan dari Bapak Abimanyu Permadi, peluang yang didapatkan dari pembentukan corporate identity tersebut adalah:

“Peluang yang didapatkan sudah pasti ada yah, berbagai peluang bisnis yang dijajaki mengharuskan perusahaan memiliki sebuah identitas. Seperti misalnya dalam mengikuti sebuah tender, kami harus punya

10 Ibu Yulismar, selaku Departement Corporate Communication Internal, Kamis, 30 Januari 2014,

Kantor MD Media Fatmawati

11 Bapak Abimanyu Permadi, selaku Departement Corporate Communication Eksternal, Rabu, 22

(19)

identitas mulai dari logo, company profile, dan hal tersebut sudah pasti menjadi sebuah nilai tambah dengan identitas perusahaan yang dimiliki. Dalam kenyataannya juga peluang yang didapatkan MD Media sudah memiliki beberapa klien yang bagus dan project yang bagus. Selain itu MD Media juga sudah mulai menunjukan peningkatan-peningkatan yang membawa perusahaan sebagai market leader”.12

Dalam hal pembentukan corporate identity tersebut, hal yang menjadi ancaman tidak ada, mungkin kalau dilihat dari pesaing ya, tetapi hal tersebut bukan menjadi suatu ancaman. Berikut adalah penjelasan dari Ibu Yulismar:

“Ancaman yang kami hadapi bukan sebuah ancaman yang dapat membuat perusahaan menjadi buruk, tetapi jika ancaman itu datang dari segi pesaing maka hal tersebut bukanlah sebagai suatu ancaman itu datang dari segi pesaing maka hal tersebut bukanlah sebagai suatu ancaman yang menakutkan. Namanya dunia bisnis dan apalagi saat ini dunia sudah canggih dengan teknologi baru yang datang setiap detiknya, maka mengharuskan kita menyusun strategi untuk dapat menghadapi ancaman dimasa mendatang”.13

Dalam perusahaan MD Media ini, belum ada perusahaan yang sejajar dengan MD Media, tetapi dari segi masing-masing jenis portofolio ada pesaingnya. Sesuai dengan yang dijelaskan oleh Ibu Yulismar:

“Kalau untuk perusahaan yang sejajar dengan memiliki kelima bisnis portofolio seperti MD Media belum ada yah, pesaing-pesaing yang ada yaitu dari masing-masing portofolio bisnis MD Media, misalnya media advertising banyak sekali yang membuka bisnis media advertising. Dan sekarang primadona MD Media adalah dalam bidang signage yang berbentuk DOOH, dan layar Out of Home itu sendiri juga ada beberapa perusahaan yang mengelola Out of Home itu seperti ‘Mahaka’, lalu bisnis kami yang lainnya yaitu kami juga memiliki media cetak berbentuk

12 Ibid

13 Ibu Yulismar, selaku Departement Corporate Communication Internal, Kamis, 30 Januari 2014,

(20)

tabloid, dan bisnis itu pun juga tidak sedikit perusahaan yang memilikinya juga. Selain itu kita juga ada bisnis printing solution, dan hal itu juga banyak perusahaan yang mengelola bisnis printing tersebut seperti ‘Snappy’ dan ‘Jumbo’. 14

Pesaing MD Media jadikan sebagai suatu peluang bisnis bagi perusahaan tersebut. Selanjutnya Ibu Yulismar menambahkan bahwa :

“Karena banyaknya pesaing dalam bidang yang kami kelola, maka kami tidak menganggap hal tersebut sebagai suatu ancaman melainkan menjadikan suatu peluang kerja sama, contohnya saja ancaman melainkan menjadikan suatu peluang kerja sama, contohnya saja dalam bisnis DOOH yang kami miliki kami menjalin kerja sama dengan perusahaan serupa, bagaimana kami melakukannya? Kami melakukannya dengan merangkul agency-agency tersebut, jika kami masih memiliki spot dibeberapa titik DOOH yang masih kosong maka kami akan menarik klien mereka agar dapat juga beriklan dalam DOOH yang kami miliki, dan semua itu berdasarkan persetujuan kedua belah pihak dengan menggunakan MOU dan pembagian hasil. Maka kami tidak menganggap pesaing sebagai suatu ancaman, bagaimana cara kami mengemasnya saja dan untuk menghasilkan kauntungan bagi kedua belah pihak”.15

Dalam penelitian tahapan pembentukan corporate identity pada PT. Metra Digital Media, tahapan-tahapan yang dilakukan yaitu mulai dari pencarian data dengan melakukan survei, proses wawancara serta diskusi berupa FGD (Forum Group Discussion), lebih lengkap dijelaskan oleh Ibu Silvia Rita Fariani:

“Jadi, hal pertama yang dilakukan adalah dengan menggali data dari pihak internal sedalam mungkin, dengan melakukan survei, proses wawancara dan diskusi mendalam kepada komisaris, direksi, karyawan dan juga pelanggan. Proses wawancara tersebut menanyakan bagaimana bisnis yang akan dikelola, harapan kedepannya seperti apa dan ingin

14 Ibid 15 Ibid

(21)

membentuk suatu perusahaan yang seperti apa, data-data tersebut disurvei lebih dalam”.16

Selanjutnya Ibu Silvia Rita Fariani menambahkan bahwa dalam membentuk identity perusahaan juga melakukan proses analisis dari hasil yang telah didapatkan dan untuk selanjutnya melakukan proses creative, berikut penjelasannya:

“Setelah survei, wawancara, dan diskusi telah terlaksana maka tahapan selanjutnya adalah menganalisis dan mengulas hasil dari proses wawancara yang telah dilakukan dan mendapatkan kesimpulannya. Setelah itu tahapan selanjutnya yang dilakukan adalah dengan melakukan proses creative dengan membuat pilihan desain logo dan didiskusikan kembali kepada direksi. Setelah hasil yang telah ditetapkan maka terpilihlah logo MD Media yang sekarang dengan menggunakan konsep infinity dan waterdrop yang ada dalam filosofi logo tersebut yang dapat mewakili jiwa dari perusahaan itu sendiri”.17

Proses creative yang dijalankan oleh departement corporate

communication yaitu dilakukan dengan mendesain beberapa pilihan logo yang

nantinya akan didiskusikan kembali untuk selanjutnya melaksanakan kegiatan diskusi terhadap hasil yang akan diputuskan, berikut penjelasan dari Bapak Abimanyu Permadi :

“Ya.. jadi setelah kami melakukan pencaharian data-data melalui survei, wawancara, FGD maka selanjutnya kami melakukan proses analisis terhadap hasil yang telah kami dapatkan, dari hasil tersebut kami melakukan proses creative. Proses creative disini kami lakukan dengan mendesain beberapa logo sesuai dengan saran dan hasil pencaharian

16 Ibid

17 Ibu Silvia Rita Fariani, selaku Manager Departement Corporate Communication, Kamis, 6

(22)

data-data yang kami lakukan. Kami mendesain empat pilihan logo yang sesuai dengan nilai-nilai perusahaan. Setelah kami mendesain 4 (empat) pilihan logo selanjutnya kami mengadakan diskusi kembali untuk menjelaskan pilihan logo tersebut dan setelah logo terpilih maka selanjutnya kami merancang beberapa elemen-elemen identity yang lainnya”.18

Selanjutnya Ibu Yulismar mengatakan bahwa dalam mengumpulkan data – data serta fakta yang ada, maka departement corporate communication juga mengadakan kegiatan forum diskusi bersama pihak internal, untuk mendiskusikan secara mendalam terkait pembentukan corporate identity, berikut penjelasan lebih lanjut:

“Ya, kami mengadakan FGD terlebih dahulu untuk mengetahui data-data dari Komisaris, Direktur, General Manager, serta level bawah. Selain itu kami juga melakukan proses wawancara mendalam dengan bagian level atas dan level bawah, untuk bagian level bawah kami menggunakan sample dan hanya beberapa orang saja yang kami lakukan proses wawancara tersebut. Dari proses-proses tersebut maka kami memperoleh hasil berupa kesimpulan dan masukan dari masing-masing pihak”.19 4.2.2 Tahapan Kedua : Planning

Setelah proses pencarian data-data yang terkait dengan pembentukan

corporate identity pada PT. Metra Digital Media, selanjutnya tahapan yang

dilakukan yaitu planning, dimana pada tahapan ini terdapat rencana-rencana serta program-program apa saja yang dilakukan untuk mendukung terbentuknya identitas pada perusahaan tersebut. Hal – hal yang harus dipersiapkan dalam

18 Bapak Abimanyu Permadi, selaku Departement Corporate Communication Eksternal, Senin, 24

Februari 2014, melalui telepon

19 Ibu Yulismar, selaku Departement Corporate Communication Internal, Kamis, 30 Januari 2014,

(23)

pembentukan identity ini adalah visi misi yang kuat, core story, culture. Lebih jelas Bapak Abimanyu Permadi mengungkapkan, bahwa:

“Hal yang paling utama dipersiapkan yaitu dengan memiliki visi dan misi perusahaan, kenapa? Karena kedua hal tersebut mendorong perusahaan dalam mencapai sebuah tujuan. Seperti yang kita ketahui bahwa visi adalah sebuah tujuan jangka panjang dan misi itu sendiri adalah tujuan yang akan dilakukan dalam jangka pendek. Selanjutnya yang kami memiliki core story, dimana core story merupakan inti dari cerita perusahaan, apapun bentuk logo dan identitas yang dimiliki suatu perusahaan jika tidak memiliki core story yang kuat maka logo serta identitas tersebut tidak akan menjadi apa-apa. Dengan adanya core story yang kuat maka akan mendukung makna dibalik logo tersebut. Hal selanjutnya yaitu dengan mempersiapkan culture, yang dimaksud disini adalah mempersiapkan budaya apa yang akan dianut oleh perusahaan yang dapat membuat perusahaan menjadi lebih baik, identitas yang dibangun pun juga harus sesuai dengan culture yang dimiliki oleh perusahaan”.20

Dalam hal ini strategi khusus yang dilakukan yaitu dengan mempersiapkan visi dan misi serta core story yang kuat. Bapak Abimanyu menjelaskan bahwa:

“Ya, memang kami memiliki strategi khusus yaitu 3 (tiga) hal tadi, core story yang kuat dan bagaimana mengedukasikan core story tersebut kepada stakeholder dengan baik, agar stakeholder memahami lebih dalam tentang MD Media itu sendiri, selain itu hhal selanjutnya yaitu dengan membentuk visi dan misi dengan membuatnya sebaik mungkin dan dapat menunjang identitas perusahaan. Kedua hal tersebut adalah suatu strategi khusus dalam membentuk identitas perusahaan MD Media”.21

20 Bapak Abimanyu Permadi, selaku Departement Corporate Communication Eksternal, Rabu, 22

Januari 2014, Kantor MD Media Fatmawati

(24)

Selain dengan adanya suatu strategi, MD Media juga memiliki tujuan dalam pembentukan corporate identity tersebut, sesuai dengan yang dijelaskan oleh Ibu Yulismar, bahwa:

“Ya, kami memiliki tujuan dalam pembentukan identitas ini, tujuan kami yaitu karena kami perusahaan baru yang mengharuskan memiliki identitas yang akan menjadi suatu tanda pengenal perusahaan ketika berada dalam dunia industri, tujuannya yaitu agar kami memiliki sebuah identitas yang dapat diperkenalkan, diketahui oleh publik, dan juga kami dapat dikenali dan dibedakan dengan perusahaan lain, karena pada dasarnya setiap perusahaan itu memiliki keunikan masing-masing. Untuk itulah kami bertujuan membentuk identitas yang dapat mewakili jiwa dari MD Media itu sendiri”.22

Dalam proses tahapan pembentukan corporate identity ini, dijalankan dan dibentuk oleh Departement Corporate Communication. Departement tersebut berada pada Divisi Corporate Affairs. Fungsi serta peranan dari Public Relations pada umumnya dikelola dan dijalankan oleh Departement Corporate

Communication.

Pada PT. Metra Digital Media, Departement Corporate Communication dibagi menjadi 2 (dua) yaitu Departement Corporate Communication Internal dan

Departement Corporate Communication Eksternal. Selanjutnya dijelaskan secara

lengkap tentang fungsi, peranan, serta program-program dari Departement

Corporate Communication Internal oleh Ibu Yulismar, yang akan dilakukan

untuk mendukung terbentuknya identitas perusahaan, beliau mengatakan bahwa:

“Departement Corporate Communication adalah suatu jembatan penghubung komunikasi. Jika dalam sisi internal yaitu menjadi jembatan penghubung komunikasi antara atasan dengan bawahan maupun sebaliknya. Menjaga hubungan baik dengan pemegang saham dan

22 Ibu Yulismar, selaku Departement Corporate Communication Internal, Kamis, 30 Januari 2014,

(25)

komisaris, menjalankan media internal yang berbentuk ‘Portal Internal’, menghandle segala kegiatan-kegiatan internal mulai dari rapat gabungan, rapat direksi, rapat koordinasi, sarasehan yang dilakukan pertriwulan, mengirimkan bingkisan anniversary kepada Direksi MD Media maupun Direksi Telkom Group lainnya, mengurusi penandatanganan MOU dan PKS, serta membantu mempersiapkan kebutuhan event-event internal. Dalam hal pembentukan corporate identity, Departement Corporate Communication Internal juga membantu proses pencarian data-data melalui wawancara, survei serta FGD. Saya juga mempersiapkan segala kebutuhan stationary kantor mulai dari kop surat, amplop surat, memo, id card, kartu nama, goody bag, souvenir, block note, pulpen, blank card. Dan juga mempersiapkan program-program yang akan mendukung terbentuknya corporate identity pada PT. Metra Digital Media.23

Ibu Yulismar melanjutkan bahwa dalam pembentukan corporate identity,

departement corporate communication memiliki beberapa program yang telah

dipersiapkan untuk selanjutnya dapat menjadi suatu kegiatan publikasi serta dalam mensosialisasikan identity perusahaan tersebut, berikut penjelasannya:

“Kami memiliki beberapa program yang akan dijalankan terkait dengan pembentukan corporate identity ini, diantaranya event launching logo internal, event ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada pihak karyawan tentang logo MD Media yang sudah terbentuk. Dalam event tersebut kami membuatnya dengan sederhana mulai dari penjelasan mengenai bisnis MD Media, filosofi logo, bagaimana menggunakan dan menempatkan logo tersebut dengan baik, sampai kuis-kuis yang menguji tingkat pemahaman karyawan atas logo yang telah dilaunching.”24

Lalu selain Departement Corporate Communication Internal, dalam proses pembentukan corporate identity juga dibantu serta dijalankan oleh

Departement Corporate Communication Eksternal, berikut dijelaskan oleh Bapak

Abimanyu Permadi:

23 Ibid 24 Ibid

(26)

“Departement Corporate Communication Eksternal beperan sebagai penghubung komunikasi antara internal dengan publik eksternal, menjadi penyaring informasi dari perusahaan kepublik eksternal, kemudian melakukan monitoring informasi apa saja tentang MD Media, melakukan langkah-langkah program eksternal, memberikan edukasi kepada stakeholder yaitu dengan memperkenalkan portofolio bisnis yang dimiliki oleh MD Media, melakukan promosi branding MD Media, serta mengukur keberhasilan program dengan cara melakukan survei atas pencapaian apa saja yang telah terlaksana, dan tujuan apa saja yang telah terwujud”.25

Bapak Abimanyu Permadi melanjutkan bahwa :

“Selain itu juga, kami menyebarkan informasi kepada publik eksternal melalui media eksternal yaitu website MD Media, yang didalamnya terdapat informasi mengenai MD Media mulai dari profil perusahaan, logo perusahaan, sejarah perusahaan, susunan direksi, dan juga berita-berita event yang akan terlaksana maupun yang sudah terlaksana. Ikut berkontribusi dalam event sinergi dengan anak perusahaan Telkom lainnya, melakukan placement di media-media, mengadakan exibition, serta corporate social responsibility yang masih dalam perencanaan karena perusahaan kami belum berdiri selama satu tahun. Media relations juga menjadi suatu peranan yang dilakukan oleh corporate communication eksternal, media relations penting dilakukan karena kami sebagai perusahaan pastilah sangat membutuhkan media-media untuk dapat membantu melakukan publikasi terkait dengan informasi perusahaan, hal yang biasa dilakukan yaitu mengirimkan press release, mengundang media, melaksanakan media gathering”.26

25 Bapak Abimanyu Permadi, selaku Departement Corporate Communication Eksternal, Rabu, 22

Januari 2014, Kantor MD Media Fatmawati

(27)

Time Planning Pembentukan Corporate Identity PT. Metra Digital Media

No Kegiatan Bulan PIC

Mei Jun Jul Agst Sept Okt Nov Des

1 Rapat Dept. Corcom Silvia

2 Wawancara Pihak Internal Yuli

3 Wawancara Pihak Eksternal Abi

4 Forum Group Discussion

(FGD) Silvia

5 Analisis Hasil Kesimpulan Silvia

6 Proses Kreatif : 1. Core Story 2. Desain Logo 3. Guidelines Book 4. Desain Interior 5. Stationary Abi

7 Rapat Dept. Corcom Silvia

8 Diskusi Hasil Proses Kreatif Silvia

9 Kesepakatan Hasil Silvia

10 Rapat Dept. Corcom Silvia

11 Event Launching Logo Int Yuli

12 Evaluasi Launching Yuli

13 Placement Media Eks Abi

14 Sosialisasi Logo Yuli

15 Evaluasi Sosialisasi Yuli

16 Rapat Dept. Corcom Silvia

(28)

4.2.3 Tahapan Ketiga : Communication and Action

Selanjutnya tahapan ketiga mengenai Communication dan Action.

Departement Corporate Communication menjalankan tahapan ini dengan

program-program yang telah direncanakan serta elemen-elemen apa saja yang telah terbentuk.

Dalam hal ini cara yang dilakukan oleh Departement Corporate

Communication dalam mengkomunikasikan corporate identity dengan cara

melakukan sosialisasi kepada public internal dan eksternal, Ibu Yulismar menjelaskan cara komunikasi yang dilakukan oleh Departement Corporate

Communication Internal yaitu:

“Cara mengkomunikasikan pembentukan corporate identity kepada publik internal yaitu dengan cara melakukan sosialisasi terhadap seluruh pekerja melalui brand ambasador yang dipilih, dan diawali dengan mengadakan event launching logo internal yaitu dengan mengundang senior leader untuk dapat melakukan sosialisasi juga kepada karyawannya. Dalam event ini, sesuai dengan rencana pada tahap planning tadi, event tersebut berisi penjelasan dari Direksi serta GM (General Manager) Corporate Affairs mengenai penjelasan filosofi logo, kegunaan logo sampai pada bagaimana mengaplikasikannya. Dalam event tersebut juga diselingi oleh kuis-kuis yang berhadiah yang bertujuan untuk menguji tingkat pemahaman karyawan atas identity yang sudah dijelaskan sebelumnya. Program sosialiasi berikutnya yaitu dengan menggunakan media Video Conference dengan menjelaskan kepada masing-masing kantor wilayah MD Media yang tersebar di Indonesia”.27

27 Ibu Yulismar, selaku Departement Corporate Communication Internal, Kamis, 30 Januari 2014,

(29)

Gambar 4.2.3.1 Launching Internal Logo

Selanjutnya Ibu Yulismar menjelasakan bahwa:

“Dan hal selanjutnya yaitu kami juga memberikan ‘Guidelines Book’ yaitu berupa buku pentunjuk penggunaan logo yang kami distribusikan ke seluruh karyawan. Dalam buku guidelines tersebut didalamnya berisi tentang filosofi logo, jenis serta huruf yang terletak dalam logo, penempatan logo pada media-media, sampai batas ukuran pemakaian logo. Dari cara-cara tersebut adalah suatu proses untuk dapat mengkomunikasikan kepada publik internal, selain itu kami juga ada rapat – rapat rutin yang akan selalu kami berikan edukasi kepada internal terkait dengan identitas yang saat ini kami miliki”.28

Gambar 4.2.3.2 Guidelines Book

(30)

Dalam pembentukan corporate identity tersebut, MD Media juga menggunakan media – media untuk mendukung proses komunikasi branding tersebut. Ibu Yulismar menjelaskan media yang digunakan untuk dapat mensosialisasikan corporate identity yang sudah terbentuk yaitu melalui media internal yang dimiliki oleh perusahaan. Lebih jelas Ibu Yulismar menambahkan bahwa:

“Ya, dalam melakukan branding promosi kepada pihak internal, kami menggunakan media internal yang kami miliki yaitu berbentuk ‘Portal Internal (POINT)’, media tersebut terdapat aplikasi kedinasan yaitu nota dinas yang dipergunakan untuk menginformasikan segala kebijakan, peraturan, ataupun informasi-informasi khusus. Kami memanfaatkan media tersebut sebagai cara mengkomunikasikan identity yang telah terbentuk. Kami juga melakukan sosialisasi menggunakan media conference yang berbentuk video conference yang telah saya jelaskan. Media conference tersebut sangat bermanfaat bagi kami, karena melalui media conference kami dapat terhubung langsung dengan karyawan-karyawan MD Media yang berada dimasing-masing wilayah diseluruh Indonesia”.29

Gambar 4.2.3.3 Sosialisasi Logo PT. Metra Digital Media

(31)

Jika dari sisi eksternal cara mengkomunikasinya melalui launching logo eksternal yang akan dilakukan, berikut penjelasan dari Bapak Abimanyu Permadi:

“Dari sisi eksternal cara mengkomunikasikan kepada publik eksternal yaitu dengan cara mengadakan placement dibeberapa media, mengadakan program sponsorship yang bertujuan untuk mengkomunikasikan identitas MD Media tersebut, dan juga merencanakan media gathering, pemasangan CEO Profile di Youtube mengenai informasi korporate, dan memanfaatkan event-event yang dilakukan oleh portofolio bisnis MD Media, serta event sinergi Telkom Group yang akan dimanfaatkan sebagai ajang branding masing-masing anak perusahaan. Selain itu kami memanfaatkan iklan bersama ketika salah satu dari telkom group memperingati anniversary perusahaan”.30

Selanjutnya Bapak Abimanyu Permadi menambahkan mengenai media-media eksternal yang digunakan dalam mengkomunikasikan pembentukan

corporate identity tersebut, berikut penjelasannya:

“Media eksternal yang kami gunakan yaitu berupa website eksternal perusahaan (www.mdmedia.co.id) yang didalamnya kami mengirimkan siaran berita terkait dengan identity yang sudah kami miliki, serta bumper logo yang kami jadikan aplikasi pada halaman home yang terletak didalam web tersebut”.31

Gambar 4.2.3.4 Website PT. Metra Digital Media

30 Bapak Abimanyu Permadi, selaku Departement Corporate Communication Eksternal, Rabu, 22

Januari 2014, Kantor MD Media Fatmawati

(32)

Selanjutnya Bapak Abimanyu Permadi menjelaskan kembali bahwa:

“Selain itu karena kami memiliki layar DOOH yang berada dibeberapa titik pada wilayah Indonesia, kami memanfaatkan spot-spot kosong yang belum terpasang iklan. Pada layar DOOH tersebut kami menampilkan bumper logo, tujuannya agar publik mengetahui ada perusahaan baru yang bergerak dibidang advertising digital dan untuk membuat publik tertarik untuk dapat melihat dan mencari tahu tentang perusahaan kami lebih lengkap”.32

Gambar 4.2.3.5 Layar DOOH sebagai media komunikasi

Bapak Abimanyu Permadi menambahkan bahwa:

“Karena kami tidak hanya bergerak dalam satu bisnis saja, kami juga memiliki media advertising solution yang terdiri dari media placement, media creative, serta activation. Dan bisnis lainnya dalam digital media dan publishing yang terdiri dari yellowpage.co.id, infojajan.com, yptranding.co.id, yptravell.co.id, goodizz.com. Kami juga memiliki media komunitas seperti finance directory, direktori pendidikan, automatic directory, property & building material directory, direktori BUMN, Bogor travel guide, Jogja free map, Solo free map, tabloid Bintaro Serpong Jakarta, tabloid Yellow Pages Cirebon, prime time magazine, direktori info mudik, tabloid Surabaya family, Malang Ads, Batam Ads, dan sebagainya. Melalui media-media tersebut kami dapat memanfaatkannya untuk melakukan komunikasi kepada publik eksternal mengenai corporate identity yang kami miliki saat ini. Kami juga mengkomunikasikan kepada klien yang dahulu bisnisnya masih dikelola oleh PT Infomedia dan sekarang bisnis tersebut sudah kami kelola, kami memberitahukan mengenai perubahan direktori dan pembentukan identity pada MD Media”.33

32 Ibid 33 Ibid

(33)

Gambar 4.2.3.6 Media Tabloid PT. Metra Digital Media

Dalam hal ini pentingnya melakukan pendekatan kepada publik internal dan eksternal yaitu agar mengedukasi kedua publik tersebut untuk dapat mengenali PT. Metra Digital Media, sesuai dengan yang dijelaskan oleh Bapak Abimanyu Permadi yaitu:

“Karyawan merupakan salah satu publik internal, dan karyawan merupakan aset bagi perusahaan, dimana dari mulai armada salesnya melakukan proses penjualan, dan mereka harus mengetahui tentang perusahaan itu sendiri, dan mengetahui secara jelas bisnis yang dikelola oleh perusahaan. Mereka berhadapan langsung dengan publik eksternal yang otomatis harus mengetahui secara detail tentang perusahaan MD Media tersebut, untuk itulah penting sekali melakukan pendekatan kepada publik internal.”34

Selanjutnya Bapak Abimanyu menambahkan:

“Jika dari sisi eksternal, audience atau khalayak juga merupakan salah satu stakeholder yang penting untuk melakukan pendekatan kepada mereka, dimana impact yang akan didapatkan cukup besar. Jika mereka mengetahui tentang identitas perusahaan MD Media maka mereka dapat menjadi potensial customer, dapat juga menjadi calon karyawan, dan yaa

(34)

hal itulah yang menurut saya penting melakukan pendekatan kepada publik eksternal”.35

Dalam corporate identity yang saat ini dimiliki oleh PT. Metra Digital Media, yang menjadi suatu daya tarik dalam identity tersebut yaitu terlihat dalam bentuk logonya yang unik dan menarik, berikut penjelasan dari Bapak Abimanyu Permadi:

“Hal yang menjadi suatu daya tarik dalam identity yang kami miliki, yaitu terletak pada bentuk logo MD Media. Jika saya melihat sebagai orang awam, maka daya tarik yang menonjol dari segi logo nya tersebut yang dimana dengan bentuknya yang tidak umum yaitu berbentuk waterdrop akan membuat orang menjadi tertarik dan ingin mengetahui perusahaan tersebut lebih dalam tentang makna yang terletak dalam logo tersebut. Jika dari sisi perusahaan pasti kami ingin menonjolkan core story yang kami miliki melalui visualisasi logo tersebut. Ketika khalayak mengetahui core storynya dengan melihat logo MD Media maka akan lebih mudah mengenali perusahaan itu sendiri. Kami ingin memberikan edukasi kepada publik tentang arti dari bentuk visual yang ditampilkan agar publik pun menjadi semakin mengetahui perusahaan MD Media”.36

Selanjutnya adalah penjelasan mengenai elemen – elemen identitas yang sudah terbentuk. Elemen pertama yang telah terbentuk yaitu sudah pasti ‘Nama Perusahaan’, nama tersebut dapat juga dikatakan sebagai corporate identity, bahwa dengan namanya pun publik akan mengetahui perusahaan tersebut bergerak dibidang apa.

35 Ibid 36 Ibid

(35)

Dalam hal ini nama perusahaan merupakan nama bagian dari Telkom Metra, dikarenakan saham MD Media 51% dimiliki oleh PT. Metra, oleh sebab itulah nama perusahaan menjadi PT. Metra Digital Media. Berikut selengkapnya penjelasan dari Ibu Yulismar, bahwa:

“Berdasarkan persetujuan dari pemegang saham dan komisaris, MD Media terlahir dari PT. Infomedia Nusantara, dan dilatarbelakangi oleh Telkom Group yang menginginkan membentuk atau membangun suatu perusahaan yang khusus menangani bisnis digital, maka Telkom bersama Telkom Metra membentuk PT. Metra Digital Media. Pembentukan nama itu sendiri dilalui beberapa tahapan dengan melakukan proses diskusi maka awalnya ada 2 (dua) pilihan nama yaitu ‘Telkom Media’ dan ‘Metra Digital Media’. Untuk pilihan yang pertama awalnya difikirkan dapat menjadi peluang bisnis yang baik kedepannya dengan menggunakan nama Telkom Media tersebut, namun dari proses diskusi tersebut dikhawatirkan dengan menggunakan nama Telkom Media akan memberi kesan atau image yang dimana setiap anak perusahaannya selalu menggunakan nama Telkom dan dikhawatirkan akan menimbulkan kesenjangan hasil tersebut berdasarkan survei yang telah dilakukan sebelumnya. Maka nama yang terpilih adalah ‘Metra Digital Media’, dimana memang kepemilikan Metra lebih tinggi dibanding Telkom itu sendiri, dan nama Digital Media itu menggambarkan bisnis yang kami kelola saat ini, jadi nama tersebut dirasa tepat untuk digunakan”.37

Elemen selanjutnya yaitu adalah ‘Logo Perusahaan’. Dimana logo perusahaan pada PT. Metra Digital Media memiliki 2 (dua) nuansa logo yang berbeda, yaitu logo untuk kebutuhan internal dan logo untuk kebutuhan eksternal. Dalam hal ini Ibu Silvia Rita Fariani menjelaskan bahwa:

“Kami memiliki 2 (dua) nuansa logo yang berbeda yaitu logo untuk kebutuhan internal dan logo untuk kebutuhan eksternal. Logo untuk kebutuhan internal yaitu bernuansa merah kolaboratif warna kuning dalam bentuk waterdropnya, sedangkan logo untuk kebutuhan eksternal yaitu bernuansa merah solid. Hal yang melatarbelakangi kami memiliki 2

37 Ibu Yulismar, selaku Departement Corporate Communication Internal, Kamis, 30 Januari 2014,

(36)

(dua) nuansa logo yang berbeda yaitu jika dibahas dari logo internal, nuansa logo yang terletak dalam logo internal merupakan sebuah filosofi perusahaan dengan warna yang color full mencerminkan bisnis MD Media yang memiliki banyak warna, mengesenkan keceriaan dan mewakili nilai-nilai yang ada dalam perusahaan. Sementara logo eksternal yang bernuansa merah solid tanpa adanya kolaborasi warna kuning di dalamnya yaitu karena kebijakan PT Telkom, yang memberikan suatu keputusan untuk anak perusahaan merubah warna corporate sesuai dengan konsep program Telkom pada tahun ini yaitu merubah nuansa logonya berwarna merah putih yang merupakan suatu pengabdian dan persembahan karya-karya untuk pembangunan dan kemajuan Republik Indonesia, maka akhirnya sesuai dengan kebijakan tersebut MD Media beserta anak perusahaan Telkom lainnya ikut mendukung semangat juang yang ada dalam PT Telkom tersebut.”38

Gambar 4.2.3.7 Logo Internal Gambar 4.2.3.8 Logo Eksternal

Logo yang dimiliki oleh MD Media menggunakan konsep ‘infinity’ dan ‘waterdrop’, dimana bentuknya terlihat unik dan warna yang ditampilkan pun berwarna merah yang menarik. Sesuai dengan penjelasan dari Bapak Abimanyu Permadi, bahwa:

“Jadi, konsep dari logo MD Media yaitu dilatarbelakangi oleh konsep ‘infinity’ dan ‘waterdrop’ dimana konsep infinity tersebut mengungkapkan pemikiran tanpa batas (tak tersekat-sekat), dinamis, dan kehidupan (usaha) yang berkelanjutan (sustainable). Sedangkan konsep dari waterdrop menggambarkan air sebagai sumber kehidupan dan kekuatan,

38 Ibu Silvia Rita Fariani, selaku Manager Departement Corporate Communication, Kamis, 6

(37)

serta melambangkan dinamisme. Kedua konsep tersebut saling melengkapi, memperkuat dan menjadi jiwa dari MD Media”.39

Gambar 4.2.3.9 Keyword Logo Gambar 4.2.3.10 Konsep Logo

Dari kedua logo yang ada pada MD Media, sampai pada saat ini belum ada keluhan atau hambatan dalam penggunaan logo tersebut. Meskipun berbeda nuansa warna tetapi karyawan tetap memahami dan dapat melihatnya pada

‘Guidelines Book’ yang telah didistribusikan ke karyawan-karyawan MD Media.

Ibu Silvia Rita Fariani, menjelaskan bahwa:

“Sejauh ini saya belum melihat hal tersebut sebagai suatu masalah ya, untuk mengantisipasi hal tersebut agar tidak menjadi suatu hambatan dalam bekerja maka disinilah peran dan fungsi kami dalam mengawal dan memantau penggunaan logo tersebut. Misalnya dalam suatu event internal menggunakan slide presentasi yang salah, maka kami akan memberitahukan, menjelaskan kembali dan memperbaiki slide tersebut, dan sampai pada saat ini belum terjadi hal-hal seperti itu. Dalam hal ini

39 Bapak Abimanyu Permadi, selaku Departement Corporate Communication Eksternal, Rabu, 22

(38)

kami juga telah mengkomunikasikan perbedaan nuansa warna logo tersebut, mulai dari mengadakan sosialisasi logo, mengirimkan guidelines penggunaan logo sampai mengirimkan tamplate desain slide presentasi kepada seluruh karyawan, dan saat ini kami hanya melakukan pengawasan dan memonitoring hal tersebut”.40

Gambar 4.2.3.11 Desain Template Presentasi Internal

Gambar 4.2.3.12 Desain Template Presentasi Eksternal

Selanjutnya mengenai Visi dan Misi perusahaan juga merupakan bagian dari corporate identity yang ada dalam MD Media. Visi merupakan tujuan untuk jangka panjang, sedangkan Misi merupakan sesuatu apa yang ingin kita lakukan dalam jangka pendek. Berikut Bapak Abimanyu Permadi menjelaskan tentang Visi dan Misi yang dimiliki oleh MD Media, yaitu:

“Ya.. visi dan misi merupakan bagian dari corporate identity yang kami miliki, dimana Visi dari perusahaan kami yaitu ‘To be the market leader adn regional DIGITAL MEDIA market’. Sedangkan Misi kami yaitu ‘To be the King of DIGITAL MEDIA bya providing the following service yaitu dengan Digital Advertising Agency, Digital Creative Business, Digital

40 Ibu Silvia Rita Fariani, selaku Manager Departement Corporate Communication, Kamis, 6

(39)

Media Publishing, Digital Directory and Data Analytic, dan juga Printing Solution. Maka dari itu kami mempunyai tujuan jangka panjang dan dijangka pendek”.41

Lanjutnya Bapak Abimanyu Permadi menambahkan bahwa:

“Visi misi tersebut merupakan bagian corporate identity karena dengan kami memiliki visi misi yang jelas maka publik pun juga akan mengetahui kami, memahami kami, mengenali bisnis kami, dan hal tersebut menjadi suatu tujuan yang ingin kami capai kedepannya baik untuk jangka panjang dan jangka pendek tadi. Fungsi dari visi tersebut yaa untuk mengingatkan kami atas pencapaian yang harus kami capai dan sebagai doa untuk dapat mencapai suatu bisnis yang lebih baik kedepannya”.42

Elemen identitas yang lainnya yaitu dari desain interior ruang kantor MD Media. Dikarenakan MD Media yang berkantor di daerah Fatmawati belum memiliki gedung sendiri. Saat ini masih bergabung dengan anak perusahaan Telkom yang lain yaitu PT. Infomedia, sehingga tidak memungkinkan dalam membentuk bangunan yang dapat menciri khaskan MD Media itu sendiri. Tetapi telah ada desain yang sudah diimplementasikan pada lantai 5 (lima) gedung Fatmawati dan lantai dasar, berikut penjelasan dari Ibu Silvia Rita Fariani yaitu:

“Ya, kami telah mendesain ruangan dengan logo perusahaan kami, desain logo tersebut terletak pada lantai 5 (lima) yaitu pada ruangan Direksi MD Media, gedung Fatmawati. Kami mendesain mulai dari wall of fame sampai dengan pintu lift yang terletak dilantai tersebut. Dan pada lantai dasar kami juga telah memasang backdrop dengan desain logo kami, alasan kami tidak mendesain semua ruangan yang ada pada kantor tersebut dikarenakan kami masih berada dalam satu gedung dengan Telkom Group lainnya yaitu PT. Infomedia Nusantara, belum adanya

41 Bapak Abimanyu Permadi, selaku Departement Corporate Communication Eksternal, Rabu, 22

Januari 2014, Kantor MD Media Fatmawati

(40)

kebijakan dari masing-masing Direksi tentang pembagian gedung menjadikan kami belum mengimplementasikan desain keseluruhannya. Tetapi pada kantor - kantor wilayah MD Media lainnya telah mendesain dengan logo perusahaan, mulai dari pemasangan logo pada luar gedung dan pintu utama, sampai pada bagian receptionist”.43

Gambar 4.2.3.13 Desain Kantor Balik Papan

Gambar 4.2.3.14 Desain Kantor Pancoran

Gambar 4.2.3.15 Desain Kantor Medan

43 Ibu Silvia Rita Fariani, selaku Manager Departement Corporate Communication, Kamis, 6

(41)

Pakaian kantor juga merupakan salah satu elemen identitas perusahaan, dalam hal ini MD Media belum memiliki seragam khusus dan seragam masih dalam tahapan perencanaan. Seragam khusus tersebut diperuntukan hanya untuk bagian sales & marketing dimana mereka yang sering berhadapan dengan klien dan calon customer, seragam tersebut pun tidak digunakan setiap hari, hanya saja jika bertemu dengan klien. Untuk pakaian kesehariannya MD Media mempunyai kebijakan untuk membebaskan karyawannya dalam berpakaian, dengan artinya pakaian yang sering digunakan yaitu berkonsep ‘Smart Casual’. Berikut penjelasan dari Bapak Abimanyu Permadi:

“Pakaian kantor sudah tentu menjadi suatu identitas perusahaan ya, namun saat ini seragam kantor masih dalam proses perencanaan yang dimana nantinya seragam tersebut hanya dipergunakan jika ada event-event tertentu, dan pada saat bertemu dengan klien yang dimana dikhususkan untuk bagian Sales & Marketing. Untuk saat ini pakaian kantor MD Media yaitu berkonsep ‘Smart Casual’ dengan artian membebaskan seluruh karyawannya menggunakan pakaian dengan stelan kemeja atau kaos dan celana levis. Hal tersebut didasari agar MD Media menjadi perusahaan yang tidak kaku, karena perusahaan kami adalah dunia digital yang menggambarkan seseorang menjadi dinamis dan tidak kaku”.44

Gambar 4.2.3.16 Contoh Pakaian Kerja Smart Casual MD Media

44 Bapak Abimanyu Permadi, selaku Departement Corporate Communication Eksternal, Rabu, 22

(42)

Dalam pembentukan corporate identity, tagline ataupun slogan perusahaan juga merupakan salah satu dari elemen identitas perusahaan. Yang dimana tagline MD Media yaitu “The King of Digital Media” yang juga merupakan salah satu misi dari MD Media tersebut. Sesuai dengan yang dijelaskan oleh Ibu Yulismar:

“Ya, tagline kami adalah ‘The King of Digital Media’ hal tersebut juga merupakan bagian dari misi kami. Kami berharap dapat menjadi raja dalam industri digital media, dan dapat menjadi market leader pada bisnis advertising yaitu DOOH yang kini sedang menuju sebagai market leader tersebut. Tagline sangat penting untuk meningkatkan level confidience, baik untuk kami maupun untuk stakeholder kami, jika mereka percaya dengan The King Digital, maka mereka akan terus mengingat perusahaan kami dan mempercayai produk dan jasa yang kami hasilkan”.45

Gambar 4.2.3.17 Tagline / Slogan MD Media

Selanjutnya penjelasan mengenai fungsi dari tagline tersebut ditambahkan oleh Ibu Silvia Rita Fariani, yaitu:

“Slogan merupakan salah satu impian dan cita-cita dari MD Media dimasa depan yang ingin dicapai oleh perusahaan. Jadi, dimana ketika kami sering mendengar dan mengucapkan slogan tersebut maka dalam alam bawah sadar kami hal tersebut akan menjadi suatu alat pendorong kami agar sama-sama dapat bergerak menjadi dan atau mewujudkan impian tersebut”.46

45 Ibu Yulismar, selaku Departement Corporate Communication Internal, Kamis, 30 Januari 2014,

Kantor MD Media Fatmawati

46 Ibu Silvia Rita Fariani, selaku Manager Departement Corporate Communication, Kamis, 6

(43)

Selanjutnya elemen corporate identity yang lain yaitu nilai – nilai budaya perusahaan, dalam hal ini MD Media sudah ada konsep dan rancangan dari nilai – nilai budaya perusahaan tersebut, namu belum dapat diimplementasikan dan disetujui oleh Direksi. Hal tersebut dijelaskan oleh Ibu Yulismar, bahwa:

“Ya benar, nilai – nilai budaya perusahaan kami sudah ada tetapi masih belum diresmikan oleh Direksi, kami memiliki 3 (tiga) nilai budaya yang kami adopsi dari Telkom yaitu Solid, Speed, Smart. Dan ketiga nilai budaya tersebut nantinya akan kami diskusikan kepada divisi HR (Human Resource) untuk bekerja sama mengelola dan mengkolaborasikan kepada karyawan MD Media”.47

Lagu perusahaan juga merupakan salah satu identitas perusahaan, MD Media saat ini belum memiliki lagu perusahaan yang dapat mewakili nilai-nilai perusahaan. Namun saat ini hanya menggunakan lagu perusahaan dari Telkom yaitu berjudul ‘Jayalah Telkom’ dan ‘Always The Best’. Selanjutnya dijelaskan oleh Bapak Abimanyu Permadi, bahwa:

“Ya, lagu perusahaan juga menjadi suatu identitas perusahaan ya, karena dengan lagu tersebut berisi tentang harapan dan tujuan kedepannya dari suatu perusahaan dan dapat menjadi suatu penyemangat dalam bekerja. Untuk saat ini lagu perusahaan dalam MD Media belum terbentuk, dan saat ini kami masih menggunakan dan menyanyikan lagu ‘Jayalah Telkom’ dan ‘Always The Best’ yang merupakan lagu dari Telkom, kedua lagu tersebut kami nyanyikan pada saat event-event internal berlangsung untuk dapat memberikan motovasi dan kebanggaan bahwa kami adalah bagian dari Telkom Group”.48

47 Ibu Yulismar, selaku Departement Corporate Communication Internal, Kamis, 30 Januari 2014,

Kantor MD Media Fatmawati

48 Bapak Abimanyu Permadi, selaku Departement Corporate Communication Eksternal, Rabu, 22

(44)

Kendaraan operasional merupakan suatu armada dalam proses branding yang dilakukan oleh MD Media, namun dalam hal ini belum dapat terealisasikan proses branding melalui kendaraan operasional tersebut. Sesuai denga penjelasan dari Bapak Abimanyu Permadi, yaitu:

“Ya, kendaraan memang merupakan suatu armada yang dapat dijadikan sebagai branding dari suatu perusahaan, dan dapat dimanfaatkan sebagai penunjang kegiatan bisnis serta sarana transportasi yang juga dapat menunjang aktivitas bisnis. Untuk saat ini kami belum melakukan branding pada kendaraan operasional tersebut, tetapi kami telah memiliki beberapa kendaraan operasional. Branding dalam kendaraan operasional tersebut baru sampai proses perencanaan”.49

Elemen dari corporate identity selanjutnya yaitu ‘Stationary Kantor’. MD Media sudah mengimplementasikan beberapa stationary yang dapat mendukung proses kinerja perusahaan. Berikut penjelasan dari Ibu Yulismar mengenai stationary kantor yaitu:

“Kami sudah mengimplementasikan beberapa stationary kantor yang dapat mendukung kinerja perusahaan, yaitu mulai dari Kop surat perusahaan. Kami telah mendistribusikan kop surat tersebut, sesuai dengan logo perusahaan yang dibedakan menjadi 2 (dua) kami juga telah membuat 2 (dua) kop surat dengan nuansa logo yang berbeda. Kop surat dipergunakan sebagai media yang berisi informasi yang akan dikirimkan kepada orang yang dituju”.50

49 Ibid

50 Ibu Yulismar, selaku Departement Corporate Communication Internal, Kamis, 30 Januari 2014,

(45)

Gambar 4.2.3.18 Kop Surat Internal Gambar 4.2.3.19 Kop Surat Eksternal

Selanjutnya Ibu Yulismar menjelaskan tentang amplop surat, bahwa:

“Kami juga sudah mengimplementasikan amplop surat untuk kebutuhan internal dan kebutuhan eksternal. Amplop surat berfungsi sebagai pelindung dari surat dan sebagai cover surat tersebut, jika kami mengirimkan informasi melalui surat maka akan lebih terlihat sopan dan resmi jika menggunakan amplop surat karena kami bekerja dalam sebuah perusahaan”.51

Gambar 4.2.3.20 Amplop Surat Internal

(46)

Gambar 4.2.3.21 Amplop Surat Eksternal

Dan Ibu Yulismar juga menjelaskan tentang Id Card dan Kartu Nama yang sudah diimplementasikan dalam perusahaan tersebut, yaitu:

“Kami sudah mengimplementasikan Id Card dan Kartu Nama, sebagaimana namanya id card berfungsi sebagai tanda pengenal karyawan, id card juga di desain sebaik mungkin agar karyawan bangga menggunakan tanda pengenal tersebut dan menjadikan lebih percaya diri ketika berhadapan dengan klien ataupun calon customer. Sedangkan kartu nama juga didesain sebaik mungkin karena dari bentuk tersebut diharapkan klien ataupun calon customer dapat selalu mengingat perusahaan yang menawarkan jasa agar dapat selalu memberikan kesan kenangan tersendiri ketika melihat kembali kartu nama tersebut”.52

Gambar 4.2.3.22 Id Card & Kartu Nama MD Media

(47)

Ibu Yulismar kembali menjelaskan stationary lainnya yaitu berupa company profile, kalender perusahaan, banner ataupun backdrop, blank card, cap perusahaan:

“Stationary kantor yang lainnya yaitu berupa kalender perusahaan dan company profile yang masih dalam rancangan. Selanjutnya yaitu banner dan blank card sudah terealisasikan, banner ataupun backdrop digunakan ketika ada event - event MD Media yang membutuhkan suatu informasi sebagai latar dari konsep tempat acara, biasanya banner dan backdroup tersebut didesain sesuai dengan kebutuhan dan kegiatan apa yang dilakukan mulai dari tema kegiatan, hari, tempat, serta tanggal pelaksanaan, dan juga pastinya ada logo yang menempel dalam banner maupun backdrop”.53

Selanjutnya Ibu Yulismar melanjutkan, bahwa:

“Blank card berfungsi sebagai kartu ucapan, ketika ada karyawan, direksi ataupun staff lainnya yang sedang berulang tahun, atau ucapan hari raya lainnya, kami menggunakan kartu tersebut sebagai media komunikasi yang berikan. Serta cap perusahaan, kami juga telah direalisasikan, cap berfungsi sebagai pengesahan diatas sebuah tanda tangan yang berarti telah melegalkan atau meresmikan suatu keputusan tersebut”.54

Gambar 4.2.3.23 Blank Card MD Media

53 Ibid 54 Ibid

Gambar

Gambar 4.1.7.1 Portofolio Bisnis MD Media
Gambar 4.2.1.1 Core Story
Tabel 4.2.2.1 Time Planning Pembentukan Corporate Identity MD Media
Gambar 4.2.3.2 Guidelines Book
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil uji coba tahap awal memperoleh hasil rerata skor 4,3 dengan kriteria sangat baik dan dapat dikatakan bahwa E-Learning dengan menerapkan

Walaupun USG menghasilkan gambar dalam bentuk dua dimensi dengan penempatan probe yang tepat pada tubuh akan didapat hasil seperti gambaran tiga dimensi.. Keterampilan ini

Pada peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-68 tingkat Kabupaten Murung Raya (Mura), sebanyak 700 orang peserta yang telah mengikuti upacara yang digelar

DESKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang diperlukan seorang pelaksana pekerjaan pemeliharaan jaringan irigasi dalam

Pendekatan yang dapat dilakukan untuk peningkatan lahan pasang surut adalah melalui konsep Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi dan palawija. Komponen teknologi

Penelitian yang dilakukan telah berjalan, telah menghasilkan beberapa kemajuan meliputi proses identifikasi permasalahan, pengumpulan data, perancangan basis data,

Gambar 4.1 Gambar 4.2 Gambar 4.3 Gambar 4.5 Gambar 4.5 Gambar 4.6 Gambar 4.7 Gambar 4.8 Gambar 4.9 Gambar 4.10 Gambar 4.11 Gambar 4.12 Gambar 4.13 Gambar 4.14 Gambar

Hasil evaluasi post tes siswa yang mengalami ketuntasan belajar 9 siswa (69%) dengan rata – rata 68. Hal ini menunjukkan bahwa dalam siklus I ini mengalami