• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAYA PENGASUHAN OTORITER DAN PERILAKU BULLYING DI SEKOLAH MENURUNKAN SELF-ESTEEM ANAK USIA SEKOLAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "GAYA PENGASUHAN OTORITER DAN PERILAKU BULLYING DI SEKOLAH MENURUNKAN SELF-ESTEEM ANAK USIA SEKOLAH"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Pada ibu cerai hidup, semakin tinggi penerapan pengasuhan afeksi yang dilakukan ibu, maka semakin rendah kemungkinan anak untuk menjadi pelaku bullying Perilaku agresif remaja,

Penelitian yang sama terkait hubungan antara kecenderungan berperilaku bullying dengan pola asuh yang diberikan oleh orang tua pada anak menunjukkan bahwa siswa laki-laki

Adapun hasil uji T-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0,05) antara pekerja anak laki-laki dan perempuan pada nilai ekonomi anak masa depan..

Persentase peserta didik yang melaporkan menjadi korban bullying berkisar dari yang terendah yaitu 13% anak perempuan dan 15% anak laki-laki di Swedia, sampai yang

Adapun hasil uji T-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0,05) antara pekerja anak laki-laki dan perempuan pada nilai ekonomi anak masa depan..

Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara pemaafan dengan kecenderungan perilaku bullying pada siswa korban bullying artinya semakin

(1999) menunjukkan bahwa perilaku prososial perempuan lebih tinggi daripada laki-laki karena perempuan lebih empati daripada laki- laki. Hal tersebut menunjukkan

Siswa yang menjadi korban bullying akan menderita secara fisik, tertekan, tidak dapat berkonsentrasi dengan baik di sekolah bahkan menarik diri dari lingkungan