commit to user BAB I PENDAHULUAN
Kebugaran jasmani ialah kemampuan seseorang untuk melakukan pekerjaan sehari-hari dengan ringan tanpa merasakan kelelahan yang berarti dan masih mempunyai cadangan tenaga untuk melakukan kegiatan yang lain. Menurut Muhajir (2004:2), “Kebugaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh melakukan penyesuaian (adaptasi) terhadap pembebasan fisik yang diberikan kepadanya (dari kerja yang dilakukan sehari-hari) tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan”.
Kebugaran merupakan keadaan tubuh seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas setiap hari tanpa mengalami kelemahan yang berarti. Latihan kebugaran jasmani adalah jenis latihan fisik (jasmani) melalui gerakan-gerakan anggota tubuh atau gerakan tubuh secara keseluruhan, dengan maksud untuk meningkatkan dan mempertahankan kebugaran jasmani.
Latihan adalah proses kerja yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Menurut Mukholid (2004:2), “Beban atau intensitasnya semakin hari semakin bertambah agar memberikan rangsangan secara menyeluruh terhadap tubuh”. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan fisik dan mental secara bersama-sama.
A. Latar Belakang Masalah
Kemajuan zaman seperti sekarang ini dan arus globalisasi sangatlah mempengaruhi kehidupan setiap individu di Indonesia maupun di negara-negara lainnya baik ditinjau dari teknologi, gaya hidup dan lain sebagainya. Karena globalisasi itu dapat mempersempit dunia ini akibat perkembangan teknologi yang sangat cepat sehingga memungkinkan manusia untuk hidup serba praktis dan instan. Hampir semua peralatan yang diperlukan manusia saat ini dirancang otomatis.
commit to user
Sehingga kebanyakan pekerjaan dapat dilakukan dengan mudah tanpa harus mengeluarkan tenaga yang besar. Bila ingin menuju suatu tempat, orang hanya perlu mengendarai mobil, sepeda motor dan alat transportasi lainnya. Kecenderungan untuk lebih banyak menonton televisi, bermain permainan yang menggunakan komputer yang banyak menyita waktu seharian untuk duduk didepan komputer, aktivitas belajar yang tinggi dan menyita waktu juga sering dialami oleh remaja sehingga tidak memiliki banyak waktu luang untuk bergerak. Kegiatan tersebut telah banyak memanjakan kita, sehingga kurangnya aktivitas gerak, terlebih untuk remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan yang bila keadaan ini berlangsung lama, maka bisa memungkinkan terjadinya penurunan kesehatan dan munculnya berbagai penyakit akibat kurangnya aktivitas gerak tubuh.
Inaktif merupakan kondisi dimana seseorang jarang melakukan aktivitas yang berkaitan dengan otot tertentu, akibatnya otot tersebut jarang meregang sehingga aktivitas myosin pada aktin pun sedikit. Akibat dari menurunnya aktivitas otot tersebut, otot pun semakin sulit digerakkan/diregangkan melebihi gerakan biasanya. Aktivitas gerak tubuh yang merupakan suatu dasar mencapai tingkat kebugaran jasmani pun menjadi turun. Baik dan buruknya tingkat kebugaran jasmani ditentukan dari aktif dan tidaknya anggota tubuh itu sendiri. Semakin sering tubuh melakukan gerakan, tubuh akan terbiasa bekerja sesuai dengan fungsinya, sehingga dapat meningkatkan nilai kebugaran jasmani.
Menurut Nieman (2001:32), “Kebugaran jasmani didefinisikan sebagai keadaan dinamis antara energi dan vitalitas yang memungkinkan seseorang untuk melakukan tugas sehari-hari dan keadaan darurat yang tidak terduga tanpa kelelahan yang berlebihan”. Sehingga, seseorang yang secara fisik bugar dapat melakukan aktivitas fisik sehari-hari dengan giat, memiliki risiko rendah dalam masalah kesehatan dan dapat menikmati olahraga serta berbagai aktivitas lainnya.
Kesehatan merupakan modal yang penting dalam menjalani berbagai kegiatan untuk memenuhi segala kebutuhan dalam persaingan hidup guna memperoleh kehidupan yang lebih baik, aktivitas seperti itu tentunya akan menguras tenaga, baik fisik ataupun pikiran. Menurut Deforche et al (2003:116),
commit to user
“Kondisi tubuh yang sehat diharapkan dapat mengatasi rasa lelah yang timbul, karena kelelahan yang dialami dapat menyebabkan menurunnya aktivitas, konsentrasi, berkurangnya kewaspadaan, gangguan keseimbangan pada tubuh, menimbulkan kegelisahan dan kebingungan, serta dapat memacu timbulnya penyakit dan infeksi, sehingga daya tahan tubuh terhadap penyakit menjadi berkurang”.
Pada kenyataannya kesehatan dan aktivitas sehari-hari memiliki keterkaitan yang besar. Di jaman yang semakin berkembang ini terlihat sangat nyata bahwa manusia semakin sedikit melakukan aktivitas fisik.
Menurut Riskedas (2007:3), “Hasil penelitian di Indonesia menurut laporan secara nasional diketahui bahwa secara nasional hampir separuh penduduk Indonesia berumur > 10 Tahun (48,2%) kurang melakukan aktivitas fisik. Berdasarkan karakteristik responden diketahui kelompok umur usia 15-24 tahun dengan persentase kurang aktivitas fisik (52%). Dengan tingkat pendidikan tamat SMA (52,6%) dan tamat perguruan tinggi (60,3%). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa masyarakat Indonesia usia 10 tahun keatas kurang melakukan aktivitas fisik”.
Dari beragam pernyataan di atas, sudah dapat dipastikan anak muda (remaja) jaman sekarang memiliki masalah terkait dengan gerak yang mengakibatkan menurunnya kebugaran jasmani. Menurut Ismaryati (2006:23), “Kebugaran jasmani merupakan kondisi yang mencerminkan kemampuan seseorang untuk melakukan tugas dengan produktif tanpa mengalami kelelahan yang berarti”. Menurunnya aktivitas fisik yang dialami remaja sekarang akan menurunkan komponen kebugaran jasmani, salah satunya adalah fleksibilitas otot. Menurut Colberg (2007:37), “Fleksibilitas otot adalah kemampuan tubuh untuk melakukan gerak melalui ruang gerak sendi atau ruang gerak tubuh secara maksimal tanpa dipengaruhi oleh suatu paksaan atau tekanan”. Fleksibilitas otot tersebut secara fisiologis sangat dipengaruhi oleh elastisitas otot, jenis sendi, struktur tulang, jaringan sekitar sendi, tendon dan ligamen di sekitar sendi serta kualitas sendi itu sendiri.
Fleksibilitas merupakan faktor penting untuk melakukan suatu gerakan baik dalam berolahraga ataupun aktivitas fisik lainnya. Akan tetapi, pekerjaan
commit to user
yang berat atau latihan fisik yang keras, koordinasi gerakan yang buruk, postur yang jelek, kurang aktivitas/gerak, gerakan yang monoton dan atau gerakan satu arah, cedera dan nyeri dapat membuat otot mengalami kontraktur, stiffness dan tightness. Menurut Bradford (1998:334), ”Untuk mengatasi masalah pemendekan dan gangguan fleksibilitas yang terjadi serta meningkatkan kerja otot secara optimal, maka dibutuhkan suatu terapi/latihan yang bersifat mengulur jaringan/otot yang mengalami kontraktur/pemendekan untuk mengembalikan fleksibilitas otot tersebut”.
Fleksibilitas merupakan kemampuan otot untuk memanjang/mengulur semaksimal mungkin sehingga tubuh dapat bergerak dengan ROM (Range of
Motion) yang maksimal tanpa disertai dengan rasa tidak nyaman/nyeri. Dalam hal
ini, gangguan yang sering terjadi adalah keterbatasan gerak pada togok (batang tubuh). Oleh karena itu, diperlukan latihan penguluran (stretching) untuk memperbaiki elastisitas pada otot-otot tersebut. Stretching memiliki banyak teknik.
Latihan fleksibilitas ini sangat penting dilakukan karena keadaan otot yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari akan menimbulkan kelelahan yang akan menyebabkan kekakuan (spasme) jika tidak dilakukan peregangan. Menurut Sherry (2007:98), ”Spasme otot yang berlebihan akan menyebabkan kegiatan kontraksi dan relaksasi otot menjadi terbatas. Keterbatasan ini akan semakin menurunkan fleksibilitas otot”. Oleh karena itu penting sekali melakukan stretching untuk menjaga elastisitas otot. Latihan sretching itu dapat berupa latihan active stretching, serta teknik PNF stretching berupa hold relax dan
contract relax.
Menurut Harrel (2006:41) “PNF adalah fasilitasi pada sistem neuromuskuler dengan merangsang propioseptif. PNF terdiri atas dasar konsep, bahwa kehidupan ini adalah sederetan reaksi atas sederetan rangsangan-rangsangan yang diterimanya”. Manusia dengan cara yang demikian akan dapat mencapai bermacam-macam kemampuan motorik. Teknik-teknik PNF, mempunyai maksud; (1) mengajarkan gerakan, (2) menambah kekuatan otot, (3)
commit to user
relaksasi, (4) memperbaiki koordinasi, (5) mengurangi sakit, (6) menambah LGS, (7) menambah stabilitasi, (8) mengajarkan kembali gerakan, (9) memperbaiki sikap.
Hold relax merupakan salah satu teknik PNF dimana kontraksi isometris
mempengaruhi otot antagonis dari otot yang mengalami pemendekan, yang akan diikuti dengan hilang atau kurangnya ketegangan dari otot-otot tersebut. Contract
relax juga merupakan teknik PNF dimana kontraksi otot antagonis (otot yang
mengalami pemendekan) akan meningkatkan kemampuan serta memudahkannya untuk penguluran.
Active stretching merupakan stretching aktif dilakukan dengan
menggunakan otot-otot agonis tanpa mendapat bantuan kekuatan eksternal. Active
stretching aktif penting karena akan membangun fleksibilitas otot secara aktif,
yang mana telah kita diketahui memiliki korelasi yang lebih tinggi dengan prestasi olahraga dibandingkan passive stretching.
Ketiga jenis latihan ini memiliki fungsi untuk meningkatkan fleksibilitas otot. Sehingga penulis ingin membandingkan efektifitas dari ketiga jenis latihan ini terhadap fleksibilitas togok pada adolescent ditinjau dari jenis kelamin.
B. Rumusan masalah
Dari latar belakang yang mendasari penelitian ini, dapat dirumuskan : 1. Apakah ada perbedaan pengaruh latihan active stretching, contract relax,
dan hold relax terhadap peningkatan fleksibilitas togok pada adolescent? 2. Apakah ada perbedaan peningkatan fleksibilitas togok antara adolescent
laki-laki dan perempuan?
3. Apakah ada pengaruh interaksi antara jenis latihan (latihan active
stretching, contract relax, dan hold relax) dengan jenis kelamin terhadap
peningkatan fleksibilitas togok? C. Tujuan
1. Untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan contract relax, hold
relax, dan active stretching terhadap peningkatan fleksibilitas togok
commit to user
2. Untuk mengetahui perbedaan peningkatan fleksibilitas togok antara
adolescent laki-laki dan perempuan.
3. Untuk mengetahui pengaruh interaksi antara jenis latihan (latihan
active stretching, contract relax, dan hold relax) dengan jenis kelamin
terhadap peningkatan fleksibilitas togok. D. Manfaat Penelitian
Pentinganya masalah untuk diteliti terkait dengan manfaat yang akan didapatkan dari hasil penelitian ini. Adapun hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai berikut :
1. Secara praktis penelitian ini akan memberikan sumbangan pemikiran bagi pembaca yang ingin mendalami pengaruh pemberian latihan dalam meningkatkan flesibilitas dengan teknik fisioterapi olahraga.
2. Hasil penelitian ini dapat menambah wawasan pemikir serta dapat pula dijadikan bahan acuan pada peningkatan aktivitas pada laki-laki maupun perempuan.