• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN TAHUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN TAHUN"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2016

1

KATA PENGANTAR

Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah Dinas Pendidikan

Kabupaten Tanah Bumbu disusun berdasarkan Rencana Pembangunan

Jangka Menengah (RPJM) 2016

– 2020 dan Rencana Pembangunan

Jangka Panjang (RPJP) 2011

– 2030 Kabupaten Tanah Bumbu, serta

Renstra Dinas Pendidikan 2016 – 2020.

Rencana Kerja Tahun 2016 Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Bumbu

merupakan penjabaran dari visi, misi, program, dan kegiatan dalam

bentuk rencana yang berorientasi pada hasil yang akan dicapai selama

kurun waktu 1 (satu) tahun dengan memperhitungkan kekuatan,

kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada atau mungkin timbul, nilai–

nilai dan faktor–faktor penentu keberhasilan tujuan pembangunan

pendidikan yang realistis dengan mengantisipasi perkembangan masa

depan yang diinginkan dan dapat dicapai. Dengan demikian, Renstra ini

berfungsi sebagai pedoman arah dalam upaya mencapai tujuan

pembangunan pendidikan di Kabupaten Tanah Bumbu dan menjadi

media komunikasi lintas fungsional semua elemen di SKPD Dinas

Pendidikan dalam melaksanakan dan menjabarkan tugas dan fungsinya.

Oleh karena itu Renja ini perlu dipahami dan dimanfaatkan oleh seluruh

jajaran Dinas Pendidikan serta oleh para pemangku kepentingan

(stakeholders)

dalam

menyusun

rencana,

pelaksanaan,

dan

pengendalian program pembangunan bidang pendidikan secara sinergis

dan berkesinambungan.

Batulicin, Januari 2016

Kepala Dinas Pendidikan

Ir. Sartono, M. Si

(2)

RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2016

2

BAB I

PENDAHULUAN

A.

Latar belakang

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem

Perencanaan Pembangunan Nasional mengamanatkan bahwa

ruang lingkup Perencanaan Pembangunan Daerah mencakup

seluruh penyelenggaraan semua fungsi pemerintahan daerah yang

meliputi semua bidang kehidupan secara terpadu sesuai dengan

sumber daya dan penataan ruang wilayah yang ada dalam satu

kesatuan wilayah Negara Republik Indonesia. Perencanaan

pembangunan daerah sebagaimana dimaksud harus disusun

secara sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh dan tanggap

terhadap

perubahan,

dengan

jenjang

perencanaan

yaitu

perencanaan jangka panjang, perencanaan jangka menengah

maupun perencanaan tahunan.

Rencana kerja (Renja) SKPD Dinas Pendidikan disusun

berdasarkan Rencana strategis (Renstra) Dinas Pendidikan. Proses

penyusunannya melibatkan seluruh bidang melalui beberapa

tahapan yakni tahapan perencanaan dimana masing-masing bidang

menentukan dan membuat desain kegiatan-kegiatan prioritas

beserta rincian tugas serta rumusan tujuan yang jelas, penentuan

ukuran keberhasilah kegiatan, pembiayaan dan waktu. Hasil dari

penentuan kegiatan ini diolah dan dimusyawarahkan untuk

memastikan sejauh mana keterkaitan kegiatan tersebut dengan

dokumen-dokumen perencanaan seperti Renstra SKPD, RPJMD

dan RPJPD.

Rencana Kerja (Renja) Dinas Pendidikan tahun 2016 diarahkan

pada penguatan layanan pendidikan hal ini diselaraskan dengan 5

(3)

RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2016

3

misi pembangunan Pendidikan Kemendiknas seperti yang

tercantum dalam Renstra Kemendiknas yang dikenal dengan misi

5K yaitu (1) Meningkatkan Ketersediaan Layanan Pendidikan, (2)

Memperluas

Keterjangkauan

Layanan

Pendidikan,

(3)

Meningkatkan Kualitas/Mutu dan Relevansi Layanan Pendidikan,

(4) Mewujudkan Kesetaraan dalam Memperoleh Layanan

Pendidikan, dan (5) Menjamin Kepastian Memperoleh Layanan

Pendidikan.

Reorientasi

penyelenggaraan

pendidikan

diperlukan

untuk

meningkatkan mutu pendidikan, dalam hal ini pemerintah melalui

Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah

Daerah menuntut pembangunan pendidikan dioptimalkan di daerah.

Disinilah peran Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan

melaksanakan otonomi pendidikan dengan mengacu pada empat

argumen pokok dalam membuat kebijakan pendidikan yakni

Peningkatan mutu, efisiensi Keuangan, efisiensi administrasi dan

perluasan akses. Rencana Kerja (Renja) Dinas Pendidikan

diselaraskan dengan Rencana Kementrian, Rencana Kerja

Pemerintah Daerah (RKPD), Rencana Kerja Provinsi dan Renstra

SKPD. Adanya keselarasan ini akan memudahkan dalam

pengendalian dan evaluasi ketercapaian layanan Pendidikan

lebih-lebih dalam semangat efisiensi keuangan dan Administrasi sehingga

dapat dijadikan dasar dalam penyusunan Rencana Anggaran

Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD).

B.

Landasan Hukum

1. Undang - Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.

2. Undang - Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan

Negara ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003

Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286 );

3. UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

(Sisdiknas)

(4)

RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2016

4

4. UU No. 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan

Pembangunan Nasional

5. Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan

Daerah ;

6. UU No. 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Antara

Pusat dan Pemerintah Daerah

7. Undang - Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan

Dosen ( Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

157,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

4586 );

8. Undang - Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (

Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor

108,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

4548 );

9. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar

Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia

Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik

Indonesia Nomor 4496 );

10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia

Nomor 32 Tahun 2005 tentang Renstra Kementrian Pendidikan

Nasional 2005 – 2010

11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang

Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008

tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan

Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

12. Peraturan Bupati Tanah Bumbu Nomor 29 Tahun 2014 tentang

Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas dan Tata Kerja Unsur-Unsur

Organisasi Dinas Pendidikan.

13. Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2013 tentang Anggaran

Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Tanah Bumbu;

14. Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Nomor 16 Tahun

2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah

Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2006-2025;

(5)

RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2016

5

15. Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Nomor ...

Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2016-2020.

C.

Maksud dan Tujuan

1. Maksud

Maksud penyusunan Rencana Kerja ini adalah :

a. Sebagai pedoman dalam menentukan dan implimentasi

kegiatan-kegiatan dimasing-masing bidang

b. Sebagai

dasar

dalam

pelaksanaan,

pengendalian,

pengawasan, dan evaluasi kegiatan-kegiatan

c. Sebagai dokumen formal Dinas Pendidikan

2. Tujuan

a. Disemua kegiatan terjadi sinkronisasi, kordinasi dan tercipta

komunikasi bagi ketercapaian sasaran kegiatan.

b. Terjadi kesatuan pemahaman antar pelaksana kegiatan

sehingga tidak terjadi tumpang tindih kegiatan

D.

Sistematika Penulisan

Rencana Kerja (Renja) Dinas Pendidikan tahun 2016 disusun dalam

beberapa bagian dengan sistematika penulisan sebagai berikut :

a. Bab I Pendahuluan : Pada bab ini dijelaskan tentang latar

belakang, Landasan hukum, maksud dan tujuan serta sistematika

penulisan. Dikemukakan secara ringkas pengertian, proses

penyusunan keterkaitan dengan dokumen-dokumen diatasnya

serta refrensi hukum sebagai legalitas formalnya.

b. Bab II Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun Lalu. Bagian ini

memuat review terhadap pelaksanaan Rencana Kerja tahun lalu

dan perkiraan capaian tahun yang akan datang. Sejauh mana

target kinerja dapat dicapai dan memenuhi target

c. Bab III Tujuan, Sasaran, Program dan Kegiatan. Bab ini berisi

Telaahan terhadap kebijakan Nasional menyangkut arah,

kebijakan dan prioritas pembangunan pendidikan. Juga

(6)

RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2016

6

dijelaskan tujuan dan sasaran rencana kerja, uraian garis besar

tentang rekapitulasi dan kegiatan

d. Bab IV Penutup. Pada bagian akhir dikemukakan point-poin

penting yang perlu perhatian serta kaidah-kaidah pelaksanaan

dan diakhiri dengan rencana tindak lanjut dari pelaksanaan

rencana kerja ini.

(7)

RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2016

7

BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU

Evaluasi kinerja merupakan kegiatan lebih lanjut dari kegiatan

pengukuran kinerja dan pengembangan indikator kinerja; oleh karena itu

dalam melakukan evaluasi kinerja harus berpedoman pada

ukuran-ukuran dan indikator yang telah disepakati dan ditetapkan. Evaluasi

kinerja juga merupakan suatu proses umpan balik atas kinerja masa lalu

yang berguna untuk meningkatkan produktivitas dimasa datang, sebagai

suatu proses yang berkelanjutan, evaluasi kinerja menyediakan informasi

mengenai kinerja dalam hubungannya terhadap tujuan dan sasaran.

Evaluasi kinerja merupakan kegiatan untuk menilai atau melihat

keberhasilan dan kegagalan dalam melaksanakan tugas dan fungsi yang

dibebankan, dalam kaitan ini adalah keberhasilan atau kegagalan Dinas

Pendidikan dalam mengemban Visi dan Misi. Evaluasi kinerja merupakan

analisis dan interpretasi keberhasilan atau kegagalan pencapaian kinerja.

Evaluasi kinerja berfungsi untuk :

1. Mengetahui tingkat keberhasilan dan kegagalan kinerja suatu

organisasi

2. Memberikan masukan untuk mengatasi permasalahan yang ada.

Melalui evaluasi kinerja dapat diketahui apakah pencapaian hasil,

kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam pelaksanaan misi dapat

dinilai dan dipelajari guna perbaikan pelaksanaan program/kegiatan di

masa yang akan datang.

A.

Evaluasi Pelaksanaan Renja Dinas Pendidikan Tahun Anggaran

2015

(8)

RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2016

8

Dalam melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Renja Tahun

2015, secara sederhana dilihat dari dua indikator capaian, yaitu

Indikator keluaran (output), yaitu indikator yang diharapkan

langsung dicapai dari suatu kegiatan, baik berupa fisik maupun

berupa non fisik, dan kinerja keuangan yaitu perhitungan realisasi

penyerapan dana sesuai dengan sasaran penyerapan yang telah

ditetapkan dalam upaya melaksanakan kegiatan tersebut.

1. Dari 11 program, ada 67 (enam puluh tujuh) kegiatan yang

tertuang dalam DPA-SKPD Dinas Pendidikan Tahun Anggaran

2015, yaitu : Program Pelayanan Administrasi Perkantoran,

terdapat 12 (dua belas) kegiatan, Program Peningkatan Sarana

dan Prasarana Aparatur, terdapat 2 (dua) kegiatan, Program

Peningkatan Disiplin Aparatur, terdapat 1 (satu) kegiatan,

Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur,

terdapat 2 (dua) kegiatan, Program Pendidikan Anak Usia Dini,

terdapat 9 (sembilan) kegiatan, Program Wajib Belajar

Pendidikan Dasar Sembilan Tahun, terdapat 18 (delapan belas)

kegiatan, Program Pendidikan Menengah, terdapat 13 (tiga

belas) kegiatan, Program Pendidikan Non Formal, terdapat 3

(tiga) kegiatan, Program Pendidikan Luar Biasa, terdapat 3 (tiga)

kegiatan, Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga

Kependidikan, terdapat 3 (tiga) kegiatan dan Program

Manajemen Pelayanan Pendidikan, terdiri dari 1 (satu) kegiatan.

2. Dari sisi kinerja keuangan, capaian realisasi adalah 93,82 % dari

total pagu anggaran sebesar Rp. 339.226.573.113 dengan

realisasi belanja sebesar Rp.318.248.020,548. Realisasi anggaran

Dinas Pendidikan pada tahun 2015. seperti terlihat pada tabel

berikut :

Tabel 2.1

Realisasi Kinerja Keuangan

No

KEGIATAN

PAGU (Rp)

REALISASI

(9)

RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2016

9

Gaji, Tunjangan dan Tambahan Penghasilan

235.422.600.513

223.126.050.285

94.78

I

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

1

Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan

listrik

176.760.000

124.258.310

70.30

2

Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan

kendaraan dinas/operasional

380.500.000

317.545.000

83.45

3

Penyediaan jasa administrasi keuangan

547.700.000

447.100.000

81.63

4

Penyediaan jasa kebersihan kantor

23.512.000

23.478.000

99.86

5

Penyediaan alat tulis kantor

298.566.100

296.792.500

99.41

6

Penyediaan barang cetakan dan penggandaan

219.640.000

178.136.676

81.10

7

Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan

bangunan kantor

60.286.000

10.267.000

17.03

8

Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor

252.785.000

106.525.000

42.14

9

Penyediaan Makanan dan Minuman

193.896.000

144.996.000

74.78

10

Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah

526.703.000

317.563.100

60.29

11

Penyediaan jasa Non PNS

38.544.525.000

38.105.787.510

98.56

12

Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke dalam

daerah

684.250.000

621.133.000

90.78

II

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana

Aparatur

13

Pembangunan gedung kantor

399.500.000

395.817.500

99.08

14

Pemeliharaan rutin/berkala peralatan gedung kantor

37.000.000

30.675.000

82.91

III

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

15

Pengadaan pakaian khusus hari-hari tertentu

67.200.000

66.426.500

98.85

V

Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya

Aparatur

16

Bimbingan teknis implementasi peraturan

perundang-undangan

775.000.000

695.000.000

89.68

17

Daftar usulan perhiitungan angka kredit (DUPAK)

69.300.000

57.850.000

77.44

VI

Program Pendidikan Anak Usia Dini

18

Pembangunan gedung sekolah

434.570.000

432.360.500

99.49

19

Penambahan ruang kelas sekolah

866.630.000

856.732.700

98.86

20

Pengadaan alat praktik dan peraga siswa

203.350.000

200.900.000

98.80

21

Rehabilitasi sedang/berat bangunan sekolah

116.560.000

112.469.750

96.50

22

Pelatihan kompetensi tenaga pendidik

71.445.000

71.445.000

100.00

23

Pengembangan pendidikan anak usia dini

262.250.000

260.000.000

99.14

24

Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini

564.187.500

552.050.000

97.85

25

Pengembangan data dan informasi pendidikan anak

usia dini

47.905.000

46.480.000

97.03

26

Pengembangan kurikulum, bahan ajar dan model

pembelajaran pendidikan anak usia dini

122.495.000

105.485.000

86.11

VII

Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan

Tahun

27

Pembangunan ruang kelas sekolah

8.147.777.000

6.300.875.600

77.38

28

Penambahan ruang guru sekolah

1.050.600.000

954.584.500

90.86

29

Pembangunan taman, lapangan upacara dan fasilitas

parker

883.300.000

847.771.000

95.98

30

Pembangunan perpustakaan sekolah

232.600.000

199.384.000

85.72

31

Pengadaan mebeluer sekolah

2.188.750.000

1.924.905.200

88.06

32

Rehabilitasi sedang/berat bangunan sekolah

1.934.489.000

1.783.266.000

92.18

33

Penyediaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

jenjang SD/MI/SDLB dan SMP/MTS serta pesantren

Salafiyah dan Satuan Pendidikan Non-Islam Setara

SD dan SMP

11.851.830.000

11.782.110.000

99.41

34

Pembinaan minat, bakat, dan kreativitas siswa

943.236.000

630.198.000

66.81

35

Pengembangan materi belajar mengajar

104.175.000

90.151.000

86.54

36

Penyediaan beasiswa retrival untuk anak putus

(10)

RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2016

10

37

Penyelenggaraan akreditasi sekolah dasar

63.652.000

58.378.000

91.71

38

Monitoring, evaluasi dan pelaporan

48.317.500

28.915.000

59.84

39

Ujian Nasional pendidikan dasar sembilan tahun

250.158.000

229.224.640

91.63

40

Ujian Sekolah SD/MI *)

302.115.500

289.605.500

95.86

VIII

Program Pendidikan Menengah

41

Pembangunan gedung sekolah

81.600.000

60.456.000

74.09

42

Penambahan ruang kelas sekolah

6.455.262.000

4.817.552.047

74.67

43

Rehab Sedang/Berat Ruang Kelas Sekolah

462.750.000

436.225.000

94.38

43

Penambahan ruang guru sekolah

1.356.625.000

1.337.225.000

98.57

44

Pembangunan Laboratorium dan ruang praktikum

1.854.525.000

1.758.676.000

94.83

45

Pembangunan taman, lapangan upacara dan fasilitas

parker

708.950.000

682.441.000

96.26

46

Pembangunan Perpustakaan Sekolah

285.525.000

266.625.000

93.38

47

Pembanguna sarana air bersih dan sanitary

309.875.000

299.400.000

96.62

48

Pengadaan meubelair sekolah

1.403.550.000

0

49

Penyediaan Bantuan Operasional Manajemen Mutu

(BOMM)

10.729.860.000

10.528.110.000

98.12

50

Penyediaan beasiswa bagi keluarga tidak mampu

628.950.000

624.000.000

99.21

51

Monitoring, evaluasi dan pelaporan

45.197.500

20.370.000

45.07

52

Ujian nasional pendidikan menengah

179.038.000

120.402.240

67.25

53

Pembinaan minat, bakat dan kreativitas siswa

581.825.000

509.983.000

87.65

IX

Program Pendidikan Non Formal

54

Pengembangan pendidikan keaksaraan

914.830.000

601.747.000

65.78

55

Pengembangan data dan informasi pendidikan non

formal

42.037.500

37.887.500

90.13

56

Pengembangan Kurikulum, Bahan Ajar dan Model

72.050.000

64.400.000

89.38

X

Program Pendidikan Luar Biasa

57

Pelatihan kompetensi tenaga pendidik

27.413.000

0

58

Pelatihan Penyusunan Kurikulum

21.413.000

0

59

Pembinaan minat, bakat dan kreativitas siswa

75.869.000

19.855.000

26.17

XI

Program Peningkatan Mutu Pendidikan dan

Tenaga Kependidikan

60

Pelatihan Bagi Pendidik Untuk Memenuhi Standar

75.840.000

0

61

Pembinaan Kelompok Kerja Guru (KKG)

217.640.000

189.440.000

87.04

62

Pengembangan sistem penghargaan dan

perlindungan terhadap profesi pendidik

140.117.000

83.910.000

59.89

XII

Program Manajemen Pelayanan Pendidikan

63

Penerapan sistem dan informasi manajemen

pendidikan

191.539.000

157.173.000

82.06

Jumlah

339.226.573.113

318.248.020.548

93.82

B.

Analisis Kinerja Pelayanan Dinas Pendidikan

Kriteria pengukuran capaian kinerja yang digunakan adalah target

kinerja sasaran yang ditetapkan setiap tahunnya. Sasaran strategis

merupakan spesifikasi dari tujuan, maksudnya ialah bahwa untuk

(11)

RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2016

11

dapat mencapai tujuan tersebut terlebih dahulu harus dicapai

sasaran-sasaran yang ditetapkan. Oleh karenanya sasaran

dirumuskan untuk jangka waktu yang lebih pendek.

Sasaran-sasaran ini dijabarkan secara detil dan terperinci dalam Rencana

Kerja Tahunan yang terdiri dari beberapa kebijakan, program dan

kegiatan yang dilaksanakan. Rencana tindakan ini bersifat

operasional artrinya mencerminkan kegiatan atau aktivitas yang

akan dilakukan dalam periode waktu tertentu.Sasaran strategis

Dinas Pendidikan sebagaimana tertuang dalam Renstra Tahun

2016 – 2020 adalah diuraikan sebagai berikut :

1.

Meningkatnya

kualitas

ketersediaan

dan

perluasan

keterjangkauan layanan akses pendidikan bagi anak usia

sekolah.

2.

Meningkatnya kualitas pendidikan yang mempunyai daya

saing tinggi.

3.

Meningkatnya penyelenggaraan lembaga pendidikan yang

mengacu pada Manajemen Pendidikan Berbasis Sekolah

(MPBS).

Dari tiga sasaran strategis tersebut selanjutnya ditetapkan indikator

kinerjanya, yaitu :

1.

Meningkatnya APK PAUD, APK SD/MI/Paket A, APM SD/MI,

APK SMP/MTs/Paket B, APM SMP/MTs dan APK

SMA/SMK/MA/Paket C dan APM SMA/SMK/MA

2.

Meningkatnya persentase angka melek huruf usia 15 tahun

keatas.

3.

Meningkatnya angka rata-rata lama sekolah.

4.

Meningkatnya rasio siswa SMK berbanding siswa SMA

5.

Meningkatnya jumlah pendidik berkualifikasi S1 dari jenjang

TK, SD, SMP dan SMA/SMK.

6.

Meningkatnya persentase guru bersertifikasi.

7.

Meningkatnya persentase sekolah yang memiliki perpustakaan

dari jenjang SD, SMP sampai SMA/SMK.

(12)

RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2016

12

8.

Meningkatnya jumlah sekolah terakreditasi minimal B jenjang

TK, SD, SMP dan SMA/MA dan jumlah program studi yang

terakreditasi minimal B jenjang SMK.

9.

Meningkatnya persentase lulusan SMK yang langsung diterima

di Dunia Usaha Dan Industri.

10. Meningkatnya

persentase

pelaksanaan

Manajemen

Pendidikan Berbasis Sekolah jenjang SD, SMP, SMA/SMK.

Adapun capaian kinerja sesuai dengan Renstra Tahun 2016 – 2020,

yang telah diimplementasikan dalam program dan kegiatan tahun

2016 adalah sebagai berikut .

Sasaran 1 :

Meningkatnya

kualitas

ketersediaan

dan

perluasan

keterjangkauan

layanan

akses

pendidikan bagi anak usia sekolah;

Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran 1, dapat

digambarkan sebagai berikut :

Tabel 2.2

Indikator Kinerja

Target

Realisasi

%

Meningkatnya :

- APK PAUD

- APK SD/MI/Paket A

- APM SD/MI

- APK SMP/MTs/Paket B

- APM SMP/MTs

- APK SMA/MA/SMK/Paket C

- APM SMA/MA/SMK

54,00 %

117,65%

99,50 %

100,00 %

80,10 %

75,00 %

60,87 %

56,20 %

117,09 %

99,37 %

92,94 %

72,45 %

77,31%

56,68%

104%

99,54 %

99,86 %

92,94 %

90,44 %

103 %

93,11%

Meningkatnya % angka melek

huruf penyandang buta aksara

usia 15 th ke atas

96,90 %

95,92%

98,98 %

Rata-rata lama sekolah

8,3 thn

7,70 thn

92,77

(13)

RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2016

13

Perluasan akses pendidikan merupakan pilar kebijakan yang

diarahkan untuk memperluas daya tampung satuan pendidikan,

dengan tujuan akhir agar semua masyarakat mempunyai

kesempatan yang sama dalam mendapatkan layanan pendidikan.

Pada tahun 2015 telah dilaksanakan sejumlah program perluasan

akses pendidikan sebagai implementasi dari kebijakan pokok

perluasan dan pemerataan akses pendidikan. Sehingga secara

tidak langsung dari pencapaian yang diperoleh dari implementasi

tersebut, menunjukkan adanya peningkatan kinerja Dinas

Pendidikan, walaupun secara keseluruhan belum maksimal sesuai

dengan target kinerja yang telah ditetapkan.

a. APK PAUD yang dicapai pada tahun 2015 diharapkan sesuai dari

target kinerja yang ditetapkan. Kondisi ini disebabkan

meningkatnya jumlah peserta didik PAUD non Formal yang

dikembangkan secara swadaya dari masyarakat melalui lembaga

Kegiatan Bermain (Play Group) dan Tempat Penitipan Anak

terutama dampak dari gerakan satu desa satu PAUD APK PAUD

melampaui target yang ditetapkan yakni 56,20% dari 54%

b. APK SD/MI/Paket A yang tercapai tahun 2015 sebesar 117,19 %

dari target 117,65 %. Hal ini berarti ada kekurangan sekitar 0,46

% dari target . APK di atas 100% menandakan bahwa akses

layanan pendidikan untuk penduduk usia 7-12 tahun telah

tercapai, kelebihan capaian APK tersebut disebabkan adanya

siswa yang berasal dari daerah lain yang mengikuti orang tuanya

bekerja di tanah bumbu. Adapun terjadinya Sehingga bila terjadi

penurunan angka ini tidak berdampak pada akses layanan yang

disediakan, Kondisi tidak tercapainya target ini disebabkan

adanya beberapa perusahaan di kecamatan yang menutup

usahanya sehingga terjadi angka mutasi anak usia 7 - 12 th

darikeluar kabupaten Tanah Bumbu. Hal ini adalah salah satu

dampak dari PHK di beberapa perusahaan yang ada di beberapa

kecamatan

(14)

RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2016

14

c. APM SD/MI/paket A yang tercapai tahun 2015 sebesar 99,37%

dari target 99,50 %. Hal ini berarti ada kekurangan sekitar 0,23 %

dari target. Angka Partisipasi Murni ini lebih dipengaruhi oleh

anak usia siswa baru yang mendaftar masih berusia dibawah 7

Tahun dan jumlah siswa yang usianya diatas 12 tahun, tentu hal

ini akan mempengaruhi capaian APM.

d. APK SMP/MTs/Paket B yang tercapai pada tahun 2015 sebesar

92,94% % dari target 100,00 %. Kondisi ini menunjukkan bahwa

ada sekitar 7,06% pendduk usia 13-15 tahun belum memperoleh

akses layanan pendidikan SMP/MTs/Paket B. Hal ini disebabkan

belum meratanya penyebaran pelayanan untuk jenjang SLTP dan

masih adanya sikap sebagian orang tua yang menghendaki

anaknya untuk bekerja daripada sekolah dalam usia tersebut

khususnya didaerah pesisir dan terpencil.

e. APM SMP/MTs yang tercapai pada tahun 2015 sebesar 72,45 %

dari target 80,10 %. Kondisi ini menunjukkan bahwa

terdapat7,65% penduduk usia 16-18 belum bersekolah. Hal ini

perlu upaya konkrit untuk memprogramkan kegiatan-kegiatan

fisik untuk menambah daya tampung sekolah, dan adanya upaya

meningkatkan kesadararan orang tua untuk menyekolahkan

anaknya melalui program sosialisasi, baik secara langsung

maupun melalui alat-alat publikasi lainnya

f. APK SMA/MA/SMK/Paket C yang tercapai pada tahun 2015

sebesar 77,31 % dari target 75,00 %. Kondisi ini menunjukkan

bahwa capaian APK SMA/SMK/MA melebihi target sebesar 2,31

% . Kenaikan ini sebagai dampak dari beberapa program yang

dilaksanakan antara lain Bantuan Operasional Manajemen Mutu

(BOMM), program Kartu sehat dan Pintar, pembangunan fisik

bangunan dan penambahan jumlah Unit Sekolah Baru yang

didirikan di Tahun 2015. Baik yang dilakukan oleh Pemerintah

daerah maupun masyarakat.Masih rendahnya angka Partisipasi

Kasar jenjang SMA/SMK/MA/Paket C ini disebabkan oleh belum

terjangkaunya layanan pendidikan didaerah-daerah yang jauh

(15)

RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2016

15

dari kecamatan, dan lulusan SMP/MTs yang melanjutkan

kesekolah ke daerah yang lebih maju.

g. APM SMA/MA/SMK yang tercapai pada tahun 2015 sebesar 56,32

% dari target 60,87 %. Kondisi ini menunjukkan bahwa APM

SMA/SMK/MA belum mencapai target yang ditetapkann, hal ini

disebabkan masih terdapat siswa yang berusia dibawah 16 Tahun

dan siswa yang berusia diatas 18 tahun,

Dalam rangka meningkatkan daya tampung dari satuan pendidikan

TK/PAUD sampai dengan Sekolah Menengah, maka diupayakan

melalui penambahan dan perluasan akses. Pelaksanaan peran ini

melalui pembangunan gedung sekolah baru dan penambahan ruang

kelas baru.

Salah satu indikator kunci Renstra Kementerian Pendidikan

Nasional adalah peningkatan rasio siswa SMK : siswa SMA = 54 :

46, pada tahun 2015. Kondisi ini diharapkan agar SMK mampu

mencetak lulusan sebagai angkatan kerja yang potensial, sesuai

dengan potensi daerah masing-masing. Hal ini tentunya perlu

didukung dengan ketersediaan prasarana dan sarana yang

memadai, disamping pendidik yang handal sesuai dengan

kompetensinya. Pada tahun 2015 capaian target sudah

menunjukkan hasil yang signifikan melebihi 100 %, atau siswa SMK

di Tanah Bumbu sudah mencapai 57 : 46 dari target 50 : 50 angka

ini menunjukkan bahwa lebih dari seluruh jumlah siswa

SMA/MA/SMK . Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah

dengan peningkatan akses untuk SMK. Tahun 2015 telah terlaksana

pembangunan ruang kelas baru, khususnya melalui dana Dana A

lokasi Khusus (DAK)

Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Indeks)

menempatkan salah satu indikatornya peningkatan prosentase

angka melek huruf bagi penyandang buta aksara usia 15 th ke atas.

Pada tahun 2015 telah prosentase melek aksara bagi penyandang

buta aksara usia 15 th ke atas adalah 95,92% atau capaian target

(16)

RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2016

16

kinerja sebesar 96,90%, sehingga saat ini di Kabupaten Tanah

Bumbu masih terdapat penyandang buta aksara sebesar 4,08%.

Padahal kondisi ideal tahun 2015 harus sudah mencapai angka

kurang dari 2 % untuk penyandang buta aksara di kabupaten Tanah

Bumbu. Upaya nyata yang harus dilaksanakan oleh Dinas

Pendidikan sebagai dinas teknis yang secara langsung menangani

masalah tersebut adalah dengan program Keaksaraan Fungsional

(KF). Diharapkan melaui program KF ini, akan terlaksana

pembelajaran yang berkelanjutan, sehingga bagi penyandang buta

aksara yang telah dinyatakan lulus dan mendapat Surat Keterangan

Melek Aksara (SUKMA) dapat melakukan secara mandiri baca, tulis

dan berhitung.

Selanjutnya, indikator IPM yang berpengaruh adalah rata-rata lama

sekolah. Pada tahun 2015 ini, angka rata-rata lama sekolah

kabupaten Tanah Bumbu mencapai 7,70 tahun dari target 8,03

tahun. Sehingga apabila dilihat dari sub indikator prosentaseAngka

Kelulusan Tahun 2015 (AK) SD/MI = 100 %, SMP/MTs = 100 %

dan SMA/MA/SMK = 100 %, telah menunjukkan hasil yang

signifikan. Sedangkan dari persentase Angka Putus Sekolah (APS),

masih cukup tinggi, namun demikian dari target yang diharapkan <

1 %, dapat dicapai APS SMP mencapai 0,8 %.

Sasaran 2 :

Meningkatnya kualitas pendidikan yang

mempunyai daya saing tinggi;

Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran 2, dapat

digambarkan sebagai berikut :

Tabel 2.3

(17)

RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2016

17

Persentase Kualifikasi pendidik

S-1

- TK

- SD

- SMP

- SMA/SMK

5,62%

45,18 %

92,65 %

96,78 %

5,46 %

47,65 %

91,54 %

94,89 %

97,15 %

105,47 %

98,8 %

98,05 %

Persentase Guru Bersertikasi

-

-

-

Persentase sekolah memiliki

perpustakaan

- SD

- SMP

- SMA/SMK

24,01 %

57,80 %

50,79 %

20,23 %

56,98 %

47,20 %

84,26 %

98,58 %

92,00 %

Jumlah sekolah terarkreditasi

minimal B

- TK

- SD

- SMP

- SMA/MA

4,87 %

7,80 %

25,12 %

19,32 %

4,71 %

7,12 %

21,02 %

18,23 %

96, 71 %

91,28 %

83, 68 %

94,36 %

Persentase Lulusan SMK di

terima di Dunia Usah dan Dunia

Industri (DUDI)

60 %

42 %

32,50 %

Dalam konteks pendidikan pengertian mutu mengacu pada dua hal

yakni pada proses pendidikan dan hasil (outcome) pendidikan.

Untuk tercapainya target diatas Dinas Pendidikan harus

memfasilitasi dan mendorong beberapa hal sebagai berikut : 1)

Perhatian harus ditekankan pada proses dengan terus menerus

mengumandangkan peningkatan mutu. 2) Memastikan bahwa

setiap sekolah memiliki misi dan target mutu yang ingin dicapai. 3)

Adanya harapan dan keinginan yang kuat dari semua komponen

sekolah( Kepala Sekolah, guru, siswa dan staf . 4)Evaluasi terus

menerus terhadap aspek akademik, administrasi dan pemanfaatan

hasilnya untuk perbaikan mutu. 5) Dukungan yang kuat dari orang

tua siswa dan masyarakat.

Standar pendidik dan tenaga kependidikan mengindikasikan suatu

indikator keharusan yang harus dimiliki oleh pendidik dan tenaga

kependidikan. Persentase kualifikasi pendidikan tenaga pendidik

(18)

RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2016

18

pada tahun 2015 secara rata-rata masih sangat jauh dari harapan

untuk guru PAUD 5,46% guru berijazah S1 PG-PAUD, untuk guru

SD 47,65% yang berijazah S1 PGSD, untuk guru SMP 91,54 dan

untuk guru SMA 94,89 yang berijazah S1 sehingga kedepan

peningkatan kualifikasi akademik pendidik menjadi program prioritas

dan mutlak dilaksanakan agar guru memiliki kualifikasi pendidikan

yang memadai. Disemua jenis dan jenjang pendidikan tingkat

pendidikan minimal yang harus dimiliki guru adalah Diploma IV atau

S1 dengan sendirinya diharapkan jumlah guru yang bersertifikasi

juga dapat ditingkatkan. Namun secara umum dari target yang

diharapkan, terhadap peningkatan kualifikasi guru pada tahun 2015

telah menunjukkan hasil peningkatan yang cukup signifikan, artinya

bahwa keinginan dari pendidik untuk mengikuti pendidikan

peningkatan kualifikasi ke S-1, khususnya pada satuan pendidikan

SD telah meningkat dari tahun ke tahun.

Terkait sarana beberapa program yang terus menerus harus

dilaksanakan antara lain pengadaan alat/media pendidikan, meja

kursi, perpustakaan, laboratorium dengan kelengkapan dan

keragaman jenis peralatan, laboratorium komputer dan multimedia

lab bahasa dll. Namun pada tahun 2015 kegiatan tersebut tidak

dilaksanakan, tetapi lebih mengarah kepada peningkatan akses,

yaitu berupa pembangunan ruang kelas baru.

Sebagai tolok ukur akan kualitas sebuah proses pendidikan

dilakukan evaluasi untuk penjaminan dan pengendalian mutu satuan

pendidikan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. Data

diatas cukup menggembirakan sebagian besar sekolah telah

terakreditasi ini diperlukan pembinaan secara intens agar dapat

dipertahankan secara berkelanjutan

Sementara untuk lulusan SMK masih belum sebagaimana yang

diharapkan. Sehingga ke depan diharapkan adanya upaya terus

menerus peningkatan mutu SMK melalui pengembangan program

(19)

RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2016

19

berbasis lokal dan memenuhi kebutuhan daerah. Kondisi ini

tentunya harus didukung dengan ketersediaan sarana dan

prasarana latihan/praktikum yang memadai.

Sasaran 3 :

Meningkatnya

penyelenggaraan

lembaga

pendidikan yang mengacu pada manajemen

berbasis Sekolah (MBS);

Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran 3, dapat

digambarkan sebagai berikut :

Tabel 2.4

Indikator Kinerja

Target

Realisasi

%

Persentasesekolah yang

melaksanakan MBS

SD

SMP

SMA

SMK

4,74 %

14,21 %

15,43 %

27,00 %

4,70 %

13,53 %

12,98 %

23,43 %

99,16 %

95,21 %

84,12 %

86,78 %

Salah satu program desentralisasi dibidang pendidikan adalah

adanya Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang ditandai adanya

otonomi luas tingkat sekolah dan partisipasi masyarakat yang tinggi

tetapi tetap dalam kerangka kebijakan pendidikan nasional. Dalam

hal pelaksanaan MBS dan keterlibatan komite sekolah realisasinya

cukup menggembirakan namun perlu terus didorong melalui :

penyusunan program sekolah dilaksanakan dengan mengutamakan

kepentingan proses belajar mengajar bukan untuk kepentingan

administrasi saja.

Peran kepala sekolah dan komite sekolah dalam mewujudkan

otonomi satuan pendidikan di jenjang pendidikan dasar dan

menengah sangat signifikan. Kepala sekolah berperan sebagai

edukator (pendidik), manajer (pengelola), supervisor (pengawas),

leader (pemimpin), innovator (pembaharu) dan motivator

(20)

RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2016

20

(pendorong) . Sebagai manajer kepala sekolah merencanakan,

mengorganisasikan, mengimplementasikan, dan mengendalikan

pelaksanaan berbagai program sekolah. Sedangkan komite sekolah

sebagai partner dimana mewujudkan kepedulian dan partisipasi

masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan di wilayahnya.

C.

Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD

1.

Isu-Isu Strategis

Berdasarkan hasil evaluasi dan analisa terhadap kinerja

pelayanan Dinas Pendidikan tahun sebelumnya dan capaian

kinerja pelayanan yang sudah dijabarkan pada subbab

sebelumnya, maka beberapa isu penting dalam pelaksanaan

tugas dan fungsi Dinas Pendidikan sebagai pelaksana urusan

pemerintahan daerah berdasarkan azas otonomi dan tugas

pembantuan di bidang pendidikan, antara lain :

a.

Menyediakan layanan pendidikan yang luas, merata, dan

terjangkau

pada

semua

jenis

dan

jenjang

pendidikanmelalui

pembebasan

pembiayaan

bagi

masyarakat.

b.

Meningkatkan kualitas dan relevansi layanan pendidikan

melalui peningkatan kualifikasi, kompetensi pendidik, dan

sarana pembelajaran pada semua jenis dan jenjang

pendidikan.

c.

Memberikan kepastian dan jaminan memperoleh layanan

pendidikan melalui kerjasama dunia usaha dan dunia

industri.

2.

Tantangan dan Hambatan Pelayanan SKPD

Isu-isu strategis yang berpengaruh terhadap perencanaan

strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Bumbu timbul

(21)

RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2016

21

baik dari sudut kelebihan maupun kekurangan yang

disebabkan oleh faktor internal dan eksternal..

a.

Tantangan dan Hambatan internal antara lain:

1). Sarana Prasarana yang belum memadai

2). Sistem kerja yang belum optimal

3). Administrasi yang belum tertib

4). Pengetahuan dan pemahaman tehadap

perudang-undangan relatif rendah

5). Semangat dan etos kerja belum maksimal

b.

Tantangan dan Hambatan eksternal antara lain:

1)

Masyarakat dan dunia usaha belum berperan secara

aktif dalam pembangunan pendidikan,

2)

Terbatasnya lapangan pekerjaan untuk lulusan SMK

3)

Masih

sangat

terbatasnya biaya

operasional

pendidikan di sekolah-sekolah terutama di tingkat TK

dan SD.

4)

Pendidikan anak usia dini belum terlaksana dengan

baik

5)

Dampak modernisasi dan globalisasi semakin nyata

6)

Kepastian hukum di kalangan masyarakat belum

terjamin

7)

Perkembangan dan perubahan kurikulum belum

mampu diikuti dengan cepat

8)

Akses

informasi dan

komunikasi

di

bidang

pendidikan masih sangat terbatas

D.

Review Terhadap Rancangan Awal RKPD

Membandingkan program dan kegiatan yang ada pada rancangan

awal RKPD Tahun 2016 terhadap hasil analisis kebutuhan program

dan kegiatan,banyak terdapat perbedaan baik pada target capaian

(22)

RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2016

22

dan pagu indikatif terhadap kebutuhan dana pada program dan

kegiatan Dinas Pendidikan. Namun tetap menjadi perhatian bahwa

target capaian dan pagu masih bisa mengalami perubahan karena

pertimbangan prioritas program dan kegiatan dan hasil capaian pada

tahun sebelumnya.

E.

Penelaahan Usulan Program Dan Kegiatan Masyarakat

Dalam rangka menyamakan pandangan tentang bagaimana

penyusunan Renja SKPD yang komprehensif dan dapat sesuai

dengan kebutuhan lokal, selain itu agar perencanaan dapat tepat

guna dan tepat sasaran, yang selanjutnya dapat dijadikan acuan

dalam penyusunan rencana kerja tahunan Dinas Pendidikan

Kabupaten Tanah Bumbu, maka perlu adanya penelaahan terhadap

usulan masyarakat atau dalam konteks perencanaan disebut

dengan perencanaan bottom up.

Usulan dari masyarakat ini biasanya diakomodir melalui kegiatan

musrenbang secara berjenjang, yang selanjutnya di rekapitulasi

untuk dimasukkan dalam renja SKPD. Adapun usulan dari

masyarakat untuk dimasukkan dalam Renja Dinas Pendidikan

Tahun 2016 meliputi 11 program 67 kegiatan yang tersebar dalam

10 kecamatan.

(23)

RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2016

23

BAB III

TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

A.

Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional

Kebijakan pendidikan(education policy) adalah keseluruhan proses

dan hasil perumusan langkah-langkah strategis pendidikan yang

dijabarkan dalam visi dan misi pendidikan dalam mewujudkan

tercapainya tujuan pendidikan dalam suatu masyarakat untuk kurun

waktu tertentu. Proses formulasi dan implementasi kebijakan

pendidikan tidaklah steril dari aneka pengaruh eksternal yang

komplek. Kompleksitas persoalan pendidikan misalnya menyangkut

seberapa jauh semua golongan masyarakat memiliki akses yang

sama untuk memperoleh pendidikan ?. Apakah pendidikan telah

dapat melayani secara merata terhadap semua masyarakat ?.

Mengapa mutu pendidikan belum dapat beranjak secara signifikan,

seberapa besar relevansi program pendidikan dengan dunia usaha

?. Bagaimana upaya efisiensi penyelenggaraan pendidikan.

Kebijakan apa yang sedang dan akan dilaksanakan, bagaimana

cara perumusan dan implementasi kebijakan pendidikan dst.

Arah Kebijakan pembangunan pendidikan nasional seperti yang

tercantum dalam Rencana Pembangunan Pendidikan Nasional

Jangka Panjang (RPPNJP) dijabarkan dalam empat tema

pembangunan pendidikanyaitu priode 2005-2009 fokus pada

peningkatan kapasitas dan modernisasi. Priode 2010-1015 fokus

pada penguatan pelayanan. Priode 2016-2020 fokus pada

penguatan daya saing regional dan priode 2021-2025 fokus pada

penguatan daya saing Internasional.

Sebagai implementasi dari tema-tema pembangunan priode

2016-2020 tersebut Kementrian Pendidikan Nasional telah menjabarkan

nya dalam lima isu pembangunanyaitu, peningkatan ketersediaan

layanan

pendidikan,

peningkatan

keterjangkauan

layanan

pendidikan, peningkatan kualitas dan relevansi layanan pendidikan,

(24)

RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2016

24

peningkatan Kesetaraan memperoleh layanan pendidikan dan

peningkatan kepastian dan keterjaminan memperoleh layanan

pendidikan.

B.

Tujuan dan Sasaran Renja 2016

Untuk tercapainya tujuan dan sasaran rencana kerja Dinas

Pendidikan Tahun 2016 telah disusun beberapa kegiatan

berdasarkan beberapa pertimbangan yang rasional, prioritas dan

unggulan dan disesuaikan dengan sumber daya yang dimiliki.

Tujuan dan sasaran Rencana kerja inidiarahkan pada keberhasilan,

ketercapaian, prestasi, dan berdimensikinerja. Ada beberapa faktor

yang menjadi pertimbangan dalam penentuan programdan kegiatan

antara lain

a. Kebijakan Pemerintah daerah bidang pendidikanberdasarkan

rumusan-rumusan dalam Rencana Pembangunan Jangka

Menengah (RPJM) yang disesuaikan dengan visi misi

pemerintah daerah

b. Sekala prioritas, yakni kegiatan-kegiatan dengan tingkat

kepentingan untuk direalisasikan sangattinggi

c. Sejauh mana dampak kegiatan tersebut bagi kemajuan

pendidikan

d. Efisiensi dan efektifitas kegiatan, menyangkutpembiayaan,

pengelolaan dan pelaksanaan

e. Progres kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya

Sebagai ikhtiar untuk merealisasikan tujuan dan sasaran-sasaran

pendidikan, Rencana Kerja(Renja) tahun 2016 dibagi dalam 8

(delapan) program utama dan 3 (tiga) program penunjang.

Masing-masing program tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut:

1. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

2. Program Pendidikan Anak Usia Dini

3. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 (Sembilan)tahun

4. Program Pendidikan Menengah

(25)

RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2016

25

6. Program Pengembangan Pendidikan Luar Biasa

7. Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan

8. Program Manajemen pelayanan Pendidikan

Program Penunjang antara lain:

1. Program pelayanan administrasi, perkantoran

2. Program peningkatan sarana prasarana aparatur

3. Program peningkatan disiplin aparatur

Kegiatan-kegiatan

yang

telah

dirumuskan

tersebut

dalam

perjalanannya terkadang mengalami pergeseran waktu pelaksanaan

dan pembiayaan, dikarenakan adanya penyesuaian dan penetapan

anggaran dan dinamika kebijakan (regulasi), dengan menyesuaikan

sekala prioritas. Hal ini memang diatur sedemikian rupa agar lebih

fleksibel dengan dinamika kebijakan dan pembiayaan.

Gambaran khusus tentang rencana kerja tahun 2016 yang memuat

program dan kegiatan dapat dilihat dari Lampiran Tabel 3.1.

(26)

RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2016

26

BAB IV

PENUTUP

Substansi rencana kerja ini adalah bagaimana semua program dan

kegiatantelah direncanakan, sehingga seluruh kebijakan-kebijakan

pendidikan dapat dilaksanakan. Dalam pelaksanaan rencana kerja perlu

dilihat konsistensi kegiatan, sekala prioritas dan ketersediaan anggaran,

dan kebijakan pemerintah, Usaha-usaha efisiensi dan efektifitas

pelaksanaankegiatan menjadi fokus pelaksana kegiatan.

A. Kaidah Pelaksanaan

a. Tata kelola

Implementasi Rencana Kerja Dinas Pendidikan menuntut

pengembangan sistem dan tata kelolatersendiri. Perlu dilakukan

penataan terhadap tugas dan tanggung jawab dalam

melaksanakan program dan kegiatan yang ditetapkan untuk

mewujudkan sasarandan tujuan kegiatan, mencakup kegiatan

penyusunan standar operasi dan prosedur (SOP), sosialisasi dan

pengendalian pelaksanaan program kegiatan

b. Pengendalian dan pengawasan

Pengendalian terhadap implementasi Renja dilakukan melalui

pengawasan internal yang merupakan tanggung jawab

masing-masing bidang. Sistem pengawasan internal yang efektif

dilakukan melalui pengendalian operasional dan finansial,

manajemen resiko, sistem informasi manajemen dan kepatuhan

terhadap peraturan perundang-undangan, Pengawasan internal

bertujuan untuk memastikan sistem tata kelola implementasi

renja sesuai dengan sistem tata kelola pemerintah daerah.

c. Sistem pemantauan dan evaluasi

Pemantauan dan evaluasi bertujuan untuk mengetahui tingkat

pencapaian dan kesesuaian antara rencana yang telah

ditetapkan dalam renja dengan hasil yang dicapai.

(27)

RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2016

27

Prinsip Pemantauan dan evaluasi antara lain dilakukan sebagai

berikut :

1. Kejelasan tujuan dan hasil yang diperoleh dari pemantauan

evaluasi

2. Pelaksanaan dilakukan secara efektif

3. Dialakukan oleh petugas yang memahami konsep, teori dan

proses

serta

berpengalaman

dalam

melaksanakan

pemantauan dan evaluasi;

4. Dilakukan secara terbuka dan transparan

5. Pelaksanaan dapat dipertanggungjawabkan secara internal

dan eksternal

6. Dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan dan berbasis

indikator kinerja.

B. Rencana Tindak Lanjut

Rencana Kerja ini disosialisasikan disemua hirarki organisasiagar

terjadi kesatuan pemahaman.Menjadi dasar pelaksanaan program

dan kegiatan disemua jenjang.

(28)

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN 1

Tabel 2.2.1 : Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga terhadap

Pencapaian Renstra Dinas Pendidikan Pemuda

dan Olahraga s.d Tahun 2013

LAMPIRAN 2

Tabel 2.2.2 : Pencapaian Kinerja Pelayanan SKPD Dinas

Pendidikan Pemuda dan Olahraga

LAMPIRAN 3

Tabel 2.2.4 : Review Terhadap Rancangan RKPD Tahun 2014

LAMPIRAN 4

Tabel 2.2.5 : Usulan Masyarakat Terhadap Rencana Program

dan Kegiatan pada Pendidikan Pemuda dan

Olahraga Th. 2014

LAMPIRAN 5

Tabel 3.1 : Rumusan Rencana Program dan Kegiatan SKPD

Tahun 2014 dan Prakiraan Maju Tahun 2015

(29)

Target Renja

SKPD tahun

2015

Realisasi

Renja SKPD

tahun 2015

Ringkasan

Realisasi (%)

Realisasi

Capaian

Program dan

Kegiatan s.d

tahun berjalan

(tahun 2015)

Tingkat

Capaian

Realisasi

Target

Renstra (%)

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

1

01

Urusan : Wajib

1

01

Bidang Urusan Pemerintah Daerah : Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga

1

01 15

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

(PAUD)

Tingkat Partisipasi PAUD

Tersedianya Alat Permainan

Edukatif

1

01 15 19 Pengadaan Meubelair Sekolah

Tersedianya Meubelair TK Neegri

dan SKB

1

01 15 18

Pengadaan Alat Praktik dan Peraga

Siswa

Tabel 2.2.1

Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja Dinas Pendidikan

dan Pencapaian Renstra Dinas Pendidikan s.d Tahun 2015

Kabupaten Tanah Bumbu

Target dan Realiasi Kinerja Program dan

Kegiatan Tahun 2015

Target

Program dan

Kegiatan

(Renja SKPD

tahun 2016)

Perkiraan Realisasi Capaian

Target Renstra SKPD s.d

Tahun Berjalan

TARGET KINERJA

CAPAIAN PROGRAM

(RENSTRA SKPD)

THN 2011 -2015

KODE

INDIKATOR KINERJA PROGRAM

(OUTCOME)/KEGIATAN (OUTPUT)

1

Realisasi

Target Kinerja

Hasil Program

dan Keluaran

Kegiatan s.d

tahun 2014

1

01 15 01

1

01

Fasilitas Pembentukan PAUD

Terpadu

1

01 15 59

Penyelenggaraan Pendidikan Anak

Usia Dini (PAUD)

Dana Opperasional TK/AB/RA, KB

dan TPA

1

01 15 58

Pengembangan Pendidikan Anak

Usia Dini

Terlaksananya rehab Sanggar

Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten

Tanah Bumbu Pagatan dan 5 Unit

TK

1

01 15 57

Pelatihan Kompetensi Tenaga

Pendidik

Pelatihan Komppetensi Kepala dan

Guru PAUD

1

01 15 42

Rehabilitasi sedang/berat

bangunan sekolah

Terlaksananya pengembangan

data dan informasi PAUD

1

01 15 60

Pengembangan Data dan Informasi

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

15 03

Pembangunan Gedung Sekolah

Penambahan Ruang Kelas

Jumlah ruang kelas TK yang

dibangun

8 ruang

-123 paket

… paket

24 paket

… paket

25 paket

… paket

840 buah

- buah

Jumlah gedung TK dan PAUD

yang terbangun

45 unit

1 unit

- unit

3 unit

27 unit

4 unit

12 ruang

-

-

-1950 buah

… buah

- buah

- buah

20 lembaga

… siswa

184 sekolah

19371 siswa

…sekolah

92 sekolah

..sekolah

8765 siswa

.. sekolah

22940 siswa

60 lembaga

…siswa

7940 siswa

… siswa

-

360 orang

175 guru

….orang

120 orang

….orang

120 guru

….orang

1 unit

-

-

-264 lembaga

…paket

4 paket

(30)

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

1

1

01 16

WAJIB BELAJAR PENDIDIKAN

DASAR 9 TAHUN

- Meningkatkan APK

SD/MI/Paket A

- Meningkatkan APM SD/MI

- Meningkatkan APK

SMP/MTs/Paket B

- Meningkatkan APM

SMP/Mts

Penambahan ruang kelas SD

1

01 16 02 Pembangunan Rumah Dinas

Penambahan rumah dinas guru

SMPN 1 Mantewe

1

01 16 01 Pembangunan Gedung Sekolah

1

01 15 62

Pengembangan Kurikulum, Bahan

Ajar & Model Pembelajaran PAUD

Terlaksananya penyusunan

kurikulum bahan ajar model

pembelajaran PAUD

Tersedianya perpustakaan sekolah

1

01 16 16 Pengadaan Meubelair Sekolah

Tersedianya meubelair sekolah:

kursi SD, meja SD, kursi meja

SMP

1

01 16 12

Pembangunan Perpustakaan

Sekolah

Penambahan Ruang Kelas

Sekolah SD dan SMP

1

01 16 09

Pembangunan taman, lapangan

upacara dan fasilitas parkir

Terlaksananya pembangunan

pagar SD dan SMP

1

01 16 03

Penambahan Ruang Kelas

Sekolah

Terlaksananya rehab sedang/berat

sarana air bersih dan sanitary

1

01 16 59 Pelatihan Penyusunan Kurikulum

Sosialisasi kurikulum tahun 2013

untuk para guru jenjang pendidikan

SD/MI

1

01 16 55

Rehabilitasi sedang/berat Sarana

Air Bersih dan Sanitary

Terlaksananya rehabilitasi

sdang/berat rumah dinas guru SD

1

01 16 44

Rehabilitasi sedang/berat Ruang

Kelas Sekolah

Terlaksananya rehab sedang/berat

ruang kelas sekolah

1

01 16 42

Rehabilitasi sedang/berat Rumah

Dinas Kepala Sekolah, Guru,

Penjaga Sekolah

Tersedianya dana operasional

SD/MI & SMP/MTs utk 1 tahun

1

01 16 63

Penyediaan Bantuan Operasional

Sekolah (BOS) Jenjang

SD/MI/SDLB dan SMP/MTs serta

Pesantren Salafiyah dan Satuan

Pendidikan Non Islam setara SD

dan SMP

3 unit

-

-3 unit

-

-

-

3 unit

-

-4 unit

-

-

510 orang

240 guru

…orang

170 orang

..orang

120 guru

…orang

6 unit

…unit

1400 set

5048 buah

-

-

-

-

….set

84 unit

…unit

10 unit

…unit

20 ruang

…ruang

20 paket

-

-

-

6 paket

-

-90 ruang

…ruang

18 ruang

..ruang

2 unit

-

-500 orang

-

-

-

200 orang

-

-4 unit

-

-

--

-

-32 ruang

..ruang

6 ruang

…ruang

3 ruang

…ruang

-

-

-

-56250 siswa

…siswa

275204 siswa

…siswa

54612 siswa

….siswa

(31)

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

1

warga belajar

warga belajar

cabang lomba

1

01 17

PENDIDIKAN MENENGAH

- Meningkatnya APM

SMA/SMK/MA

- Meningkatkan APK

SMA/SMK/MA

Terlaksananya kegiatan belajar

paket B setara SMP/MTs

1

01 16 70

Pembinaan Minat, Bakat dan

Kreativitas Siswa

Terlaksananya kegiatan lomba di

bidang seni, olahraga dan sains

tingkat SD dan SMP

1

01 16 68

Penyelenggaraan Paket B Setara

SMP

1

01 16 67

Penyelenggaraan Paket A Setara

SD

Terlaksananya kegiatan belajar

paket A setara SD/MI

Monitoring dan evaluasi bantuan

operasional sekolah (BOS) tahun

2013

1

01 16 79

Ujian Nasional SD/MI dan

SMP/MTs

Meningkatnya angka kelulusan

dan kualitas hasil ujian nasional

SD/MI dan SDLB

1

01 16 78

Monitoring dan Evaluasi (Monev

BOS/BOP)

1

01 16 76

Penyelenggaraan Akreditasi

Sekolah Dasar

Penilaian akreitasi jenjang

pendidikan dasar

1

01 16 72

Pengembangan Materi Belajar

Mengajar dan Metode

Pembelajaran dengan

Menggunakan TIK

Jumlah ruang kelas yang dibangun

1

01 17 04 Penambahan Ruang Guru Sekolah Jumlah ruang guru yang tersedia

1

01 17 03 Penambahan Ruang Kelas Sekolah

Meningkatnya angka kelulusan

dan kualitas hasil ujian nasional

SMP dan MTs

1

01 17 02

Pembangunan Rumah Dinas

Kepala Sekolah

Jumlah rumah dinas guru yang

dibangun

1

01 16 80 Ujian Nasional Jenjang SMP

Jumlah instalasi listrik sekolah

menengah yang dibangun

1

01 17 19 Pengadaan meubeler sekolah

Tersedianya meubelair sekolah

menengah

1

01 17 13

Pembangunan jaringan instalasi

listrik dan perlengkapannya

Jumlah ruang aula yang tersedia

1

01 17 12

Pembangunan perpustakaan

Sekolah

Jumlah ruang perpustakaan

sekolah menengah yang dibangun

1

01 17 08

Pembangunan ruang

serbaguna/aula

380 wb

…wb

1050 siswa

77 cabang lomba

..siswa

350 siswa

…siswa

20 cabang

lomba

…siswa

2380 warga belajar

600 wb

600 wb

…wb

2350 warga belajar

600 wb

600 wb

…wb

250 wb

…wb

21 sekolah

..sekolah

5916 siswa

5916 siswa

-

-

-

-

-623 sekolah

…sekolah

281 sekolah

..sekolah

-

-237 sekolah

…sekoah

32 sekolah

..sekolah

86 sekolah

…sekolah

560 guru

-

-

-47 ruang

-3 ruang

3 ruang

-

-

-

-

-

-115 ruang

…ruang

-

-

-10911 siswa

..siswa

-

-

-

-

-

-

-

-53245 siswa

..siswa

10828 siswa

..siswa

500 set

1056 buah

…set

200 set

…set

-

..set

3 paket

-

-

-3 unit

-

-

-

-

-

-

Gambar

Tabel  2.2.1  :    Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja  Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga terhadap  Pencapaian Renstra Dinas Pendidikan Pemuda  dan Olahraga  s.d Tahun 2013
Tabel  2.2.1  :    Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja  Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga terhadap  Pencapaian Renstra Dinas Pendidikan Pemuda  dan Olahraga  s.d Tahun 2013

Referensi

Dokumen terkait

Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja menurut Manulang (2002) : 1) tingkat pendidikan atau keterampilan, para karyawan yang memiliki tingkat pendidikan

Total kasus penyimpangan distribusi bahan bakar minyak di Kota Samarinda pada tahun 2011 menurut Polresta Samarinda terdapat 16 kasus dan yang masuk Pengadilan

Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode

Penambangan yang paling sederhana dan karena itu dapat diusahakan secara perorangan atau keluarga, ialah penggalian tanah untuk bahan mentah dalam pembuatan genting, bata dan

Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut, maka peran dari penggunaan papan luncur terhadap latihan renang gaya bebas teknik pemula adalah sebagai alat untuk membantu

Hipotesis dalam penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut: terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan senam aerobik dengan frekuensi ≥3 kali dalam seminggu

Jasa Marga Traffic Information Center (JMTIC) memantau kondisi titik-titik strategis dan menginformasikan ke pengguna jalan (atau petugas) secara real