• Tidak ada hasil yang ditemukan

ITPC MILAN. Via Vittor Pisani, 8 6 Piano Milan (MI), Italy Tel Fax

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ITPC MILAN. Via Vittor Pisani, 8 6 Piano Milan (MI), Italy Tel Fax"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

1

1

0

LAPORAN BULANAN MEI

2017

ITPC MILAN

Via Vittor Pisani, 8 – 6° Piano 20124 Milan (MI), Italy

Tel. +39 02 3659 8182 Fax. +39 02 3659 8191

(2)

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL

DAFTAR ISI i

RINGKASAN EKSEKUTIF ii

I. KINERJA EKSPOR IMPOR ITALIA 1

II. ISU PERDAGANGAN/NON PERDAGANGAN ITALIA 5

III. OVERVIEW TREND YANG MEMPENGARUHI EKSPOR IMPOR 7

IV. INFORMASI PELAKSANAAN KEGIATAN 9

V. INQUIRIES 11

(3)

Laporan Bulanan Mei 2017 ii

RINGKASAN EKSEKUTIF

 Perdagangan internasional Italia dengan dunia pada bulan Februari 2017 tercatat senilai US$ 72.279,48 juta atau naik 1,29% dibandingkan bulan Februari 2016 sebesar US$ 71.358,54 juta. Ekspor turun 1,8% dengan nilai sebesar US$ 37.140,60 juta. Impor naik 4,77% atau tercatat senilai US$ 35.138,88 juta.

 Neraca perdagangan Italia dengan dunia di bulan Februari 2017 mencatat surplus sebesar US$ 2.001,72 juta atau turun 53,26% dibandingkan surplus di bulan Februari 2016 sebesar US$ 4.283,10 juta.

 Perdagangan Italia dengan Indonesia pada bulan Februari 2017 bernilai US$ 235,30 juta atau turun 8,97% dibandingkan dengan total perdagangan bulan Februari 2016 sebesar US$ 258,48 juta. Ekspor turun 29,02% dengan nilai sebesar US$ 76,91 juta. Impor naik 5,5% atau tercatat senilai US$ 158,39 juta.

 Neraca perdagangan Italia dengan Indonesia pada bulan Februari 2017 mencatat defisit sebesar US$ 81,49 juta atau naik 95% dibandingkan defisit bulan Februari 2016 sebesar US$ 41,78 juta.

(4)

BAB I - KINERJA EKSPOR-IMPOR ITALIA

Perdagangan Italia dengan Dunia Internasional

Total perdagangan Italia dengan dunia pada bulan Februari 2017 tercatat senilai US$ 72.279,48 juta atau naik 1,29% dibandingkan bulan Februari 2016 sebesar US$ 71.358,54 juta. Untuk komoditi non-migas, total perdagangan Italia dengan dunia pada bulan Februari 2017 mencatat nilai sebesar US$ 67.386,93 juta atau turun 1,19% dibandingkan dengan bulan Februari 2016 sebesar US$ 68.201,22 juta. Sementara untuk komoditi migas, total perdagangan Italia dengan dunia di bulan Februari 2017 tercatat senilai US$ 4.892,55 juta atau naik 50,74% dibandingkan dengan bulan Februari 2016 sebesar US$ 3.157,33 juta.

Nilai ekspor Italia di bulan Februari 2017 tercatat sebesar US$ 37.140,60 juta atau turun 1,8% dibandingkan bulan Februari 2016 sebesar US$ 37.820,82 juta. Dari total ekspor tersebut, ekspor non-migas di bulan Februari 2017 mencatat nilai sebesar US$ 35.969,18 atau turun 3,13% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 37.132,00 juta. Sedangkan ekspor migas pada bulan Februari 2017 tercatat sebesar US$ 1.171,42 juta atau naik 70,06% dibandingkan bulan Februari 2016 sebesar US$ 688,82 juta. Adapun komoditi non-migas utama yang diekspor Italia ke Dunia pada bulan Februari 2017 adalah sebagai berikut:

1. HS 8703 (Motor Cars And Other Motor Vehicles Designed To Tr) 2. HS 3004 (Medicaments (Except Vaccines Etc., Bandages Or Pha) 3. HS 8708 (Parts And Accessories For Tractors, Public-Transpo) 4. HS 6403 (Footwear, With Outer Soles of Rubber, Plastics, Le) 5. HS 8481 (Taps, Cocks, Valves And Similar Appliances For Pip) 6. HS 4202 (Travel Goods, Vanity Cases, Binocular And Camera C) 7. HS 7113 (Articles Of Jewelry And Parts Thereof, Of Precious) 8. HS 9403 (Furniture, Nesoi (Other Than Seats, Medical, Surgi) 9. HS 3002 (Human And Animal Blood, Prepared; Antisera Other B) 10. HS 2204 (Wine Of Fresh Grapes, Including Fortified Wines; G)

Nilai impor Italia di bulan Februari 2017 tercatat sebesar US$ 35.138,88 juta atau naik 4,77% dibandingkan dengan bulan Februari 2016 sebesar US$ 33.537,72 juta. Dari total impor

(5)

Laporan Bulanan Mei 2017 2 tersebut, impor non-migas di bulan Februari 2017 mencatat nilai sebesar US$ 31.417,75 juta

atau naik 1,12% dibandingkan dengan bulan Februari 2016 sebesar US$ 31.069,22 juta. Sedangkan impor migas pada bulan Februari 2017 tercatat sebesar US$ 3.721,13 juta atau naik 50,74% dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 2.468,51 juta.Adapun komoditi non-migas utama yang diimpor Italia dari Dunia pada bulan Februari 2017 adalah sebagai berikut:

1. HS 8703 (Motor Cars And Other Motor Vehicles Designed To Tr) 2. HS 3004 (Medicaments (Except Vaccines Etc., Bandages Or Pha) 3. HS 8708 (Parts And Accessories For Tractors, Public-Transpo) 4. HS 8517 (Electrical Apparatus For Line Telephony Or Line Te) 5. HS 3002 (Human And Animal Blood, Prepared; Antisera Other B) 6. HS 8471 (Automatic Data Processing Machines And Units There) 7. HS 7108 (Gold (Including Gold Plated With Platinum), Unwrou) 8. HS 8704 (Refined Copper and Copper Alloys (Other Than Maste) 9. HS 7208 (Motor Vehicles For The Transport Of Goods)

10. HS 2933 (Heterocyclic Compounds With Nitrogen Hetero-Atom(S)

Neraca perdagangan Italia dengan dunia di bulan Februari 2017 mencatat surplus sebesar US$ 2.001,72 juta atau turun 53,26% dibandingkan surplus di bulan Februari 2016 sebesar US$ 4.283,10 juta. Neraca perdagangan Italia dengan dunia untuk komoditi non-migas di bulan Februari 2017 mencatat surplus sebesar US$ 4.551,43 juta atau turun 24,93% dibandingkan surplus di bulan Februari 2016 sebesar US$ 6.062,78 juta. Sementara neraca perdagangan Italia dengan dunia untuk komoditi migas di bulan Februari 2017 mencatat defisit sebesar 2.549,72 juta atau naik 43,27% dibandingkan defisit di bulan Februari 2016 sebesar US$ 1.779,69 juta.

Perdagangan Italia dengan Indonesia

Total nilai perdagangan Italia dengan Indonesia pada bulan Februari 2017 bernilai US$ 235,30 juta atau turun 8,97% dibandingkan dengan total perdagangan bulan Februari 2016 sebesar US$ 258,48 juta. Untuk komoditi non-migas, total perdagangan Italia dengan Indonesia

(6)

pada bulan Februari 2017 bernilai sebesar US$ 235,24 juta atau turun 8,98% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 258,45 juta. Sementara untuk komoditi migas, total perdagangan Italia dengan Indonesia pada bulan Februari 2017 tercatat senilai US$ 0,06 juta atau naik 64,82% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 0,04 juta.

Ekspor Italia ke Indonesia pada bulan Februari 2017 sebesar US$ 76,91 juta atau turun 29,02% dibandingkan dengan bulan Februari 2016 sebesar US$ 108,35 juta. Ekspor non-migas Italia ke Indonesia di bulan Februari 2017 mencatat nilai sebesar US$ 76,85 juta atau turun 29,05% dibandingkan dengan bulan Februari 2016 sebesar US$ 108,31 juta. Sedangkan ekspor komoditi migas Italia ke Indonesia pada bulan Februari 2017 tercatat senilai US$ 0,06 juta atau naik 64,82% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 0,04 juta. Adapun komoditi non-migas utama ekspor Italia ke Indonesia pada bulan Februari 2017 adalah sebagai berikut:

1. HS 2901 (Acyclic Hydrocarbons)

2. HS 8422 (Machines, For Dishwashing, For Cleaning, Drying, F) 3. HS 4802 (Paper And Paperboard, Uncoated, For Writing, Print) 4. HS 8477 (Machinery For Working Rubber Or Plastics Or For Th) 5. HS 8481 (Taps, Cocks, Valves And Similar Appliances For Pip) 6. HS 8479 (Machines And Mechanical Appliances Having Individu) 7. HS 8443 (Printing Machinery (Including Ink-Jet Printing Mac) 8. HS 4707 (Waste And Scrap Of Paper Or Paperboard)

9. HS 8437 (Machines For Cleaning, Sorting Or Grading Seed, Gr) 10. HS 8464 (Machine Tools For Working Stone, Ceramics, Concret)

Impor Italia dari Indonesia pada bulan Februari 2017 sebesar US$ 158,39 juta atau naik 5,5% dibandingkan dengan bulan Februari 2016 sebesar US$ 150,13 juta. Impor komoditas non-migas Italia dari Indonesia di bulan Februari 2017 sebesar US$ 158,39 juta atau naik 5,5% dibandingkan dengan bulan Februari 2016 sebesar US$ 150,13 juta. Sementara itu, Italia tidak mencatat adanya aktifitas impor komoditi migas dari Indonesia pada bulan Februari 2017. Adapun komoditi non-migas utama yang diimpor Italia dari Indonesia pada bulan Februari 2017 adalah sebagai berikut:

(7)

Laporan Bulanan Mei 2017 4 1. HS 1511 (Palm Oil And Its Fractions, Whether Or Not Refined)

2. HS 6403 (Footwear, With Outer Soles Of Rubber, Plastics, Le) 3. HS 0901 (Coffee, Whether Or Not Roasted Or Decaffeinated; C) 4. HS 3907 (Polyacetals, Other Polyethers And Epoxide Resins,) 5. HS 2701 (Coal; Briquettes, Ovoids And Similar Solid Fuels M) 6. HS 6404 (Footwear, With Outer Soles of Rubber, Plastics, Le) 7. HS 1516 (Animal Or Vegetable Fats And Oils And Their Fracti) 8. HS 8001 (Tin, Unwrought)

9. HS 4001 (Natural Rubber, Balata, Gutta-Percha, Guayule, Chi) 10. HS 1513 (Coconut (Copra), Palm Kernel Or Babassu Oil And Th)

Neraca perdagangan Italia dengan Indonesia pada bulan Februari 2017 mencatat defisit sebesar US$ 81,49 juta atau naik 95% dibandingkan defisit bulan Februari 2016 sebesar US$ 41,78 juta. Neraca perdagangan Italia dengan Indonesia untuk komoditi non-migas di bulan Februari 2017 mencatat defisit sebesar US$ 81,54 juta atau naik 94,97% dibandingkan defisit bulan Februari 2016 sebesar US$ 41,82 juta. Sementara neraca perdagangan Italia dengan Indonesia untuk komoditi migas pada bulan Februari 2017 tercatat sebesar US$ 0,06 juta atau naik 64,82% dibandingkan dengan defisit pada bulan yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 0,04 juta.

(8)

BAB II - ISU PERDAGANGAN / NON PERDAGANGAN

Isu Terkait Perdagangan

Salah satu NGO Eropa yang bergerak di bidang transportasi dan lingkungan, European Federation for Transport and Environment (T&E) tengah meminta Parlemen EU untuk meninjau kembali pemakaian minyak nabati untuk produksi biodiesel yang seharusnya dihentikan. Dalam hal ini yang dikategorikan minyak nabati yaitu minyak sawit, minyak kedelai dan minyak rapeseed. Fakta ini dinilai jelas bertentangan dengan Renewable Energy Directive yang telah dikeluarkan EU sebelumnya, dimana ditargetkan bahwa pada tahun 2020, 20% dari energi yang dihasilkan berasal dari bahan baku terbarukan.

Dalam publikasi T&E di bulan Maret 2017 dijelaskan sebuah studi yang membuktikan lebih besarnya (sekitar 80%) emisi gas CO2 yang dihasilkan oleh produksi energi bio dari minyak nabati dibandingkan dengan produksi energi dari bahan bakar fosil. Lebih lanjut dinyatakan bahwa diantara sumber minyak nabati untuk produksi biofuel, minyak sawit merupakan bahan baku yang menyebabkan polusi paling tinggi yaitu 303% lebih banyak dibandingkan sumber bahan bakar fosil. Hal ini diperparah dengan dampak negatif yang disebabkan dari penanaman pohon sawit terhadap lingkungan.

(9)

Laporan Bulanan Mei 2017 6 Mrs Cristina Mestre selaku Officer T&E dengan tegas mendukung kampanye yang

melarang penggunaan minyak sawit dalam proses produksi biodiesel di Eropa, bahkan untuk jenis minyak nabati lain seperti minyak kedelai dan rapeseed yang menghasilkan emisi gas CO2 yang lebih tinggi dibandingkan bahan bakar fosil. Dengan demikian, satu-satunya solusi yang nyata adalah dengan menghentikan insentif yang diberikan EU untuk produksi biodiesel di Eropa, secara khusus yang diperuntukkan bagi sektor transportasi.

Parlemen EU sendiri sampai saat ini belum memberikan pernyataan resmi terkait hal ini, namun beberapa partai politik di Eropa menyetujui penghentian pemberian insentif untuk produksi biodiesel. (Sumber: European Federation for Transport and Environment)

(10)

BAB III - OVERVIEW TREND YANG MEMPENGARUHI EKSPOR-IMPOR

Perkembangan Trend Impor Pala di Italia

Pasar Eropa merupakan salah satu tujuan ekspor utama untuk produk pala dari Indonesia. Pala umumnya digunakan sebagai bumbu masakan berbahan dasar kentang, daging olahan, sup, saus dan makanan yang dipanggang. Selain itu, pala juga banyak digunakan untuk keperluan aroma terapi, bahan baku farmasi serta industri kecantikan.

Selama periode 2010-2014, negara-negara EU memiliki tingkat konsumsi dan nilai pasar yang stabil untuk produk pala (HS 0908). Pasar rempah-rempah secara global sendiri diproyeksikan akan terus bertambah sekitar 5% per tahunnya sampai dengan tahun 2019. Akan tetapi pertumbuhan itu sendiri di kawasan Eropa akan cenderung lebih lambat mengingat sektor industrinya yang sudah maju dan mulai jenuh.

Jerman merupakan konsumen terbesar di kawasan Uni Eropa untuk produk buah pala ini, dengan tingkat konsumsi sebesar 28%. Konsumen terbesar kedua di kawasan ini adalah Belanda dengan tingkat konsumsi sebesar 20%. Posisi ketiga ditempati oleh Inggris dengan tingkat konsumsi sebesar 10%. Di posisi berikutnya ada Italia bersama dengan Perancis yang sama-sama memiliki tingkat konsumsi sebesar 9%.

Tingkat Konsumsi Produk Buah Pala Negara-negara Uni Eropa

Impor pala Italia dari Indonesia mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu sebesar US$ 6.98 juta di tahun 2015, atau menurun sebesar 28.20% dari tahun sebelumnya yaitu sebesar US$ 9.72 juta. Secara keseluruhan, nilai ekspor produk buah pala HS 0908 Indonesia

(11)

Laporan Bulanan Mei 2017 8 ke Italia juga memberikan tren yang negatif sepanjang periode 2011-2015 yaitu dengan nilai

penurunan sebesar 15.3%. Salah satu penyebab turunnya impor pala Italia dari Indonesia adalah adanya beberapa penolakan terhadap produk pala asal Indonesia karena disinyalir terkontaminasi aflatoksin.

Neraca Perdagangan Italia-Indonesia untuk Pala (HS 0908)

2011 2012 2013 2014 2015 Trend (%) 11-15 Change (%) 15/14 Export 0 0 0 0 0 #NUM! #DIV/0!

Import 13.52 13.62 12.75 9.72 6.98 -15.30 -28.20

Balance of Trade -13.52 -13.62 -12.75 -9.72 -6.98 Value: Million USD

Source: WTA/Istat

Meski demikian, peluang peningkatan ekspor produk pala ke Italia masih terbuka lebar. Hal ini tidak lepas dari beberapa faktor seperti tingginya kesadaran konsumen terhadap kesehatan sehingga menyebabkan meningkatnya konsumsi rempah-rempah sebagai pengganti garam dan gula, serta bertumbuhnya populasi orang asing di Italia yang merupakan konsumen utama rempah-rempah.

Untuk itu produsen dan eksportir pala di Indonesia diharapkan dapat terus optimis dan berupaya untuk meningkatkan ekspor ke Italia, melalui beberapa strategi dalam hal produksi, pengembangan produk, pemasaran dan promosi, serta jaminan kualitas yang berujung pada peningkatan daya saing produk.

(12)

BAB IV - INFORMASI PELAKSANAAN KEGIATAN

Sejumlah kegiatan utama yang dilakukan ITPC Milan selama bulan Mei 2017 antara lain sebagai berikut:

1. Melakukan koordinasi dengan Kantor Kesehatan di Bandara Malpensa Milan terkait perilisan sample produk makanan olahan dalam rangka mempersiapkan penyelenggaraan pameran Tuttofood 2017 di Milan pada tanggal 8-11 Mei 2017.

2. Melakukan kunjungan ke KBRI Roma pada tanggal 3 Mei 2017 dalam rangka membahas beberapa agenda seperti:

 Update mengenai persiapan pameran Tuttofood di Milan pada tanggal 8-11 Mei 2017;  Strategi promosi produk Indonesia melalui Mobile Application berbasis teknologi

Augmented Reality (AR): Europe in Your Hand;

 Rencana penyelenggaraan acara Indonesia Night pada bulan Juni 2017 di Milan. 3. Menghadiri acara Temu Warga Diaspora di Milan yang diselenggarakan oleh KBRI

Roma pada tanggal 8 Mei 2017.

4. Menyusun Laporan Pelaksanaan Promosi Digital ITPC Milan pada bulan April 2017. 5. Berpartisipasi dalam pameran Tuttofood 2017 di Milan pada tanggal 8-11 Mei 2017.

Partisipasi Indonesia pada Tuttofood merupakan yang ke-3 kalinya sejak tahun 2011 dan kali ini diwakili oleh ITPC Milan bekerjasama dengan Atase Perdagangan dan Atase Pertanian KBRI Roma dengan menyewa stand seluas 54 m2. Stand Indonesia dalam

pameran Tuttofood 2017 mengikutsertakan 5 perusahaan makanan Indonesia, yaitu PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk., PT. Coco Sugar Indonesia, PT. Kampung Kearifan Indonesia (Javara), PT. Manohara Asri dan PT. Sheik Taarik Tea.

6. Melakukan kunjungan ke perusahaan roasting dan blending kopi, Caffe Ghigo di Bra pada tanggal 22 Mei 2017 dalam rangka menindaklanjuti permintaan impor biji kopi dari Indonesia.

7. Mengirimkan surat permintaan pengiriman sample biji kopi kepada para pengusaha kopi Indonesia untuk memenuhi inquiry perusahaan Caffe Ghigo.

8. Menyusun daftar undangan peserta acara Indonesia Night sebagai ajang mempromosikan peluang perdagangan dan memperluas jejaring ITPC Milan yang rencananya diselenggarakan pada tanggal 23 Juni 2017.

(13)

Laporan Bulanan Mei 2017 10 9. Menangani inquiries permintaan dan penawaran yang disampaikan selama bulan Mei

(14)

BAB V - INQUIRIES

INQUIRIES PERMINTAAN

No Tanggal Nama Inquiries Action and Follow Up

1 5/5/2017 Atase Perdaganga dan KBRI Roma Konfirmasi kehadiran tim Atase

Perdagangan dan KBRI Roma ke acara pameran TuttoFood

Informasi yang disampaikan telah diterima

2 6/5/2017 Nila Sukmaning Rahayu,

[email protected]

Permintaan informasi mengenai program internship di ITPC Milan untuk mahasiswa Indonesia

Informasi yang disampaikan telah diterima

3 23/05/2017 Informasi yang disampaikan telah

diterima

Jeanne Svensky Ligte, [email protected]

Permintaan informasi mengenai program internship di ITPC Milan untuk mahasiswa Indonesia

Informasi yang disampaikan telah diterima

INQUIRIES PENAWARAN

No Tanggal Nama Inquiries Action and Follow Up

1 2/5/2017

Mauro Grandi, Direttore Area Fiera, +39 030 9523919, [email protected]

Penawaran untuk ikut serta pada Pameran CosmoFood di Ficenza

Informasi yang disampaikan telah diterima

2 4/5/2017

[email protected]

Konfirmasi proses registrasi keikutsertaan serta pendaftaran untuk mengikuti TuttoFood 2017

(15)

Laporan Bulanan Mei 2017 12

BAB VI - LAMPIRAN DATA STATISTIK (dilampirkan terpisah)

Referensi

Dokumen terkait