• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Rabu, 18 Maret 2009

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Rabu, 18 Maret 2009"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

JI. Ir. H. Juanda 36. Jakarta 10120 Indonesia Telepon : (021) 345 8400 Fax : (021) 345 8500

Email : [email protected] Website : http://www.bnpb.go.id

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Rabu, 18 Maret 2009

Pada hari Selasa, 17 Maret 2009 pukul 08.00 WIB hingga hari Rabu, 18 Maret 2009 pukul 08.00 WIB, dilaporkan informasi kejadian alam dan bencana di wilayah Indonesia yang diperoleh Pusdalops BNPB sebagai berikut :

I. Bencana Gempa Bumi Tektonik di Prov. Sulawesi Utara

A. Kejadian

1. Jenis Kejadian : Gempa Bumi.

2. Waktu Kejadian : 16 Maret 2009 pukul 21:15:59 WIB. 3. Kekuatan : 6,4 SR.

4. Kedalaman : 26 km.

5. Pusat Gempa : 3.56º LU – 126.83º BT (52 km Tenggara Melonguane-Sulut). Gempa tidak menimbulkan Tsunami.

6. Getaran dirasakan : a. Talaud : IV – V MMI b. Melonguane : V MMI c. Tahuna : II-III MMI d. Marore : II-III MMI

B. Kondisi Mutakhir

− Gempa tersebut tidak berpotensi Tsunami, namun menimbulkan kepanikan warga (warga ke luar rumah dan berusaha menyelamatkan diri ke luar rumah (jalan, lapangan luas/dataran tinggi).

− Pukul 21:27:42 WIB telah terjadi gempa susulan berkekuatan 5.3 SR pada kedalaman 98 km. Pusat gempa berada pada garis koordinat 4.26 LU - 127.27 BT (72 km TimurLaut MELONGUANE-SULUT).

− Pukul 00:42:09 WIB terjadi gempa susulan kembali dengan kekuatan 5.4 SR berkedalaman 10 km. Pusat gempa berada pada garis koordinat 3.34 LU - 126.57 BT (74 km BaratDaya MELONGUANE-SULUT).

(2)

D. Kerusakan :

a. Rumah penduduk : Rumah yang rusak adalah kerusakan akibat gempa yang Sebelumnya yaitu bulan Februari 2009.

b. Fasilitas Umum : Masih dalam pendataan

E. Upaya Penanganan

Anggota Koramil Lirung berupaya untuk menenangkan warga dan menghimbau agar tidak terlalu panik sekaligus memantau kondisi di lapangan.

Sumber : BMKG, Koramil Beo dan staff Pemprov Talaud.

GEMPA UTAMA 6.4 SR

GEMPA SUSULAN 5.3

S

(3)

II. Bencana Banjir Provinsi Jawa Timur (Laporan Perkembangan) A. Kejadian

NO KAB./KOTA WAKTU LOKASI PENYEBAB

1 Kab. Tuban 23 Februari

2009

Terjadi 47 desa di 5 kecamatan (Kec. Soko, Rengel, Plumpang,

Widang dan Parengan)

Akibat meluapnya Sungai bengawan Solo

2 Kab. Bojonegoro 23 Februari

2009

Terjadi 128 Desa di 14 kecamatan (Kec. Tambakrejo,

Malo, Padangan, Purwosari, dander, Trucuk, Balen, Kalitidu,

Bojonegoro, Kapas, Kanor, Baureno, Sulosewu dan

Bubulan)

Akibat meluapnya Sungai bengawan Solo.

3 Kab. Ngawi 26 Februari

2009

Terjadi 4 Desa di Kecamatan Kwadungan

Akibat meluapnya Sungai bengawan Solo

4 Kab. Lamongan 26 Februari

2009

Terjadi 89 Desa di 10 Kecamatan (Kec. Laren, Kalitengah, Karangbinangun,

Gelagah, Deket, Turi dan Karanggeneng)

Akibat meluapnya Sungai bengawan Solo

5 Kab. Gresik 26 Februari

2009

Terjadi 22 Desa 5 Kecamatan (Kec. Dukun, Sidayi, Bungah, Manyar dan Ujungpangkah)

Akibat meluapnya Sungai bengawan Solo

6 Kab. Kediri 23 Februari

2009

Terjadi 11Desa di 5 Kecamatan (Kec. Puncu, Pare, Kepung, Ngancar dan Gampengrejo)

Akibat tingginya curah hujan

7 Kab. Pasuruan 4 Maret 2009 Terjadi di 6 Desa di 2 Kecamatan

(Bangil dan Beji)

Akibat curah hujan yang tinggi di pandaan dan Bangil sehingga Sungai

Kedunglarangan dan Sungai Grati meluap

8 Kab. Sampang 5 Maret 2009 Terjadi di 2 desa di Kec.

Sampang

Akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan Kali Wenning meluap dan air

laut pasang B. Kondisi Mutakhir • Korban NO KAB./KOTA Korban Keterangan Meninggal Luka Menderita (/jiwa) Pengungsi (kk/jiwa) 1 Kab. Tuban 1 - 531 KK -

Kondisi genangan di Kec. Widang 10-20 cm.

2 Kab. Bojonegoro 7 - - - Kondisi air sudah surut

4 Kab. Lamongan - - 51.613 24/96

Kondisi banjir masih menggenangi di 6 Kecamatan dengan ketinggian air di perumahan 10-30 cm sedangkan di jalan 15-70 cm.

(4)

• Kerusakan

No KAB./KOTA

Kerusakan Rumah Sarana Umum Lahan

Pertanian/ perkebunan

Lain-lain

RB RR Terendam Pendidikan Kesehatan Tempat

Ibadah

1 Kab. Tuban - - 3.935 35 - 97 1.702 Ha

Tanggul di Desa Tegalsari Kec. Widang jebol. Ketinggian sekitar 50-100 cm, jembatan 34 unit, 3.250 m jalan Kabupaten, 30.250 meter jalan poros dan 42.420 meter jalan lingkungan

2 Kab.

Bojonegoro 12 36 24.908 178 - 404 12.847 Ha

3 titik tanggul terputus. Jalan poross desa ± 301.700 meter, 23 unit jembatan, 190.933 meter jalan desa terendam.

3 Kab. Ngawi - - 60 2 - - 65 Ha

2 jembatan tidak berfungsi, 1 pasar tergenang, jalan Kwadungan tergenang 20-70 cm

4 Kab.

Lamongan - - 11.374 108 7 77 1.807 Ha

5.996 Ha tambak terendam, tanggul negara di Kec widang putus, 7 titik tanggul desa putus

5 Kab. Gresik 2.918 33 - 34 912,7 Ha

7.536,5 ha tambak, pasar 2 unit, jalan 74.000 meter terendam dan jembatan gorong-gorong 21 buah. Taksiran kerugian Rp. 36.097.640:

6 Kab. Kediri - 2.503 - - - 30 Ha

7 Kab.

Pasuruan - - 4.313 - - - 469 Ha 12 Ha tambak terendam.

8 Kab.

Sampang - - 1.476 - - - 5 Ha 2.680 meter jalan tergenang

Sub Total 17 36 51.487 356 7 612 17.837,7

C. Upaya Penanganan :

1. Sampai hari Selasa, 17 Maret 2009 Tim TRC BNPB dan Satkorlak PB Prov. Jawa Timur masih melakukan pemantauan untuk antisipasi menghadapi ancaman bahaya banjir. 2. Pemantauan juga di lakukan di Jawa Tengah yaitu di wilayah sepanjang aliran sungai

bengawan solo oleh TIM TRC BNPB dan BPBD Jawa Tengah.

3. Satlak PB Kab. Lamongan masih mendirikan posko pengungsi di Kec. Laren, berhubung masih ada sejumlah pengungsi, sementara untuk wilayah yang lainnya, warga yang sebelumnya mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing karena kondisi genangan sudah normal kembali/surut.

4. Satlak PB dari masing-masing Kabupaten dibantu dengan TNI dan masyarakat masih melakukan kerja bakti untuk melakukan pembersihan lumpur, kotoran-kotoran ataupun sampah dari sisa banjir yang menyumbat parit-parit atau selokan sehingga air mengalir dengan lancar.

5. Satlak PB Kab. Bojonegoro, Satlak PB Kab.Tuban, Satlak Kab. Lamongan, Satlak PB Kab. Ngawi, Satlak PB Kab. Gresik, Dinas Dinas terkait , BBWSBS, PMI, RAPI , Kodim, dan staf Bakorwil Bojonegoro hari selasa mengadakan rapat koordinasi, yang diselenggarakan di Bojonegoro.

(5)

III. Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan A. Kondisi Terkini

1. Hari Selasa, 17 Maret 2009 tidak terdapat adanya hotspot (titik panas) di wilayah Sumatera dan Kalimantan. kondisi cuaca berdasarkan informasi dari BMKG di Sumatera dan Kalimantan sebagai berikut :

Daerah Jumlah Hot Spot*) Kondisi Cuaca**) SUMATERA

Sumatera Utara - Hujan sedang

Riau - Hujan ringan

Jambi - Hujan ringan

Sumatera Selatan - Hujan ringan

KALIMANTAN

Kalimantan Barat - Hujan ringan

Kalimantan Selatan - Berawan

Kalimantan Tengah - Hujan ringan

Kalimantan Timur - Hujan sedang

*) Sumber: Dep. Kehutanan (Satelit NOAA-18) **) Sumber: BMKG (kondisi cuaca secara umum)

2. Jarak pandang (visibility) pada hari Selasa, 17 Maret 2009 dibeberapa kota di Sumatera dilaporkan sebagai berikut :

Nama Kota 07:00 10:00 13:00 16.00

Medan 15.000 m 15.000 m 15.000 m 10.000 m

Pekanbaru 6.000 m 8.000 m 8.000 m 8.000 m

Jambi 9.000 m tad 11.000 m 13.000 m

Palembang 5.000 m 10.000 m 10.000 m 10.000 m

3. Jarak pandang (visibility) pada hari Selasa, 17 Maret 2009 di beberapa Kota di Kalimantan dilaporkan sebagai berikut :

Nama Kota 07:00 10:00 13:00 16.00

Pontianak 10.000 m 10.000 m 5.000 m 8.000 m Palangkaraya 7.000 m 8.000 m 7.000 m 8.000 m Samarinda 7.000 m 8.000 m 10.000 m 10.000 m

Banjarmasin 9.000 m 10.000 m 10.000 m 10.000 m Keterangan : Jarak Pandang ( Visibility) normal > 3.000 meter

4. Ditinjau dari aspek meteorologi pada tanggal 17 - 18 Maret 2009, wilayah yang mempunyai potensi kebakaran Tinggi sebagian di wilayah Sumatera terdapat di sebagian besar wilayah Riau, Jambi, Kep. Mentawai, Sumsel, Babel dan Lampung. Sebagian kecil di

(6)

sampai ke wilayah Kalteng.

Sumber : Badan Meteorologí Klimatologi dan Geofísika

B. Upaya Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan

1. Dinas Kehutanan mengawasi kegiatan pembukaan lahan oleh perusahaan dan membina masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan membakar.

2. masing-masing dinas dan instansi terkait di wilayah Sumatera dan Kalimantan berupaya untuk mensiagakan sumberdaya yang cukup untuk melakukan tindakan pemadaman dini dan pemadaman terpadu apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.

3. BNPB senantiasa berkoordinasi dengan Dep. Kehutanan, Lapan dan Badan Meteorologi Kalimatologi dan Geofisika untuk memantau perkembangan titik panas (hotspot) serta jarak pandang (visibility) setiap hari.

4. Secara umum, Satlak PB, Satkorlak PB, Manggala Agni Dinas Kehutanan, Kepolisian dan instansi/sektor terkait tetap menyiagakan petugas untuk memantau perkembangan kondisi titik api yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Sumber : Dep. Kehutanan, Meneg LH dan BMKG

IV. Aktivitas Gunung Api di Wilayah Indonesia

Saat ini masih ada 3 (tiga) gunung api yang dinyatakan masih dalam status “Siaga” (Level III) diantaranya :

1. Gunung Api Semeru di Kab. Lumajang dan Malang Prov. Jawa Timur (Laporan

Perkembangan)

Hingga hari Selasa, 17 Maret 2009 pukul 06.00 WIB, status kegiatan G. Semeru masih dalam keadaan Siaga” (Level III). Aktivitas gunung untuk hari Selasa, 17 Maret 2009 pukul 00.00 – 06.00 WIB terjadi 6 kali Gempa Letusan dan 3 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ). Secara visual pada pukul 00.00 – 06.00 WIB, cuaca terang, angin lemah dari barat, suhu udara 22° C, Gunung tampak jelas. Asap kawah tidak teramati, sinar api tidak teramati.

2. Gunung Api Karangetang di Kab. Sitaro, Prov. Sulawesi Utara (Laporan pekembangan) Hingga hari Selasa, 17 Maret 2009 pukul 06.00 WITA, status kegiatan G. Karangetang masih dalam keadaan ”Siaga” (level III). Aktivitas gunung untuk hari Selasa, 17 Maret 2009 pukul 00.00 – 06.00 WITA terjadi 10 kali Gempa Tremor, 3 kali Gempa Hembusan, 12 kali gempa Tektonik Jauh (TJ) dan 1 kali gempa terasa dengan skala I MMI. Secara visual pada pukul 00.00 -06.00 WITA, cuaca cerah-berawan, angin tenang, Kawah utama warna asap putih tipis kebiruan, tinggi asap lk 50 m dan kawah II warna asap putih tipis, tinggi asap lk 25 m.

3. Gunung Api Ibu di Kab. Halmahera Barat, Prov. Maluku Utara (Laporan pekembangan) Hingga hari Selasa, 17 Maret 2009 pukul 06.00 WITA, status kegiatan G. Ibu masih dalam keadaan ”Siaga” (level III). Aktivitas gunung untuk hari Selasa, 17 Maret 2009 pukul 00.00 – 06.00 WITA terjadi 35 kali Gempa Letusan, 18 kali Gempa Hembusan, 14 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ) dan 1 kali gempa terasa skala II MMI. Secara visual pada pukul 00.00 – 06.00 WIT, cuaca cerah - mendung, angin tenang dan gunung tertutup kabut.

Rekomendasi :

1.

Masyarakat di sekitar G. Semeru, G. Api Karangetang dan G. Api Ibu dihimbau agar tetap tenang tidak mempercayai isu-isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan, selalu mengikuti arahan dari Satlak PB dan Satkorlak PB setempat.

2.

Masyarakat di sekitar G. Semeru tidak melakukan aktifitas di wilayah sejauh 4 km di seputar lereng Tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif G. Semeru sebagai alur luncuran awan panas, tidak mendekati Puncak Mahameru dan melakukan pendakian yang melebihi wilayah Kalimanti.

3.

Bagi pesawat yang akan melintasi wilayah G. Semeru agar berhati-hati terhadap dampak abu letusan.

4.

Masyarakat di sekitar G. Api Ibu serta pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati G. Api Ibu dalam radius 2 km.

5.

Masyarakat sekitar G. Karangetang tidak diperbolehkan menaiki melebihi ketinggian 500 m dari permukaan laut.

(7)

hidung dan mulut dikarenakan abu vulkanik yang terhirup dapat mengganggu saluran pernafasan.

7.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Satkorlak PB setempat untuk memantau perkembangan kegiatan gunung api tersebut.

Sumber : Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi V. Prakiraan Cuaca Wilayah JABODETABEK

Prakiraan cuaca wilayah JABODETABEK berlaku untuk hari Selasa, 17 Maret 2009 dilaporkan sebagai berikut : NO L0KASI C U A C A Pagi (00.05 – 12.00) Siang (12.05 – 18.00) Malam (18.05 – 24.00)

1 JAKARTA PUSAT Berawan Berawan Berawan

2 JAKARTA UTARA Berawan Hujan ringan Hujan ringan

3 JAKARTA SELATAN Berawan Hujan sedang Berawan

4 JAKARTA TIMUR Berawan Hujan ringan Berawan

5 JAKARTA BARAT Berawan Hujan sedang Hujan ringan

6 KEP. SERIBU Berawan Hujan ringan Berawan

7 BOGOR Berawan Hujan sedang Hujan ringan

8 TANGERANG Berawan Hujan ringan Berawan

9 DEPOK Berawan Hujan ringan Berawan

10 BEKASI Berawan Hujan ringan Berawan

Keterangan :

- Hujan ringan : 1.0 – 5.0 mm/jam 5 – 20 mm/hari - Hujan sedang : 5.0 – 10 mm/jam 20 – 50 mm/hari - Hujan lebat : 10 – 20 mm/jam 50 – 100 mm/hari - Hujan sangat lebat : > 20 mm/jam > 100 mm/hari

Peringatan dini: Hati – hati potensi hujan dengan intensitas ringan – sedang yang disertai kilat/petir serta angin kencang antara sore dan menjelang malam hari terutama di wilayah Jakarta Selatan dan Barat

Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofísika

VI. Prakiraan Gelombang Tinggi

Prakiraan gelombang tinggi berlaku tanggal 17 Maret 2009, pukul 07:00 WIB sampai dengan tanggal 18 Maret 2009 pukul 07:00 sebagai berikut :

• 2.0 - 3.0 m : Perairan selatan Jawa hingga Bali, Laut Natuna, Perairan barat Kalimantan Barat, Perairan timur Kep. Riau, Perairan Sangihe Talaud, Perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, Perairan utara Papua yang berbahaya bagi perahu nelayan dan tongkang.

(8)

4. Penyebab : Meluapnya Sungai Kalena dan Sungai Pawoso

B. Kondisi Mutakhir

1. Korban Jiwa : Tidak ada

2. Sampai hari Selasa, 17 Maret 2009 ketinggian air sudah mulai surut.

3. Beberapa sekolah terendam sehingga aktivitas belajar mengajar terganggu dan sekolah diliburkan.

C. Upaya Penanganan :

1.

Pemerintah Kab. Luwu Timur telah menyalurkan bantuan berupa mie instan, beras dan ikan kaleng.

2.

Pemkab Kab. Luwu Timur telah mendirikan posko kesehatan dan tim medis untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada korban banjir

Sumber: Metrotvnews.com

Pengawas,

Dr. Manaor FL Napitupulu DTM & HM.

Jakarta, 18 Maret 2009 Ketua Kelompok Piket,

Referensi

Dokumen terkait

Data primer dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara (interview) dengan petani, kolektor dan dengan pengurus dan karyawan Koperasi Baitul Qiradh dengan bantuan

Adanya Era Globalisasi dapat berpengaruh terhadap nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. Era Globalisasi tersebut mau tidak mau, suka.. atau tidak suka telah datang dan

Seorang dokter kebangsaan Inggris bernama Edward Jenner banyak merawat pasien-pasien cacar, Ketika itu mereka hanya mempunyai teknik yang disebut Variolasi, dimana

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan dari pressure, opportunity, rationalization dan capability yang termasuk dalam

Hasil perhitungan harga biaya produksi untuk masing-masing produk dengan menggunakan metode activity based costing yang didapat dengan menjumlahkan seluruh biaya bahan baku

Seperti telah diuraikan sebelumnya bahwa struktur keuangan merupakan perimbangan dari modal asing dan modal sendiri dan profitabilitas dalam hal ini yaitu Return On

Pemberian pupuk kascing dan NPK 16:16:16 diduga tidak cukup yang menyebabkan pertumbuhan tanaman menurun ini sesuai dengan pendapat Menurut Buckman (1969)

PEMBELIAN KONSUMEN (Studi Kasus pada Konsumen Alfamart Badak Timur V CV. Tiga Putra Sejahtera), adalah hasil tulisan saya sendiri. Dengan ini saya menyatakan