Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi Vol. 2 No. 3 (2013)
ANALISIS KINERJA KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH GO PUBLIC Fitria Susilowati
[email protected] Lailatul Amanah
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya
ABSTRACT
This research is meant to test and to give evidence about the difference of financial performance before and after the manufacturing companies in the Indonesia Stock Exchange (IDX) go public. Based on the t-test it can be concluded that the company financial performance 1 year before and 1 year after the company go public on the CR, DAR, DER, NPM and ROE ratios indicate that there are no significant difference on the ROA ratio and the TATO indicates that there is a significant difference. The company financial performance 1 year before and 2 years after the company goes public. The DER and NPM ratio indicate that there is no significant difference. The CR, DAR, ROE, ROA, and TATO ratios indicate that there is no difference.
Keywords: financial performance analysis, go public, financial ratio, manufacturing companies.
ABSTRAK
Pada penelitian ini bertujuan untuk menguji dan memberikan bukti mengenai perbedaan kinerja keuangan sebelum dan sesudah go public perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan hasil uji t disimpulkan bahwa kinerja keuangan perusahaan 1 tahun sebelum dengan 1 tahun sesudah go public pada rasio CR, DAR, DER, NPM, dan ROE menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan, pada rasio ROA, dan TATO menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Dan pada kinerja keuangan perusahaan 1 tahun sebelum dengan 2 tahun sesudah go public. Pada rasio DER dan NPM menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan, pada rasio CR, DAR, ROE, ROA, dan TATO menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan.
RESUME
Penulis Fitria Susilowati dan Lailatul Amanah
Tahun 2013
Judul Analisis Kinerja Keuangan Sebelum Dan Sesudah Go Public Jurnal Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi
Volume Vol. 2 No. 3
Latar Belakang Banyak manfaat yang dapat dinikmati oleh perusahaan dengan menjadi perusahaan terbuka. Manfaat, pendanaan hanyalah salah satu dari berbagai manfaat yang ada. Bahkan bagi perusahaan yang tidak membutuhkan dana pengembangan sekalipun, masih banyak manfaat lain yang dapat dinikmati dengan menjadi perusahaan terbuka. Proses untuk menjadi perusahaan terbuka tidaklah sesulit yang dibayangkan. Sepanjang dokumen-dokumen yang disampaikan telah lengkap maka proses go public relatif mudah dan singkat.
Dengan menjadi perusahaan publik, perusahaan dituntut untuk lebih meningkatkan kinerjanya. Kinerja perusahaan dapat dinilai melalui berbagai variabel atau indikator. Sumber utama variabel atau indikator yang dijadikan dasar penilaian adalah laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan. Penilaian kinerja keuangan perusahaan dalam penelitian ini hanya dibatasi pada penggunaan alat ukur kinerja keuangan perusahaan yang lazimnya menggunakan analisis rasio keuangan. Analisis rasio yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas dan rasio aktivitas.
Permasalahan Pokok permasalahan yang diangkat pada jurnal ini adalah tentang bagaimana perbedaan kinerja keuangan sebelum dan sesudah go public perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI)
Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini untuk menguji dan memberikan bukti mengenai perbedaan kinerja keuangan sebelum dan sesudah go public perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI)
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor industri sebelum dan sesudah go public yaitu digunakan 4 (empat) rasio keuangan yaitu rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas, dan rasio aktivitas.
Hasil Penelitian dan pembahasan
1. Rasio Likuiditas
Hasil penelitian menunjukkan bahwa current ratio (rasio lancar) 1 tahun sebelum dan 1 tahun sesudah go public belum mampu memberi perbedaan yang signifikan. Namun pada 2 tahun setelah go public perusahaan mampu menunjukkan perbedaan yang signifikan artinya kemampuan masing-masing perusahaan untuk memenuhi hutang jangka pendeknya lebih baik setelah go public.
2. Rasio Solvabilitas
Hasil penelitian menunjukkan bahwa debt to asset ratio 1 tahun sebelum dan 1 tahun sesudah go public tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Sedangkan hasil penelitian pada debt to asset ratio 1 tahun sebelum dan 2 tahun sesudah go public menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya..
3. Rasio Profitabilitas
Hasil penelitian menunjukkan return on equity 1 tahun sebelum dan 1 tahun sesudah sebelum go public tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, namun pada 1 tahun sebelum dan 2 tahun sesudah go public menunjukkan perbedaan yang signifikan.
Dapat disimpulkan bahwa tindakan perusahaan melakukan go public yang dilakukan mampu memberikan perbedaan yang signifikan.
4. Rasio Aktivitas
Hasil penelitian menunjukkan total asset turn over delapan perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia di Bursa Efek Indonesia sebelum dan sesudah go public menunjukkan perbedaan yang signifikan. Kesimpulan Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Kinerja keuangan perusahaan 1 tahun sebelum dengan 1 tahun sesudah go public.
a) Pada rasio CR, DAR, DER, NPM, dan ROE menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah go public.
b)Pada rasio ROA, dan Total Asset Turn Over (TATO) menunjukkan adanya perbedaan sebelum dan sesudah go public.
2. Kinerja keuangan perusahaan 1 tahun sebelum dengan 2 tahun sesudah go public.
a) Pada rasio DER dan NPM menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah go public.
b)Pada rasio CR, DAR, ROE, ROA, dan TATO menunjukkan adanya perbedaan sebelum dan sesudah go public.
Kekuatan Penelitian
1. Secara konten keseluruhan jurnal ini sudah terlihat sangat baik dalam hal mendeskripsikan apa yang ingin disampaikan oleh peneliti serta mudah dipahami oleh pembaca.
2. Jurnal ini juga tidak memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.
3. Kurangnya periode pengamatan pada penelitian ini sehingga tidak terlihat pengaruh yang cukup signifikan dari IPO.
4. Jumlah sampel yang minim sehingga kurang merepresentasikan seluruh perusahaan yang ada.
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN ON LINE PERUSAHAAN SEKTOR PERTAMBANGAN
DI BURSA EFEK INDONESIA
Mohamad Adam ABSTRACT
company from one period to the next related growth or decline of the company. In conclusion are first, the analyze the financial statements on line needs its own way. By analyzing the financial statements can be found on line and reliable investment position and become the benchmark for preparing plans for further investment. Second, the financial statements on line only gives an overview of the development of investment, but of the financial statements on line can be known whether the stock market is quite large compared promising investment income in the form of another.
Keywords : Financial statements on line
RESUME
Penulis Mohamad Adam
Tahun 2015
Judul Analisis Laporan Keuangan Online Perusahaan Sektor Pertambangan di Bursa Efek Indonesia
Jurnal Jurnal Manajemen dan Bisnis Sriwijaya
Latar Belakang Laporan keuangan itu disusun oleh akuntan berdasarkan prinsip akuntansi. Laporan keuangan merupakan alat komunikasi atau bahasa bisnis di antara berbagai pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan.
Membaca dan menganalisis laporan keuangan tidak harus dengan meminta langsung kepada perusahaan.Laporan keuangan on line dapat dibaca dan dianalisis dengan berselancar di dunia internet. Selain itu, pebisnis/manajemen, perbankan/kreditor, manajer, pemerintah, karyawan, serikat pekerja, pelanggan, dan pemasok memiliki karakteristik dan cara pandang yang berbeda dalam membaca dan menganalisis laporan keuangan on line. Oleh karena itu, informasi laporan keuangan on line dapat menghasilkan berbagai konsekuensi ekonomis yang berbeda pula.
Permasalahan Berdasarkan uraian di latar belakang, dapat dirumuskan masalah penelitian adalah bagaimana menganalisis laporan keuangan on line pada perusahaan sektor pertambangan di Bursa Efek Indonesia?
Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah membantu pihak yang berkepentingan menganalisis laporan keuanganon line pada perusahaan sektor pertambangan di Bursa Efek Indonesia.
Metode Penelitian Rancangan Penelitian
Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel yang lain.
Populasi dan Sampel
Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 22 perusahaan sektor pertambangan di Bursa Efek Indonesia.
Operasionalisasi Variabel
Dalam penelitian ini hanya beberapa rasio keuangan yang dianalisis yaitu : a. Earning per Share (EPS). EPS adalah laba yang diperoleh untuk setiap
satu lembar saham.
b. Price Earning per Share (PER). PER menunjukkan kapan kira-kira harga sebuah saham akan balik modal.
c. Return on Equity (ROE). ROE menunjukkan seberapa jauh hasil yang diperoleh dari penanaman modalnya.
e. Current Ratio (CR). Jika angka CR yang didapat lebih besar dari 1, perusahaan dikatakan sehat.
f. Debt to Equity Ratio (DER). DER mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar utang-utang yang dimiliki dengan ekuitas yang ada. g. Price to Book Value (PBV). PBV untuk menilai murah tidaknya sebuah
perusahaan.
h. Asset Turn Over. ATR mengukur seberapa maksimalnya perusahaan dalam menggunakan asset
Teknik Analisis
Teknik analisis dilakukan dengan : pertama, mempraktekkan cara membuka lapoaran keuangan on line melalui website.idx.co.id. Kedua, melakukan analisis fundamental yaitu menganalisisrasio-rasio keuangan pada laporan keuangan on line.
Hasil Penelitian dan pembahasan
1. Pertama, Menganalisis apakah saham PTBA layak untuk dibeli?
Diketahui PER Industri (x) = 19.30. Selanjutnya, dilakukan Analisis fundamental dilakukan untuk mendapatkan nilai atas saham dari suatu perusahaan. Saat ini saham PTBA diperdagangkan pada harga Rp. 12.525. Dari laporan keuangan di atas menunjukkan laba per lembar saham (EPS) Rp. 792.55. PER pada industri sektor pertambangan = 19.30.
Hasil perhitungannya sebagai berikut :
P = PER x EPS = 19.30 x 792.55 = Rp. 15.296,-. Seharusnya saham PTBA diperdagangkan pada harga Rp. 15.296,-. Sementara harganya saat ini hanya Rp. 12.525,-. Oleh karena itu, saham PTBA layak dibeli. 2. Kedua, menganalisis EPS PTBA.
EPS PTBA menunjukkan Rp. 792.55. Jadi, setiap satu lembar saham akan mendapatkan laba sebesar Rp. 792.55,-.
3. Ketiga, menganalisis PER PTBA.
bernilai negatif menunjukkan perusahaan merugi. 4. Keempat, menganalisis PBV PTBA.
PBV PTBA menunjukkan 3.52 x. Saham dengan PBV kecil pada umumnya lebih murah dibandingkan dengan saham PBV yang lebih besar. Jadi, saham PTBA lebih murah dari saham ATPK dan lebih mahal dari saham BUMI
5. Kelima, menganalisis ROA PTBA.
ROA PTBA menunjukkan 15.58. ROA PTBA lebih rendah dari ROA ITMG dan lebih tinggi dari ROA BORN. ROA tinggi mengindikasikan bahwa PTBA telah memanfaatkan asetnya dengan sebaik-baiknya. ROA tinggi juga menunjukkan bahwa PTBA telah berjalan dengan efisien. Logisnya PTBA memiliki asset bagus yang sanggup menghasilkan ROA besar.
6. Keenam.Menganalisis ROE PTBA.
ROE PTBA menunjukkan 24.55. ROE PTBA lebih tinggi dari ROE BRAU dan lebih rendah dari ROE BUMI. Semakin tinggi ROE PTBA, perusahaan PTBA semakin bagus. Sesuai prinsip ekonomi, berusaha mencari laba sebesar-besarnya dengan modal sekecil-kecilnya. Angka ROE PTBA akan semakin besar jika modal yang digunakan kecil
7. Ketujuh, menganalisis CR PTBA.
CR PTBA menunjukkan 286.59. CR PTBA lebih besar dari 1, berarti perusahaan PTBA sehat. Soalnya, jika angka yang didapat lebih besar dari 1, perusahaan dikatakan sehat. Jika CR PTBA lebih kecil dari 1, perusahaan PTBA sedang gawat sebab terlalu banyak utang.
8. Kedelapan, menganalisis DER PTBA.
9. Kesembilan, menganalisis ATR PTBA.
ATR PTBA menunjukkan 0.96. ATR PTBA lebih tinggi dari ATR SMMT dan lebih rendah dari ATR KKGI. Semakin tinggi ATR semakin besar penjualan yang sudah berhasil dicapai. Jika perusahaan PTBA menghasilkan penjualan yang sama dengan menggunakan aset lebih sedikit berarti perusahaan PTBA semakin efektif. Dengan demikian, pada akhirnya jika aset yang digunakan lebih sedikit, maka biaya atas penggunaan aset akan semakin sedikit dan seterusnya akan meningkatkan profitabilitas PTBA.
Kesimpulan Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Seharusnya saham PTBA diperdagangkan pada harga Rp. 15.296,-. Sementara harganya saat ini hanya Rp. 12.525,-. Oleh karena itu, saham PTBA layak dibeli.
2. EPS PTBA menunjukkan Rp. 792.55. Jadi, setiap satu lembar saham akan mendapatkan laba sebesar Rp. 792.55,-. Masih di bawah ITMG yang memberikan laba sebesar Rp. 942.68,-.
3. Jika saham PTBA dibeli dan didiamkan untuk jangka waktu yang lama, investor akan mencapai titik balik modal dalam waktu 14 kali pembagian dividen. Angka PER ini lebih baik dibanding angka PER perusahaan yang sejenis yang bernilai negatif yang menunjukkan perusahaan tersebut merugi.
4. Saham PTBA lebih murah dari saham ATPK dan lebih mahal dari saham BUMI.
5. ROA PTBA lebih rendah dari ROA ITMG dan lebih tinggi dari ROA BORN. ROA tinggi mengindikasikan bahwa PTBA telah memanfaatkan asetnya dengan sebaik-baiknya. ROA tinggi juga menunjukkan bahwa PTBA telah berjalan dengan efisien.
6. ROE PTBA lebih tinggi dari ROE BRAU dan lebih rendah dari ROE BUMI.
7. CR PTBA lebih besar dari 1, berarti perusahaan PTBA sehat.
9. ATR PTBA lebih tinggi dari ATR SMMT dan lebih rendah dari ATR KKGI.
Kekuatan Penelitian
1. Secara konten keseluruhan jurnal ini sudah terlihat cukup baik dalam hal mendeskripsikan apa yang ingin disampaikan oleh peneliti serta mudah dipahami oleh pembaca.
2. Penelitian ini sangat besar manfaatnya bagi perusahaan-perusahaan sektor pertambangan di Bursa Efek Indonesia yang menjadi sampel subjek penelitian dalam menentukan langkah-langkah strategis untuk terus tumbuh kembang di era globalisasi sekarang ini.
3. Tools atau alat yang digunakan dalam mengumpulkan data dan analisis data cukup lengkap sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih maksimal.
4. Penelitian yang dilakukan berhasil menjawab semua permasalahan yang diteliti.
5. Peneliti menggunakan hasil penelitian terdahulu sebagai perbandingan.
Kelemahan Penelitian
1. Jurnal ini juga tidak memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.