• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Saham PT. Astra Agro Lestari de

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Analisis Saham PT. Astra Agro Lestari de"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS SAHAM PT. ASTRA AGRO LESTARI DENGAN

METODE CAPM, THREE FACTOR MODEL DAN FOUR

FACTOR MODEL

PT. Astra Argo Lestari (AALI) adalah sebuah perusahaan multinasional yang

bergerak di bidang perkebunan. Pada laporan ini, penulis ingin melihat dengan

menganalisis sejauh mana metode CAPM, Three Factor Model dan Four Factor Model

mampu merepresentasikan sebuah regresi. Data yang diambil merupakan data harga saham

bulanan dari 1 Januari 2007 sampai dengan 31 Desember 2014. Metode penghitungan

menggunakan aplikasi Eviews dengan α sebesar 5%.

REGRESI 1: CAPM

Model ini diperkenalkan oleh Treynor (1961), Sharp (1964), dan Litner (1965).

Capital Asset Pricing Model adalah sebuah model yang menggambarkan hubungan antara

resiko dan hasil yang diharapkan yang digunakan dalam penilaian harga aset beresiko. Ang

(1997) menjelaskan Capital Asset Pricing Model (CAPM) ini merupakan suatu model yang

menggunakan beta untuk menghubungkan resiko dan return secara bersama- sama.

Pengembangan model ini berfungsi untuk menjelaskan tigkah laku dari harga - harga

sekuritas dan memberikan mekanisme bagi investor untuk menilai pengaruh suatu sekuritas

yang diusulkan terhadap resiko dan return portofolio mereka.

Dependent Variable: _R_AALI___RF_ Method: Least Squares

Date: 03/09/15 Time: 10:29

Sample (adjusted): 2007M02 2014M06 Included observations: 89 after adjustments

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

_RM_RF_ 1.290064 0.164421 7.846092 0

C -0.007337 0.011456 -0.640481 0.5235

R-squared 0.414383 Mean dependent var 0.00303 Adjusted R-squared 0.407651 S.D. dependent var 0.139484 S.E. of regression 0.107352 Akaike info criterion -1.603183 Sum squared resid 1.002636 Schwarz criterion -1.547258

Log likelihood 73.34163

Hannan-Quinn

criter. -1.580641

(2)

Prob(F-statistic) 0

Hasil R squared dari data diatas adalah 0.414383 (41%). R squared ini

digunakan jika hanya ada satu variabel dependen. Nilai dari R squared ini akan

meningkat searah jumlah variabel dependennya. Dalam hasil data diatas, berarti

bahwa excess return saham AALI (r_AALI - Rf) dapat dijelaskan oleh variabel

market risk premium (Rm – Rf) sebesar 41%.

Hasil Uji F dari data diatas adalah 0,0000. Hal ini berarti F probability < 0,05

maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya variabel independen yaitu market risk

premium (Rm - Rf) secara bersama-sama memberikan pengaruh signifikan terhadap

variabel dependen, yaitu excess return saham AALI (r_AALI - Rf).

Untuk hasil uji t pada market risk premium (Rm – Rf) menunjukkan hasil

probability 0.0000 yang artinya kurang dari 0.05. Berarti bahwa probabilitas t hitung

< α (0,05) maka pengaruhnya signifikan, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi

market risk premium (Rm – rf) secara individu signifikan mempengaruhi excess

return saham AALI (r_AALI - Rf).

Sedangkan untuk hasil uji C (intercept) menunjukkan hasil probability 0.5235

yang artinya lebih dari 0.05. Berarti bahwa probabilitas t hitung > α (0,05) maka

pengaruhnya tidak signifikan, sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Jadi intercept (C)

secara individu tidak signifikan mempengaruhi excess return saham AALI (r_AALI –

Rf). Dengan demikian, saham diatas tidak memiliki abnormal return karena hasil uji

probability intercept menunjukkan hasil yang tidak signifikan.

Jika dilihat dari nilai β (coefficient (Rm – Rf)) yaitu 1.290064, menunjukkan

bahwa nilai β > 1 yang artinya saham AALI ini termasuk saham yang cukup berisiko.

Apabila β > 1, berarti tingkat keuntungan saham itu meningkat lebih besar

dibandingkan dengan tingkat keuntungan keseluruhan saham di pasar. Ini

menandakan bahwa risiko sistematis saham itu lebih besar dibandingkan dengan

risiko sistematis pasar, saham jenis ini sering juga disebut sebagai saham agresif.

Pada pengujian marginal effect yaitu setiap 1% peningkatan pada return market risk

premium (Rm – Rf) akan meningkatkan return saham AALI (r_AALI – Rf) sebesar

1.290064.

Output model dari hasil regresi diatas adalah:

r_AALI-Rft = -0.007337 + 1.290064 Rm-Rft + errort

(3)

terdapat pada market risk premium (semakin tinggi nilai risiko ini maka akan semakin

berisiko). Pada model regresi ini harus ditambahkan variabel error karena ada

beberapa faktor lain diluar model yang dapat memengaruhi hasil regresi.

Standard Error of the Estimate adalah suatu ukuran banyaknya kesalahan

model regresi dalam memprediksikan nilai Y. Dari hasil regresi diatas, diperoleh nilai

0.107352, hal ini berarti banyaknya kesalahan dalam prediksi harga saham sebesar

10.73%. Sebagai pedoman jika Standard error of the estimate kurang dari standar

deviasi Y, maka model regresi semakin baik dalam memprediksi nilai Y. Data diatas

menunjukkan hasil standard deviasi variabel dependen (dalam hal ini excess return

saham AALI (r_AALI – Rf) ) bernilai 0.139484. Standard error of the estimate

(0.107352) < standard deviasi variabel dependen (0.139484) maka artinya model

regresi diatas mampu memprediksi nilai excess return saham AALI dengan baik.

REGRESI 2: FAMA AND FRENCH’S THREE FACTOR MODEL 

Model ini diperkenalkan oleh Eugene F. Fama dan Kenneth R. French pada tahun

1992. Fama dan French memperluas model CAPM dengan faktor firm size dan book to

market ratio (B/M) selain faktor resiko pasar dalam CAPM. Model ini mempertimbangkan

fakta bahwa nilai dan saham dari perusahaan kecil dapat mengungguli pasar secara teratur.

Dependent Variable: _R_AALI___RF_

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

Adjusted R-squared 0.425296 S.D. dependent var 0.139484 S.E. of regression 0.105742 Akaike info criterion -1.611735 Sum squared resid 0.950408 Schwarz criterion -1.499886

Log likelihood 75.72222

Hannan-Quinn

criter. -1.566652

F-statistic 22.7074 Durbin-Watson stat 2.213479

(4)

 

Pada regresi ini menggunkan hasil adjusted R squared dan bukan menggunkan

R squared dikarenakan variabel independen berjumlah lebih dari satu. Adjusted R

squared dari data diatas adalah 0.425296 (42.52%). Dalam hasil data diatas, berarti

bahwa excess return saham AALI (r_AALI - Rf) dapat dijelaskan oleh variabel

market risk premium (Rm – Rf), SMB, dan HML sebesar 42.52% setelah

menghiangkan efek kenaikan R squared akibat penambahan variabel independen.

Hasil Uji F dari data diatas adalah 0,0000. Hal ini berarti F probability < 0,05

maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya variabel independen yaitu market risk

premium (Rm - Rf), SMB dan HML secara bersama-sama memberikan pengaruh

signifikan terhadap variabel dependen, yaitu excess return saham AALI (r_AALI -

Rf).

Untuk hasil uji t pada market risk premium (Rm – Rf) menunjukkan hasil

probability 0.0000 yang artinya kurang dari 0.05. Berarti bahwa probabilitas t hitung

< α (0,05) maka pengaruhnya signifikan, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi

market risk premium (Rm – rf) secara individu signifikan mempengaruhi excess

return saham AALI (r_AALI - Rf).

Hasil uji t pada variabel SMB menunjukkan hasil probability 0.0388 yang

artinya kurang dari 0.05. Berarti bahwa probabilitas t hitung < α (0,05) maka

pengaruhnya signifikan, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi variabel SMB

secara individu signifikan mempengaruhi excess return saham AALI (r_AALI - Rf).

Untuk hasil uji t pada variabel HML menunjukkan hasil probability 0.8516

yang artinya lebih dari 0.05. berarti bahwa probabilitas t hitung > α (0,05) maka

pengaruhnya tidak signifikan, sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Jadi variabel

HML secara individu tidak signifikan memperngaruhi excess return saham AALI

(r_AALI – Rf)

Sedangkan untuk hasil uji C (intercept) menunjukkan hasil probability 0.8847

yang artinya lebih dari 0.05. Berarti bahwa probabilitas t hitung > α (0,05) maka

pengaruhnya tidak signifikan, sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Jadi intercept (C)

secara individu tidak signifikan mempengaruhi excess return saham AALI (r_AALI –

Rf). Dengan demikian, saham diatas tidak memiliki abnormal return karena hasil uji

probability intercept menunjukkan hasil yang tidak signifikan.

Jika dilihat dari nilai β (coefficient (Rm – Rf)) yaitu 1.179025, menunjukkan

(5)

Apabila β > 1, berarti tingkat keuntungan saham itu meningkat lebih besar

dibandingkan dengan tingkat keuntungan keseluruhan saham di pasar. Ini

menandakan bahwa risiko sistematis saham itu lebih besar dibandingkan dengan

risiko sistematis pasar, saham jenis ini sering juga disebut sebagai saham agresif.

Pada pengujian marginal effect yaitu setiap 1% peningkatan pada return market risk

premium (Rm – Rf) akan meningkatkan return saham AALI (r_AALI – Rf) sebesar

1.179025.

Output model dari hasil regresi diatas adalah:

r_AALI-Rft = -0.001713 + 1.179025 Rm-Rft - 0.803869 SMB - 0.062276 HML +

errort

Angka -0.001713 menunjukkan intercept ; angka 1.179025 menunjukkan risiko yang

terdapat pada market risk premium (semakin tinggi nilai risiko ini maka akan semakin

berisiko). Pada model regresi ini harus ditambahkan variabel error karena ada

beberapa faktor lain diluar model yang dapat memengaruhi hasil regresi.

Standard Error of the Estimate adalah suatu ukuran banyaknya kesalahan

model regresi dalam memprediksikan nilai Y. Dari hasil regresi diatas, diperoleh nilai

0.105742, hal ini berarti banyaknya kesalahan dalam prediksi harga saham sebesar

10.57%. Sebagai pedoman jika Standard error of the estimate kurang dari standar

deviasi Y, maka model regresi semakin baik dalam memprediksi nilai Y. Data diatas

menunjukkan hasil standard deviasi dependen variabel (dalam hal ini excess return

saham AALI (r_AALI – Rf) ) bernilai 0.139484. Standard error of the estimate

(0.105742) < standard deviasi variabel dependen (0.139484) maka artinya model

regresi diatas mampu memprediksi nilai excess return saham AALI dengan baik.

Kesimpulan yang dapat diambil dengan adanya penambahan variabel

independen yakni SMB dan HML pada model regresi diatas, menunjukkan nilai

adjusted R squared yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan model CAPM. Pada

penghitungan Fama And French Three Factor Model hasil adjusted R squared senilai

0.425296 (42.52%) sementara pada model CAPM hasil adjusted R squared senilai

0.407651 (40.76%). Hasil adjusted R squared yang lebih tinggi ini dapat diartikan

bahwa dengan penambahan variabel independen mampu merepresentasikan model

dengan lebih baik.

   

(6)

 

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

Adjusted R-squared 0.420161 S.D. dependent var 0.139484 S.E. of regression 0.106213 Akaike info criterion -1.592202 Sum squared resid 0.947619 Schwarz criterion -1.452391

Log likelihood 75.85301

Hannan-Quinn

criter. -1.535849

F-statistic 16.94154 Durbin-Watson stat 2.20271

Prob(F-statistic) 0

Pada regresi ini menggunkan hasil adjusted R squared dikarenakan variabel

independen berjumlah lebih dari satu. Adjusted R squared dari data diatas adalah

0.420161 (42%). Dalam hasil data diatas, berarti bahwa excess return saham AALI

(r_AALI - Rf) dapat dijelaskan oleh variabel market risk premium (Rm – Rf), SMB,

HML dan WML sebesar 42% setelah menghiangkan efek kenaikan R squared akibat

penambahan variabel independen.

Hasil Uji F dari data diatas adalah 0,0000. Hal ini berarti F probability < 0,05

maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya variabel independen yaitu market risk

premium (Rm - Rf), SMB, HML dan WML secara bersama-sama memberikan

pengaruh signifikan terhadap variabel dependen, yaitu excess return saham AALI

(r_AALI - Rf).

Untuk hasil uji t pada market risk premium (Rm – Rf) menunjukkan hasil

probability 0.0000 yang artinya kurang dari 0.05. Berarti bahwa probabilitas t hitung

< α (0,05) maka pengaruhnya signifikan, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi

(7)

return saham AALI (r_AALI - Rf).

Hasil uji t pada variabel SMB menunjukkan hasil probability 0.0375 yang

artinya kurang dari 0.05. Berarti bahwa probabilitas t hitung < α (0,05) maka

pengaruhnya signifikan, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi variabel SMB

secara individu signifikan mempengaruhi excess return saham AALI (r_AALI - Rf).

Untuk hasil uji t pada variabel HML menunjukkan hasil probability 0.7879

yang artinya lebih dari 0.05. berarti bahwa probabilitas t hitung > α (0,05) maka

pengaruhnya tidak signifikan, sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Jadi variabel

HML secara individu tidak signifikan memperngaruhi excess return saham AALI

(r_AALI – Rf).

Hasil uji untuk variabel WML menunjukkan hasil probability 0.6203 yang

artinya lebih dari 0.05, berarti bahwa probabilitas t hitung > α (0,05) maka

pengaruhnya tidak signifikan, sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Jadi variabel

HML secara individu tidak signifikan memperngaruhi excess return saham AALI

(r_AALI – Rf).

Sedangkan untuk hasil uji C (intercept) menunjukkan hasil probability 0.8623

yang artinya lebih dari 0.05. Berarti bahwa probabilitas t hitung > α (0,05) maka

pengaruhnya tidak signifikan, sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Jadi intercept (C)

secara individu tidak signifikan mempengaruhi excess return saham AALI (r_AALI –

Rf). Dengan demikian, saham diatas tidak memiliki abnormal return karena hasil uji

probability intercept menunjukkan hasil yang tidak signifikan.

Jika dilihat dari nilai β (coefficient (Rm – Rf)) yaitu 1.185513, menunjukkan

bahwa nilai β > 1 yang artinya saham AALI ini termasuk saham yang cukup berisiko.

Apabila β > 1, berarti tingkat keuntungan saham itu meningkat lebih besar

dibandingkan dengan tingkat keuntungan keseluruhan saham di pasar. Ini

menandakan bahwa risiko sistematis saham itu lebih besar dibandingkan dengan

risiko sistematis pasar, saham jenis ini sering juga disebut sebagai saham agresif.

Pada pengujian marginal effect yaitu setiap 1% peningkatan pada return market risk

premium (Rm – Rf) akan meningkatkan return saham AALI (r_AALI – Rf) sebesar

1.185513.

Output model dari hasil regresi diatas adalah:

r_AALIRft = 0.002062 + 1.185513 RmRft 0.887489 SMB 0.091385 HML

(8)

Angka -0.002062 menunjukkan intercept ; angka 1.185513 menunjukkan risiko yang

terdapat pada market risk premium (semakin tinggi nilai risiko ini maka akan semakin

berisiko). Pada model regresi ini harus ditambahkan variabel error karena ada

beberapa faktor lain diluar model yang dapat memengaruhi hasil regresi.

Standard Error of the Estimate adalah suatu ukuran banyaknya kesalahan

model regresi dalam memprediksikan nilai Y. Dari hasil regresi diatas, diperoleh nilai

0.106213, hal ini berarti banyaknya kesalahan dalam prediksi harga saham sebesar

10.62%. Sebagai pedoman jika Standard error of the estimate kurang dari standar

deviasi Y, maka model regresi semakin baik dalam memprediksi nilai Y. Data diatas

menunjukkan hasil standard deviasi dependen variabel (dalam hal ini excess return

saham AALI (r_AALI – Rf) ) bernilai 0.139484. Standard error of the estimate

(0.106213) < standard deviasi variabel dependen (0.139484) maka artinya model

regresi diatas mampu memprediksi nilai excess return saham AALI dengan baik.

Kesimpulan yang dapat diambil dengan adanya penambahan variabel

independen yakni WML pada model regresi diatas, menunjukkan nilai adjusted R

squared yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan model CAPM. Pada

penghitungan Four Factor Model hasil adjusted R squared senilai 0.420161 (42.01%)

sementara pada model CAPM hasil adjusted R squared senilai 0.407651 (40.76%).

Hasil adjusted R squared yang lebih tinggi ini dapat diartikan bahwa dengan

penambahan variabel independen mampu merepresentasikan model dengan lebih

baik.

  Dari hasil ketiga regresi dengan menggunakan metode CAPM, Farma And

French Three Factor Model dan Four Factor Model diatas dapat ditarik kesimpulan

bahwa dengan adanya penambahan variabel independen pada model akan semakin

mampu merepresentasikan model regresi dengan lebih baik dilihat dari penambahan

nilai adjusted R squared-nya.

 

Referensi

Dokumen terkait

Saham-saham yang mempunyai nilai excess return to beta lebih kecil dari titik C*, tidak diikutsertakan dalam pembentukan portofolio optimal, karena excess

Faktor Indeks Pertanian berpengaruh positif secara signifikan terhadap return AALI, LSIP, SMAR, TBLA, UNSP dan proxy INDEX, hasil yang berbeda return SGRO merespon negatif

Sampai akhir tahun 2016, AALI mengelola areal seluas 297 ribu hektar perkebunan kelapa sawit yang terdiri dari area Tanaman Menghasilkan sebesar 266 ribu hektar dan area Tanaman

Alasan kami merekomendasikan Buy untuk saham AALI karena 1) Cash Flow Operating yang solid. 2) Dividend yield yang atraktif. 3) Posisi yang Net Cash.. Double Digit Growth

Dimana secara parsial variabel independen yang pertama yaitu perputaran kas tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Assets, hal ini dapat diketahui dari thitung -1,608 < ttabel

i PENGARUH EARNING PER SHARE TERHADAP HARGA SAHAM DI PT ASTRA AGRO LESTARI TBK OLEH HASNI SALAM NIM:17.2800.055 Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana

Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa Return on Equity dan Earning Per Share berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan dengan R2 sebesar 0,643, yang

Dengan strategi lokasi yang diimplementasikan pada AALI, juga memaksimalkan adanya tenaga kerja yang kompeten karena lokasi yang dikenal umum atas kelapa sawit sebagai penopang ekonomi