• Tidak ada hasil yang ditemukan

Etika dan Penerapan Teknologi dalam Pers

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Etika dan Penerapan Teknologi dalam Pers"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

ETIKA DAN PENERAPAN TEKNOLOGI

DALAM PERSPEKTIF AGAMA ISLAM

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Etika Profesi

Dosen : Ir. Sutarno, M.Sc

Oleh : Shinta Widya W.

Firman Aditya DP.

Gita Kencana Pertiwi

Ahmad Ulin Nuha

13.521.080

13.521.104

13.521.107

13.521.109

Kelas : A

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

YOGYAKARTA

(2)

ii

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaykum Wr.Wb

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan hidayahNya, saya dapat menyelesaiakan makalah ini yang berjudul “Etika dan Penerapan Teknologi dalam Perspektif Agama Islam”. Shalawat dan salam tercurahkan kepada Rasulullah SAW . Yang telah memperjuangkan Islam dan umatnya menuju zaman yang penuh dengan kemajuan ilmu

pengetahuan dan teknologi seperti saat ini.

Dalam makalah ini, saya berupaya menyajikan tulisan dengan semaksimal mungkin agar

dapat dengan mudah di pahami oleh pembaca. Namun saya menyadari bahwa makalah ini

masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari pembaca yang bersifat

membangun sangat di harapkan demi kemajuan dan kesempurnaan penulisan di masa yang

akan datang. Harapan saya, semoga makalah ini dapat di terima oleh bapak Sutarno selaku

dosen Etika Profesi. Selain itu, saya juga berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi

semua pihak pada umumnya. Aamiin.

Wassalamu’alaykum Wr. Wb

Yogyakarta, 10 Mei 2015

(3)

iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...ii

DAFTAR ISI ... iii

BAB I ... 1

PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 2

1.3 Tujuan Penulisan ... 2

1.4 Manfaat Penulisan ... 2

BAB II... 3

PEMBAHASAN ... 3

2.1 Hubungan Etika dalam Penerapan dan Perkembangan Teknologi ... 4

2.2 Etika dalam Perspektif Islam ... 4

2.3 Etika Islam dalam Penerapan Teknologi ... 5

2.3.1 Keimanan kepada Allah s.w.t. ... 5

2.3.2 Kepatuhan kepada Syariah dan etika ... 6

2.3.3 Mementingkan aspek kemanusiaan dan ihsan. ... 6

BAB III ... 7

PENUTUP ... 7

3.1 Simpulan ... 7

3.2 Saran ... 8

(4)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Islam merupakan salah satu agama samawi yang meletakan nilai-nilai kemanusiaan

atau hubungan personal, interpesonal dan masyarakat secara agung dan luhur, tidak ada

perbedaan satu sama lain, keadilan dan kedamaian yang mengikat semua aspek manusia.

Islam tidak bersifat memaksa melainkan memberikan petunjuk segala aspek-aspek

mencangkup ilmu pengetahuan dan tindakan yang baik dan buruk serta benar dan salah

yang seharusnya manusia ketahui melalui sumberNya.

Etika adalah pondasi utama dalam mengembangkan sebuah teknologi, etika juga

sangat penting dalam setiap penerapan-penerapan tindak laku seorang muslim, tanpa

etika yang baik muslim bukanlah seorang muslim dan manusia bukanlah seorang

manusia.[1]

Kepribadian baik yang dimiliki manusia menandakan dirinya mempunyai etika

yang baik pula. Oleh karena itu etika sangat penting dalam tingkah laku seorang muslim

karena etika mempengaruhi kehidupan manusia dalam bergaul dengan makhluk sosial

lainnya. Etika juga menjadi salah satu pondasi utama dalam mengembangkan sebuah

teknologi karena etika dan teknologi saling berhubungan. Etika menjadi sikap dasar yang

positif terhadap kemungkinan munculnya berbagai penemuan dan ide-ide. Sedangkan

teknologi merupakan suatu langkah penerapan terhadap penemuan-penemuan baru dalam

hasil nyata yang lebih modern dan canggih sehingga dapat mendorong manusia untuk

terus mengembangkan teknologi lebih maju lagi. Sebagai contoh salah satu firman Allah

SWT berbunyi :

“Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju dari besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada

Allah).”(QS. al-Anbiya': 79-80)..[1] [2]

Ayat tersebut menunjukan bahwa Islam telah memperkenalkan ilmu pengetahuan

dan teknologi lebih dulu jauh sebelum orang Barat dan dari ayat tersebut Allah SWT telah

memerintahkan manusia untuk berbuat sesuatu dengan sarana teknologi. Kemajuan dan

perkembangan teknologi telah memberikan kemudahan-kemudahan dan kesejahteraan

(5)

2

dipimpin oleh orang Barat membuat orang-orang muslim meniru tanpa dapat memilah

dan memikirkan dampak negatifnya. Padahal kita manusia hidup di dunia semata-mata

untuk beribadah kepada Allah SWT.

1.2Rumusan Masalah

1.2.1 Bagaimana hubungan etika dalam penerapan dan perkembangan teknologi ?

1.2.2 Bagaimana etika dalam perspektif agama Islam ?

1.2.3 Bagaimana etika Islam dalam penerapan teknologi ?

1.3Tujuan Penulisan

Penulisan paper ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan bagaimana

hubungan antara etika dan penerapan teknologi dalam perspektif agama Islam secara

lebih mendalam dan luas kepada para pembaca agar dapat memperluas pemikiran

mengenai ilmu etika ataupun sikap seorang muslim dalam penerapan teknologi yang

semakin berkembang.

1.4Manfaat Penulisan

Adapun manfaat dari penulisan paper ini adalah setelah membaca paper ini

pembaca dapat memahami dan mengaplikasikan tentang bagaimana hubungan antara

(6)

3

BAB II

PEMBAHASAN

Dalam kamus Wikipedia disebutkan bahwa etika berasal dari Bahasa yunani yaitu

"ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan”[3]. Makna etika sendiri berarti tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.

[Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat]. Etika jika diterapkan atau dihubungkan dalam

agama maka saling berkaitan khususnya dalam agama Islam. Etika di agama Islam sangatlah

penting sebagai dasar bergaul dengan masyarakat pada umumnya.

Etika selain penting untuk diterapkan dalam masyarakat beragama, etika juga sangatlah

penting diterapkan pada hidup yang penuh dengan teknologi seperti saat ini. Apalagi era

modern ini banyak sekali teknologi yang banyak bermunculan. Misalnya alat komunikasi yang

zaman dahulu hanya dengan sebuah kentongan, surat, dll., sekarang sudah berubah menjadi alat

yang mudah digenggam bahkan dibawa kemana-mana. Menurut survey Nielsen yang dimuat

dalam tribun news pada tahun 2011 menyebutkan bahwa 53% penduduk di Indonesia

khususnya sudah mempunyai alat komunikasi berupa handphone yang dapat dibawa

kemana-mana. Ini menandakan bahwa nilai konsumen terhadap teknologi sudahlah besar bahkan

melebihi 50% penduduk Indonesia.[4]

Dari survey tersebut ternyata tidak semua bisa bermanfaat sesuai tujuannya untuk

berkomunikasi. Artinya masih banyak yang menyalah gunakan penggunaannya. Sebagai

contoh masih banyak remaja sekarang yang mempunyai alat komunikasi berupa handphone

akan tetapi disalah gunakan seperti menyimpan file yang berbau negative misalnya film porno

dll. Berdasarkan survey yang dilakukan lembaga hotline di Jawa Timur yang dimuat dalam

merdeka.com menyebutkan bahwa 90% dalam alat komunikasi remaja SMA berisi konten

berbau pornografi [5]. Hal ini menunjukkan minimnya etika serta pemahaman dalam beragama

Islam yang dimiliki masyarakat dalam menghadapi bermacam-macam teknologi yang semakin

lama semakin maju. Dari sini perlu adanya pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya

etika dalam penerapan teknologi sesuai perspektif agama Islam, sehingga manfaat dalam

berteknologi dapat terasa nyaman.

Pemahaman yang dibutuhkan yaitu diantaranya tentang

(7)

4

2. Etika dalam perspektif agama Islam

3. Etika Islam dalam penerapan teknologi

2.1Hubungan Etika dalam Penerapan dan Perkembangan Teknologi

Ilmu pengetahuan merupakan salah satu unsur kebudayaan universal yang

dihasilkan manusia. Dalam penerapannya, ilmu pegetahuan secara otomatis

menghasilkan apa yang disebut teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan

dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Ilmu pengetahuan bersifat teoritis dan tidak

berbentuk sedangkan teknologi bersifat praktis dan berbentuk.

Dalam berteknologi dibutuhkan suatu sikap yang benar dan hati-hati. Ini artinya

dibutuhkan suatu adanya etika. Etika sendiri berfungsi dalam pergaulan jadi tidak

mungkin seseorang dalam berteknologi tanpa mempunyai etika yang baik dan benar.

Sudah banyak buktinya di luar sana yang bermasalah hanya karena salah dalam hal

bergaul menggunakan fasilitas teknologi yang canggih. Selain contoh etika dalam

berkomunikasi, contoh lainnya yaitu sekarang jual beli sudah melibatkan teknologi

online, hanya bermodalkan internet dan gadget canggih sudah bisa membeli maupun

menjual. Maka dari itu untuk jual beli semacam ini perlu di terapkan etika yang baik.

Alhasil dapat dilihat betapa pentingnya peran etika untuk ikut mengontrol perkembangan

iptek dan penerapannya dalam kehidupan agar tidak bertentangan dengan nilai-nilai dan

norma-norma yang ada dalam masyarakat sehingga tidak merugikan dirinya sendiri dan

juga orang lain.

Cara menanamkan etika dalam berteknologi yaitu :

 Dimulai sejak dini, dan dengan adanya etika kita sudah dapat membedakan antara baik dan buruknya dalam menggunakan teknologi informasi.

 Menghargai hasil karya orang.

 Dengan mentaati aturan dan undang – undang yang berlaku.

 Selalu melakukan kegiatan yang positif yang tidak membuat kita sendiri yang bisa membuat pikiran kosong. [6]

2.2Etika dalam Perspektif Islam

(8)

5

Dalam Islam, prinsip etika merupakan hak eksklusif dan bahan komoditi yang

bersifat memikat, tetapi ia memiliki norma-norma dan moral imperatif yang bertujuan

sebagai service membangun kualitas manusia secara paripurna. Jadi Islam meletakkan

inspirasi tauhid sebagai parameter pengembangan teori komunikasi dan informasi.

Alquran menyediakan seperangkat aturan dalam prinsip dan tata berkomunikasi.

Etika dalam Islam adalah sebagai perangkat nilai yang tidak terhingga dan agung

yang bukan saja berisikan sikap, perilaku secara normative, yaitu dalam bentuk hubungan

manusia dengan Tuhan, melainkan wujud dari hubungan manusia terhadap Tuhan,

manusia dan alam semesta. Etika sebagai fitrah akan sangat bergantung pada pemahaman

dan pengalaman keberagamaan seseorang. Maka Islam menganjurkan kepada manusia

untuk menjunjung etika sebagai fitrah dengan menghadirkan kedamaian, kejujuran, dan

keadilan.

Etika dalam Islam melahirkan konsep ihsan, yaitu cara pandang dan perilaku

manusia dalam hubungan sosial hanya dan untuk mengabdi pada Tuhan, tanpa ada pamrih

di dalamnya.[7]

2.3Etika Islam dalam Penerapan Teknologi

Etika merupakan satu bidang falsafah yang membicarakan tentang tingkah laku

manusia dari aspek-aspek lahiriah dan batiniahnya .dalam hubungan dengan sains, etika

adalah satu bidang ilmu yang mengkaji soal kebaikan dan keburukan dalam sains;

berhubung dengan tatacara untuk mempraktiskan kebaikan dan menolak keburukan

dalam amalan dan penggunaan sanis dan teknologi.

Islam telah menyediakan panduan yang sempurna untuk mengatur segala perilaku

manusia dalam apa saja bidang kerjanya sepanjang zaman. Terdapat konsep-konsep asas

yang mampu membimbing ahli sains dalam urusan peribadi dan profesinya. Konsep asas

tersebut terdiri daripada tiga unsur utama:

a. Keimanan kepada Allah s.w.t. b. Kepatuhan kepada Syariah dan etika

c. Mementingkan aspek kemanusiaan dan ihsan.

2.3.1 Keimanan kepada Allah s.w.t.

Iman adalah teras kepada semua jenis amalan dalam Islam. Seorang ahli sains perlu

(9)

6

bantuan daripadaNya. Mereka perlu sadar Allah sentiasa melihat segala pemikiran dan

perlakuan manusia. Allah merupakan Pencipta dan Pemilik alam yang menjadi bahan

kajian dan penggunaan sains dan teknologi. Sesungguhnya keimana kepada Allah akan

menyediakan asas yang kukuh kepada kelahiran generasi muslim yang bermoral.

2.3.2 Kepatuhan kepada Syariah dan etika

Seseorang ahli sains perlu mempunyai ketaatan yang tinggi terhadap

peraturan-peraturan dan ketentuan Allah dengan mengambil kira persoalan halal dan haram dalam

kerjayanya. Mauamalat yang murni dalam pembangunan dan penggunaan teknologi

seharusnya seiring dengan kaedah yang tidak melanggar batas-batas ajaran Islam.

Kepatuhan kepada peraturan Allah dijadikan asas penting kepada etika kerjanya

sekalipun berlawanan dengan tuntutan keinginan karena sains tidak boleh bersifat netral

dan bebas.

2.3.3 Mementingkan aspek kemanusiaan dan ihsan.

Dalam penggunaan sains dan teknologi aspek kemanusiaan dan ihsan merupakan

suatu yang tidak boleh diabaikan. Para saintis adalah khalifah Allah di bumi. Mereka

bertanggungjawab untuk membawa kemakmuran dan menjaga keharmonian. Mereka

perlu menghindari diri dari mengekskploitasi sewenang-wenangnya segala isi kandungan

alam semata-mata untuk kepentingan sanis, material dan kekayaan. Mereka perlu

melindungi alam sekitar, bersifat belas ihsan dan menghormati hak-hak manusia dan

lain-lain kehidupan untuk hidup dengan selesa.

Sebagai rumusannya, seseorang ahli sains atau teknokrat muslim yang ingin

melaksanakan sesuatu perbuatan atau amalan sainsnya, seharusnya bermula dengan

kepercayaan dan keimanan kepada Allah serta berpegang teguh kepada ajaran agama

dalam profesinya. Beliau juga perlu bertindak untuk memastikan adanya persiapan yang

cukup sama ada dari segi kuasa intelek atau pun kuasa emperik yang bercorak teknik.

Tindak tanduknya pula dibaluti dengan nilai-nilai etika dan moral yang suci murni berdasarkan prinsip “melakukan sesuatu yang baik dan menjauhi yang mungkar”. Dengan itu persoalan krisis etika dalam pelbagai amalan sains dapat dihindarkan dan sains

(10)

7

BAB III

PENUTUP

3.1Simpulan

Dari pembahasan yang telah diuraikan diatas dapat disimpulkan bahwa etika berarti

tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang

dapat ditentukan oleh akal. [Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat]. Etika dan

penerapan teknologi sangatlah berhubungan. Karena orang berhadapan dengan teknologi

tanpa adanya etika tidaklah sempurna jika etika di abaikan bahkan dihiraukan. Selain itu

etika dan penerapan teknologi ini dalam perspektif agama Islam juga penting. Tidak ada

agama Islam khususnya, etika tidak bisa berjalan dengan sebagaimana mestinya. Agama

Islam sendiri mengajarkan kepada umat Islam untuk beretika kepada siapapun, etika

disini dimaksudkan etika yang baik dalam pergaulan. Salah satunya juga dalam

penerapannya di bidang teknologi yang perkembangannya semakin pesat. Akan tetapi

tidak mudah untuk penerapannya, jadi ada poin-poin yang mungkin dapat melatih diri

kita untuk bisa mengaplikasikannya diantanya :

a. Dimulai sejak dini, dan dengan adanya etika kita sudah dapat membedakan antara

baik dan buruknya dalam menggunakan teknologi informasi.

b. Menghargai hasil karya orang.

c. Dengan mentaati aturan dan undang – undang yang berlaku.

d. Selalu melakukan kegiatan yang positif yang tidak membuat kita sendiri yang bisa

membuat pikiran kosong.

Selain empat poin diatas bahwasannya juga ada konsep-konsep asas dalam etika

Islam yang mampu membimbing ahli sains maupun ahli teknologi dalam urusan peribadi

dan profesinya. Konsep asas tersebut terdiri daripada tiga unsur utama:

d. Keimanan kepada Allah s.w.t. e. Kepatuhan kepada Syariah dan etika

(11)

8

3.2Saran

Dalam beretika sangatlah dibutuhkan dalam kehidupan, apalagi jika kita sebagai

umat Islam yang berada dalam zaman sekarang yang penuh akan teknologi yang semakin

berkembang etika dibutuhkan sekali. Maka dari itu sebenarnya banyak yang dapat

menjadi saran buat para pemabaca khususnya remaja masa kini yang presentase

konsumsinya terhadap hal teknologi yang sangat besar akan tetapi hanya sedikit dan

paling penting yaitu diharapkan dapat memahami apa itu etika, bagaimana hubungannya

dengan teknologi serta pentingnya etika dalam perspektif Islam untuk menerapkan pada

(12)

9

DAFTAR PUSTAKA

[1]

https://pascasarjanauin07.wordpress.com/2008/02/09/konsep-etika-dalam-pandangan-Islam/ (diakses pada tanggal 8 Mei 2015)

[2] http://quran.al-shia.org/id/qesseh-quran/21.html (diakses pada tanggal 8 Mei 2015)

[3] http://id.wikipedia.org/wiki/Etika (diakses pada tanggal 9 Mei 2015)

[4] http://www.marketing.co.id/hp-tumbuh-fixed-line-turun/ (diakses pada tanggal 9 Mei

2015)

[5]

http://iorg.merdeka.com/peristiwa/menag-prihatin-90-pelajar-sma-simpan-konten-porno.html (diakses pada tanggal 9 Mei 2015)

[6] http://khadafi88.blogspot.com/2013/10/hubungan-antara-etika-dengan-teknologi.html

(diakses pada tanggal 9 Mei 2015)

[7] http://dhamalo.blogspot.com/2015/02/etika-Islam-dalam-penerapan-ilmu.html (diakses

Referensi

Dokumen terkait

Puji Syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan berkat, rahmat, dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisanan hukum/ skripsi yang berjudul TINDAK

Puji dan syukur saya panjatkan kehadiran Allah SWT karena atas berkat rahmat dan hidayahNya, sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi saya yang berjudul : “ Gambaran Pengetahuan

Segala puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis dengan judul “Pengaruh Etika Kerja Islam

Dengan mengucapkan Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayahNya yang selalu dilimpahkan kepada saya, serta berkat doa restu kedua orang tua

Puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan hidayahNya, saya bisa menyelesaikan penulisan Tugas Akhir saya yang berjudul

Dengan mengucapkan Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayahNya yang selalu dilimpahkan kepada saya, serta berkat doa restu

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa menganugrakan taufiq dan hidayahnya, sehingga penulis dapat menyelesaiakan penyusunan laporan penelitian tugas akhir

Puji syukur saya ucapkan kepada Allah SWT karena atas berkat, rahmat dan hidayahNya saya dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Formulasi Ekstrak Air Kulit