• Tidak ada hasil yang ditemukan

PRESENTASI MATERI kelas BIOLOGI ARTHROPODA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PRESENTASI MATERI kelas BIOLOGI ARTHROPODA"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

ARTHROPODA

Disusun oleh :

1. Ade Candra Dewi (01)

(2)

Ciri-Ciri Arthropoda

• Habitatnya di air, darat, maupun tanah.

• Kaki dan tubuhnya beruas-ruas .

• Termasuk hewan Triploblastik Selomata (hewan dengan 3 lapisan lembaga (ektoderm, mesoderm, endoderm) dan memiliki rongga tubuh sejati) dan bertubuh simetris bilateral.

• Tubuh terbagi menjadi 3: Sefala (kepala), Toraks (dada), Abdomen (perut).

• Mempunyai rangka luar (eksoskeleton) yang terbuat dari zat kitin berguna untuk melindungi alat dalam dan memberi bentuk tubuh.

• Eksoskeleton ada yang lunak (lalat) dan keras (ketam).

• Mengalami pengelupasan eksoskeleton atau disebut Eksidis.

• Memiliki pencernaan lengkap.

• Bernapas dengan insang, trakea, permukaan tubuh dan paru paru buku.

• Reproduksi dengan seksual (gamet jantan-betina) dan aseksual

(3)

Kelas-kelas pada

Arthropoda

• Ada 4 kelas pada Arthropoda yaitu:

(4)

Crustacea

• Ciri-ciri:

1. Hidup di perairan

2. Tubuh terdiri atas sefalotoraks (kepala & dada menyatu) dan abdomen.

3. Memiliki 5 pasang kaki pada sefalotoraks dan 5 pasang kaki renang pada abdomen, berfungsi untuk berenang, merangkak dan menempel di dasar perairan.

4. Memiliki antena, maksiliped (untuk menyaring makanan dan menghantarkannya ke mulut) dan sepasang seliped (untuk mencari makan dan

(5)

Peranan Crustacea

Menguntungkan:

• Crustacea dimanfaatkan manusia sebagai sumber protein. Contoh: Udang, lobster, kepiting.

• Sebagai sumber makanan dan zooplankton bagi ikan di ekosistem perairan. Contoh: Branchiopoda, Ostracoda, Copepoda.

Merugikan:

• Merusak kapal. Contoh: Isopoda.

• Parasit pada ikan. Contoh: Cirripedia, Copepoda.

(6)

Anggota Crustacea

• Crustacea memiliki 2 subkelas dan 7 ordo. Yaitu:

Entomostraca (Udang Mikroskopis).

1. Branchiopoda

2. Ostracoda

3. Copepoda

4. Cirripedia

Malacostraca (Udang Makroskopis).

1. Isopoda

2. Stomatopoda

(7)

Ordo Branchiopoda

• Ciri-ciri:

1. Tubuh transparan dan pucat.

2. Bergerak menggunakan antena.

3. Hidup di air laut dan tawar sebagai zooplankton.

• Contoh:

(8)

Ordo Ostracoda

• Ciri-ciri:

1. Hidup di air laut dan tawar

2. Bergerak menggunakan antena

3. Mempunyai 2 pasang lengan renang.

• Contoh:

(9)

Ordo Copepoda

• Ciri-ciri:

1. Hidup di air laut dan air tawar

2. Bersifat parasit pada hewan lain

• Contoh:

(10)

Ordo Cirripedia

• Ciri-ciri:

1. Tubuh dengan kepala dan dada ditutupi karapaks berbentuk cakram.

2. Cara hidup melekat pada benda lain atau mengapung di laut.

3. Bersifat parasit.

Contoh:

(11)

Ordo Isopoda

• Ciri-ciri:

1. Hidup di air dan darat

2. Tubuh pipih dorsoventral

3. Mampu menggerek kayu

• Contoh:

(12)

Ordo Stomatopoda

Ciri-ciri:

1. Hidup di laut

2. Mempunyai cangkang luar dari karapaks

3. Bentuk tubuh mirip belalang sembah

4. Berwarna mencolok • Contoh:

Odontodactylus scyllarus Squilla empusa

(13)

Ordo Decapoda

• Ciri-ciri:

1. Hidup di air tawar dan laut.

2. Mempunyai karapaks yang melindungi sefalotoraks dan insang.

3. Mempunyai lima pasang kaki pada dada.

• Contoh:

Birgus latro Portunus sexdentatus

(14)

Arachnida

• Ciri-ciri:

1. Tubuh terdiri dari sefalorokas dan abdomen yang tidak beruas-ruas.

2. Bagian kepala terdapat sepasang kalisera (untuk merobek dan melumpuhkan mangsa) dan

sepasang padipalpus (sebagai alat indra, tangan, atau alat kopulasi).

3. Empat pasang kaki di sefalotoraks.

4. Memiliki mata sederhana berjumlah 8.

(15)

Peranan Arachnida

Menguntungkan:

• Pengendali populasi hama.

Merugikan:

• Mengakibatkan penyakit kudis pada binatang ternak. Contoh: Psoroptes equi.

(16)

Anggota Arachnida

• Arachnida memiliki 3 ordo. Yaitu:

1. Scorpionida

2. Arachnoida

(17)

Ordo Scorpionida

• Ciri-ciri:

1. Termasuk predator.

2. Pedipalpus berbentuk capit besar, kalisera kecil.

3. Pada posterior dari segmen terakhir atau ekor terdapat alat untuk menyengat dan bagian yang menggelembung terdapat racun penyengat.

• Contoh:

Heterometrus longimanus Buthus afer

(18)

Ordo Arachnoida

Ciri-ciri:

1. Hidup soliter.

2. Pada abdomen terdapat alat penghasil benang untuk

membentuk jaring disebut spineret.

3. Mempunyai 3 jenis benang. Yaitu: benang menjerat

(19)

Ordo Acarina

Ciri-ciri:

1. Bersifat parasit.

2. Tubuh tidak berbuku.

3. Segmentasi pada abdomen tidak tampak.

4. Abdomen menyatu dengan sefalotoraks.

Contoh:

Boophilus annulatus Dermacentor andersoni

(20)

Myriapoda

• Ciri-ciri:

1. Terdiri atas sefala dan abdomen saja.

2. Setiap ruas abdomen terdapat satu pasang kaki atau dua pasang kaki

3. Banyak ditemukan di daerah tropis, terutama darat.

(21)

Anggota Myriapoda

• Myriapoda memiliki 2 ordo saja, yaitu:

1. Chilopoda

(22)

Ordo Chilopoda

Ciri-ciri:

1. Tubuh pipih ke arah dorsoventral dan beruas-ruas. 2. Setiap ruas memiliki sepasang kaki.

3. Ruas paling belakang memiliki sepsasanag taring bisa (maksiliped) berfungsi membunuh mangsa.

4. Kepala terdapat antena, mulut dan mata.

5. Termasuk karnivora dan memangsa hewan kecil seperti Insecta, Mollusca, dan cacing.

Contoh:

Scolopendra marsitans Scutigera coleoptrata

(23)

Ordo Diplopoda

• Ciri-ciri

1. Memiliki 2 pasang kaki di setiap ruas.

2. Termasuk herbivora.

3. Memiliki kemampuan mengurai bahan organik menjadi humus.

• Contoh:

Glomeris marginata Polyxenus fasciculatus

(24)

Insecta

• Ciri-ciri:

1. Disebut heksapoda (memiliki 6 kaki).

2. Tubuh memiliki sefala, toraks, dan abdomen.

3. Kepala memiliki sepasang mata majemuk (faset), mata tunggal (ocelus), sepasang antena dan 3 pasang mulut.

4. Pada mulut terdapat rahang depan (maksila), rahang belakang (mandibula), bibir atas (labrum) dan bibir bawah (labium).

5. Pada toraks terdiri atas 3 ruas: protoraks, mesotoraks dan metatoraks.

6. Memiliki rangka luar dari zat kitin.

(25)
(26)

Peranan Insecta

Menguntungkan:

• Bahan obat obatan tradisional seperti madu yang dihassilkan lebah madu. Contoh insecta madu: Apis cerana, Apis melifera,

dan Apis indica.

• Bahan pembuat benang sutra. Contoh: Bombyx mori.

• Membantu proses penyerbukan tumbuhan. Contoh: kupu-kupu. • Predator terhadap hama tanaman pertanian.

• Membantu penguraian sampah organik.

• Dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan. Contoh: belalang.

Merugikan:

• Parasit pada manusia. Contoh: kutu kepala.

• Pembawa berbagai bibit penyakit. Contoh: nyamuk.

(27)

Anggota Insecta

Berdasarkan ada tidaknya sayap dan keadaan sayap, Insecta dibagi menjadi 2

subkelas, yaitu:

1. Apterigota (tidak bersayap) 2. Pterigota (bersayap)

Berdasarkan asal-usul sayap dan bentuk metamorfosis, Insecta dibagi jadi 2 subkelas,

yaitu:

1. Eksopterigota (Sayap dari tonjolan luar dinding tubuh) termasuk Hemimetabola (metamorfosis tidak sempurna).

(28)

Ordo Odonata

• Ciri-ciri:

1. Sayap membran 2 pasang.

2. Tipe mulut pengunyah/penggigit.

3. Memiliki mata majemuk.

4. Larva hidup di air.

5. Karnivora.

• Contoh:

Libellula quadrimaculata Calopteryx maculata

(29)

Ordo Isoptera

• Ciri-ciri:

1. Punya 2 pasang sayap tipis ukuran sama.

2. Sayap terlepas setelah kawin.

3. Tipe mulut penggigit.

4. Mata majemuk.

5. Membentuk koloni besar dan pemakan kayu.

• Contoh:

Reticulitermes flavipes

(30)

Ordo Orthoptera

• Ciri-ciri:

1. Punya 2 pasang sayap. Sayap depan (tegmina) lebih tebal, sempit, dan kuat dibanding sayap belakang.

2. Tipe mulut penggigit.

3. Kaki belakang panjang dan kuat untuk meloncat.

4. Jantan mengerik menggunakan tungkai belakang.

5. Betina memiliki ovipositor pendek untuk meletakkan telur. • Contoh:

Blatta orientalis Bactrocoderma aculiferum

(31)

Ordo Hemiptera

• Ciri-ciri:

1. Punya 2 pasang sayap.

2. Sayap depan menebal dan menanduk.

3. Sayap belakang tipis seperti selaput.

4. Tipe mulut penusuk dan penghisap.

• Contoh:

Belosyoma indicum Leptocorisa acuta

(32)

Ordo Siphonoptera

• Ciri-ciri:

1. Tidak bersayap (Apterogita).

2. Tipe mulut penusuk dan penghisap.

3. Mata tunggal (ocelus).

4. Tidak memiliki mata faset.

• Contoh:

Pediculus humanus Xenopsylla cheopsis

(Kutu tikus) (Kutu manusia)

(33)

Ordo Homoptera

• Ciri-ciri:

1. Punya 2 pasang sayap.

2. Sayap depan belakang berbentuk sama dan transparan.

3. Betina tidak bersayap.

4. Tipe mulut penusuk dan penghisap.

• Contoh:

Nilapervata lugens Nephotetix apicalis

(34)

Ordo Thysanura

• Ciri-ciri:

1. Tidak memiliki sayap.

2. Tubuh berwarna perak.

3. Tipe mulut penggigit.

4. Serangga primitif.

• Contoh:

Lepisma saccharina

(35)

Ordo Neoroptera

• Ciri-ciri:

1. Punya 2 pasang sayap.

2. Urat sayap berbentuk jala.

3. Mulut tipe penggigit.

• Contoh:

(36)

Ordo Lepidoptera

• Ciri-ciri:

1. Punya 2 pasang sayap yang dilapisi sisik.

2. Mulut tipe penghisap.

3. Mempunyai belalai yang dapat dijulurkan (probosis).

4. Memiliki 2 subordo: Rhopalocera (kupu-kupu siang) dan Heterocera (kupu-kupu malam).

• Contoh:

Bombyx mori Hidari irava

(37)

Ordo Diptera

• Ciri-ciri:

1. Punya sepasang sayap depan dan sayap belakang yang berubah menjadi alat

keseimbangan (halter).

2. Mulut tipe penjilat dan penghisap.

• Contoh:

Anopheles sp. Musca domestica

(38)

Ordo Hymenoptera

• Ciri-ciri:

1. Punya 2 pasang sayap berupa selaput tipis.

2. Tipe mulut penggigit.

• Contoh:

Paraponera clavata Apis indica

(39)

TERIMA KASIH

TELAH

MENYAKSIKAN

Referensi

Dokumen terkait

Operator Penugasan merupakan operator yang digunakan dalam operasi yang memasukkan nilai dari suatu expresi ke sebuah variabel tertentu. No Operator Cara Penulisan

Pada intinya, bila terjadi ketidakseimbangan beban listrik pada trafo distribusi yang menyuplai listrik ke rumah kita, maka akan terjadi arus netral  yang masuk ke sistem

Hindi niya gustong tumakbo; halos mabali ang kanyang siko at ang nais lamang niya ay makaalpas sa matitigas na bisig ni Aling Marta; ngunit ngayon, nang siya ay bitiwan ng nasaktang

KPK memiliki kewenangan khusus atau multikewenangan, antara lain kewenangan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan sebagaimana yang tercantum dalam ketentuan Pasal 6

Saya mengesahkan bahawa lawatankuasa Pemeriksa bagi Ismail Yusa telah mengadakan pemeriksaan akhir pada II hb Oktober 2002 lUltuk meni1ai tesis Master Sains Pertanian

Maka dalam hal ini penulis telah membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe team assisted individualization memiliki pengaruh terhadap hasil belajar

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variable opini audit, reputasi kantor akuntan publik dan pergantian manajemen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap auditor

Dari hasil analisis keseluruhan kuesioner dapat dilihat bahwa terdapat perbedaan yang signifikan mengenai kualitas hidup anak di Taman PAUD UEU antara persepsi anak