• Tidak ada hasil yang ditemukan

PUTUSAN. Nomor : 53/Pid.B/2014/PN.Bkn DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PUTUSAN. Nomor : 53/Pid.B/2014/PN.Bkn DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

PUTUSAN

Nomor : 53/Pid.B/2014/PN.Bkn

“DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA”

Pengadilan Negeri Bangkinang yang mengadili perkara pidana pada tingkat pertama dengan acara pemeriksaan biasa telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa :

Nama Lengkap : DARUS Bin KUTAR (Alm) Tempat Lahir : Mentulik

Umur / Tgl. Lahir : 49 Tahun/ 01 Desember 1964 Jenis Kelamin : Laki-laki

Kebangsaan : Indonesia

Tempat Tinggal : Rt.01 Rw.04 Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar

Agama : Islam

Pekerjaan : Petani

Terdakwa dipersidangan tidak didampingi Penasehat Hukum; Terdakwa ditangkap pada tanggal 29 Nopember 2013;

Terdakwa telah ditahan berdasarkan surat Perintah / Penetapan Penahanan oleh : 1. Penyidik sejak tanggal 30 Nopember 2013 s/d tanggal 19 Desember 2013;

2. Perpanjangan penahanan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Bangkinang sejak tanggal 20 Desember 2013 s/d tanggal 26 Januari 2014;

3. Penuntut Umum sejak tanggal 23 Januari 2014 s/d tanggal 05 Februari 2014;

4. Hakim Pengadilan Negeri Bangkinang sejak tanggal 05 Februari 2014 s/d tanggal 06 Maret 2014;

5. Perpanjangan Penahanan oleh Ketua Pengadilan Negeri Bangkinang sejak tanggal 07 Maret 2014 s/d tanggal 05 Mei 2014;

Pengadilan Negeri tersebut;

Telah membaca surat Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Bangkinang tentang penunjukan Majelis Hakim yang memeriksa dan memutus perkara ini;

Telah membaca surat Penetapan Majelis Hakim tentang penentuan hari sidang pertama;

Telah membaca berkas perkara dan surat-surat lainnya yang berkaitan;

Telah mendengar keterangan saksi-saksi dan Terdakwa serta memperhatikan barang bukti yang diajukan di persidangan;

(2)

Telah mendengar tuntutan Penuntut Umum yang pada pokoknya agar Majelis Hakim memutus :

1. Menyatakan terdakwa DARUS Bin KUTAR (Alm) bersalah telah melakukan tindak pidana mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan, dengan maksud untuk menguntungkan diri sendli atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun

menghapuskan piutang” sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP jo Pasal 55

Ayat (1) ke-1 KUHP.

2. Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa DARUS Bin KUTAR (Alm) selama 8 (delapan) bulan dengan dikurangkan sepenuhnya selama terdakwa ditahan, dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan.

3. Menyatakan barang bukti berupa :

- 3 (tiga) buah fhoto copy Surat Keterangan Tanah (SKT) An.Kabar Samosir dengan No.Reg.595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

- 2 (dua) buah fhoto copy Surat Keterangan Tanah (SKT) An.Juitha Martauli Sitompul dengan No.Reg.595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

- 2 (dua) buah fhoto copy Surat Keterangan Tanah (SKT) An.Therty Novelda Sitompul dengan No.Reg.595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

tetap terlampir dalam berkas perkara;

- 10 (sepuluh) lembar kwitansi bukti pembayaran pembelian tanah; dikembalikan kepada saksi korban Kabar Samosir;

4. Menghukum terdakwa DARUS Bin KUTAR (Alm), membayar ongkos perkara sebesar Rp. 1.000,- (seribu rupiah);

Menimbang, bahwa atas tuntutan pidana Penuntut Umum tersebut, Terdakwa tidak mengajukan pembelaan secara tertulis akan tetapi hanya mohon keringanan hukuman ;

Menimbang bahwa Terdakwa dihadapkan ke persidangan karena didakwa dengan dakwaan sebagai berikut:

Bahwa Terdakwa DARUS Bin KUTAR (Alm), baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama dengan sdr.Aril (dpo), sdr.Ramlis (dpo) dan sdr.Jasa Siregar (dpo) pada hari dan tanggal yang sudah tidak dapat diingat lagi bulan Desember 2012 sekira pukul 11.00 Wib atau setidak-tidaknya pada suatu waktu di bulan Desember 2012 atau setidaknya pada suatu waktu di tahun 2012 bertempat di Perumahan Pandau Permai Blok C 60 Nomor 12 jalan Bayur V Desa Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar atau setidak-tidaknya pada suatu tempat dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Bangkinang, mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan, dengan maksud untuk menguntungkan diri sendli atau orang lain secara melawan hukum, dengan

(3)

memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya,

atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang” yang dilakukan Terdakwa

dengan cara-cara sebagai berikut :

Pada sekira awal bulan Mei 2012 sdr.Ramlis (dpo) menawarkan tanah milik Terdakwa yang berada di Desa Mentulik Kecamatan Kampar Kiri Hilir Kabupaten Kampar seluas 14 (empat belas) hektar kepada saksi korban Kabar Samosir. Lalu pada tanggal 20 Desember 2012 saksi korban bertemu dengan terdakwa di kedai kopi Mandiri Pandau Permai yang mana Terdakwa datang bersama dengan sdr.Aril (dpo), sdr.Ramlis (dpo) dan sdr.Jasa Siregar (dpo) selanjutnya Terdakwa mengatakan kepada saksi korban bahwa Terdakwa mau menjual tanah seluas 14 (empat belas) hektar dengan harga Rp.14.000.000, (empat belas juta rupiah) per hektar dan Terdakwa bersama-sama dengan sdr.Jasa Siregar (dpo), sdr.Aril (dpo) dan sdr.Ramlis (dpo) dengan rangkaian kebohongan yaitu dengan mengatakan bahwa tanah tersebut tidak bermasalah;

Pada tanggal 20 Desember 2012 sekira pukul 11.00 Wib Terdakwa datang kerumah saksi korban di Perumahan Pandau Permai Blok C 60 Nomor 12 Jalan Bayur V Desa Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar untuk bertransaksi dengan saksi korban, lalu saksi korban dan Terdakwa bersepakat bahwa tanah seluas 14 (empat belas) hektar tersebut dijual dengan harga Rp.12.500.000, (dua belas juta lima ratus ribu rupiah) per hektar kemudian terdakwa meminta tanda jadi sebesar Rp.25.000.000, (dua puluh lima juta rupiah) kepada saksi korban dengan disaksikan oleh sdr.Ramlis (dpo);

Sesudah menerima uang Rp.25.000.000, (dua puluh lima juta rupiah) dari saksi korban lalu Terdakwa menyerahkan uang sebesar Rp.15.000.000, (lima belas juta rupiah) kepada sdr.Ramlis untuk pembuatan SKT (Surat Keterangan Tanah) seluas 14 (empat belas) hektar tersebut;

Pada tanggal 20 Nopember sdr.Ramlis membuat SKT (Surat Keterangan Tanah) palsu untuk diserahkan kepada saksi korban yang mana SKT (Surat Keterangan Tanah) tersebut dibuat sebanyak 7 buah yaitu :

1. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594195 an.Kabar Samosir dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

2. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594194 an.Kabar Samosir dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

3. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594193 an.Kabar Samosir dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

4. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594199 an.Therty Novelda Sitompul dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

5. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594198 an.Therty Novelda Sitompul dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

(4)

6. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594197 an.Therty Novelda Sitompul dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

7. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594196 an.Therty Novelda Sitompul dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

Yang ditandatangani oleh Kepala Desa Mentulik yaitu sdr.Irwanto;

Pada tanggal 26 Desember 2012 Terdakwa datang kembali kerumah saksi korban untuk meminta angsuran kedua yaitu sejumlah Rp.10.000.000, (sepuluh juta rupiah) yang disaksikan oleh Fernando (supir saksi korban). Pembayaran ketiga dibayar dilakukan pada tanggal 5 Januari 2014 yaitu sebesar Rp.2.000.000. (dua juta rupiah) dan disaksikan oleh istri saksi korban saksi Juitha Nartauli Sitompul, selain itu Terdakwa juga menyerahkan SKT (Surat Keterangan Tanah) palsu kepada saksi korban;

Pembayaran keempat dilakukan pada tanggal 2 Pebruari 2013 yang mana saksi korban menyerahkan uang sebesar Rp.10.000.000, (sepuluh juta rupiah) dengan disaksikan oleh sdr.Ramlis (dpo) kemudian pada bulan Maret 2013 sekira jam 10.00 Wib saksi korban mengecek tanah bersama dengan saksi Hotma Silitonga Alias Hotma dan Terdakwa;

Pada tanggal 19 Pebruari 2014 dilakukan pembayaran kelima sebesar Rp.5.000.000, (lima juta rupiah) kemudian pada tanggal 31 Maret 2013 saksi korban membayarkan sebesar Rp.3.000.000, (tiga juta rupiah) kepada Terdakwa disaksikan oleh sdr.Ramlis (dpo);

Pada tanggal 9 April 2013 Terdakwa bersama dengan sdr.Ramlis (dpo) mendatangi kerumah saksi korban untuk meminta pelunasan pembayaran sejumlah Rp.98.000.000, (sembilan puluh delapan juta rupiah) kemudian saksi korban membuatkan kwitansi di atas materai Rp.6.000 (enam ribu rupiah) untuk pembayaran pembelian tanah seluas + 14 (empat belas) hektar di Desa Mentulik (sesuai dengan surat tanah) yang ditandatangani oleh saksi korban sdr.Ramlis (dpo) dan Terdakwa;

Pada hari Kamis tanggal 8 Agustus 2013 sekira pukul 14.00 Wib saksi Hotma dengan membawa SKT (Surat Keterangan Tanah) palsu atas nama saksi Juitha Nartauli Sitompul pergi ke Desa Mentulik Kecamatan Kampar Kiri Hilir Kabupaten Kampar untuk membersihkan lahan tersebut. Kemudian datanglah saksi Khairul dan memberitahu kepada saksi Hotma untuk tidak melakukan aktifitas apa-apa di tanah seluas 14 (empat belas) hektar tersebut karena tanah itu milik masyarakat. Lalu saksi Hotma menemui saksi Irwanto tersebut dan bertanya “apakah Bapak yang mengeluarkan SKT (Surat Keterangan

Tanah) ini ?” kemudian saksi Irwanto mengatakan bahwa saksi tidak pernah

menandatangani SKT (Surat Keterangan Tanah) tersebut. Lalu saksi Hotma memberitahu kepada saksi korban bahwa SKT (Surat Keterangan Tanah) yang diberikan oleh Terdakwa itu palsu;

Bahwa dari hasil penjualan tanah seluas + 14 (empat belas) hektar seharga Rp.175.000.000, (seratus tujuh puluh lima juta rupiah) di Desa Mentulik tersebut Terdakwa

(5)

memberi uang kepada sdr.Aril sebesar Rp.12.000.000, (dua belas juta rupiah), sdr.Ramlis sebesar Rp.24.000.000, (dua puluh empat juta rupiah) dan sdr.Jasa Siregar sebesar Rp.5.000.000, (lima juta rupiah);

Bahwa akibat dari perbuatan Terdakwa tersebut saksi korban mengalami kerugian materiil sebesar Rp.175.000.000, (seratus tujuh puluh lima juta rupiah);

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP;

Menimbang bahwa atas dakwaan tersebut Terdakwa tidak mengajukan keberatan; Menimbang bahwa di persidangan telah didengar keterangan saksi-saksi yang telah disumpah menurut agamanya yang pada pokoknya berisi sebagai berikut:

1. Juitha Martauli Sitompul :

- Bahwa saksi pernah memberikan keterangan di penyidikan dan keterangan yang diberikan adalah benar;

- Bahwa terjadinya tindak pidana penipuan tersebut pada hari Kamis tanggal 20 Desember 2012 sekira pukul 09.00 wib di rumah saksi sendiri yang berada di Perum Pandau Permai blok c 60 no. 12 Jl. Bayur V Desa Pandau Jaya Kec. Siak Hulu Kab. Kampar;

- Bahwa yang melakukan penipuan tersebut adalah terdakwa Darus, Ramlis (dpo), Jasa Siregar (dpo) dan Aril (dpo);

- Bahwa cara terdakwa melakukan penipuan tergebut adalah dengan cara menawarkan lahan / tanah seluas 14 hektar kepada suami saksi (Kabar Samosir) dengan harga Rp 12.500.000,- (dua belas juta lima ratus ribu rupiah) / hektar sehingga suami saksi pun melakukan pembayaran pembelian tanah tersebut kepada terdakwa secara bertahap sebanyak 6 (enam) kali dengan jumlah keseluruhan Rp 175.000.000,- (seratus tujuh puluh lima juta rupiah) namun setelah suami saksi membayar lunas ternyata tanah tersebut tidak dapat dikuasai oleh karena telah ada orang lain yang memilikinya sebelum suami saksi membelinya dari terdakwa; - Bahwa suami saksi menyerahkan uang tersebut di rumah saksi sendiri dan

disaksikan oleh saksi sendiri serta dari pihak penjual yaitu Ramlis (dpo);

- Bahwa lokasi tanah yang telah dibeli tersebut di Desa Mentulik Kec.Kampar Kiri Hilir Kab. Kampar;

- Bahwa tanah yang telah dibeli tersebut adalah milik masyarakat Desa Bangun Saridan telah dibagi oleh Pemerintah Desa Bangun Sari kepada masing-masing warganya;

- Bahwa terdakwa Darus dan ketiga temannya Ramlis (dpo), Jasa Siregar (dpo) dan Aril (dpo) ada menggunakan bujuk rayu dan kata-kata bohong dengan mengatakan bahwa tanah tersebut adalah tanah milik terdakwa Darus dan tanah tersebut tidak

(6)

bermasalah serta tidak ada orang lain yang memiliknya sebelum dibeli oleh suami saksi;

- Bahwa terdakwa tidak ada memiliki bukti kepemilikan atau surat atas tanah yang saksi dibeli tersebut;

- Bahwa akibat kejadian tersebut suami saksi mengalami kerugian sebesar Rp 182.500.000,- (seratus delapan puluh dua juta lima ratus ribu rupiah) yang mana untuk pembelian tanah sebesar Rp 175.000.000,- (seratus tujuh puluh lima juta rupiah) dan untuk biaya pembersihan lahan sebesar Rp 7.500,000,- (tujuh juta lima ratus ribu rupiah) dan semua uang tersebut diterima oleh terdakwa Darus;

Atas keterangan saksi tersebut Terdakwa menyatakan tidak keberatan; 2. Hotma Silitonga Als Hotma :

- Bahwa saksi pernah memberikan keterangan di penyidikan dan keterangan yang diberikan adalah benar;

- Bahwa saksi mengetahui terjadinya tindak pidana penipuan tersebut setelah saksi bertemu dengan mantan Kepala Desa Mentulik yang bernama Irwanto pada hari dan tanggal tidak saksi ingat lagi tepatnya bulan September 2013 yang mana saat itu sdr. Irwanto mengatakan jika tanda tangannya yang cara Terdakwa melakukan penipuan tersebut adalah dengan cara menawarkan lahan / tanah seluas 14 hektar dengan harga Rp 12.500.000,- (dua belas juta lima ratus ribu rupiah) / hektar dengan jumlah keseluruhan Rp.175.000.000,- (seratus tujuh puluh lima juta rupiah) akan tetapi setelah pembelian tanah tersebut dibayarkan lunas dan mulai dikerjakan ternyata ada pihak lain yang mengaku memilik tanah tersebut.

- Bahwa saksi mengetahui terjadinya penipuan tersebut yaitu pada hari Kamis tanggal 08 Agustus 2013 sekira pukul 14.00 wib pada saat saksi mulai membersihkan tanah yang dibeli oleh sdr. Kabar Samosir dari Terdakwa;

- Bahwa dalam melakukan penipuan tersebut terdakwa ada menggunakan bujuk rayu yaitu dengan cara mengatakan “belilah tanah itu, saya jamin tanah itu tidak bermasalah”.

- Bahwa dalam melakukan penipuan tersebut terdakwa ada menggunakan alat bantu yaitu dengan cara menyerahkan 7 (tujuh) berkas Surat Keterangan Tanah masing-masing tertanggal 20 Nopember 2012 yang dikeluarkan oleh Kepala Desa Mentulik Kec. Kampar Kiri Hilir;

- Bahwa akibat kejadian tersebut sdr. Kabar Samosir mengalami kerugian sebesar Rp 182.500.000,- (seratus delapan puluh dua juta lima ratus ribu rupiah) yang mana untuk pembelian tanah sebesar Rp 175.000.000,- (seratus tujuh puluh lima juta rupiah) dan untuk biaya perawatan sebesar Rp 7.500.000,- (tujuh juta lima ratus ribu rupiah);

(7)

3. Kabar Samosir :

- Bahwa saksi pernah memberikan keterangan di penyidikan dan keterangan yang diberikan adalah benar;

- Bahwa terjadinya tindak pidana penipuan tersebut pada hari Kamis tanggal 20 Desember 2012 sekir:a pukul 09.00 wib di rumah saksi sendiri yang berada di Perum Pandau Permai blok c 60 no. 12 Jl. Bayur V Desa Pandau Jaya Kec. Siak Hulu Kab. Kampar;

- Bahwa yang melakukan penipuan tersebut adalah terdakwa Darus, Ramlis (dpo), Jasa Siregar (dpo) dan Aril (dpo);

- Bahwa cara terdakwa melakukan penipuan tersebut adalah dengan cara menawarkan lahan / tanah seluas 14 hektar kepada saksi dengan harga Rp 12.500.000,- (dua belas juta lima ratus ribu rupiah) / hektar sehingga saksi pun melakukan pembayaran pembelian tanah tersebut kepada terdakwa secara bertahap sebanyak 6 (enam) kali dengan jumlah keseluruhan Rp 175.000.000,- (seratus tujuh puluh lima juta rupiah) namun setelah saksi membayar lunas ternyata tanah yang saksi beli tidak dapat saksi kuasai oleh karena telah ada orang lain yang memilikinya sebelum saksi membelinya dari Terdakwa;

- Bahwa saksi menyerahkan uang tersebut di rumah saksi sendiri dan disiksikan oleh istri saksi yang bernama Juwita Martauli Sitompul serta dari pihak penjual yaitu Ramlis (dpo);

- Bahwa lokasi tanah yang telah saksi beli tersebut di Desa Mentulik Kec. Kampar Kiri Hilir Kab. Kampar tanah yang telah saksi beli tersebut adalah milik masyarakat Desa Bangun Sari dan telah dibagi oleh Pemerintah Desa Bangun Sari kepada masing-masing warganya;

- Bahwa terdakwa Darus dan ketiga temannya Ramlis (dpo), Jasa Siregar (dpo) dan Aril (dpo) ada menggunakan bujuk rayu dan kata-kata bohong dengan mengatakan bahwa tanah tersebut adalah tanah milik terdakwa Darus dan tanah tersebut tidak bermasalah serta tidak ada orang lain yang memiliknya sebelum saksi beli;

- Bahwa terdakwa tidak ada memiliki bukti kepemilikan atau surat atas tanah yang saksi beli tersebut;

- Bahwa akibat kejadian tersebut saksi mengalami kerugian sebesar Rp.182.500.000,- (seratus delapan puluh dua juta lima ratus ribu rupiah) yang mana untuk pembelian tanah sebesar Rp 175.000.000,- (seratus tujuh puluh lima juta rupiah) dan untuk biaya pembersihan lahan sebesar Rp 7.500.000,- (tujuh juta lima ratus ribu rupiah) dan semua uang tersebut diterima oleh Terdakwa;

Atas keterangan saksi tersebut Terdakwa menyatakan tidak keberatan;

Menimbang bahwa di persidangan telah didengar keterangan Terdakwa yang pada pokoknya berisi sebagai berikut :

(8)

- Bahwa Terdakwa pernah memberikan keterangan di penyidikan dan keterangan yang diberikan adalah benar.

- Bahwa terdakwa melakukan perbuatan tersebut berawal pada bulan Nopember 2012 hingga tanggal 09 Februari 2013 di rumah korban Sdr. Kabar Samosir yang berada di Perumahan Pandau Permai Desa Pandau Jaya Kec. Siak Hulu Kab. Kampar. . Bahwa benar cara terdakwa melakukan penipuan tersebut dengan cara menjual tanah kepada korban seluas 14 Ha namun tanah yang sebenarnya milik terdakwa hanya seluas I Ha; - Bahwa korban telah membayar lunas keseluruhan dengan jumlah uang pembayaran Rp

175.000.000,- (seratus tujuh puluh lima juta rupiah) yang terdakwa terima dirumah korban;

- Bahwa tanah seluas 6 Ha lagi adalah milik Pak Miran dan Pak Johar;

- Bahwa terdakwa tidak ada memilik bukti kepemilikan atau surat apapun juga atas tanah tersebut;

- Bahwa terdakwa ada membuatkan bukti kepemilikan berupa SKT (Surat Keterangan Tanah) sebanyak 7 (tujuh) buah surat yang masing-masing luasnya 2Ha;

- Bahwa surat tersebut dibuat oleh sdr. Ramli (dpo) dan pejabat yang menandatangani surat SKT tersebut adalah sdr. Ramli (dpo);

- Bahwa terdakwa menjual tanah tersebut Rp 12.500.000,- (dua belas juta lima ratus ribu rupiah) / hektar dengan jumlah keseluruhan Rp 175.000.000,- (seratus tujuh puluh lima juta rupiah);

- Bahwa sistem pembayaran yang terdakwa terima adalah dengan cara uang tersebut terdakwa gunakan untuk mengurus surat melalui sdr.Ramli (dpo) sebanyak Rp 21.000.000,- (dua puluh satu juta rupiah), untuk Aril (dpo) sebanyak Rp 12.000.000,- (dua belas juta rupiah), untuk lram (dpo) sebanyak Rp 24.000.000,- (dua puluh empat juta rupiah) dan untuk perantara jual beli yang bemama Siregar sebanyak Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah) sedangkan sisanya sebanyak Rp 113.000.000,- (seratus tiga belas juta rupiah);

- Bahwa terdakwa tidak ada menggunakan bujuk rayu ataupun perkataan bohong pada saat menawarkan tanah kepada korban;

Menimbang, bahwa Penuntut Umum telah mengajukan barang bukti berupa : - 3 (tiga) buah fhoto copy Surat Keterangan Tanah (SKT) An.Kabar Samosir dengan

No.Reg.595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

- 2 (dua) buah fhoto copy Surat Keterangan Tanah (SKT) An.Juitha Martauli Sitompul dengan No.Reg.595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

- 2 (dua) buah fhoto copy Surat Keterangan Tanah (SKT) An.Therty Novelda Sitompul dengan No.Reg.595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

(9)

Barang bukti tersebut telah disita secara sah menurut hukum, sehingga dapat diterima sebagai barang bukti dalam perkara ini, yang mana atas barang bukti tersebut saksi-saksi serta Terdakwa sendiri mengetahui dan membenarkannya;

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi, alat bukti surat dan keterangan Terdakwa, serta barang-barang bukti yang diajukan dipersidangan serta surat-surat lain dalam berkas perkara sepanjang yang berhubungan dengan perkara ini dilihat dari hubungannya dan persesuaiannya satu sama lain ternyata sangat erat dan saling bersesuaian, sehingga Majelis Hakim menemukan fakta-fakta hukum sebagai berikut : - Bahwa pada awal bulan Mei 2012 sdr.Ramlis (dpo) menawarkan tanah milik Terdakwa

yang berada di Desa Mentulik Kecamatan Kampar Kiri Hilir Kabupaten Kampar seluas 14 (empat belas) hektar kepada saksi korban Kabar Samosir dan kemudian pada tanggal 20 Desember 2012 saksi korban bertemu dengan terdakwa di kedai kopi Mandiri Pandau Permai yang mana Terdakwa datang bersama dengan sdr.Aril (dpo), sdr.Ramlis (dpo) dan sdr.Jasa Siregar (dpo) selanjutnya Terdakwa mengatakan kepada saksi korban bahwa Terdakwa mau menjual tanah seluas 14 (empat belas) hektar dengan harga Rp.14.000.000, (empat belas juta rupiah) per hektar dan Terdakwa bersama-sama dengan sdr.Jasa Siregar (dpo), sdr.Aril (dpo) dan sdr.Ramlis (dpo) dengan rangkaian kebohongan yaitu dengan mengatakan bahwa tanah tersebut tidak bermasalah;

- Bahwa pada tanggal 20 Desember 2012 sekitar pukul 11.00 Wib Terdakwa datang kerumah saksi korban di Perumahan Pandau Permai Blok C 60 Nomor 12 Jalan Bayur V Desa Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar untuk bertransaksi dengan saksi korban, lalu saksi korban dan Terdakwa bersepakat bahwa tanah seluas 14 (empat belas) hektar tersebut dijual dengan harga Rp.12.500.000, (dua belas juta lima ratus ribu rupiah) per hektar kemudian terdakwa meminta tanda jadi sebesar Rp.25.000.000, (dua puluh lima juta rupiah) kepada saksi korban dengan disaksikan oleh sdr.Ramlis (dpo); - Bahwa sesudah menerima uang Rp.25.000.000, (dua puluh lima juta rupiah) dari saksi

korban lalu Terdakwa menyerahkan uang sebesar Rp.15.000.000, (lima belas juta rupiah) kepada sdr.Ramlis untuk pembuatan SKT (Surat Keterangan Tanah) seluas 14 (empat belas) hektar tersebut;

- Bahwa pada tanggal 20 Nopember 2012 sdr.Ramlis membuat SKT (Surat Keterangan Tanah) palsu untuk diserahkan kepada saksi korban yang mana SKT (Surat Keterangan Tanah) tersebut dibuat sebanyak 7 buah yaitu :

1. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594195 an.Kabar Samosir dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

2. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594194 an.Kabar Samosir dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

3. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594193 an.Kabar Samosir dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

(10)

4. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594199 an.Therty Novelda Sitompul dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

5. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594198 an.Therty Novelda Sitompul dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

6. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594197 an.Therty Novelda Sitompul dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

7. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594196 an.Therty Novelda Sitompul dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

Yang ditandatangani oleh Kepala Desa Mentulik yaitu sdr.Irwanto;

- Bahwa pada tanggal 26 Desember 2012 Terdakwa datang kembali kerumah saksi korban untuk meminta angsuran kedua yaitu sejumlah Rp.10.000.000, (sepuluh juta rupiah) yang disaksikan oleh Fernando (supir saksi korban). Pembayaran ketiga dibayar dilakukan pada tanggal 5 Januari 2014 yaitu sebesar Rp.2.000.000. (dua juta rupiah) dan disaksikan oleh istri saksi korban saksi Juitha Nartauli Sitompul, selain itu Terdakwa juga menyerahkan SKT (Surat Keterangan Tanah) palsu kepada saksi korban;

- Bahwa pembayaran keempat dilakukan pada tanggal 2 Pebruari 2013 yang mana saksi korban menyerahkan uang sebesar Rp.10.000.000, (sepuluh juta rupiah) dengan disaksikan oleh sdr.Ramlis (dpo) kemudian pada bulan Maret 2013 sekira jam 10.00 Wib saksi korban mengecek tanah bersama dengan saksi Hotma Silitonga Alias Hotma dan Terdakwa dan pada tanggal 19 Pebruari 2014 dilakukan pembayaran kelima sebesar Rp.5.000.000, (lima juta rupiah) kemudian pada tanggal 31 Maret 2013 saksi korban membayarkan sebesar Rp.3.000.000, (tiga juta rupiah) kepada Terdakwa disaksikan oleh sdr.Ramlis (dpo);

- Bahwa pada tanggal 9 April 2013 Terdakwa bersama dengan sdr.Ramlis (dpo) mendatangi kerumah saksi korban untuk meminta pelunasan pembayaran sejumlah Rp.98.000.000, (sembilan puluh delapan juta rupiah) kemudian saksi korban membuatkan kwitansi di atas materai Rp.6.000 (enam ribu rupiah) untuk pembayaran pembelian tanah seluas + 14 (empat belas) hektar di Desa Mentulik (sesuai dengan surat tanah) yang ditandatangani oleh saksi korban sdr.Ramlis (dpo) dan Terdakwa;

- Bahwa pada hari Kamis tanggal 8 Agustus 2013 sekira pukul 14.00 Wib saksi Hotma dengan membawa SKT (Surat Keterangan Tanah) palsu atas nama saksi Juitha Nartauli Sitompul pergi ke Desa Mentulik Kecamatan Kampar Kiri Hilir Kabupaten Kampar untuk membersihkan lahan tersebut. Kemudian datanglah saksi Khairul dan memberitahu kepada saksi Hotma untuk tidak melakukan aktifitas apa-apa di tanah seluas 14 (empat belas) hektar tersebut karena tanah itu milik masyarakat. Lalu saksi Hotma menemui saksi Irwanto tersebut dan bertanya “apakah Bapak yang

mengeluarkan SKT (Surat Keterangan Tanah) ini ?” kemudian saksi Irwanto

(11)

tersebut. Lalu saksi Hotma memberitahu kepada saksi korban bahwa SKT (Surat Keterangan Tanah) yang diberikan oleh Terdakwa itu palsu;

- Bahwa dari hasil penjualan tanah seluas + 14 (empat belas) hektar seharga Rp.175.000.000, (seratus tujuh puluh lima juta rupiah) di Desa Mentulik tersebut Terdakwa memberi uang kepada sdr.Aril sebesar Rp.12.000.000, (dua belas juta rupiah), sdr.Ramlis sebesar Rp.24.000.000, (dua puluh empat juta rupiah) dan sdr.Jasa Siregar sebesar Rp.5.000.000, (lima juta rupiah);

- Bahwa akibat dari perbuatan Terdakwa tersebut saksi korban mengalami kerugian materiil sebesar Rp.175.000.000, (seratus tujuh puluh lima juta rupiah);

Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis akan mempertimbangkan apakah berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut diatas, Terdakwa dapat dinyatakan telah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya;

Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan kepersidangan oleh Penuntut Umum dengan dakwaan melanggar Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, yang unsur-unsurnya sebagai berikut :

1. Barang Siapa;

2. Dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak;

3. Dengan menggunakan nama palsu, keadaan palsu, baik dengan akal dan tipu muslihat, maupun dengan karangan perkataan-perkataan bohong, membujuk orang supaya memberikan suatu barang, membuat utang atau menghapus piutang;

4. Orang yang melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan; Ad.1 Unsur Barang Siapa ;

Menimbang, bahwa yang dimaksud unsur setiap orang disini adalah setiap orang didakwa melakukan suatu tindak pidana, dimana orang tersebut sadar akan hak dan kewajibannya serta sehat akalnya ;

Menimbang, bahwa Terdakwa DARUS Bin KUTAR (Alm) membenarkan, bahwa identitas yang termuat dan termaksud dalam surat dakwaan adalah dirinya ;

Menimbang, pula bahwa berdasarkan keadaan-keadaan yang terjadi selama persidangan, terlihat bahwa Terdakwa telah dewasa dan mampu pula menjawab dengan baik setiap pertanyaan yang diajukan kepadanya, sehingga Majelis berpendapat bahwa Terdakwa dapat mengikuti proses pertanggungjawaban pidana atas dakwaan yang diajukan Penuntut Umum kepadanya ;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, Majelis hakim berpendapat unsur ini telah terpenuhi ;

(12)

Ad.2 Unsur dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak ;

Menimbang, bahwa pengertian dari unsur ini adalah perbuatan yang dilakukan ditujukan untuk mendapatkan keuntungan baik keuntungan diri sendiri maupun menimbulkan keuntungan bagi orang lain yang dikehendaki oleh pelaku yang dilakukan dengan melawan hak ;

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan para saksi dihubungkan dengan keterangan Terdakwa dan fakta hukum dipersidangan terungkap bahwa pada awal bulan Mei 2012 sdr.Ramlis (dpo) menawarkan tanah milik Terdakwa yang berada di Desa Mentulik Kecamatan Kampar Kiri Hilir Kabupaten Kampar seluas 14 (empat belas) hektar kepada saksi korban Kabar Samosir dan kemudian pada tanggal 20 Desember 2012 saksi korban bertemu dengan terdakwa di kedai kopi Mandiri Pandau Permai yang mana Terdakwa datang bersama dengan sdr.Aril (dpo), sdr.Ramlis (dpo) dan sdr.Jasa Siregar (dpo) selanjutnya Terdakwa mengatakan kepada saksi korban bahwa Terdakwa mau menjual tanah seluas 14 (empat belas) hektar dengan harga Rp.14.000.000, (empat belas juta rupiah) per hektar dan Terdakwa bersama-sama dengan sdr.Jasa Siregar (dpo), sdr.Aril (dpo) dan sdr.Ramlis (dpo) dengan rangkaian kebohongan yaitu dengan mengatakan bahwa tanah tersebut tidak bermasalah;

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan para saksi dihubungkan dengan keterangan Terdakwa dan fakta hukum dipersidangan terungkap bahwa pada tanggal 20 Desember 2012 sekitar pukul 11.00 Wib Terdakwa datang kerumah saksi korban di Perumahan Pandau Permai Blok C 60 Nomor 12 Jalan Bayur V Desa Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar untuk bertransaksi dengan saksi korban, lalu saksi korban dan Terdakwa bersepakat bahwa tanah seluas 14 (empat belas) hektar tersebut dijual dengan harga Rp.12.500.000, (dua belas juta lima ratus ribu rupiah) per hektar kemudian terdakwa meminta tanda jadi sebesar Rp.25.000.000, (dua puluh lima juta rupiah) kepada saksi korban dengan disaksikan oleh sdr.Ramlis (dpo) dan sesudah menerima uang Rp.25.000.000, (dua puluh lima juta rupiah) dari saksi korban lalu Terdakwa menyerahkan uang sebesar Rp.15.000.000, (lima belas juta rupiah) kepada sdr.Ramlis untuk pembuatan SKT (Surat Keterangan Tanah) seluas 14 (empat belas) hektar tersebut;

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan para saksi dihubungkan dengan keterangan Terdakwa dan fakta hukum dipersidangan terungkap bahwa pada tanggal 20 Nopember 2012 sdr.Ramlis membuat SKT (Surat Keterangan Tanah) palsu untuk diserahkan kepada saksi korban yang mana SKT (Surat Keterangan Tanah) tersebut dibuat sebanyak 7 buah yaitu :

1. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594195 an.Kabar Samosir dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

(13)

2. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594194 an.Kabar Samosir dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

3. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594193 an.Kabar Samosir dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

4. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594199 an.Therty Novelda Sitompul dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

5. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594198 an.Therty Novelda Sitompul dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

6. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594197 an.Therty Novelda Sitompul dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

7. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594196 an.Therty Novelda Sitompul dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

Yang ditandatangani oleh Kepala Desa Mentulik yaitu sdr.Irwanto;

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan para saksi dihubungkan dengan keterangan Terdakwa dan fakta hukum dipersidangan terungkap bahwa pada tanggal 26 Desember 2012 Terdakwa datang kembali kerumah saksi korban untuk meminta angsuran kedua yaitu sejumlah Rp.10.000.000, (sepuluh juta rupiah) yang disaksikan oleh Fernando (supir saksi korban). Pembayaran ketiga dibayar dilakukan pada tanggal 5 Januari 2014 yaitu sebesar Rp.2.000.000. (dua juta rupiah) dan disaksikan oleh istri saksi korban saksi Juitha Nartauli Sitompul, selain itu Terdakwa juga menyerahkan SKT (Surat Keterangan Tanah) palsu kepada saksi korban dan pembayaran keempat dilakukan pada tanggal 2 Pebruari 2013 yang mana saksi korban menyerahkan uang sebesar Rp.10.000.000, (sepuluh juta rupiah) dengan disaksikan oleh sdr.Ramlis (dpo) kemudian pada bulan Maret 2013 sekira jam 10.00 Wib saksi korban mengecek tanah bersama dengan saksi Hotma Silitonga Alias Hotma dan Terdakwa dan pada tanggal 19 Pebruari 2014 dilakukan pembayaran kelima sebesar Rp.5.000.000, (lima juta rupiah) kemudian pada tanggal 31 Maret 2013 saksi korban membayarkan sebesar Rp.3.000.000, (tiga juta rupiah) kepada Terdakwa disaksikan oleh sdr.Ramlis (dpo);

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan para saksi dihubungkan dengan keterangan Terdakwa dan fakta hukum dipersidangan terungkap bahwa pada tanggal 9 April 2013 Terdakwa bersama dengan sdr.Ramlis (dpo) mendatangi kerumah saksi korban untuk meminta pelunasan pembayaran sejumlah Rp.98.000.000, (sembilan puluh delapan juta rupiah) kemudian saksi korban membuatkan kwitansi di atas materai Rp.6.000 (enam ribu rupiah) untuk pembayaran pembelian tanah seluas + 14 (empat belas) hektar di Desa Mentulik (sesuai dengan surat tanah) yang ditandatangani oleh saksi korban sdr.Ramlis (dpo) dan Terdakwa dan pada hari Kamis tanggal 8 Agustus 2013 sekira pukul 14.00 Wib saksi Hotma dengan membawa SKT (Surat Keterangan Tanah) palsu atas nama saksi Juitha Nartauli Sitompul pergi ke Desa Mentulik Kecamatan Kampar Kiri Hilir Kabupaten

(14)

Kampar untuk membersihkan lahan tersebut. Kemudian datanglah saksi Khairul dan memberitahu kepada saksi Hotma untuk tidak melakukan aktifitas apa-apa di tanah seluas 14 (empat belas) hektar tersebut karena tanah itu milik masyarakat. Lalu saksi Hotma menemui saksi Irwanto tersebut dan bertanya “apakah Bapak yang mengeluarkan SKT

(Surat Keterangan Tanah) ini ?” kemudian saksi Irwanto mengatakan bahwa saksi tidak

pernah menandatangani SKT (Surat Keterangan Tanah) tersebut. Lalu saksi Hotma memberitahu kepada saksi korban bahwa SKT (Surat Keterangan Tanah) yang diberikan oleh Terdakwa itu palsu, sehingga akibat perbuatan terdakwa tersebut Terdakwa telah mendapatkan uang saksi Kabar Samosir senilai Rp. 175.000.000,- (seratus rupiah) dengan menyerahkan SKT (Surat Keterangan Tanah) seluas 14 (empat belas) hektar, dimana tanah yang dimaksud Terdakwa bukanlah milik Terdakwa merupakan suatu perbuatan yang telah menguntungkan Terdakwa sendiri dimana perbuatan tersebut dilakukan Terdakwa dengan cara yang bertentangan dengan hukum karena tanpa ada ijin dari pemilik uang tersebut di atas;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebtu diatas, Majelis Hakim berpendapat unsur ini telah terpenuhi;

Ad.3 Unsur dengan menggunakan nama palsu, keadaan palsu, baik dengan akal dan tipu muslihat, maupun dengan karangan perkataan-perkataan bohong, membujuk orang supaya memberikan suatu barang, membuat utang atau menghapus piutang ;

Menimbang, bahwa unsur ini bersifat alternatif dalam artian apabila satu keadaan yang tergambar dalam unsur ini telah terpenuhi maka unsur ini secara keseluruhan telah dianggap terpenuhi ;

Menimbang bahwa yang dimaksud dengan karangan perkataan bohong adalah rangkaian kata-kata yang dibuat sedemikian rupa, dimana rangkaian perkataan tersebut terdapat hubungan yang sedemikian rupa, yang tersusun sehingga menjadi kebohongan yang satu dapat ditutup dengan kebohongan yang lain yang menimbulkan cerita sesuatu yang seakan-akan benar ;

Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan membujuk adalah melakukan pengaruh dengan kelicikan terhadap orang, sehingga orang itu menurutinya berbuat sesuatu yang apabila mengetahui duduk perkara sebenarnya ia tidak akan berbuat demikian itu ;

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan para saksi serta keterangan Terdakwa dihubungkan dengan fakta hukum dipersidangan terungkap bahwa pada awal bulan Mei 2012 sdr.Ramlis (dpo) menawarkan tanah milik Terdakwa yang berada di Desa Mentulik Kecamatan Kampar Kiri Hilir Kabupaten Kampar seluas 14 (empat belas) hektar kepada saksi korban Kabar Samosir dan kemudian pada tanggal 20 Desember 2012 saksi korban bertemu dengan terdakwa di kedai kopi Mandiri Pandau Permai yang mana Terdakwa datang bersama dengan sdr.Aril (dpo), sdr.Ramlis (dpo) dan sdr.Jasa Siregar (dpo)

(15)

selanjutnya Terdakwa mengatakan kepada saksi korban bahwa Terdakwa mau menjual tanah seluas 14 (empat belas) hektar dengan harga Rp.14.000.000, (empat belas juta rupiah) per hektar dan Terdakwa bersama-sama dengan sdr.Jasa Siregar (dpo), sdr.Aril (dpo) dan sdr.Ramlis (dpo) dengan rangkaian kebohongan yaitu dengan mengatakan bahwa tanah tersebut tidak bermasalah;

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan para saksi dihubungkan dengan keterangan Terdakwa dan fakta hukum dipersidangan terungkap bahwa pada tanggal 20 Desember 2012 sekitar pukul 11.00 Wib Terdakwa datang kerumah saksi korban di Perumahan Pandau Permai Blok C 60 Nomor 12 Jalan Bayur V Desa Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar untuk bertransaksi dengan saksi korban, lalu saksi korban dan Terdakwa bersepakat bahwa tanah seluas 14 (empat belas) hektar tersebut dijual dengan harga Rp.12.500.000, (dua belas juta lima ratus ribu rupiah) per hektar kemudian terdakwa meminta tanda jadi sebesar Rp.25.000.000, (dua puluh lima juta rupiah) kepada saksi korban dengan disaksikan oleh sdr.Ramlis (dpo) dan sesudah menerima uang Rp.25.000.000, (dua puluh lima juta rupiah) dari saksi korban lalu Terdakwa menyerahkan uang sebesar Rp.15.000.000, (lima belas juta rupiah) kepada sdr.Ramlis untuk pembuatan SKT (Surat Keterangan Tanah) seluas 14 (empat belas) hektar tersebut;

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan para saksi dihubungkan dengan keterangan Terdakwa dan fakta hukum dipersidangan terungkap bahwa pada tanggal 20 Nopember 2012 sdr.Ramlis membuat SKT (Surat Keterangan Tanah) palsu untuk diserahkan kepada saksi korban yang mana SKT (Surat Keterangan Tanah) tersebut dibuat sebanyak 7 buah yaitu :

1. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594195 an.Kabar Samosir dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

2. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594194 an.Kabar Samosir dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

3. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594193 an.Kabar Samosir dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

4. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594199 an.Therty Novelda Sitompul dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

5. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594198 an.Therty Novelda Sitompul dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

6. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594197 an.Therty Novelda Sitompul dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

7. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594196 an.Therty Novelda Sitompul dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

(16)

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan para saksi dihubungkan dengan keterangan Terdakwa dan fakta hukum dipersidangan terungkap bahwa pada tanggal 26 Desember 2012 Terdakwa datang kembali kerumah saksi korban untuk meminta angsuran kedua yaitu sejumlah Rp.10.000.000, (sepuluh juta rupiah) yang disaksikan oleh Fernando (supir saksi korban). Pembayaran ketiga dibayar dilakukan pada tanggal 5 Januari 2014 yaitu sebesar Rp.2.000.000. (dua juta rupiah) dan disaksikan oleh istri saksi korban saksi Juitha Nartauli Sitompul, selain itu Terdakwa juga menyerahkan SKT (Surat Keterangan Tanah) palsu kepada saksi korban dan pembayaran keempat dilakukan pada tanggal 2 Pebruari 2013 yang mana saksi korban menyerahkan uang sebesar Rp.10.000.000, (sepuluh juta rupiah) dengan disaksikan oleh sdr.Ramlis (dpo) kemudian pada bulan Maret 2013 sekira jam 10.00 Wib saksi korban mengecek tanah bersama dengan saksi Hotma Silitonga Alias Hotma dan Terdakwa dan pada tanggal 19 Pebruari 2014 dilakukan pembayaran kelima sebesar Rp.5.000.000, (lima juta rupiah) kemudian pada tanggal 31 Maret 2013 saksi korban membayarkan sebesar Rp.3.000.000, (tiga juta rupiah) kepada Terdakwa disaksikan oleh sdr.Ramlis (dpo);

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan para saksi dihubungkan dengan keterangan Terdakwa dan fakta hukum dipersidangan terungkap bahwa pada tanggal 9 April 2013 Terdakwa bersama dengan sdr.Ramlis (dpo) mendatangi kerumah saksi korban untuk meminta pelunasan pembayaran sejumlah Rp.98.000.000, (sembilan puluh delapan juta rupiah) kemudian saksi korban membuatkan kwitansi di atas materai Rp.6.000 (enam ribu rupiah) untuk pembayaran pembelian tanah seluas + 14 (empat belas) hektar di Desa Mentulik (sesuai dengan surat tanah) yang ditandatangani oleh saksi korban sdr.Ramlis (dpo) dan Terdakwa dan pada hari Kamis tanggal 8 Agustus 2013 sekira pukul 14.00 Wib saksi Hotma dengan membawa SKT (Surat Keterangan Tanah) palsu atas nama saksi Juitha Nartauli Sitompul pergi ke Desa Mentulik Kecamatan Kampar Kiri Hilir Kabupaten Kampar untuk membersihkan lahan tersebut. Kemudian datanglah saksi Khairul dan memberitahu kepada saksi Hotma untuk tidak melakukan aktifitas apa-apa di tanah seluas 14 (empat belas) hektar tersebut karena tanah itu milik masyarakat. Lalu saksi Hotma menemui saksi Irwanto tersebut dan bertanya “apakah Bapak yang mengeluarkan SKT

(Surat Keterangan Tanah) ini ?” kemudian saksi Irwanto mengatakan bahwa saksi tidak

pernah menandatangani SKT (Surat Keterangan Tanah) tersebut;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, dengan adanya fakta Terdakwa telah melakukan tipu muslihat dan perkataan bohong dan akhirnya saksi korban Kabar Samosir terpedaya serta akibat bujukan Terdakwa maka menyerahkan uang miliknya, Majelis Hakim berpendapat unsur ini telah terpenuhi;

Ad.4 Orang yang melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan Menimbang, bahwa unsur “yang melakukan, yang menyuruh melakukan atau turut melakukan” menunjuk kepada peran serta pelaku dalam suatu tindak pidana. Orang yang

(17)

melakukan (Pleger) yaitu orang yang telah berbuat memenuhi unsur-unsur dari suatu tindak pidana, atau orang yang telah berbuat memenuhi semua syarat yang telah ditentukan di dalam suatu rumusan tindak pidana ;

Menimbang, bahwa yang menyuruh melakukan (doen pleger) yaitu seorang yang menyuruh orang lain melakukan suatu tindak pidana (middelijke dader). Dalam hal ini, harus ada orang yang di suruh melakukan suatu tindak pidana (materieele dader). ;

Menimbang, bahwa orang yang turut serta melakukan (medepleger), yaitu adanya perbuatan bersama-sama melakukan. Sedikitnya harus ada dua orang, yakni orang yang melakukan dan orang yang turut melakukan. Kedua orang tersebut haruslah melakukan perbuatan pelaksanaan, yakni melakukan anasir atau unsur suatu tindak pidana ;

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan bahwa pada tanggal 20 Desember 2012 saksi korban bertemu dengan terdakwa di kedai kopi Mandiri Pandau Permai yang mana Terdakwa datang bersama dengan sdr.Aril (dpo), sdr.Ramlis (dpo) dan sdr.Jasa Siregar (dpo) selanjutnya Terdakwa mengatakan kepada saksi korban bahwa Terdakwa mau menjual tanah seluas 14 (empat belas) hektar dengan harga Rp.14.000.000, (empat belas juta rupiah) per hektar dan Terdakwa bersama-sama dengan sdr.Jasa Siregar (dpo), sdr.Aril (dpo) dan sdr.Ramlis (dpo) dengan rangkaian kebohongan yaitu dengan mengatakan bahwa tanah tersebut tidak bermasalah;

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan para saksi dihubungkan dengan keterangan Terdakwa dan fakta hukum dipersidangan terungkap bahwa pada tanggal 20 Desember 2012 sekitar pukul 11.00 Wib Terdakwa datang kerumah saksi korban di Perumahan Pandau Permai Blok C 60 Nomor 12 Jalan Bayur V Desa Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar untuk bertransaksi dengan saksi korban, lalu saksi korban dan Terdakwa bersepakat bahwa tanah seluas 14 (empat belas) hektar tersebut dijual dengan harga Rp.12.500.000, (dua belas juta lima ratus ribu rupiah) per hektar kemudian terdakwa meminta tanda jadi sebesar Rp.25.000.000, (dua puluh lima juta rupiah) kepada saksi korban dengan disaksikan oleh sdr.Ramlis (dpo) dan sesudah menerima uang Rp.25.000.000, (dua puluh lima juta rupiah) dari saksi korban lalu Terdakwa menyerahkan uang sebesar Rp.15.000.000, (lima belas juta rupiah) kepada sdr.Ramlis untuk pembuatan SKT (Surat Keterangan Tanah) seluas 14 (empat belas) hektar tersebut;

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan para saksi dihubungkan dengan keterangan Terdakwa dan fakta hukum dipersidangan terungkap bahwa pada tanggal 20 Nopember 2012 sdr.Ramlis membuat SKT (Surat Keterangan Tanah) palsu untuk diserahkan kepada saksi korban yang mana SKT (Surat Keterangan Tanah) tersebut dibuat sebanyak 7 buah yaitu :

1. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594195 an.Kabar Samosir dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

(18)

2. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594194 an.Kabar Samosir dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

3. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594193 an.Kabar Samosir dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

4. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594199 an.Therty Novelda Sitompul dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

5. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594198 an.Therty Novelda Sitompul dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

6. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594197 an.Therty Novelda Sitompul dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

7. Surat Keterangan Tanah (SKT) 594196 an.Therty Novelda Sitompul dengan nomor registrasi 595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

Yang ditandatangani oleh Kepala Desa Mentulik yaitu sdr.Irwanto;

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan para saksi dihubungkan dengan keterangan Terdakwa dan fakta hukum dipersidangan terungkap bahwa pada tanggal 26 Desember 2012 Terdakwa datang kembali kerumah saksi korban untuk meminta angsuran kedua yaitu sejumlah Rp.10.000.000, (sepuluh juta rupiah) yang disaksikan oleh Fernando (supir saksi korban). Pembayaran ketiga dibayar dilakukan pada tanggal 5 Januari 2014 yaitu sebesar Rp.2.000.000. (dua juta rupiah) dan disaksikan oleh istri saksi korban saksi Juitha Nartauli Sitompul, selain itu Terdakwa juga menyerahkan SKT (Surat Keterangan Tanah) palsu kepada saksi korban dan pembayaran keempat dilakukan pada tanggal 2 Pebruari 2013 yang mana saksi korban menyerahkan uang sebesar Rp.10.000.000, (sepuluh juta rupiah) dengan disaksikan oleh sdr.Ramlis (dpo) kemudian pada bulan Maret 2013 sekira jam 10.00 Wib saksi korban mengecek tanah bersama dengan saksi Hotma Silitonga Alias Hotma dan Terdakwa dan pada tanggal 19 Pebruari 2014 dilakukan pembayaran kelima sebesar Rp.5.000.000, (lima juta rupiah) kemudian pada tanggal 31 Maret 2013 saksi korban membayarkan sebesar Rp.3.000.000, (tiga juta rupiah) kepada Terdakwa disaksikan oleh sdr.Ramlis (dpo);

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan para saksi dihubungkan dengan keterangan Terdakwa dan fakta hukum dipersidangan terungkap bahwa pada tanggal 9 April 2013 Terdakwa bersama dengan sdr.Ramlis (dpo) mendatangi kerumah saksi korban untuk meminta pelunasan pembayaran sejumlah Rp.98.000.000, (sembilan puluh delapan juta rupiah) kemudian saksi korban membuatkan kwitansi di atas materai Rp.6.000 (enam ribu rupiah) untuk pembayaran pembelian tanah seluas + 14 (empat belas) hektar di Desa Mentulik (sesuai dengan surat tanah) yang ditandatangani oleh saksi korban sdr.Ramlis (dpo) dan Terdakwa dan pada hari Kamis tanggal 8 Agustus 2013 sekira pukul 14.00 Wib saksi Hotma dengan membawa SKT (Surat Keterangan Tanah) palsu atas nama saksi Juitha Nartauli Sitompul pergi ke Desa Mentulik Kecamatan Kampar Kiri Hilir Kabupaten

(19)

Kampar untuk membersihkan lahan tersebut. Kemudian datanglah saksi Khairul dan memberitahu kepada saksi Hotma untuk tidak melakukan aktifitas apa-apa di tanah seluas 14 (empat belas) hektar tersebut karena tanah itu milik masyarakat. Lalu saksi Hotma menemui saksi Irwanto tersebut dan bertanya “apakah Bapak yang mengeluarkan SKT

(Surat Keterangan Tanah) ini ?” kemudian saksi Irwanto mengatakan bahwa saksi tidak

pernah menandatangani SKT (Surat Keterangan Tanah) tersebut;

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan para saksi dihubungkan dengan keterangan Terdakwa dan fakta hukum dipersidangan terungkap bahwa dari hasil penjualan tanah seluas + 14 (empat belas) hektar seharga Rp.175.000.000, (seratus tujuh puluh lima juta rupiah) di Desa Mentulik tersebut Terdakwa memberi uang kepada sdr.Aril sebesar Rp.12.000.000, (dua belas juta rupiah), sdr.Ramlis sebesar Rp.24.000.000, (dua puluh empat juta rupiah) dan sdr.Jasa Siregar sebesar Rp.5.000.000, (lima juta rupiah). . Oleh karena itu Terdakwa adalah orang yang melakukan (pleger) perbuatan tersebut secara bersama-sama;

Menimbang, bahwa oleh karena semua unsur pasal dakwaan yang didakwakan kepada Terdakwa telah terpenuhi, maka Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan Penuntut Umum tersebut;

Menimbang, bahwa selama di persidangan tidak ditemukan adanya alasan yang dapat menghapuskan kesalahan dan pemidanaan Terdakwa, maka Terdakwa harus dinyatakan bersalah dan oleh karenanya harus dipidana;

Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa ditahan, maka masa penangkapan dan penahanan tersebut harus dikurangkan dari pidana yang dijatuhkan;

Menimbang, bahwa oleh karena selama pemeriksaan persidangan Terdakwa ditahan, maka Terdakwa agar tetap berada dalam tahanan;

Menimbang, bahwa di persidangan telah diajukan barang bukti berupa

- 3 (tiga) buah fhoto copy Surat Keterangan Tanah (SKT) An.Kabar Samosir dengan No.Reg.595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

- 2 (dua) buah fhoto copy Surat Keterangan Tanah (SKT) An.Juitha Martauli Sitompul dengan No.Reg.595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

- 2 (dua) buah fhoto copy Surat Keterangan Tanah (SKT) An.Therty Novelda Sitompul dengan No.Reg.595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

- 10 (sepuluh) lembar kwitansi bukti pembayaran pembelian tanah;

oleh karena barang bukti tersebut erat hubungannya dengan berkas perkara maka Majelis Hakim memerintahkan agar barang bukti tersebut tetap terlampir dalam berkas perkara;

Menimbang, bahwa karena Terdakwa dipidana, maka harus dibebani membayar biaya perkara;

(20)

Menimbang, bahwa sebelum menjatuhkan pidana, Majelis Hakim terlebih dahulu akan mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan hal-hal yang meringankan;

Hal-hal yang memberatkan:

- Perbuatan Terdakwa telah merugikan saksi korban Kabar Samosir; - Terdakwa tidak tampak menyesali perbuatannya;

Hal-hal yang meringankan:

- Terdakwa belum pernah dihukum;

Mengingat Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dan pasal-pasal lain dalam undang-undang yang berkaitan;

MENGADILI

1. Menyatakan Terdakwa DARUS Bin KUTAR (Alm) telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Secara bersama-sama melakukan penipuan”;

2. Menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama 5 (lima) bulan;

3. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang di jalani oleh terdakwa di kurangkan sepenuhnya dari pidana yang dijatuhkan;

4. Menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan; 5. Menetapkan barang bukti berupa:

- 3 (tiga) buah fhoto copy Surat Keterangan Tanah (SKT) An.Kabar Samosir dengan No.Reg.595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

- 2 (dua) buah fhoto copy Surat Keterangan Tanah (SKT) An.Juitha Martauli Sitompul dengan No.Reg.595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

- 2 (dua) buah fhoto copy Surat Keterangan Tanah (SKT) An.Therty Novelda Sitompul dengan No.Reg.595/SKT/2012 tanggal 20 Nopember 2012;

tetap terlampir dalam berkas perkara;

- 10 (sepuluh) lembar kwitansi bukti pembayaran pembelian tanah; dikembalikan kepada saksi korban Kabar Samosir;

6. Membebankan Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 1.000,- (seribu rupiah);

Demikian diputuskan dalam rapat musyawarah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bangkinang, pada hari SENIN tanggal 21 APRIL 2014 oleh kami ABDI DINATA SEBAYANG,SH, selaku Hakim Ketua Majelis, AGUNG BUDI SETIAWAN,SH,MH dan JOHN PAUL MANGUNSONG,SH, masing-masing sebagai Hakim Anggota, putusan tersebut diucapkan dalam persidangan yang terbuka untuk umum pada hari SELASA tanggal 22 APRIL 2014 oleh Hakim Ketua Majelis tersebut bersama Hakim-Hakim Anggota tersebut, dibantu oleh NURASIAH,SH Panitera Pengganti serta dihadiri

(21)

oleh SRI HARIYATI,SH Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Bangkinang dan Terdakwa ;

HAKIM-HAKIM ANGGOTA HAKIM KETUA MAJELIS

AGUNG BUDI SETIAWAN, SH,MH ABDI DINATA SEBAYANG, SH

JOHN PAUL MANGUNSONG, SH

PANITERA PENGGANTI

Referensi

Dokumen terkait

Dalam kepemimpinan terdapat berbagai kesenjangan. Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, ada lima pilar kepemimpinan yang harus diletakkan pada tempatnya. Apabila kelima pilar

OEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAVAAN.. Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara , Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal

Mampu menerapkan formulasi Hamilton untuk berbagai masalah mekanika Persamaan Gerak Hamilton ppt, papan tulis Mendengark an, bertanya, berpendapat dan menjawab quis

(2008) yang mengungkapkan bahwa pertemuan komite audit adalah faktor yang penting dalam pengawasan perilaku manajemen yang berhubungan dengan mengurangi asimetri

Keberhasilan mengelola air ini telah pula mendorong terbentuknya Forum Masyarakat Code Utara (FMCU) yang menjadi lembaga yang berasal dari masyarakat dan dikelola

c. Kondisi lingkungan, dikarenakan etanol mudah menguap, oleh karena itu wadah sampel selalu dalam posisi tertutup.. Sampel yang digunakan adalah ciu hasil produksi

Fasilitas dan media kegiatan belajar mengajar yang ada di SMP N 3 Wonosari dapat dikatakan sudah cukup menunjang. Ruang kelas tertata rapi dan

Pada model ini digunakan empat variabel, yakni: populasi rentan (S) adalah populasi yang mempunyai kemungkinan untuk terinfeksi HPV, populasi terinfeksi (I) adalah populasi