• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN KETENAGAKERJAAN & KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN KETENAGAKERJAAN & KESEJAHTERAAN MASYARAKAT"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PERKEMBANGAN KETENAGAKERJAAN &

KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

(2)

52 KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROV. ACEH | TRIWULAN 1-2012

Kondisi Ketenagakerjaan sedikit mengalami penurunan, dimana Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mengalami kenaikan menjadi 7,87% pada Februari 2012. Meski demikian, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat meningkat menjadi 65,85%.

Menurut lapangan pekerjaan utama, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, dengan porsi mencapai 50,24%.

Tingkat kemiskinan1 di Aceh terus menunjukkan penurunan meski tipis. Dari 19,57% pada Maret 2011 menjadi 19,48% pada September 2011. Namun angka ini masih jauh diatas nasional yang sebesar 12,36% per September 2011.

Kualitas kemiskinan Aceh juga membaik yang ditunjukkan oleh Indeks Kedalaman Kemiskinan sebesar 3,483 dan Indeks Keparahan Kemiskinan sebesar 0,936 pada September 2011.

4.1. KETENAGAKERJAAN

Dibanding posisi Agustus 2011, perkembangan ketenagakerjaan Aceh menunjukkan penurunan.

Seperti tergambar dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)2 yang pada bulan Agustus 2011 tercatat 7,43%,

meningkat menjadi 7,87% pada Februari 2012. Meski demikian, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)3

tetap menunjukkan peningkatan dari 63,78% menjadi 65,85%.

Gambar 4.1 Perkembangan Kondisi Ketenagakerjaan Aceh

Sumber: BPS Prov. Aceh, diolah

1 Tingkat kemiskinan adalah proporsi penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan. Garis kemiskinan berubah Pada Maret 2008, Garis Kemiskinan Aceh tercatat sebesar Rp.239.873,-. Sehingga penduduk miskin Aceh adalah penduduk yang pengeluaran per kapita per bulannya kurang dari nilai tersebut.

2 TPT adalah perbandingan antara jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja.

3 TPAK adalah perbandingan antara jumlah angkatan kerja dengan jumlah penduduk usia produktif (>15 tahun).

Feb Ags Feb Ags Feb Ags Feb Ags Feb

2008 2009 2010 2011 2012 TPAK 60,48 60,32 61,92 62,5 62,83 63,17 66,63 63,78 65,85 TPT 9,2 9,56 9,31 8,71 8,6 8,37 8,27 7,43 7,87 0 2 4 6 8 10 12 56 58 60 62 64 66 68 TPAK TPT %

(3)

KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROV. ACEH | TRIWULAN 1-2012 53 Pada posisi Februari 2012, sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan dan perikanan masih menjadi sektor penyerap tenaga kerja terbesar dimana jumlah tenaga kerja yang terserap di sektor ini mencapai 898,2 ribu jiwa, meningkat dibanding posisi Agustus 2011 yang berjumlah 898,2 jiwa atau 50,24% dari total tenaga kerja di Aceh. Sektor penyerap tenaga kerja terbesar lainnya adalah sektor jasa sosial masyarakat serta sektor perdagangan, hotel dan restoran dengan porsi berturut-turut sebesar 20,25% dan 13,87%. Hal ini terkonfimasi dengan sumbangan sektor-sektor tersebut dalam PDRB Provinsi Aceh.

.Gambar 4.2 Perkembangan Tenaga Kerja Aceh menurut Lapangan Kerja Utama

Sumber: BPS Prov. Aceh, diolah

Bila dilihat dari status pekerjaan utamanya, tercatat per Februari 2012 status pekerjaan utama dari tenaga kerja di Aceh mayoritas masih bekerja sebagai buruh/ karyawan (33,5%), diikuti oleh tenaga kerja berstatus pekerja keluarga/ tidak dibayar, status pekerja yang berusaha sendiri dan pekerja yang berusaha sendiri dibantu buruh tidak tetap / buruh yang tidak dibayar dengan porsi masing-masing sebesar 19,15%; 18,9% dan 17,16%.

Tabel 4.1. Perkembangan Tenaga Kerja Menurut Status Pekerjaan Utama

Sumber: BPS Prov. Aceh, diolah

860.595 847.095 869.110 809.788 903.447 898.225 966.259 248.324 264.453 271.815 314.323 282.781 299.183 266.907 298.558 331.508 355.092 361.971 393.921 358.704 389.505 0 500.000 1.000.000 1.500.000 2.000.000 Feb Ags Feb Ags Feb Ags Feb 2009 2010 2011 2012

Pertanian dll Industri Pengolahan Perdagangan,hotel & rest Js.sos,masy&orang Lainnya

2012

Feb Ags Feb Feb-11 Agust-11 Feb-12

1 Berusaha Sendiri 435.759 357.943 365.371 23,31% 2,76% -16,15%

2 Berusaha dibantu buruh tdk tetap 358.514 324.722 331.645 3,70% -9,14% -7,49% 3 Berusaha dibantu butuh tetap 76.296 89.781 85.623 7,37% -0,89% 12,22% 4 Buruh/Karyawan/Pegawai 574.496 620.242 647.329 4,40% 13,45% 12,68% 5 Pekerja Bebas di Pertanian 63.390 75.983 71.094 -0,46% 30,82% 12,15% 6 Pekerja Bebas di Non Pertanian 26.001 40.716 61.168 -29,84% -5,28% 135,25% 7 Pekerja Keluarga/Tidak Dibayar 363.449 343.086 370.055 5,20% 3,29% 1,82% 1.897.905 1.852.473 1.932.285 7,43% 4,29% 1,81%

Growth (yoy,%) NO LAPANGAN PEKERJAAN UTAMA

Total

(4)

54 KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROV. ACEH | TRIWULAN 1-2012

Gambar 4.3 Porsi Tenaga Kerja menurut Status Pekerjaan Utama per Februari 2012

Sumber: BPS Prov. Aceh, diolah

5.2. KESEJAHTERAAN

Tingkat kemiskinan4 di Aceh terus menunjukkan penurunan meski tipis. Dari 19,57% pada Maret 2011 menjadi

19,48% pada September 2011. Namun angka ini masih jauh diatas nasional yang sebesar 12,36% per September 2011. Adapun perkembangan tingkat kemiskinan Aceh baik di perkotaan5 maupun di pedesaan

tertera pada tabel berikut.

Tabel 4.3 Perkembangan Kemiskinan Aceh

Sumber: BPS Prov. Aceh

4 Tingkat kemiskinan adalah proporsi penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan. Garis kemiskinan berubah Pada Maret 2008, Garis Kemiskinan Aceh tercatat sebesar Rp.239.873,-. Sehingga penduduk miskin Aceh adalah penduduk yang pengeluaran per kapita per bulannya kurang dari nilai tersebut.

5 Suatu wilayah dikatakan sebagai perkotaan jika memenuhi persyaratan tertentu dalam hal kepadatan penduduk, lapangan kegiatan ekonomi utama, fasilitas-fasilitas perkotaan (jalan raya, saranan pendidikan formal, sarana kesehatan umum, dan sebagainya (sumber : BPS RI)

Berusaha Sendiri 18,91% Berusaha dibantu buruh tdk tetap/Buruh tdk dibayar 17,16% Berusaha dibantu butuh tetap 4,43% Buruh/Karyawa n/Pegawai 33,50% Pekerja Bebas di Pertanian 3,68% Pekerja Bebas di Non Pertanian 3,17% Pekerja Keluarga/Tidak Dibayar 19,15%

Kota Des a (Kota + Des a ) Kota Des a (Kota + Des a )

1999 104,7 497,4 602,10 10,15 16,3 14,75 2000 102,3 492,8 595,10 10,45 16,78 15,2 2001 112,1 646,5 758,60 13,03 20,92 19,2 2002 201,1 998,8 1.199,90 20,09 33,06 29,83 2003 223,9 1030,3 1.254,20 19,47 33,63 29,76 2004 198,7 957,5 1.156,20 17,49 32,57 28,37 2005 222,9 943,5 1.166,40 19,04 32,6 28,69 2006 226,9 922,8 1.149,70 19,22 31,98 28,28 2007 218,8 864,7 1.083,50 18,68 29,87 26,65 2008 195,8 763,9 959,70 16,67 26,3 23,53 2009 182,19 710,68 892,87 15,44 24,37 21,80 2010 173,37 688,48 861,85 14,65 23,54 20,98 Ma r-11 176,02 718,78 894,81 13,69 21,87 19,57 Sep-11 169,30 730,89 900,19 13,03 22,01 19,48

(5)

KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROV. ACEH | TRIWULAN 1-2012 55 Seperti fenomena yang terjadi secara nasional pada umumnya, tingkat kemiskinan di pedesaan jauh lebih tinggi dibandingkan tingkat kemiskinan di perkotaan, dimana tingkat kemiskinan pedesaan Aceh pada September 2011 tercatat sebesar 22,01% sedangkan perkotaan hanya 13,03%.

Gambar 4.4 Perkembangan Angka Kemiskinan Nasional

Sumber: BPS RI, diolah

Terjadinya penurunan angka kemiskinan di Aceh periode Maret hingga September 2011 sejalan dengan kondisi ketenagakerjaan Aceh yang membaik di periode Februari hingga Agustus 2011 lalu. Hal-hal yang diperkirakan mendukung pencapaian kedua hal tersebut adalah sebagai berikut inflasi pada periode Februari hingga September 2011 yang cenderung stabil pada angka yang cukup rendah meskipun sempat melonjak di Agustus akibat Ramadhan dan Idul Fitri. Inflasi yang tinggi akan menyebabkan pendapatan riil masyarakat terus turun sehingga standar hidup dari masyarakat pun ikut turun dan akhirnya menjadikan semua orang, terutama orang miskin, bertambah miskin. Dengan inflasi yang terjaga akan membuat daya beli masyarakat pun turut terjaga. Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) Aceh periode Februari hingga September juga cenderung stabil.

Gambar 4.5 Perkembangan NTP Aceh

Sumber: BPS RI, diolah 12,52 11,65 10,72 9,87 9,23 9,09 20,37 18,93 17,35 16,56 15,72 15,59 16,58 15,42 14,15 13,33 12,49 12,36 0 5 10 15 20 25 2007 2008 2009 2010 Mar-11 Sep-11

Kota Desa Nasional

% 85 90 95 100 105 110 115 120

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nop Des

2011 NTP Aceh TP Holti TPR Peternakan Perikanan

(6)

56 KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROV. ACEH | TRIWULAN 1-2012

Perbaikan kemiskinan Aceh juga tampak dari segi kualitas yang ditunjukkan oleh Indeks Kedalaman Kemiskinan6 dan Indeks Keparahan Kemiskinan7. Indeks Kedalaman Kemiskinan terus menurun menjadi 3,483

pada September 2011. Sementara Indeks Keparahan Kemiskinan juga turun menjadi 0,936 pada periode yang sama. Bila dibandingkan dengan nasional, Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan Aceh masih jauh lebih tinggi.

Gambar 4.6 Indeks Kedalaman Kemiskinan & Indeks Keparahan Kemiskinan Aceh

Gambar 4.7 Indeks Kedalaman Kemiskinan & Indeks Keparahan Kemiskinan Nasional

Sumber: BPS Prov. Aceh, diolah

6 Indeks Kedalaman kemiskinan (Poverty Gap Index-P1) merupakan ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap Garis Kemiskinan. Semakin tinggi nilai indeks, semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk dari Garis kemiskinan (BPR RI).

7 Indeks Keparahan Kemiskinan (Poverty Severity Indeks-P2) memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran diantara penduduk miskin. Semakin tinggi nilai indeks, semakin tinggi ketimpangan pengeluaran diantara penduduk miskin (BPR RI).

8,41 5,28 5,41 4,92 4,46 4,11 3,495 3,483 2,59 1,84 1,64 1,5 1,34 1,26 0,94 0,936 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Mar-11 Sep-11

Indeks Kedalaman Kemiskinan Indeks Keparahan Kemiskinan

2,99 2,77 2,5 2,21 2,08 2,05 0,84 0,76 0,68 0,58 0,55 0,53 0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5

2007 2008 Mar-09 Mar-10 Mar-11 Sep-11

Indeks Kedalaman Kemiskinan Indeks Keparahan Kemiskinan

Gambar

Gambar 4.1 Perkembangan Kondisi Ketenagakerjaan Aceh
Tabel 4.1. Perkembangan Tenaga Kerja Menurut Status Pekerjaan Utama
Gambar 4.3 Porsi Tenaga Kerja menurut Status Pekerjaan Utama per Februari 2012
Gambar 4.4 Perkembangan Angka Kemiskinan Nasional
+2

Referensi

Dokumen terkait

Coffie, merupakan alat ukur untuk mengetahui kematangan aspek-aspek yang menunjang kesiapan anak masuk Sekolah Dasar, yang meliputi aspek kognitif, motorik, dan juga

Untuk pegawai non-darurat : Tidak boleh melakukan tindakan yang menyangkut risiko pribadi atau tanpa pelatihan yang sesuai.. Evakuasi

Di bidang politik, karena otonomi adalah buah dari kebijakan desentralisasi dan demokrasi, maka ia harus di pahami sebagai sebuah proses untuk membuat ruang bagi

Asumsi-asumsi yang digunakan dalam penelitian ini: (1) Pengeluaran untuk investasi dan harga faktor-faktor produksi didasarkan pada harga konstan, (2)

Dr.dr.Amira Permatasari Tarigan,MKed(Paru),Sp.P(K) sebagai Ketua Program Studi Departemen Pulmonologi & Ilmu Kedokteran Respirasi FK USU/ SMF Paru RSUP H Adam Malik Medan,

Lamanya waktu pencetakan sertifikat, hal tersebut dikarenakan pencetakan sertifikat dilakukan 1 (satu) minggu setelah kegiatan seminar dilakukan. Lamanya waktu

Aksi pemogokan itu sampai terjadi tragedy berdarah dengan ditandai kematian Marsinah salah satu buruh PT CPS yang vocal pada aksi tersebut.. Aksi berdarah itu member ilahm

Prosedur atau mekanisme pelayanan surat izin usaha perdagangan, pertama-tama masyarakat datang ke Badan Pelayanan Perizinan Terpadu, pemohon langsung keloket