• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Deskriptif Mengenai Tipologi Motivasi Masuk Perguruan Tinggi Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Angkatan 2010 di Universitas "X" Bandung.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Studi Deskriptif Mengenai Tipologi Motivasi Masuk Perguruan Tinggi Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Angkatan 2010 di Universitas "X" Bandung."

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

i Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK

(2)

ii Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT

(3)

iv Universitas Kristen Maranatha DAFTAR ISI

Lembar Judul Lembar Pengesahan Lembar Orisinalitas

Lembar Persetujuan Publikasi

Abstrak ... i

Abstrac ... ii

Kata Pengantar ... iii

Daftar Isi... iv

Daftar Tabel ... viii

Daftar Bagan/Skema ... ix

Daftar Lampiran ... x

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Identifikasi Masalah ... 7

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian... 7

1.3.1 Maksud Penelitian ... 7

1.3.2 Tujuan Penelitian ... 7

1.4 Kegunaan Penelitian ... 7

1.4.1 Kegunaan Teoritis ... 7

1.4.2 Kegunaan Praktis ... 8

1.5 Kerangka Pemikiran... 8

1.6 Asumsi Penelitian ... 15

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Motivasi ... 16

2.1.1 Pengertian Motivasi ... 16

2.1.2 Ciri-Ciri Motivasi ... 17

2.1.3 Jenis-jenis Motivasi ... 18

(4)

v Universitas Kristen Maranatha

2.2 Adolescence ... 21

2.2.1 Pengertian Remaja ... 21

2.2.2 Tugas-Tugas Masa Perkembangan ... 22

2.2.3 Karakteristik Masa Remaja ... 26

2.3 Perguruan Tinggi ... 31

2.3.1 Pengertian ... 31

2.3.2 Hakikat Perguruan Tinggi ... 32

2.3.3 Tujuan Pendidikan Tinggi ... 33

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian ... 36

3.2 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ... 37

3.2.1 Variabel Penelitian ... 37

3.2.2 Definisi Operasional ... 37

3.3 Alat Ukur ... 39

3.3.1 Kuesioner Motivasi ... 39

3.3.2 Data Penunjang ... 40

3.4 Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur ... 40

3.4.1 Variabel Alat Ukur ... 40

3.4.1 Reliabilitas Alat Ukur ... 42

3.5 Populasi dan Teknik Penarikan Sampel ... 44

3.5.1 Populasi Sasaran ... 44

3.5.2 Karakteristik Sampel ... 44

3.5.3 Teknik Penarikan Sampel ... 44

3.6 Teknik Analisis Data... 44

BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ... 46

4.1.1 Data Demografis ... 46

4.1.2 Tipologi Motivasi Mahasiswa ... 47

4.1.3 Tabulasi Silang ... 48

A Motivasi dan Faktor Internal ... 48

(5)

vi Universitas Kristen Maranatha

C Motivasi dan Data Demografis ... 62

4.2 Pembahasan... ..65

4.2.1 Motivasi Masuk Perguruan Tinggi ... ..65

4.2.2 Faktor-Faktor Yang Berkaitan... ..67

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... ..74

5.2 Saran ... ..75

5.2.1 Saran Penelitian Lanjutan ... ..75

5.2.2 Saran Guna Laksana ... ..76

Daftar Pustaka ... ..78

(6)

vii Universitas Kristen Maranatha DAFTAR TABEL

Tabel 4.1. Data Demografis ... 46

Tabel 4.2. Tipologi Motivasi ... 47

Tabel 4.3. Kombinasi Motivasi ... 48

Tabel 4.4 Tabulasi silang motivasi dengan faktor internal ... 48

Tabel 4.5 Tabulasi silang motivasi dengan faktor eksternal ... 53

(7)

viii Universitas Kristen Maranatha DAFTAR SKEMA/BAGAN

(8)

ix Universitas Kristen Maranatha DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran I: Kuesioner Pengambilan Data Lampiran II: Validitas dan Reliabilitas

(9)

1 Universitas Kristen Maranatha BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan hak seluruh masyarakat Indonesia. Manusia membutuhkan pendidikan dalam kehidupannya karena pendidikan merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 Pasal 31 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, dan ayat (3) menegaskan bahwa pemerintahan mengusahakan dan menyelenggarakan sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur oleh Undang-Undang. Untuk itu seluruh komponen bangsa wajib mencerdaskan kehidupan bangsa yang merupakan salah satu tujuan negara Indonesia (UU No 20 Tahun 2003).

(10)

2

Universitas Kristen Maranatha

Melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi merupakan salah satu pilihan bagi siswa yang baru lulus SMA selain bekerja. Pendidikan tinggi umumnya mengacu pada pendidikan di tingkat sarjana. Belajar di Perguruan Tinggi merupakan dambaan banyak lulusan sekolah menengah atas, hal ini menyebabkan siswa yang menginjak akhir kelas 3 banyak yang mulai membeli formulir masuk ke Perguruan Tinggi untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Berdasarkan data Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI) pada tahun 2010, Kota Bandung memiliki 123 Perguruan Tinggi. Kota Bandung sendiri memiliki 20 universitas, 17 diantaranya merupakan universitas swasta dan tiga merupakan universitas negeri. Sebanyak delapan dari 20 universitas tersebut memiliki jurusan Psikologi, enam diantaranya merupakan universitas swasta dan dua merupakan universitas negeri. Hal ini dapat memfasilitasi para calon mahasiswa yang ingin masuk ke program studi Psikologi.

(11)

3

Universitas Kristen Maranatha

Tinggi, karena itu maka bisa dilihat bahwa Psikologi merupakan jurusan yang peminatnya terus bertambah dari tahun ke tahun.

Universitas “X” sebagai salah satu Perguruan Tinggi di kota Bandung berdiri pada tahun 1965, dan hingga kini memiliki delapan program studi, yaitu Kedokteran, Teknik, Psikologi, Sastra, Ekonomi, Teknologi Informasi, Hukum, Seni Rupa dan Disain. Universitas “X” memiliki visi untuk menjadi Perguruan Tinggi yang mandiri dan berdaya cipta, serta mampu mengisi dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni abad ke-21 berdasarkan kasih dan keteladanan Yesus Kristus, dan misi mengembangkan cendekiawan yang handal, suasana yang kondusif, dan nilai-nilai hidup yang Kristiani sebagai upaya pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dalam penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi di Universitas “X”

(12)

4

Universitas Kristen Maranatha

menjadi daya tarik dan motivasi bagi mahasiswa yang ingin berkarya di dunia Psikologi.

Mahasiwa yang mendaftar di Fakultas Psikologi Universitas “X” pada tahun 2006, 2007, 2008, 2009, 2010 secara berturut turut adalah 639, 711, 656, 697, 625, sedangkan yang akhirnya mendaftar ulang adalah 248, 324, 288, 312, 233, yang akhirnya menjadi mahasiswa Fakultas Psikologi berturut-turut dari 2006 samapai 2010 adalah 216, 291, 268, 286, 226. Selain hal tersebut terdapat pula peningkatan kuota mahasiswa yang diterima, jika sebelum tahun 2006 kuota untuk mahasiswa Psikologi adalah sebanyak 200-225 orang, maka pada tahun 2006-2007 ada penambahan kuota sehingga jumlah mahasiswa yang diterima sebanyak 250 orang, sedangkan tahun 2008-2010 kuota mahasiswa baru mancapai 275 orang (Data BPS Universitas ”X” per Mei 2011). Ini mengindikasikan bahwa Fakultas Psikologi

Universitas “X” merupakan salah satu pilihan bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi di bidang ilmu Psikologi. Mengacu kepada hal tersebut maka Universitas “X” khususnya Fakultas Psikologi harus tetap

mampu menjaga dan meningkatkan kompetensinya dalam dunia pendidikan.

(13)

masing-5

Universitas Kristen Maranatha

masing tahun tersebut dan tahun-tahun sebelumnya, jika dibandingkan dengan jumlah yang masuk setiap tahunnya hal ini memang kecil. Hal ini mengindikasikan bahwa ada proses sepanjang kegiatan belajar dan motivasi yang akan mengarahkan seseorang kepada tujuan yang ingin dicapai yaitu kesuksesan dalam menyelesaikan kuliah. Bagi mahasiswa yang memiliki motivasi yang lemah maka dapat memunculkan perilaku ketika menjalani kegiatan perkuliah dengan tidak fokus sehingga mahasiswa tersebut tidak lulus sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan.

Berbagai perbedaan pada jenis motivasi dapat memunculkan perbedaan perilaku dalam menjalani kegiatan perkuliahan, karena itu motivasi yang mendasari seseorang berkuliah harus diteliti. Sampai saat ini penelitian tentang motivasi telah banyak dilakukan, termasuk di bidang Psikologi Pendidikan, namun penelitian mengenai motiasi untuk masuk ke Perguruan Tinggi masih jarang dilakukan. Salah satu penelitian tentang motivasi masuk peguruan tinggi adalah penelitian yang dilakukan oleh James Cote, Charles Levine (1984) dan Yankelovich (1972).

Penelitian mengenai motivasi untuk masuk ke Perguruan Tinggi yang dilakukan oleh Yankelovich (1972) menemukan bahwa ada dua tipe motivasi setelah dia melakukan pengukuran terhadap keduanya, yaitu career –mindedness dan post-affluence. Penelitian selanjutnya oleh Cote (1984) dengan menggunakan skala Likert,

yang menyimpulkan bahwa motivasi untuk masuk universitas dapat dibagi menjadi 5 kategori.

(14)

6

Universitas Kristen Maranatha

(CAR), sedangkan mahasiswa yang menginginkan pengembangan diri dan

pemahaman akan kompleksitas kehidupan menjadi tujuan utama berkuliah masuk ke dalam kategori Personal-Intellectual Development (PER).

Mahasiswa yang memiliki motivasi untuk membantu, memperbaiki dunia dan mengubah sistem demi sebuah hasil yang lebih baik masuk dalam kategori Humanitarian (HUM). Mahasiswa yang berkuliah dengan tujuan untuk memenuhi

harapan atau mengikuti tekanan dari keluarga ataupun teman dapat digolongkan kedalam jenis Expectation – Driven (EXP), sedangkan bagi mahasiswa yang tidak tahu alasan mengapa mereka masuk ke universitas masuk dalam golongan Default (DEF).

Penelitian Charles Levine & Cote (1984) dilakukan pada mahasiswa secara umum, tidak spesifik mahasiswa yang masuk ke Universitas tertentu. Penelitian ini mengkhususkan perhatian pada motivasi mahasiswa Psikologi untuk kuliah di Universitsas “X”. Penelitian ini perlu dilakukan diantara mahasiswa Psikologi

(15)

7

Universitas Kristen Maranatha 1.2 Identifikasi Masalah

Seperti apakah tipologi motivasi yang mendorong mahasiswa baru dalam memilih berkuliah di Universitas “X”, Bandung.

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

1.3.1 Maksud Penelitian

Untuk memperoleh gambaran mengenai motivasi mahasiswa baru dalam memilih berkuliah di Universitas “X”, Bandung.

1.3.2 Tujuan Penelitian

Untuk mengidentifikasi tipologi motivasi yang mendorong mahasiswa baru memilih berkuliah di Universitas “X”.

1.4 Kegunaan Penelitian

1.4.1 Kegunaan Teoretis

1) Memberikan masukan pada ilmu psikologi pendidikan dan perkembangan mengenai gambaran motivasi mahasiswa angkatan 2010 dalam melanjutkan studi di Universitas “X”, Bandung.

(16)

8

Universitas Kristen Maranatha 1.4.2 Kegunaan Praktis

1) Menjadi informasi yang berharga bagi Fakultas Psikologi Universitas “X” Bandung mengenai motivasi mahasiswanya untuk kuliah di Perguruan Tinggi sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam mengarahkan mahasiswanya untuk menjadi pencapaian tujuan kuliah kuliah di Perguruan Tinggi.

2) Menjadi masukan bagi para dosen wali, dan dosen pengajar mata kuliah untuk dapat mengarahkan setiap mahasiswa baru, agar dapat menggenapi motivasi para mahasiswa baru dalam rangka mencapai tujuan pribadi dalam diri individu.

1.5 Kerangka Pikir

Mahasiswa angkatan 2010 Fakultas Psikologi Universitas “X” memiliki rentang usia antara 18-20 tahun yang memang dalam usia tersebut mengalami suatu peralihan dari tahap remaja ke tahap dewasa. Sosok mahasiswa juga kental dengan nuansa kedinamisan dan sikap kenyataan objektif, sistematik dan rasional. Kenniston (Rahmawati, 2006) mengatakan bahwa mahasiswa (youth) adalah suatu periode yang disebut dengan “studenthood” yang terjadi hanya pada individu yang memasuki post

secondary education dan sebelum masuk ke dalam dunia kerja yang menetap.

(17)

9

Universitas Kristen Maranatha

perkembangan selama masa remaja, dimana akan mempengaruhi bagaimana remaja berpikir, bertindak, bertingkah laku serta dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya.

Dalam prosesnya, ketika remaja ini memulai untuk melakukan tugas perkembangan sesuai dengan tahapannya dibutuhkan motivasi untuk terus mengarahkan mereka dijalur yang benar sesuai dengan apa yang menjadi tugas masa perkembangannya. Mahasiswa tingkat pertama Fakultas Psikologi Universitas “X” yang sedang berusaha mengejar cita-cita dengan masuk ke Perguruan Tinggi dan mengambil bidang studi Psikologi membutuhkan motivasi untuk terus menjaga mereka tetap di jalur untuk terus mengarahkan perilaku agar dapat mengikuti perkuliahan dengan baik, untuk dapat membantu mereka mengatasi kesulitan-kesulitan yang ditemui di perkuliahan, dan untuk membantu mereka menyelesaikan pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas “X”.

(18)

10

Universitas Kristen Maranatha

Pengaruh motivasi terhadap seseorang tergantung seberapa besar motivasi itu mampu membangkitkan motivasi seseorang untuk bertingkat laku. Dengan motivasi yang besar, maka seseorang akan melakukan sesuatu pekerjaan dengan lebih memusatkan pada tujuan dan akan lebih intensif pada proses pengerjaannya. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri seseorang yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subyek belajar itu dapat tercapai.

Berkaitan dengan motivasi masuk Perguruan Tinggi, (Charles Levine dan Cote 1997), mengungkapkan bahwa mahasiswa ketika masuk ke Perguruan Tinggi bukan tabula rasa, akan tetapi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat dikelompokan

menjadi faktor eksternal dan faktor internal.

Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar diri individu dimana faktor tersebut menjadi latar belakang motivasi seseorang. Jurusan saat SMA menjadi salah satu acuan kemana nantinya seseorang akan melanjutkan studi. Siswa yang masuk jurusan IPA beranggapan bahwa mereka akan lebih mudah dalam memilih jurusan karena jurusan IPA dapat diterima di hampir semua jurusan di Perguruan Tinggi, berbeda dengan IPS yang memiliki pilihan yang lebih terbatas.

(19)

11

Universitas Kristen Maranatha

profesi sebagai seorang Dokter maka anak biasanya disarankan untuk masuk ke jurusan Kedokteran, jika hampir seluruh keluarga adalah pengacara maka anak akan disarankan untuk masuk ke jurusan Hukum, atau jika Ibu dahulu ingin masuk ke jurusan Akuntansi namun tidak berhasil maka ibu akan menyarankan anak untuk mengambil jurusan tersebut untuk melanjutkan cita-cita Ibu. Selain Orang Tua, faktor teman sebaya juga ikut memberi dampak, dengan alasan ikut-ikut teman, atau disarankan teman maka seseorang akhirnya memilih berkuliah di Perguruan Tinggi tertentu.

Ketika mahasiswa tersebut telah masuk ke dalam kegiatan perkuliahan di Perguruan Tinggi mereka akan menemui rintangan selama proses pembelajaran, hal ini berkaitan dengan bagaimana respon mereka terhadap pelajaran yang didapatkan, respon terhadap cara mengajar dosen, relasi mereka terhadap teman sebaya, kegiatan kemahasiswaaan apa saja yang mereka ikuti. Hal-hal tersebut merupakan faktor eksternal yang akan mempengaruhi motivasi mereka dalam menyelesaikan pendidikannya.

Faktor internal merupakan faktor dari dalam diri seseorang yang melatar belakangi motivasi seseorang. Alasan mereka memutuskan untuk berkuliah, memilih Universitas “X” dan bidang studi Psikologi sebagai pilihan untuk melanjutkan studi,

harapan dan cita-cita seseorang di masa yang akan datang dapat mempengaruhi motivasi seseorang dalam menjalani kuliah di Universitas “X”.

(20)

12

Universitas Kristen Maranatha

dimodifikasi oleh Cote (1984). Berdasarkan studi tersebut didapatkan 5 kategori mahasiswa mengenai motivasi untuk masuk ke Perguruan Tinggi.

Mahasiswa yang dikategorikan kedalam The Careerist- Materialist (CAR), adalah mahasiswa yang menjadikan karir sebagai tujuan dia berkuliah. Mahasiswa ini menjadikan Universitas sebagai tempat untuk mendapatkan keahlian spesifik yang nantinya dapat dipakai untuk mencari uang, juga menjadikan universitas sebagai tempat untuk nantinya mendapatkan gelar sehingga menaikan status di masyarakat.

Mahasiswa yang menginginkan pengembangan diri dan pemahaman akan kompleksitas kehidupan dan menjadikan hal tersebut sebagai tujuan utama berkuliah masuk ke dalam kategori Personal-Intellectual Development (PER). Dalam perkuliahannya mahasiswa tersebut berharap bahwa ilmu yang dia dapatkan mampu untuk mengembangkan kapasitas intelektualnya sehingga dia dapat lebih mengerti mengenai kompleksnya kehidupan.

Mahasiswa yang memiliki motivasi untuk membantu, memperbaiki dunia dan mengubah sistem demi sebuah hasil yang lebih baik masuk dalam kategori Humanitarian (HUM). Dalam perkuliahannya mahasiswa tersebut berharap bahwa

ilmu yang dimilikinya dapat diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat untuk membantu orang yang kurang beruntung dan meningkatkan kesehjateraan mayarakat secara keseluruhan.

(21)

13

Universitas Kristen Maranatha

Universitas ”X” hanya untuk mendapatkan gelar untuk mendapatkan pekerjaan,

sehingga dapat menyenangkan orang tuanya.

Mahasiswa yang tidak tahu alasan mengapa mereka masuk ke Perguruan Tinggi masuk dalam golongan Default (DEF). Mahasiswa ini sebenarnya bertanya-tanya apa alasan mereka untuk masuk ke Universitas ”X”, namun karena tidak ada pilihan

lain atau di sisi lain ketika faktor keluarga kurang membantu maka akhirnya mahasiswa ini memilih Universitas ”X” ketimbang tidak melanjutkan pendidikannya

ke tingkat yang lebih tinggi.

Mahasiswa yang masuk Perguruan Tinggi karena pengaruh faktor eksternal (karir, gelar, pekerjaan, hal-hal yang tidak diketahui) dalam hal ini faktor Careerist- Materialist (CAR), Expectation - Driven (EXP), Default (DEF) beralasan bahwa

mereka memilih Universitas “X” karena mereka tidak diterima di Perguruan Tinggi lainnya, dan atas saran orang tua mereka untuk memilih Universitas “X”. Mahasiswa yang dipengaruhi faktor eksternal menjadikan pengaruh dari luar sebagai dasar mereka dalam memilih Universitas “X” sebagai tempat mereka untuk melanjutkan studi.

Mahasiswa yang dipengaruhi faktor internal dapat dikelompokkan ke dalam Personal-Intellectual Development (PER): motivasi ini berkaitan dengan menekankan

pada pengembangan diri, studi dan learning, dan memahami kompleksitas kehidupan. Humanitarian (HUM): motivasi ini berkaitan dengan usaha untuk membantu,

(22)

14

Universitas Kristen Maranatha

di karenakan mereka ingin mengetahui lebih dalam sehingga nantinya mereka dapat mengamalkan ilmu tersebut untuk membantu sesama mereka.

Dengan demikian bagan kerangka pemikiran dalam penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut:

Bagan 1.1 kerangka pikir Mahasiswa

Fak.Psikologi angkatan 2010

Faktor Internal: - Harapan - Cita-cita - Alasan

berkuliah

Tipologi

Motivasi

masuk P.T

1. The careerist- materialist (CAR) 2. Personal-intellectual development (PER) 3. Humanitarian (HUM) 4. Expectation driven (EXP) 5. Default (DEF) Faktor Eksternal:

- Keluarga - Teman

(23)

15

Universitas Kristen Maranatha

1.6 Asumsi

 Motivasi mahasiswa psikologi dalam berkuliah di Perguruan Tinggi

kemungkinannya termasuk kategori The Careerist-Materialist (CAR), Personal-Intellectual Development (PER), Humanitarian (HUM),

Expectation – Driven (EXP) dan Default (DEF).

 Perbedaan jenis motivasi mahasiswa Psikologi masuk Perguruan Tinggi

(24)

74 Universitas Kristen Maranatha BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh melalui pengolahan data, mengenai

apakah tipologi motivasi yang mendorong mahasiswa Fakultas Psikologi angkatan

2010 dalam memilih berkuliah di Universitas “X” , dapat disimpulkan hal-hal sebagai

berikut:

1. Motivasi mahasiswa untuk masuk ke Universitas “X” dapat digolongkan ke

dalam lima tipologi, dari hasil pengambilan data didapatkan bahwa motivasi

yang paling dominan pada mahasiswa Fakultas Psikoligi angkatan 2010

adalah Humanitarian (HUM) dimana mahasiswa tersebut berkuliah dengan

harapan ilmu yang mereka dapatkan dapat mereka aplikasikan untuk

meningkatkan kesehjateraan di masyarakat.

2. Dari penelitian ini ditemukan bahwa alasan masuk ke perguruan tinggi dapat

didasari lebih dari satu tipologi. Kombinasi tipologi motivasi yang paling

dominan adalah Personal-Intellectual Development (PER)-Humanitarian

(HUM), dimana dengan berkuliah mereka berharap dapat menambah dan

mengembangkan ilmu pengetahuan untuk mereka pergunakan dalam

(25)

75

Universitas Kristen Maranatha 5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan sebelumnya, maka

peneliti mengajukan beberapa saran, yaitu:

5.2.1 Saran Penelitian Lanjutan

1. Melakukan penelitian lanjutan mengenai motivasi mahasiswa dalam

melanjutkan pendidikan mereka ke perguruan tinggi khusunya

mengkaitkan lebih jauh motivasi dengan faktor-faktor yang

melatarbelakangi mahasiswa ingin meneruskan pendidikan ke perguruan

tinggi.

2. Penelitian ini hanya melibatkan satu program studi, diharapkan pada

penelitian selanjutnya sebaiknya diteliti juga subjek dari program studi

yang lain, agar dapat melihat perbedaan dan keragaman tipologi motivasi

mahasiswa untuk masuk ke perguruan tinggi yang ada di Universitas ”X”

3. Pada penelitian ini tidak spesifik ditanyakan menganai alasan berkuliah,

alasan masuk program studi yang dipilih dan pertanyaan untuk data

penunjang lainnya, pada penelitian selanjutnya sebaiknya ditambahkan

pertanyaan-pertanyaan tersebut untuk dapat lebih menggali informasi yang

ingin diketahui.

4. Pada penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan metode yang

(26)

76

Universitas Kristen Maranatha

Korelasional atau Longitudinal, sehingga dapat dilihat perkembangan

motivasi pada mahasiswa Psikologi angkatan 2010.

5.2.2 Saran Guna Laksana

1. Untuk mahasiswa hasil penelitian ini dapat berguna sebagai bahan

informasi mengenai motivasi mereka dalam melanjutkan ke perguruan

tinggi sehingga mereka dapat mengevaluasi kesesuaian proses belajar

yang sedang dijalani dan tipologi motivasi yang mereka miliki.

2. Untuk Dosen Wali sebagai bahan pertimbangan dalam mengarahkan

mahasiswa sesuai dengan tipologi motivasi masuk perguruan tinggi yang

dimiliki agar dapat memilih bidang kajian Psikologi yang sesuai dengan

motivasi mereka.

3. Untuk Dosen Pengajar dikelas sebagai bahan pertimbangan dalam

menggunakan metode pengajaran agar kegiatan perkuliahan dapat berjalan

lebih bervariasi dan efektif, tidak hanya menggunakan metode teacher

centre tapi juga student centre sehingga ketika mahasiswa di kelas tidak

merasa bosan dan dapat menggali ketertarikan mahasiswa terhadap mata

kuliah yang sedang dipelajari.

4. Untuk Fakultas Psikologi sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan

kurikulum pendidikan agar dapat memfasilitasi tipologi motivasi

(27)

77

Universitas Kristen Maranatha

5. Bagi Universitas “X” Bandung, sebagai masukan untuk mengembangkan

pembelajaran yang berorientasi kepada service learning, sehingga

(28)

78 Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR PUSTAKA

Nasir, Mohhamad. 2003. Metode Penelitian. Jakarta: Penerbit Ghalia Indonesia

Siegel, Sidney. 1994. Statistik Non Parametrik Untuk Ilmu-Ilmu Sosial,. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Sudjana, Prof. Dr. M.A., M.Sc.2002.,Metode Statistika Bandung: Penerbit Tarsito

Santrock, John .2004. Life span development, 9th ed, New York: McGraw Hills

Santrock, John .2006. Life span development, 10th ed, New York: McGraw Hills

Santrock, John. 2007. Psikologi Pendidikan. Edisi 2, Jakarta: Kencana.

Cote, James dan Charles Levine Journal of College Student Development; May/Jun 1997; 38, 3; ProQuest Psychology Journals pg. 229

(29)

79 Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR RUJUKAN

Herlina. 2007. Studi Deskriptif Mengenai Motivasi Belajar Pada Siswa Yang Telah Diterima Di Perguruan Tinggi Sebelum Ujian Akhir Nasional Di SMA “X”.

http://bayoesmartboy.blogspot.com/2008/04/havighurst-tugas-tugas-perkembangan.html (www.google.com, diakses tanggal 17 Juni 2010)

www. Wikipedia.com (diakses tanggal 20 Mei 2011)

www. Dikti.go.id (diakses tanggal 17 Juni 2011)

Wahjosumidjo, 1984. Wangmuba Jurnal Psikologi.(www.google.com, diakses tanggal 20 Juni 2009)

(www.rclsgi.Eng.ohio-state.edu)

http://findarticles.com/p/articles/mi_qa4116/is_200310/ai_n9287850/?tag=mantle_ski n;content

http://etd.library.pitt.edu/ETD/available/etd-12092005-115753/unrestricted/Final-Juniarto.pdf

http://www.ktu.lt/lt/mokslas/zurnalai/ekovad/14/1822-6515-2009-582.pdf

http://128.151.57.101/warner/faculty/guiffrida/pdf/motivation.pdf

Referensi

Dokumen terkait

Peneliti menyarankan kepada kepala program studi S1 Fakultas Psikologi Universitas “X” di Kota Bandung, untuk mens osialisasikan ulang sistem kurikulum kepada mahasiswa

Universitas Kristen Maranatha terhadap layanan bidang administrasi akademik Fakultas Psikologi Universitas “X” Bandung sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi

Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh dari 136 mahasiswa angkatan 2012 fakultas psikologi universitas “X” di Kota Bandung sebagian besar memiliki academic adjustment

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai orientasi masa depan bidang pendidikan, tipe motivasi yang dominan masuk perguruan tinggi pada siswa kelas XII

Berdasarkan penelitian mengenai derajat self-efficacy beliefs pada mahasiswa Fakultas Psikologi yang mengontrak mata kuliah PPLK lebih dari satu kali di Universitas ‘X’

Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas “X” Bandung yang sedang mengerjakan UP, yang memiliki aspek autonomy dengan derajat tinggi akan memiliki penilaian diri

Mahasiswa Fakultas Psikologi angkatan 2005 universitas “X” Bandung dengan self-efficacy kuat, memiliki keyakinan yang kuat untuk mampu menentukan pilihan yang telah dibuat,

Mahasiswa di Fakultas Psikologi Universitas “X” Bandung yang sedang mengontrak mata kuliah Usulan Penelitian lebih dari satu kali dengan derajat kecemasan akademik yang