i
Sehat dan Sejahtera Pasca Pandemi Covid-19
TIM KKN TEMATIK COVID-19
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
PERIODE XIII TAHUN 2022
UNISSULA PRESS
ii Penulis:
TIM KKN TEMATIK COVID-19 UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG PERIODE XIII TAHUN 2022
Editor:
Abdurrohim, S.Psi., M.Si
Dr. Siti Thomas Zulaikhah, SKM, M.Kes Choiril Anwar, S.Pd., M.Pd.
Desain sampul Dwi Riyadi Hartono
Tata letak:
Yusuf Wisnu Mandaya
Dimensi:
29,7 x 21,0 Cm Jumlah halaman:
247
Cetakan Pertama:
September 2022
Hak cipta dilindungi undang-undang Dilarang mengutip atau memperbanyak
sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari Penerbit.
Penerbit:
UNISSULA PRESS Universitas Islam Sultan Agung Jl. Raya kaligawe KM. 4 Semarang (50112)
Jawa Tengah Indonesia Telp (024)6583584
Fax.(024)6582455
Anggota Asosiasi:
IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia)
APPTI (Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia)
iii
2022 yang dilaksanakan mulai tanggal 17 January 2022 - 02 February 2022. Lokasi KKN tersebar di 78 Kecamatan, 21 Kabupaten dalam Provinsi Jawa Tengah. Peserta KKN-T Periode XIII ini berjumlah sebanyak 971 (Sembilan ratus tujuh puluh satu) Mahasiswa dan 55 (lima puluh lima) Dosen Pembimbing Lapangan yang berasal dari 11 (sebelas) Fakultas.
Mahasiswa KKN-T selain melaporkan hasil kegiatan dalam bentuk laporan akhir kelompok juga membuat Book Chapter di masing-masing kelompok Desa KKN. Book Chapter memuat dan membahas beberapa program kerja yang mengikuti penulisan Artikel Ilmiah, yang meliputi ada Ringkasan, Pendahuluan, Target dan Tujuan, Metode Pelaksanaan, Hasil Kegiatan dan Pembahasan, Kesimpulan dan Daftar Pustaka. Artikel Ilmiah inipun sudah menggunakan proses seleksi similarity sebanyak maksimal 24%.
Selama pelaksanaan KKN-T Mahasiswa mendapat kesempatan seluas-luasnya untuk belajar menerapkan IPTEKS yang diperoleh di kampus, dan belajar lebih luas tentang memberdayakan Masyarakat, belajar bermasyarakat dan belajar membangun Desa. Mahasiswa berinteraksi dengan Masyarakat, berkomunikasi dan belajar banyak tentang etika dan kehidupan sebagai modal penting dalam meningkatkan soft skill. Secara umum pelaksanaan KKN-T berjalan dengan baik, lancar dan sukses. Hal ini karena telah dipersiapkan dengan perencanaan yang lama. Namun demikian masih terdapat beberapa hambatan yang di luar kemampuan panitia untuk memprediksinya. Kekurangan- kekurangan ini akan menjadi bahan introspeksi bagi panitia KKN sehingga pelaksanaan KKN di masa mendatang menjadi lebih baik.
Pada kesempatan yang baik ini, kami ingin menyampaikan terimakasih banyak kepada Rektor dan Kepala LPPM UNISSULA yang telah memfasilitasi Kegiatan KKN- T, Dekan dilingkungan UNISSULA, Panitia Pelaksana KKN-T Periode XIII Tahun 2022, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Seluruh Bapperlitbangda, Camat dan Desa yang menjadi lokasi KKN-T yang telah bekerja keras, menerima dan membimbing Mahasiswa sehingga pelaksanaan KKN-T berjalan dengan baik. Kami juga ingin menyampaikan permohonan maaf apabila selama penyelenggaraan KKN-T ada hal-hal yang kurang berkenan.
Sekian dan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokaatuh
Semarang, Maret 2022
Pelaksana KKN-T UNISSULA Ketua,
Abdurrohim, S.Psi., M.Si.
NIK. 210799003
iv
TERHADAP RETORIKA SYARIAT DAN ARAHAN MEDIS
Sugeng Hariyadi, Dinda Amalia Dwi A………... 1 Chapter 2 KORELASI RETORIKA SYARIAT, ATURAN
HUKUM, DAN PANDANGAN MEDIS DALAM PENCEGAHAN STUNTING ANAK DI ERA PANDEMI
Sugeng Hariyadi, Aulia Zabrina R... 9 Chapter 3 PENDAMPINGAN BELAJAR ANAK SEKOLAH
DASAR DI RUMAH MELALUI KEGIATAN LES PRIVAT DI DESA MENUR KECAMATAN MRANGGEN KABUPATEN DEMAK Susiyanto, Monaleta Liska Kismana, Melli
Lutfiana,Metha Prasetiana, Nadia Chosida Noviyani,
Nadiatul Zahro Saputri………. 18 Chapter 4 PENDAMPINGAN BELAJAR SISWA SDN
SENDANGGUWO 02 SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENDIDIKAN DI ERA PASCA PANDEMI COVID-19
Susiyanto, Radita Aulia Ainayyah, Achyar Iandryan, Bondan Bagus Sumantri, Renaldi Dian Putra Gunata,
Rhomaita………. 26
Chapter 5 CEGAH STUNTING DAN PENGEMBANGAN
POTENSI TUMBUH KEMBANG ANAK PASCA PANDEMIC
Susiyanto , Alivia Nurrokhmah, Fifiana Lisani, Ikliyla
Fitri, Indah Umi Kulsum, Siti Zulaekhah……….. 36 Chapter 6 PENGABDIAN MAHASISWA MELALUI KKN
MENGENAI PENTINGNYA PERAN ORANG
v
Chapter 7 EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN
SEHAT, SERTA PENCEGAHAN STUNTUING DI DESA KARANGWADER, KECAMATAN
PENAWANGAN, KABUPATEN GROBOGAN Sukijan Athoillah, Muhammad Zidan Habibullah Akbar, Indra Bayu Aditya Effendi, Aldo Bernadine
Agusta, Zaufar Afinnas………... 54 Chapter 8 EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING DAN
SANITASI LINGKUNGAN DI KELURAHAN KADILANGU, KECAMATAN DEMAK, KABUPATEN DEMAK
Sukijan Athoillah, Amalia Nurazima F, Anugerah Wahyu Adi Prasetyo, Basma Aliya, Natasya Olga
Shafira, Wina Novianti………... 61 Chapter 9 MENINGKATKAN PEMAHAMAN ANAK-ANAK
DI DESA WONOKERTO SECARA OFFLINE DENGAN METODE SMALL GROUP
DISCUSSION
Sukijan Athoillah, Muhammad Hidayad, Nafi`atur Rosyidah, Nurul Fadhila, Ratna Dahita, Siti
Lutfatul’aini……….. 68
Chapter 10 MENURUNKAN RISIKO TERJADINYA
STROKE DENGAN MENGADAKAN PENYULUHAN POLA HIDUP SEHAT MENCEGAH STROKE
Sukijan Athoillah, Alifya Adila Az Zahra, Daffa Afif Amaajid, Ervina Shinta Nuria, Putri Dian Puspa
Anggraini, Rizki Julyano……… 77 Chapter 11 KEGIATAN PENDAMPINGAN DALAM
RANGKA PENCEGAHAN STUNTING, KDRT
vi
Tamimi, Radya Kusuma………. 84 Chapter 12 PENDAMPINGAN BELAJAR MADRASAH
DINIYAH PASCA PANDEMI DI DESA SUMBEREJO KECAMATAN MRANGGEN KABUPATEN DEMAK
Urip Mulyadi, Muhammad Abdul Muthohar, Muaddibah, Ida Murobicha Diana, Naela Umdatin
Warda, Lisatul Aulia……… 93 Chapter 13 MENCEGAH STUNTING DEMI CIPTAKAN
GENERASI EMAS MELALUI PENDEKATAN KELUARGA DESA PASIGITAN KECAMATAN BOJA
Urip Mulyadi, Nia Amalia, Muhammad Hadi Nur Rofiq, Ika Erlinda, Muhammad Aulia Akbar,
Mohammad Amar Zakaria………... 100 Chapter 14 PENDAMPINGAN PENCEGAHAN STUNTING
DI DESA KUTOHARJO, KECAMATAN KALIWUNGU
Urip Mulyadi, Alim Wida Titra Kusuma, Camila Ratnadilla Safitri, Dicky Timoti Tantono, Intan
Permatasari Sutrisman, Mohammad Hanif Wicaksono. 107 Chapter 15 PENUHI KEBUTUHAN GIZI CEGAH STUNTING
Hernandia Distinarista, Lailatul Mukarromah, Putri Irawati Oktaviani1, Rachma Dwi Widyastuti, Rahma
Putri Dewi, Senita Linda Avriana……….. 115 Chapter 16 PENTINGNYA PENGETAHUAN MENGENAI
KEKERASAN SEKSUAL DALAM RUMAH TANGGA PASCA PANDEMI COVID-19 DI KELURAHAN BANDARHARJO
vii
SECARA OFFLINE BAGI SISWA-SISWI SDI ROHMANIYYAH KUDU KRAMAT KOTA SEMARANG PASCA PANDEMI COVID-19 Apriliani Yulianti Wuriningsih, Cantika Putri Azzahra, Idham Rahmansyah Hafiizh, Ibdabul Libab As
Sya’roni, Aliya Maulida, Sintya Asmara Santika……… 131 Chapter 18 EDUKASI KESEHATAN MENTAL DITENGAH
MASYARAKAT DESA GENTAN PASCA PANDEMI COVID-19
Apriliani Yulianti Wuriningsih, Alvi Yanti
Maharani,Ismira Arfiyanti, Muhamad Anang Maruf,
Novendra Fajar Mulyono, Sigit Prayitno………. 140 Chapter 19 CEGAH STUNTING DAN PENGENDALIAN
LAJU PENYEBARAN COVID PASCA PANDEMI COVID-19
Nutrisia Nu’im Haiya, Anggita Septivani Wulandari, Anggi Vladea Rahman, Bella Felifur Finerow, Echa
Himmatun Nihlah, Reni Novitasari……… 150 Chapter 20 PENGEMBANGAN KEPEMUDAAN REMAJA DI
DESA GENENG MIJEN DEMAK PASCA PANDEMI COVID-19
Nutrisia Nu’im Haiya, Amalia Nur Hidayah, Anis Alwiyah, Evira Nur Arifiani, Nafis Rahma Diyanti,
Nailul Asyfiya’ Munifatil Hidayah………. 159 Chapter 21 PERAN MARKETPLACE TERHADAP
PEREKONOMIAN MASYARAKAT PASCA COVID 19
Nutrisia Nu’im Haiya, Hisyam Arib Herli U, Didik Setiyawan, Taufik Rizanny, Himawan Reksa Pikukuh,
Harish Naja Maulana………... 167
viii
Nutrisia Nu’im Haiya, Hasan Rosidi, Eni Rahmawati, Eka Nurul Azmi, Muhammad Fikri Muzakky, Umi
Salamah……… 173
Chapter 23 HAMBATAN DALAM BERLANGSUNGNYA
PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI COVID- 19
Muhammad Aspihan, Ayu Arifah, Ayu Ulan Agustian, A.Aditya SN, Delly Ayu Utami, Gavin Izzaz Eka
Marsanto……….. 178
Chapter 24 PERAN MAHASISWA KKN TEMATIK
TERHADAP KEHIDUPAN PASCA PANDEMI COVID-19 DI DESA LEREP
Muhammad Aspihan , Dwi Oka Pratama Sakti, Alvina Amelia Zulhan, Devi Aprilita, Alifia Nurrizqi
Maulidya……… 186
Chapter 25 PROGRAM KEGIATAN PENDAMPINGAN
BELAJAR ANAK SD DI RUMAH DENGAN KEGIATAN LES PRIVAT DI DESA LANJAN KEC. SOMOWONO KAB. SEMARANG Retno Setyawati, Riris Ristiyani, Siti Mar’atul Fatmala, Rahmanda Firda Safitri, Siti Rohaniah,
Dhuriyatul Ghonimah………. 196 Chapter 26 UPAYA PENCEGAHAN DAMPAK PASCA
COVID-19 DI BIDANG PENDIDIKAN,
EKONOMI, DAN KESEHATAN MASYARAKAR DI DESA LEBAK, BRINGIN, KABUPATEN SEMARANG
203 Retno Setyawati, Celline Sabela Putri, Fatin Nadia
Nabila, Sintya Isabela, Sisca Rosyabella, Zakkiyatus Sariroh………...
ix PANDEMI COVID 19
Retno Setyawati, Edil Kurniwan Gau, Saskia Rosa Pabliuca, Athallah Nazhif Ariawan, Destaiany A.L,
Mohammad Hifni Aziz……… 211 Chapter 28 UPAYA PENINGKATAN PROSES
PEMBELAJARAN DENGAN MENERAPKAN PROKES PASCA PANDEMI
Mohammad Arifin Noor, Maria Nurul Islami1, Nadila Putri Hutami, Nafiatul Maulida, Nafiisatul Umayah,
Nasikhatut Thohiroh………... 219 Chapter 29 PENYULUHAN STUNTING DI DESA GOGIK
KECAMATAN UNGARAN BARAT,
KABUPATEN SEMARANG, JAWA TENGAH Dwi Retno Sulistyaningsih, Alfina Lutfiyani, Anis Kurlia, Fina Anugrah Wijhatin, Fina Nurul Aini, Fitri
Nur Sa’idah……….. 227
Chapter 30 PENDAMPINGAN BELAJAR PADA SISWA SD DI DESA BEKETEL, KECAMATAN KAYEN, KABUPATEN PATI, JAWA TENGAH
Dwi Retno Sulistyaningsih, Devika Nur Fitryaningrum, Abdan Syakuro Khayun, Carmelia Dian Shafinaz, Devi
Oktaviani, Dewi Ayuk Restu Ningsih………... 234 Chapter 31 EDUKASI KEKERASAN SEKSUAL DALAM
RUMAH TANGGA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PEDURUNGAN, SEMARANG Retno Issroviatingrum, Bayu Adi Fitrianto, Dinda Amarthya Rachmadhany, Kusmiati, Luqman Ma’ruf
Haqiqi, Sarda Devi………. 241
x
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 1
Chapter
1
POLA HIDUP SEHAT SAAT PANDEMI DIPENGARUHI OLEH PEMAHAMAN TERHADAP RETORIKA SYARIAT DAN
ARAHAN MEDIS
Sugeng Hariyadi1, Dinda Amalia Dwi A.2
1Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia
2Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia
Email: [email protected]
Abstract
For students of Real Work College has a goal to build students to become motivators and innovators. The implementation of Real Work Lecture (KKN) location of UNISSULA in 2022 in Tlogosari Wetan RW 04 Village, Pedurungan District of Semarang City went well and smoothly. The program that has been implemented covers 2 fields (Health and Social) in accordance with the objectives of UNISSULA. Various work programs in this KKN can hopefully provide many benefits for KKN students and residents of Tlogosari Wetan RW 04 Village, especially in preventing the spread of COVID-19 in Tlogosari Wetan RW 04 Village, Pedurungan Subdistrict, Semarang City. Among these benefits are the appearance of posters and social media with the importance of healthy living behavior in the face of the new post- pandemic era. These medical measures are excellent and commanded by Islamic sharia with straightforward and clear language and rhetoric.
Keywords: Healthy, Pandemic, Tlogosari, Participation Abstrak
Bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata mempunyai sasaran untuk membina mahasiswa agar menjadi motivator dan inovator. Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Lokasi UNISSULA Tahun 2022 di Kelurahan Tlogosari Wetan RW 04, Kecamatan Pedurungan Kota Semarang berjalan dengan baik dan lancar. Program yang telah dilaksanakan meliputi 2 bidang (Kesehatan dan Sosial) sesuai dengan tujuan UNISSULA. Berbagai program kerja dalam KKN ini semoga dapat memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa KKN dan warga Kelurahan Tlogosari Wetan RW 04 terutama dalam pencegahan penyebaran COVID-19 di Kelurahan Tlogosari Wetan RW 04, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Di antara
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 2
manfaat-manfaat tersebut adalah tersampaikannya poster dan media-media sosial berkonten arti penting prilaku hidup sehat dalam menghadapi new era pasca pandemi. Langkah-langkah medis ini sangat baik dan diperintahkan syariat Islam dengan Bahasa dan retorika yang lugas dan jelas.
Kata kunci: Sehat, Pandemi, Tlogosari, Partisipasi
Pendahuluan
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik pasca pandemi COVID-19 ber-BUDAI adalah suatu bentuk pengabdian masyarakat yang ditujukan pada masyarakat dengan kondisi setelah pandemi COVID-19 di desa mitra maupun non mitra UNISSULA dan dapat dilaksanakan sesuai protokol kesehatan ataupun secara online dengan tetap memegang nilai Budai UNISSULA. KKN pada periode ke XIII kali ini menjunjung tema “Sehat Dan Sejahtera Pasca Pandemi COVID-19”.
Selain sebagai ajang pembelajaran mahasiswa, hal tersebut dapat digunakan sebagai salah satu rencana pemberdayaan dan pengedukasian masyarakat guna mencegah angka kenaikan Stunting demi ciptakan generasi emas melalui pendekatan keluarga, membantu masyarakat dalam mengoptimalisasi terhadap mitigasi dan tanggap bencana, dan membantu masyarakat dalam mengoptimalisasi partisipasi keluarga dalam mencegah kekerasan seksual dalam rumah Tangga.
Pelaksanaan kegiatan KKN Tematik COVID-19 kelompok 111 dilaksanakan di kelurahan Tlogosari Wetan RW 04 di Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Tahun 2019, angka stunting di Kota Semarang tercatat 2,5%, sementara pada tahun 2020 naik menjadi 3,13%, agar tidak terjadi lonjakan pada tahun-tahun berikutnya, upaya penyuluhan edukasi serta pencegahan Stunting diselenggarakan dengan program Kuliah Kerja Nyata. Edukasi merupakan suatu proses buat membarui pemikiran dan sikap secara dinamis yang didasari oleh kesadaran individu dengan cara memberikan materi atau teori di sasaran edukasi. Pencegahan adalah proses, cara, tindakan menahan sesuatu supaya tidak terjadi. Dengan demikian, pencegahan merupakan tindakan untuk mencegah perilaku yang merugikan, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain.
Syariat Islam yang bersumber dari firman Allah dalam al-Qur`an dan sabda Rasulullah Saw. dalam haditsnya pun telah menegaskan akan arti penting sebuah pencegahan sebab- sebab munculnya penyakit hingga anjuran untuk berobat. Allah Swt. berfirman:
)) ْمُك َرْذ ِح اوُذُخ اوُنَمآ َنيِذَّلا اَهُّيَأاَي((
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, berhati-hatilah selalu”. (al-Qur`an, an-Nisa:
71)
Kalimat perintah dalam ayat tersebut sangat jelas menunjukkan perhatian yang besar dari Allah Swt. kepada hamba-Nya demi keselamatan dan kemaslahatan hidupnya. Dan
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 3
mengingat perintah tersebut berkaitan dengan kesalamatan nyawa yang menjadi salah satu tujuan syariat Islam, maka tidak menutup kemungkinan tindakan pencegahan dari suatu bahaya, seperti wabah, hukumnya adalah wajib, baik secara individu maupun jamaah.
KKN ini mempunyai empat kelompok sasaran, yaitu mahasiswa, warga, Pemerintah Daerah, serta perguruan tinggi. Bagi mahasiswa Kuliah Kerja nyata memiliki sasaran buat membina mahasiswa supaya menjadi motivator serta innovator sasaran bagi warga dan Pemerintah daerah ialah buat memperoleh donasi pemikiran, tenaga, dan IPTEK dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan. Target bagi perguruan tinggi ialah buat memperoleh umpan kembali menjadi hasil pengintegrasian mahasiswa dalam warga, sehingga kurikulum perguruan tinggi.
Metode/Metode Pelaksanaan
1. Metode observasi, yaitu memantau secara langsung keadaan masyarakat dan lingkungan Kelurahan Tlogosari Wetan RT 02/ RW 04, melalui survei lapangan dalam rangka memastikan realita dan target pengabdian.
2. Metode wawancara, yaitu dialog langsung dengan aparat pemerintahan desa, tokoh-tokoh, dan anggota masyarakat dengan cara mengunjungi mereka secara personal.
Hasil dan Pembahasan
a. SOP Menggunakan Masker yang Baik dan benar
Gambar 1. Poster SOP menggunakan masker yang baik dan benar
Virus Corona telah menyebabkan jumlah pasien meninggal yang sangat besar.
Berbagai negara sudah menerapkan darurat medis untuk mencegah penyebaran virus Corona pada negara mereka. Di antara tindakan pencegahan penyebaran virus Corona adalah menjaga jarak. Jarak paling dekat yang perlu dijaga adalah enam langkah. (Siregar & Sutan, 2020).
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 4
Pemakaian masker sudah cukup efektif di banyak negara terutama Asia dan hasilnya sangat memuaskan, seperti Hongkong dan Singapura. Penggunaan masker sudah menjadi fenomena sosial biasa di Asia Tenggara, karena efesiensinya yang sangat tinggi (Parker, 2016).
Suplai masker bedah tidak cukup dan akhirnya rakyat serta pemerintah memperbolehkan penggunaan masker kain. Perdebatan pun terjadi terkait efektivitas masker kain mulai bermunculan. Masker kain sintesis sendiri mungkin masih cukup melindungi, meskipun umumnya lebih lemah. Selain itu, uji klinis efektivitasnya masih kurang.
Mengingat banyaknya rekomendasi dan ketidakpastian seputar kemungkinan efektivitasnya, maka perlu adanya tinjauan terkait efektivitas penggunaan berbagai jenis masker, barangkali bisa menjadi rujukan kebijakan.
b. Poster SOP berkerumum di Tempat Umum
Gambar 2. Poster SOP berada dalam kerumunan
Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) telah menjadi darurat kesehatan masyarakat yang harus dihadapi dengan serempak (Atmojo et al., 2020). Ada beberapa gejala pada anak yang terkonfirmasi COVID-19, yaitu hidung tersumbat, demam, sesak napas cepat, lesu, rinore, batuk kering, nyeri tenggorokan, nyeri dada, dan gejala-gejala sistem pencernaan, seperti muntah, mual, dan diare. (Nuraeni, et al., 2021) Gejala-gejala tersebut dapat menyebabkan kasus yang berkelanjutan menjadi infeksi saluran napas bawah dan pneumonia yang sangat berbahaya terhadap keselamatan.
Tingginya jumlah kasus Covid membuktikan bahwa penularannya sangat cepat.
Masyarakat pun semakin rentan dengan tingkat morbiditas dan mortalitas. Semua pihak berwenang telah menekankan pentingnya menjaga jarak untuk mencegah penularan COVID- 19, begitu juga dengan langkah-langkah pencegahan yang lain, meski pada praktiknya, masih banyak masyarakat yang mengabaikan arahan seperti ini.
Melalui poster SOP berkerumun, KKN Tematik dapat memberikan edukasi pada warga RT 02 RW 04 Tlogosari Wetan mengenai pentingnya social distancing guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Dengan menempelkan poster, warga setempat memahami bahwa
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 5
pencegahan tersebut dapat dimulai dari menggunkaan masker saat keluar rumah, cuci tangan guna membersihkan kotoran, kuman maupun virus, menjaga jarak secara fisik sekurangnya 2 meter. Jarak 2 meter diyakini sangat efektif untuk mencegah penyebaran virus melalui air liur dan sentuhan kulit. Upaya lain yang dilakukan adalah menjaga kebersihan virus Covid- 19 dapat bertahan hidup setidaknya 2-3 hari pada berbagai benda yang sering disentuh atau permukaan benda yang mungkin terkena percikan dorplet guna meminimalisir resiko penularan Covid-19 lakukan disinfeksi mandiri di rumah atau tempat kerja.
Baik penggunaan masker maupun menjaga jarak di saat pandemi yang sangat besar bahaya seperti ini, keduanya termasuk bagian dari langkah-langkah preventif yang tentunya sesuai dengan tuntunan syariat Islam, seperti yang disabdakan baginda Nabi Muhammad Saw. dan diterapkan oleh Sayyiduna Umar bin Khattab Ra. saat menghadapi wabah tha’un di wilayah Syam pada masanya. Rasulullah Saw. bersabda:
))ِدَسَلأا َنِم َك َرا َرِف ِموُذجَملا َنِم َّرِف((
Artinya: “Larilah dari penyakit wabah seperti engkau lari dari singa”. (Hanbal) (Hariyadi & Muflihin, 2021)
c. Poster 4 Sehat 5 Sempurna
Gambar 3. Poster Gizi 4 Sehat 5 Sempurna
Pandemi COVID-19 sudah mengakibatkan banyak kasus poly, terutama pada negara terbatas sumber daya alamnya (Afifah, Habibi, Rachmayani, & Astini, 2021). Sistem kesehatan dan ekonomi secara holistik menghadapi banyak kendala secara signifikan.
Terhadap anak dan remaja, pandemi ini mengancam mereka, baik jangka menengah serta jangka panjang. Status gizi pada anak sangat kuat berpengaruh terhadap proses pertumbuhan serta pekembangan anak.
Penilaian pertumbuhan anak harus dilakukan secara berkala, sebab poly dapat menggangu pertumbuhan anak. Kekurangan gizi merupakan faktor awal terhadap kesehatan, di antaranya adalah pertumbuhan stunting (pendek). Di Indonesia sendiri angka kurang gizi mencapai 30,79% tahun 2018 (Putra, Kurnia, Ramadhan, Subana, & Patrianti, 2021).
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 6
Lebih kurang 15% atau 7 juta jiwa dari seluruh penduduk seluruh dunia pada tahun pertama pandemi COVID-19 akan mengalami kekurangan gizi. Setiap penurunan satu persen dari produk domestic bruto dunia menyebabkan peningkatan jumlah kasus stunting menjadi 0,7 juta di semua dunia. Di antara faktornya adalah penurunan kuantitas dan kualitas jasa kuliner dan khidmat kesehatan. Karena, kondisi seperti ini sangat berpengaruh terhadap lemahnya bahan nutrisi dan kestabilan mental. Banyak negara dunia yang penduduknya mengalami kecemasan serta stress yang semakin tinggi pada anak yang kelurganya terdampak COVID-19, hingga merusak kesehatan mental.
Stunting pada masa pandemi COVID-19 terus meningkat. Kegagalan dalam pencegahan secara global pada kondisi pandemi waktu ini akan mempunyai konsekuensi jangka panjang pada masa depan anak-anak. Pencegahan dan pengobatan pada anak-anak menggunakan nutrisi sangat krusial. Upaya screening status gizi di anak di masa pandemi saat ini perlu dilakukan secara massif (Verdiana & Muniroh, 2018).
Hasil yang didapatkan pengabdian kepada masyarakat ini ialah data dasar dan awal sebagai catatan monitoring status gizi anak usia sekolah pada Kelurahan Tlogosari Wetan sebagai akibatnya perlu dilakukan monitoring menggunakan memeriksan status gizi setiap bulan. Kelompok KKN ini memberikan edukasi mengenai makanan 4 sehat 5 sempurna pada anak melalui poster, di mana anak lebih simpel mengenali melalui media gambar.
Tentunya, mengatur pola makan yang baik dan sehat seperti tersebut adalah bagian dari makna firman Allah Swt. yang memerintahkan manusia untuk makan makanan yang halal dan thayyib sebagai berikut:
)) اابِ يَط الً َلََح ِض ْرَ ْلأا يِف اَّمِم اوُلُك ُساَّنلا اَهُّيَأاَي((
Artinya: “Wahai manusia, makanlah dari apa-apa yang ada di bumi yang halal dan baik”. (al-Qur`an, al-Baqarah: 168)
d. Poster SOP Sholat Jumat
Gambar 4. Poster SOP Shalat Jumat
Penduduk Indonesia yang sebagian besar beragama Islam tidak luput dari dampak negatif virus Corona, lebih-lebih dalam hal tatacara pelaksanaan ibadahritual.
Tidak hanya terhadap keselamatan dan kesehatan individu dan jamaah, namun juga
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 7
berpengaruh terhadap pandangan kalangan umat mengenai tuntunan beribadah keseharian, seperti shalat fardhu lima waktu (Fatimah & Mahmudah, 2020).
Pada bulan-bulan lalu, telah dilakukan penutupan masjid dan mushala, sebab MUI telah mengeluarkan fatwa terkait dengan hal itu nomor 14 Tahun 2020 mengenai ibadah dalam situasi wabah virus Corona. Di antaranya adalah pembatasan pelaksanaan shalat Jumat, pengajian umum, tabliqh akbar, tahlilan, dan ceramah-ceramah keagamaan dan kegiatan-kegiatan massif yang mungkin bisa mengumpulkan banyak orang (Putra, Kurnia, Ramadhan, Subana, & Patrianti, 2021).
KKN tematik secara online di lokasi yang ditunjuk telah membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dalam beribadah Shalat berjamaah di masjid. Dan tentunya, langkah ini perlu diperhatikan dengan menyesuaikan perkembangan tingkat kasus dengan level yang berbeda.
Penutup
Pemasangan poster tentang arti penting melaksanakan protokal kesehatan, menjaga ketahanan dan kesehatan tubuh dengan mengonsumsi 4 sehat 5 sempurna, dan tuntunan pelaksanaan shalat Jumat diyakini dapat menambah wawasan dan menguatkan semangat bersama untuk saling menjaga dan mengingatkan bahwa pandemi belum berakhir dan terus membutuhkan perjuangan bersama untuk melaluinya. Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Lokasi UNISSULA Tahun 2022 di Kelurahan Tlogosari Wetan RW 04, Kecamatan Pedurungan Kota Semarang telah membuktikan pengaruh cukup baik dari langkah-langkah tersebut terhadap upaya pencegahan penyebaran virus Corona yang hingga saat ini masih terjadi, meski relative lebih sedikit.
Daftar Pustaka
Afifah, Y. S., Habibi, M., Rachmayani, I., & Astini, N. B. (2021). Pengenalan Makanan 4 Sehat 5 Sempurna Dengan Media Playdough Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di Tk Islam Plus Qamarul-Lail Aikmel. Indonesian Journal Of Elementary And Chilhood Education. Retrieved From Http://Journal.Publication- Center.Com/Index.Php/Ijece/Article/View/693
Al-Qur`An. (N.D.). Al-Baqarah: 168.
Al-Qur`An. (N.D.). An-Nisa: 71.
Baihaqi. (N.D.). As-Sunan Al-Kubra.
Fatimah, S., & Mahmudah, U. (2020). How E-Learning Affects Students' Mental Health During Covid-19 Pandemic: An Empirical Study. Dwija Cendekia: Jurnal Riset Pedagogik. Retrieved From Https://Jurnal.Uns.Ac.Id/Jdc/Article/View/41991
Hanbal, A. (N.D.). Al-Musnad.
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 8
Hariyadi, S., & Muflihin, A. (2021). Handling Pandemic In Islamic Literature. Ihya Ulum
Ad-Din. Retrieved From
Https://Journal.Walisongo.Ac.Id/Index.Php/Ihya/Article/View/7434
Nuraeni, I., Bachtiar, R. A., Karimah, I., Hadiningsih, N., Setiawati, D., & Saragih, M.
(2021). Pencegahan Covid-19 Melalui Sosialisasi Penggunaan Dan Pembagian Masker Di Kota Tasikmalaya Dan Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Pengabdian Masyarakat
Dan Inovasi, 75. Retrieved From
Https://Scholar.Google.Co.Id/Citations?View_Op=View_Citation&Hl=En&User=Kq qmdziaaaaj&Citation_For_View=Kqqmdziaaaaj:Wf5omc3nynoc
Parker, P. M. (2016). The 2006 Economic And Product Market Databook For Dresden, Germany. Icon Group International. Retrieved From Https://Www.Amazon.Com/Economic-Product-Databook-Dresden-
Germany/Dp/0497804808
Putra, F. M., Kurnia, A. M., Ramadhan, N., Subana, P. N., & Patrianti, T. (2021). Penerapan Protokol Kesehatan Saat Beribadah Berjamaah Shalat Jum’at Di Masa Pandemi Covid
19. Retrieved From
Https://Www.Bing.Com/Search?Q=Penerapan+Protokol+Kesehatan+Saat+Beribadah +Berjamaah+Shalat+Jum%E2%80%99at+Di+Masa+Pandemi+Covid+19&Qs=N&Fo rm=Qbre&Sp=-1&Pq=&Sc=0-
0&Sk=&Cvid=B3ac6221128349ad8246c88d576b2606
Siregar, P., & Sutan, R. (2020). Covid-19 Dan Penggunaan Masker Muka: Antara Manfaat Dan Resiko, 1 No 3. Jurnal Implementa Husada, 221. Retrieved From Https://Www.Bing.Com/Newtabredir?Url=Http%3a%2f%2fjurnal.Umsu.Ac.Id%2fin dex.Php%2fjih%2farticle%2fdownload%2f5799%2fpdf_21
Verdiana, L., & Muniroh, L. (2018). Kebiasaan Sarapan Berhubungan Dengan Konsentrasi.
Media Gizi Indonesia. Retrieved From
Https://Www.Bing.Com/Search?Q=Kebiasaan+Sarapan+Berhubungan+Dengan+Kon sentrasi+Belajar+Pada+Siswa+Sdn+Sukoharjo+I+Malang+Breakfast+Habit+Correlat e+With+Learning+Concentration+Among+Students+At+Sukoharjo+I+Malang+Elem entary+School.&Qs=N&Form=Qbre&Sp=-1&Pq=
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 9
Chapter
2
KORELASI RETORIKA SYARIAT, ATURAN HUKUM, DAN PANDANGAN
MEDIS DALAM PENCEGAHAN STUNTING ANAK DI ERA PANDEMI
Sugeng Hariyadi1, Aulia Zabrina R2
1Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia
2Program Studi lmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia
Email: [email protected]
Abstract
Indonesia is still faced with nutritional problems that cause stunting in children. The problem of malnutrition has not been overcome until now. This sosila problem needs to be the attention of all circles. Religious and legal experts can contribute through the explanation of religious and legal views towards the prevention of child stunting. The method used in this study is qualitative research that refers to the latest data on stunting in Indonesia and in the world. The interview was conducted on a mother in Cabean Village, Kec. Demak, Kab.
Demak.whose son was stunted to find out the cause of this disorder.
Keywords: stunting, toddlerhood, nutrition, health
Abstrak
Indonesia masih dihadapkan dengan permasalahan gizi yang menyebabkan stunting pada anak. Masalah malnutrisi belum bisa diatasi hingga sekarang. Problema sosila ini perlu menjadi perhatian semua kalangan. Pakar agama dan hukum dapat berkontribusi melalui penjelasan pandangan agama dan hukum terhadap pencegahan stunting anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang mengacu pada data-data terbaru mengenai stunting di Indonesia maupun di Dunia. Wawancara dilakukan terhadap ibu di Desa Cabean, Kec. Demak, Kab. Demak.yang anaknya mengalami stunting untuk mengetahui penyebab gangguan ini.
Kata kunci: stunting, balita, gizi, kesehatan
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 10 Pendahuluan
Di antara dampak kekurangan gizi adalah stunting. Stunting adalah keadaan tidak normal pada anak dari segi tinggi badannya sesuai dengan tingkat usianya. Stunting merupakan akibat dari malnutrisi kronis yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Masalah malnutrisi belum teratasi sepenuhnya (Ayu, 2020), meskipun angka stunting mengalami penurunan sebesar 1,6% per tahun dari 27,7% per tahun 2019 menjadi 24,4% tahun 2021.
Prevalensi stunting pada tahun 2021 sebesar 24,4% dan masih jauh dari target, yakni 14%
(Rokom, 2022).
Jumlah anak balita di Indonesia sekitar 22,4 juta. Setidaknya ada 5,2 juta perempuan yang hamil setiap tahun. Rata-rata bayi yang lahir setiap tahun berjumlah 4,9 juta anak. 3 dari balita mengalami stunting. Walaupun ada beberapa indikasi perbaikan, namun angkanya tetap tinggi di wilyah paling timur dan paling barat Indonesia. Untuk sementara, jumlah terendah, yaitu 17,7% terdapat di DKI Jakarta dan jumlah tertinggi, yaitu 42,6% berada di Nusa Tenggara Timur (Muktiyo, et al., 2020).
Masa balita itu sangat peka terhadap pengaruh lingkungan, terutama kecukupan gizinya pada keluarga. Status gizi ibu hamil sangat mempengaruhi kesehatan dan perkembangan janin. Gangguan pertumbuhan dalam kandungan dapat menyebabkan berat badan janin yang akan lahir rendah dari ukuran normal.
Mengenai perhatian syariat Islam terhadap kehamilan seorang ibu dan apa yang diperlukan agar dirinya dan sang janin dapat tumbuh sehat, dapat kita cermati dari firman Allah Swt. ketika memerintahkan Ibunda Maryam ketika sedang mengandung Nabi Isa As.:
َذَن يِ نِإ ٓيِلوُقَف اٗدَحَأ ِرَشَبۡلٱ َنِم َّنِي َرَت اَّمِإَف ۖاٗنۡيَع ي ِ رَق َو يِب َرۡشٱ َو يِلُكَف((
))ا ٗ يِسنِإ َم ۡوَيۡلٱ َمِ لَكُأ ۡنَلَف ا ٗم ۡوَص ِن ََٰم ۡح َّرلِل ُت ۡر
Artinya: “Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini" (al-Qur`an, Surat Maryam aya: 26).
Kisah Ibunda Maryam tersebut menginspirasi kita agar seorang ibu hamil memperhatikan pola makan, minum, kejiwaan, dan ucapan. Tentunya, hal tersebut berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan dirinya dan janin yang dikandung.
Untuk wilayah Demak sendiri khususnya Desa Cabean dengan data terbaru tahun 2021, ada sekitar 12 anak yang terindikasi mengalami stunting dari data 6 posyandu di 6 Rw, yaitu Rw 1 (2 anak), Rw 2 (2 anak), Rw 3 (2 anak), Rw 4 (2 anak), Rw 5 (2 anak), dan Rw 6 (2 anak). Dengan data di atas, kami tertarik untuk mengangkat stunting menjadi bahan arrtikel, dikarenakan stunting merupakan permasalahan yang masih menjadi problema dalam pengasuhan dan pola pikir orang tua, terutama di Desa Cabean, Kec. Demak, Kab. Demak.
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 11 Metode Pembahasan
A. Tipe Penelitian
Metode yang digunakan di dalam penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang mengacu pada data-data terbaru mengenai stunting di Indonesia maupun di Dunia.
Wawancara dilakukan terhadap ibu yang memiliki anak stunting untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi balita stunting di Desa Cabean, Kec. Demak, Kab. Demak.
Faktor- faktor apa sajakah yang mempengaruhi balita stunting secara langsung maupun tidak langsung. Informasi yang didapatkan akan diperkuat dengan data online secara ilmiah, dari beberapa jurnal nasional maupun internasional, buku dan artikel yang berkaitan dengan stunting.
B. Partisipan
Jumlah partisipan dalam penelitian ini ada 3 ibu-ibu yang memiliki balita stunting di Desa Cabean. Pemilihan partisipan ini berdasarkan kriteria sebagai berikut:
1. Melahirkan balita stunting kurang dari 5 tahun.
2. Dapat berinteraksi dengan baik.
3. Berkenan untuk dipilih sebagai partisipan.
C. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan atau observasi, pencarian data secara online dan wawancara langsung. Wawancara berkaitan dengan factor-faktor yang menyebabkan stunting. Wawancara tersebut bersifat tidak terstruktur, yaitu dengan mendatangi partisipan secara langsung berdasarkan jadwal yang ditetapkan sendiri untuk melakukan wawancara. Sementara data online di dari jurnal ilmiah.
Pembahasan
Stunting merupakan permasalahan yang tidak pernah berakhir di Indonesia. Setiap tahun selalu muncul kasus stunting pada anak. Oleh karena itu, pemerintah kian gencar dalam melakukan dan penyampaian dalam penurunan prevalensi stunting, dikarenakan masih tingginya angka stunting yang terjadi pada balita. Untuk itu edukasi serta gizi dalam masa kehamilan harus diperhatikan.
Sumber: klikdokter.com Gambar I:Ilustrasi anak stunting
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 12
Untuk wilayah Demak sendiri khususnya Desa Cabean dengan data terbaru tahun 2021, ada sekitar 12 anak di 6 RT yang tersebut di atas yang terindikasi mengalami stunting. Untuk berat badan/umur (BB/U) ada 2 anak yang masuk golongan sangat kurang, dan 4 anak masuk golongan berat badan normal sesuai umur. Sedangkan untuk berat badan/tinggi badan (BB/TB) yang diukur serta gizinya ada 3 anak yang masuk gizi kurang dan 3 anak masuk gizi baik.
Tabel I : Data Berat Badan/Umur anak stunting Anak BB Sangat Kurang BB Kurang BB Normal
Anak 1 •
Anak 2 •
Anak 3 •
Anak 4 •
Anak 5 •
Anak 6 •
Tabel II: Data Berat Badan/Tinggi Badan
Anak Gizi Sangat Kurang Gizi Kurang Gizi Normal
Anak 1 •
Anak 2 •
Anak 3 •
Anak 4 •
Anak 5 •
Anak 6 •
Hasil wawancara terhadap 6 ibu-ibu partisipan disimpulkan bahwa stunting terjadi karena beberapa faktor: langsung, tidak langsung, dan demografis. Faktor langsung stunting adalah kekurangan nutrisi ketika hamil, terkena infeksi dan kekurangan nutrisi pada balita sendiri. Sedangkan untuk faktor tidak langsung adalah sumber air minum kurang bersih, kualitas fisik air minum yang rendah, kepemilikan jamban dan hygiene yang tidak memadai (Anggraini, 2021).
Adapun faktor demografis yaitu kekurangan pendapatan, produksi makanan kurang sehat, dan pendidikan wanita yang rendah. Pola hidup kurang sehat seperti kepadatan populasi yang berlebihan dan buang air besar sembarangan bisa juga menjadi faktor yang mempengaruhi stunting karena menyebabkan banyak penyakit (Basbeth, 2020).
Kondisi sosial ekonomi pemasukan orang tua sedikit, pengetahuan orang tua rendah, wawasan ibu tentang gizi yang sempit, dan jumlah anggota keluarga yang terlalu banyak
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 13
dapat menyebabkan stunting (Rokom, 2018). Keluarga dengan pendapatan yang tinggi akan lebih mudah memperoleh akses pendidikan dan factor-faktor pendukung kesehatan (Ni'mah
& Nadhirah, 2019).
Pemasukan orang tua akan menentukan kualitas dan kuantitas pangan. Apabila pemasukan meningkat, maka kesehatan dan masalah keluarga yang berkaitan dengan gizi akan mengalami perbaikan (Fikriana, 2017). Oleh karena itu, syariat Islam senantiasa memerintahkan umatnya untuk bekerja yang diungkapkan dengan beramal, seperti dalam firman Allah Swt. sebagai berikut:
)) ُروُشُّنلٱ ِه ۡيَلِإ َو ۖۦِهِق ۡز ِ ر نِم ْاوُلُك َو اَهِبِكاَنَم يِف ْاوُش ۡمٱَف ٗلًوُلَذ َض ۡرَ ۡلأٱ ُمُكَل َلَعَج يِذَّلٱ َوُه((
Artinya: “Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (al-Qur`an, Surat al-Mulk: 15)
Baginda Nabi Muhammad Saw. juga bersabda sebagai berikut:
)) ِهِبسَك نِم ُهُدَل َو َو ،ِهِبسَك نِم ُلُج َّرلا َلَكَأ اَم َبَيطَأ َّنِإ((
Artinya: "Sesungguhnya, makanan yang paling baik dimakana oleh seseorang itu adalah hasil kerjanya. Dan anak itu juga termasuk hasil kerjanya.” (Majah)
Secara hukum, pencegahan stunting termasuk dari target perundang-undangan kesehatan yang memberikan jaminan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan bayi yang dikandung, seperti yang dimuat dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia no.
97 tahun 2014 Bagian Kedua tentang Pelayanan Kesehatan Masa Hamil Pasal 12-13.
Diantara muatan perundang-undangan tersebut adalah bahwa pelayanan kesehatan bertujuan agar ibu hamil dapat menjalani kehamilan dengan sehat, bersalin dengan selamat, dan melahirkan bayi yang sehat dan berkualitas (PMK no. 97 tentang Pelayanan Kesehatan Kehamilan, 2014).
Stunting dapat dicegah dengan cara berikut:
1. Pastikan asupan gizi ibu hamil terpenuhi
Sumber: Twitter @Ayahbunda Gambar II: Ilustrasi gizi pada ibu hamil
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 14
Untuk mencegah stunting anak, ibu hamil harus terpenuhi gizinya dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, selain suplemen pemnunjang. Ibu hamil juga perlu secara rutin memeriksakan kesehatannya (Anisa, 2021).
2. Berikan ASI Eksklusif sejak lahir hingga 6 bulan
Sumber: promkes.kemkes.go.id Gambar III: Ilustrasi ASI Eksklusif oleh ibu
ASI sangat berguna mengurangi kemungkinan stunting karena mengandung gizi. Ibu menyusui dapat memberikan ASI Eksklusif hingga si buah hati berusia enam. Protein yang terdapat pada ASI dapat memperkuat kekebalan tubuh bayi yang rentan.
3. Dampingi ASI dengan asupan makanan pendukung setelah enam bulan
Sumber: Halodoc.com Gambar IV: Ilustrasi MPASI Sehat
Setelah si buah hati berusia enam bulan, ibu dapat memberikan makanan pendamping atau MPASI. Hal yang perlu diperhatikan adalah memenuhi gizi mikro dan makro untuk mendukung ASI. Penambahan nutrisi ke dalam makanan juga diperlukan, selain juga berhati-hati dalam memilih produk tambahan tersebut. Konsultasikan dulu dengan dokter jika perlu (Situmorang).
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 15 4. Pantau secara berkesinambungan pertumbuhan anak
Sumber: rs.uns.ac.id
Gambar V: Ilustrasi tumbuh kembang anak
Pertumbuhan berat dan tinggi badan anak harus dipantau oleh orang tua. Posyandu dan klinik khusus anak dapat menjadikan rujukan agar lebih mudah mengetahui gejala stunting dan bagaimana penanganannya.
5. Jaga selalu kebersihan lingkungan rumah
Sumber: kompasiana.com
Gambar VI: Ilustrasi gotong royong untuk kebersihan
Bayi itu sangat rentan terhadap penyakit, apalagi jika lingkungan sekitarnya kotor. Secara tidak langsung, bayi akan mengalami stunting, karena diare termasuk pengganggu kesehatan yang terpicu dari kuman kotoran yang masuk ke dalam tubuh manusia.
Penutup
Syariat Islam, perundang-undangan pemerintah, dan medis telah mengarahkan para orang tua untuk memperhatikan masa kehamilan seorang ibu dan Kesehatan anak yang dikandung dari sejak dalam kandungan hingga lahir dan tumbuh besar. Beberapa kasus di Cabean Demak menguatkan beberapa langkah untuk pencegahan stunting. Ada lima langkah strategis untuk mencegah stunting pada anak: 1. Pastikan asupan gizi ibu hamil terpenuhi. 2.
Berikan ASI Eksklusif sejak lahir hingga enam bulan. 3. Dampingi ASI Eksklusif dengan
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 16
MPASI sehat setelah enam bulan. 4. Pantau secara berkesinambungan pertumbuhan anak. 5.
Jaga selalu kebersihan lingkungan rumah
Daftar Pustaka
al-Qur`an. (t.thn.). Surat al-Mulk: 15.
al-Qur`an. (t.thn.). Surat Maryam: 26.
Anggraini, D. N. (2021). Tanda Anak Stunting yang Perlu Anda Ketahui. Diambil kembali dari https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3636750/tanda-anak-stunting-yang- perluhttps://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3636750/tanda-anak-stunting-yang- perlu-anda-perhatikananda-perhatikan
Anisa. (2021). Pencegahan Stunting Pada Anak. Diambil kembali dari https://kominfo.kulonprogokab.go.id/detil/1616/pencegahan-stunting-pada-anak Ayu, C. (2020). Epidemiologi Stunting. Diambil kembali dari
http://eprints.undip.ac.id/80670/1/Buku_EPIDEMIOLOGI_STUNTING_KOMPL Basbeth, F. (2020). Stunting di Indonesia dan Kemsiskinan. Diambil kembali dari
https://www.researchgate.net/publication/341378612_Artikel_Stunting_di_Indonesia _dan_kemiskinan
Fikriana, L. T. (2017). Hubungan Tingkat Sosial Ekonomi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Desa Karangrejek Wonosari Gunung Kidul. Diambil kembali dari http://digilib.unisayogya.ac.id/2461/1/naskah%20publikasi.pdf
Majah, I. (t.thn.). as-Sunan no: 2137.
Muktiyo, W., Wiryanta, Indarto, M. J., Anggraini, S. D., Nuroktaviani, E., & Octama, I. C.
(2020). Buku Komunikasi Stunting: Strategi dan Aksi.
Ni'mah , K., & Nadhirah, S. R. (2019). Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Diambil kembali dari file:///C:/Users/gravart/Downloads/3117-8220- 1SM%20(1).pdf
Rokom. (2018). Ini Penyebab Stunting pada Anak. Diambil kembali dari https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20180524/4125980/penyebab-
stunting-anak/
Rokom. (2022). Upaya Ibu Cegah Anak Stunting dan Obesitas. Diambil kembali dari https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20220118/2639172/upaya-ibu- cegah-anak-stunting-dan-obesitas/
Rokom. (2022). Upaya Ibu Cegah Anak Stunting dan Obesitas.
https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis. Diambil kembali dari https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20220118/2639172/upaya-ibu- cegah-anak-stunting-dan-obesitas/
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 17
Rokom. (2022). Upaya Ibu Cegah Anak Stunting dan Obesitas.
https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis. Diambil kembali dari https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20220118/2639172/upaya-ibu- cegah-anak-stunting-dan-obesitas/
Situmorang, P. R. (t.thn.). WHO pun merekomendasikan fortifikasi atau penambahan nutrisi ke dalam makanan. Di sisi lain, sebaiknya ibu berhati-hati saat akan menentukan produk tambahan tersebut. Konsultasikan dulu dengan dokter. Diambil kembali dari https://www.friso.co.id/panduan/kenali-penyebab-stunting-dan-cara-mencegahnya Tommi, K. (2021). UNICEF: Jumlah Anak Stunting Indonesia sangat Tinggi. Diambil
kembali dari https://www.liputan6.com/global/read/4550868/unicef-jumlah-anak- stunting-dihttps://www.liputan6.com/global/read/4550868/unicef-jumlah-anak- stunting-di-indonesia-sangat-tinggiindonesia-sangat-tinggi
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 18
Chapter
3
PENDAMPINGAN BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR DI RUMAH MELALUI KEGIATAN LES PRIVAT DI
DESA MENUR KECAMATAN MRANGGEN KABUPATEN DEMAK
Susiyanto1, Monaleta Liska Kismana2, Melli Lutfiana2,Metha Prasetiana2, Nadia Chosida Noviyani2, Nadiatul Zahro Saputri2
1Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia
2Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia
E-mail: [email protected]
Abstrak
Pandemi COVID-19 di Indonesia berdampak besar di berbagai bidang. Salah satu bidang yang terkena dampak dari COVID-19 yaitu bidang pendidikan. Akibat pandemi COVID-19 membuat sekolah-sekolah ditutup. Adanya penutupan sekolah tersebut, membuat para siswa harus melakukan kegiatan belajar mengajar dari rumah atau daring. Banyak hambatan yang dihadapai oleh anak sekolah dan orang tua akibat sistem belajar mengajar dari rumah (online). Salah satu kesulitan yang muncul yaitu orang tua harus membimbing dan mengajari anaknya belajar di rumah. Kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Desa Menur salah satunya berupa kegiatan pendampingan belajar di rumah pada anak sekolah dasar.
Kegiatan pendampingan belajar ini memiliki tujuan yaitu untuk memperdalam pemahaman anak sekolah terhadap materi pelajaran sekolah, juga untuk memotivasi anak sekolah untuk belajar. Kegiatan ini dilakukan dengan cara bertemu secara langsung dengan siswa atau tatap muka. Kegiatan pendampingan belajar ini di ikuti sebanyak 20 siswa yang berasal dari anak sekolah dasar dari kelas 1 s.d 6 dan juga 2 siswa SMP. Metode pelaksanaan yang dilakukan meliputi 4 tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Evaluasi dan pelaporan kami lakukan untuk mengetahui sedalam dan sepaham apa anak sekolah dapat memahami materi pelajaran sekolahnya dan kemanfaatan kegiatan pendampingan belajar yang telah dilakukan.
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 19 Pendahuluan
Pandemi COVID-19 merupakan suatu masalah atau musibah yang mempunyai akibat atau dampat besar untuk seluruh penduduk diberbagai negara. Awal pandemi COVID-19 yang berawal pada tahun 2019 akhir sampai sekarang, membuat aktivitas masyarakat menjadi terbatas. Imbas pandemi COVID-19 tersebut membuat pemerintah di Indonesia banyak membuat berbagai aturan atau kebijakan sebagai upaya yang dilakukan untuk menekan penularan virus corona kepada masyarakat. Aturan atau kebijakan yang telah di buat pemernitah yaitu physical distancing dan social distancing (menjaga jarak secara fisik dan sosial), termasuk juga kebijakan untuk melakukan kegiatan atau bekerja dari rumah (work from home) (Yuhenita et al., 2021).
Penyebaran virus corona yang begitu cepat memberikan dampak besar di berbagai sektor atau bidang kehidupan, seperti di sektor ekonomi, pendidikan, sosial, keagamaan, kesehatan, dan lain-lain. Salah satunya pada bidang pendidikan, di berbagai negara banyak yang memutuskan untuk menutup sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Dampak dari virus corona merubah sistem pembelajaran yang sebelumnnya dilakukan secara luring atau secara bertatap muka, sekarang dilakukan secara daring atau online guna mengurangi penyebaran virus corona (Maulana dan Faristiana, 2021). Di Indonesia, proses pembelajaran daring dilakukan sejak bulan Maret 2020. Meskipun saat ini sudah banyak sekolah yang melakukan pembelajaran secara luring atau bertatap muka, namun belum dilakukan secara efektif dan optimal. Dikarenakan durasi atau waktu yang digunakan hanya sebentar (±4 jam).
Pembelajaran daring juga menimbulkan berbagai permasalahan seperti kesenjangan dalam penggunaan teknologi seperti handphone yang digunakan untuk proses belajar anak secara daring. Proses pembelajaran daring atau online merupakan kebijakan dari KEMENDIKBUD RI berdasarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang proses atau sistem belajar mengajar yang dilakukan dari rumah secara online (daring) bertujuan untuk mengurangi aktivitas diluar rumah (Riyanda et al., 2020).
Selain itu, hal tersebut juga berakibat kepada orang tua siswa. Orang tua harus senantiasa mendampingi dan memberikan pembelajaran kepada anak di rumah dan juga memantau kegiatan belajar anak di rumah. Anak sekolah dasar (SD) apabila saat belajar tidak didampingi oleh orang tua atau guru tidak akan bisa efektif dan optimal, karena apabila di rumah anak – anak merasa bukan waktu untuk belajar, anak – anak lebih cenderung merasa bahwa saat dirumah merupakan waktu untuk bermain (Babu et al., 2019). Dalam pembelajaran secara daring, anak – anak sekolah banyak yang kurang paham bahkan tidak paham tentang materi pelajaran sekolah mereka. Apalagi jika orang tua mereka memiliki latar belakang pendidikan yang tidak tinggi dan juga sulit untuk bisa meluangkan banyak waktunya untuk mendampingi anaknya belajar, karena harus bekerja di luar rumah yang merupakan penghasilan harian dari orang tua mereka (Suprihatin et al., n.d.).
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 20
Di Desa Menur merupakan satu desa dari beberapa desa yang terkena akibat dari pandemi COVID-19, salah satunya yaitu sektor pendidikan. Dimana anak – anak sekolah harus belajar dari rumah. Berdasarkan dari pengamatan dan wawancara kami kepada Kepala Desa Menur, mayoritas orang tua di Desa Menur bermata pencaharian seorang petani dan buruh pabrik. Sebagian besar orang tua yang kesulitan untuk mendampingi anaknya untuk belajar, dikarenakan tidak punya banyak waktu luang. Beberapa orang tua siswa juga mengikutkan anaknya dalam lembaga bimbingan belajar (bimbel). Akan tetapi, beberapa orang tua yang tidak mengikutkan anaknya dalam bimbingan belajar tersebut dikarenakan alasan biaya. Sehingga hal tersebut menjadikan orang tua kesulitan untuk membantu mengatasi kesulitan dalam pembelajaran anaknya (Yuhenita et al., 2021).
Saat ini sekolah sudah mulai dibuka kembali. Meskipun sudah kembali di buka dan kegiatan belajar mengajar sudah dilakukan secara luring atau bertatap muka, hal tersebut di rasa masih kurang efektif dan optimal karena waktu yang digunakan terbatas.Banyaknya kesulitan yang dihadapi para siswa membuat mereka menjadi malas untuk belajar, apalagi jika tidak ada yang mendampingi mereka dalam belajar (Vincencius Surani, 2019). Hal tersebut membuat para siswa merasa bahwa pelajaran tersebut sulit dan tidak perlu dipelajari yang mengakibatkan minat siswa dalam belajar menjadi menurun(Handayani et al., 2020).
Anak – anak sekolah dasar harus dilakukan pendampingan dalam belajarnya dan harus ada yang mendampingi dalam belajar, karena selain untuk meningkatkan minat belajarnya juga membantu dalam mengatasi masalah yang dialami para siswa sekolah dasar(Basar, 2021).
Dari permasalahan diatas, kami ingin melakukan pendampingan belajar dengan kegiatan bimbingan belajar yang dilakukan di rumah kepada siswa SD (sekolah dasar) yang ada di Desa Menur. Pendampingan belajar merupakan kegiatan yang dilakukan dalam proses bimbingan belajar dengan siswa yang bertujuan untuk membimbing dan mengarahkan, serta membantu anak – anak sekolah untuk memahami materi - materi pelajaran dan membantu anak – anak mengatasi hambatan dalam belajarnya (Ngura et al., 2020). Kegiatan pendampingan belajar pada anak – anak di Desa Menur juga dilakukan di TPQ guna meningkatkan tingkat spiritual anak dan menciptakan perilaku yang baik pada anak. Kegiatan atau aktivitas yang dilakukan di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) tersebut antara lain membaca dan menulis Al-Qur’an, berlatih cara beribadah yang baik dan benar, dan lain-lain.
Oleh karena itu, pendampingan belajar yang merupakan salah satu program dari tim KKN Tematik Unissula XIII kelompok 114 yaitu pendampingan belajar di rumah (les privat) dan pendampingan mengaji di Tempat Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membantu orang tua atau wali murid dan anak – anak sekolah dasar untuk mengatasi masalah dan kesulitan anaknya dalam proses belajar. Selain tujuan tersebut, hal ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman materi sekolah, meningkatkan motivasi belajar anak, dan supaya anak tetap fokus dalam belajar.
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 21 Metode Pelaksanaan
Kegiatan KKN Tematik Unissula Periode XIII dilaksanakan di Dusun Semen, Desa Menur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak berupa kegiatan pendampingan belajar secara les privat yang dilakukan di rumah untuk anak – anak sekolah dasar. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman anak – anak sekolah dasar terhadap materi pelajaran sekolah dan juga untuk mengatasi hambatan atau masalah yang di hadapi pada anak – anak sekolah dasar. Dalam proses aktivitas pendampingan belajar ini, anak – anak yang mengikuti adalah anak – anak dari sekolah dasar kelas 1 – 6 dengan jumlah 20 anak.
Aktivitas pendampingan belajar dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan,evaluasi, dan pelaporan.
1. Tahap Persiapan
Pada tahap ini, yang pertama dilakukan yaitu dengan mengurus perizinan ke pihak desa yaitu meminta izin kepada Kepala Desa Menur dengan memberikan surat perizinan lokasi dari kampus. Saat tahap persiapan, kami melakukan koordinasi tim terkait dengan aktivitas dari program kerja selama kegiatan KKN.
2. Tahap Pelaksanaan
Pada tahap ini, pendampingan belajar di Desa Menur dilaksanakan pada tanggal 17 Januari 2022 sampai tanggal 2 Februari 2022. Kegiatan tersebut dilakukan di rumah tepatnya di posko KKN di Desa Menur yang dilakukan selama 14 hari dengan rincian waktu yaitu setiap hari Senin sampai hari Sabtu. Kemudian untuk waktunya yaitu dilakukan selama 2 jam setiap pertemuan dengan total waktu yaitu 28 jam dalam waktu 14 hari kegiatan. Para siswa di bagi menjadi kelompok – kelompok kecil dan setiap mentor mendampingi anak – anak yang telah dibagi kelompoknya. Pembagian kelompok dilakukan sesuai dengan kelas masing – masing anak.
Sistem atau tata cara kegiatan ini dilakukan dengan mengawali membaca doa sebelum belajar, selanjutnya dilakukan penjelasan atau penyampaian bahan ajar terkait materi pelajaran para siswa. Kemudian, dilanjutkan menemani atau mendampingi anak – anak (siswa) mengerjakan tugas sekolahnya atau PR. Les privat ini dilaksanakan secara langsung atau bertatap muka dengan anak/siswa.
3. Tahap Evaluasi
Tahap selanjutnya yaitu evaluasi. Evaluasi dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui sedalam dan sepaham apa anak sekolah dasar mampu memahami materi pelajaran sekolahnya dan bagaimana manfaat setelah kegiatan ini dilakukan bagi anak – anak sekolah dasar di Desa Menur. Selain itu, untuk mengetahui tentang peningkatan pemahaman anak – anak terhadap materi pelajaran sekolah. Selain itu, tahap evaluasi
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 22
dilakukan untuk mengetahui hambatan – hambatan yang di alami anak atau siswa dan juga para mentor selama kegiatan pendampingan belajar berlangsung.
4. Tahap Pelaporan
Pada tahap terakhir, yaitu tahap pelaporan dilakukan dengan pembuatan video dokumentasi kegiatan pendampingan belajar yang telah dilakukan.
Hasil Dan Pembahasan
Kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dilakuksan secara online atau daring, mengharuskan memiliki peralatan yang memadahi, baik bagi para siswa maupun tenaga pendidik atau guru. Akan tetapi, sebagian besar siswa tidak mempunyai akses yang mencukupi dan memadahi untuk KBM online atau daring ini. Sebagian anak – anak sekolah tidak mempunyai handphone yang bisa digunakan untuk belajar secara daring, ada juga anak yang memiliki akses internet yang susah, dan lain-lain (Mawardi et al., 2020). Anak – anak sekolah dasar (SD) memerlukan pendampingan dalam belajarnya, karena mereka perlu adanya seseorang yang bisa dan mampu mengarahkannya. Adanya sistem pembelajaran yang dilakukan secara membuat anak – anak kesulitan untuk belajar.
Kegiatan pendampingan belajar ini merupakan salah satu program kerja KKN Tematik Unissula Periode XIII. Adapun tujuan dari program ini adalah untuk menambah motivasi dan memotivasi belajar siswa dengan mengacu pada peningkatan pemahaman terhadap materi pelajaran sekolah. Kegiatan pendampingan belajar ini dilakukan pada tanggal 17 januari 2022 sampai tanggal 2 februari 2022. Program kegiatan ini diikuti oleh anak sekolah dasar dan anak SMP di lingkungan RT 02 RW 04 Desa Menur Kecamatan Mranggen.
Selama pendampingan belajar, siswi di Desa Menur diajarkan materi yang sesuai dengan pelajaran di sekolah masing-masing. Pendampingan belajar ini dilakukan secara tatap muka disalah satu rumah warga Desa Menur. Aktivitas pendampingan belajar yang dilakukan berjalan dengan baik dan lancar. Semua anak-anak yang mengikui kegiatan ini sangat antusias selama kegiatan berlangsung dan mereka merasa terbantu dalam menyelesaikan tugas dari sekolah, dan orang tua merasa diadakannya pendampingan pembelajaran di rumah sangat efektif di terapkan. Akan tetapi, dengan adanya kegiatan ini, motivasi siswa dalam belajar menjadi meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan bagaimana sikap siswa dalam belajar menjadi meningkat dengan baik walaupun tetap dalam pendampingan dan pantauan.
Kegiatan pendampingan yang dilakukan tidak hanya memberikan dan menjelaskan materi pelajaran, namun juda diselingi dengan permainan tebak-tebakan yang dimana jika menjawab dengan benar maka diberi hadiah. Hal ini tersebut dilakukan agar anak – anak atau siswa tidak cepat bosan dalam aktivitas pembelajaran.
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 23
Gambar 1. Mendampingi Anak – Anak Sekolah Dasar Belajar Di Desa Menur Hasil belajar dan pengerjaan tugas anak – anak di sekolah mengalami perubahan.
Adapun perubahan yang dialami anak – anak atau siswa setelah kegiatan pendampingan belajar ini yaitu anak – anak sekolah dasar menjadi lebih giat dan tekun dalam belajar, dan terjadi peningkatan motivasi anak – anak untuk belajar. Selain itu, banyak orang tua yang memberikan feedback positif terhadap program atau kegiatan ini dengan menunjukkan rasa senang karena dapat meringankan tugas orang tua siswa dalam mendampingi belajar anaknya. Pendampingan belajar mengaji juga membuat anak – anak lebih semangat dan anak – anak lebih rajin dalam belajarnya karena tidak hanya satu orang saja yang mendampingi.
Gambar 2. Pendampingan Belajar Mengaji Di TPQ Desa Menur
Tingginya semangat dan antusias para anak-anak untuk ikut serta dalam kegiatan les privat ini memungkinkan anak – anak dapat memahami materi yang dipelajari dan dapat menyerap ilmu dengan baik. Anak-anak menjadi lebih mudah untuk memahami materi pelajaran, jika dibandingkan ketika belajar secara individu atau mandiri di rumah. Hal tersebut ditunjukkan ketika anak-anak mampu mengerjakan tugas dengan baik setelah materi yang disampaikan sudah dijelaskan oleh pendamping. Maka hasil dari evaluasi pendampingan belajar ini sangat mendukung untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar di rumah dan pendampingan pembelajaran sangat berjalan dengan baik.
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 24 Gambar 3. Evaluasi Kegiatan Pendampingan Belajar Penutup
Berdasarkan serangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan dalam pembelajaran bersama yang diselenggarakan di Desa Menur, Mranggen, Demak dengan hasil yang dilaksanakan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
Dengan adanya mahasiswa KKN dapat membantu para siswa yang kesulitan dengan materi yang diberikan oleh guru, para siswa yang telah mengikuti kegiatan ini terlihat sangat antusias dan termotivasi dalam mengikuti pembelajaran bersama, dan setelah mengikuti pembelajaran bersama hasil belajar siswa di sekolah juga meningkat dan merasa sangat terbantu karena para siswa memahami apa yang telah dipelajar dalam pembelajaran bersama.
Ibu dan bapak dari para siswa mengatakan dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan tugas mereka dalam mendampingi belaj anaknya. Dan bahwasannya para siswa sangat mandiri saat mengerjakan tugas atau pada saat pendampingan belajar.
Kegiatan ini sangat positif untuk dilakukan karena dengan adanya pembelajaran bersama ini para siswa sangat semangat dalam mengikuti kegiatan tersebut dan ibi dan bapak dari para siswa juga mendukung dengan adanya pembelajaran ini. Para masyarakat sekitar juga mendukung dengan adanya pembelajaran bersama ini karena sangat membantu para siswa yang masih duduk di Sekolah Dasar.
Saran
Dan diharapkan orang tua lebih baik tetap mengontrol terus dalam pembelajaran pada saat di rumah, memperhatikan tugas yang telah diberikan guru pada saat di sekolah dan di aplikasikan kembali oleh anak pada saat di rumah. Orang tua jug harus menumbuhkan atau mencontohkan sikap rajin pada saat dirumah agar para anak terbiasa dengan menumbuhkan sikap rajin tersebut. Karena pada pembelajaran di rumah harus ekstra keras dalam mendampingi belajar, agar para anak tetap semangat dalam belajar pada saat di rumah.
Dengan adanya artikel yang telah di bahas, diharapkan motivasi belajar siswa tidak lagi menurun bahkan setelah kegiatan ini berakhir
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 25 Daftar Pustaka
Babu, M. S., Kumar, P. P. S. P., Gwalani, A., Uddin, A., Kar, S., K, S. S. P., Gwalani, A., Jagannathan, T., Dan Perumal, K. (2019). Original Research Paper Das. International Journal Of Advanced Research, 60(7), 38–39.
Basar, A. M. (2021). Problematika Pembelajaran Jarak Jauh Pada Masa Pandemi Covid-19.
Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan, 2(1), 208–218.
Https://Doi.Org/10.51276/Edu.V2i1.112
Handayani, T., Khasanah, H. N., Dan Yoshinta, R. (2020). Pendampingan Belajar Di Rumah Bagi Siswa Sekolah Dasar Terdampak Covid-19. Abdipraja (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat), 1(1), 107. Https://Doi.Org/10.31002/Abdipraja.V1i1.3209 Maulana, A. A., Dan Faristiana, A. R. (2021). Pendampingan Pembelajaran Daring Di Masa
Pandemi Menggunakan Google Classroom. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Nusantara, 3(1), 45–55.
Http://Ejournal.Sisfokomtek.Org/Index.Php/Jpkm/Article/View/162
Mawardi, I., Arissanti, T. W., Magfiroh, A., Zuliyana, R., Audina, U. B., Astutik, F. A., Islam, P. A., Islam, F. A., Dan Magelang, U. M. (2020). Nilai-Nilai Religius Pada Masa Pandemik Covid 19. 132–139.
Ngura, E. T., Laksana, D. N. L., Bude, Y. H., Dan Mogi, M. (2020). Program Kegiatan Pendampingan Belajar Anak Paud Di Rumah Pada Masa Pandemi Covid-19 Dengan Menggunakan Strategi Pembelajaran Berbasis Inkuiri. Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti, 1(2), 105–110. Https://Doi.Org/10.38048/Jailcb.V1i2.111
Riyanda, A. R., Herlina, K., Dan Wicaksono, B. A. (2020). Evaluasi Implementasi Sistem Pembelajaran Daring Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.
Jurnal Ikra-Ith Humaniora, 4(1), 66–71. Https://Journals.Upi- Yai.Ac.Id/Index.Php/Ikraith-Humaniora/Article/View/669
Suprihatin, A., Ananda, T. A., Damayanti, N. M. W., Alfiyah, G., Wibowo, M. F. N., Dan Arifin, R. (N.D.). Efektivitas Pendampingan Belajar Anak Dalam Mengatasi Kesulitan Orang Tua Saat Pembelajaran Daring Di Masa Pandemi Di Desa Kebulusan, Kabupaten Kebumen.
Vincencius Surani, D. A. N. Y. H. P. L. P. (2019). Pendampingan Belajar Cemara: Solusi Belajar Bagi Anak Dan Solusi Pendampingan Belajar Bagi Orangtua Di Lorong Cemara Rt 006 Kelurahan Sukajaya. Journal Of Chemical Information And Modeling, 3(1), 29–36. Https://Doi.Org/10.1017/Cbo9781107415324.004
Yuhenita, N. N., Majid, Y. M., Murat, A. R., Muliyani, R., Alfahmi, R. A., Dan Abdillah, M.
Z. (2021). Pendampingan Dalam Menghadapi Pembelajaran Di Masa Pandemi Bagi Warga Dusun Macanan. Selaparang Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 4(2), 215. Https://Doi.Org/10.31764/Jpmb.V4i2.3711