Susiyanto1, Ahmad Toha Amirul Azis2, Amanda Oktavia Mashuri2, Devi Nirmalasari2, Devi Robi’ah Al Adawiyah2, Rizal Fikri Paramabakti2
1Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia
2Program Studi Tarbiyah, Fakultas Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Indonesia
Email: [email protected]
Abstract
This article aims to develop students' character through cultivating a reading literacy ecosystem so that students are more interested in learning. The target is that the entire school community has a reading literacy movement that comes from reading and writing. However, it includes appropriate thinking skills using the stages and components in literacy. Whereas in good practice it is necessary to provide reading literacy assistance to students, for example, parents, parents must also provide examples and guidance or motivation to read to children. Because reading is a fundamental thing that is crucial in education, it is necessary that when children enter school for the first time, they are able to read well so that when they enter the next level of education, children are able to read fluently and do not damage the learning process.
Keywords: role of parents; children's reading literacy; pandemic time
Abstrak
Dalam artikel ini memiliki tujuan untuk menumbuh kembangkan budi pekerti siswa melalui pembudayaan ekosistem literasi membaca sehingga siswa itu semakin tertarik dengan belajar. Target nya ya ini seluruh masyarakat sekolah memiliki gerakan literasi membaca ini lebih berasal dari membaca dan juga menulis. Namun demikian, meliputi keterampilan berpikir yang tepat menggunakan tahapan dan juga komponen dalam literasi.
Sedangkan pada praktik yang baik perlu adanya pendampingan literasi membaca terhadap anak didik misalnya seperti orang tua orang tua juga harus menyampaikan contoh dan bimbingan ataupun motivasi membaca terhadap anak. Karena membaca ialah satu hal
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 44
fundamental yang krusial dalam pendidikan diperlukan waktu anak memasuki sekolah pertama kali telah mampu membaca dengan baik sehingga ketika menginjak jenjang pendidikan berikutnya anak sudah mampu membaca menggunakan lancar dan tidak merusak pada proses pembelajaran.
Kata Kunci: peranan orang tua; literasi membaca anak; di masa pandemi Pendahuluan
Sudah dua warsa lebih Pandemi COVID-19 melanda secara global. Sebanyak 215 negara terkena akibat berasal pandemi ini. WHO memutuskan bahwasanya COVID-19 atau Corona Virus Disease 2019 merupakan pandemi global (WHO, 2020). Dampak yang berasal pandemi COVID-19 ini tidak sekedar hanya berdampak di sektor kesehatan saja. tapi pula dampaknya ke banyak macam sektor seperti pendidikan, ekonomi, pariwisata, serta usaha.
seluruh negara dituntut buat mengambil tindakan yang mendesak dan agrasif buat menekan tingkat penyebaran COVID-19 ini (Valerisha et al., n.d.).
Indonesia adalah negara yang menjadi salah satu yang kena akibat dari virus covid-19 ini. pemerintah Indonesia sudah mengeluarkan berbagai kebijakan demi menekan penyebaran COVID-19. sesuai dengan Keppres (keputusan presiden) bahwa tanggal 11 tahun 2020 menerapkan Kedaruratan Kesehatan pada masyarakat. Kemudian bapak presiden menetapkan bahwa Negara Indonesia terkena darurat virus covid-19. keputusan ini diambil dan memperhatikan isi di dalam UU tahun 2018 perihal Kekarantinaan Kesehatan. UUD tahun 1945 pasal 12 serta pasal 22, sudah memberikan dasar-dasarnya jika terjadi keadaan yang darurat dan bahaya serta perihal kegentingan.
Menindak lanjuti keputusan presiden tersebut pemerintah kota Semarang mengeluarkan suatu kebijakan yaitu program Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).
berdasarkan peraturan walikota Semarang nomor 57 tahun 2020 pemerintah kota Semarang memberlakukan pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) sebagai bentuk upaya untuk pencegahan dan untuk mengendalikan penyebaran virus corona di kota Semarang.
Keadaan darurat merupakan keadaan darurat yang dapat mengancam dan juga dapat mengganggu dikehidupan masyarakat yang disebabkan oleh alam atau non-alam yang dapat mengakibatkan korban, bahaya, kerusakan-kerusakan, dan dampak dalam psikologis (Arditama & Lestari, 2020). Dalam pencegahan dan pengendalian penyebaran COVID-19 diperlukan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat termasuk mahasiswa sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Untuk itu Universitas Islam Sultan Agung Semarang (UNISSULA) ikut serta berperan langsung untuk mendukung pemerintah dengan membuat berbagai program yang dapat membentuk application yang dibuat adalah KKN Tematik bertema Sehat dan Sejahtera Pasca Pandemi Covid-19 ini .
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 45
Negara-negara di dunia masih dilanda Pandemi virus covid-19. banyak sekali diberbagai negara di dunia yang mengalami dampak tersebut. Banyak negara yang memutuskan untuk melakukan lockdown dan harus melakukan kegiatan dirumah saja.
Terutama untuk sekolahan yang terpaksa ditutup dan siswa harus melakukan kegiatan belajar dirumah dan harus didampingi oleh orangtua. Dan selama lockdown sudah banyak perkembangan yang telah menyebabakan sedikit banyaknya perubahan terhadap pola kebiasaan anak seperti kurangnya rasa hormat seperti sikap acuh dan kurang perduli kepada orang tua dan guru. Perubahan-perubahan kecil yang terlihat yaitu seperti ketika diajak orang tua berbicara anak lebih fokus terhadap handphone yang dulu rajin mengaji ke masjid atau mushola yang dekat dengan rumah kini jarang. Perubahan yang terjadi ini karena pengaruh luar yang berdampak terhadap karakter anak, oleh sebab itu pendidikan menjadi kunci penting untuk perihal persiapan untuk generasi muda dalam penyesuaian dan menghadapi era dizaman sekarang ini atau di era globalisasi ini agar mereka tidak gagap teknologi, gagap perubahan dan gagal menyikapi perkembangan zaman. Pendidikan membekali generasi muda untuk memiliki kesiapan mental skill dan profesionalitas agar mereka mampu mengarungi kehidupan dengan baik untuk mencapai tujuan hidupnya dengan berbagai rintangan yang menyertainya.
Pendidikan pula Seharusnya diperhatikan berasal aneka macam kalangan karena pendidikan artinya salah satu hal krusial yang wajib dihasilkan oleh seseorang anak. Dan orangtua anaklah yang mempunyai peranan yang cukup besar terhadap proses pendidikan pada anaknya, entah itu baik formal juga normal wajib memperhatikannya dengan baik karena pada famili orang tua artinya pengajar pertama bagi seseorang anak. keliru satu hal fundamental yang perlu diajarkan sang orang tua terhadap anak yang ini membaca sebab membaca artinya salah satu modal utama yang terpenting bagi anak menempuh pendidikan.
Jika anak tak mampu membaca maka akan mempersulit dalam proses pendidikan pada kemudian hari. pada Indonesia masih sangat kurang dalam pembiasaan literasi membaca yang diterapkan di sekolah Hal ini disebabkan karena terkadang sekolah lebih poly mengejar waktu dalam proses pembelajarannya daripada proses pembiasaan membaca yang artinya poin penting pembelajaran. Membaca seharusnya diterapkan semenjak dini sebagai akibatnya ketika sudah memasuki sekolah pertama mirip Taman Kanak-kanak anak diharapkan telah mampu membaca menggunakan baik serta pengajar tinggal melancarkan saja bagaimana cara anak membaca dengan baik. Pembiasaan artinya kunci utama dalam aktivitas literasi membaca sebab dengan pembiasaan anak akan merasa bahwa itu ialah keliru satu kegiatan yang seharusnya dilakukan dan bila anak tidak ada pembiasaan membaca maka anak akan menyepelekan hal tersebut.
Selain orang tua guru pula harus memperhatikan Bagaimana perkembangan membaca anak pada dalam sekolah karena terkadang guru kurang fokus terhadap anak yang yang
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 46
kurang lancar pada membaca sebagai akibatnya anak tersebut akan ketinggalan pemahaman materi yang disampaikan. di sekolah pengajar pun pula tidak mampu penekanan terhadap apabila terdapat 1 anak pada dalam satu kelas tadi yang tidak bisa membaca sebab wajib merampungkan materi dengan baik sang sebab itu peran masyarakat kurang lebih jua harus memperhatikan Bagaimana anak tersebut berkembang dalam membaca. Sesuai dengan Tridharma Perguruan Tinggi, sudah seharusnya UNISSULA selaku perguruan tinggi di kota Semarang harus mempunyai kepedulian serta kepekaan kepada masyarakat itu sendirid.
Pengabdian kkn mahasiswa pada masyarakat hendaknya mahaiswa mengamati (observasi) terlebih dahulu perseteruan serta kebutuhan asal masyarakat yang selanjutnya di pecahakan sesuai konsep-konsep yang sudah pada peroleh saat perkuliahan atau menerapkan akibat-yang akan terjadi penelitian terdahulu (Anwas, 2011), sebagai akibatnya pada kasus pandemi COVID-19 ini mahasiswa dibutuhkan dapat membantu masyarakat dalam adaptasi norma baru pada masa pandemi ini.
Metode Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan KKN Tematik kelompok 117 yang berlokasi di desa Geneng Rt 13/03 Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara, setelah observasi untuk dilakukan yang telah penulis lakukan di posko masih banyak anak-anak SD yang belum mampu membaca dengan lancar sehingga ketika mengerjakan tugas atau membaca soal atau bacaan soal sedikit kesulitan, ditambah selama Covid-19 pembelajaran dirumah sehingga kurang bimbingan dan pengawasan dari orang tua dalam membaca.
Metode yang kami gunakan dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi dilokasi yaitu dengan membentuk progaram kerja yaitu pendampingan serta bimbingan belajar.
Dengan adanya program tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada anak dan orang tua bahwa membaca itu penting.
Hasil dan Bahasan
Bagi umat Islam Al-Quran ialah salah satu literasi dalam membaca seperti halnya yang terdapat di dalam kitab al-Quran surah al-Alaq pada ayat 1-5. pada ayat tersebut dijadikan rujukan utama umat Islam dalam melakukan literasi membaca sehingga diharapkan mampu menaikkan tingkat hidup dan mencerdaskan kehidupan masyarakat. Gerakan literasi membaca harus ditingkatkan di anak didik Sekolah Dasar tetapi jua perlu adanya dukungan berasal aneka macam pihak seperti pengajar, orang tua dan sekolah. Selama Covid-19 peserta didik cenderung memiliki lebih poly saat belajar di tempat tinggal dibandingkan di sekolah Hal ini dikarenakan adanya peraturan baru berasal pemerintah ihwal psbb sebagai akibatnya kegiatan belajar mengajar pada sekolah sedikit terhambat (Riset Pedagogik et al., 2020).
Membaca adalah salah satu dasar utama pada sebuah pendidikan buat bisa terus berlanjut
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 47
pada tahap kemampuan pendidikan yang lain seperti menghitung. di desa Geneng Rt13/03 Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah merupakan desa tujuan KKN Tematik kelompok 117 mendapati bahwa masih terdapat anak yang belum bisa membaca menggunakan baik.
Di waktu melaksanakan progam kerja Bimbel, anak-anak yang belum mampu membaca cukup kesulitan dalam memahami isi dari tugas sekolah yang sedang dikerjakan.
Alhasil Kami menjadi pembimbing relatif kesulitan pada memahamkan anak tersebut, tetapi masih bisa diatasi menggunakan Kami mendiktekan sedikit-demi sedikit. Adapun mereka yang kurang bisa membaca ketika ingin diajari membaca cukup sulit karena sedari mungil tidak terbiasa membaca dan dalam mengenal huruf juga sedikit kesulitan. Anak yang Kami jumpai belum pandai dalam membaca dimulai asal anak TK sampai SD kelas 3. duduk perkara yang Kami hadapi wacana anak yang belum mampu membaca dikarenakan factor internal yakni berasal pada keluarga terutama orang tua. pada desa Geneng lebih banyak didominasi orang tua bekerja menjadi petani serta pengerajin sehingga tidak sempat mengenyam pendidikan seperti membaca. Orang tua hanya mengharapkan sekolahan yang terdapat pada desa Geneng yang ialah sekolah pertama di desa tersebut. Beruntungnya anak-anak pada desa Geneng mempunyai fasilitas langsung seperti HP sehingga mampu mengakses pembelajaran selama Covid-19 yang selama pandemic pendidikan dilaksanakan di tempat tinggal. Adapun factor eksternal yang didapati di desa Geneng yaitu relatif susahnya signal yang ialah salah satu factor pendukung pembelajaran yang dilaksanakan secara online. Jika tidak terbiasa membaca sedari kecil memang susah di lalu harinya, sang sebab itu banyak sekali pihak diperlukan. Orang tua yang hanya mengandalkan guru disekolah tidak dapat berbuat banyak karena Jika ingin mengontrol anak belajar membaca di rumah pun paham karena tak paham bagaimana membaca dengan baik serta sahih atau tak baacaan yang dipelajari anak.
Gambar 1. Bimbingan belajar di desa Geneng
Undang-Undang No. 20 tahun 2003, Tentang bagaimana Sistem Pendidikan Nasional pada pasal lima ayat satu disebutkan jika di setiap warga negara itu memiliki hak yang sama
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 48
untuk memperoleh pendidikan yang bermutu dan berkualitas tentunya hal ini mengindikasikan bahwasannya pendidikan pula diperuntukkan buat anak usia dini buat mencapai tujuan guna memberikan fasilitas untuk perkembangan potensi anak didik dengan secara optimal dan juga menyeluruh yang sesuai menggunakan tata cara dan nilai-nilai di dalam kehidupan yang mereka masing-masing anut diperlukan peran aktif semua elemen masyarakat pada menghasilkan generasi penerus yang berkualitas yang dimulai asal semenjak dini. Peranan orang tua adalah yang sebagai salah satu yang mempunyai tanggung jawab pada pendidikan anaknya dan pengaruhnya sangatlah besar terhadap perkembangannya. orang tua seharusnya menjalankan peranannya pada pendidikan dengan cara mendorong, menyampaikan, bimbingan, memberikan motivasi dan memberikan fasilitasi untuk sang anak guna tercapainya pendidikan anak yang baik untuk masa depannya kelak. taraf pada pendidikan orang tua secara tidak pribadi jua turut menghipnotis keberlangsungan pendidikan anak dalam pendidikan orang tua akan memberikan efek terhadap pola pikir dan juga orientasi pendidikan yang diberikan pada anaknya dan akibatnya semakin tinggi pendidikan yang dimiliki oleh orang tua akan semakin luas juga dan melengkapi dalam pola berpikir sang anak dalam dunia pendidikan (Sulastri & Ahmad Tarmizi, 2017). Di dalam keluarga yang orang tua kurang dalam menerima pendidikan selalu tentu mengusahakan yang terbaik bagi anak bagaimanapun caranya seperti membelikan fasilitas HP dan membelikan kuota internet untuk belajar selama Covid.
Tantangan pada era pendidikan 4.0 saat ini ialah bagaimana cara meningkatkan literasi membaca terhadap anak dikarenakan banyak sekali hal-hal yang mampu mengalihkan perhatian anak yaitu penggunaan teknologi yang kurang dipantau atau diperhatikan oleh orang tua. Minat baca siswa terus us pada level Sekolah Dasar perlu ditingkatkan hal tersebut juga terjadi terhadap pelaksanaan bimbingan belajar di posko KKN 117 yang rata-rata anak SD kurang minat dalam membaca sehingga ada yang tidak bisa membaca dengan baik.
dipendidikan 4.0 sebenarnya tidak cuman terfokus ke memanfaatan teknologi saja namun pula terhadap minat baca peserta didik sangat perlu adanya tingkatan untuk menyongsong pendidikan 4.0. arus informasi dan teknologi yang semakin maju dan deras pada era pendidikan 4.0 ini memiliki dampak terhadap terbatasnya waktu dan ruang yang dimiliki oleh para siswa buat literasi dalam membaca. kemampuan literasi membaca pada siswa sangatlah diharapkan untuk tetap bisa mengikuti segala perkembangan, terutama dalam hal yang terkait menggunakan dunia pendidikan mereka dan itu sangat ironisnya dalam pesatnya perkembangan informasi serta teknologi yang berkembang saat ini justru membawa bangsa negara ini ke dalam kemunduran dalam hal minat membaca. Anak didik dizaman sekarang lebih sering menghabiskan waktunya untuk menonton televisi ataupun bermain ponsel pintarnya (Arum Nisma Wulanjani & Candradewi Wahyu Anggraeni, 2019). Dalam menghadapi era globalisasi agar mereka tidak gagap teknologi, gagap perubahan dan gagal
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 49
menyikapi perkembangan zaman. Pendidikan membekali generasi muda untuk memiliki kesiapan mental skill dan profesionalitas agar mereka mampu mengarungi kehidupan dengan baik untuk mencapai tujuan hidupnya dengan berbagai rintangan yang menyertainya.
Salah satu unsur krusial dalam proses pembelajaran yaitu bagaimana strategi pengajar dalam mengenalkan atau menerapkan pada konsep dasar membaca kepada anak didik yang dimulai pada usia dini yang menjadi bekal untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.
pemahaman perihal konsep literasi pula adalah tuntutan peserta didik. sosialisasi terhadap konsep dasar literasi yaitu dengan upaya yang dapat dilakukan buat membuatkan kemampuan kognitif dan bahasa anak yang mencakup menulis dan menghitung, pengenalan konsep membaca, sehingga hal tadi menjadikan anak tidak mengalami kesulitan dalam menyesuaikan hal yang diterapkan di sekolah lanjutan yaitu Sekolah Dasar hingga ke perguruan tinggi kelak. mempunyai tuntutan atau harapan yang besar terhadap pendidikan anak yang dimulai berasal PAUD sampai harapan orang tua anak tersebut mampu masuk ke perguruan tinggi, berhitung dan menulis sangat berpengaruh terhadap acara pembelajaran pada PAUD. Penggunaan strategi yang digunakan buat mengenalkan konsep terhadap anak sangat dapat berdasar kepada standar dari taraf dalam mencapai perkembangan sang anak .peraturan dalam menteri pendidikan dan kebudayaan RI no.137 tahun 2014 tentang pembelajaran calistung pada anak-anak hanya terbatas mengenal-mengenalkanr yaitu pada ruang lingkup dalam pembelajaran kognitif indikator yang mewajibkan sang anak untuk mencapainya dan diantaranya mengenal pola ABCDE, hal ini tentunya dalam hal mengurutkan benda sesuai ukuran yang paling kecil ke yang besar ataupun bisa sebaliknya, menggunakan lambang bilangan untuk menghitung, untuk mengungkapkan lambang bilangan 1 sampai 10 dan dapat mencocokkan bilangan menggunakan lambang bilangan (Guru Mengenalkan Konsep Dasar Literasi di PAUD Sebagai Persiapan Masuk et al., 2021).
Guru adalah menjadi salah satu seorang dari sekian banyak faktor yang dapat mempengaruhi proses dalam belajar pai. Hal ini disebabkan karena ketidakmampuan peserta didik menguasai konsep dasar pendidikan agama Islam dikarenakan banyaknya pendidik yang mengajar secara konvensional dengan penggunaan metode pembelajaran yang kurang menekankan kepada konsep-konsep agama Islam dan metode didalam pembelajaran yang tidak sesuai tersebut akan menjadi penghalang dalam keberlangsungan proses belajar mengajar sehingga tenaga dan waktu akan terbuang sia-sia. Dan didalam proses pendidikan Islam yang dituntut bukan hanya tentang menguasai beberapa materi-materi yang disampaikan kepada anak didiknya akan tetapi juga perlu menguasai berbagai hal metode dan juga teknik pendidikan yang diterapkan dalam kelangsungan transformasi dan internalisasi di setiap mata pelajaran. Tentunya ada banyak metode dalam pendidikan Islam yang terdapat dalam kitab al-Quran salah satunya adalah metode amtsal yaitu metode perumpamaan dan Alquran sebagai pandangan hidup dalam berbagai aspek kehidupan dan
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 50
salah satunya adalah tentang aspek kependidikan banyak menggunakan perumpamaan perumpamaan dari ayat-ayat yang terkandung di dalam Alquran (Wahidi, 2016). Selama covid peran orangtua lebih banyak menganalisis ketika sebelum terjadinya pandemi yang mana lebih menekankan pengawasan dan perawatan. Sementara itu, pendidikan akademik lebih menyerahkan pada pihak sekolah. Pengasuhan orang tua yang memiliki pengaruh terhadap pembentukan karakter dan perilaku sang anak sebagai akibatnya jika terdapat kesalahan pengaturan akan mempunyai dampak di anak ketika telah dewasa nantinya.
Pengasuhan anak adalah salah satu aktivitas yang berkelanjutan melalui proses interaksi antara orang tua dan anak untuk mendorong pertumbuhan dan juga perkembangan sang anak yang baik dan optimal (Kurniati et al., 2020).
Titik Purnomo menyatakasn bahwannya di sebuah survei mengenai tentang taraf literasi nasional di global yang diikuti oleh 61 negara mentatat bahwa negara maju seperti Finlandia dan Norwegia untuk taraf literasi nya berada pada peringkat 1 dan 2. sedangkan di negara maju lainnya yang sangat berpengaruh pada global seperti Amerika, Jerman, Inggris berada di peringkat 7,8 dan 18. Selain itu di Asia terdapat Korea Selatan, Cina Jepang, maupun Singapura itu masing-masing menduduki peringkat 22, 19, 32 serta 36. dalam satu dasa warsa terakhir pemerintah Indonesia sudah berhasil meluaskan akses pendidikan dan memberantas buta aksara. Alasan itu dapat dipandang melalui Data yang berasal dari indeks aktivitas literasi dalam membaca di 34 provinsi yang menjelaskan bahwasannya dari tahun 1973 tercatat pencanangan Sekolah Dasar. Instruksi Presiden ialah salah satu upaya untuk memperluaskan akses pendidikan pada Indonesia. acara penerapan karakter gemar Membaca ini pun memiliki tujuan supaya masyarakat Indonesia bisa menjadi masyarakat yang memiliki kesenangan dand kegemaran alam membaca. Oleh sebab itu sangat diperlukan indikator untuk bisa mengetahui keberhasilannya dalam gerakan literasi sekolah yaitu salah satu usaha yang bersifat partisipasi yang mana hal itu merupakan gerakan tadi akan berhasil jika dapat berhubungan menggunakan baik asal berbagai elemen yang tujuannya yaitu untuk mewujudkan warga sekolah yang literat (Hasil et al., 2021).
Minat membaca adalah asa atau kesamaan tinggi atau gairah buat membaca hal tersebut sesuai menggunakan pendapat Darmono yang menyatakan bahwa minat pembaca bahwa kecenderungan minat baca yang mendorong seseorang berbuat sesuatu terhadap membaca minat baca tadi dapat diperoleh pada peserta didik yang duduk di bangku SD melalui kebiasaan membaca semenjak dulu di bangku sekolah dasar dengan banyaknya membaca maka anak itu akan mempunyai sebuah pengetahuan yang baru dan kemampuan literasi membaca menggunakan alur pikiran yang sudah siswa dapatkan yang minat baca bisa ditumbuhkan dan dikembangkan kemudian hal itu menjadi kebiasaan membaca dapat lebih menambah pengetahuan yang luas, akibatnya bila dari awal sebelum membaca siswa dikenakan dengan bahan bacaan dan kebiasaan membaca, maka norma membaca di masa
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 51
duduk pada bangku sekolah dasar dapat menumbuhkan minat baca yang tinggi sampai siswa tersebut tumbuh menjadi dewasa. Hal itu sesuai dengan tujuan membaca yakni untuk menghasilkan pemahaman. pembaca apa yang sedang dibaca. membaca pula dapat memperoleh pengetahuan serta ilmu baru dan mendapatkan manfaat yang telah dipahami
duduk pada bangku sekolah dasar dapat menumbuhkan minat baca yang tinggi sampai siswa tersebut tumbuh menjadi dewasa. Hal itu sesuai dengan tujuan membaca yakni untuk menghasilkan pemahaman. pembaca apa yang sedang dibaca. membaca pula dapat memperoleh pengetahuan serta ilmu baru dan mendapatkan manfaat yang telah dipahami