Apriliani Yulianti Wuriningsih1, Cantika Putri Azzahra2, Idham Rahmansyah Hafiizh2, Ibdabul Libab As Sya’roni2, Aliya Maulida2, Sintya Asmara Santika2
1Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia
2Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia Email: [email protected]
Abstrak
Sejak Pandemi Covid-19 muncul, sekolah diadakan secara online. Ilmu yang diberikan ke siswa menjadi kurang maksimal, karena keterbatasan guru dalam menjelaskan materi.
Pembelajaran online dianggap tidak maksimal karena masih banyak siswa yang tidak memiliki gadget, daerah rumah yang tidak ada aliran internet dan listrik. Di masa New Normal ini pemerintah sudah mulai memperbolehkan sekolah-sekolah untuk mengadakan pembelajaran Tatap Muka. Jika Pembelajaran tatap muka dilaksanakan harus mematuhi protokol kesehatan yaitu 5M memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan , menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas. Untuk membantu pembelajaran offline di sekolah,Kami Kelompok KKN 131 melaksanakan Program kerja andalan kami yaitu melakukan pendampingan belajar secara offline di SDI Rohamiyyah Kudu Kota Semarang. Tujuan diadakan program kerja ini adalah Pendampingan belajar secara offline untuk membantu siswa dalam belajar, menjelaskan materi yang belum dimengerti dan membantu siswa yang belum lancar dalam membaca dan menulis.
Kata Kunci: Pendampingan belajar, Pandemi Covid-19 Pendahuluan
Virus Corona atau covid-19 merupakan penyakit yang menular,disebabkan oleh jenis virus corona yang baru yaitu Sars-coV-2. Virus tersebut pertama kali ditemukan di Wuhan, Tiongkok pada 31 Desember 2019. Virus corona ini dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan yang ringan, infeksi paru-paru berat bahkan sampai mengakibatkan
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 132
kematian. Jumlah kasus corona atau Covid-19 tercatat terus meningkat setiap harinya.
Tanggal 30 maret 2021 tercatat jumlah kasus corona atau Covid-19 mencapai 1.505.775 kasus dan angka kematian 40.754 kasus. (Nafrin, I.A & Hudaidah 2021)
Munculnya pandemi covid-19, pemerintah memberi kebijakan untuk membatasi atau tidak beraktivitas di luar rumah. Pemerintah mengharapkan masyarakat Indonesia tetap dirumah sampai virus corona ini mereda. Untuk mencegah terinfeksi virus corona, masyarakat harus menerapkan 5M yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan , menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas. Pemerintah mengharapkan masyarakat Indonesia melaksanakan 5M tersebut agar mengurangi penyebaran virus corona di Indonesia (Nafrin, I.A & Hudaidah 2021)
Pendidikan yaitu proses sistematis melibatkan faktor internal dan faktor eksternal.
Untuk faktor internal muncul dari diri siswa misalkan motivasi dalam belajar, minat dalam belajar, dan bakat. Sedangkan untuk faktor eksternal muncul seperti lingkungan tempat belajar, lingkungan keluarga, latar belakang ekonomi keluarga dan juga orang tua yang memperhatikan anaknya untuk mengatasi kesulitan dalam belajar. Untuk memutus rantai Covid-19, pembelajaran dilakukan secara daring atau online. Kebijakan ini dibuat oleh pemerintah untuk mengurangi kasus Covid-19 di Indonesia. Pembelajaran secara daring membuat kurangnya minat belajar siswa untuk mengikuti kegiatan belajar. Karena keterbatasan guru dalam menjelaskan materi dan beberapa orang tua yang tidak sanggup untuk membimbing anak-anaknya dalam proses belajar daring ini. (Pahmi, S. dkk 2021)
Melalui akun twitter Sekretariat Kabinet, Presiden Indonesia bapak Jokowi Dodo mengumumkan tentang New Normal. Disampaikan bahwa New Normal ini “PSBB tidak dicabut, melainkan kita harus memiliki sebuah tatanan kehidupan baru untuk berdampingan dengan Covid-19. Artinya kehidupan masyarakat berjalan. Namun kita juga harus bisa menghindari diri dari Covid-19, dengan mencuci tangan, menjaga jarak yang aman dan memakai masker”. ( Habibi, A 2020)
Selama pasca pandemi covid-19, para anak sekolah dari TK sampai SMA sudah mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas atau luring. Bahkan di beberapa kampus juga sudah mulai melaksanakan kuliah secara offline ke kampus. Antusias para anak-anak sekolah dan mahasiswa/mahasiswi sangat senang, karena bisa berangkat ke sekolah dan kampus. Para anak-anak sekolah senang juga bertemu dengan teman-temannya.
Meskipun kasus terinfeksi virus Covid-19 sedang turun, dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka harus berhati-hati. Untuk pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan, tenaga kependidikan harus terlebih dahulu melakukan vaksinasi dan juga mematuhi protokol kesehatan dengan cara 5M yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan , menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas.(Suryani,L. dkk 2022).
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 133
Disekolah pun siswa wajib mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh sekolah agar Virus Covid-19 tidak menyebar lagi di Indonesia dan hidup normal kembali.
Kami sebagai mahasiswa KKN melaksanakan program kerja andalan kami adalah Pendampingan belajar bagi Anak-anak SD Rohmaniyyah Kudu Kota Semarang. Kami mengajar dari kelas 1 sampai kelas 6. Kegiatan pendampingan belajar ini dimaksudkan untuk membantu siswa dalam belajar. Ada beberapa anak yang belum lancar membaca dan menulis, dan kami membantu siswa agar bisa lancar dalam membaca dan menulis. Dan juga menjelaskan materi pelajaran yang belum dipahami serta diberikan Latihan soal.
Dari latar permasalahan tersebut kami melaksanakan program kerja pendampingan belajar untuk membantu guru dan orang tua dalam mendidik siswa dengan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar bagi siswa SDI Rohmaniyyah Kudu Kota Semarang.
Metode
Kami melakukan pendampingan belajar bagi siswa SDI Rohmaniyyah dengan efektif dan menyenangkan. Kami menjelaskan materi sesuai mata pelajaran. Kami mengajak para anak-anak belajar sambil bermain juga untuk anak kelas 1. Dan juga diberikan quiz, apabila bisa menjawab pertanyaan dengan benar diberikan reward.
1. Faktor pendukung dalam proses pendampingan
a. Dukungan dari Guru-guru SDI Rohmaniyyah dan Antusias siswa-siswi SDI Rohmaniyyah
b. Dukungan dari Kepala Sekolah SDI Rohmaniyyah yang telah mengijinkan diselenggarakan kegiatan pendampingan belajar.
2. Faktor penghambat dalam proses pendampingan a. Fasilitas untuk belajar terbatas.
b. Kurang pemahaman dari siswa.
c. Siswa kurang disipin sehingga waktu belajar banyak terbuang (Ritawati, B dkk 2021) Hasil dan Pembahasan
Pandemi Covid-19 ini memberikan dampak yang serius bagi setiap orang. Kegiatan menjadi terkendala dengan adanya pandemi ini. Berbagai bidang terkena dampak akibat adanya pandemi ini, salah satunya pada bidang pendidikan yang ada di Indonesia. Hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah dalam Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-I9).
Adanya pandemi Covid-19 ini kegiatan pembelajaran yang semula dilaksanakan di sekolah menjadi pembelajaran secara daring dari rumah masing-masing. Untuk pembelajaran
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 134
daring ini disesuaikan dengan kesiapan masing-masing sekolah. Pembelajaran daring menggunakan teknologi digital yaitu google meet, google classroom, zoom meeting, live chat, grup Whatsapp dan lain-lain. Dalam pemberian tugas, biasnaya para guru memberikannya melalui grup Whatsapp. Beberapa orang tua mengeluh karena harus bekerja, mengurus rumah tangga dan harus mendamping anak belajar. Para orang tua sering mengeluh kesulitan dalam memahami materi ataupun tugas yang diberikan oleh guru melalui grup Whatsapp. Pendampingan belajar oleh orang tua biasanya untuk siswa yang masih di bangku TK dan SD karena masih harus diawasi dan didampingi. ( Saputro, E. 2021)
Perbedaan pembelajaran secara daring dan luring adalah salah satunya siswa-siswi jika pembelajaran daring diharapkan memiliki gadget. Dalam penggunaan gadget perlu diperhatikan, jika terlalu berlebihan menimbulkan hal negatif bagi penggunanya. Biasanya orang yang menggunakan gadget untuk berkomunikasi melalui pesan singkat, melakukan panggilan video, bermain sosial media, mengirim email, bermain game, dan lain-lain.
Dampak positif dari penggunaan gadget adalah manusia lebih berkembang dan terus berinovasi untuk kehidupan yang lebih baik. (Rosiyanti, H & Muthmainnah R.N 2018).
Masih banyak yang sulit untuk melakukan pembelajaran daring. Para siswa dan keluarga kesulitan karena tidak memiliki gadget, tidak ada koneksi internet dan tidak mempunyai listrik). (Adiyono 2021)
Jika pembelajaran secara luring Siswa menjadi istirahat tidak setiap saat memegang gadget. Jika berangkat ke sekolah siswa tidak diperbolehkan membawa Gadget ke sekolah.
Siswa menjadi paham materinya apabila dijelaskan langsung oleh guru di sekolah, dan menjadi bersosialisasi oleh teman-teman disekolahnya. Banyak siswa yang menganggap sekolah merupakan kegiatan yang menyenangkan dan bisa berinteraksi satu sama lain dengan teman. (Chairulhaq, A.I dkk 2021)
Dalam rangka pengabdian masyarakat, kami mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) kelompok 131 Universitas Islam Sultan Agung Semarang mengambil program kerja andalan kami yaitu melakukan pendampingan belajar secara luring atau tatap muka di SDI Rohmaniyyah Kudu Kota Semarang. Kami mengajar dari kelas 1 sampai kelas 6, kami setiap hari dibagi menjadi 2 kelompok. Pendampingan belajar ini dilaksanakan selama 14 hari. Dari tanggal 17 Januari sampai 2 Februari 2022. Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan di sekolah secara tatap muka. Kami membantu siswa dalam belajar, membantu menjelaskan materi yang belum dipahami, dan memberikan soal-soal setelah menjelaskan materi.
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 135 Tabel 1. Sistematika Kegiatan pendampingan belajar
NO KEGIATAN
1 Mengadakan perizinan ke SDI Rohmaniyyah Kudu Kota Semarang
2 Menyusun proses kegiatan pendampingan belajar. Sekaligus pembagian kelompok pendampingan belajar
3 Melaksanakan kegiatan pendampingan belajar
Sebelum memulai pelajaran anak-anak SDI Rohmaniyyah baris di depan kelas membaca Pancasila. Setelah itu masuk ke kelas membaca surat-surat pendek terlebih dahulu.
Dan setelah selesai pembacaan surat pendek, membaca doa sebelum belajar. Setelah semua selesai, pendamping mengabsen anak-anak
Gambar 1. Pendamping mengabsen anak-anak
Metode pembelajaran yang diberikan adalah yang pertama menjelaskan materi mata pelajaran sesuai hari dari hari senin sampai sabtu. Pendamping menjelaskan dengan pelan-pelan agar anak-anak memahami materi tersebut. Pendamping juga mengadakan Tanya jawab apabila ada yang belum dipahami.
Gambar 2. Proses pemberian materi belajar kelas 3
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 136 Gambar 3. Proses pemberian materi belajar kelas 4
Metode menjelaskan materi yang diterapkan dalam proses bimbingan belajar ini juga dilakukan Tanya jawab. Apabila materi telah selesai dijelaskan, kami memberikan kesempatan untuk siswa-siswi yang ingin bertanya yang belum dipahami. Kami juga ingin melihat keaktifan dan respon siswa terhadap materi yang telas di jelaskan. Apabila pada saat sedang menyampaikan materi ada siswa yang ingin bertanya, kami tetap merespon pertanyaannya. (Saputro, E. 2021)
Setelah selesai menjelaskan materi, pendamping memberikan latihan soal bagi anak-anak. Agar mengetahui sampai mana pemahaman anak-anak tentang materi yang sudah di jelaskan oleh pendamping. Setelah mengerjakan dikumpulkan ke pendamping untuk dinilai.
Metode yang kedua adalah bermain sambil belajar bagi anak kelas 1. Pada saat mata pelajaran prakarya anak-anak kelas 1 membuat mainan plastisin atau lilin mainan yang dibuat menggunakan tepung dan pewarna makanan sebagai warnanya.
Gambar 4. Foto bersama setelah membuat plastisin
Metode ketiga adalah memberikan quiz untuk siswa. Pendamping biasa sebelum pulang memberikan quiz tentang perkalian dan pertambahan untuk siswa. Tujuannya adalah untuk mengetahui sampai mana hafalan anak-anak tentang perkalian dan pertambahan. Para siswa sangat antusias diberika quiz oleh pendamping. Setelah bisa menjawab quiz diberikan reward bagi siswa yang tercepat menjawab.
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 137 Gambar 5. Pemberian quiz tentang pertambahan
Gambar 6. Pemberian soal matematika
Dalam pendampingan belajar yang kami adakan di SDI Rohamniyyah berjalan dengan lancar dan sukses. Dimana siswa menjadi semangat dalam belajar dan memahami materi yang telah diberikan. Siswa datang tepat waktu ke sekolah dan semangat berangkat sekolah.
Para siswa sekarang menjadi semakin lancar menulis dan membaca, dan juga lebih memahami materi yang telah dijelaskan oleh kami. Siswa juga menjadi berani untuk maju kedepan apabila diberikan soal dan menjelaskan kembali materi yang telah kita jelaskan.
Penutup
Beberapa lembaga pendidikan menganggap pembelajaran daring atau online adalah solusi terbaik di Indonesia. Tetapi lembaga pendidikan yang berada di daerah yang kurang baik tidak tepat jika harus melaksanakan pembelajaran secara online karena kurangnya koneksi internet. Maka tidak semua bisa melakukan pembelajaran secara online (Ambarita, J. dkk 2020) Bahkan banyak siswa yang kurang paham materi pelajaran jika pembelajaran online dan juga terlalu sering menatap gadget membuat mata menjadi kurang sehat.
Berpandangan pada kondisi tersebut, pembelajaran luring adalah solusi yang tepat bagi para peserta didik agar tidak ketinggalan pembelajaran selama pandemi covid-19.
Saran
Kegiatan sekolah tatap muka atau luring diharapkan segera dilaksanakan di semua sekolah yang ada di Indonesia. Agar menjadi solusi siswa-siswi yang tidak bisa belajar secara daring dan kurangnya pemahaman materi. Diharapkan Pandemi Covid-19 bisa segera selesai agar Sekolah,Kuliah,Bekerja menjadi lancar dan Sehat
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 138 Daftar Pustaka
Saputro, E. (2021). Pendampingan belajar selama pandemi covid-19 untuk meningkatan motivasi belajar anak-anak. ANDASIH Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 2, Oktober 2021. Diakses pada Hari Sabtu Tanggal 29 Januari 2022 jam 18:35 WIB
Nafrin, I.A & Hudaidah (2021). Perkembangan pendidikan Indonesia di masa pandemi covid-19. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Halm 456 - 462. Diakses pada Hari Minggu Tanggal 30 Januari 2022 jam 19:55 WIB Pahmi, S. dkk (2021). Pendampingan belajar di masa pandemic covid-19 untuk
meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa di desa Gegerbitung. Jurnal Komunitas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4, No. 1, Juli 2021, pp. 55-59. Diakses pada Hari Senin Tanggal 31 Januari 2022 Jam 18:33 WIB
Rosiyanti, H & Muthmainnah R.N (2018). Penggunaan gadget sebagai sumber belajar mempengaruhi hasil belajar pada mata kuliah matematika dasar. Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Volume 4 No.1 Bulan Juni Tahun 2018. Diakses pada Hari Selasa tanggal 1 Februari 2022 Jam 09:45 WIB
Ritawati, B dkk (2021). Pendampingan belajar oleh mahasiswa STKIP pamane talino kepada siswa sekolah dasar secara luring dimasa pandemi covid-19 di desa engkalong kabupaten landak. Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol.01, No.03, September, 2021, pp.451-454. Diakses Hari Selasa tanggal 1 Februari 2022 Jam 09:29 WIB Chairulhaq, A.I dkk (2021). Pendampingan belajar daring untuk mengurangi kecanduan
gadget pada siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Vol. 5 – No. 2, 01 Oktober 2021, page 63-74. Diakses hari Selasa tanggal 1 Februari 2022 Jam 09:42 WIB
Habibi, A. (2020). Normal baru pasca covid-19. ‘Adalah: Buletin Hukum dan Keadilan, Vol.
4, No. 1 (2020). Diakses hari Selasa tanggal 1 Februari 2022 Jam 14:31 WIB
Ambarita, J. dkk (2020). Buku Pembelajaran Luring Cetakan pertama, Desember 2020 Halaman 7
https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=Z3gTEAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA1&dq
=pembelajaran+luring+lebih+efektif&ots=IvaydIkn5I&sig=7Rm-rgLSnqwq6lIdtBtsVfo88pI&redir_esc=y#v=onepage&q=pembelajaran%20luring%2 0lebih%20efektif&f=false Diakses Hari Selasa 1 Februari 2022 Jam 16:30 WIB Adiyono (2021). Implementasi Pembelajaran : Peluang dan Tantangan Pembelajaran Tatap
Muka bagi Siswa Sekolah Dasar di Muara Komam. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan Volume 3 Nomor 6 Tahun 2021 Halm 5017 – 5023. Diakses hari Selasa Tanggal 1 Februari 2022 Jam 17:26 WIB
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 139
Suryani, L. dkk (2022). Analisis Implementasi Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Masa New Normal. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Volume 6 Issue 3 (2022) Pages 2234-2244. Diakses hari Selasa Tanggal 1 Februari 2022 Jam 17:45 WIB
“Sehat dan Sejahtera Pasaca Pandemi Covid-19” || 140