BP2MI
K S T S S T " Garuda Indonesia"*" £ N
Indonesia The Airline ol Indonesia
NOTA KESEPAHAMAN ANTARA
BADAN PELINDUNGAN P E K E R J A MIGRAN INDONESIA DAN
PT GARUDA INDONESIA (PERSERO) Tbk TENTANG
PELAYANAN JASA ANGKUTAN UDARA NOMOR : 14/KA-MOU/KS.01/III/2022
NOMOR : IG/PERJ/MOU/DZ-4041/2022/NON-LEG
Pada hari ini, Senin, tanggal Empat belas bulan Maret tahun Dua ribu dua puluh dua (14-03-2022), kami yang bertanda tangan di bawah ini:
I. BENNY RHAMDANI Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, yang diangkat berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 72/TPA Tahun 2020 tanggal 13 April 2020 tentang Pengangkatan Pejabat Tinggi Utama di Lingkungan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), berkedudukan di Jalan MT. Haryono Kav. 52, Pancoran, Jakarta Selatan 12770, selanjutnya disebut
"PIHAK KESATU"; dan
II. IRFAN SETIAPUTRA Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, berdasarkan susunan Direksi yang termuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Nomor 59 tanggal 24 Agustus 2021 yang dibuat dihadapan Aulia Taufani S.H., Notaris di Jakarta dan telah diterima pemberitahuan perubahan datanya oleh Menteri Hukum
dan HAM RI melalui Surat No.: AHU-AH.01.03-0440533 tanggal 25 Agustus 2021, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, berkedudukan hukum di Jalan Kebon Sirih No. 46A Jakarta Pusat, selanjutnya disebut "PIHAK KEDUA".
PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA yang secara bersama-sama selanjutnya disebut "PARA PIHAK" dan secara sendiri-sendiri disebut sebagai "PIHAK".
PARA PIHAK terlebih dahulu menerangkan hal-hal sebagai berikut:
a. bahwa PIHAK KESATU adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertugas sebagai pelaksana kebijakan dalam pelayanan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia secara terpadu sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2019 tentang Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
b. bahwa PIHAK KEDUA adalah adalah Badan Usaha Milik Negara yang menyediakan jasa transportasi udara untuk penumpang, kargo, dan pos, pada rute penerbangan dalam negeri dan luar negeri
Berdasarkan hal tersebut diatas, PARA PIHAK sepakat untuk mengadakan kerja sama yang dituangkan dalam Nota Kesepahaman tentang Pelayanan Jasa Angkutan Udara, yang selanjutnya disebut "Nota Kesepahaman", dengan ketentuan sebagai berikut:
Pasal 1 Maksud dan Tujuan
(1) Maksud Nota Kesepahaman ini adalah sebagai landasan awal kerja sama bagi PARA PIHAK untuk melakukan kerja sama yang saling mendukung melalui kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Ruang Lingkup Nota Kesepahaman ini.
(2) Tujuan Nota Kesepahaman Ini adalah untuk meningkatkan pelayanan jasa angkutan udara dengan tetap memperhatikan ketentuan, kedudukan, tugas dan kewajiban masing-masing PIHAK.
Pasal 2 Ruang Lingkup
Ruang lingkup Nota Kesepahaman ini meliputi:
a. Kerja sama korporasi dalam rangka penyediaan kebutuhan tiket perjalanan bagi Pekerja Migran Indonesia, pegawai, keluarga pegawai, dan mitra PIHAK KESATU;
b. Pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia yang ditempatkan oleh PIHAK KESATU bekerja sama dengan Garuda Indonesia Group;
c. Fasilitas layanan cargo dan charter sesuai kebutuhan PIHAK KESATU;
d. Kerja sama lainnya yang disepakati secara tertulis oleh PARA PIHAK.
Pasal 3 Pelaksanaan
(1) Pelaksanaan dari Nota Kesepahaman ini akan dituangkan dalam suatu perjanjian ("Perjanjian Kerja Sama") yang disepakati oleh PARA PIHAK sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(2) Perjanjian Kerja Sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Nota Kesepahaman ini.
(3) Pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama ini dilakukan berdasarkan ketentuan dan prosedur yang berlaku di masing-masing PIHAK.
Pasal 4 Pembiayaan
Segala biaya yang timbul akibat dari pelaksanaan Nota Kesepahaman ini akan ditanggung dan dibebankan kepada anggaran masing-masing PIHAK sesuai dengan kewenangan masing-masing PIHAK serta sumber lain yang sah dan tidak mengikat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pasal 5 Jangka Waktu
(1) Nota Kesepahaman ini berlaku selama 3 (tiga) tahun terhitung sejak tanggal 3 Desember 2021 sampai dengan tanggal 2 Desember 2024 dan dapat diubah, diperpanjang, atau diakhiri berdasarkan kesepakatan tertulis PARA PIHAK.
(2) Dalam hal salah satu PIHAK berkeinginan untuk mengakhiri Nota Kesepahaman ini sebelum jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berakhir maka PIHAK tersebut wajib memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK lainnya paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender sebelum waktu pengakhiran yang dikehendaki.
(3) Nota Kesepahaman ini dapat berakhir atau batal dengan sendirinya dalam hal dikemudian hari terdapat ketentuan perundang-undangan yang secara khusus mengatur dan bertentangan dengan ruang lingkup Nota Kesepahaman.
(4) Dengan berakhirnya atau diakhirinya Nota Kesepahaman ini tidak mengakibatkan berakhirnya Perjanjian Kerja Sama yang telah ditandatangani berdasarkan Nota Kesepahaman ini.
(5) PARA PIHAK dengan ini sepakat untuk mengesampingkan ketentuan Pasal 1266 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
Pasal 6 Korespondensi
(1) Setiap pemberitahuan, surat menyurat sehubungan dengan pelaksanaan Nota Kesepahaman ini disampaikan melalui alamat dan ditujukan kepada para personal sebagai berikut:
a. PIHAK KESATU
Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama BP2MI
Alamat : Jalan M.T. Haryono Kav. 52 Jakarta Selatan 12770 Telepon : 021-7994166
Email : [email protected]
b. PIHAK KEDUA
Vice President Corporate Sales & Channel PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Alamat Jalan Kebon Sirih Nomor 46A Jakarta 10110 Telepon: 021 29242939
E-mail : [email protected]
(2) Apabila terjadi perubahan alamat PARA PIHAK sebagaimana tersebut pada ayat (1) Pasal ini, maka PIHAK yang alamatnya berubah harus memberitahukan perubahan alamat tersebut secara tertulis kepada PIHAK lainnya paling lambat 3 (tiga) hari kerja sebelum terjadinya perubahan
Pasal 7 Kerahasiaan
(1) Seluruh informasi dan data dalam bentuk apapun yang terkait dengan Nota Kesepahaman ini harus dijaga kerahasiaanya oleh masing-masing PIHAK, dan PARA PIHAK sepakat bahwa seluruh informasi tersebut bersifat rahasia dan tidak untuk diketahui, diberitahukan dan/atau diberikan baik sebagian maupun sepenuhnya kepada pihak ketiga lain manapun, kecuali jika informasi dan/atau data tersebut:
a. telah disepakati oleh PARA PIHAK untuk disampaikan kepada pihak ketiga lain;
b. sudah merupakan informasi milik umum, karena sudah dibuka kepada umum oleh pihak pemilik informasi;
c. harus disampaikan kepada suatu pihak lain berdasarkan:
i. perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, informasi tersebut harus diberikan kepada pihak lain yang secara jelas disebutkan dalam peraturan perundang-undangan tersebut; atau
ii. suatu penetapan atau putusan pengadilan atau arbitrase yang berhubungan dengan penegakan hukum secara tertulis, resmi dan merupakan putusan final.
(2) Masing-masing PIHAK sepakat untuk tidak memanfaatkan seluruh atau sebagaian data/informasi rahasia yang diperoleh dari masing-masing PIHAK
dalam bentuk apapun dan untuk keperluan apapun kecuali berkaitan dengan pelaksanaan Nota Kesepahaman ini.
(3) Masing-masing PIHAK wajib memastikan bahwa semua pihak terkait dan/atau terafiliasi dari PIHAKnya yang mengetahui informasi dan data sebagaimana ditentukan dalam Nota Kesepahaman ini seperti auditor, konsultan hukum, dan/atau konsultan keuangan mematuhi kewajiban menjaga kerahasiaan informasi dan data tersebut.
(4) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (3) akan tetap berlaku walaupun Nota Kesepahaman berakhir.
Pasal 8
Pilihan Hukum & Penyelesaian Perselisihan
(1) Nota Kesepahaman ini tunduk dan ditafsirkan berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia, serta ketentuan-ketentuan dalam Nota Kesepahaman ini tidak boleh bertentangan dengan hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia.
(2) Apabila terjadi perselisihan atau perbedaan penafsiran terhadap Nota Kesepahaman ini maka PARA PIHAK sepakat untuk menyelesaikan dengan cara musyawarah untuk mufakat.
(3) Apabila musyawarah untuk mufakat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak tercapai dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kalender setelah diterimanya pemberitahuan dari salah satu PIHAK mengenai adanya perselisihan, maka PARA PIHAK sepakat untuk memilih domisili hukum yang tetap di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Pasal 9
Pemantauan dan Evaluasi
(1) Pemantauan dan evaluasi Nota Kesepahaman ini dapat dilakukan secara berkala setiap 1 (satu) tahun sekali dan/atau sewaktu-waktu bila diperlukan sesuai kesepakatan PARA PIHAK.
(2) Hasil pemantauan dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat digunakan sebagai bahan masukan dalam merencanakan program kerja sama selanjutnya.
Pasal 10 Adendum
Hal-hal yang belum diatur atau belum cukup diatur dalam Nota Kesepahaman ini akan diatur berdasarkan kesepakatan PARA PIHAK dan dituangkan secara tertulis dalam suatu perubahan (adendum) yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Nota Kesepahaman ini.
Pasal 11
Pernyataan dan Jaminan
1. Masing-masing PIHAK mempunyai kekuasaan dan kewenangan penuh untuk melakukan kewajibannya berdasarkan Nota Kesepahaman ini, instrumen dan dokumen-dokumen lainnya yang berhubungan dengan Nota Kesepahaman ini.
2. Masing-masing PIHAK menjamin bahwa Nota Kesepahaman ini tidak bertentangan dengan dokumen pendirian (termasuk anggaran dasar dan anggaran rumah tangga) dan/atau peraturan perundang-undangan yang mengikat masing-masing PIHAK.
3. Masing-masing PIHAK telah mengambil semua tindakan yang diperlukan dan memperoleh semua persetujuan/perizinan sesuai dengan ketentuan dokumen pendirian dan/atau peraturan perundang-undangan untuk menandatangani dan melaksanakan Nota Kesepahaman ini.
4. Masing-masing PIHAK menjamin bahwa dalam melaksanakan Nota Kesepahaman ini, masing-masing PIHAK akan tunduk dan patuh pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk namun tidak terbatas pada undang- undang yang mengatur tentang tindak pidana korupsi serta larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.
Pasal 12
Larangan Korupsi, Kolusi, Nepotisme, Suap, dan Gratifikasi
Masing-masing PIHAK dengan ini menyatakan bahwa:
(1) Masing-masing PIHAK mengetahui dan memahami kewajiban untuk patuh dan tunduk pada peraturan perundang-undangan, termasuk namun tidak terbatas pada peraturan perundang-undangan anti-korupsi, anti suap dan anti-gratifikasi.
(2) PARA PIHAK atau masing-masing PIHAK tidak akan menawarkan, menerima atau menjanjikan untuk memberi atau menerima hadiah atau imbalan berupa apapun atau melakukan tindakan lainnya untuk mempengaruhi siapapun yang diketahui atau patut dapat diduga berkaitan dengan implementasi Nota Kesepahaman ini.
(3) Dalam hal salah satu PIHAK melanggar ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal ini, maka PIHAK yang tidak melanggar ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal ini berhak untuk memutuskan Nota Kesepahaman ini secara sepihak tanpa putusan pengadilan terlebih dahulu, dan PIHAK yang melanggar ketentuan ini wajib untuk menanggung segala kerugian yang dialami oleh PIHAK lainnya.
PASAL 13 Ketentuan Lain-Lain
(1) Nota Kesepahaman ini bersifat non-eksklusif, oleh karenanya masing-masing PIHAK dapat menandatangani Nota Kesepahaman serupa dengan pihak lainnya.
(2) PARA PIHAK sepakat bahwa Nota Kesepahaman ini tidak mengikat, tidak menimbulkan akibat keuangan, dan tidak memiliki sanksi hukum yang ditimbulkan apabila Nota Kesepahaman ini tidak terlaksana, kecuali ketentuan mengenai informasi rahasia yang dipertukarkan antara PARA PIHAK yang wajib dijaga walaupun Nota Kesepahaman ini telah berakhir.
Pasal 14 Penutup
Demikian Nota Kesepahaman ini ditandatangani pada hari dan tanggal tersebut di atas dalam rangkap 2 (dua) asli, bermeterai cukup, masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama.
PIHAK KESATU Kepala Badan
Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
PIHAK KEDUA Direktur Utama
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
IRFAN SETIAPUTRA 2 2 0 0 6 1 2