Proceedings
Volume 1, Nomor 1 Desember 2021
345
Validitas dan Reliabilitas Tes dalam Menunjang Hasil Belajar PAI
1 Hikmah, 2 Muslimah
1SDN 6 Bukit Tunggal Raya,[email protected]
2IAIN Palangka Raya, [email protected]
ABSTRACT
Valid and reliable test tools provide valid and reliable data and draw conclusions that reflect the actual situation. The method used is a literature study which emphasizes the study of literature according to the subject matter. Test validity is the level of precision between assessment tools that indicates where the test measures what it is measuring. Validity has two measures: internal and external (criteria). Internal validity consists of construct validity and content validity. Test reliability is an instrumental decision or reliability in evaluating what is being evaluated, which means it will get relatively the same results each time using an evaluation tool. Test reliability tests were carried out externally and internally. Externally, this is done by test-retest (test-retest), equivalence (equivalent), and a combination of both (combined). Internally, it can test the reliability of the instrument by analyzing the integrity of the instrument items using certain techniques. Internal integrity reliability test methods consist of Spearman Brown, KR 20, KR 21, Split Half, Anova Hoyt and Alfa Cronbach tests.
Keywords: Test Validity, Test Reliability, PAI Learning Outcomes
ABSTRAK
Alat uji yang valid dan reliabel memberikan data yang valid dan reliabel serta menarik kesimpulan yang mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan yang menekankan pada kajian literatur sesuai dengan pokok bahasannya.
Validitas tes adalah tingkat ketepatan antara alat penilaian yang menunjukkan di mana tes mengukur apa yang sedang diukur. Validitas memiliki dua ukuran: internal dan eksternal (kriteria). Validitas internal terdiri dari validitas konstruk dan validitas isi. Reliabilitas tes adalah keputusan instrumental atau reliabilitas dalam mengevaluasi apa yang sedang dievaluasi, yang berarti akan mendapatkan hasil yang relatif sama setiap kali menggunakan perangkat evaluasi. Uji reliabilitas uji dilakukan secara eksternal dan internal. Secara eksternal, hal ini dilakukan dengan tes-tes ulang (test-retest), ekivalensi (equivalent), dan kombinasi keduanya (gabungan). Secara internal, dapat menguji keandalan instrumen dengan menganalisis integritas item instrumen menggunakan teknik tertentu. Metode uji reliabilitas integritas internal terdiri dari uji Spearman brown, KR 20, KR 21, Split half, anova hoyt dan Alfa cronbach.
Kata Kunci: Validitas Tes, Reliabilitas Tes, Hasil Belajar PAI
346 PENDAHULUAN
Dalam proses pendidikan dan pembelajaran, penekanan pada kualitas bahan ajar mengutamakan profesionalisme guru dan prestasi siswa. Proses pendidikan dan pembelajaran membutuhkan penyatuan komponen pembelajaran yang sinergis untuk membentuk kompleksitas disiplin ilmu baik kognisi, emosional dan psikomotorik.
Komponen pembelajaran dihubungkan sesuai konteks pembelajaran dan didasarkan pada tujuan yang ingin dicapai. Hasil belajar siswa sebagai bahan evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa dalam materi yang diajarkan. Evaluasi sebagai suatu proses evaluasi pendidikan meliputi penyediaan semua pelayanan satuan pendidikan, yaitu jasa profesional, yang mengarah pada keberhasilan operasional sesuai dengan tujuan pendidikan. Salah satu bentuk evaluasi pendidikan yang konkrit dan numerik adalah hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa dicapai melalui evaluasi.
Tes adalah semacam alat evaluasi untuk mengukur seberapa jauh tujuan pendidikan tercapai, ini berarti evaluasi hasil dari pembelajaran. Tes yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan, harus efisien, standar, normatif, objektif, valid (efektif) dan reliabel (dapat diandalkan) (Abdul Kadir, 2015). Alat tes menempati posisi penting dalam penelitian karena berperan dalam proses pengumpulan data. Alat yang efektif dan andal dapat memberikan data yang valid dan andal serta menarik kesimpulan yang mencerminkan keadaan yang sebenarnya (Yusuf, 2018).
Validitas instrumen berkaitan dengan derajat yang tepat untuk mengukur apa yang dimaksudkan oleh pengukuran, dan reliabilitas berkaitan dengan sejauh mana pengukuran tersebut dapat diandalkan berdasarkan konsistensinya. Suatu perangkat dikatakan valid jika dapat menampilkan data dari variabel dengan benar dan tidak menyimpang dari keadaan sebenarnya. Suatu perangkat dikatakan reliabel jika mampu menyediakan data yang reliabel (Arikunto, 2010).
Beberapa alasan mengapa persiapan tes sebagai alat ukur untuk suatu tes seringkali tidak mengikuti alur yang baik. Pertama, meskipun harus segera menggunakan tes, waktu yang diperlukan untuk membuat tes relatif singkat. Kedua, kemampuan guru dan peneliti untuk merancang tes yang baik masih dianggap terbatas.
Ketiga, kurangnya pengalaman dalam membuat tes. Data yang tidak valid mengarah
347 pada kesimpulan yang tidak sesuai dengan yang seharusnya dan bahkan mungkin bertentangan dengan standar. Pembuatan alat ukur membutuhkan penelitian teori, pendapat ahli dan pengalaman. Ini mungkin diperlukan jika teori tidak menemukan definisi yang dapat diterapkan untuk variabel.
Metode dalam penulisan artikel menggunakan penelitian kepustakaan, yang berfokus pada studi kepustakaan sesuai dengan subjek penelitian (Zed, 2014). Metode dengan meneliti bahan pustaka terdiri dari buku, artikel, jurnal dan sebagainya berkaitan dengan hal yang dikaji. Berkaitan dengan hal tersebut, penulis mengkaji data validitas dan reliabilitas tes dalam menunjang hasil belajar PAI.
PEMBAHASAN Validitas Tes
Validitas adalah kualitas yang menunjukkan korelasi antara pengukuran dan makna dari kriteria atau perilaku pembelajaran (Purwanto, 2002). Validitas mengacu pada penentuan alat evaluasi untuk konsep yang akan dievaluasi (Sudjana, 2014).
Validitas adalah tingkat kemampuan tes untuk mengukur apa yang diukur dalam pembelajaran (Erlinawati & Muslimah, 2021). Validitas adalah tingkat ketepatan antara data yang dihasilkan dalam sebuah penelitian dan kinerja yang disajikan peneliti. Data yang valid adalah data yang sama antara data yang disajikan peneliti dengan data yang riil dihasilkan (Sugiyono, 2016). Berdasarkan pengertian di atas validitas tes yaitu tingkat ketepatan antara perangkat penilaian yang menandakan dimana tes mengukur apa yang sedang diukur.
Tes dan angket sering digunakan sebagai alat ukur. Dalam konteks ini, instrumen harus dikonfigurasi untuk digunakan sebagai alat yang sesuai untuk mengambil, mencari, mendeskripsikan, menyelidiki, dan/atau membandingkan berbagai informasi, topik, dan variabel survei ( , 2018).
348 Jenis-jenis Validitas Tes
Ada dua macam validitas: internal dan eksternal.
1. Validitas Internal
Instrumen dengan validitas internal atau wajar dimana standar instrumen cukup menggambarkan apa yang sedang diukur.
a. Construct Validity
Pengujian ini menggunakan pendapat ahli. Setelah menyusun instrumen berdasarkan teori tertentu dari aspek yang akan diukur, berkonsultasi dengan ahlinya. Setelah menyelesaikan uji ahli desain, uji peralatan akan dilanjutkan.
Peralatan yang disetujui diuji pada sampel dari mana populasi telah diekstraksi.
Sekitar 30 anggota sampel digunakan, dikumpulkan data, dianalisis mengkorelasikan skor item untuk melakukan uji validity konstruk (Sugiyono, 2019).
Untuk menguji validitas konstruk (construct validity), digunakan korelasi faktor produk moment. Rumus produk moment: (Sugiyono, 2019)
=
( )( )√[ ] [ ]
Yaitu:
r = Koefisien korelasi n = Total responden
= Total skor item instrument = Total skor jawaban
= Jumlah kuadrat skor item
= Jumlah kuadrat total skor jawaban
= Berapa kali skor item jawaban dikalikan dengan skor total
Jika r = 0,3, persyaratan minimum dianggap dapat diterima, jika korelasi kurang dari 0,3, item dalam perangkat tersebut dikatakan tidak valid (Sugiyono, 2016).
349 b. Content Validity (Validitas isi)
Validitas isi berarti segala sesuatu item pernyataan yang ditempatkan pada angket tersebut termasuk seluruh substansi yang akan diukur ( , 2018). Untuk instrumen tes, dapat memverifikasi validitas konten dengan mengkomparasi isi instrumen dengan materi yang dipelajari. Alat yang mengukur efisiensi implementasi dengan membandingkan konten alat dengan konten atau desain yang di identifikasi.
Setiap perangkat berisi pertanyaan atau pernyataan, baik yang diuji maupun yang belum diuji. Setelah berkonsultasi dengan ahli, menguji keefektifan item pada peralatan dan menguji dan menganalisisnya. Analisis item dengan mengkorelasikan antara skor item dengan skor total, atau dengan mencari karakteristik skor masing-masing item pada kelompok respon tinggi dan rendah.
Jumlah kelompok tinggi adalah 27 persen kelompok rendah 27 persen pada sampel yang diambil (Sugiyono, 2019).
2. Validitas Eksternal (Kriteria)
Validitas eksternal pengujian dengan mengkomparasikan kriteria dengan fakta empiris di lapangan. Penelitian memiliki validitas kriteria jika hasil penelitian dapat digeneralisasikan pada sampel lain dari populasi penelitian. Dengan memperbanyak ukuran sampel untuk meningkatkan validitas eksternal (Sugiyono, 2019).
Validitas eksternal (kriteria) mengacu pada apakah pengukuran baru cocok untuk pengukuran lain. Dalam hal ini, peneliti perlu mengkomparasikan alat penelitian baru dengan alat penelitian lainnya. Dua hal yang paling penting untuk dibandingkan adalah konteks responden yang terdapat pada kedua alat ukur tersebut.
Khususnya dalam studi korelasi, perlu dilakukan perbandingan hasil pengujian untuk mengkonfirmasi nilai koefisien korelasi dari kedua alat tersebut. Huck (2012) menerangkan bahwa korelasi Pearson digunakan untuk memeriksa korelasi antara dua nilai instrumen. Makin tinggi nilai korelasi Pearson (r) antara kedua perangkat, makin efektif perangkat tersebut (Budiastuti & Bandur, 2018).
350 Reliabilitas Test
Reliabilitas mempunyai nama lain keandalan, keteguhan, terpercaya, stabilitas, dan konsistensi, tetapi gagasan utama yang termuat dalam konsep reliabilitas yakni rentang dimana pengukuran dapat diandalkan (Azwar, 2011). Keandalan suatu instrument ialah kepastian atau konsistensi alat ukur dalam mengukur yang diukur (Lubis, 2009). Hopkins dan Antes dari Purwanto menjelaskan reliabilitas adalah konsistensi pengamatan yang didapatkan dari rekaman berulang baik satu maupun serangkaian subjek (Purwanto, 2002). Berdasarkan definisi tersebut, reliabilitas tes adalah keputusan instrumental atau reliabilitas dalam mengevaluasi apa yang sedang dievaluasi, yang berarti akan mendapatkan hasil yang relatif sama setiap kali menggunakan perangkat evaluasi.
Tes reliabilitas (keandalan) instrumen bisa dilakukan eksternal atau internal.
Secara eksternal, pengujian dijalankan pada tes-tes ulang (test-retest), ekivalensi dan kombinasi(gabungan). Secara internal dapat menguji keandalan instrument menggunakan teknik khusus untuk menganalisis konsistensi item instrument (Sugiyono, 2019). Metode uji reliabilitas internal konsistensi terdiri atas uji split half, KR 20, KR 21, Anova hoyt dan alpha cronback.
1. Test Retest (Tes Ulang)
Alat ukur penelitian yang reliabilitas dengan pengujian ulang dijalankan oleh responden pada pengujian beberapa kali. Oleh karena itu, peralatannya dan respondennya sama serta waktunya berbeda. Reliabilitas diukur menggunakan koefisien korelasi antara percobaan awal dan berikutnya. Jika koefisien korelasi positif dan signifikan, perangkat handal. Pengujian cara ini sering disebut sebagai stabilitas. Untuk mengukur keandalan suatu perangkat menggunakan rumus korelasi produk moment.
=
( )( )√[ ] [ ]
351 Yaitu:
r = Koefisien korelasi n = Total responden
= Total skor instrument = total skor jawaban = Total kuadrat skor item = Total kuadrat skor jawaban
= Jumlah perkalian skor dengan total skor
Setelah didapatkan nilai ri yang dihitung selanjutnya, untuk dapat menentukan apakah instrumen tersebut reliabel. Nilai-nilai direferensikan dalam tabel r dengan tingkat kesalahan 5% dan 1%. Untuk tabel ri > r dapat disimpulkan bahwa alat ini dapat diandalkan dan dapat digunakan untuk penelitian (Sugiyono, 2019).
2. Equivalent
Instrumen equivalent adalah pertanyaan berbeda secara linguistik yang memiliki arti yang sama. Untuk menguji keandalan suatu perangkat dengan cara cukup dikerjakan satu kali, tetapi akan tetapi dua perangkat dari responden sama menggunakan perangkat yang berbeda pada waktu yang bersamaan. Keandalan dihitung dengan mengkorelasikan data dengan data instrumen yang digunakan sebagai ekuivalen. Jika korelasi positif dan signifikan, instrumen tersebut dapat dikatakan handal (Sugiono, 2016).
3. Gabungan
Uji ini caranya menguji dua perangkat setara berkali-kali pada subjek yang sama. Metode ini yaitu kombinasi dari yang awal dan yang kedua.
Reliabilitas instrumen dicapai dengan mengkorelasikan kedua instrument tersebut, mengkorelasikannya pada tes kedua dan kemudian mengkorelasikannya dengan silang (Sugiyono, 2019).
352 4. Internal Consistency
Uji reliabilitas dengan uji konsistensi internal, Pertama-tama coba perangkat pada subjek penelitian, kemudian analisis hasil didapat menggunakan teknik khusus. Hasil analisis digunakan untuk menaksir keandalan instrumen. Tes ini dilaksanakan menggunakan teknik Spearman Brown, KR 20, KR 21 Split half, Analisis varian hoyt atau teknik Alpha Clonbach (Sugiyono, 2019).
1) Spearman Brown
Rumus:
= 2r
b1 + r
bYaitu :
ri = realibitas internal semua instrmen
rb = Korelasi antara belahan pertama dan kedua 2) KR 20
Rumus:
= {
}
Yaitu:
k = total soal instrumen
pi = persentase banyaknya subyek yang menjawab pada butir 1 q1 = 1-pi
st2
= varian total 3) KR 21
Rumus:
= { 1 −𝑀 𝑀
} Yaitu:
k = Total soal instrumen M = rata-rata total skor st2
= Total Varians
353 4) Hoyt Anova
Rumus:
= 1 −𝑀
𝑀 Yaitu:
MKe = kuadrat rata-rata antar subyek MKs = kuadrat rata-rata antara kesalahan ri = reabilitas instrumen
5) Alfa Croncbach
Uji reliabilitas menggunakan faktor alfa Cronbach dilakukan pada tipe data interval/esai. Rumus alfa cronback: (Sugiyono, 2019).
=
{1 −
}
yaitu:
k = kuadrat rata-rata antar subyek = kuadrat rata-rata kesalahan
= Varian total
Rumus untuk varian total dan item:
=
-
=
-
Yaitu:
JKi = Jumlah kuadrat skor item JKs = Jumlah kuadrat subyek
354 Untuk menginterpretasikan koefisien korelasi yang didapat mengacu pada tabel berikut: (Sugiono, 2019).
Tabel Interpretasi Koefisien Korelasi
Karakterisitik Hasil Belajar PAI
Belajar adalah suatu kegiatan mental yang terjadi dalam hubungan yang dinamis dengan iklim, yang pada umumnya membawa perubahan yang mantap dan membekas.
Perubahan perilaku ini adalah konsekuensi dari menguasai, termasuk sudut kognitif, afektif, dan psikomotorik. Belajar adalah suatu proses upaya yang dilakukan oleh seorang individu untuk menghasilkan tingkah laku yang baru atau yang sudah ada secara sistematis, hal ini digunakan sebagai hasil interaksi dengan lingkungan sekitar untuk menentukan hasil dari proses (Slameto, 2013).
Hasil belajar yaitu hasil interaksi perilaku belajar dan mengajar diakhiri dproses penilaian belajar yang dapat diukur baik secara numerik maupun dengan huruf (Dimyati
& Mudjiono, 2015). Menurut Sudijarto dari Khadijah, hasil belajar adalah derajat artikulasi yang dicapai peserta didik selama mengikuti pembelajaran serasi dengan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan (Khodijah, 2014).
Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan hasil belajar PAI yaitu hasil yang diperoleh siswa setelah menyelesaikan konsep pembelajaran PAI sesuai standar yang telah ditetapkan dan program pendidikan yang sudah ditentukan. Demikian pula hasil belajar dapat diartikan sebagai perubahan perilaku yang permanen akibat dari suatu proses belajar yang terdiri atas kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Penerapan pembelajaran PAI menitikberatkan pada keistimewaan dan pada aspek keimanan, akhlak dan ibadah. Semua ranah penelitian PAI didasarkan pada Al-Qur'an dan hadits. Maka dari itu, pendidik perlu memiliki pemahaman yang baik tentang
Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 – 0,199 Sangat Rendah
0,20 – 0, 399 Rendah
0,40 – 0,599 Sedang
0,60 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,000 Sangat Kuat
355 metode pembelajaran PAI yang tepat untuk memastikan pendidik tidak melakukan kesalahan dalam melaksanakannya (Sulaiman, 2017).
Ruang lingkup pendidikan Agama Islam: hubungan antara manusia dengan Allah, sesama manusia, antara manusia lain dengan lingkungannya. Lingkup pendidikan agama Islam terdiri dari keimanan, Al-Qur'an hadits, Syariah, ibadah, mu’amalah, akhlak dan sejarah (Muhaimin, 2004).
KESIMPULAN
Hasil belajar siswa sebuah bahan penilaian untuk menilai kemampuan siswa dalam materi yang diajarkan. Hasil belajar PAI yakni hasil yang dicapai oleh peserta didik setelah menyelesaikan ide pembelajaran PAI, sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Hasil belajar dengan kata lain sebagai perubahan perilaku yang bertahan lama karena siklus belajar yang terdiri atas kognitif, pemahaman, dan psikomotorik. Tes yang baik harus memenuhi beberapa prasyarat, efisien, standar, normatif, objektif, valid, dan andal. Alat yang efektif dan andal dapat memberikan data yang valid dan andal (reliabel) serta menarik kesimpulan yang mencerminkan keadaan yang sebenarnya
Validitas tes adalah tingkat akurasi antara alat penilaian yang menunjukkan di mana tes memperkirakan apa yang dinilai. Ada dua macam pengukuran validitas:
internal dan eksternal (kriteria). Reliabilitas tes adalah keputusan instrumental atau reliabilitas dalam mengevaluasi apa yang sedang dievaluasi, yang berarti akan mendapatkan hasil yang relatif sama setiap kali menggunakan perangkat evaluasi. Uji keandalan dapat dilakukan dengan eksternal dan internal. Pengujian eksternal dapat dikendalikan dengan tes ulang, equivalent dan gabungan. Dengan internal dapat menguji keandalan instrumen dengan memanfaatkan prosedur untuk memnganalisis konsistensi item instrumen. Teknik uji reliabilitas konsistensi terdiri dari uji Spearman Brown, KR 20, KR 21, Split half, Anova Hoyt dan Cronbach's alpha.
REFERENSI
Arikunto, Suharsimi. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta:
Rineka Cipta, Cetakan ke-15.
Azwar, Saifuddin. (2011). Reliabilitas dan Validitas, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
356 Budiastuti, Dyah & Agustinus Bandur. (2018). Validitas Dan Reliabilitas Penelitian Dengan Analisis Dengan Nvivo, Spss Dan Amos, Jakarta: Mitra Wacana Media.
Dimyati dan Mudjiono. (2015). Belajar & pembelajaran, Jakarta : Rineka Cipta, Cetakan ke-5, 2015.
Erlinawati, E., & Muslimah. (2021). Test Validity and Reliability in Learning Evaluation. Bulletin of Community Engagement, 1(1).
Kadir, A. (2015). Menyusun dan menganalisis Tes Hasil belajar. Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan, 8 (2), 70-81.
Khodijah, Nyanyu. (2014). Psikologi Pendidikan, Jakarta: Rajawali Pers.
Lubis, Mawardi. (2009). Evaluasi Pendidikan Nilai, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Muhaimin. (2004). Paradigma Pendidikan Islam, Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Purwanto, M. Ngalim. (2002). Prinsip-Prinsip Dan Teknik Evaluasi Pengajaran.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Slameto. (2013). Belajar & Faktor–Faktor Yang Mempengaruhi , Jakarta: Rineka Cipta.
Sudjana, Nana. (2014). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung : PT.
Remaja Rosdakarya, Cet. Ke 18.
Sugiyono. (2016). Metode Peneletian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung:
Alfabeta, Cetakan ke-23.
Sugiyono. (2019). Statistika Untuk Penelitian, Bandung : Alfabeta, Cetakan ke-30.
Sulaiman, (2017). Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), Banda Aceh : Yayasan Pena Banda Aceh.
Yusup, F. (2018). Uji Validitas Dan Reliabilitas Instrumen Penelitian Kuantitatif. Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 7(1).
Zed, Mestika. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan, Jakarta : Yayasan Pustaka Obor Indonesia.