i
KABUPATEN BARRU
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan
Universitas Muhammadiyah Makassar
Oleh KASMAWATI
105450002715
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2020
vi
“Manfaatkanlah Waktu, karena waktu adalah peluang untuk menuntut ilmu, karena tanpa ilmu hidup di dunia ini bagaikan mendayung perahu
tanpa arah tujuan”
(Kasmawati 2019)
Kuperuntukkan tulisan ini
Sebagai kado teristimewa untuk ayahanda dan ibunda kutercinta Yang telah banyak berkorban dan mengucapkan keringatan demi kesuksesanku, dan semua sahabatku, dan keluargaku Yang selalu memberikan semangat serta dukungan
Terimakasih untuk semua doanya…
Semoga rahmatnya mengiringi kita semua Amiin…
vii
Kab.Barru. Universitas Muhammadiyah Makassar. Dibimbing oleh Rusmayadi dan Hj.Musfira.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak melalui penggunaan media bahan alam dengan menggunakan biji-bijian di kelompok B TK Dharma Wanita Parenring Kec. TaneteRiaja. Kab. Barru. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif dengan pendidik. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B TK Dharma Wanita Parenring yang berjumlah 11 anak yang terdiri dari 6 anak laki-laki dan 5 anak prempuan. Objek penelitian ini peningkatan kreativitas anak melalui penggunaan media bahan alam dengan menggunakan biji-bijian. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Tehnik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media bahan alam dengan menggunakan biji-bijian dapat meningkatkan kreativitasanak, yakni kreativitas pratindakan sebesar 28% setelah dilakukan tindakan pada siklus I mengalami peningkatan kreativitas sebesar 43%. Pada akhir siklus II mengalami peningkatan kreativitas sebesar menjadi 85%. Dari hasil yang diperoleh disimpulkan bahwa peningkatan kreativitas anak dapat ditingkatkan melalui penggunaan media bahan alam dengan menggunakan biji- bijian (kacang tanah, kacang hijau, jagung kering, kacang gude, kacang tolo putih, padi) untuk dapat meningkatkan kreativitas anak.
Kata kunci: Kreativitas, penggunaan media bahan alam
viii
Allah maha penyayang dan Pengasih, demikian kata untuk mewakili atas segala karunia dan nikmat-Nya. Jiwa ini takkan henti bertahmid atas anugerah pada detik waktu, denyut jantung, geraklangkah, serta rasa dan rasio pada-Mu, Sang Khalik. Skripsi ini adalah setitik dari sederetan berkah-Mu.
Setiap orang dalam berkarya selalu mencari kesempurnaan, tetapi terkadang kesempurnaan itu terasa jauh dari kehidupan seseorang. Kesempurnaan bagaikan fatamorgana yang semakin dikejar semakin menghilang dari pandangan, bagai pelangi yang terlihat indah dari kejauhan, tetapi menghilang jika didekati.
Demikian juga tulisan ini, kehendak hati ingin mencapai kesempurnaan, tetapi kapasitas penulis dalam keterbatasan. Segaladaya dan upaya telahpenulis kerahkan untuk membuat tulisan ini selesai dengan baikdanbermanfaat dalamdunia pendidikan, khususnya dalam ruang lingkup Fakultas Keguruandan Ilmu Pendidikan.Universitas Muhammadiyah Makassar.
Motivasi dari berbagaipihak sangat membantu dalam perampungantulisan ini.Segala hormat, penulis mengucapkan terimakasih kepada kedua orang tua Khaeruddin dan Hasma yang telah berjuang, berdoa, mengasuh, membersarkan, mendidik, dan membiayai penulis dalam proses pencarianilmu. Demikian pula, penulis mengucapkan kepada para keluarga yang takhentinyamemberikanmotivasi danselalu menemaniku dengan candanya, kepada Dr. Rusmayadi, M.Pd dan ibu Hj. Musfira, S.Ag., M.Pd pembimbing I dan pembimbing II, yang telah
ix
Tidak lupa juga penulis mengucapkan terima kasih kepada bapak Prof. Dr. H. Abd. Rahman Rahim, SE, MM. Selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Erwin Akib, M. Pd., P.Hd. bapak Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar, bapakTasrifAkibS.Pd., M.Pd, ketua Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan AnakUsia Dini sertaseluruhdosendan parastaf pegawai dalamlingkungan Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah membekali penulis dengan serangkaian ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi penulis
Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya juga penuli sucapkan kepada Kepala Sekolah, guru, staf TK Dharma WanitaParenring, dan ibu Saheribulan S. Pdselaku guru kelompok B di sekolahtersebut yang telah memberikan izin dan bantuan untuk melakukan penelitian. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada teman seperjuangku Marina Rustan, Muthmainna S, Sri Nurmi, Ririn, Mariana yang selalu menemaniku dalamsuka dan duka, sahabat-sahabatku terkasih sertaseluruhrekan mahasiswaJurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Angkatan 2015 atas segala kebersamaan, motivasi saran dan bantuannya kepadapenulis yang telah memberi pelangi dalam hidupku.
Akhirnya, dengan segala kerendahan hati, penulis senantiasa mengharapkan kritikan dan saran dari berbagai pihak, selama saran dan kritikan
x
tidakakan berarti sama sekali tanpa adanya kritikan. Mudah-mudahan dapat memberi manfaat bagi para pembaca, terutama bagi diri pribadi penulis. Amin
Makassar, November 2019
Kasmawati
xi
HALAMAN JUDUL ... i
LEMBAR PENGESAHAN ... ii
PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii
SURAT PERNYATAAN ... iv
SURAT PERJANJIAN ... v
MOTTO ... vi
ABSTRAK ... vii
KATA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI ... xi
DAFTAR TABEL... xiv
DAFTAR GAMBAR ... xv
DAFTAR LAMPIRAN ... xvi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Masalah Penelitian ... 8
1. Identifikasi Masalah ... 8
2. Alternatif Pemecahan Masalah ... 8
3. Rumusan Masalah ... 8
C. Tujuan Penelitian ... 9
D. Manfaat Penelitian ... 9
xii
A. Kajian Pustaka ... 11
1. Hasil Penelitian Relevan ... 11
2. PengertianKreativitas ... 13
3. Media BahanAlam ... 19
4. KreativitasAnakmelalui Media Bahan Alam ... 22
B. Kerangka Pikir ... 24
C. Hipotesis Tindakan ... 26
BAB III METODE PENELITIAN ... 28
A. Jenis Penelitian ... 28
B. Lokasi dan Subjek Penelitian ... 29
C. Faktor yang Diselidiki ... 29
D. Prosedur Penelitian ... 29
E. Instrumen Penelitian ... 33
F. Teknik Pengumpulan Data ... 35
G. Teknik Analisis Data ... 36
H. Indikator Keberhasilan ... 37
BAB IV PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 39
A. Gambaranumum TK Dharma WanitaParenring... 39
1. Profil TK Dharma WanitaParenring... 39
2. DeskripsiSubjekPenelitian ... 41
B. HasilPenelitian ... 41
1. Pra Tindakan ... 41
xiii
C. RekapitulasiSiklus I, siklus II ... 87
D. Pembahasan ... 88
BAB V PENUTUP KESIMPULAN dan SARAN ... 92
A. Kesimpulan ... 92
B. Saran ... 93
DAFTAR PUSTAKA ... 94 LAMPIRAN
xiv
Tabel Halaman
2.1 HasilPenelitianRelevan ... 12
3.1 Kisi-kisiLembarObservasiAnakCeklis ... 30
3.2 Kisi-kisiLembarObservasi Guru Ceklis ... 34
4.1 HasilObservasidanPeningkatanKreativitasAnakPraTindakan ... 45
4.2 RekapitulasiHasilPeningkatanKreativitasAnakPraTindakan ... 46
4.3 HasilObservasiPeningkatanKreativitasAnakPadaSiklus I ... 60
4.4 RekapitulasiHasilObservasi Dan PeningkatanKreativitasAnakSiklus I ... 61
4.5 HasilObservasiPeningkatanKreativtasAnakPadaSiklus II ... 82
4.6 RekapitulasiHasilObservasi Dan PeningkatanKreativitasAnak ... 83
4.7 RekapitulasiHasilPeningkatanKreativitasAnakSiklus I, Siklus II ... 87
xv
2.1 KerangkaPikir ... 26 3.1 ProsedurPenelitian... 30
xvi Lampiran
1. Kisi-kisiLembarObservasi (Cheklist) anakdan Guru
2. Lembarobservasi (Cheklist). InstrumenpenilaianAnakdanInstrumen penilaian guru
3. RencanaPelaksanaanPembelajaranHarian (RPPH) 4. HasilObservasiPratindakan, Siklus I, Siklus II 5. Lampiranpersuratan
6. DokumentasiKegiatan
1 A. Latar Belakang
Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian ransangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani serta rohani anak agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan anak usia dini adalah upaya menumbuh- kembangkan aspek fisik, kognitif, seni, bahasa, emosi, sosial, serta moral dan agama pada anak usia lahir sampai enam tahun melalui penyelenggaraan pendidikan agar memiliki kesiapan belajar di jenjang pendidikan berikutnya
Anak usia dini adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang pesat bahkan dikatakan sebagai lompatan perkembangan karena itu usia dini dikatakan sebagai golden age (usia emas) yaitu usia yang berharga dibanding usia selanjutnya. Usia tersebut merupakan fase kehidupan yang unik dengan karakteristik khas, baik secara fisik, psikis, social dan moral. Secara etimologi berdasarkan Wikipedia, anak (jamak : anak-anak) adalah seorang lelaki atau prempuan yang belum dewasa atau belum mengalami masa pubertas. Dalam kamus Lengkap Bahasa Indonesia Modern (2006) anak merupakan keturunan kedua, itu dalam Kamus Praktis Bahasa Indonesi (2008) anak adalah keturunan yang dilahirkan.
Kreativitas merupakan suatu proses mental individu yang melahirkan gagasan, proses, metode atau produk baru yang efektif yang bersifat imajinatif, estetis, fleksibel, integrasi, suksesi, diskontinuitas, dan diferensiasi yang berdaya guna dalam berbagai bidang untuk pemecahan suatu masalah. Kreativitas juga merupakan suatu proses yang dilakukan seseorang untuk menciptakan produk, ide, gagasan, dan karya-karya lainnya yang bersifat baru serta bersifat imajinatif, menjunjung tinggi aturan moral, fleksibel serta bermanfaat untuk kepentingan masyarakat dalam mengembangkan atau memecahkan problem yang terjadi pada suatu masalah.
Kreativitas (berfikir kreatif atau berfikir devergent) adalah kemampuan yang berdasarkan data dan informasi yang menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah, di mana penekanannya adalah pada kuantitas, ketepatguanaan, dan keragaman jawaban. Adapun secara operasional, kreativitas dapat dirumuskan sebagai kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan, dan orisinalitas dalam berfikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya, dan memperinci), suatu gagasan (Munandar, 1999)
Kreativitas dapat diartikan sebagai adanya ciri-ciri kreatif pada diri individu. Ciri-ciri tersebut terdiri atas ciri-ciri aptitude atau kognitif, misalnya kemampuan untuk menangkap dan mengerti suatu masalah, kelancaran dalam berpikir, fleksibilitas, orisanilitas, redefinsi dan elaborasi, dan ciri-ciri non aptitude atau efektif seperti minat yang luas, bebas dalam berpikir, selalu ingin tahu, mempunyai inisiatif, selalu ingin mendapatkan pengalaman-pengalaman
baru, percaya diri, berani mengambil resiko dan mempunyai daya imajinasi yang kuat. Kreativitas dapat diartikan sebagai dorongan untuk berbuat kreatif. Agar kreativitas anak dapat terwujud secara optimal membutuhkan adanya pendorong internal maupun eksternal. Pendorong internal dapat diartikan bahwa dorongan tersebut berasal dari diri sendiri (motivasi intrinsik) berupa keinginan atau hasrat untuk mencipta atau bersibuk diri secara kreatif.
Mengembangkan kreativitas anak memerlukan peran penting pendidik hal ini secara umum sudah banyak dipahami. Anak kreatif memuaskan rasa keingintahuannya melalui berbagai cara seperti bereksplorasi, bereksperimen dan banyak mengajukan pertanyaan pada orang lain, pada keadaan lingkungan sekitar masalah kreativitas masih di bilang rendah karena masih banyaknya orang-orang yang belum mampu menghasilkan karya sendiri melainkan masih meniru hasil karya orang lain, keadaan tersebut di sebabkan karena kurangnya pengembangan kreativitas sejak usia dini. Anak-anak usia dini pada khususnya di TK Dharma Wanita Parenring juga masih memiliki daya kreativitas yang rendah. Hal ini dapat di lihat dari kegiatan anak sehari-hari dimana masih menunggu guru, tidak mempunyai ide sendiri, belum bisa mengungkapkan idenya sendiri kalau tidak dibantu oleh guru, anak-anak masih tergantung dengan guru.
Permasalahan tersebut di atas disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya media pembelajaran yang kurang menarik, pembelajaran yang hanya menitik beratkan pada membaca,berhitung dan, menulis saja dan penggunaan metode yang bercerita sehingga membuat anak bosan dan kurang dapat memunculkan ide kreatifitas. Penggunaan metode bercerita kurang optimal di terapkan di TK
Dharma Wanita Parenring. Kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengembangkan kreativitas anak antara lain dengan musik, mengajak anak belajar di luar lingkungan sekolah, dan olahraga.
Dengan menggunakan media pembelajaran media bahan alam biji-bijian (biji kacang tanah, kacang hijau, jagung kering, padi, biji kacang tolo putih, kacang gude) guru lebih mudah dalam mengembangkan dan meningkatkan kreativitas anak usia dini, karena di mana anak mengenal warna, bentuk, dan macam-macam biji-bijian dengan menggunakan bahan alam yang ada di lingkungan sekitar dapat memacu anak untuk dapat berkreasi sendiri, dan anak terbiasa berkonsentrasi dan berani mengembangkan kreasinya sendiri dan merangsang anak untuk berpikir secara imajinatif, dimana juga mengurangi biaya untuk membeli media pembelajaran, selain itu kita juga dapat menjelaskan kepada anak bahwa bahan alam biji-bijian (biji kacang tanah, kacang hijau, jagung kering, padi, kacang gude, kacang tolo putih) merupakan ciptaan Allah swt.
Oleh karena itu kreativitas anak sangatlah penting untuk di kembangkan sejak usia dini untuk menghadapi kehidupan lebih lanjut, agar dapat dapat menghadapi kehidupan dan permasalahan serta tantangan hidup yang harus beradaptasi dengan lingkungan dan menyelesaikan masalah secara imajinatif.
Karena dimana setiap anak memiliki potensi kreativitas sendiri.
Salah-satu kegiatan pembelajaran yang menarik untuk meningkatkan kreativitas anak adalah melalui kegiatan lukisan biji-bijian.Kegiatan membuat pola gambar sesuai dengan dan menghias pola gambar dengan biji-bijian (kacang tanah, kacang hijau, jagung kering, padi, kacang tolo putih, kacang gude) yang
dilakukan secara berturut-turut dapat meningkatkan kreativitas anak, membuat pola gambar sesuai dengan tema merupakan kegiatan yang memberikan kebebasan pada anak untuk berimajinasi dan berkreasi sesuai dengan yang diinginkan anak dan terutama memberikan kesenangan pada anak, dan kegiatan membuat pola gambar sesuai dengan temakita dapat mengembangkan kemanpuan kognitif anak, dan cara berpikir anak dengan adanya kreasi pada diri anak yang cerdas dapat menghasilkan daya kreativitas pada anak.
Pemberian stimulus yang baik dan optimal sangat diperlukan untuk mengembangkan Enam Aspek Perkembangan pada anak, enam aspek perkembangan di Taman Kanak-kanak (TK) yang sangat perlu dikembangkan yaitu dimana aspek perkembangan nilai Agama dan Moral, Fisik Motorik, Kognitif, Bahasa, Sosial Emosional, Seni, dan kreativitas anak. Perencanaan pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan tahap perkembangan dapat dikembangkan untuk semua aspek perkembangan, hal ini menunjukkan pentingnya upaya pengembangan seluruh potensi anak salah satunya adalah kreativitas seni lukisan biji-bijian.
Observasi awal yang dilakukan oleh peneliti di Kelompok B TK Dharma wanita Parenring pada tanggal 06 juli 2019 saat pembelajaran menunjukkan bahwa, kreativitas anak Kelompok B masih belum berkembang sesuai dengan harapan, harapannya yaitu adanya peningkatan kreativitas anak pada Kelompok B TK Dharma Wanita Parenring karena di saat anak mengerjakan tugas yang diberikan oleh ibu guru misalnya membuat pola gambar sesuai dengan tema, dari 11 anak yang ada di dalam kelas, ada 7 anak yang masih belum bisa dan tidak
berani dalam mencoba tugas yang diberikan oleh ibu guru, disitulah kita bisa melihat bahwa kreativitas anak belum berkembang sesuai dengan yang di harapkan karena anak terlebih dahulu mengatakan kata “susah” sebelum mencoba.
Dengan adanya suatu kegiatan pembelajaran yang baru di TK Dharma Wanita Parenring kreativitas anak masih belum berkembang sesuai harapan, karena di saat pembelajaran berlangsung guru memberikan kegiatan membuat pola gambar rumah menggunakan kuas dengan tema lingkungan sub tema lingkungan rumah, masih ada saja anak yang melukis dengan apa yang di buat pola gambar sesuai dengan tema oleh ibu guru, anak belum bisa melukis sesuai dengan imajinasinya dan berkreasi sesuai dengan apa yang anak inginkan, dari jumlah 11 anak cuma ada 4 anak yang membuat pola gambar sesuai dengan tema sesuai dengan imajinasinya dan berkreasi sesuai dengan apa yang diinginkan anak, anak yang melukis sesuai dengan imajinasinya tidak mengikuti persis apa yang ibu guru buat pola gambar sesuai dengan tema kita lihat ketika anak memberikan macam warna biji-bijian terhadap pola gambar yang dibuat, bisa dilihat bahwa anak tersebut memiliki kreativitas dan berbeda dengan pola gambar yang di buat dari ibu guru, sedangkan anak yang lainnya yang membuat pola gambar sesuai dengan pola gambar dari ibu guru belum bisa mendeskripsikan pola gambar yang dibuat anak ketika anak di beri pertanyaan oleh ibu guru karena masih banyak anak yang memiliki jawaban persis dengan temannya, dan dari situlah kita bisa menarik kesimpulan bahwa kreativitas anak di Kelompok B TK Dharma Wanita Parenring belum berkembang sesuai harapan.
Dari permasalahan di atas guru dan peneliti sangat perlu dalam mengembangkan kreativitas anak, guru dan peneliti harus memberikan suatu kegiatan pembelajaran yang menarik agar dapat mengembangkan kreativitas anak melalui kegiatan membuat pola gambar sesuai dengan tema dengan menggunakan bahan alam biji-bijian (biji kacang tanah, kacang hijau, jagung kering, padi, kacang gude, kacang tolo putih). Peneliti memberikan kegiatan membuat pola gambar sesuai dengan tema dengan bahan alam biji-bijian (biji kacang tanah, kacang hijau, jagung kering, padi, kacang gude, kacang tolo putih) agar dapat meningkatkna kreativitas anak karena dengan melalui kegiatan membuat pola gambar sesuai dengan tema dan menggunakan bahan alam biji-bijian (biji kacang tanah, kacang hijau, jagung kering, padi, kacang gude, kacang tolo putih) disitulah anak dapat berkreasi sesuai dengan imajinasinya, anak dapat membuat pola gambar sesuai dengan tema, menghias pola gambar dengan alam alam biji-bijian (biji kacang tanah, kacang hijau, jagung kering, padi, kacang gude, kacang tolo putih) sesuai dengan kreativitas anak sendiri dan melalui media bahan alam yang digunakan dapat mempermudah kita dalam proses belajar karena medianya mudah di dapat di lingkungan sekitar kita.
Maka untuk meningkatkan kreativitas, peneliti menggunakan kegiatan membuat pola gambar sesuai dengan tema dengan menggunakan bahan alam biji- bijian (biji kacang tanah, kacang hijau, jagung kering, padi, kacang gude, kacang tolo putih) dan melalukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul
“Peningkatkan Kreativitas Anak Melalui Media BahanAlam Dengan
Menggunakan Biji-bijian di Kelompok B TK Dharma Wanita Parenring, Kec.Tanete Riaja. Kab Barru.
B. Masalah Penelitian 1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang, salah satu masalah utama dalam kegiatan pembelajaran anak usia dini, yaitu :
a. Kurangnya minat belajar anak karena media pembelajaran yang monoton.
b. Perkembangan kreativitas anak belum berkembang secara optimal.
c. Kreativitas kurang mendapat perhatian karena sistem pendidikan yang lebih mengembangkan kemampuan akademik seperti membaca, menulis, dan berhitung.
2. Alternatif Pemecahan Masalah
Untuk memecahkan masalah tentang Peningkatan Kreativitas Anak di Kelompok B Taman Kanak-Kanak Dharma Wanita Parenring maka penulis menerapkan kegiatan membuat pola gambar sesuai dengan tema dengan menggunakan bahan alam biji-bijian (biji kacang tanah, kacang hijau, jagung kering, padi, kacang gude, kacang tolo putih).
3. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, maka yang menjadi rumusan masalah adalah, Bagaimana Peningkatan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan membuat pola gambar, setelah itu melumuri gambar pola dengan lem, setelah gambar dilumuri lem, anak-anak menghias gambar tersebut dengan cara menyusun biji-bijian yang
telah tersedia. Dengan Menggunakan Bahan alam Biji-bijian (biji kacang tanah, kacang hijau, jagung kering, padi, kacang gude, kacang tolo putih) Di Kelompok B Taman Kanak-kanak Dharma Wanita Parenring?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarakan rumusan masalah maka tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Peningkatan Kreativitas Anak Dalam Kegiatan membuat pola gambar, setelah itu melumuri gambar pola dengan lem, setelah gambar dilumuri lem, anak-anak menghias gambar tersebut dengan cara menyusun biji-bijian yang telah tersedia. Dengan Menggunakan Bahan alam Biji-bijian (biji kacang tanah, kacang hijau, jagung kering, padi, kacang gude, kacang tolo putih)Di Kelompok B Taman Kanak-kanak Dharma Wanita Parenring.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini yaitu manfaat teoritis maupun praktis dapat dikemukakan sebagai berikut:
1. Manfaat Teoritis
a. Untuk objek penelitian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi dunia pendidikan pada umumnya dan PAUD khususnya di TK Dharma Wanita Parenring dijadikan sebagai acuan untuk meningkatkan kreativitas anak usia dini dalam kegiatan membuat pola gambar sesuai dengan temadengan menggunakan bahan alam biji-bijian (biji kacang tanah, kacang hijau, jagung kering, padi, kacang gude, kacang tolo putih).
b. Untuk peneliti, menambah pengetahuan tentang Penelitian Tindakan Kelas.
c. Untuk dijadikan referensi, dapat menjadi bahan rujukan bagi para peneliti selanjutnya.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi guru kegiatan melalui penggunaan media bahan alam dapat dijadikan alternative untuk meningkatkan kreativitas.
b. Bagi Kepala Sekolah, dapat menggunakan media bahan alam sebagai media pembelajaran yang dapat meningkatkan kreativitas anak.
c. Bagi orang tua dapat membantu pihak sekolah dalam meningkatkan kreativitas anak di rumah.
11 A. Kajian Pustaka
1. Hasil Penelitian yang Relevan
Pada dasarnya suatu penelitian yang akan dibuat dapat memperhatikan penelitian lain yang dapat dijadikan rujukan dalam mengadakan penelitian adapun penelitian terdahulu yang hampir sama diantaranya sebagai berikut :
Okda Firasaty (2017) dalam skripsinya yang berjudul,“Kreativitas Melukis Anak Usia Dini Melalui Media Bahan Limbah Di PAUD Islamic Centre Kabupaten Brebes Tahun ajaran 2017”. Menyimpulkan bahwa melalui melukis dengan teknik mozaik apakah dapat mengembangkan kreativitas anak dan merangsang anak berpikir kritis, imajinatif, dan kreatif. Dengan demikian melalui melukis dengan teknik mozaik sangat efektif untuk meningkatkan kreativitas anak.
Yeyen Herlini (2014) dalam skripsinya yang berjudul “Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Melukis Dengan Kelereng Di Kelompok B PAUD Citra Lestari Desa Suka Nanti Kecamatan Kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan Tahun Ajaran 2014”. Menyimpulkan bahwa apakah melalui melukis dengan kelereng dapat meningkatkan kreativitas anak.
Beberapa penelitian terdahulu di atas memiliki persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan peneliti, antara lain:
Tabel 2.1 Hasil Penelitian Relevan
No. Judul Penelitian Persamaan Perbedaan
1. Kreativitas Melukis Anak Usia Dini Melalui Media Bahan Limbah Di PAUD Islamic Centre Kabupaten Brebes Tahun ajaran 2017.
Kreativitas anak dalam kegiatan melukis
Perbedaannya
terletak pada lokasi penelitian, dan bahan yang digunakan untuk meningkatkan kreativitas.
2. Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Melukis Dengan Klereng Di Kelompok B PAUD Citra Lestari Desa Suka Nanti Kecamatan
Kedurang Kabupaten
Bengkulu Selatan Tahun Ajaran 2014.
Kreativitas anak melalui kegiatan melukis
Perbedaannya
terletak pada lokasi penelitian dan jenis penelitian.
Dari penelitian yang sudah dibahas dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan dari setia penelitian yaitu antara lain Okda Firasaty (2017) mengkaji tentang kegiatan melukis dapat meningkatkan kreativitas anak dalam bercerita melalui gambar. Yeyen Herlini (2014) mengkaji tentang pembelajaran melukis denga kelereng dapat mengasah kreativitas anak dalam berimajinasi dengan kegiatan melukis menggunakan kelereng dan mengasah kemampuan anak untuk menjadi anak yang lebih kreativitas dalam melukis.
Penelitian-penelitian tersebut di atas walaupun berbeda akan tetapi masih berhubungan dengan penelitian ini. Dengan demikian penelitian di atas mendukung penelitian ini. Pada penelitian ini menekankan pada kegiatan membuat pola gambar sesuai dengan tema dengan menggunakan bahan alam biji- bijian (biji kacang tanah, kacang hijau, jagung kering, padi, kacang gude, kacang tolo putih) untuk meningkatkan kreativitas anak usia dini.
2. Kreativitas
a. Pengertian kreativitas
Kreativitas merupakan pengalaman dalam mengekspresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu antara ketepatan dalam menganalisis permasalahan, namun ia dapat menentukan berbagai alternative jawaban yang benar dan berbagai sudut pandang secara cepat dan benar. Seseorang tidak mungkin dapat melakukannya jika iya bukan seorang yang cerdas.
Clarkl Monstakis (dalam Munandar, 1995) mengatakan bahwa kreativitas merupakan pengalaman dalam mengekspresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu antara ketepatan dalam menganalisis permasalahan, namun ia dapat menentukan berbagai alternative jawaban yang benar dan berbagai sudut pandang secara cepat dan benar. Seseorang tidak mungkin dapat melakukannya jika iya bukan seorang yang cerdas.Pola berpikir seperti ini disebut dengan berpikir divergen.Kreativitas merupakan salah satu ciri perilaku yang menunjukkan perilaku intellingence (cerdas), namun kreativitas dan intelingensi tidak selalu menunjukkan korelasi yang memuaskan. Sebab skor IQ (Intellingensi Quotient) yang rendah memang selalu diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah pula, namun skor IQ yang tinggi ternyata tidak selalu dibarengi oleh tingkat kreativitas yang tinggi pula.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan gagasan baru, memecahkan masalah dan
ide yang mempunyai maksud dan tujuan yang di tentukan. Sedangkan kreatif merupakan suatu sifat yang dimiliki oleh seseorang yang mempunyai kreativitas.
b. Ciri-ciri kreativitas
Menurut Supriadi (dalam Rachmawati Y, dan Euis Kurniati 2010:15) mengatakan bahwa ciri-ciri kreativitas dapat dikelompokkan dalam dua kategori, kognitif, dan nonkognitif. Ciri kognitif di antaranya orisinalitas, fleksibel,kelancaran, dan elaborasi. Sedangkan ciri nonkognitif di antaranya motivasi sikap dan kepribadian kreatif. Kedua ciri ini sama pentingnya, kecerdasan yang tidak ditunjang dengan kepribadian kreatif tidak akan menghasilkan apa pun. Kreativitas hanya dapat dilahirkan dari orang cerdas yang memiliki kondisi psikologi yang sehat. Kreativitas tidak hanya perbuatan otak saja namun variabel emosi dan kesehatan mental sangat berpengaruh terhadap lahirnya sebuah karya kreatif. Kecerdasan tanpa mental yang sehat sulit sekali dapat menghasilkan karya kreatif.
Menurut Guilford (dalam Susanto A, 2011:117) terdapat lima sifat yang menjadi ciri kemampuan berpikir kreatif , yaitu sebagai berikut:
1. Kelancaran (fluency), ialah kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan.
2. Keluwesan (flexibility), ialah kemampuan untuk mengemukakan bermacam-macam pemecahan atau pendekatan terhadap masalah.
3. Keaslian (originality), ialah kemampuan untuk memecahkan gagasan dengan cara-cara yang asli, tidak klise.
4. Elaborasi atau penguraian (elaboration), ialah kemampuan untuk menguraikan sesuatu dengan perinci, secara jelas dan panjang lebar.
5. Perumusan kembali (redefinition), ialah kemampuan untuk meninjau suatu persoalan bedasarkan perspektif yang berbeda dengan apa yang telah diketahui oleh banyak orang.
Selanjutnya Munandar (dalam Ahmad Susanto 2011:118), mengemukakan bahwa:
Ciri-ciri kreatifitas yaitu: (a) mempunyai daya imajinasi kuat, (b) mempunyai imajinatif, (c) mempunyai minta luas, (d) mempunyai kebebasan dalam berpikir, (e) bersifat ingin tahu, (f) selalu ingin mendapat pengalaman-pengalaman baru, (i) berani mengambil risiko, (j) berani berpendapat dan memiliki keyakinan.
Sund (dalam Ahmad Susanto 2011:119) menyatakan bahwa:
Ciri-ciri kreativitas sebagai berikut: (a) hasrat keingintahuan yang cukup besar, (b) bersifat terbuka terhadap pengalaman baru, (c) panjang akal, (d) keinginan untuk menemukan dan meneliti, (e) cenderung lebih menyukai tugas berat dan sulit, (f) cenderung mencari jawaban yang luas dan memuaskan, (g) memiliki dedikasi bergairah serta aktif dalam melaksanakan tugas, (h) menanggapi pertanyaan yang dijauhkan serta cenderung memberi jawaban lebih banyak, (i) kemampuan membuat analisis dan sintesis, (j) memiliki semangat bertanya serta meneliti, (k) memiliki daya abstraksi yang cukup baik, (l) memiliki latar belakang membaca yang cukup luas.
Ciri-ciri kreativitas berhubungan dengan kemampuan berpikir atau berpikir kreatif (berpikir divergen), ialah kemampuan menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah, yang penekanannya pada kuantitas, ketepatgunaan, dan keragaman jawaban lainnya, adalah ciri-ciri yang menyangkut sikap dan perasaan seseorang yang disebut dengan ciri efektif dan
kreativitas. Ciri-ciri ini merupakan ciri-ciri kreativitas yang berhubungan dengan kognisi, kemampuan berpikir seseorang dengan kemampuan berpikir kreatif.
c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kreativitas
Kreativitas merupakan potensi yang dimiliki seseorang yang dapat dikembangkan. Dalam mengembangkan kreativitas ini terdapat faktor-faktor yang dapat mendukung upaya dalam menumbuhkembangkan kreativitas. Empat hal dapat mendorong munculnya kreativitas yaitu: Pertama, memberikan ransangan mental baik pada aspek kognitif maupun kepribadian serta suasan psikologis.
Kedua, menciptakan lingkungan yang kondusif yang akan memudahkan anak untuk mengakses apa pun yang dilihatnya, dipegang, didengar, dan dimainkan untuk pengembangan kreativitasnya. Ketiga, peran serta guru dalam mengembangkan kreativitas, artinya ketika kita ingin anak menjadi kreatif, maka akan dibutuhkan juga guru yang kreatif pula dan mampu memberikan stimulasi yang tepat pada anak. Keempat, peran serta orang tua dalam mengembangkan kreativtas anak.
Menurut Hurlock (dalam Ahmad Susanto 2011:125):
Faktor-faktor pendorong yang dapat meningkatkan kreativitas anak yaitu: (1) Waktu untuk menjadi kreatif, kegiatan anak seharusnya jangan diatur sedemikian rupa sehingga hanya sedikit waktu bebas bagi mereka untuk bermain dengan gagasan, konsep, dan mencobanya dalam bentuk baru dan orisional. (2) Kesempatan menyendiri hanya apabila tidak mendapat tekanan dari kelompok sosial, anak dapat menjadi kreatif. (3) Dorongan terlepas dari seberapa jauh prestasi anak memenuhi standar orang dewasa utuk menjadi kreatif mereka harus terbebas dari ejekan dan kritik yang sering kali dilontarkan pada anak yang tidak kreatif. (4) Sarana untuk bermain dan kelak sarana lainnya harus disediakan untuk meransang dorongan eksperimentasi dan eksplorasi, yang merupakan unsur penting dari semua kreativitas. (5) lingkungan yang meransang lingkungan rumah dan sekolah harus meransang kretivitas. Ini harus dilakukan sedini mungkin sejak masa
bayi dan dilanjutkan hingga nama sekolah dengan menjadikan kreativitas, suatu pengalaman yang menyenangkan dan dihargai secara sosial. (6) Hubungan anak dan orang tua yang tidak posesif orang tua yang tidak terlalu melindungi atau terlalu posesif terhadap anak, mendorong anak untuk mandiri. (7) Cara mendidik anak mendidik anak secara demokratis dan permisif di rumah dan sekolah meningkatkan kreativitas, sedangkan cara mendidik otoriter memadamkannya. (8) Kesempatan untuk memperoleh pengetahuan kreativitas tidak muncul dalam kehampaan makin banyak pengetahuan yang doperoleh anak semakin baik dasar-dasar untuk mencapai hasil yang kreatif.
Adapun faktor-faktor penghambat kreativitas yang di kemukakan oleh Utami Munandar (Ahmad Susanto 2011:125) mengemukakan bahwa lingkungan yang menghambat dapat merusak motivasi anak, betapa pun kuatnya, dan dengan demikian dapat mematikan kreativitas.
Menurut Utami Munandar (Ahmad Susanto 2011: 126) bahwa ada empat cara yang mematikan kreativitas anak yaitu, evaluasi, hadiah, persaingan, dan lingkungan yang membatasi. Pertama, evaluasi. Dalam memupuk kreativitas anak, guru hendaknya tidak memberikan evaluasi atau menunda pemberian evaluasi sewaktu anak sedang asyik berkreasi. Kedua, hadia kebanyakan orang tua percaya bahwa memberi hadiah akan memperbaiki atau meningkatkan perilaku tersebut, ternyata tidak demikian, pemberian hadiah dapat merusak motivasi intrinsik dan mematikan kreaivitas. Ketiga, persaingan kompetisi atau persaingan lebih kompleks daripada pemberian evaluasi atau hadiah secara tersendiri, karena kompetisi meliputi keduanya. Biasanya persaingan terjadi apabila anak merasa bahwa pekerjaannya akan dinilai terhadap pekerjaan anak lain dan yang terbaik akan menerima hadiah. Hal ini terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan sayangnya dapat mematikan kreativitas. Keempat, lingkungan yang membatasi belajar dan
kreativitas tidak dapat ditingkatkan dengan paksaan, jika belajar dipakasakan dalam lingkungan yang amat membatasi, maka minat intrinsik anak dapat dirusak.
d. Strategi Pengembangan Kreativitas
Pengembangan kreativitas anak usia dini adalah dengan memberikan stimulus yang baik dan tepat, yaitu pembelajaran dengan bermain atau belajar sambil bermain. Dalam Garis-Garis Besar Program Kegiatan Belajar Taman Kanak-kanak 1994 disebutkan bahwa pengembangan daya cipta adalah kegiatan yang bertujuan untuk membuat anak kreatif, yaitu lancar, fleksibel, dan orisinal, dalam berutur kata, berpikir, serta berolah tangan dan berolah tubuh sebagai latihan motorik halus dan motorik kasar. Oleh karena itu, daya cipta harus ada dalam pengembangan meningkatkan kemampuan berpikir dan berbuat kreatif, mengembangkan keterampilan motorik kasar dan motorik halus anak dalam membuat karya-karya kreatif, memupuk apresiasi seni anak.
Aspek pengembangan kreativitas dalam Munandar (dalam Ahmad Susanto 2011:128), yaitu:
Aspek pribadi (Person), (1) pengembangan kreativitas ialah ungkapan dari keunikan individu dalam interaksi dengan lingkungannya.
Ungkapan kreatif ialah yang mencerminkan orisinalitas dari individu ini, dari pernyataan pribadi yang unik inilah dapat diharapkan timbulnya ide-ide baru dan produk-produk yang inovatif. Aspek pendorong (Press), (2) pengembangan kreativitas seseorang akan berkembang bila didukung oleh lingkungannya dan juga tidak terlepas dari dukungan intern yang datang dari dalam dirinya sendiri (motivasi internal) untuk menghasilkan sesuatu. Jika tidak bisa menyeleksi dengan baik, lingkungan dapat mendukung atau menghambat bakat- bakat kreatif seseorang. Aspek proses (process), (3) pengembangan kreativitas dalam angka mengembangkan kreativitas, anak perlu dikembangkan untuk menyibukkan dirinya secara kreatif. Guru hendaknya dapat meransang anak didik dalam kegiatan kreatif dengan membantu mengusahakan sarana dan prasarana yang diperlukan. Guru hendaknya memberikan kebebasan pada anak untuk mengekpresikan
dirinya secara kreatif. Aspek produk (product), (4) pengembangan kreativitas kondisi yang memungkinkan seseorang menciptakan produk kreatif yang bermakna adalah kondisi pribadi dan lingkungan, sejauh mana keduanya mendorong untuk melibatkan dirinya dalam proses kreatif. Dengan dimilikinya bakat dan ciri-ciri kreatif, dan dengan dorongan untuk berbuat kreatif maka produk-produk kreatif yang bermakna dengan sendirinya akan timbul. Guru hendaknya menghargai produk kreatif anak dan mengkomunikasikan kepada orang lain. Sehingga dapat menggugah minat anak untuk mengembangkan daya kreatifnya.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kreativitas anak adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan seseuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada, dimana kemampuan berpikir tingkat tinggi yang mengaplikasikan terjadinya eskalasi dalam kemampuan berpikir, ditandai oleh sukses, dsikontinuitas, diferensiasi, dan integrasi antara setiap tahap perkembangan.
3. Media Bahan Alam
a. Pengertian Media Bahan Alam
Menurut Whittaker (Nadia Fauziah, 2013:25). Bahan alam terdapat di alam dan ditemukan di tanah atau bagian dari hewan atau tumbuhan. Bahan alam juga terdapat di luar pintu kita atau dapat diperoleh dekat tempat tinggal kita.
Miller (Nadia Fauziah 2013:25).Bahan alam merupakan bahan yang terbatas dan mudah ditemukan hampir di lingkungan sekitar. Kemudian dilanjutkan dengan menyusun objek bahan alam dengan menggunakan lem dan bahan- bahanpendukung lainnya. Menurut Departement Education, Training and Employment (Nadia Fauziah 2013:26). Orang dewasa bisa membantu anak untuk meningkatkan kreativitas dengan memberikan kesempatan pada anak untuk
mengumpulkan bahan alam. Beragam bahan yang berasal dari alam digunakan dan memiliki bermacam- macam jenis.
Keuntungan dari penggunaan media bahan alam adalah tidak mengerluarkan biaya sama sekali. Selain penggunaan bahan akan mempengaruhi pengetahuan anak, bermain dan mengekspresikan ide. Bahan yang digunakan anak dapat menstimulasi daya kreatif imajinasi anak dan ekspresi artistik.
Menurut Chamey Isenberg & Jalongo (Nadia Fauziah 2013:25). Penggunaan bahan alam juga dapat digunakan untuk lebih dari sekali tema atau kegiatan yang akan di pakai dalam berbagai pembelajaran.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa media bahan alam adalah bahan yang mudah kita temukan dalam lingkungan sekitar atau di tempat tinggal kita sendiri dan bahan alam yang kita sering jumpai dapat kita daur ulang dengan apa yang kita inginkan.
b. Manfaat Media Bahan Alam
Media bahan alam merupakan media yang sering kita jumpai di lingkungan sekitar, baik itu dari hewan, tanah, dan tumbuhan jadi manfaat media bahan alam itu untuk memanfaatkan yang ada disekitar alam sebagai media menjadikan anak dapat belajar dengan kongret. Melalui media bahan alam, anak akan diberikan contoh yang nyata dan langsung dalam kegiatan pembelajaran yang di berikan. Bahan alam yang meliputi batang, ranting, daun, batu, biji-bijian, pasir, lumpur dan air. Anak dapat melakukan eksperimen dan eksplorasi dengan menggunakan bahan alam. Menurut Isenberg& Jalongo (Nadia Fauziah 2013:25).
Anak secara tidak langsung akan mengenal benda-benda atau bahan-bahan yang
ada disekitarnya seperti pasir, tanah, kulit jagung, biji dari pohon cemara, batu bata, beragam rumput, tumbuhan dan bunga yang asli. Anak dapat berinteraksi melalui nyanyian alam dan berjalan melewati taman dan pohon-pohon. Banyak hal-hal yang dapat dikenakan pada anak tentang alam. Menurut Miller (Nadia Fauziah 2013:25)
c. Langkah-langkah Menggunakan Bahan Alam
Secara umum ada 3 tahap atau langkah menggunakan bahan alam, antara lain yaitu:
1) Persiapan/Perencanaan, terdiri dari :
a) Mempelajari buku petunjuk media bahan alam.
b) Menyiapkan peralatan yang diperlukan untuk penggunaan media bahan alam.
c) Mengatur tatanan/susunan agar peserta didik dapat melihat.
mendengar dan memperhatikan dengan jelas.
d) Menetapkan media yang digunakan untuk sistem klasikal.
Kelompok atau individual.
2) Pelaksanaan (Penyajian dan Penerimaan)
a) Gunakanlah media sesuai dengan prosedur yang berlaku dari
masing-masing media (tiap media memiliki cara-cara yang berbeda dalam penggunaannya).
b) Hindari hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi peserta didik dalam menggunakan media, misalnya penerangan kurang, suara bising, kerusakan media, dan lain-lain.
3) Follow Up (Tindak Lanjut dan Evaluasi)
a) Adakan berbagai kegiatan yang dapat memantabkan pemahaman peserta didik terhadap pokok-pokok materi pelajaran.
b) Lakukan evaluasi terhadap media bahan alam, misalnya resitasi/pemberian tugas, tanya jawab, karya wisata, dan lain-lain.
4. Kreativitas Anak Melalui media Bahan Alam
Media bahan alam merupakan suatu alat interaksi atau berkomunikasi dengan menggunakan bahan alam yang berada dialam sekitar. Keuntugan dari penggunaan media bahan alam adalah tidak mengeluarkan biaya sama sekali.
Selain itu bahan-bahan yang dibutuhkan mudah didapat. Penggunaan media bahan alam ini mendukung anak memulai belajar, menstimulusi imajinasi, mudah untuk mengingat tentang pengalaman yang bermakna dan membangun komunikasi.
Selain itu mendekatkan anak pada alam akan membuat mengembangkan kecerdasan naturalis anak dan anak akan dekat dengan alam. Alam menyediakan banyak hal yang dapat dipelajari. Seperti anak dapat langsung belajar mengenai tanaman, hewan, tanah, batu, dan sebagainya.
Susanto (2011:111) mengemukakan bahwa:
Kreativitas yang memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya. Dalam era pembangunan ini tidak dapat dipungkiri bahwa kesejahteraan dan kejayaan masyarakat dan negara bergantung pada sumbangan kreatif, berupa ide-ide baru, penemuan-penemuan baru, dan teknologi baru dari anggota masyarakatnya. Untuk mencapai hal itu, perlulah sikap dan perilaku kreatif dipupuk sejak dini, agar anak didik kelak tidak hanya menjadi konsumen pengetahuan baru dan pencari kerja, tetapi mampu menciptakan pekerjaan baru (wiraswasta).
Menurut Rahmawati (Kurniati E, 2010:86). Adapun langkah-langkah kerja dalam kegiatan membuat pola gambar sesuai dengan tema dengan menggunakan bahan alam biji-bijian adalah, sebagai berikut:
1. Guru bersama-sama dengan anak-anak mempersiapkan bahan yang diperlukan untuk membuat lukisan biji-bijian (kacang tanah, jagung, kering, kacang hijau, padi, kacang tolo putih, kacang gude)
2. Proses pembuatan yang dapat dilakukan yaitu. Anak-anak membuat pola gambar pada kertas gambar yang tersedia.
3. Gambar yang dibuat anak-anak disesuaikan dengan imajinasi dan kreativitas anak tersebut.
4. Guru mengajak anak untuk melumuri gambar pola dengan lem.
5. Setelah gambar dilumuri lem, maka kegiatan selanjutnya adalah anak- anak menghias gambar tersebut dengan cara menyusun biji-biji yang tersedia sesuai dengan keinginan mereka.
6. Di akhir kegiatan anak-anak menceritakan gambar yang mereka buat.
Dari beberapa penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah membuat seseorang untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Artinya, kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru dan orisinil.
Seseorang anak yang menpunyai kreativtas yang berbeda-beda untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu sesuai dengan kemampuannya. Kreativitas mampu membuat seseorang menciptakan atau menghasilkan karya yang baru.
B. Kerangka Pikir
MenurutDrevdahl (Dian Pramesti 2007:25) mengatakam bahwa kreativitas merupakan kemampuan seseorang menghasilkan gagasan baru berupa kegiatan atau sintesis pemikiran yang menpunyai maksud dan tujuan yang ditentukan, bukan fantasi semata. Sedangkan kreatif merupakan sifat yang dimiliki oleh seseorang yang mempunyai kreativitas. Anak kreatif yaitu anak yang mampu memperdayakan pikirannya untuk menghasilkan suatu produk secara kreatif, penuh dengan inisiatif dan tidak selalu bergantung pada orang lain. Ketika anak mengeksperisikan pikirannya atau kegiatan yang berdaya cipta, berinisiatif sendiri, dengan cara-cara yang original, maka kita dapat mengatakan bahwa itu adalah anak yang kreatif.
Perkembangan kreativitas anak di kelompok B TK Dharma Wanita Parenring belum berkembang dengan optimal. Kreativitas sangatlah penting dikembangkan pada anak sejak usia dini untuk persiapan anak menghadapi kehidupan yang selanjutnya, karena banyaknya masalah dan tantangan hidup yang akan dihadapi anak dan anak akan berdaptasi dengan cara yang kreatif dan mencari pemecahan masalah yang imajinatif, anak memiliki potensi kreativitas alami, maka akan senantiasa menumbuhkan aktivitas dengan ide-ide kreatif.
Proses pembelajaran melalui kegiatan membuat pola gambar sesuai dengan tema dengan menggunakan bahan alam biji-bijian (bijikacangtanah, kacang hijau, jagung kering, padi, kacang gude, kacang tolo putih) dapat meningkatkan kreativitas anak karena pada kegiatan membuat pola gambar sesuai dengan tema dengan menggunakan bahan alam biji-bijian (biji kacang tanah, kacang hijau, jagung kering, padi, kacang gude, kacang tolo putih) anak dapat
berimajinasi sesuai dengan kreasinya dengan kreativitas anak masing-masing dan merupakan kegiatan menarik bagi anak. Anak dapat membuat pola gambar sesuai dengan tema, menghias pola gambar, bahan-bahan yang tersedia sesuai dengan kreativitas masing-masing. Pada saat kegiatan membuat pola gambar sesuai dengan tema dengan menggunakan bahan alam biji-bijian sama halnya dengan anak sedang bermain, sehingga dalam proses pembelajarannya berlangsung dengan menyenangkan dan dapat meningkatkan kreativitas anak. Dari itu peneliti memilih kegiatan kegiatan membuat pola gambar sesuai dengan tema dengan menggunakan bahan alam biji-bijian (biji kacang tanah, kacang hijau, jagung kering, padi, kacang gude, kacang tolo putih) untuk meningkatkan kreativitas anak baik dalam kegiatan pembelajaran di sekolah maupun kegiatan di lingkungan sekolah.
Berdasarkan uraian di atas maka di buatlah bagan sebagai berikut:
Bagan 2.1 Kerangka Pikir
C. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan kajian teori dan kerangka pikir yang telah diuraikan sebelumnya, hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah kreativitas anak di Kelompok B TK Dharma Wanita Parenring dapat ditingkatkan melalui kegiatan kegiatan membuat pola gambar sesuai dengan tema dengan menggunakan
Kondisi awal
Kreativitas Anak belum berkembang karena media pembelajaran yang
monoton
Kreativitas anak dalam menyusun biji-bijian pada pola gambar belum berkembang
Tindakan
Menggunakan media bahan alam berupa biji-bijian yan di susun dalam pola gambar.
Siklus I: Anak menyusun biji- bijian pada pola gambar sesuai dengan tema.
Kondisi akhir
Kreativitas anak dalam menyusun biji-bijian pada pola gambar
berkembang sangat baik.
Siklus II: Anak melakukan kegiatan
membuat pola gambar setelah pelaksanaan penilaian pada siklus I
bahanalam biji-bijian (bijikacangtanah, kacang hijau, jagung kering, padi, kacang gude, kacang tolo putih).
28
METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Penelitian Tindakan Kelas adalah upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan keprofesionalan guru maupun peneliti.Dalam pelaksanaannya peneliti dan guru perlu melakukan segala langkah penelitian ini secara bersama-sama (kolaboratif) dari awal hingga akhir.Secara lebih luas penelitian tindakan diartikan sebagai penelitian yang berorientasi pada penerapan tindakan dengan tujuan peningkatan mutu atau pemecahan masalah pada sekelompok subyek yang diteliti dan mengamati tingkat keberhasilan atau akibat tindakannya.
Menurut Kardiawarman(Paizaluddin dan Ermalinda 2016:6) mengatakan bahwa Penelitian Tindakan Kelas berasal dari bahasa inggris Classroom Action Research, yang berarti penelitian yang dilakukan pada sebuah kelas untuk
mengetahui akibat tindakan yang diterapkan pada suatu subyek penelitian di kelas tersebut.
Menurut Wardani (Selvi Widiastuti 2013:38) Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Action Research), yaitu rancangan penelitian berdaur ulang (siklus). Hal ini mengacu pada “penelitian tindakan kelas mengikuti proses siklus atau daur ulang mulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi (perenungan, pemilihan, dan evaluasai)”
B. Lokasi dan Subjek Penelitian
Penelitian ini akandilaksanakan di kelompok B TK Dharma Wanita Parenring yang berlamat jalan pendidikan. Penelitian dilaksanakan pada semester genap yaitu bulan 10 tahun 2019. Pada penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah anak-anak di kelompok B TK Dharma Wanita Parenring yang berjumlah 11 anak yang terdiri dari 6 laki-laki dan 5 prempuan yang berada pada rentang usia 5-6 tahun.
C. Faktor yang Diselidiki
Pada penelitian ini, faktor yang diselidiki adalah kreativitas anak di Kelompok B TK Dharma Wanita Parenring.
D. Prosedur Penelitian
Adapun penelitian yang di gunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas berasal dari bahasa inggris Classroom Action Research, yang berarti penelitian yang dilakukan pada sebuah kelas untuk mengetahui akibat tindakan yang diterapkan pada suatu subyek penelitian di kelas tersebut Kardiawarman (Paizaluddin dan Ermalinda 2016:6)
Pelaksanaan penelitian tindakan adalah proses yang terjadi dalam suatu lingkaran yang terus-menerus.
Siklus I
Siklus II
Bagan 3.1 Prosedur Penelitian Pelaksanaa
n Perencanaa
n Observasi
Refleksi
Perencanaa
Refleksi Pelaksanaa
Observasi
Adapun langkah-langkah pelaksanaan PTK yaitu, sebagai berikut:
1. Perencanaan
Persiapan yang akan dilakukan dalam tahap perencanaan penelitian ini adalah:
a. Membuat dan menyusun Rencana Kegiatan Harian sesuai dengan Tema pada hari itu di kelompok B TK Dharma Wanita Parenring Kec. Tanete Riaja. Kab. Barru.
b. Mempersiapkan kelas yang akan digunakan untuk pembelajaran yaitu kelompok B.
c. Menyiapkan alat dan bahan untuk melakukan kegiatan membuat pola gambar sesuai dengan tema dan alat lainnya yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
d. Menyiapkan instrumen penilaian berupa lembar observasi anak dan guru dan panduan yang akan digunakan dalam proses kegiatan membuat pola gambar sesuai dengan tema dan menggunakan bahan alam biji-bijian (kacang tanah, jagung kering, kacang hijau, padi, kacang tolo putih, kacang gude)
e. Mempersiapkan buku catatan serta kamera untuk mendokumentasikan berlangsungnya kegiatan peningkatan kreativitas melalui lukisan biji- bijian (kacang tanah, jagung kering, kacang hijau, padi, kacang tolo putih, kacang gude)
2. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan yaitu implementasi atau penerapan rancangan, yaitu melakukan tindakan di kelas. Pada tahap ini guru harus ingat dan taat pada rencana yang sudah disepakati dan dirumuskan oleh guru dan peneliti. Pada tahap ini guru melaksanakan tindakan sesuai dengan Rencana Kegiatan Harian dan prosedur penelitian yang telah disusun bersama. Guru sebagai pelaksanaan tindakan dan peneliti sebagai pengamat jalannya proses tindakan
3. Observasi atau Pengamatan
Pelaksanaan observasi oleh oleh peneliti dilakukan pada waktu tindakan sedang dilakukan. Jadi keduanya berlangsung dalam waktu yang sama, pada penelitian ini peneliti bertindak sebagai observer. Selama proses pembelajaran berlangsung peneliti mengamati jalannya proses kegiatan kegiatan membuat pola gambar sesuai dengan tema dengan menggunakan bahan alam biji-bijian (kacang tanah, jagung kering, kacang hijau, padi, kacang tolo putih, kacang gude). Peneliti mengamati anak dan guru ketika proses pembelajaran membuat pola gambar, dan melumuri pola gambar dengan lem, setelah itu menghiasi pola gambar dengan cara menyusun biji-bijian (kacang tanah, jagung kering, kacang hijau, padi, kacang tolo putih, kacang gude) yang telah disediakan, pengamatan dalam proses kegiatan kegiatan membuat pola gambar sesuai dengan tema dengan menggunakan media bahan alam biji-bijian dilakukan oleh penliti untuk mengamati aspek-aspek kreativitas yang ada pada diri anak saat kegiatan membuat kegiatan membuat pola gambar sesuai dengan tema dengan menggunakan media bahan alam biji-bijian (kacang tanah, jagung kering, kacang hijau, padi, kacang calika, biji kace), kegiatan tersebut dilakukan untuk
mengumpulkan data-data yang akan diolah untuk menentukan tindakan akan yang dilaksanakan selanjutnya.
4. Refleksi
Kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah terjadi. Istilah refleksi dilaksanakan ketika guru pelaksanaan sudah selesai melakukan tindakan, kemudian berhadapan dengan peneliti dan subjek peneliti untuk bersama-sama mendiskusikan implementasi rancangan tindakan. Guru dan peneliti melaksanakan analisis terhadap hasil pengamatan yang dilakukan. Dari hasil pengamatan tersebut peneliti melakukan refleksi sekiranya terdapat kekurangan atau kelebihan. Kemudian guru dan peneliti mencari solusi terhadap kekurangan tersebut untuk perbaikan pada siklus selanjutnya. Hal ini dilakukan agar dapat terjadi peningkatan kreativitas pada siklus selanjutnya. Apabila belum terjadi peningkatan pada silklus ini, maka dilanjutkan siklus selanjutnya sampai terjadi peningkatan sesuai dengan target yang telah dibuat.
E. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Lembar Observasi (cheklist)
Lembar observasi digunakan agar peneliti lebih terarah dalam melakukan observasi sehingga hasil data yang didapatkan mudah diolah. Lembar Observasi tersebut digunakan untuk mengetahui kreativitas anak melalui kegiatan lukisan.
Tabel 3.1 Kisi-kisi Lembar Observasi Anak (checklist)
No Aspek yang diamati Indikator
1. Kelancaran Mampu membuat lukisan dari bahan alam biji-bijian dengan tepat waktu.
2.
Keluwesan
Mampu mengkreasikan lukisan dari bahan alam dengan menggunakan macam-macam biji-bijian.
3.
Keaslian
Membuat karya lukisan biji-bijian sendiri persis dengan apa yang di hasilkan anak.
4. Elaborasi Mampu menguraikan ide melalui
hasil karya lukisan biji-bijian.
5.
Perumusan Kembali
Mampu menghasilkan karya lukisan dengan menggunakan biji-bijian berbeda dengan yang lain.
Tabel 3.2 Kisi-kisi Lembar Observasi Guru (checklist)
No Keterangan
1. Persiapan/perencanaan, terdiri dari
a) Mempelajari buku petunjuk media bahan alam.
b) Menyiapkan peralatan yang diperlukan untuk penggunaan bahan alam.
c) Mengatur tatanan/susunan agar peserta didik dapat melihat, mendengar dan memperhatikan dengan jelas.
d) Menetapkan media yang digunakan untuk sistem klasikal, kelompok atau individual.
2. Pelaksanaan (Penyajian dan Penerimaan)
a) Gunakanlah media sesuai dengan prosedur yang berlaku dari masing-masing media (tiap media memiliki cara-cara yang bebeda dalam penggunaannya)
b) Hindari hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi peserta didik dalam menggunakan media, misalnya penerangan kurang, suara bising, kerusakan media, dan lain-lain.
3. Follow Up (Tindakan Lanjut dan Evaluasi)
a) Adakan berbagai kegiatan yang dapat memantapkan pemahaman peserta didik terhadap pokok-pokok materi pelajaran.
b) Lakukan evaluasi terhadap media baha alam, misalnya resitasi/pemeberian tugas, tanya jawab, karya wisata, dan lain-lain.
F. Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah:
1. Observasi
Observasi merupakan cara mengumpulkan data untuk mendapatkan informasi dengan cara pengamatan langsung terhadap proses pembelajaran. Agar observasi lebih terarah, maka digunakan pedoman observasi yang dikembangkan oleh guru dengan mengacu pada indikator yang telah ditetapkan.Kegiatan observasi dilakukan secara kolaboratif antar peneliti dan guru.
2. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan metode untuk memperoleh atau mengetahui sesuatu dengan buku-buku, arsip yang berhubungan dengan yang diteliti.
Dokumentasi juga digunakan untuk mengambil gambar atau merekam kejadian- kejadian dan memperoleh data sekolah yang terjadi selama proses penelitian di Kelompok B TK Dharma Wanita Parenring serta foto rekaman proses tindakan penelitian, dan dalam pengambilan dokumentasi dilaksanakan pada waktu proses pembelajaran berlangsung, dimana guru memberikan suatu pembelajaran pada peserta didik dan peserta didik memberikan respon kepada ibu guru, misalnya ibu guru memberikan tugas pada peserta didik, maka peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan oleh ibu guru, dan mematuhi perintah yang dikatakan oleh ibu guru.
G. Teknik Analisis Data
Teknik yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif yang dikembangkan oleh Latri (Selvi Widiastuti 2013:42) yang terdiri dari tiga tahap kegiatan yaitu:
1. Mereduksi data, yaitu proses kegiatan menyeleksi, memfokuskan, dan menyederhanakan semua data yang telah diperoleh, mulai dari awal pengumpulan data sampai penyusunan laporan penelitian.
2. Menyajikan data. Menyajikan data dilakukan dalam rangka mengorganisasikan hasil reduksi dengan cara menyusun secara naratif sekumpulan informasi yang telah diperoleh dari hasil reduksi, sehingga dapat memberikan kemungkinan penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.
3. Menarik kesimpulan, yaitu memberikan kesimpulan terhadap hasil penafsiran. Kegiatan ini mencakup pencarian makna data serta memberi penjelasan.
Data yang dianalisis yaitu hasil yang diperoleh pada pelaksanaan pembelajaran untuk peningkatkan kreativitas anak melalui penggunaan media bahan alam dengan menggunakan biji-bijian (kacang tanah, jagung kering, kacang hijau, padi, kacang tolo putih, kacang gude).Analisis data yang dilakukan oleh peneliti yaitu hasil penelitian pada tiap siklus peneliti membuat perbandingan presentase kemampuan anak sebelum tindakan dan sesudah tindakan dengan pembelajaran untuk meningkatkan kreativitas anak melalui penggunaan media bahan alam dengan menggunakan media bahan alam biji-bijian (kacang tanah,
jagung kering, kacang hijau, padi, kacang tolo putih, kacang gude). Adapun rumus yang digunakan untuk mencari presentase dalam penelitian ini adalah sebagai berikut
Keterangan
F = frekuensi yang dicari presentasinya
N = Number of cases (jumlah frekuensi atau banyaknya individu) P = Angka presentasi
Arikunto (2010:192) menyatakan bahwa data tersebut diinterpresentasikan dalam empat tingkatan yaitu
1. Kriteria baik, yaitu apabila nilai yang diperoleh anak antara 76- 100.
2. Kriteria cukup, yaitu apabila nilai yang diperoleh anak antara 56- 75.
3. Kriteria kurang, yaitu nilai yang diperoleh anak antara 42-55.
4. Kriteria tidak baik, yaitu apabila nilai yang diperoleh anak antara 0-40.
H. Indikator Keberhasilan
Sesuai dengan karakteristik penelitian tindakan kelas, dalam penelitian ini dinyatakan berhasil apabila ada perubahan atau peningkatan terhadap hasil belajar yang diperoleh anak setelah diberikan tindakan. Dan menguasai 2 aspek perkembangan kreativitas yaitu aspek penguasaan, aspek kelancaran, dimana
aspek penguasaan yaitu dimana anak sudah mampu menguasai jenis biji-bijian yang dilakukan dalam proses kegiatan melukis biji-bijian, sedangkan aspek kelancaran yaitu dimana anak sudah mampu dalam memilih, menempel, dan menyelesaikannya dengan tepat waktu pada kegiatan membuat pola gambar sesuai dengan tema, untuk menentukan keberhasilan dan keefektifan penelitian ini, maka dirumuskan indikator kinerja yang digunakan sebagai acuan keberhasilan. Adapun keberhasilan penelitian ini adalah kreativitas anak didik mengalami peningkatan dari 80%.
39
A. Gambaran Umum TK Dharma Wanita Parenring 1. Profil TK Dharma Wanita Parenring
Penelitian ini telah dilaksanakan di kelompok B Taman Kanak-kanak Dharma Wanita Parenring di Jalan Petta Makka. Kelurahan Lompo Riaja.
Kecamatan Tanete Riaja. Kabupaten Barru. Taman Kanak-kanak Pusat PAUD Dharma Wanita Parenring didirikan pada tanggal 29 September 2001. No Akte Notaris no. 57. No Izin Operasional 420/1049/ DP – TU / 2017 Berlaku sampai 2020. No. NPSN 403166803. Akreditasi B letak di pinggir jalan raya parenring.
TK Dharma Wanita Parenring cukup kondusif jika digunakan untuk proses pembelajaran. Sekolah ini berhadapan langsung dengan jalan raya parenring. Hal ini sangat mendukung proses pembelajaran karena anak didik tidak terganggu dengan keramaian kendaraan bermotor. Saat ini Taman Kanak-kanak Pusat PAUD TK Dharma Wanita Parenring memiliki 4 personil pada struktur organisasi terdiri Kepala taman kanak-kanak 1 (satu) orang bernama ibu HJ. ST Kastiah S.Pd, guru kelas 3 orang.
a. Visi
Menumbuhkembangkan anak usia dini agar menjadi peserta didik yang cermat yaitu cerdas, kreatif, beriman, dan hemat, siap memasuki pendidikan dasar.
b. Misi
1) Mengembangkan daya kreatif, kecerdasan dan kompetensi dasar melalui kegiatan pembelajaran.
2) Memberi pembinaan kepada anak untuk melayani kebutuhan dan mengatasi permasalahannya sendiri.
3) Memberikan pendidikan budi pekerti yang dilandasi oleh nilai-nilai agama dan budaya.
4) Membiasakan untuk hidup hemat.
5) Membiasakan anak untuk bersikap santun dalam segala kegiatan.
6) Menyiapkan anak untuk bersikap santun dalam segala kegiatan.
7) Menyiapkan anak untuk siap memasuki pendidikan dasar.
c. Tujuan
1) Mempersiapkan anak usia dini untuk memasuki pendidikan dasar dengan belajar sambil bermain.
2) Terwujudnya suasana TK yang kondusif dan administrasi yang transparan dan tertib.
3) Mengasuh dan membina peserta didik dengan penuh kasih sayang dan kesabaran.
4) Mengembangkan minat anak agar cerdas, kreatif, terampil, mandiri dan beriman
2. Deskripi Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B dengan jumlah 11 anak yang terdiri dari 5 anak laki-laki dan 6 anak prempuan. Berdasarkan hasil pengamatan yang peneliti lakukan terkait dengan perkembangan anak, permasalahan yang muncul pada anak kelompok B yaitu kreativitas anak yang belum berkembang, di kelompok B masih pada kriteria kurang berkembang kreativitas anak, karena guru pada saat melakukan pembelajaran tentang kreativitas, di mana anak masih kurang dalam mengkreasikan hasil pikirannya sendiri, melainkan mengikuti dengan yang di contohkan oleh ibu guru.
B. Hasil penelitian 1. Pra Tindakan
Jumlah peserta didik di kelompok B berjumlah 11 anak, jumlah tersebut dikatakan cukup banyak karena dengan ruangan yang cukup besar, sehingga konsentrasi anak tidak terganggu dan fokus dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran berlangsung kurang kondusif, karena ada beberapa anak yang kurang memperhatikan apa yang dijelaskan oleh guru, beberapa anak masih sibuk dengan bermain dengan temannya atau berbicara dengan temannya, itulah salah- satu penyebab anak kurang tertarik dalam mengikuti pelajaran khususnya dalam kegiatan membuat pola gambar, setelah itu melumuri gambar pola dengan lem, setelah gambar dilumuri lem, anak-anak menghias gambar tersebut dengan cara menyusun biji-bijian yang telah tersedia, dengan Menggunakan Bahan alam Biji- bijian (biji kacang tanah, kacang hijau, jagung kering, padi, kacang gude, kacang tolo putih), selain itu karena sistem pendidikan yang lebih mengembangkan
akademik membaca, menulis, dan berhitung, dan media pembelajaran yang monoton, dikatakan monoton karena hanya memakai media yang sama khususnya. Kegiatan membuat pola gambar, setelah itu melumuri gambar pola dengan lem, setelah gambar dilumuri lem, anak-anak menghias gambar tersebut dengan cara menyusun biji-bijian yang telah tersedia, dengan Menggunakan bahan alam Biji-bijian (biji kacang tanah, kacang hijau, jagung kering, padi, kacang gude, kacang tolo putih) sehingga menimbulkan rasa cepat bosan pada anak dan berpengaruh pada peningkatan kreativitas anak dalam berpikir dan berbuat kreatif. Masih banyak anak kurang dalam kegiatan membuat pola gambar sehingga ini menjadi landasan untuk peningkatan kreativitas anak dengan menggunakan media bahan alam biji-bijian (biji kacang tanah, kacang hijau, jagung kering, padi, kacang gude, kacang tolo putih).
a. Proses Pembelajaran
Proses pembelajaran peningkatan kreativitas anak dalam kegiatan membuat pola gambar, setelah itu melumuri gambar pola dengan lem, setelah gambar dilumuri lem, anak-anak menghias gambar tersebut dengan cara menyusun biji-bijian yang telah tersedia, dengan Menggunakan Bahan alam Biji- bijian (biji kacang tanah, kacang hijau, jagung kering, padi, kacang gude, kacang tolo putih) di TK Dharma Wanita Parenring. Pembelajaran tersebut disusun oleh guru dengan alokasi waktu 60 menit. Pada awal pembelajaran berlangsung seperti biasanya yang diawali dengan anak berbaris depan kelas sambil bernyanyi lagu
“lihat kebunku” setelah itu anak berbaris rapi dan salaman dengan ibu guru dan setelah anak salaman, anak-anak membuka sepatunya dan menyimpan di rak