1
PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Al-Qur’an juga dapat diartikan sebagai sumber Agama atau ajaran Islam yang pertama dan utama. Menrurut keyakinan ummat Islam yang diakui kebenaranyya. Al-Qur’an adalah kitab suci yang memuat firman- firman Allah SWT, sama benar yang disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul Allah SWT selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Tujuan utamanya yaitu menjadi pedoman atau petunjuk bagi ummat manusia dalam kehidupannya untuk mencapai kesejahterahan didunia dan kebahagiaan diakhirat1
Seandainya umat manusia senantiasa berpegang teguh kepadanya niscaya mereka tidak akan sesat selama-lamanya. Hal ini sesuai dengan jaminan yang telah diberikan oleh Nabi saw. yang berbunyi :”Aku tinggalkan pada kalian dua pusaka, selama kalian berpegang teguh pada keduanya niscaya kalian tidak akan sesat sesudahnya: Kitab Allah (Al-Qur'an) dan Sunahku .... (HR al-Hakim dan Abu Hurairah).
Selain itu, allah juga menjelaskan dalam firmannya yang artinya
“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan permulaan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia
1 Ali, Daud, Mohammad, Pendidikan Agama Islam. (Pt Raja Grafindo Persada, Jakarta) h 93
dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang batil .... (QS AI-Baqarah: 185)2
Ayat dan hadits tersebut menjelaskan tujuan diturunkannya al-qur’an untuk menuntun mereka ke jalan yang benar demi memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Jadi, Al-Qur'an merupakan pedoman yang tepat bagi umat manusia dalam menjalani kehidupan di dunia yang fana ini agar mereka tidak salah kaprah, dan mengakibatkan kefatalan, baik terhadap diri mereka maupun keluarga dan masyarakat. Meskipun demikian, kita harus mencari solusi untuk mendapatkan petunjuk Al-Qur'an agar kita selamat dan sukses dalam menempuh kehidupan di dunia ini dan di akhirat kelak.
Untuk mewujudkan hal itu maka pemakalah mebahas tentang konsep dasar pendidikan menurut al-qur’an dengan rumusan masalah: (1) Apa Ruang lingkup pendidikan (2)Mengertahui konsep pendidikan dalam Al-Qur’an (3) Implikasi Kependidikan Dalam Al-Qur’an
B. Rumusan Masalah
1. Apa Ruang lingkup pendidikan?
2. Apa konsep dari pendidikan dalam Al-Qur’an?
3. Bagaimana Implikasi Kependidikan Dalam Al-Qur’an?
2 http://makalahmonggosedoyo.blogspot.com/2015/12/dasar-dan-asas-asas-pendidikan- dalam-al.html?m=1 di akses pada tanggal 29 oktober 2018, pukul 15:00 WITA
BAB II PEMBAHASAN A. Ruang Lingkup Pendidikan
1. Pengertian Pendidikan
Pendidikan secara terminology dapat diartikan sebagai pembinaan, pembentukan, pengarahan, pencerdasan, pelatihan yang ditunjukan kepada semua anak didik secara formal maupun formal dengan tujuan membentuk anak didik cerdas, berkepribadian, memiliki keterampilan atau keahlian tentu sebagai bekal dikehidupannya bermasyarakat3.
Pendidikan adalah sebuah program yang mengandung komponen visi, misi dan tujuan kurikulum, peoses belajar mengajar guru, murid,sarana dan prasarana biaya manajemen dan pengelolaan, akademi atmosfer, kelembagaan lingkungankerjasama, system informasi dan evaluasi sebagai sebuah system ke 16 komponen pendidikan memiliki hubungan funsional antara satu dengan yang lain4
Pada hakekatnya pendidian merupakan pelatihan keterampilan setelah manusia mengetahui penetahuan manusia yang memadai dari olah pikirnya. Keterampilan yang dimaksud adalah suatu keahlian tertentu yang membantu manusia dalam menjalani kehidupannya5.
3 Basri Hasan Filsafat Pendidikan Islam ( Cet: I November Cv Pustaka Setia Bandung, 2009) h 53
4 Nata Abudding, Manajemen Pendidikan Mengatasi Kelemahan Pendidikan Islam Diidinesia, (Cet III, April Pfajar Interpratama, Jakarta, 2008) 64
5 Ibid Basri Hasan Filsafat Pendidikan Islam ( Cet: I November Cv Pustaka Setia Bandung, 2009) h 56
Selama ini buku-buku pendidikan ilsam paling kurang 3 kata yang dihubungkan dalam pendidikan islam yaitu : al-tarbiyah, al-ta’lim dan al- ta’dib. Dari keriga istilah tersebut term yang populer digunakan dalam praktek pendidikan Islam adalah term al-tarbiyah. Sedangkan term al- ta’dib dan al-ta’lim jarang sekali digunakan. Padalah kedua istilah tersebut telah digunakan sejak awal pertumbuhan pendidikan Islam. Walaupun demikian, dalam hal-hal tertentu, ketiga terma tersebut memiliki kesamaan makna. Namun secara esensial, setiap term memiliki perbedaan, baik secara tekstual maupun kontekstual6
2. Factor-Faktor Pendidikan a. Factor Tujuan
Secara garis besaar tujuan pendidikan ialah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan kehidupan Indonesia yang seutuhnya7. Adapun tujuan pendidikan dalam bentuk teksonomi (system klasifikai) yaitu meliputi8:
1) Pembinaan kepribadian (nilai formil)
Sikap (attitude)
Daya piker praktis rasional
Obyektifitas
Loyalitas pada bangsa dan idiologi
6 T.D] Abuddin Nata, Ilmu Pendidikan Islam, h 7
7Hasbullah, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan Islam Edisi Refisi (Cet 12 April, Pt Rajagrafindo Persada, Jakarta. 2015) h 12
8 Zulhairini, Dkk Filsafat Pendidikan Islam (Cet: 6 April, PT Bumi Aksara Jakarta, 2012) h 161
Sadar nilai-nilai moral dan agama 2) Pembina aspek pengetahuan (nilai materil)
3) Pengembangan aspek kecakapan, keterampilan (skill) nilai-nilai praktis
4) Pembinaan jasmani yang sehat
Tujuan pendidikan ialah perubahan yang diinginkan, yang diusahakan dalam proses pendidikan untuk mencapai, baik pada tingkah laku individu baik dalam kehidupan pribadinya maupun dalam masyarakat serta pada alam sekitar individu itu hidup atau pada proses pendidikan itu sendiri dan pengajaran sebagai suatu kegiata asasi dan sebagai proposisi diantara profesi asasi dalam masyarakat9.
b. Factor Pendidik
1) Pengertian Pendidik
Pendidik ialah siapa saja yang memiliki tanggungjawab terhadap perkembangan anak didik10. menurur drs. H. A. ametembu, guru adalah semuah orang yang berwenang yang bertanggungjawab terhadap pendidikan murid, baik secara individual maupun klasikal, baik disekolah maupun diliar sekolah11 Dalam pengertian ini dapat disimpulkan bahwa guru dalam melaksanakna pendidikan baik secara formal maupun non formal dituntut untuk mendidik dan mengajar.
9 Arifin Ilmu Pendidikan Islam (Cet @ Januari, PT Bumi Aksara, Jakarta, 2006) H 29
10 , Tafsir Ahmad, Ilmu Pendidikan Islam, (Cet September, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2013) h 119
11 Hawi Akmal, Kompotensi Guru Pendidikan Islam, (Cet 2 April, Rajagrafindo Persada, Jakarta 2014) h 9
Karna keduanya mempunyai peranan penting dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan yang ideal dalam pendidikan.
c. Factor Anak Didik
Anak didik adalah setiap orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok orangyang menjalankan kegiatan kependidikan.
3. Cara Melaksanakan Pengajaran12
a. Menentukan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada jam pelajaran yang bersangkutan.
b. Menentukan entering behavior yang artinya guru menentukan kodisi siswanya yang mencangkup kondisi umumserta kondisi kesiapan kemampuan belajarnya
c. Menentukan prosedur langkah-langkah mengajar 4. Model-model pendidikan ahklak dalam al-qur’an
a. Model perintah13
Perintah dalam pendidikan ahklak adalah system pendidikan yang dapat memberrikan kemampuan seseorang untuk memimpin kehidupannya sesuai dengan ajaran islam, khususnya yang terkait dengan amal atau perbuatan melakukan perintah, nilai-nilai perintah islam tersebut mampu menjiwai dan mewarnai kepribadiannya.
12 Ibid, Tafsir Ahmad, Ilmu Pendidikan Islam, ….. h 198-199
13 Syarfi Ulil Amril, Pendidikan Karakter Berbasis Al-Qur’an (Cet Ke 2 Maret, Pt Rajagrafindo Persada, Jakarta) h 140
b. Model Larangan14
Model larangan merupakan pembatasan kebebasan dalam dunia pendidikan yang bias mewujudkan dalam bentuk tataran kurikulim yang mendukung proses pendidikan atau pencarian ilmu yang tidak menyuimpangdari nilai kebenaran. Implikasi metode larangan adalah berupa pembatasan-pembatasan dalam proses pendidikan dan pembatasan itu dapat dilakukan dengan kalimat melarang atau mencega yang diintegralkan pada kurikulum.
c. Model pembiasaan 15
Model pendidikan yang terkait denga perilaku ataupun sikap tanpa diikuti atau didukung dengan adanya peraktek pembiasaanmaka pendidikan itu hanya menjadi angan-angan belaka karna pembiasaan dalam proses pendidikan sangat dibutuhkan. Model pembiasaan mendorong dan memberikan raung kepada adak didik pada teori-teori yang membutuhkan aplikasi langsung hingga teori yang terat bias menjadi ringan bagi anak didik bila kerap kali dilaksanakan.
d. Model keteladanan
Keteladanan guru adalah suatu perbuatan atau tingkah laku yang baik, yang patut ditiruoleh anak didik yang dilakukan oleh seorang guru didalam tugasnya sebagai pendidik, baik tuturkata ataupun
14 Ibid ………..h 112
15 Ibid………. h 139-140
perbuatannya yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh murid, baik disekolah maupun dilingkungan masyarakat.16
Salah satu aspek terpenting dalam mewujudkan itegretasi iman, ilmu dan ahklak adalah dengan adanya figure utama yang menunjang hal tersebut. Keteladdanan merupakan aspek penting dari proses pendidikan. Para pendidik dituntut memiliki kepribadian dan intelektualitas yang baik dan sesuai dengan islam sehingga konsep pendidikan yang diajarkan dapat lansung diterjemahkan melalui diri para pendidik17
B. Konsep Pendidikan Menurut Al-Qur’an18 1. Qs Al-Alaq Ayat 1-5
“Artinya, Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”.
Maksud dari ayat ini sangat jelas bahwa konsep pertama dalam pendidikan adalah membaca. Pada surat Al-Alaq (96) ayat 1 hingga 5, proses belajar mengajar berlangsung dari tuhan kepada Nabi Muhammad
16 Ibid Hawi Akmal, Kompotensi Guru Pendidikan Islam, …..(h 93
17Ibid Syarfi Ulil Amril, Pendidikan Karakter ….. h 140
18 Http://Sitinurulhasanah06.Blogspot.Com/2016/03/Konsep-Pendidikan-Islam-Dalam- Al-Quran.Html?M=1 (Siakses Pada 1 September, 2018 Pukul 21:30 WITA)
SAW. Melalui metode membaca (iqra`) Tuhan (melalui Malaikat Jibril) ingin agar Nabi Muhammad SAW membacakan segala sesuatu yang disampaikan oleh Malaikat Jibril. Para ulama tafsir melihat bahwa kata kerja perintah membaca (fi’il amr) yakni kalimat iqra` (bacalah) pada ayat pertama Al-alaq tersebut tidak ada objek atau maf`ul nya. Hal ini menunjukkan bahwa yang dibaca itu mencakup berbagai hal yang amat luas, yakni tidak hanya pembaca yang tersurat atau yang tertulis, melainkan termaksud yang tersirat atau yang tidak tertulis. Adanya ayat-ayat Tuhan yang tertulis di jagad raya, fenomena sosial, dan lainnya
2. Al- Baqara Ayat 31-32
“Artinya, Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda- benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda- benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!". Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.
Manusia dianugerahi Allah potensi untuk mengetahui nama atau fungsi dan karakteristik benda-benda. Dalam ayat ini Allah SWT menunjukkan suatu keistimewaan yang telah dikaruniakannya kepada Nabi Adam as yang tidak pernah dikaruniakan-Nya kepada makhluk-makhluk
lain, yaitu ilmu pengetahuan dan kekuatan akal atau daya pikir untuk mempelajari sesuatu dengan sebaik-baiknya. Dan keturunan ini diturunkan pula kepada keturunannya, yaitu umat manusia. Para malaikat yang ditanya itu secara tulus menjawab sambil menyucikan Allah, tidak ada pengetahuan bagi kami selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Maksud mereka, apa yang Engkau tanyakan itu tidak pernah Engkau ajarkan kepada kami. Engkau tidak ajarkan kepada kami bukan karena Engkau tidak tahu, tetapi karena ada hikmah dibalik itu. Dari pengakuan para malaikat ini, dapatlah dipahami bahwa pertanyaan yang mereka ajukan (pada Al-Baqarah ayat 30) semula mengapa Allah mengangkat Nabi Adam AS menjadi khalifah, bukanlah suatu sanggahan dari mereka terhadap kehendak Allah SWT, melainkan hanya lah sekedar pertanyaan untuk meminta penjelasan.
Setelah penjelasan itu diberikan, dan setelah mereka mengakui kelemahan mereka , maka dengan rendah hati dan ketaatan mereka mematuhi kehendak Allah, terutama dalam pengangkatan Nabi Adam sebagai khalifah. Ini juga mengandung pelajaran bahwa manusia yang telah dikaruniai ilmu pengetahuan yang lebih banyak daripada makhluk Allah yang lainnya, hendaklah selalu mensyukuri nikmat tersebut, serta tidak menjadi sombong dan angkuh karena ilmu pengetahuan serta kekuatan akal dan daya pikir yang dimilikinya.
C. Tanggapan Pemakala Mengenai Qs-Al-Baqarah 31-32 dan Qs Al-Alaq 1-5 Menurut pemakalah, Qs Al-Baqarah 31-32 dan Qs Al-Alaq 1-5 merupakan suatu dasar pendidikan yang yang tidak dapat dipisahkan, hal ini dikarnakan Qs-Al-Baqarah 31-32 menjelaskan bahwa pada sadarnya manusia telah diberikan potensi untuk memahami segala sesuatu dengan baik. Karna meman pada dasarnya allah telah menpersiapkan manusia sebagi khalifah dibumi ini hal ini ditandai dengan pernyataan bahwa allah telah mengajari nabi adam as tentang nama benda-benda yang ada dimuka bumi ini. Jadi pada dasarnya potensi atau kemepuan manusia untuk memahami sesuatu itu sudah ada pada diri manusia itu sejak lahir.
Sedangkan, Qs Al-Alaq 1-5 allah menjelaskan bahwa dasar dalam pendidikan adalah dengan membaca, pada dasarnya untuk mengetahui sesuatu kita harus membaca. membaca disini bukan hanya tentang membaca sebuah teks tapi banyak lagi seperti membaca situasi, kadaan, membaca kadaan alam, membaca kepribadian dan masih banyak lagi. Hal tersebut menunjukkan bahwa dalam keadaan apapun, membaca merupakan sebuah modal utama dalam pengetahuan. Karna dengan membaca manusia dapat mengembangkan potensi yang allah berikan.
Dari Penjelasan tersebut, menjadi dasar pemakalah menyimpulkan bahwa konsep dasar dalam pendidikan ada 2 yaitu:
1. Potensi yang dimiliki oleh manusia itu sendiri,
2. Membaca, sebagai sarana untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
D. Implikasi Kependidikan Dalam Al-Qur’an19
Islam adalah pembawa misi memberikan rahmat kepada mahlluk sekalian alam ini agar merek memperoleh kebahagiaan hidup didunioa dan diajkhirat. Ayat al-qur’an menyatakan:
نيملعلل ةمحرلااكانلسراامو
Adalah mengandung hakikat misi agama islam tersebut. Dan sebagian pembawa misi islam mewujudkan secara jelas akan implikasi-implikasi kependidikan yang bergaya imperative, motivatif dan persuasive sebagai system dan metode melaksanakan misi suci itu kepada ummat manusia dalam bentuk system proses kependidikan. Islam tidak memaksa untuk memeluknya, melainkan secara wajar melalui proses manusiawi: yaitu pendidikan proses kependidikan yang manusiawi itu bertumpu pada kemampuan rohani dan jasmani masing- masing individu manusia itu sendiri secara bertahap dan berkeseimbangan.
Ada beberapa prinsip yang mendasari pandangan tersebut:
1. Nilai-nilai yang mendasari dan menjiwai tingkah lku manusiamusim baru dapat diterapkan atau mempribadi benar-benar bilamana ditumbuhkan atau dikembangkan melalui proses kependidikan yang baik.
2. Tujuan hidup manusia muslim memperoleh kebahagiaan didunia dan diakhirat baru benar-benar disadari dan dihayati bilamana dibina
19 M.Arifin Ilmu Pensisikan Islam Suatu Tinjauan Teoristis Dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner (Cet: 4 September, Bumi Aksara, Jakarta 1996) h 46-47
melalui proses kependidikan yang berkesinambungan dari sejak lahir sampai mati.
3. Posisi dan fungsi manusia sebagai hamba allah yang wajib beribadah kepadanya baru dapat dipahami dan dihayati bila mana ditanamkan kesadaran tentang perlunya sikap orientasinya dalam hubungan dengan tuhan, dengan alam dan masyarakat sekitarnya, serta dengan dirinya sendiri. Bagaimana pula dengan hubungan tersebut harus dikembangkan sebaik-baiknya baru dapat dilaksanakan bilamana dibimbing atau diarahkan melalui proses pendidikan.
4. Kelnkapan-kelengkapan dasar manusia yang diberikan oleh allah dari dalam dirinya yang berupa fitrah dan ,awahib. Tyang secara individual satu sama lain berbeda instemsitas dan eksensitas perkembangannya, bilamana tanpa melalui proses kependidikan kelengkapan dasar itu tak mungkin dapat berkembang sampai pada titik optimal perkembangannya.
5. Secara universal, budayakan manusia melalui agama tanpa melalui proses kependidikan sulit untuk dapat direalisasikan karna pendidikan adalah sarana pembudayaan manusia melalui nilai-nilainya.
Inilah esensi dari implikasi misi islam yang menitiberatkan pada proses kependidikan manusia dalam rangka konversai dan tranformasi serta internalisasi nilai-nilai dalam kehidupan seperti yang dikehendaki oleh ajaran islam, agar supaya mereka tetap berada dalam islam sampai meninggal dunia
BAB III PENUTUP Kesimpulan
Pendidikan adalah usaha dasar yanng dilakukan manusia untuk mengembangkan potensi manusia lain atau memindahkan nilai dan norma yang dimiliknya kepada orang lain dalam masyarakat. Proses pemindahan nilai dan noma itu dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya adalah, pertama, melalui pengajaran, yaitu proses pemindahan nilai dan norma berupa (ilmu) pengetahuan dari suatu generasi ke generasi berikutnya. Kedua, melalui pelatihan yang dilaksankan dengan jalan membiasakan seseorang melakukan pekerjaan tertentu untuk memperoleh keterampilan mengerjakan suatu pekerjaan. Ketiga, melalui indoktrinasi yang diselenggarakan agar orang meniru atau mengikuti saja apa yang diajarkan tanpa mempertanyakan nilai-nilai atau norma yang diajarkan atau yang dipindahkan itu.
3. Konsep pendidikan islam dalam al-qur’an berdasarkan firm,annya ada 5 yaitu : Qs Al-Alaq Ayat dan 1-5, Al- Baqara Ayat 31-32, menjelaskan bahwa dalam menuntut ilmu kita harus banyak banyak membaca, karna pada dasarnya manusia sudah memiliki potensi yang sudah allah swt berikan kepada kita untuk menjadi khalifa dibuminya. Dari kedua surat ini kita dapat menyimpulkan bahwa konsep pendidikan dalam adqur’an ada 2 yaitu: Potensi yang dimiliki oleh manusia itu sendiri, dan Membaca, sebagai sarana untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
Daftar pustaka
Ali, Daud, Mohammad, Pendidikan Agama Islam. (Pt Raja Grafindo Persada, Jakarta)
Arifin Ilmu Pendidikan Islam (Cet @ Januari, PT Bumi Aksara, Jakarta, 2006) Basri Hasan Filsafat Pendidikan Islam ( Cet: I November Cv Pustaka Setia
Bandung, 2009)
Hasbullah, Dasar-D asar Ilmu Pendidikan Islam Edisi Refisi (Cet 12 April, Pt Rajagrafindo Persada, Jakarta. 2015)
Hawi Akmal, Kompotensi Guru Pendidikan Islam, (Cet 2 April, Rajagrafindo Persada, Jakarta 2014)
http://makalahmonggosedoyo.blogspot.com/2015/12/dasar-dan-asas-asas-
pendidikan-dalam-al.html?m=1 di akses pada tanggal 29 oktober 2018, pukul 15:00 WITA
Http://Sitinurulhasanah06.Blogspot.Com/2016/03/Konsep-Pendidikan-Islam- Dalam-Al-Quran.Html?M=1 (Siakses Pada 1 September, 2018 Pukul 21:30 WITA)
M.Arifin Ilmu Pensisikan Islam Suatu Tinjauan Teoristis Dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner (Cet: 4 September, Bumi Aksara, Jakarta 1996
Nata Abudding, Manajemen Pendidikan Mengatasi Kelemahan Pendidikan Islam Diidinesia, (Cet III, April Pfajar Interpratama, Jakarta, 2008)
Syarfi Ulil Amril, Pendidikan Karakter Berbasis Al-Qur’an (Cet Ke 2 Maret, Pt Rajagrafindo Persada, Jakarta)
[T.D] Abuddin Nata, Ilmu Pendidikan Islam,
Tafsir Ahmad, Ilmu Pendidikan Islam, (Cet September, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2013)
Zulhairini, Dkk Filsafat Pendidikan Islam (Cet: 6 April, PT Bumi Aksara Jakarta, 2012)